Imigrasi Bandung

Kamis, 9 Juli 2009M
17 Rajab 1430H

Terakhir kali saya melasak ke luar negeri adalah ke Singapura, pekan lalu. Pergi dan pulang tentunya melewati empat loket imigrasi. Semua loket imigrasi tersebut menyuruh saya memperbarui paspor yang akan kadaluwarsa 10 Desember nanti. Bahkan imigrasi Singapura menuliskan catatan “Last Visit” di lembaran paspor saya.

Lebih baik saya perbarui saja daripada pergi lagi ke luar negeri di minggu-minggu ini tapi malah dicekal di bandara dan tak boleh masuk.

Senin pagi, 6 Juli, saya datang ke kantor Imigrasi Bandung di jalan Surapati, mengambil formulir, mengisinya dan melengkapinya dengan KTP, Akta Lahir, Kartu Keluarga, Surat Pengantar dari kantor dan Paspor lama.

Pukul 9.30 saya mengambil nomor antrean untuk pemasukan berkas. Pukul dua belas kurang baru bisa memasukkan berkas tersebut di Loket 01. Jeleknya, nomor antrean yang terpampang di layar tidak sama dengan kenyataannya. Di layar tertulis nomor 44, tapi yang dipanggil tiap sepuluh nomor melalui speaker.

Dan speaker-nya sembér, juga sering bersahutan dengan panggilan lainnya dari loket pembayaran, loket foto dan loket wawancara.

Sepuluh menit setelah pemasukan berkas, saya dipanggil di Loket 01. Ibu petugas meminta saya melengkapi dengan surat keterangan dari kantor yang spesifik menyebutkan kurang lebih “surat ini dibuat untuk keperluan pembuatan paspor”. Kelengkapan lainnya sudah cukup. Saya diminta datang lagi hari Kamis, 9 Juli, dan diberi tahu bahwa setelah proses pembayaran, foto dan wawancara di hari Kamis tersebut, paspor bisa diambil sepekan kemudian.

Esok paginya, hari Selasa 7 Juli, saya iseng mencoba mengambil antrean di loket pembayaran. Namun setelah tanda terima dimasukkan, petugas imigrasi mengatakan saya tak bisa membayar hari itu, meskipun hanya untuk membayar, sebab katanya berkas saya belum masuk ke bagian kasir.

Pembayaran pun harus cash. Ternyata bank ada juga tidak bergunanya.

Hari Rabu, menconteng nasional. Menghitamkan kuku kelingking kiri lagi.

Hari Kamis, pukul 9.05 saya tiba di imigrasi dan mengambil nomor antrean pembayaran. Resi dan nomor saya masukkan ke loket pembayaran, lalu menunggu dipanggil dan membayar. Meski ada nomor antrean dan pemanggilan, warga yang sedang menunggu berebut berdiri di muka loket. Saya pikir ini gejala ketidakpercayaan mereka terhadap sistem antrean.

Desakan Antrean Loket Pembayaran Imigrasi

Desakan Antrean Loket Pembayaran Imigrasi

Hampir satu jam kemudian, pukul sepuluh kurang, saya dipanggil untuk membayar, Rp270.000 untuk perbaruan paspor. Setelah membayar saya harus menunggu lagi, menunggu kwitansi selesai dicetak. Printer dot-matrix tak berhenti bekerja sejak pagi. Satu jam rasanya terlalu lama untuk sekadar pencarian berkas yang masuk hari Senin dan dibawa ke loket pembayaran di hari Kamis.

Setelah menerima kwitansi saya lanjutkan mengambil nomor antrean pemotretan. Juga sama dengan loket sebelumnya, display elektronik antrean tidak sama dengan kenyataannya. Dipanggil tiap sepuluh nomor berurutan.

Dari pukul sepuluh, setelah selesai pembayaran dan pengambilan nomor antrean pemotretan, nomor saya baru dipanggil menjelang pukul 12.00, sempat dipotret dan diambil sidik jari. Semua pekerjaan dihentikan untuk istirahat.

Pukul 13.10 saya datang kembali ke ruang tunggu wawancara, beberapa menit kemudian dipanggil dan masuk wawancara. Saya tidak tahu wawancara apa, hanya ditanya, “Hendak ke mana?” Saya jawab, “Ke Singapura,” sambil menyerahkan fax surat keterangan tambahan yang mereka minta.

“Ya, selesai, paspor bisa diambil Kamis depan.”
“Tidak bisa besok, Pak?”
“Tidak.”

Benarkah dibutuhkan waktu sepekan hari kerja agar paspor saya ditandatangani oleh Kepala Imigrasi Bandung?

Seharian saya berurusan dengan antrean. Setelah di imigrasi, lanjut antrean di bank untuk mengganti kartu ATM yang rusak dan diteruskan dengan antrean di dokter gigi.

Komentar

48 komentar untuk catatan 'Imigrasi Bandung'

  1. #1
    gravatar

    Makanya harusnya LEBIH CEPAT LEBIH BAIK …

  2. #2
    gravatar

    Bukti bahwa Budaya Antri masih melekat … :)

  3. #3
    gravatar

    Lanjutkan! :)

  4. #4
    gravatar

    wah wah…
    ini jadi PR bagi pemerintah nih..
    lebih khusus bagi bagian transmigrasi….

  5. #5
    gravatar

    Di dalamnya, passport juga ngantree, dan punyamu lambat karena gak digosok pakai duit :)
    Kelihatan ada calo gak di sana?

  6. #6
    gravatar

    paspor…

    bikin paspor sendiri tanpa calo?. udah sewajarnya dilakukan.
    ngapain juga sih pake calo, toh dengan persyaratan yang mudah semuanya harus nya bisa dipenuhi sendiri.

  7. #7
    gravatar

    Beda bgt pake calo dan tidak pake calo. Pake calo, sehari jadi. Foto, wawancara, dll :p
    Harusnya pihak imigrasi meniru cara kerja calo yang cespleng. Kurasa bayar lebih tak masalah asal tdk masuk kantong pribadi.
    Tapi sebaiknya tidak boleh selalu bayar lebih dalam menyelesaikan masalah. Cek dulu dengan biaya sekarang sudah masuk hitungan ato enggak. Kalo dibayar lebih pasti naik terus ongkosnya:d

  8. #8
    gravatar

    bikin paspor aj harus mendaki gunung lewati lembah ya….

  9. #9
    gravatar

    sangat beda jika ngurus dg nembak kang :)

  10. #10
    gravatar

    Sabar wa.yang jelas tu aparat bakal di pending masuk sorga.dilamain maen di neraka. Semoga di beri kemudahan dan kelancaran dalam urusannya.

  11. #11
    gravatar

    Sampeyan masih sangat mending ga dimintain surat macem2, ada aja alasannya supaya kita maen duit. Waktu saya ngurus di imigrasi bogor dulu digituin, udah lulus kuliah lebih dari 2 tahun kok diminta surat pengantar dari kampus hanya karna KTP berstatus mahasiswa. Akhirnya saya pake aja kartu nama petinggi imigrasi, baru mereka diem, tetap ngasih harga standar dan selesai sehari (sore sebelum jam 5 teng) :(

    *indonesia sekali*

  12. #12
    gravatar

    semua pelayanan pemerintah memang msh kek gitu, kmrn ke SAMSAT juga spt itu, pdhl ya sdh terkomputerisasi dll …memang disiplin manusianya yg kurang

  13. #13
    gravatar

    Saya pernah punya pengalaman mirip kalau berkunjung dan mengurus surat dikantor-kantor pemerintah. Terakhir mengurus Akte Kelahiran dan klaim Jamsostek. Entah mengapa belum terdengar namanya “penerapan teknologi” karena butuh 2 minggu untuk klaim dan butuh 1 bulan untuk proses akte. Siyal.

  14. #14
    gravatar

    aduh, yang lain koment pake mac os, mozilla dll….kenapa jadi NOKIA 2626.

  15. #15
    gravatar

    Namanya juga birokrasi… sabar bang…

  16. #16
    gravatar

    woooowwww….nggak bisakah kita melayani cukup satu jam saja?

    salam

  17. #17
    gravatar

    woooooooowwww….kalo antrean gini panjang terus butuh waktu berapa lama? birokrasi birokrasi.

    salam

  18. #18
    gravatar

    hiks…cerita lama yang tahan lama….
    pake calo lebih cepat, calonya orang itu juga..beuh!

  19. #19
    gravatar

    coba bos..cari info kalo bikin paspor ato SIM di USA atau aussy… klo ga salah bisa sampai 3 bulan boss…indonesia masih jauh lebih longgar….

  20. #20
    gravatar

    anda baru satu pemohon..bayangkan bila ratusan pemohon yang antre semua nya pengen cepat,,,sebaiknya budaya antre dan sadar diri bila petugas itu juga manusia(bukan robot) lebih ditingkatkan…..

  21. #21
    gravatar

    aku ralat, suamiku mau ganti Passport baru di kedutaan Amerika, 2 jam selesai kok, gratis……

    Aku juga complain berat ama imigrasi, kemarin aku ke singapore untuk perpanjangan visa suami. Karena gak bisa selesai sehari, aku balik ke indo sendiri.

    Keluar dari pemeriksaan imigrasi airport, aku dicegat sama salah seorang petugas imigrasi, dan menanyakan kalau saya ada bagasi, dan saya bilang tidak ada. Trus dia nyuruh saya keluar lewat pintu TKW, waktu itu aku belum ngeh, aku jalan aja, baru nyadar pas liat banyak bus dan calo yang manggil2. Gileee beneeer……aku baru sadar dan balik marah-marah ke petugas di depan, mereka malah nanya balik, “loh, kamu TKW atau bukan” aku bilang “bukan” trus mereka nanya, “yang nyuruh kamu lewat pintu ini, siapa” aku bilang “tuh, petugas pintu yang di depan”.
    Aku juga saking udah capeknya gak nanya2 dulu, maklum….baru pertama kali ke LN…:D
    Tapi jadi kesal banget juga. Mana ada TKW balik cuman dengan tas kecil. Atau…aku emang tampang TKW, ya……
    Petugas tuh…harusnya jangan kerja pake mulut aja, pake otak juga……cape’ deh….
    Begitu aku keluar lewat pintu biasa, aku dikejar lagi si petugas rese’ itu dan negur kenapa keluar lewat site. Ya udah, emang aku nyari dia buat marah2, langsung aja aku maki2, aku liatin passport ku, baru minta maaf.

    Kapan sih Indonesia bisa memperbaiki sistem pelayanannya. Jangankan pelayanan kepada masyarakat sendiri, ke orang asing saja selalu dikerjain.

    Masih banyak yang mau aku complain sebenarnya…mungkin next time akan aku ceritakan sejak saya menikah dengan orang asing jadi banyak berhubungan dengan Imigrasi

  22. #22
    gravatar

    untuk istri pekerja tolong dipahami bahwa di airport ada beberapa instansi yang bertugasm ada CIQ (custom, immigration, quarantine) ada pula security, BNP2TKI…
    kalo imigrasi ngurusin orang dan dokumen perjalanan (paspor, visa)
    custom ngurusin barang
    quarantine ngurusin karantina (hewan, tumbuhan)
    kalo denger ceritanya kayaknya ibu istri pekerja ini tidak mengetahuinya….jadi ceritanya campur aduk ga ada juntrungannya….jadi lucu… jangan taunya imigrasi doang bu…kalo saya tanya seragamnya warna apa…bisa jawab ga hayo….seragam tiap instansi di airport lain2 bu…
    untuk perpanjangan passport di embassy dimana aja semua negara pasti cepat hitungan jam…perpanjangan passpor WNI di KBRI KL hanya 3 jam, coba kalo di native..nya pasti lama…

  23. #23
    gravatar

    Wah rencana besok gw mau perpanjang passport lagi di Imigrasi Bandung, klo dihitung hitung nilai ekonomis urus sendiri sama pakai biro jasa mendingan mana yach soalnya nggak mungkin dong gw bolos minimal 2 hari hanya untuk mengurus passport, bisa dipotong gaji gw….

  24. #24
    gravatar

    Om-om dan tante-tante..
    Baik-buruk ini negeri sendiri.
    Bagus-jelek kita juga yang tinggal di sini..
    kalo kata orang-orang lebih baik hujan emas di negeri sendiri daripada hujan batu di negeri orang lain…
    :)

  25. #25
    gravatar

    betul banget, aku rela bayar lebih tinggi asal sehari kelar, waktu antri ngobrol dng ibu2 jg beliau bilang begitu, ga boros waktu, mana jl surapati jauh banget dari rumahku di cibaduyut, terakhir urus pakai calo, ngantri sedari pagi sampai siang untuk tunggu potret dan wawancara, sebelum dan selebihnya diurus calo, bbrp hari kmdn baru ambil paspornya di travel biro.. ongkos dua kali harga resmi tp suer aku rela gpp daripada bolak balik

  26. #26
    gravatar

    Bah, banyak yg komen tp ga tau apa yg dikomen, coba bapak2 dan ibu2 baca peraturan pemerintah tentang paspor, emang udah ada standarnya bikin paspor yah segitu waktunya, yg ngerusak n bikin banyak calo itu ya bapak dan ibu yg pake calo karena ga punya kesabarn, itu bukan dilama2in tapi semuanya ada tujuannya kok, semua berkas harus diteliti ga sembarangan, kalo semua mau serba cepet tar terosis pun dapat paspor! Trs bapak dan ibu pernah tau ga gimana orang2 usa dll bikin paspor dinegaranya? Mahal n lama! Mana ada yg kelar seminggu, kalian itu bisanya protes doank!

  27. #27
    gravatar

    Dari tulisan Yulian di atas, kita bisa lihat bahwa pelayanan pembuatan paspor kita masih ada kekurangan. Tapi kalau mau dicermati, secara jujur sudah banyak kemajuan. Misalnya kita bandingkan dengan pengalaman tahun 2005 ini:
    http://www.freelists.org/post/nasional_list/ppiindia-Pengalaman-buruk-di-kantor-Imigrasi-Jaksel,1

    Secara sistem, penjelasan tentang sistem yang berjalan sekarang dijelaskan di http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=108&Itemid=34
    dan http://www.imigrasi.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=111&Itemid=34
    Dari situs imigrasi kita tahu lama pembuatan paspor adalah 4 hari setelah berkas lengkap, waktu 4 hari ini salah satunya untuk pemeriksaan di imigrasi pusat untuk menghindari paspor ganda dan menghindari orang yang dicekal lolos. Mencocokan sidik jari dan wajah orang meski dibantu komputer tetap butuh waktu. Tidak bisa hanya mencocokkan nama dan tanggal lahir karena saat ini masih gampang orang buat KTP ganda atau palsu. Jadi menurut saya 4 hari sudah cukup cepat.

    Dari situs imigrasi kita tahu sistem antrian tadi diintegrasikan dengan komputer sehingga komputer akan melayani berdasarkan nomor antrian. Makanya muncul “nomor antrean yang terpampang di layar tidak sama dengan kenyataannya” karena petugas sedang melayani yang lewat calo.

    Sebetulnya kalau semua orang tidak pakai calo, kejadian “Dipanggil tiap sepuluh nomor berurutan” tidak perlu terjadi.
    Kenapa ada calo ? Karena masih ada yang berprinsip seperti ini:
    “aku rela bayar lebih tinggi asal sehari kelar”

    Marilah kita belajar tidak pakai calo untuk urusan apapun. Pelajari persyaratan untuk mengurusnya sebelum pergi ke sana, termasuk yang “sepele” seperti keterangan dari kampus untuk mahasiswa, keterangan dari kantor untuk pegawai, sesuai status dalam KTP. Secara hukum kita yang salah tidak memperbarui KTP kita ketika data di KTP tidak sesuai lagi akibat pindah alamat, kawin, atau lulus.

    Selama calo masih membudaya, kita masih perlu antri di imigrasi sejumlah 6 jam: 2 jam di berkas, 1 jam di pembayaran, 2 jam di pengambilan foto dan sidik jari, 1 jam di wawancara.
    Namun kalau kita berperan serta mengurangi budaya calo ini, Insya Allah 6 jam ini bisa kita pangkas.

    Menjelang Hari Pahlawan ini marilah kita mawas diri, apa saja yang sudah kita berikan ke negara yang katanya kita cintai ini.
    Marilah kita tambah dengan peran serta dalam gerakan anti calo.

  28. #28
    gravatar

    birokrat juga manusia… sama seperti kita kita juga..apa dengan mereka sudah pasti andil dari kita-kita juga ada… sepakat dengan apa yang disampaikan oleh ki saf…budaya calo asalnya ya dari kita… orang kita memang sangat rentan dan maaf tidak sabaran…(padahal sepertinya pendidikannya tinggi2)…

  29. #29
    gravatar

    bersyukurlah, membuat paspor di Indonesia masih tergolong sangat mudah. beda dengan negara lain membutuhkan sampai berbulan-bulan, tapi ada juga yang satu minggu bahkan satu hari selesai, karena sistem negara mereka bagus dengan ONE IDENTITY (maksudnya klo bikin paspor cukup bawa satu kartu multi fungsi yang berisi semua identitas seutuhnya), tidak kaya dinegara kita no di KTP, KK, AKTE semua beda and tidak online.
    Baru hanya paspor saja yang online di Indonesia ini. saya berharap untuk membuat paspor lebih mengutamakan sekuritas demi keamanan negara dan warganya yang akan berangkat keluar negeri walaupun harus lama sampe 3 bulan. biar orang-orang yang bikin paspor ga kaya beli kacang goreng

  30. #30
    gravatar

    Aparat Imigrasi bukan robot. Kalo mau complain, baca dulu aturan tentang SPRI/PASPOR (bisa buka di website http://www.imigrasi.go.id. Karena imigrasi berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  31. #31
    gravatar

    Wah klo pengalaman gw laen lagi di kantor Imigrasi Bandung,
    pas gw mo pengajuan formulir gw cuman nunggu sekitar 1/2 jam, habis itu 4 hari kemudian gw disuruh datang lagi bwt foto+wawancara, karena ada halangan akhirnya gw datang di hari ke-5.
    pas datang gw ambil no antrian, kata satpamnya “langsung saja mas bayar di kasir lalu nunggu foto”.
    Pas di kasir gw ngomong klo seharusnya gw datang sehari sebelumnya, “g apa-apa mas” kata petugas, trus gw ambil no antrian foto, kata si satpam di kertas antrian tersebut dikasih nama dikasih ke petugas trus nunggu namanya dipanggil, pas gw ngasih no antriannya, berkas gw ada di depan petugasnya, karena situasi sedang sepi maka gw langsung di foto+diambil sidik jari. “ntar lagi wawancara ya mas” sahut petugas, saya bilang “berapa lama saya harus menunggu?” sekarang aja langsung mumpung sepi.
    Tak lama saya pulang, total waktu saya bayar dikasir+foto+sidikjari+wawancara tak kurang dari 15 menit.
    saran buat rekan-rekan, usahakan datang se-pagi mungkin atau lihat kondisi kantor kapan saat-saat lengang. Insyallah mengurus passport jadi menyenangkan.

  32. #32
    gravatar

    Aku adalah pegawai negeri yg sudah 9 tahun bekerja, belum punya askes, belum buat taspen bahkan tdk mau mengurus kenaikan pangkat atau golongan, anak sdh 4 baru 1 yg punya akta kelahiran, dan istri saya belum punya Ktp baru sejak ktp lama berakhir th 2003, semua disebabkan birokrasi yg rumit dan panjang.

  33. #33
    gravatar

    Kalau waktu aku buat paspord dulu beberapa persyaratannya misalnya izin membuat pasport dari atasan saya buat sendiri saya teken dan cap, kalau mereka minta surat dari lurah tinggal buat stempelnya aja teken sendiri

  34. #34
    gravatar

    karena rumitnya birokrasi di indonesialah yang membuat aku suatu bulan yang lalu di tahun 2009 terpaksa buanget ngurus pasport lewat calo dan ..mujarab sekali …1 hari jadi ,dari paspoert TKW menjadi pasport bebas .2 juta melayang dalam waktu tak kurang dari 1 jam ,persis belanja di carefour aja.kini aku tinggal dan menetap di usa dengan suami yang asli WNA.dalam setahun (2009) 5 kali sudah aku berurusan dengan immigrasi,mulai dari jakarta-macau,macau-hkg,hkg -jakarta,hkg – macau,hkg – surabaya,surabaya-singapur,singapur- taiwan ,taiwan -LA,LA – chicago .
    bila aku tilik ,immigrasi indonesia kalah jauuuuuuuhhh sekali …

    semoga indonesia bisa berubah dan memperbaharui nasib ekonomi rakyatnya agar tidak ada calo calo lagi…..CPD ama calo…

  35. #35
    gravatar

    kasihan sekali orang yang suka membanding banding kan indonesia dengan negara lain sementara dia baliknya ke indonesia 2 juga ketahuan kalau katrok , apalagi yang kawin sama orang luar negeri kayaknya lebih luar negeri dia dari suami atau istrinya yang bule,udah deh bantu solusinya aja kan emang gak gampang ,coba mimpin orang se rt aja panri klenger.

  36. #36
    gravatar

    semua coment hanya sebagian kecil yang berupa kritik membangun
    cobalah klo ingin imigrasi kita maju dan bersih mari kita sama2 memberikan masukan kepada kepala kantornya… siapa tahu akan dilksanakan.
    dengan demikian kita ikut bangga dengan negara ini.

  37. #37
    gravatar

    rakyat Indonesiakan dah terbiasa ngantri: Sembako, BBM, bayar tagihan listrik, urus surat-surat, dsb… jadi sudah tergembleng… layaknya tentara yang terlatih perang… hehehehehe…..

  38. #38
    gravatar

    Ternyata ga hanya aq yang mengalami keribetan di kantor imigrasi..

  39. #39
    gravatar

    600rebu pagi masukin berkas…abis makan siang di poto…sore jam 4 sampe jam 5 diambil….gampang koq…

  40. #40
    gravatar

    eh komplen dong. imigrasi indonesia emang PERAMPOK Semua kaleee nenek2 salto juga tau.
    gw ngurus paspor di US ngga makan seminggu tuh, sehari kelarrr dan biaya juga sesuai tarip!
    siapa sih yg gak tau, emg birokrasi di indonesia dilama2in! mau ktp kek, sim kek, paspor kek, lha calonya aja pegawai imigrasinya sendiri!

    btw utk yg masalahin baju petugas di bandara..
    SIAPA YG PEDULI WOY!! intinya sama, sbg petugas, dia harusnya bisa melayani dong, ngga peduli apa warna bajunya kek, job desc nya dia apa kek!
    masyarakat mana mau tau sih?! yg penting lo sopan, jujur, kerja disiplin, orang juga ga bakal pake calo!
    udeh jangan sok belain imigrasi, om gue pejabat imigrasi tajir banget, tau sendiri LAHH duit dari mane… cepede.

    udah deh pesen buat imigrasi: PERBAIKIN PELAYANAN!!!!!

    gue bayar pajak mahal2, buat ngegaji elu!!

    @ mas yan: mksh mas tulisannya sangat membantu utk membuat saya PAHAM ternyata kinerja PNS di indonesia msh sama aja.

    BIKIN EMOSI!!!

  41. #41
    gravatar

    wah……, jadi males saya mau bikin passport…….., padahal bos saya udah nyuruh untuk keperluan dinas……….

  42. #42
    gravatar

    saya hilang passport TAHUN 2009.sedaqng kan no passpot nya lupa. saya pingin data yang asli passport saya dulu. yang saya ingat nama piatna bin ajan tgl lahir 09 11 1987 sukabumi.harus gimna ya???????????

  43. #43
    gravatar

    teman saya org Thailand, kata dia ngurus pasport cuma 3 hari selesai……heran… koq bisa yach…. coba klu dinegara kita kaya begini… nggak bakalan ada calo laku….

  44. #44
    gravatar

    dlu waktu ke kantor imigrasi di semarang juga padat sangat

  45. #45
    gravatar

    Biasa di indonesia kayak gitu. sengaja diperlambat biar yang butuh akan terpaksa nyogok biar dipercepat.

  46. #46
    gravatar

    dimana mana kantor imigrasi sama cara kerja ya . pencuri semua tuh.

  47. #47
    gravatar

    Semoga makin kedepan pelayanan semakin mudah,…antri menunggu nomor sich boleh2 ajah sepanjang tempat tunggunya nyaman…..Kalau dilihat dari masa ke masa untuk proses pembuatan paspor sich sdh cukup membaik,..semoga ini semua PR untuk kantor2 IMIGRASI di Indonesia untuk peningkatan mutu pelayanannya kepada rakyat yang seharusnya diberi pelayanan terbaik…….

  48. #48
    gravatar

    semoga kedepannya menjadi lebih baik ya bang..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.