Menulis dan Membaca Aksara Sunda

Jumat, 14 November 2008M
13 Dzulqaidah 1429H

Beberapa plang nama jalan di Bandung selain bertuliskan aksara Latin juga dituliskan aksara Sunda. Seberapa sedikit sih yang bisa membacanya? Mungkin lebih sedikit dari sedikit dan lebih banyak sedikit dari tidak ada sama sekali. Sedikit karena tidak pernah diajarkan di sekolah dasar atau karena lingkungan kondusifnya tidak ada. Dibandingkan dengan aksara Arab, meski tidak diajarkan di sekolah formal, rasanya orang masih bisa dengan terbata-bata mengeja aksara Arab, huruf perhuruf.

Menulis dan membaca adalah dua hal yang seharusnya tidak dipisahkan. Jadi, anggap tulisan ini sebagai pengantar membaca dan menulis aksara Sunda dalam media digital.

ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ

Subjudul di atas terlihat kotak-kotak atau tanda tanya?
Jika ya, berarti komputer anda belum mempunyai fontnya. Agar anda bisa melihat wujud aksara Sunda di atas (dan seterusnya di bawah), unduh dahulu font Sundanese Unicode (52KB, format TTF) dan aktifkan dengan cara:

  • Untuk sistem operasi Mac OS X: kopikan SundaneseUnicode-1.0.3.ttf ke /Library/Fonts/ atau ~/Library/Fonts/
  • Untuk sistem operasi Windows: kopikan SundaneseUnicode-1.0.3.ttf ke C:\Windows\Fonts\
  • Untuk sistem operasi Linux: kopikan SundaneseUnicode-1.0.3.ttf ke /usr/share/fonts/truetype/ atau ke ~/.fonts/

Sebagai trik di halaman web karena sistem operasi belum tentu mendukung set karakter Unicode 5.1 maka setiap aksara Sunda saya beri tag span dengan style font aksara Sunda berukuran 1.5em berwarna marun. Dalam CSS saya tulis .sunda { font: 1.5em "Sundanese Unicode"; color: maroon; }

Konsonan

Seperti halnya pada aksara Latin, aksara Sunda mempunyai huruf konsonan. Huruf-huruf tersebut adalah KA — QA — GA — NGA — CA — JA — ZA — NYA — TA — DA — NA — PA — FA — VA — BA — MA — YA — RA — LA — WA — SA — XA — HA — KHA — SYA . Oh ya, saya sendiri belum hafal semua huruf konsonan ini, mungkin Kang Dian dan Dadan yang sudah hafal dan membaca aksara Sunda layaknya membaca aksara Latin :D

Huruf konsonan (ngalagena) ini jika berdiri sendiri berbunyi seperti konsonan ditambah vokal A, misalnya kita menulis lima konsonan berikut (aksara ditulis dari kiri ke kanan) ᮠᮔᮎᮛᮊ akan dibaca sebagai hanacaraka, bukan hncrk atau honocoroko atau hunecariko. Jadi, cerita Aji Saka hanacaraka datasawala padajayanya magabatanga bisa kita tuliskan menjadi ᮠᮔᮎᮛᮊ ᮓᮒᮞᮝᮜ ᮕᮓᮏᮚᮑ ᮙᮌᮘᮒᮍ.

Penanda Vokal

Tentu saja semua konsonan di atas harus berbunyi selain suara -A. Bahasa Sunda mempunyai tujuh suara vokal, yaitu A, I, U, É, O, E dan EU. Vokal terakhir EU yang sering menyulitkan orang membaca kosakata Sunda, misalnya beureum euceuy, ngaleueut, laleur mapay areuy, Ciumbuleuit dll. Huruf konsonan di atas berganti bunyi dengan menambahkan penanda vokal yang disebut PANGHULU ( di atas), PANYUKU ( di bawah), PANÉLÉNG ( di kiri), PANOLONG ( di kanan), PAMEPET ( di atas) dan PANEULEUNG ( juga di atas). Untuk kemudahan, huruf é yang tidak ada aksara Latin Dasar (termasuk di layout keyboard PC standar) diganti menjadi ae. Hal ini pula yang memudahkan saya membuat metode input fonetik di Mac dan di Linux. Di Windows saya belum tahu caranya. *duh, maaf!*

Penanda vokal ini seperti penanda yang kita kenal dalam aksara Arab (fattah, dammah dan kasrah). Dalam bentuk tulis tangan pun tidak mengganti wujud konsonan, hanya menambahkan, seperti aksen aksara Latin é, ê, ë, dll.

Sebagai contoh kita akan menulis vapé vapo fumakila –jangan muncrat ya mengejanya!– konsonan yang dipakai secara berurutan adalah VA, PA, VA, PA, FA, MA, KA dan LA. Dengan penanda panéléng maka konsonan PA dibaca menjadi PÉ, dari menjadi ᮕᮦ, begitu juga dengan po, PA ditandai panolong dari PA menjadi PO, menjadi ᮕᮧ, kemudian FA ditandai panyuku menjadi FU ᮖᮥ dan KA ditandai panyuku menjadi KI ᮊᮤ. Jadi hasil akhirnya menjadi ᮗᮕᮦ ᮗᮕᮧ ᮖᮥᮙᮊᮤᮜ.

Penanda Konsonan Mati

Tidak seperti bahasa Jepang, bahasa Sunda masih mengenal konsonan mati. Bagi kita sangat mudah menyebut nama Husni Tamrin, tapi tidak bagi orang Jepang yang pasti menyebutnya (mungkin) sebagai Husuni Tamarin. Setiap konsonan bisa diberi penanda mati, yaitu PAMAÉH , bersimbol di sebelah kanan konsonan. Jadi nama Husni Tamrin bisa dituliskan sebagai HU-S-NI TA-M-RI-N menjadi ᮠᮥᮞ᮪ᮔᮤ ᮒᮙ᮪ᮛᮤᮔ᮪. Perhatikan bahwa huruf SA menjadi S ᮞ᮪, MA menjadi M ᮙ᮪ dan NA menjadi N ᮔ᮪.

Vokal

Selain konsonan dan penanda suara konsonan, tentunya ada juga huruf vokal yang berdiri sendiri, yang berjumlah sama dengan penanda vokal, yaitu huruf A , I , U , É , O , E dan EU . Misalnya kita menulis ada apa di dalam sini kita pecah ke dalam fonetik sukukata menjadi a-da a-pa di da-la-m si-ni menjadi ᮃᮓ ᮃᮕ ᮓᮤ ᮓᮜᮙ᮪ ᮞᮤᮔᮤ.

Variasi

Konsonan, penanda suara konsonan dan vokal di atas rasanya masih mudah untuk dicerna aturannya, hanya tinggal menghafal saja wujud-wujud huruf konsonan, huruf vokal dan penanda-penandanya. Namun ada variasi khusus untuk bunyi fonetik tertentu, yaitu PANYECEK, PANGLAYAR dan PANGWISAD.

Panyecek adalah penambahan akhiran -ng pada konsonan atau vokal, misalnya ang ing éng kita tulis menjadi ᮃ ᮀ ᮄᮀ ᮆᮀ. Pada konsonan, akhiran -ng menjadi dibaca -ang, kecuali konsonan tersebut ditambah juga suara vokal terlebih dahulu, misalnya bang bing bung béng bong ditulis menjadi ᮘᮀ ᮘᮤᮀ ᮘᮥᮀ ᮘᮦᮀ ᮘᮧᮀ. Di sini konsonan mendapat sekaligus dua penanda, penanda vokal dan akhiran -ng. Jadi kata bing tidak dieja menjadi BI-N-G ᮘᮤᮔ᮪ᮌ᮪ atau BI-NG ᮘᮤᮍ᮪ tapi menjadi satu kesatuan fonetik BING ᮘᮤᮀ.

Panglayar adalah penambahan akhiran -r pada konsonan atau vokal, misalnya dar dir dur dér dor kita tulis menjadi ᮓᮁ ᮓᮤᮁ ᮓᮥᮁ ᮓᮦᮁ ᮓᮧᮁ, bukan ᮓᮛ᮪ ᮓᮤᮛ᮪ ᮓᮥᮛ᮪ ᮓᮦᮛ᮪ ᮓᮧᮛ᮪ . Sama seperti panyecek, perubahan suara vokal ditandai terlebih dahulu, sehingga satu konsonan mendapat dua penanda. Contoh lain misalnya kita menulis martir, kita tulis menjadi ᮙᮁᮒᮤᮁ.

Pangwisad adalah penambahan akhiran -h pada konsonan atau vokal, ah ih éh tidaklah ditulis menjadi ᮃᮠ᮪ ᮄᮠ᮪ ᮆᮠ᮪, tapi menjadi ᮃᮂ ᮄᮂ ᮆᮂ. Begitu pula pada konsonan, misalnya wahwéh kita tulis menjadi ᮝᮂᮝᮦᮂ.

*Rasanya sekarang semakin rumit, deh…*

Ulah lieur-lieur teuing atuh! ᮅᮜᮂ ᮜᮤᮉᮁ-ᮜᮤᮉᮁ ᮒᮩᮄᮀ ᮃᮒᮥᮂ!

Tiga variasi lainnya adalah berupa sisipan, yaitu sisipan -y- yang disebut PAMINGKAL, sisipan -r- disebut PANYAKRA dan sisipan -l- yang disebut PANYIKU.

Pamingkal berfungsi menyisipkan y ke dalam konsonan sebelum penanda vokal, misalnya kata dyah kita tulis menjadi huruf DA disisipkan -y- dan diberi akhiran pangwisad -h menjadi satu fonetik dyah ᮓᮡᮂ. Sisipan ini cukup jarang, pada huruf SA kita tak perlu menambahkan pamingkal, sebab sudah ada konsonan tersendiri yaitu SYA, begitu juga pada NA yang sudah ada konsonan NYA. Juga pada kenyataannya sangatlah jarang sukukata seperti ini, beberapa yang sering kita temui berasal dari leluhur bahasa Sansekerta, misalnya hyang, dyah… eh apa lagi, ya?

Panyakra adalah penyisipan -r- pada konsonan, misalnya bra bri bru bré bro kita tulis menjadi ᮘᮢ ᮘᮢᮤ ᮘᮢᮥ ᮘᮢᮦ ᮘᮢᮧ, bukan menjadi fonetik B-RO ᮘ᮪ᮛᮧ atau B-R-O ᮘ᮪ᮛ᮪ᮇ.

Panyiku adalah penyisipan -l- pada konsonan, misalnya kla project dibaca sebagai kla projék dan ditulis menjadi ᮊᮣ ᮕᮢᮧᮏᮦᮊ᮪. Contoh lain misalnya plong kita tulis menjadi ᮕᮣᮧᮀ, gabungan PA-PANYIKU-PANOLONG-PANYECEK.

Enam variasi di atas memang cukup rumit!

Mari kita gabungkan semua aturan baku di atas ke dalam sebuah peribahasa, cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok, kita tulis menjadi ci-ka-ra-ca-k ning-gang ba-tu la-u-n la-u-n ja-di le-go-k ᮎᮤᮊᮛᮎᮊ᮪ ᮔᮤᮀᮌᮀ ᮘᮒᮥ ᮜᮅᮔ᮪-ᮜᮅᮔ᮪ ᮏᮓᮤ ᮜᮨᮌᮧᮊ᮪.

*ampun, dijééé!*

Terakhir, aksara Sunda mempunyai huruf digit 1234567890, yaitu ᮱᮲᮳᮴᮵᮶᮷᮸᮹᮰.

Aksara Sunda di atas saya tulis menggunakan metode input yang saya buat. Mudah menuliskannya, namun sulit untuk membacanya (karena belum hafal semua aksaranya).

Popularity: 7% [?]

Komentar

49 komentar untuk catatan 'Menulis dan Membaca Aksara Sunda'

  1. #1
    gravatar

    horee berhasil kang, barusan sy coba install di Fedora

    kebetulan lagi pengen bikin logo huruf “Prawira” pakek aksara sunda

    tapi kumahanya nya lieur bikin tulisan “Prawi” nya

    kalo Ra-nya sih dah tersedia ᮛ :D

  2. #2
    gravatar

    Hore hore!
    Hehe, prawira kan dieja jadi pra-wi-ra, pra ditulis dengan pa + panyakra, wi + panyuku, dan ra.

    Untuk menuliskannya di Linux, baca tulisan lalu tentang metode input di Linux, biar pas nulis “pra spasi” langsung jadi ᮕᮢ, “wi spasi” langsung jadi ᮝᮤ dan “ra spasi” langsung jadi , jadinya ᮕᮢᮝᮤᮛ.

  3. #3
    gravatar

    Heran.. ada hurup FA ama VA.. tapi kok kebanyakan ngomongnya PA semua yah? hehe..;p

  4. #4
    gravatar

    Bukannya huruf Sunda itu sama aja dengan huruf Jawa minus 2 huruf (dha dan tha)?
    Sama-sama hanacaraka kan?
    (Huruf Sunda kalo yg versi unicode jadi aneh ya?)

    #2 kenapa nggak pakai font hanacaraka aja? Coba mampir ke hanacaraka[dot]fateback[dot]com.

  5. #5
    gravatar

    Hanacaraka belum masuk tabel Unicode, jadi font hanacaraka belum mengikuti standar. Aksara Sunda dalam tabel Unicode berada di blok 1B80–1BBF. Intinya, komputer menuliskan dan menampilkan aksara Sunda dari blok tersebut, bukan blok huruf Latin tapi ditampilkan menjadi huruf Sunda.

    Kok disebut aneh?
    Emangnya aksara Sunda itu harus gimana?

  6. #6
    gravatar

    asik juga yah bisa belajar bahasa sunda

    salam kenal mas :)

  7. #7
    gravatar

    Wah lama gak main ke tempatnya mas jay, cara dan arah penulisannya sudah sedikit berubah…
    sudah hampir tidak ada celotahen atau komentar prpibadi mas jay di setiap postingnya, padahal itulah yang bikin sya tertarik selalu mengunjungi blognya mas jay dulunya…

    salam sukses mas jay, dari penggemar tulisan anda

    dede

    ps. mas jay juga sudah tidak pernah membahas isu apapun :)
    maaf komen saya sangat tidak relevan dengan topik bahasan anda di post ini.

  8. #8
    gravatar

    Hoehehehe, lain kali lah…
    Too many issues, too many news.


    Blogger never dies, they just plurk away.

  9. #9
    gravatar

    Untuk input di Windows, udah ada driver Keyboardnya.
    Coba unduh gémbolan Unicode Aksara Sunda-nya dari wéb kang Dadan.

    Selain itu, bisa juga pakai makro di Microsoft Word, langsung konversi téks latin ke Sunda.

    #4: Silakan baca buku “Direktori Aksara Sunda untuk Unicode” di gémbolan yg saya maksud.
    Bahasa Sunda sejak jaman kuno sampai sekarang pernah ditulis dengan bermacam aksara: Pallawa, Sunda Kuno (corak Prasasti), Sunda Kuno (corak naskah lontar/kayu/kertas) Arab / Pegon, Jawa (hanacaraka), Cacarakan (simplified hanacaraka), Latin.

    Aksara Sunda yang distandardisasi ke komputer dan untuk pemakaian sekarang dibuat berdasarkan gabungan aksara Sunda Kuno, terutama corak naskah. Meski dalam bahasa Sunda asli tidak ada bunyi va, qa, za, tetapi untuk pemakaian sekarang, berhubung banyak orang Sunda sudah mahir mengucapkannya, va/fa menggunakan varian huruf pa, za menggunakan varian huruf ja.

    Satu lagi, meskipun dalam tabel Unicode dinomeri berurut ka-qa-ga-nga dst, tetapi dalam collation (algoritma sorting) yang sedang diproposalkan ke Unicode, pengurutan yang akan dipakai adalah:
    ka – ga – nga
    ca – ja – nya
    ta – da – na
    pa – ba – ma
    ya – ra – la
    wa – sa – ha
    fa – qa – va – xa – za

    Pengurutan di atas juga memudahkan kita dalam mengingatnya.

  10. #10
    gravatar

    SAE !!!! SAE !!!! SAE !!!! PISAN !!!! SUMPAH !!!!! tong boro batur kuring ge jadi babari neureuyna. HATUR NUHUN !!!! (*reueus tur bungah mode*)

  11. #11
    gravatar

    ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ

  12. #12
    gravatar

    muncul ?????? nih :(

    thanks , jajal ah

  13. #13
    gravatar

    reseppppp …. di ajar deui … dia ajar deui …

  14. #14
    gravatar

    wah teu ka aos didieu mah, maklum browsingna nganggo lynx, hehehe….

  15. #15
    gravatar

    walaupun emak sy orang sunda….sy sndiri gak bisa bhsa sunda….
    mklum gede d bkasi…

  16. #16
    gravatar

    Hallo,

    ich interessiere mich sehr für den Font Askara Sunda! Kann hier vielleicht jemand Deutsch oder Englisch und mehr Informationen über dieses Schriftsystem geben?

  17. #17
    gravatar

    #16.
    Hallo Hannah,

    Vielen Dank für deine Interesse. Du kannst den Font hier herunterladen:
    http://jamparing.sytes.net/aksara/index.php?q=FontAksara

    Die Information über Sundanisch Schriftsystem kannst du zur Zeit am besten aus dem Vorschlag für Unicode gelesen, also:
    http://std.dkuug.dk/jtc1/sc2/wg2/docs/n3022.pdf

    In zwischen mache zur Zeit eine Übersetzung des Sundanisch-Schrift Buch auf Englisch. Ich hoffe, dass sie in der nächsten Monat fertig ist.

  18. #18
    gravatar

    eh kang Jay,
    naha lamun nganggo Chrome, katémbongna kieu nya:
    Safari 525.13 on Mac OS X,

    Padahal abdi nganggo Chrome dina Windows XP.

  19. #19
    gravatar

    Hihihi, aneh. Meureun pedah plugin browser detection damelan Priyadi ieu teh diserat sateuacan aya browser Chrome, mung scriptna sigana ngan ningal user agent berbasis Safari, janten dianggap tina Mac OS X.

    Ka Priyadi: Pri, update dong, Pri!

  20. #20
    gravatar

    Salam!

    Bang, barusan saya buka test page-nya Alan Wood tapi yang tampil cuman kotak-kotak (pake IE), dan baru keluar aksara Sundanya setelah saya set fontanya di general option IE. Apa selalu begitu?

    ᮊᮀ, ᮒᮓᮤ ᮃᮘ᮪ᮓᮤ ᮙᮥᮊ ᮊᮎ Alan Wood ᮒᮕᮤ ᮔᮥ ᮙᮥᮔ᮪ᮎᮥᮜ᮪ ᮘᮨᮒ ᮊᮧᮒᮊ᮪-ᮊᮧᮒᮊ᮪ ᮕᮓᮠᮜ᮪ ᮖᮧᮔ᮪ᮒᮔ ᮒᮧᮞ᮪ ᮓᮤᮄᮔ᮪ᮞ᮪ᮒᮜ᮪ᮊᮩᮔ᮪

  21. #21
    gravatar

    Duh, kieu ari janten jalmi gapték téh. Ari manawi browser candakan OS mah tiasa langsung marokkeun diri kana code kaca wéb pédah OS-na tos disamaraan.

    Sanés, dupi algoritma shorting nu diajengkeun ka Unicode tos dugi ka mana nya?

    Eta plugin Mas Pri aya nu nurutan. Update nyalira wé Kang, kantun nambihan string kangge Google Chrome..

    ᮊᮀ, ᮕᮀᮙᮥᮕᮥᮞ᮪ᮊᮩᮔ᮪ ᮊᮧᮙᮦᮔ᮪ᮒᮁ ᮃᮘ᮪ᮓᮤ ᮔᮥ ᮓᮤ ᮜᮥᮠᮥᮁ

  22. #22
    gravatar

    Bilih badé nyobian:
    http://jamparing.sytes.net/aksara/?q=pySunda

  23. #23
    gravatar

    Ogé sayogi makro kanggo Openoffice. Duka dina NeoOffice jalan henteu.
    http://jamparing.sytes.net/aksara/?q=SundaneseOoo

  24. #24
    gravatar

    Masih kotak2 aja udah diinstall :((

  25. #25
    gravatar

    ngiring bingah ah (^_^)

  26. #26
    gravatar

    wah kang naha ga ada dipelajaran MULOk Sunda sekolahan yahhh.jadi kebanyakan pada ga tahu tuhhhh,

  27. #27
    gravatar

    kang ari hoyong kenging font aksara sunda versi nu anyar (v5 kitu) kedah kamananya ?
    punten lah simkuring peryogi pisan

  28. #28
    gravatar

    Itu di luhur aya, http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/SundaneseUnicode-1.0.5.ttf

  29. #29
    gravatar

    nuhun kang tos dicobian jalan

  30. #30
    gravatar

    kang, upami penerapan dina vista sereng office 2007 kumaha? nuhun pisan

  31. #31
    gravatar

    Teu acan terang, tacan mendak Input Method ala phonetic siga di Mac atanapi SCIM di Linux. Kang Dian Tresna tos ngadamel sih input method tapi bentukna layout kibor (misalna tombol K na kibor mun dipencet langsung janten ᮊ).

  32. #32
    gravatar

    kang jay. ari situs kang dadan teh naon? palay nyobian nginstal di windows xp.

  33. #33
    gravatar

    baru tahu kalau
    sunda juga punya aksara …
    saya pkir cimin jawa
    eh, sunda kan juga di jawa

  34. #34
    gravatar

    kanggo kang dian, abdi nyuhunkeun alamat web kang dadan! tanper via E-mail weh kang. (sukma_wijaya73@yahoo.co.id). saacana hatur nuhun.

  35. #35
    gravatar

    tadinya gue kira mirip sama aksara jawa. taunya jauuuuh…. aksara jawa kae cacing, kalo aksara sunda kae huruf paku… kekekeke,,

    gue udah bisa aksara jawa, mau coba ah aksara sunda, masa 18 tahun di sunda kagak bisa aksara sunda…
    makasih ya info aksara sundanya. ayo lestarikan aksara daerah kita!

  36. #36
    gravatar

    lebih bagus jk semua orang bandung tiasa maca aksara sunda
    karna

    akan melestarikan budaya urang salerea

    bgaimana cara menulis aksara sunda di words

  37. #37
    gravatar

    Nuhun ah…

  38. #38
    gravatar

    KANG SAYA BLUM BISA COPY TULISANNYA KE KMPTR GMNA YA…

  39. #39
    gravatar

    kuring teu bisa euy isntall na teu berhasil..kumahanya..terus rek nanya..naha tilisan sunda ayeuna mah geningan kawas tulisan thailand . da baheula mah basa kuring diajar sd th 1980 an huruf na teh baruleud???

  40. #40
    gravatar

    Kang Jay, font Aksara Sunda nu enggal (SangkuriangSunda.ttf) tos sayogi di di dieu

  41. #41
    gravatar

    leres kieu kitu ari ngadamel link téh??

  42. #42
    gravatar

    punten olok kaca ieu téh,…..

    Font SangkuriangSunda.ttf

  43. #43
    gravatar

    Kang Jay.. Naha huruf Ga sareng Nga di halaman ieu, benten (patukeur) sareng anu dikaluarkeun ku Dinas Pendidikan Pemprov Jabar (Direktori Aksara Sunda Untuk Unicode). Sareng hiji deui Kang Jay.. Upami paneleng (E jentre) teh ditulis dipayun atanapi dipengker aksara ngalagena. Ieu oge benten.. Nuhun ah..

  44. #44
    gravatar

    Sami nya Mang Udin?
    Asa benten ah, mun teu lepat font Sundanese Unicode aya perbaikan di rilis 1.05.

    Paneleng diserat di payun aksara ngalagena.

  45. #45
    gravatar

    tos tiasa di gunakeun ngaggo flock 2.52 di windows xp……. teras salajengna kumahanya… da geuning di sakola ge teu di wajibkeun… malah ayeuna di purwakarta plang-plang teh kedah di tambihan nganggo aksara sunda….

  46. #46
    gravatar

    hallo jay…pnya artikel tentang tulisan hanacaraka yg lbh detail lg..blh dunk kirim ke email q.thanks ya..

  47. #47
    gravatar

    kang.. saya uda download font sangkuriangSunda.ttf k library di mac,
    ud bisa nampilin, tp blum bisa dipake nulis di photoshop/illustrator/corel..
    caranya gmn y biar bisa nulis di aplikasi tersebut?

  48. #48
    gravatar

    Kang Jay,
    kumaha carana nulis: LEUR
    nganggo aksara Sunda.
    Diantosan,
    Hatur nuhun.

  49. #49
    gravatar

    ga da aksara sunda yang lain ya?????

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.