Singapura

Sabtu, 15 Desember 2007M
05 Dzulhijjah 1428H

Desember 2004 yang lalu, saya mengurus paspor untuk keperluan acara asosiasi juragan-juragan bandwidth ke Malaysia. Paspor selesai, saya terabai; alias saya tidak jadi pergi. Jadilah itu paspor hanya mendekam dalam laci kantor, meski mendapat angka cantik perayaan Hari Hak Asasi Manusia. Siapa yang tahu jika ternyata angka cantik itu datang lagi, pagi hari 10 Desember 2007 ini saya berangkat ke negeri Tumasik. Di negeri ini ada sebuah perusahaan kelas hiu yang mengelola semua sumber daya negeri tersebut, perusahaan itu bernama Republik Singapura. Sebagai negara terkecil (luas daratannya) di wilayah ASEAN, Singapura tentu kekurangan orang-orang pintar dan cekatan; jadi hingga saat ini sangat banyak orang-orang pintar dan cekatan dari India, China, Malaysia –bahasa Tamil, Mandarin dan Malay menjadi bahasa resmi selain English– Indonesia dll hidup dan menghidupi negeri Tumasik tersebut.

Merlion

Hingga hari Jumat kemarin tiap siang saya berada di kawasan Middle Road, Bencoolen, Waterloo dan sekitarnya, dekat ke stasiun MRT Bugis. Bahkan matahari siang pun belum saya nikmati karena sering hujan di saat mencari makan siang. Waktu selebihnya di dalam ruangan, berurusan dengan angka-angka digital. Lima hari kemarin saya hanya menikmati Singapura menjelang matahari terbit dan malamnya, itu pun juga diganggu sang hujan☞. Andai kamera saya bisa bicara, ia akan berteriak, “Atuh euy, tong motret peuting wae, teu kaciri, anjrit, aing mah ngan kamera pocket!”

Jadi, belum banyak sudut-sudut negara-kota ini saya kunjungi, atau sekadar dilewati dengan berjalan kaki.

Senin sore saat menikmati komplek patung Merlion, hujan turun sangat deras, jadi lebih banyak mendekam di bawah jembatan hingga gelap tiba. Lanjut jalan ke City Mall dan pergi ke Balam Road menemani rekan kerja saya menemui pamannya. Menjelang tengah malam baru bisa ke hotel lagi. Cape. Tidur.

Clarke Quay

Selasa malam Didik datang, menemani jalan-jalan dan motret-motret di River Point dan Clarke Quay. Oh ya, daripada makan dan minum di kafe-kafe Clarke Quay akhirnya saya memilih naik Reverse Bungee dan Swing Bungee (plus bonus satu swing, jadi tiga kali). Ternyata masih tak membuat saya berteriak meski adrenalin naik tinggi. Oh ya, Singapura lebih indah dilihat dari kursi duduk Swing Bungee.

Rabu pagi saya baca koran, ternyata Swing Bungee tersebut baru dibuka tadi malamnya.
*tak ada korelasi, ya? skip!*

Rabu malam, Dedhi Simatalangit dan Fajri mengajak kami makan malam di komplek Esplanade dan dilanjutkan dengan jalan-jalan di seputaran City Hall. Kembali ke penginapan di Clarke Quay dan menunggu kantuk datang dengan duduk-duduk di pinggir sungai, melihat-lihat orang lewat, mencuri dengar obrolan tanpa disengaja, kadang menahan tawa saat ternyata yang terdengar adalah obrolan gaya Jakarta.

Kamis malam menikmati MRT ke Changi, mengurus reschedule tiket di terminal. Pulangnya di stasiun Bedok bertemu Didik lagi –bukan nyasar kok, Dik!– dan makan malam masakan India. Balik lagi ke Clarke Quay ternyata sudah menjelang tengah malam lagi.

Jumat malam saya ke Pasir Ris, dan rekan kerja saya, Andri, ke Balam Road.

Sabtu dan Minggu?
Entah, dolar di kantong tersisa SG$55.

Mampir ke IKEA jangan, ya?

*injek-injek rupiah*

Update:
Ternyata hari Sabtu saya gagal lagi menikmati Singapura di siang hari. Hujan setiap terus!

Update dari CGK:
Minggu ternyata sempat menikmati Singapura siang-siang. Berjalan-jalan di Pasir Ris Town Park, taman kota yang asri, rindang dan luas, serta mampir ke IKEA Tampiness yang bangunannya besar sekali.

Popularity: 9% [?]

Komentar

62 komentar untuk catatan 'Singapura'

  1. #1
    gravatar

    pertama

  2. #2
    gravatar

    teu kenging nginjek-nginjek rupiah kang, hawatos :D

  3. #3
    gravatar

    Hmm, dengan SGD55 masih bisa tuh cari2 buku dan ngopi, wakaka :).

  4. #4
    gravatar

    dari pada rupiahnya di injek injek lepar gih
    kapan balek jay, ada rencana mampir ke batam ?

  5. #5
    gravatar

    Wah enaknya jalan2 di akhir tahun…bisa shopping tuh…end year sale..

  6. #6
    gravatar

    kalo rupiahnya gak mau, sini kang jae buat saya aja. kasian diinjek-injek…

  7. #7
    gravatar

    nyesel juga kenapa Belanda mau aja diajak Inggris untuk tukaran Singapura dengan Bengkulu, he he

  8. #8
    gravatar

    #7
    Secara bengkulu gitu loh.. daerah perpencil. Di bawah inggris belm tentu juga maju :D

    *ampyuunnn*

  9. #9
    gravatar

    Jadi ikutan migrasi ke singapura nih om jay ???

  10. #10
    gravatar

    lho ga ketemu bangsari di sana?…oya kalo kehabisan uang, laptop jual aja, kang :P

  11. #11
    gravatar

    Republik Singapore memang lebih tepat dikatakan Singapore Incorporated. Pemiliknya professional semua kok, yaitu kelompok Fami-Lee =)

  12. #12
    gravatar

    Hai Jay,
    Baru tahu loe pindah ke Jakarta..Selamat Yak..Di singapur banyak sih anak-anak..ketemoe Fahmi gak?

  13. #13
    gravatar

    wah,seneng nya jalan2 ke LN..*mupeng.com*

  14. #14
    gravatar

    jangan lupa oleh-oleh kang jay :D

  15. #15
    gravatar

    iya nih akhir-akhir ini di singapur hujan terusss…

  16. #16
    gravatar

    Weik nyaman banget ;) UKLAM UKLAM neng SINGAPURA ;)

  17. #17
    gravatar

    Selamat mas Jay, sekarang sudah bisa ngacir ke negeri tetangga. Kapan ya daku? Eh dengar2 apply di tetangganya pak manaher Sunar ya? Good luck ya.

    Rgds,
    Asfihani

  18. #18
    gravatar

    Wah ke Tumasik neeh, negeranya yang juara Asian Idol(Hadi Mirza)…

  19. #19
    gravatar

    Hidup Tumasik
    Hidup Hadi Mirza
    Hidup Temasek

  20. #20
    gravatar

    ngebaca kata tumasik jadi inget jaman2 sandiwara radio dulu :D

    oleh2nya dong Jay

  21. #21
    gravatar

    Hihihihi,
    Maap kang ga bisa nemenin lamaan, next time aja deh.

  22. #22
    gravatar

    maap gak jemput.. maap..

  23. #23
    gravatar

    tapi ga bawa oleh-oleh ya? *timpuk*

  24. #24
    gravatar

    Asyik ya nikmati negeri orang … emang banyak yang harus dicontoh … cintai negeri kita dengan memparbaikinya. Mat Idul Adha.

  25. #25
    gravatar

    halo bung Jay, salam kenal yah :)
    sayah ngelink ke blognya gpp kan?

  26. #26
    gravatar

    #5: Satu yang dilewat selama di Singapura pekan kemarin, yaitu tempat shopping.

    #9: Bukan migrasi.

    #10: Engga tahu kalo lagi ada di sana, gak ada nomor kontak, juga email/YM.

    #12: Ketemu Hangga doang, yang lain lagi sibuk workaholik, Fahmi & Icha sibuk mau ke Pontianak.

    #17: Heuheu, ga dipanggil-panggil tuh…

    #25: Silakan.

  27. #27
    gravatar

    Kakek saya baru saja meninggal 2 hari yg lalu disana :( *warga negara sana. hiks. Ga meluncur pula karena sudah telat dimakamin pada hari yg sama.

    Btw, ada pengalaman seru ketika longstay di Sentosa th 1998. Orang-orang pada ngajak nonton air mancur. Kata gua apa bagusnya, secara gitu cuma air mancur. Hmm karena ga ada kerjaan meluncurlah jalan kaki dari Shangrilla ke taman seputaran Sentosa juga. Jam mau menunjukkan pukul 6 waktu setempat. Ada kawasan air mancur ukuran sedang, dan kakek-kakek pada buka baju? *heran. Wah pas jam 6 ternyata pertunjukan dimulai… ternyata yang dimaksud air mancur itu emang computerized (kontrol airnya diatur dg komputer dengan tekanan beragam dan membentuk gerakan-gerakan tertentu) plus disorot oleh laser beam, sehingga berfungsi seperti “Theater Air”. Oh ini toh yang ditunggu-tunggu orang, dalem hati sambil berdecak kagum tea. Yang meni kesebeleun di “Theater Air” tersebut diceritakan tentang asal muasal Singapore. Tan Malaka dan Naga? yang membentuk jadi simbol Lion Singapore. Halah ternyata Singapore ga punya asal muasal juga alias nyomot cerita dari kebudayaan Indonesia juga bwakakkaa…. untung ga ada cerita soal Reog di theater air itu :P *sekemmmmmm

  28. #28
    gravatar

    wahh..mau dongnya ke singapore, beli gps disana murah kali ya..??

  29. #29
    gravatar

    Salam Kenal kang…..
    blognya bagus…..

    kunjungi blog saya jg ya..

  30. #30
    gravatar

    “Atuh euy, tong motret peuting wae, teu kaciri, anjrit, aing mah ngan kamera pocket!”

    Enya, karunya atuh kamerana. :)
    Singapur… jadi pengen kesono euy. Masih terkagum sama sistem transportasinya (maklum orang kampung). Ciri negara maju kayanya dari sistem transportasinya ya (yang keliatan).

  31. #31
    gravatar

    “Atuh euy, tong motret peuting wae, teu kaciri, anjrit, aing mah ngan kamera pocket!”…makana atuh kang ganti kamera :D

  32. #32
    gravatar

    Wah selamat nih. Sekarang pasti sudah balik, oleh olehnya mana?

  33. #33
    gravatar

    Ka Singapur Kang Jay …. ck ck ck .. cm sampe ka batam saya mah euy lah padahal saeutik deuiiii. IRAHA ATUH GILIRAN KAMI …. hehehehe Cag Ah

  34. #34
    gravatar

    kapan asia punya kayak euro, hehehehe…

  35. #35
    gravatar

    wah.. namanya mirip saya nih. nama saya juga Firdaos beda 1 huruf aza. heheheh.

    Salah kenal ya.

  36. #36
    gravatar

    #35: Salam kenal juga.

  37. #37
    gravatar

    [...] diatas ngebantu banget pas kemaren cari hotelnya kang Jay di daerah Clark Quay. Belum pernah kesana, waktu itu malem pula, dan lumayan jauh dari tempat [...]

  38. #38
    gravatar

    test broser

  39. #39
    gravatar

    Selamat Taun baru 2008. semoga suksen dan tercapai semua keinginan.Aminnn

  40. #40
    gravatar

    kang Jay bade ngahaturkeun Wilujeng Tepang Taun ah…
    mugi2 taun anyar teh mawa berkah sareng kabagjaan….
    hidup persib :)))

  41. #41
    gravatar

    #40: Happy New Year milady!

    Geura mudik ateuh… urang ngopi-ngopi cikopi citeh deui.

  42. #42
    gravatar

    gleks.

    jadi pengen ke singapore :mrgreen:

  43. #43
    gravatar

    waah enaknya jalan2 ke sipngapore, sy kapan yaaak ?

  44. #44
    gravatar

    Pasti gag bawa oleh2, *bweee*
    Foto-fotonya keren jay, gw suka liat yang gedung IKEA itu..

  45. #45
    gravatar

    Kecripatan Rupiah 200 Rebu euy!

  46. #46
    gravatar

    Untung ga pas natalan/tutup tahun, mas. Whoaa…ramenya. Orchard apalagi.
    Berubah nyemut kayak Jakarta-Fair. Tabrak sana-sini

  47. #47
    gravatar

    Halooo…..Met kenal….

    jalan2 di Singapura yang paling enak tuh nikmatin udara bersihnya. Di Jakarta, udaranya dah kotor plus ga seger lagi. Wah…jadi kepingin jalan2 juga. Hehe…

  48. #48
    gravatar

    haiyah…..masih untung kang Jay bisa potret2…..nah gw pas ke SG pas musim liburan orang2 SG (akhir bulan November) dan hotel2 “manusiawi” penuh terbooking pada saat itu yang tersedia hanya hotel mesum 81, setidaknya kamdignya masih bisa “ngejerit” sih :D

  49. #49
    gravatar

    wah enk ney
    be te we lam knal yaw

  50. #50
    gravatar

    [...] Desember 2004 yang lalu, saya mengurus paspor untuk keperluan acara asosiasi juragan-juragan bandwidth ke Malaysia. Paspor selesai, saya terabai; alias saya tidak jadi pergi. Jadilah itu paspor hanya mendekam dalam laci kantor, meski mendapat angka cantik perayaan Hari Hak Asasi Manusia. Siapa yang tahu jika ternyata angka cantik itu datang lagi, pagi hari 10 Desember 2007 ini saya berangkat ke negeri Tumasik. Di negeri ini ada sebuah perusahaan kelas hiu yang mengelola semua sumber daya negeri tersebut, perusahaan itu bernama Republik Singapura. Sebagai negara terkecil (luas daratannya) di wilayah ASEAN, Singapura tentu kekurangan orang-orang pintar dan cekatan; jadi hingga saat ini sangat banyak orang-orang pintar dan cekatan dari India, China, Malaysia –bahasa Tamil, Mandarin dan Malay menjadi bahasa resmi selain English– Indonesia dll hidup dan menghidupi negeri Tumasik tersebut. (more…) [...]

  51. #51
    gravatar

    keren juga ya singapura-nya ..
    salam kenal om jay

  52. #52
    gravatar

    sumuhun nya kang wuindah bgt singapure teh…kbtulan gw kesana pas menjelang natal 2007 kemarin wuih eta orcarhd meni ciga naon wae….ruameee pisan….untung masih kebagian hotel….hehehe…
    di orcarhd keren kang….

    beli oleh2na di mustafa atugh…murah2 euy…versi uang sing dollar klo di compare rupiah yah tetp muahal hehehehehe………

    tapi biar bagaimanapun indonesia tetap the best…..setidaknya di indonesia masih mengenal norma dan tata krama….:P

  53. #53
    gravatar

    wah enak dong ke negri singa
    eh bang gak takut digigit tu singa ya
    hehehe
    salam kenal dari jahewol

  54. #54
    gravatar

    tumasik ? …
    palih mana garut ?

  55. #55
    gravatar

    #54: Tumasik teh sabeulah Gumarut.

  56. #56
    gravatar

    luv sinGapUra. … … . .

    akU daTang . ..!!

  57. #57
    gravatar

    Eh, yang nyebut-nyebut Bengkulu… gue orang Bengkulu nih…

  58. #58
    gravatar

    Singapura yang itu khan? :)

  59. #59
    gravatar

    pemandangn bgs bgt gitu..coba saja aku bs ke sana..waduh senang bgt sekali..singapura sangat bagus pemandangannya apalgi air manncur ikan hiu..uuu..

  60. #60
    gravatar

    wahh..senangnya ke singapura..

    btw, gw bulan depan ke singapure..
    liburan 6 hari..
    gw belum pernah ke singapure
    tempat tempat mana aja yahh yang musti dikunjungi???
    or tips2 or ….
    thanks…

  61. #61
    gravatar

    Saya sarankan nikmatilah public space yang ada di Singapura, semuanya menyenangkan. City Hall, Clarke Quay, Merlion, Panggung Terapung dll.
    Kalo tempat shopping mah ya gitu-gitu saja, menyenangkan kalo punya uang berlebih.

  62. #62
    gravatar

    wah singapur waktu aku kesana gak muswim ujan lohh
    ( 2006 )
    AKU DULU KESENTOSA POKOK NYA BVAGUS BANGET DEH

    TP YG PALING BERKESAN BANDARANYA SIH KEREN BANGET YA

    BEDA BANGET AMA INDONESIA

    CUZ SOAL UANG RUPIAH DI INJEK-INJEK KAN BISA NUKERIN EMANG SIH

    BELI DOLAR NYA AGAK MAHAL
    DARI PADA NUKERIN NYA
    POKOK NYA SINGAPUR IS DEBESSS

    from;rizki di DEPOK

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.