Dilarang Memotret

Rabu, 7 Mei 2008M
01 Jumadil Awal 1429H

Dari trotoar depan sebuah plaza mentereng kubidikkan kameraku ke arah ruang yang cukup menarik untuk kurekam menjadi gambar. Kamera DSLR mungil tetap saja dilihat orang-orang seperti wartawan. Jika tidak, ya tukang foto keliling yang sekarang sudah tak laku di ruang-ruang publik atau tempat wisata keluarga. Rasanya tak ada istilah fotografer bagi orang awam, apalagi memotret sebagai hobi sepertinya sulit untuk dimengerti. Selagi asik mencoba-coba berbagai setting kamera, dari sudut mata kulihat seorang Satpam menghampiriku.

“Mas, gak boleh motret, mas!”

Kuabaikan seruan itu, bahkan melihatnya pun aku enggan. Salah satu sifat burukku yang kadang keluar saat kuanggap tak penting kepada orang asing. Trotoar adalah ruang publik, begitu pula dengan lobby mall atau gedung. Ruang publik adalah tempat bebas, meski bukan sebebas-bebasnya tanpa etika. Dan memotret di ruang publik adalah salah satu kebebasan tersebut.

“Mas, motret buat apa?”

“Buat koleksi pribadi,” sahutku sambil terus memotret.

“Di sini dilarang memotret, mas. Mas dari mana?”

“Dari Thamrin,” jawabku sekenanya. Cukup garing karena plaza itu terletak di ujung jalan M.H. Thamrin.

Dan aku terus memotret, hingga ia pun pergi kembali ke tangga dekat lobby. Mungkin merasa gagal menunjukkan eksistensi dan wibawanya.

***

Siang itu aku dan Wesly memasuki plaza gedung dengan standar internasional, atau tepatnya International Style dalam Arsitektur Modern (pada bagian zoning atau pemintakatannya, bukan bentuk/bahan bangunannya) seperti pada Seagram Building yang menjadi pencetusnya, itu pun Ludwig Mies van Der Rohe bersama Philip Johnson tak sengaja merancangnya. Terlihat jelas dari sempadan bangunan yang berjarak 30m lebih dari pinggir jalan dan dijadikan plaza. Dalam arsitektur lokal, plaza adalah semacam halaman/ruang terbuka dan pendopo sebelum memasuki bangunan utama.

Setelah melewati pagar dan pemeriksaan barang basa-basi tanpa keseriusan dan entah yang diperiksa apa dari tas kami; kami teruskan memasuki pelataran dan ke lobby gedung. Juga ada pemeriksaan lagi yang saya pikir tak ada gunanya. Toh jika saya membawa botol kaleng bergambar bunga Lavender berisi gas kentut pun tak akan terdeteksi.

Di sudut lobby, di jejeran Anjungan Tunai Mandiri saya memainkan kamera DSLR yang sekarang sudah balik nama ke Indra. Bahkan memotret pun belum tiba-tiba terdengar hardikan dari belakang saya.

“Hey, motret apaan kamu? Di sini dilarang memotret. Coba lihat kameranya?”

Saya cukup kaget. Wesly jauh lebih kaget lagi, dan tersinggung, langsung menghentikan interaksinya dengan ATM.

“Ada apa? Bapak ada masalah apa? Saya customer di sini,” dengan nada Indonesia Timurnya yang kental.

Selanjutnya saya tak ingat lagi perseteruan Wesly dengan Satpam tersebut. Dan berakhir dengan kesimpulan sang Satpam tetap berusaha bekerja menunjukkan eksistensi dan wibawanya.

***

Lepas menonton film Iron Man bergerombol, Deden dan Henny mengajak lagi menonton film Earth (2007). Karena perut cukup lapar meminta diisi sesuatu yang padat akhirnya kami membeli burger di luar lingkungan studio film, sebab di bioskop hanya menjual jagong borondong berlabel popcorn, atau makanan ringan lainnya.

Teringat di lingkungan bioskop tak boleh membawa makanan dari luar, jadilah makanan tersebut kami masukkan ke dalam tas masing-masing, sehingga kamera DSLR Suster terpaksa saya jinjing saja. Itu pun tas perempuan yang dibawa Suster tak sanggup menutupi makanan yang kami bawa, sehingga ditutup lagi dengan majalah Femina bersampul Sandra Dewi milik Deden.

*rasanya ada yang salah di kalimat terakhir…*

Saat memasuki kembali lingkungan studio, saya diperingati oleh petugas karena membawa kamera. Telat datang dan terganggu oleh usilnya petugas tersebut membuat saya kesal juga.

“Emangnya ada orang bodoh yang hendak motret di bioskop?” seruku mulai sinis.

Untungnya Henny menengahi secara persuasif dan sopan sehingga bisa segera masuk studio saat Jean Luc Picard, eh, Patrick Stewart sudah memulakan narasinya. Makanan pun dikeluarkan dari tas, dan kamera disimpan kembali, serta menikmati film dokumenter tentang bumi yang mulai kepanasan.

***

Membawa kamera ke mall atau gedung perkantoran adalah kriminal, apalagi memotretnya.

Den, kata Shinta, majalahnya sudah dibaca apa ditatap aja?

Popularity: 14% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

79 komentar untuk catatan 'Dilarang Memotret'

  1. #1
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0b5 Linux

    Masuk mal dan motret-motret, oke. Mungkin ada pembenarannya. Privasi orang lain yang terganggu atau apalah alasan lainnya.

    Tapi ambil foto dari trotoar aja kog di-sewot-in?!

    Grmbl grmbl.

  2. #2
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0b5 Linux

    *fixed*

    Masuk mal dan ga boleh motret-motret, oke..

  3. #3
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Ubuntu Linux

    ah di mana aja mah cuek kang…kecuali di sekitar kedutaan atau bangunan penting negara top :D

  4. #4
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    mungkin dia kira kang jae moto buat dikasihken ke teroris

  5. #5
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    Kabar mutakhir dari Indrabeling, naik ke rooftop Plaza Semanggi/Gedung Veteran untuk memotret flyover Semanggi atau cityscape Jakarta diperbolehkan, asal mengajukan proposal ke manajemen gedung serta ada biayanya, sekitar tujuh juta rupiah.

    Gendeng!

  6. #6
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.9 Windows 2000

    Kalo pocket camera atw kamera HP yg kecil kyk gitu masa’ dilarang juga? :-P …mangkanya jgn SLR atuh kang…apalagi kalo bawa2 lensa segede Bagong..wakakak

  7. #7
    gravatar
    Mozilla 1.8.1.6 Ubuntu Linux

    Menarik… sebetulnya kalau di Indonesia, bagaimana cara kita mengetahui apakah sebuah lokasi adalah ruang publik / bukan ?

    Kalau saya pribadi, secara praktis, kalau ada larangan merokok, maka saya anggap lokasi tsb adalah ranah publik.

    Ada ide lainnya ?

  8. #8
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0b5 Linux

    Gua sering adu mulut sama satpam. Mereka ini tergolong makhluk aneh yg galak-galak gak menentu dan gila hormat (biarpun gak semua). Bwahahaha…

  9. #9
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    haha, masing2 kamera punya kelebihan dan kekurangan. pd konteks ini, kamera poket (dan kamera ponsel) bisa lebih bermanfaat daripada DSLR.

    dan sependek pengetahuanku, ngambil gambar di dalem mall ato gedung perkantoran = haram. mall bukan tempat umum. lain cerita kalo lagi di trotoar trus ditegur satpam.

  10. #10
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    mbaca komen nomer 5…
    astaga! ijin motret aja mbayar 7 juta??? semoga langit tidak runtuh menimpa kepala kita, demi toutatis!

  11. #11
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    Jika dibandingkan di luar negeri sangatlah berbeda. Di Singapura, di semua tempat publik, mall juga adalah tempat publik (tidak ada bedanya dengan pasar tradisional), tak ada simbol gambar kamera dicoret, dan banyak turis memotret.

    Hal itu dianggap sebagai alat promosi gratis bagi manajemen gedung, bahkan bagi negara.

    Di Taman Balaikota Bandung saja pernah juga ditegur.

    *negeri yang aneh*

  12. #12
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Mac OS X

    mending ikut motret beginian aja jay yuk..paling yang marah pacarnya..itu pun yang dimarahin si obyek photonya bukan kita he he

  13. #13
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    Wah Mas Iman, kalo motret objek begitu rasanya seni dan logika fotografi mendadak hilang.

    Etapi patut dicoba juga, kabari dong kalo ada sesinya.
    Tapi jangan cowok ya Mas!

    *halah*

  14. #14
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows 2000

    bawa DSLR gede atau mungil, tetap aja dikira wartawan. jd kalau ada satpam nanya2, yah tanggepi aja. ga ada salahnya kan? l

  15. #15
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    Ga ada salahnya, tapi semuanya selalu berujung pada “anda dilarang membawa kamera, apalagi memotret!”

  16. #16
    gravatar
    Safari 419.3 iPhone

    wakaka, Deden bawa-bawa Femina demi sampul Sandra Dewi =))

  17. #17
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Mac OS X

    menurut Arbain Rambey, kita bebas berfoto di ruang publik…
    salah satu batasan bukan ruang publik adalah, ketika kita sudah memasuki pintu, gerbang, ataupun memasuki daerah dengan pagar. maka itu adalah ruang privat pemilik, bukan ruang publik lagi.

    ingat, mall ada batas, yakni pagar dan pintu/gerbang masuk.

  18. #18
    gravatar
    Opera 9.26 Windows XP

    Kamera macam begitu dapat membuat wibawa anda jatuh kepada posisi wartawan. Oh, generalisasi…

  19. #19
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    #17: Engga, dalam arsitektur, lobby bangunan, mall atau hotel masih dianggap ruang publik.

    #18: Jatuh? Who said that?

  20. #20
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows XP

    Memang sih Jay, di dalam arsitektur, kita diajari kalo yg namanya mall, rumah sakit, plaza terbuka, hotel, bagian komersialnya sebuah apartemen, itu ruang publik. Masalahnya mana ada satpam kuliah arsitektur? :D

    Kalau alasannya adalah mengganggu privacy orang di dalam mall, kayaknya ndak juga ya. Apa bedanya dengan kita memfoto2 di Dufan?

    Kalo foto dari trotoar ndak boleh ya kebangetan. Wong trotoar itu punya negara kok. Sama juga absurdnya kalo kita di tengah jalan umum, lalu mau foto2 facade (tampak depan) markas ABRI. Lah, apa bedanya? Tiap hari juga semua orang yg lewat itu lihat.

  21. #21
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    jay
    inget gag dulu pas waktu rombongan foto2 di gedung sate, dimarahin juga kan, kalo ngelewat batas pohon…
    aneh

  22. #22
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.6 Ubuntu Linux

    Klo larangannya jelas dan satpam yg ngingetinnya sopan mungkin nurut, klo nyolot bari teu puguh aturan ya ladenin :P Etapi sayah mah modal cam hp doang ding (tapi jangan-jangan satpamnya malah nuduh voyeur.. huh)

  23. #23
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    Semakin terbatas area ujicoba gadget

  24. #24
    gravatar
    NetNewsWire 3.1.5 Mac OS X

    Jay, titip fotoin sampul majalah deden ya :D *salah focus :D

  25. #25
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    satpamnya mungkin kesel ga difoto..kalo difoto ya barangkali diem :D hehhehe

  26. #26
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Fedora Linux

    btw koq google nggak dilarang ?, apakah itu berarti memfoto dari “langit” dibolehkan :D

  27. #27
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    mas..
    blognya bagus..
    heheh, mau ngelink di blog saya ya..

    salam kenal,

  28. #28
    gravatar
    Safari 525.18 Mac OS X

    #27: Salam kenal. Silakan, dan terima kasih.

  29. #29
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Mac OS X

    mungkin dalam sisi arsitektur seperti itu..
    tapi dari sudut pandang jurnalistik seperti yang disampaikan om Arbain…

  30. #30
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    Hari ini kesal sekali karena ditanya dengan jutek saat lagi motret sebuah pintu indah dari salon tak terkenal di bilangan Jakarta Selatan. Padahal tadinya mau dipromosiin loh, tapi nggak jadi. Jadinya malah mau dikomplain habis-habisan. Tunggu saja di Flickr saya :)

  31. #31
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.12 Windows XP

    Motret semanggi bayar 7 juta. Mungkin Mas Jay harus bayar juga sama Satpam itu, yahh uang rokok juga boleh kok.

    Tapi Satpam itu kan cuma melaksanakan tugas. Apapun alasannya, yang penting dia sudah melaksanakan tugas dengan baik.

    balik nama = disekolahkan ?

  32. #32
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.5 Windows XP

    untung di tempat hiburan tidak dilarang memotret ya

  33. #33
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    namanya juga sekarang zaman privatisasi, mau swasta apa tu pemerintah semuanya harus pake izin, mulai dari pimpinan pa ga satpam….besok2 mungkin kalau kita cuma sekedar liat-liat aja, ada kemungkinan bakal dilarang jg…he…he…

    salam kenal

  34. #34
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0 Linux

    harusnya ada tulisan dilarang memotret tiap 10 meter :)

  35. #35
    gravatar
    Opera 8.65 Microsoft Smartphone

    jangankan DSLR, m’foto pake kamera samsung blackjack aja kena tegor.
    *deuh*
    memang negeri dengan pengusaha2 yg aneh…

  36. #36
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    Di Hong Kong juga kayak gitu kok Om Jay… Alasannya: Intellectual Prooperty Rights atas struktur/desain/whatever gedung yang dipotret. Tingkah satpamnya ya sama aja kayak yang diceritain Om Jay

  37. #37
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    emang takut teroris memotret dengan tujuan cari sasaran ya? koq parno banget sih mreka.
    waktu aku parkiran di kppti, mau motret monas, ga knapa2. tapi pas berubah motret gedung kppti, eh dikomplen. kata satpam, aku masuk kamera cctv nya indosat *peace sign*. katanya ngga boleh klo ngga ijin. akhirnya temenku keluar parkiran, nyebrang dikit, trus potret2 dr bunderan tsb.. toh dapet juga. objek nya si gedung kppti. dan satpamnya cuma gigit jari. artinya, klo emang bener kita teroris or whatever, toh jg bisa dapet foto yg diinginkan, walopun ga boleh potret di dlm area mereka.

    aneh. parno kelewatan.

  38. #38
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.7 Windows XP

    sampean ya gitu mas… aneh2 aja mending foto aku aja

  39. #39
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.8 Windows Server 2003

    Wah koleksi foto2 nya jempol banget mas,Tapi emang kebanyakan di Mall2 mesti di usir oleh security kalo’ kita coba2 mau foto.Tapi berani security di cuekkin

  40. #40
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.4 Windows XP

    kalau ngak boleh motret secara terang-terangan, ya secara sembunyi-sembunyi aja sekenanya, yang penting kan dapet.. hehehe…:)

  41. #41
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    jangankan tanpa izin, beberapa kali saya meliput mall dengan surat izin resmi saja selalu ditegur satpam dan di awal diperingatkan untuk tidak memotret toko-toko-nya, pokoknya jangan sampai logo-logo/brand toko tertangkap kamera…lha.trus apa yang mau dipotret?!?!

  42. #42
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    waaahhh aku terdampar di blognya kang jay..

    apaan tuh ngucapin bday singkat amat..sayang biaya sms..kalau aku sih pasti aku panjangin, kayak misalnya, epet2 kawin, enteng jodoh, cepet2 dilamar ma si…, enteng rejeki..

    [lho..lho..!?]
    *EHEM* back to the real topic!!

    kang, motoin proyek yang mau dibangun di kasblang, wiciz kota casablanca aja, udah ditempelin “DILARANG MENGAMBIL GAMBAR DENGAN KAMERA*

    daar!!
    yaya…secara dulunya di dalam itu ilalang..sering dijadiin tempat poto2!

    Jadi,,kapan poto lagi? belum lengkap!!!

  43. #43
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.12 Mac OS X

    sepakat untuk diberikan kebebasan memotret…

  44. #44
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    kalo ga boleh photo2… mending photo gw aja dech… hiks…hiks… :)>-

  45. #45
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0 Windows XP

    betul itu usulan mas iman brotos hehe… ikutan motret kalo gitu…

  46. #46
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    masa seh… sampai segitunya…

  47. #47
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Mac OS X

    foto juga satpamnya kang

  48. #48
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows Vista

    hehehehe..kali2 kerna rambut gondrong bang jay

  49. #49
    gravatar
    Camino 1.6.1 Mac OS X

    Hehe, tapi rambut gondrong saya udah lama engga ada.

  50. #50
    gravatar
    Opera 9.27 Windows XP

    mau foto gw, teken kontrak dulu.. :0

  51. #51
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    Kadang bingung juga ya. Kok ga boleh foto di mall- mall?

  52. #52
    gravatar
    WordPress MU

    [...] korban dari teater sekuriti ini antara lain adalah jay yang dilarang memotret, ada juga wartawan Fox yang juga dilarang memotret di stasiun kereta union. bagaimana dengan orang [...]

  53. #53
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.12 Windows XP

    kameranya itu om jay.
    pake kamera prosumer yang lebih gede mega pixelnya boleh tapi pake dslr yang lebih rendah ga boleh. hihihihi.

  54. #54
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    Seperti kesalah pahaman dalam komunikasi aja.

  55. #55
    gravatar
    WordPress MU

    [...] ragu-ragu untuk mengeluarkan kamera. Teringat juga bagaimana Kang Jay pernah bercerita tentang larangan memotret di ruang publik, dengan mal dan pusat perbelanjaan sebagai [...]

  56. #56
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Linux

    Sebenernya mekanisme aturannya itu seperti apa sih? Kalau mal sih mungkin udah jelas

  57. #57
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.15 Windows XP

    larangan memotret mah sekarang dah nggak efektif, pake HP aja nggak bakal ketahuan kok :-)

  58. #58
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0 Windows XP

    wah sadis juga ya di jakarta,, kayaknya di surabaya belom sesadis itu
    1. dimaklumilah satpam kalo kaya gitu, itu kewajibannya. asal si satpam ngomong baik2, fine2 aja
    2. pengguna DSLR lebih di awasi ma “mereka2″ , ketimbang pengguna kamera Hp, dan digicam ,, tersiksa deh, mentang-mentang bawa DSLR kita sering dikira terorislah, fotografer komersil lah..
    3. di Mall banyak koq yang suka poto2 pake hp, digicam. Tapi kalo DSLR dah keluar, siap2 diawasin,, cape dee..apa yang salah si dari “kita”. Apa gara-gara kamera kita lebih keren ? *narsis*
    4. aku tipe orang suka nenteng DSLR kemana2, so far blum pnah kena labrak hehe. Ya karena itu, aku sungkan2 sendiri kalo mau ngeluarin DSLR di tempat yang sekiranya nggak “berdamai” dengan DSLR.
    5. Salam kenal mas ^.^

    salam olahraga !

  59. #59
    gravatar
    WordPress 2.5.1

    [...] ? rasanya trotoar di pinggir jalan sudah menjadi milik empunya rumah atau toko, di Jakarta saja memotret di ruang publik sudah banyak yang mengharamkan. Bagaimana nasib bangsa ini dikemudian hari [...]

  60. #60
    gravatar
    Opera 9.51 Windows XP

    Saya juga pernah dilarang motret, pas lagi di Pangkalan AU :P

  61. #61
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    cuek aja mas
    katanya Indonesia udah merdeka
    mengabadikan gambar untuk koleksi aja di larang.
    cuek aja… lah..

  62. #62
    gravatar
    Flock 1.2.3 Windows XP

    Iya…. team kami juga pas ikut acaranya seminar imulai.com Blitz Megaplex Pasific Place. Di dalam gedung ga masalah/\. tapi pas di luar di satroni petugas…. ih serem deh.

  63. #63
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0 Linux

    Mas Satpamnya minta dipotret kli

  64. #64
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Linux

    hal tersebut juga ku alami ketika berkunjung di bandung – lupa nama daerahnya. Huh, wong baru jalan2 pertama kali – kena tegor ama si satpam.

  65. #65
    gravatar
    WordPress 2.3.3

    [...] yang berisi keluhan serupa : http://yulian.firdaus.or.id/2008/05/07/dilarang-memotret/ http://yosnex.blogsome.com/2007/05/05/dilarang-memotret-2/ http://yosnex.blogsome.com/2008/01/07/ [...]

  66. #66
    gravatar
    Opera 9.25 Windows XP

    iya emang gue juga pernah tuh ama nenek-nenek

  67. #67
    gravatar
    Debian IceWeasel 3.0.1 Gentoo Linux

    Koq bawaannya jadi deg-deg an ya, klo ngambil potret di tempat-tempat hiburan di Bandung.. Ikut-ikutan melarang.. :-w

  68. #68
    gravatar
    Camino 1.6.3 Mac OS X

    yang paling bete sebenarnya motret boleh, tapi kudu setor “upeti” kepada si keamanan tersebut..

  69. #69
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.7 Windows XP

    masih

  70. #70
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.16 Windows XP

    Tempat terbuka yah.. Siap saja boleh menikmati hrsnya..
    Kecuali klu temapt tertutup..
    Mall juga t4 terbuka kyknya..

  71. #71
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0.1 Windows Vista

    Namanya jg negeri yg aneh di antah berantah ga jelas juntrungannya kemana

    *fiuhh…*

  72. #72
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.16 Windows XP

    phew, dilarang memotret? sementara pengguna kamera digital meningkat begitu :D

  73. #73
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Ya, sering orang itu ngak pingin orang lain seneng, gitu aja kok repot.!!!

  74. #74
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows Vista

    emang mall BUKAN tempat umum ya?
    saya baru tahu

    setau saya, definisi tempat umum adalah tempat2 yg memperbolehkan orang2 yg tak dikenal masuk.

  75. #75
    gravatar
    WordPress 2.8.1

    [...] & info soal aturan mengambil gambar di suatu tempat. Jadi teringat postingan kang Jay soal dilarang memotret. Acara sharing dan diskusi rutin COMIC (Community of Multimedia & ICT Bandung) tadi malam [...]

  76. #76
    gravatar
    WordPress 2.8.1

    [...] & info soal aturan mengambil gambar di suatu tempat. Jadi teringat postingan kang Jay soal dilarang memotret. Acara sharing dan diskusi rutin COMIC (Community of Multimedia & ICT Bandung) tadi malam [...]

  77. #77
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.5.3 Windows 7

    eh, di plaza semanggi dah boleh?
    terakhir ke plaza semanggi saya foto-foto di sky dinning nya, foto cityskype jg :D
    tp pake kamera hape dari lokasi sky dinning sih XD

  78. #78
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0.14 Windows XP

    “…ditutup lagi dengan majalah Femina bersampul Sandra Dewi milik Deden”

    Bagian ini perlu diperjelas mas jay,
    mungkin seharusnya ditulisnya begini

    “…ditutup lagi dengan majalah Femina bersampul, Sandra Dewi milik Deden”

  79. #79
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.6 Mac OS X

    mending ngaku wartawan aja sekalian, kerja wartawan kan dilindungi UU Pers. tapi kalo diminta liatin kartu pers ya tewas. :D eh, kalo turis asing mau foto2 gimana? apa hormat2 tunduk cengengesan itu satpam2?

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.