Monumen Selamat Datang

Minggu, 13 April 2008M
06 Rabiul Akhir 1429H

Tahun 1980-an untuk pertama kalinya saya menginjak Jakarta. Girang rasanya naik ke gedung tinggi dan melihat Jakarta dari atas lantai 7. Rasanya tinggi sekali. Kala itu Jakarta menyambutku dengan sumpeknya Terminal Cililitan. Naik kendaraan balok besar berwarna oranye, alias Metromini, yang sampai sekarang masih beroperasi dengan segala kebututan kursinya –yang juga berwarna oranye– dan kebisingan mesinnya yang melesat mendahului kecepatan minibus itu sendiri. Tak ingat jika ada monumen atau gapura penyambut bagi yang datang dari luar kota Jakarta.

Tak ingat jika kala itu jalan yang saya lalui adalah jalan Jend. Gatot Subroto, hanya monumen kera putih yang bertengger di atas tiang lengkung yang disebut Tugu Pancoran, monumen kedirgantaraan Indonesia. Jangan tersilap dengan daerah yang disebut juga Pancoran di Glodok.

Sepuluh tahun berikutnya saya kembali mengunjungi Jakarta. Seperti orang kampung yang kampungan saya terpana melihat perubahan yang sangat banyak. Tetap mulut ini berdecak meski sering dilihat melalui TV seperti apa Jakarta kala itu dibanding tahun 1980-an. Teman saya yang lahir di Yogyakarta dan besar di Bali terlebih lagi sangat terimpresi gedung-gedung tinggi di sepanjang jalan Sudirman. Maklum, saat itu kami masih mahasiswa yang terkena scam dosen-dosen yang studi di luar negeri membawa impian kota-kota besar Eropa dan Amerika. Oh ya, Jakarta menyambut kami kala itu hanya melalui gapura di jalan tol Cikampek-Pondok Gede, karena sang sopir lebih senang melewati jalur Pasteur-Padalarang-Purwakarta-Cikampek daripada jalur Pasteur-Padalarang-Cianjur-Puncak-Ciawi.

Dan seperti biasa, empat helai daun semanggi dikitari sebagai victory lap mendatangi Jakarta.

Kini saya ikut memadati metropolitan ini, dan di senin pagi Jakarta menyambutku dengan kemacetan tol Cikampek, Cawang, Gatot Subroto, Kuningan, Casablanca dan Sudirman. Oh ya, sampai sekarang saya belum tahu kenapa KM0 Jakarta berada di Cawang, KM0 yang berada di pinggiran kota, bukan di tengah kota.

Air Mancur Bundaran H.I.

Di tahun 1962 Jakarta menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia. Patung sepasang manusia menggenggam bunga dan melambaikan tangan tinggi dikitari air ratusan air mancur menyambut mereka yang datang dari arah Monas. Kala itu Presiden Soekarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka ASIAN GAMES IV di Jakarta. Para atlet dan official menginap di Hotel Indonesia dan bertanding di komplek IKADA, sekarang komplek Gelora Bung Karno, Senayan. Stadion Senayan menjadi kebanggan Indonesia saat itu, stadion terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung penonton sebanyak 120.000 orang.

Monumen Selamat Datang

Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7m, dan tinggi kaki patung adalah 10m. Pelaksana pembuatan patung adalah team pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pada saat pembuatan Presiden Soekarno didampingi Duta Besar Amerika pada saat itu Mr. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Diresmikan oleh Bung Karno pada tahun 1962.

Pada tahun 22 Juni 2002, tepat pada saat perayaan hari jadi kota Jakarta yang ke-475 air mancur di Bundaran H.I. itu direnovasi dengan biaya senilai Rp14 miliar yang didapat dari hasil kompensasi sepuluh titik reklame dan sponsorship.

Monumen kota adalah ruang publik. Sungguh sayang jika sebuah ruang publik tidak berdaya. Gerombolan BHI memanfaatkan ruang publik tersebut, setiap Jumat malam, duduk dan mengobrol bercanda ria di sekitaran simbol ruang penyambutan “Selamat datang di Jakarta”. Sebuah gerombolan yang memang mayoritas pendatang dari luar Jakarta. Ruang publik yang diberdayakan oleh rakyatnya, meski kadang pemerintah menilainya seperti preman jalanan bergerombol hendak makar, padahal mereka hanya makan dan ngokar dan plus ngopi.

Jakarta, bukalah lebih banyak lagi ruang publikmu. Kami butuh!

Oh ya, melalui Google Earth, tampilan 3D monumen ini ada yang bersuka rela membuatnya. Bisa anda lihat di Ciko Blog.

Sudirman-Thamrin Jakarta di Google Earth

Popularity: 13% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

34 komentar untuk catatan 'Monumen Selamat Datang'

  1. #1
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.3 Windows XP

    *buka gugel ert*

  2. #2
    gravatar
    Camino 1.5.4 Mac OS X

    Jakarta.. Oh.. Jakarta..

  3. #3
    gravatar
    Mozilla 1.8.1.6 Ubuntu Linux

    dari sd selalu kepikiran, bukannya kalau dadah/melambai itu lebih cocok untuk selamat jalan ya? :D

  4. #4
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Mac OS X

    Nikon ya sekarang? :D

  5. #5
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    lima!

  6. #6
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    [...padahal mereka hanya makan dan ngokar dan plus ngopi...]

    ada yang kurang Jay…cuci mata….hehehe

  7. #7
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Ubuntu Linux

    tampilan 3dGE-nya manteb, saya langsung tau di mana BHI nongkrong :D

  8. #8
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    hihihi dicilitan nembak….efek samping dari metromini.

  9. #9
    gravatar
    Safari 419.3 iPhone

    tau kan siapa yang dapet proyek ngerancang renovasi/air mancur baru bunderan HI ;)

  10. #10
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    Sebelah kanan bunderan, ????

  11. #11
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    Wew, bandung lama2 bisa kaya gituh gak yah

  12. #12
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    Mas Aa cuma liat depan nya Jakarta doank, liat dunk belakang plus sampinganya wahhhh gak kalah cihuyy…(rembering..cihuyy) he..he..he.. gw anterin degh kalo mau liat juga !!!!

  13. #13
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    ikut doonkkkkkkkkkkk….. pasti mantabbb ajak donk Jay

  14. #14
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows XP

    Terlepas dari hiruk-pikuk dan banjir yang melandanya (sering), tiap kali mudik kampung ke Jakarta, perasaan bangga itu masih terus ada.. :D. Thanks for the review..

  15. #15
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows XP

    waaaah infonya bagus euy….jadi lbh ngerti… hhmm… :)

  16. #16
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.9 Windows XP

    kapan ya jakarta kaga macet lagi :(

  17. #17
    gravatar
    Camino 1.5.5 Mac OS X

    #14: You’re welcome, kang!

  18. #18
    gravatar
    Avant Browser Windows XP

    jakarta = macet, banjir dan pengangguran :D

  19. #19
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.10 Windows Vista

    klo jakarta udah gk macet saya malah takut.. biasanya ada apa2nya tuh… :p

  20. #20
    gravatar
    Mozilla 1.8.1.13 Linux

    Kangen pengen ke Jakarte lagi euy.. :D

  21. #21
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows Vista

    kapan ke jakarta lagi ya..

  22. #22
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Windows XP

    coba bayangkan jakarta kita 20 tahun mendatang…
    menjadi megapolitan seperti mimpi beberpa orang atau menjadi kota dengan 90%orang miskin?

  23. #23
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0 Windows Vista

    @wahyu: mudah-mudahan sih bukan yang kedua…

  24. #24
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    KM0 yang berada di pinggiran kota itu…….. waduhhh aq jg gak ngerti he2…
    mas asal dari tidak tertera diatas ya….
    btw salam kenal ya…..

  25. #25
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows XP

    Jakarta..oh Jakarta, mau apa aja ada disini,,,,,

  26. #26
    gravatar
    Camino 1.6 Mac OS X

    #24: Salam kenal Sorowako. Saya orang Bandung.

  27. #27
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Linux

    Pengen euy, kerja di Jakarta dg pengahasilan besar tentunya.

  28. #28
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.14 Linux

    HIkss Gentoo ku gak kedetek di sini :)

  29. #29
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    hiksss jarang ke jakarta walo tinggalnya tangerang, mualesss super macetttt

  30. #30
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.15 Windows XP

    nggak nyanka rumah saya bisa deket ama terminal cililitan.. dulu tuh kalo denger cililitan perasaan jauuuuh banget.

  31. #31
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.0.1 Windows XP

    cililitan tuh asik.. hawanya masih adem of course buat mereka yg rumahnya deket ama halim.. coba deh masuk ke komplek halim… waduh kayak bukan di jakarta aja deh adeeeeeem banget

  32. #32
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows Vista

    jakarta memang pesat perkembangannya.

  33. #33
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows XP

    siapa suruh datang jakarta

  34. #34
    gravatar
    Mozilla Firefox 3.5.2 Linux

    jkt panas

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.