Picung

Sabtu, 9 Februari 2008M
29 Muharram 1429H

Sewaktu kecil saya suka makan kelewek atau kluwak. Biasanya rebutan sama teteh saya meng-geprek-geprek dengan mutu –mutu, jaminan coet!– atau bahkan palu jika mendapatkan yang keras dan susah pecah, lalu mencungkil bagian lunak yang menghitam dengan sendok kecil, malah lebih sering cukup dengan jempol saja. Apa daya, saat itu makan daging adalah sebuah kemewahan, jadi kelewek yang sering dibeli rasanya tak pernah dibuat untuk menjadi rawon. Daging pun biasanya hanya asesoris sayur sop, itu pun hanya kerewed (daging bukan, jeroan bukan, entah bagian apa). Oh iya, waktu itu saya suka membuat sayur sop bening karena sangat gampang, tinggal ke pasar tradisional dengan uang Rp200 dapatlah satu plastik keresek sayuran lengkap (wortel, buncis, oyong, kol, tomat, kentang, terong, seledri dan daun bawang) untuk membuat sop setengah panci. Tinggal cuci, potong-potong, masukkan bumbu seadanya dan rebus.

kelewek, kluwak, picung, pucung, pangi, kepayang

Di lain waktu ibu saya membeli kelewek yang masih muda, kami sebut picung atau pucung. Kelewek yang masih muda, atau picung ini tidaklah berwarna hitam, tapi putih bersih. Buat saya cukup rumit untuk memasak picung ini, entah ditumis, entah diapakan. Jadi hanya kebagian memakannya saja.

Rasanya saya salah sering mengaku-ngaku waktu kecil saya tak suka sayur sampai sering mimisan, bisa dua-tiga kali dalam seminggu, bahkan selagi tidur saat bangun pagi bantal saya penuh darah. Mungkin karena porsi makan ikan (mujair, layur atau kembung) jauh lebih banyak daripada sayurnya sampai saya masuk SMA. Atau mungkin karena saya enggan memakan sayur yang diolah aneh atau rumit, misalnya terong ungu dimasak, ditumis, entah diapain, sehingga wujud akhirnya penuh bumbu, termasuk cabe dan pedasnya yang tak saya suka. Lebih suka memakan terong, buncis, kacang panjang atau wortel selagi mentah setelah dicuci.

Ikan pun begitu, lebih suka cukup digoreng hingga kering (apalagi mujair kering) atau dipindang (direbus di panci hingga airnya habis), dan porsi ikan ini setiap harinya biasanya hanya untuk dua perut saja, satu porsi buat saya, dan satu porsi buat kucing, dari sejak si Mereng, si Molly, si Eke, si Pacar hingga si Melit.

Saat makan sayur picung ini sering diwanti-wanti agar jangan terlalu banyak, sebab bisa membuat pening kepala, bahkan katanya sampai mabok. Entah juga maboknya seperti apa, yang jelas jika tidak diproses dan diolah dengan baik; picung ini mempunyai kandungan asam sianida yang cukup tinggi. Meskipun asam sianida biji picung sangat beracun, tapi mudah dihilangkan karena sifatnya yang mudah larut dan menguap pada suhu 26ºC.

Picung yang punya nama Latin pangium edule adalah tanaman pohon setinggi 40 meter dan berdiameter batang 2,5 meter. Daerah penyebarannya hampir mencakup seluruh Nusantara. Bisa tumbuh secara liar di daerah pada ketinggian 1.000m di atas permukaan laut. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 15 tahun dan terjadi di awal musim hujan.

pangium edule

Divisi: Spermatophyta
Sub Divisi: Angiospermae
Kelas: Dikotiladonae
Bangsa: Cistales
Suku: Flacouritaceae
Genus: Pangium
Spesies: Pangium edule

Orang Amerika menyebutnya football fruit karena bentuk buahnya yang mirip bola football (yang samasekali tidak berbentuk bola) ala American Football, sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama kepayang atau pangi. Nama picung berasal dari bahasa Sunda, beberapa masyarakat menyebutnya pucung.

Tiap daerah memiliki nama yang khas. Orang Betawi menyebutnya pucung, orang Minangkabau menyebutnya kapayang, lapencuang, kapecong, dan simaung. Orang Lampung menyebutnya kayu tuba buah. Di Jawa dikenal dengan nama pakem. Di Sumatra Utara disebut hapesong. Sedangkan orang Bugis dan Bali menyebutnya dengan nama pangi.

Picung juga mempunyai manfaat lain, yaitu untuk mengawetkan ikan. Untuk dapat memanfaatkannya sebagai pengawet, picung dicincang halus dan dijemur selama 2-3 hari. Hasil cincangan ini kemudian dimasukkan ke dalam perut ikan laut yang telah dibersihkan isi perutnya. Cincangan biji picung memiliki efektivitas sebagai pengawet ikan hingga 6 hari . Khusus untuk pengangkutan jarak jauh, tanaman ini dicampur garam, dengan perbandingan 1 bagian garam dan 3 bagian biji picung. Fungsi pengawet ini berasal dari kandungan komponen antibakteri yaitu asam sianida, asam hidnokarpat, asam glorat, dan tanin.

Selain itu, tanaman picung punya kegunaan lainnya. Kayunya dapat dipakai untuk membuat batang korek api, daunnya digunakan sebagai obat cacing dan bijinya sebagai antiseptik. Kulit kayu yang diremas-remas dan ditaburkan di atas air dapat mematikan ikan (tuba ikan) maupun udang. Selain itu, inti biji yang digerus dapat digunakan untuk membersihkan kutu/caplak pada lembu.

Informasi tak penting lainnya adalah bahwa jalan Picung terletak di Gegerkalong Hilir sebelah pintu masuk komplek Telkom dan jalan Cipicung berada di Ciumbuleuit.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

56 komentar untuk catatan 'Picung'

  1. #1
    gravatar

    inget kluwak inget sama rawon :)

  2. #2
    gravatar

    picung dileob :D (kalau kata ortu mah dulu biasanya picung sebelum dimasak suka dikubur dulu di tanah, ngilangin racun)

  3. #3
    gravatar

    Daun picung obat kutu rambut. Remas-remas balurkan ke kulit kepala dan rambut. Bungkus dengan handuk semalaman, besk pagi kutu tewas. Tapi sekarang ada Peditox sih. Namun gak ada salahnya menggunakan obat tradisional yang aman lingkungan. Catatan: bukan berarti saya berkutu sekarang. Waktu kecil sih pernah.

  4. #4
    gravatar

    Oh ya ntah kenapa ya kadang suka nemu picung ini di tukang rampe di pasar tradisional. Apakah salah satu komponen pemanggil jin atau apa, saya belum sempat menanyakan

  5. #5
    gravatar

    #4: Hihihi, tukang rampe, satu gerobak isinya segala macam senjata perdukunan :))
    Mungkin buat ngerapal kiriman racun sianida. Eh, hebat ya!

  6. #6
    gravatar

    iya euy.. rawon… jadi laper! Jay dimana yeuh? jadi nteu makan ntar malem :D

  7. #7
    gravatar

    #6: Wehehe, macet di KM41, ada perbaikan jalan. Macet lagi di KM50-an, ada bis nyungsep.

  8. #8
    gravatar

    wah ini judul film baru itu ya? Tali pucung perawan? waheiuaheuhahue

  9. #9
    gravatar

    #8: Wah iya, pas syutingnya kan lihat di Taman Menteng. Bi, mana fotonya, spesial buat loyer Tonyer tuh…

  10. #10
    gravatar

    Lima belas tahun baru berbuah?? Waduh…kayak manusia ajah..usia segitu baru bisa dibuahi..hihi…

  11. #11
    gravatar

    sepupu saya bilang masakan berkuah dari kluwek adalah black soup :D

  12. #12
    gravatar

    emang kluwek bisa dimakan gitu aja? saya taunya ya buat bumbu rawon :D

  13. #13
    gravatar

    waaa picung….. mauuu….
    kl menurut gw enaknya ditumis, apalagi kl pas dapet picung yng mantab n masaknya ok, wah mak nyussss…..
    mentega gurih yg leleh dimulut….
    makan pake nasi panas, sambel gandaria…..

  14. #14
    gravatar

    Kok aku blas ndak kenal ama ini barang

  15. #15
    gravatar

    #14: Hihihi, jalan-jalan aja ke pasar, cari kluwak yang masih putih :D

  16. #16
    gravatar

    How many Indonesian Kluwak dishes are there? I only know of Rawon and in Malaysia the peranakan there use it in Gulai Kluwek for Iga B2. I also found it makes spaghetti bolognaese taste great. (Sori pake English ya kerana Bahasa Indonesia saya masih cacat).

  17. #17
    gravatar

    Ngak pernah makan, jadi ngak tahu bagaimana rasanya. Apalagi melihatnya.

  18. #18
    gravatar

    Selain dijadikan sebagai pencampur sayur lodeh atau dimakan mentah, PICUNG juga sangat enak Jika disajikan Secara Di PAIS (Pepes) Dengan tambahan Bumbu Salam dan Sereh menambah lezat rasanya seperti benar-benar rasa Daging.

  19. #19
    gravatar

    #16: Not much. People well known with Rawon.

    #18: Iya, cuma jarang dijual di warung-warung makan.

  20. #20
    gravatar

    Kluwak identik dengan rawon ya..
    Tapi tempo hari di Majalah TEMPO dimuat komunitas Linux User khusus wanita namanya Kluwak. Aneh juga :)
    Salam kenal Mas Jay

  21. #21
    gravatar

    informasi tidak penting lainnya lagi, di tanggerang ada daerah bernama pondok pucung yang bersebelahan dengan pondok aren:D

  22. #22
    gravatar

    weleeeh…ga mudeng aku….doyan masak juga yaah :)

  23. #23
    gravatar

    Otong Trisna, Cowok Ganteng Rasa Klewek

  24. #24
    gravatar

    ari kucubung terang teu kang jay..? ceunah sok dianggo abok.. :D

  25. #25
    gravatar

    Baru moto nih bola, kebetulan bener yah
    http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Keluwak.jpg

    Habis moto sisanya banyak banget. Mau ga mas? :lol:

  26. #26
    gravatar

    Enaknya disambel itu kang :D mak nyus rasanya… :P

  27. #27
    gravatar

    ada sianidanya… apa gak bahaya tuh ?

  28. #28
    gravatar

    Sianida ?
    Skrng gw tahu kenapa di Surabaya ada rawon yang merknya : Rawon Setan !

    hahaha….

    *bcanda euy*

  29. #29
    gravatar

    kalo orang betawi biasanya dimasak dengan ikan gabus, nama masakannya gabus pucung , didaerah bekasi barat, ada warung makan kecil yang menu specialnya gabus pucung , sama satu lagi didaerah bulan-bulan bekasi.

  30. #30
    gravatar

    kluwak jadi emut kanu anyeun empal kang :)

  31. #31
    gravatar

    Jadi inget juga, waktu kecil pernah makan

  32. #32
    gravatar

    waah… baru tau kalo mengandung sianida..

  33. #33
    gravatar

    cocok ama komen nmr 1

    ugh, jd pengen beli rawon neh,
    secara malem2 gini enak makan anget2 ^^

  34. #34
    gravatar

    kluwek gitu kan…dapat ilmu baru euy..asoy…

  35. #35
    gravatar

    Hihi… kerewed,
    daging liat lamun digegel tel sampe tikekereket,
    kalau gigi tidak kuat bisa punglak :)

  36. #36
    gravatar

    hihi… kang jay, saya mah seneng sama blog kang jay teh, kalo ngomong yg hi tech mantep pisan, tapi kalo ngomong masalah tradisi sunda jg ga kalah hebat, serasa inget waktu kecil kalo baca cerita2 kang Jay disini, kurang lebih masa kecil kita hampir sama, walaupun beda generasi :D.

  37. #37
    gravatar

    apa ini termasuk hervbal

  38. #38
    gravatar

    raasanya kayak gimana kang, asem asem gt ya

  39. #39
    gravatar

    emang keluwek enak ya digadoin? baru tau & rasanya ogah buat nyobain.. :p

  40. #40
    gravatar

    Wahh…ternyata makanan ini merakyat ya?? kirain tempat aing doank…
    Jadi punya ide buat ngepost..numpang nge-link ya kang.. :-D

  41. #41
    gravatar

    he… he… he…. :)
    Baru tahu
    Ada istilah baru nih :)

  42. #42
    gravatar

    Kapan-kapan diajarin yang lain :)

  43. #43
    gravatar

    Kluwak… nama yang indah namun jarang terdengar .
    Tapi unik!

  44. #44
    gravatar

    naon kelewek..teh…urang mah teu ngarti…kadaharan urang kampung, atawa kadaharan kalong…lamung Picung..aing mah ngarti…..!! eta batuanna jengkol di kulub terus di pekprek,…di poe di gureng

  45. #45
    gravatar

    duh jadi inget daerah jajahan…KPAD gegerkalong…dan jalan picung

  46. #46
    gravatar

    minggu ini baru mau dimasakin. di daerah jasinga mpe lebak merupakan makanan favorit. ngalahin jengkol. di kebun aku punya satu pohon tapi belum berbuah. umurnya baru 5 tahunan.

  47. #47
    gravatar

    dimana yang banyak buah picung saya perlu euy….!

  48. #48
    gravatar

    walah picung +kluwak ta?

    pohon aslinya kyk pa ya?masih byk g sih populasinya???

    kiraian temennya pocong…hihihihi

    mungkin gara2 kesamaan nama itu tadi,,knp picung mudah ditemuin di t4 org yang jual uborampe..ehehehe

  49. #49
    gravatar

    pohon kluwek banyak di gunung babakan madang kabupaten bogor

  50. #50
    gravatar

    masakan pakai kluwak/pucung di jawa timur ada rawon,kalau dijawa tengah/jogja solo- ada sayur brongkos. Brongkos lebih banyak unsur sayurnya-kayak lodeh pakai kluwek- dan daging hanya untuk amis -amisan aja -serta lebih kental dan kalo dihangatkan terus bisa kering kayak gudeg …lha kalo rawon lebih dekat kayak sop/soto daging….

  51. #51
    gravatar

    Di kampungku (Kendal Jawa Tengah) jaman aku usia SD juga ada tuh Pucung, tapi ga ada kelewek. Sekarang udah ga ada lagi.

  52. #52
    gravatar

    wah malah baru tau ada makanan pucung, saya orang jawa tapi ngak pernah tau, yang katanya kalo di jawa dikenal dengan sebutan “pakem”..

  53. #53
    gravatar

    Ngomong2 rata2 komentator di sini kok pakai Windows XP ya… hihihi.
    Kemana nih windows 7 nya? kekekek

  54. #54
    gravatar

    Wah nemu makanan khas jadul nih…… picung… bernostalgia……

  55. #55
    gravatar

    yg ajib klo dibuat sambal kelewek, campur dengan rawit endut yg banyak dimasak bareng sampe matang, klo udah matang tunggu dingin masukkin ke kulkas, lewat 2 hari comot deh 1 sendok & rawitnya 2-3 biji, pejret rawitnya, campur aduk, makan sama nasi! gak usah pake lauk apapun, selama sebulan gw puasa begitu, udah kyk wong edan! wkwkwkwkwkwkwk

  56. #56
    gravatar

    …sejak kutulis di berbagai media massa tahun 2006 sempat menghebohkan dan akhirnya ketahuan setiap hari terpapar formalin 35.ooo.ooo orang dan solusinya adalah picung dapat sebagai alternatif pengganti formalin sebagaimana digunakan oleh leluhur kita picung bisa juga untuk semir sepatu…kalau orang Batak menyebutkannya Hapesong!

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.