Semir Sepatu
Jumat, 29 Mei 2009M
05 Jumadil Akhir 1430H
- Download mp3
- International phone card
- Baufinanzierung
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Kaleng bulat pipih itu sering kujadikan mainan saat kecil dulu. Bahan kalengnya lebih tebal jika dibandingkan dengan kaleng permen Pagoda Pastilles, Wybert atau kaleng oval minyak rambut Lavender. Rasanya semua orang mengenal semir sepatu bermerk Kiwi itu. Kaleng hitam dengan sedikit strip merah melingkar pada tutupnya.
![]()
Bicara soal kaleng, saya jadi mengingat berbagai kaleng yang fungsional menjadi teman bermain. Kaleng klasik Khong Guan tempat menyimpan kelereng atau gambar produksi Gunung Kelud, kaleng Sanlex 1kg untuk bermain sorodot gaplok (semakin sulit mencari batu pipih tapi tak tajam dan bisa berdiri), kaleng sarden Botan untuk membuat ban mobil-mobilan dengan sendal bekas, kaleng Aibon untuk membuat obor karbit atau sebagai wadah air dan karbit pada meriam karbit, dan berbagai kaleng lainnya.
Kembali ke semir sepatu, menyemir sepatu kulit hitam adalah pekerjaan yang menyenangkan. Apalagi dengan semir Kiwi kalengan kecil itu yang awet berbulan-bulan sebelum habis tak berbekas. Terkadang semirnya terlalu beku, biasanya dipanaskan dengan korek api atau dijemur. Menyemirnya pun lebih baik dengan kain dibandingkan dengan sikat. Urusan semir menyemir ini, adik saya lebih rajin, bahkan termasuk membersihkan perangkat lain dengan cairan Brasso.
Semir Kiwi dan Brasso, sudah 100 tahun lebih dipakai di dunia, apalagi di ranah kemiliteran.
Sekarang sudah dibuat praktis, semirnya cair, dalam botol, tutupnya sudah termasuk busa penggosok, tidak mengotori tangan.
Sesekali saat menanti kereta api di stasiun Bandung, kadang saya menemukan anak kecil yang menjajakan layanan semir sepatu. Sesekali saya ambil jasanya sambil duduk di deretan kursi panjang. Seringnya dilewati saja sambil terburu-buru mendengar lengkingan peluit tanda kereta mulai bergerak.
Shalat Jumat di masjid BPPT biasanya dikelilingi anak-anak penjaja semir sepatu, sekaligus penitipannya. Namun hari ini tak satu pun penjaja semir sepatu terlihat. Sepertinya diusir oleh manajemen gedung BPPT. Sayang sekali.
Popularity: 1% [?]
Jumat, 29 Mei 2009 @ 20:54
owh kirain alih propesi jadi tukang semir
Sabtu, 30 Mei 2009 @ 6:01
Di sini malah ada toko sepatu merangkap tempat semir, jadi kita tinggal duduk di kursi yang ada dan disemirin deh
Kayak di film-film gitu loh.
Sabtu, 30 Mei 2009 @ 9:42
ah iya.. kadang cepet banget lupa sama hal-hal remeh temeh disekeliling kita, seperti halnya tukang semir sepatu ini. udah alih profesi kali ya?
Sabtu, 30 Mei 2009 @ 15:24
padahal penyemir sepatu adalah profesi yang usianya sangat tua
Sabtu, 30 Mei 2009 @ 19:55
3,5 Tahun Kuliah Tiap malem Ketemu Begituan, tau gitumah kalengnyah gak sayah Buang.heheh buat maenan yach..
Rabu, 3 Juni 2009 @ 12:27
kekeke… jd inget waktu bokap masih kerja, yg bertugas nyemir sepatunya itu saya
Kamis, 4 Juni 2009 @ 11:10
gimana dengan semir sepatu yang cair, Jay..kau belum menyebutkan di catatanmu…
Kamis, 4 Juni 2009 @ 23:33
Hihi, semir sepatu cair terlalu instan, tinggal gosok-gosok, lalu sikat atau lap. Kurang nyeni.
Jumat, 5 Juni 2009 @ 16:51
Salam kenal dari kami anak MM SMK Negeri 8 Semarang, kunjung balik yaw
Senin, 8 Juni 2009 @ 10:40
Seneng lihat sepatu mengkilat, apalagi hasil nyemir sendiri
Salam kenal
Rabu, 17 Juni 2009 @ 8:45
unik sekali tulisan anda tapi saya suka saya jadi ingat kecil saya suka nyemirin sepatu bapak saya dulu sekali, lam kenal yaa
Rabu, 17 Juni 2009 @ 21:41
aih, kiwi dan brasso. itu teman akrab dulu waktu kecil, karena tugas saya bikin kilap sepatu bapak dan kegemaran saya bikin kilap barang2 logam di rumah. pertama kali juga diceritakan bapak sebuah lelucon, ada orang naik angkot, bibirnya sumbing, sudah beberapa lama berjalan ia bilang, kiwi bang, kiwi bang, wah pabrik kiwi udah lewat, nanti ikut saya muter aja. kiwi bang, udah lewat pak. kiwwwwwwi baaaaaang, kiwwwwi di siniiii. ternyata maksudnya kiri. *tanpa maksud mendiskreditkan yg sumbing*
Kamis, 18 Juni 2009 @ 6:33
semir sepatu kaleng yg kiwi itu … kayaknya dulu benar2 melegenda deh, soalnya sy lum pernah liat semir sejenis yg bermerk lain
Senin, 22 Juni 2009 @ 8:48
… ternyata kaalaman oge …
Selasa, 23 Juni 2009 @ 17:17
Saya masih pake semir yang kaleng itu, lebih puas rasanya.
Sabtu, 26 September 2009 @ 22:01
Halah…janten emut ka jaman barudak, maen sorodot gaplok. Di Cimahi mah ayeuna sim kuring teu acan mendakan deui. Duka upami di lembur/pasisian mah..
Minggu, 4 Oktober 2009 @ 20:21
hhmmm bagus juga untuk bonus jualan sepatu di tempat ane nih he he he . . . ^_^
Selasa, 6 Oktober 2009 @ 22:42
emank udah ada dari dulu dan paling terkenal dari dulu. pastinya susah untuk melawan image segala kebaikan dari itu produk
Minggu, 8 November 2009 @ 19:26
Dari zaman dulu, sejauh saya bisa mengingat masa kecil saya, sampe skarang ini merk semir sepatu bpk saya tetep kiwi. Dan dari dulu ampe skarang, saya mash mjd tkng semir sepatu bpk saya.