Pesta Blogger 2008
Senin, 24 November 2008 / ditulis dalam spontan / 33 komentar »Acara Pesta Blogger 2008 dalam foto.
Jay adalah Yulian
Kontemplasi emosi dan pikiran dalam tulisan
Acara Pesta Blogger 2008 dalam foto.
Beberapa plang nama jalan di Bandung selain bertuliskan aksara Latin juga dituliskan aksara Sunda. Seberapa sedikit sih yang bisa membacanya? Mungkin lebih sedikit dari sedikit dan lebih banyak sedikit dari tidak ada sama sekali. Sedikit karena tidak pernah diajarkan di sekolah dasar atau karena lingkungan kondusifnya tidak ada. Dibandingkan dengan aksara Arab, meski tidak diajarkan di sekolah formal, rasanya orang masih bisa dengan terbata-bata mengeja aksara Arab, huruf perhuruf. Baca selengkapnya »
Sudah lama tak mengutak-ngatik Linux…
Berbekal Linux yang ada di laptop saya mencoba menulis aksara Sunda dengan metode yang sama di Mac OS, yaitu phonetic input methods. Setelah membaca-baca referensi dan HOWTO, saya temukan metode input yang bisa saya gunakan adalah Smart Common Input Method (SCIM) yang menggunakan database m17n. M17n adalah singkatan dari multilingualization. Baca selengkapnya »
Bahasa Sunda adalah bahasa suara atau bahasa bunyi. Tentunya anda mengenal kosakata Sunda yang sulit dijelaskan artinya, hanya sebagai pengantar atau penjelas, atau bisa disebut juga sebagai sound effect. Misalnya, “Saya mah keur rieut!” atau “Gék manéhna diuk nundutan.” Kata “mah” dan “gék” di kalimat itu tak ada artinya, namun memperjelas kalimat yang diucapkan serta memberi ilustrasi suasana. Baca selengkapnya »
Bahasa dan sistem penulisan etnik di negeri ini menghadapi ancaman kepunahan, salah satunya adalah aksara Sunda. Apalagi jika catatan sejarah dalam bentuk catatan kuno (kertas kuno, lontar dsb) tidak sempat disimpan dalam format digital. Sistem komputer yang mewadahi seluruh aksara di dunia ini disebut dengan Unicode. Sebuah kabar baik akhirnya sistem penulisan aksara Sunda atau Sundanese script telah masuk dalam tabel blok Unicode (U+1B80 .. U+1BBF). Baca selengkapnya »
Berapa detak jantungmu per menit, beats per minute (bpm), saat santai?
Berapa bpm saat berolah raga?
Berapa maksimumnya?
Detak jantung bisa diukur melalui detak di pembuluh nadi (misal di pergelangan tangan), disebut pulse rate, sedangkan di jantungnya sendiri disebut heart rate, yang hanya bisa diukur dengan electrocardiogram (ECG). Baca selengkapnya »
Pembajakan itu bukan pencurian
pembajakan membuat penggandaan
pencurian menghilangkan aslinya
Piracy is not theft
piracy makes a copy
theft removes the original
Baca selengkapnya »
Sabtu lalu, 31 Mei, saya menyempatkan berwisata ke Istana Merdeka. Sebelumnya saya dengar kabar bahwa Istana dibuka untuk umum awal Mei, namun ternyata jelang akhir Mei baru dibuka. Senang rasanya melihat tulisan-tulisan di sekitaran Sekretariat Negara berbunyi “Istana Rakyat”, namun ternyata tur ini lebih banyak membuat saya kecewa. Mungkin ekspektasi saya terlalu sederhana, atau sangat berlebihan sebagai seorang rakyat jelata. Baca selengkapnya »
Suatu kehidupan dalam dunia seni adalah apresiasi. Apresiasi bisa dalam bentuk memainkan ulang nyanyian, menggubahnya atau sekadar bersenandung, atau juga dalam lingkungan tertentu menjadi penyumbang lagu, yaitu membuat sumbang sebuah lagu. Penikmat layar lebar menuliskan review-nya, atau sekadar mengompori rekan-rekannya untuk ikut menonton. Para kutu buku mengutip dan menelaah ide si penulis. Dalam dunia grafis, paduan warna atau komposisi ditiru-tiru. Yang tersulit adalah mengapresiasi seni tari. Saya tak pandai menari sebab lantai akan terjungkat seketika, dan malahan menjadi akting ayan. Baca selengkapnya »
Dari trotoar depan sebuah plaza mentereng kubidikkan kameraku ke arah ruang yang cukup menarik untuk kurekam menjadi gambar. Kamera DSLR mungil tetap saja dilihat orang-orang seperti wartawan. Jika tidak, ya tukang foto keliling yang sekarang sudah tak laku di ruang-ruang publik atau tempat wisata keluarga. Rasanya tak ada istilah fotografer bagi orang awam, apalagi memotret sebagai hobi sepertinya sulit untuk dimengerti. Selagi asik mencoba-coba berbagai setting kamera, dari sudut mata kulihat seorang Satpam menghampiriku.
“Mas, gak boleh motret, mas!” Baca selengkapnya »