Jaipong

Senin, 26 Mei 2008M
21 Jumadil Awal 1429H

Suatu kehidupan dalam dunia seni adalah apresiasi. Apresiasi bisa dalam bentuk memainkan ulang nyanyian, menggubahnya atau sekadar bersenandung, atau juga dalam lingkungan tertentu menjadi penyumbang lagu, yaitu membuat sumbang sebuah lagu. Penikmat layar lebar menuliskan review-nya, atau sekadar mengompori rekan-rekannya untuk ikut menonton. Para kutu buku mengutip dan menelaah ide si penulis. Dalam dunia grafis, paduan warna atau komposisi ditiru-tiru. Yang tersulit adalah mengapresiasi seni tari. Saya tak pandai menari sebab lantai akan terjungkat seketika, dan malahan menjadi akting ayan.

“Gawe atuh, sasapu, kukumbah atawa beberes!”
“Alim ah, laleuleus.”
“Ngibing atuh?”
“Henteu ah, hareuras.”

Tahun 1980-an, Gugum Gumbira sukses mengangkat sebuah tarian yang disebut Jaipong atau Jaipongan. Jaipong dikembangkan sebagai jawaban atas dilarangnya musik Rock & Roll oleh presiden Sukarno di tahun 1960-an. Selama belasan tahun sang koreografer Gugum Gumbira mengadaptasi seni tari Ketuk Tilu dan Bajidoran yang terkenal sebagai tarian rakyat sebagai gaya kaleran atau northern style alias tarian pesisir utara Jawa Barat (Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang dan Indramayu). Ketuk Tilu sendiri berasal dari tarian ronggeng dan tayub. Ronggeng adalah perempuan penari dan tayub adalah penonton yang aktif turun ikut menari bersama ronggeng.

Di setiap acara panggung tujuh belasan di tahun 1980-an tersebut, jaipongan Daun Pulus Keser Bojong yang diperkenalkan oleh grup orkestra dan tari, Jugala, menjadi primadona hiburan yang selalu ada. Sebuah tarian yang dipersembahkan oleh seorang mojang dan seorang bujang yang memadukan gerakan, lembut, cepat, patah-patah, aerobik hingga sedikit erotik. Juga kental dengan unsur gerakan Pencak Silat. Iringan musiknya sendiri merupakan gamelan yang lebih sederhana daripada gamelan lengkap pada Wayang Golek atau Degung, dan diiringi nyanyian seorang Sinden.

Tahun 1990-an saya tak ingat pernah lagi menonton tari Jaipong ini. Mungkin tersisihkan oleh dunia musik metal, hiburan film dan kesibukan lainnya. Juga di acara tujuh belasan jarang lagi saya temui tarian ini. Lebih banyak band musik modern, pantomim, tarian western modern atau kabaret.

Hari Sabtu lalu, sesampainya di stasiun Bandung, saya menyempatkan diri menikmati baso Mang Jai di Cikudapateuh pinggir rel kereta api yang sekarang rupanya sudah di-upgrade menjadi baso Haji Jai. Eh, kok bicara makanan. Selepas makan baso yang enak tersebut saya mengubek-ngubek harian Pikiran Rakyat, mencari-cari peristiwa, pentas atau apapun yang layak dikunjungi. Dirasa tak menemukan yang cocok akhirnya menyempatkan diri ke Taman Budaya Jawa Barat di Dago, yang terkenal juga disebut sebagai Dago Tea House, hanya untuk makan malam.

Ternyata, eh ternyata, Taman Budaya sedang menggelar pentas yang dipersembahkan oleh murid-murid sekolah seni. Penonton cukup banyak di bangku terbuka, termasuk di lantai atas yang berfungsi sebagai tempat makan. Nasi tutug oncom kunikmati sambil melihat anak-anak balita unjuk kabisa memainkan piano keyboard dan bernyanyi.

Pentas kemudian dilanjutkan dengan tarian dan kabaret anak-anak SD. Cukup lucu untuk membuat tertawa, sebab mereka sudah bermental berani unjuk kabisa di atas panggung. Salah benar, serius atau tidak, jelek atau buruk menjadi hal yang tak penting.

Penampilan berikutnya masuk ke kelas remaja. Jauh lebih serius dan lebih indah. Dibuka dengan tari jaipong Tablo oleh dua orang remaja putri (SMP). Saya tak tahu sejak kapan jaipong Tablo ini mulai terkenal. Tablo sendiri artinya adalah meratapi kematian.

Jaipong Tablo Jaipong Tablo
Jaipong Tablo Jaipong Tablo

Jaipong Maung Lugay melanjuti acara pentas kemudian, juga dibawakan oleh dua remaja putri (SMA). Gerakan jaipong ini cukup dinamis, mengalir lentur dan kadang menghentak seperti gerakan macan alias maung.

Jaipong Maung Lugay Jaipong Maung Lugay

Sebelum pentas ditutup dengan opera monolog dan ngibing rampak Pencak Silat, panggung pentas mempersembahkan tarian yang terkenal di masyarakat Sunda, yaitu Tari Merak. Sebuah tarian yang indah tentang burung merak, meski saya bukan penggemar pedasnya cabe.

Tari Merak Tari Merak
Tari Merak Tari Merak

Komentar

36 komentar untuk catatan 'Jaipong'

  1. #1
    gravatar

    Keren nih photo-nya :D

    Tp naksir photo yang paling bawah aja deh >.. :)

  2. #2
    gravatar

    cobi atuh kang upami hoyong terang jaipongan teu kedah ka pak gugum wae, cobi taros ka koreografer muda sapertos ka GONDO, anjena anu nyiptakeun jaipongan perkembangan, sapertos BRIGPONG.

  3. #3
    gravatar

    Salah kacida upami seni tradisional jaipongan ka asup dina RUU aksi pornografi, etamah anu teu nyaho seni we.

  4. #4
    gravatar

    woow anak kcilnya badan okz pisan! abdi teh juga penari sunda euy, basicnya jaipong! mau belajar dikitgerakan sunda klasik, ajarin donk!!
    baguslah semua na…….

  5. #5
    gravatar

    koreksi nih yang nariin tari maung lugay bukan anak sma coy,itu anakku bru kls 6 sd n 1 smp.

  6. #6
    gravatar

    komentarnya pada pake bahasa sunda nih..
    nggak ngerti.
    pake bahasa indonesia aja dong biar lebih banyak yang ngerti

  7. #7
    gravatar

    aswbr , tolong dong saya dikirimi kaset cdx semua tarian yang ada di gambar karena saya ingin mengembangkan tarian tersebut di kota saya biaya pengiriman dan pembelian saya yang tanggung , kebetulan saya seorang guru seni tari dan tari yang saya sukai jaipongan tolong yach di balas melalui email saya dan tolong diberi tau cara pengirimanx . terima kasih sblmx dan besar harapan saya atas bantuan anda .

  8. #8
    gravatar

    duch bank bngung niwch!!! jaipong adl tarian yg indah tp knp y skrg bnyk bgt yg anggp jaipong itu adl slh satu tarian erotis yg dpt ngndng shawat??? pdhl jaipong adl slh stu kebudayaan tari yg hrz di kembangkan????
    saya saja sdh lupa kpn terakhr kali sya melhat tarian itu????

  9. #9
    gravatar

    Maap bapak2, barang kali ada yg tahu kalau sekolah tari jaipong yg ada di daerah cibitung dab sekitarnya kira2 di mana ya? klau ada yg tahu tolong kasih alamatnya, saya mau masukin anak ke sanggar seni jaipong tanks kalau ada yg tahu kirim alamatnya melalui e-maill saya.

  10. #10
    gravatar

    videonya mana pak gugun?
    kalo punya, tolong lewat kirim email ya??
    butuh neehh…

  11. #11
    gravatar

    pengen tau klo mau ikuta gabung latihan jaipongan bsa ga y?
    alamat nya dmn?

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.