BLA
Senin, 24 Maret 2008M
17 Rabiul Awal 1429H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
…
Manusia dari setiap angkatan bangsa
Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga
Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi
Dan menghadapi pertanyaan jaman:
Apakah yang terjadi?
Apakah yang telah kamu lakukan?
Apakah yang sedang kamu lakukan?
Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai makna
Dari jawaban yang kita berikan.
–
[Rendra: Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api]
Popularity: 7% [?]
Senin, 24 Maret 2008 @ 14:13
dengan banyak memberi, hidup akan lebih bermakna ..
gitu kira-kira ya ?
Senin, 24 Maret 2008 @ 15:08
rendra, bro!
btw swt tanggal pembuatan pusisinya kok ngak ada…biar kita2 bisa kira2 latar-belakangannya perisiwa apaan ?
Senin, 24 Maret 2008 @ 15:10
Peristiwa yang terjadi di tanggal 24 Maret.
Senin, 24 Maret 2008 @ 18:12
OOo itu tho maksudnya
Senin, 24 Maret 2008 @ 19:36
Suganteh Bandung Lautan Api……
Selasa, 25 Maret 2008 @ 9:41
Sampe sekarang masih mencoba mencari jawaban
Tapi mungkin jawaban yang tepat ada saat kita ada untuk membantu orang lain. Bener tuh kata mas dadan.
Selasa, 25 Maret 2008 @ 16:05
Sama ngak dengan kata-kata dari orang bijak : ” Jangan kau tanyakan apa yang telah negara berikan padamu tapi tanyakan apa yang telah kau berikan pada negaramu” ato Nasehat yang mengatakan “Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan di Bawah ” ???
Selasa, 25 Maret 2008 @ 16:53
Man can count on no one but himself; he is alone, abandoned on Earth in the midst of his infinite responsibilities, without help, with no other aim than the one he sets for himself, with no other destiny than the one he forges for himself on this Earth.
gitu om jae, kata sartre. kangeun euy
Selasa, 25 Maret 2008 @ 20:36
hiks…terharu melihat para pejuang dulu yang sekarang sudah renta ikutan pawai membawa senapan
Selasa, 25 Maret 2008 @ 20:39
Maaf Repost (abis baru nyadar):
Kemarin katanya ada Pawai Anak-anak muda mengenang perjuangan Kakang & Teteh Priangan nih, sampai-sampai harus search lagi, dapetnya cuma ini
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Bandung
Laporan pandangan matanya dong!
Selasa, 25 Maret 2008 @ 23:24
Bagi rekan-rekan blogger, kami mohon bantuannya untuk “meniupkan” kabar baik PEDULI KESEHATAN KELUARGA. Bagi yang bersedia, silahkan ambil kode nya di http://noni.web.id/2008/01/16/kampanye-kesehatan/
Terima KAsih Ya…
Minggu, 30 Maret 2008 @ 3:28
Wah jadi puitis nih
Jumat, 18 April 2008 @ 13:44
kirain bandung lautan asmara ……… *kaboor**
Sabtu, 19 April 2008 @ 11:41
puisi yang bermakna
manusia menjalani kehidupan yang fana didunia
manusia menjalani kehidupan yang abadi di akherat.
Kamis, 24 April 2008 @ 17:58
hmm… rendra tuh memang si filsuf kehidupan banget deh.
Jumat, 19 September 2008 @ 10:17
Bro, saya kutip ya sajak Rendra-nya (Dengan pemenggalan yang sama)
Keren euy!