Hidup di Jakarta

Senin, 29 Oktober 2007M
17 Syawwal 1428H

Sudah sejak awal bulan Oktober ini saya tinggal di Jakarta, mencari penghidupan yang lebih layak, meski bukan kehidupan Jakarta yang ingin saya hidupi. Lama tak menulis di blog ini juga bukanlah karena kesibukan, meski mungkin memang saya sibuk atau menyibukkan diri. Sibuk adalah hal biasa agar tidak stress. I’m too busy to stress.

Tak banyak yang saya kabari bahwa saya sudah ikut menjejali metropolitan ini.

Merunut ke masa lalu hingga sekarang sejak tahun 1999, saya sebenarnya cukup sering ke Jakarta. Kadang pulang-hari, sehari atau dua hari. Mungkin jika dirata-ratakan bisa dikatakan satu kali dalam satu bulan. Bisa saya anggap sebagai bekal –setidaknya sebagai sampling– bagaimana harus menjalani kehidupan di Jakarta. Saya katakan it’s not a big deal to live in Jakarta. Mungkin tak perlu saya tuliskan tips-tipsnya, sebab malah menjadi rumit, seperti jika kita membaca panduan menulis blog, yang ada hanyalah membuat kesan ngeblog itu sulit dan rumit. Tulis saja. Jalani saja.

Jadi apa saja yang sudah saya jalani?

Saya bekerja di gedung perkantoran sekitar Sarinah, tempat beken jadul sejak era Sukarno. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Saya lulusan arsitektur, beberapa tahun bekerja di bidang teknologi informasi dan sekarang di bidang telekomunikasi selular.

Saya tinggal di sekitaran Tebet. Cukup jauh kata orang sudah lama ngekost di Jakarta. Namun tempat kost yang sangat dekat dengan tempat kerja juga bukanlah sebuah jaminan nyamannya pergi bekerja, lagipula transportasi yang saya lalui masih relatif nyaman. Mikrolet M44 dan Busway menjadi kendaraan saya tiap hari. Sengaja saya tak memilih Kopaja atau Metromini karena saya anggap Busway jurusan Blok M-Kota lebih nyaman ditumpangi untuk menyusuri jalan Sudirman, meski jarak shelter Karet hingga Sarinah cukup dekat. Berjalan lebih jauh dan menaiki tangga shelter Busway bukanlah hal rumit.

Soal adaptasi tubuh terhadap cuaca dan suasana Jakarta yang sangat berbeda dengan dinginnya Bandung ternyata bisa diadaptasi dengan cepat. I’m enjoying myself. Di Bandung, berkeringat sekujur tubuh hanya saya dapati jika saya sedang berolah raga. Di sini bisa kapan saja selama di luar ruangan tanpa AC. Mungkin saya bertendensi masih tak butuh tempat kost yang ber-AC. Lebih baik menghirup udara Jakarta secara langsung.

Soal makanan jelaslah tidak sama dengan di Bandung. Pergi bekerja saya tak sarapan, sebab di kantor selalu ada makanan untuk sarapan, meski bukan nasi. Lagipula saya lebih prefer sarapan pagi bukan sesuatu yang mengenyangkan, cukup yang menyehatkan. Susu, sereal dan biskuit sudah cukup buat saya. Siang ada berbagai jus dan sore bisa menikmati cokelat, teh atau kopi. Makan siang harus berlomba menumpangi eskalator saat satu gedung para pekerja kantoran berhamburan ke tempat-tempat makan. Seringnya berakhir dengan menyusuri 80 anak tangga. Makan malam kadang di warteg, masakan Padang, di food-court mall, masakan sea-food pinggir jalan atau goreng-gorengan instan di dapur tempat kost.

Bisa dikatakan pola hidup (sehat) saya di Bandung dengan di Jakarta sama saja, sama-sama tidak sehat menurut orang lain. Seringnya dikomentari makanku kurang atau terlalu sedikit. Yang jelas saya kehilangan porsi sayuran berbentuk dedaunan segar mentah yang mudah saya dapatkan di Bandung. Duh, dasar orang Sunda!

Soal merokok, jelas berkurang, namun masih di kasta berat kretek pita kuning, alias masih mengisap rokok yang bukan low tar low nicotine.

Semoga kapasitas imun saya tak berkurang menghadapi cuaca dan pola hidup Jakarta.

Terima kasih bagi mereka yang sudah menanyakan keadaan saya. Saya tak pernah menganggapnya sebagai basa-basi, namun sebuah kepedulian kepada diri saya meski hanya dalam bentuk pertanyaan.

Terima kasih banyak buat Mira, Gani, Eko Kurniawan, Donny A.H., Oki, Deden, Lea, Indra dan Wesly atas segala bantuan bagi babak baru hidup saya saat ini.

Kini saya merindui dan menjauhi orang-orang yang saya sayangi di Bandung.

Dan menanti-nanti gaji pertama yang tak kunjung tiba di saat saldo semakin menipis karena menganggur sejak bulan Agustus.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

103 komentar untuk catatan 'Hidup di Jakarta'

  1. #1
    gravatar

    wah, kang Ngorejay di Jakarta toh…. teu tiasa ngopi di Dago deui atuh nya…
    enjoy metropolitan

  2. #2
    gravatar

    Apa karena sibuk itu jadi ga ikut pesta blogger ya kang?

  3. #3
    gravatar

    Welcome to the Chaos City ;).

  4. #4
    gravatar

    selamat tersiksa di kota jakarta ini, jay..:D

  5. #5
    gravatar

    Kejar Jakarta … :D

  6. #6
    gravatar

    tanggal 29
    besok 30

    puasa syawal dulu kali yah :)

  7. #7
    gravatar

    Wah selamat menempuh hidup baru, Kang Jae!
    *Oops, ini bukan nyindir yah*

    ^_^

  8. #8
    gravatar

    Wakaka, pantes aja SMSku tak pernah dibalas. Hey, ganti nomor ya?
    Awas ya … Hmmm berkuranglah satu rekan ngopi. Misti cari victim lain, haha :).

  9. #9
    gravatar

    Wuah .. sudah jadi ekspatriat di Jakarta nih.
    Selamat Yah .. Sing Betah
    Masalah lalab mah gampang Jkt – Bdg = 2. jam bisa kan bolak- balik demi Lalab + sambel tarasi .. heheheheh

    eh .. kemaren di PB2007 gak keliatan ?

  10. #10
    gravatar

    #1: Buat Lady Dayeuh mah diudag lah ka Bandung :)

    #2, #9: Saya ada di deretan gerombolan yang paling ramai, memakai kaos Open Source Guerilla. Kadang turun memotret seleb di panggung. Memotret para pemotret.

    #8: Wah wah? SMS-nya nyasar kali? :D

  11. #11
    gravatar

    olahraga pake sepeda aja kang jay! sehat! :D

  12. #12
    gravatar

    kumaha atuh, saya malah ingin balik ke bandung tapi sampe sekarang gak bisa keneh wae.
    apa sudah penuh gitu lapangan pekerjaan di bandung?

  13. #13
    gravatar

    Tah akhirnya Jay… pan dari dulu ceuk sayah ge, loba kabisa siga didinya naha cicing di BDG wae sih? heran saya mah.
    Selamat menempuh hidup baru, semoga lancar, enggal mendak jodo di JKT.
    Sugan teh kamana ai didinya… unggal mangpir kadieu wujudun hilal deui… wujudun hilal deui…
    cag ah.

  14. #14
    gravatar

    mas jay..
    selamat pindahan ke kota orang lain ya..
    moga2 pa yg diinginkan dapat tercapai..

  15. #15
    gravatar

    ya kang jae, semoga kerasa dan kita bisa maen ke ujungkulon akhir tahun :D

  16. #16
    gravatar

    ya kang jae, semoga kerasan* dan kita bisa maen ke ujungkulon akhir tahun

    * fixed *

  17. #17
    gravatar

    Kela ieu teh naha jadi banyak nyelip bahasa Inggris??? pengaruh Scrabulous kah? Ahoy Matey! Kang Jay! Buruan jalan! giliranmu tuh

  18. #18
    gravatar

    halo Jay, apa kabar?
    *halah…*

    lho, itu gimana ceritanya sudah sekian bulan bekerja, kok belum gajian?? :p

  19. #19
    gravatar

    #16: Yuk, Ujung Kulon, yuk!

    #17: Nya gantian we, mun teu Basa Sunda nya English atuh euy, sanes kitu?

    Arrrrr, ditungguin dari tadi. Mira M’s turn [last play 1h ago.]

  20. #20
    gravatar

    #18: Sekian bulan?

    *wah, engkoh memang pikun*

  21. #21
    gravatar

    enjoying yourself? so… it’s like a confession that you enjoy wanking? xixixi… welcome to jakarta, om jae. kapan2 gwa ajak ngupi2 geblek di angkringan sabang deket kantor lu itu, bukan tempat ngupi yg kapan hari kita ketemu. i hardly can afford it.

  22. #22
    gravatar

    #21: Hiahahahaha.
    Enjoying yang orang lain biasanya gak mau, misal jalan kaki dari shelter Busway Karet sampe Mal Ambasador atau ke Plaza Semanggi, atau orang lain pada ribut gerah gerah gerah, saya sih santai saja tutup kuping pasang The Poets and The Pendulum.

  23. #23
    gravatar

    #21 wanking apanya spanking sih? *ups*

  24. #24
    gravatar

    Selamat beraktivitas di Jakarta. Oiya mas, Tebet mana nich?? Timur? Barat? Utara? Dalam? Raya?

  25. #25
    gravatar

    #24: Wah, ada yang mau ngirim delivery makanan nih. Asik-asik…

  26. #26
    gravatar

    Saya juga berpendapat, makan pagi itu yang penting menyehatkan bukan mengenyangkan… dan tentu saja yg gratisan…. hi hi hi

  27. #27
    gravatar

    kok tebet dibilang jauh sih.. kata sapa sih tuh? hahaha…. Tebet itu kota kecil, yang kemana-mana deket. ke thamrin tinggal lurus doang (casablanca) + puter balik trus belok kiri dan abis itu tinggal lurus nyampe bunderan hi. hehehe.. banyak restoran juga, jadi saya ga usah kirim makanan hehehe.

  28. #28
    gravatar

    Hiks, pernah juga di Tebet sono…tapi nggak nahan euy, masih seneng tinggal di Bandung :D
    Btw, siapa suruh datag Jakarta? :p

  29. #29
    gravatar

    selamat kerja di Jakarta! :)

  30. #30
    gravatar

    Wah perlu kiriman dedaunan dari tatar Sunda ga Jay? :D

  31. #31
    gravatar

    selamat menikmati :)

  32. #32
    gravatar

    Hi Jay, ternyata sudah di Jakarta, ya. Selamat menempuh hidup baru. Semoga sukses.

    Eh, ngomong2 itu Donny AH yang mana ya? Jangan2 senior saya di SMA 13 :D

  33. #33
    gravatar

    #32: Nuhun.
    Bukan, cak, bukan seniormu.

  34. #34
    gravatar

    Kang Jay di Smart ya? Ngurusin apaan? Ngurusin badan kan gak mungkin (wong udah kurus, hehehe).

  35. #35
    gravatar

    #34: Bukan. Di perusahaan yang punya slogan ”The Messaging Company”. Jadi saya adalah tukang pijat.

  36. #36
    gravatar

    waah udah di JKT toh kang jay, kenapa ?, ndak suka suasana Bandung he he

  37. #37
    gravatar

    wah pak daerah kantornya kan banyak tempat makan enak :D

    welcome to jakarta :)

  38. #38
    gravatar

    hihihihi..
    sayah aja yang cuma 3 hari disana dah stress liat macetnya..

  39. #39
    gravatar

    Jay, kan kamu suka bertanam-tanam. mendingan menanam aja kemangi, selada, seledri… yang gampang-gampang dan bisa dijadikan lalapan sambil menghijaukan kos. kalo ada 10 pot aja, kamu bisa ngelalap tiap hari. what do you think?

  40. #40
    gravatar

    #40: I think that’s a great idea!

    *jadi pengen soto ceker ayam lagi*

  41. #41
    gravatar

    waahhh, makan-makan™

    * pernah maen ke tebet dalam, tp kalo suruh kesana lagi dijamin nyasar *

  42. #42
    gravatar

    Mun geus gajian, bejaan nya Jay … :p

  43. #43
    gravatar

    luak-lieuk, wah jay ka jakarta, hayah

  44. #44
    gravatar

    Jay jadi jalannya dari satu mal ke mal lain. Malam apa yang … eh udah basbang dink :P

  45. #45
    gravatar

    Duh, biarpun bahasa Indonesia, cobalah disunting itu nama bulan. November. November. November.

  46. #46
    gravatar

    kerjanya berlogika?

  47. #47
    gravatar

    Jay…geus di Jakarta
    Berlogica..eh salah..ber-Acision yah Jay
    Tersesat di jalan yang bener….hehehe
    Geus gajian…hayuh ka starbucks..wikikikik…
    Ditunggu rasa gaji pertamanya…

  48. #48
    gravatar

    hidup di jakarta tidak terlalu jauh berbeda dengan kota-kota lain, sama-sama banyak pengangguran dan macet di berbagai penjuru kota

  49. #49
    gravatar

    omong-omong mau tanya mas ini commentnya gimana caranya supaya bisa detect sistem operasi and browser yang dipake? juga supaya bisa munculin “beri nilai komentar ini”.. share dong dapet dari mana atau gimana cara bikinnya??? newbie nih. tolong ya. makasih

  50. #50
    gravatar

    #46: Heuheu, sudah tak berlogika sekarang.

    #47: Yuk yuk, tapi saya ka Bandung heula nya.

  51. #51
    gravatar

    kade Jay…, di jakarta mah teu meunang dahar jengkol.., peuteuy, bawang atah..
    secara kitu eta kelek gampang kesangan..
    hayah keh ngahiliwir..
    biar kata sudah disumpal tuh ketek pake rexona..
    wakakakak
    *kaburrrr

  52. #52
    gravatar

    kue shubuh lagi ? hahahaha.

  53. #53
    gravatar

    hew he he ,,,

    slamet dateng di kota jaa – karta

    kota yang penuh impian dan pengharapan …

    katanya :)

  54. #54
    gravatar

    Wah Jay, udah masuk fase “hijrah” nih.. Congrats ya..
    Tebet mah daerah jajahan, meskipun sekarang udah hijrah dengan sukses juga dari tebet ke jatiwarna..
    Jay, japri no kontak lu dong.. Sekarang dah gajian kan.. bisa ketemuan nih, biar bisa ngicipin gaji pertama di Jakarta hehehe :)

  55. #55
    gravatar

    #51: Halah siah, mangkaning kamari karek ti Warung Bancakan!

    #52: Huah, engga ada kamera kurang asik!

    #53: Thanks

    #54: Kontak ke nomor ini aja, 0811-dua empat juli tujuh tiga.

  56. #56
    gravatar

    hehehe seru kan bang jay. kopi, rokok di bawah halte dan blues jalanan

  57. #57
    gravatar

    Satu cerita..
    Jay harusnya tetap nulis gimana cara hidup di Jakarta.
    Specially tentang cara hadir di kantor pagi-pagi…
    Hari pertama aja sukses…..paling awal di kantor, lebih awal dari yang buka kantor…
    Nunggu berapa jam Jay …
    Waakakakakakakaka……tulis dunk Jay…

  58. #58
    gravatar

    Soto Ceker Ayam cobain nu d jalan sabang kang Jay ….. Lumayan lah … Lumayan seueur cekerna hehehehehe. Wilujeng Sumping di Jakarta kang Jay

  59. #59
    gravatar

    Semoga sukses disana..

  60. #60
    gravatar

    selamat jadi nongkrongers HI kang jay…

  61. #61
    gravatar

    Mas, kalo di Jakarta harus RAJIN mandi lho ya.. Jangan kayak di Bandung

  62. #62
    gravatar

    hahaha huhuhu hihihi hehehe hohoho
    kang jay, selamat bermacet macet ria di jakarta

  63. #63
    gravatar

    #57: Heuheu, untung ada minimarket dan smoking-room :D

    #58: Yap, di sebelah MacD.

    #59: Terima kasih.

    #60: Hohehehehe.

    #61: Wah wah, ketahuan nih.

  64. #64
    gravatar

    wedew… pantesan lama gak posting, jebule lagi pindah gawean ning Jakarta. Jakarta – Bandung gak jauh jauh amat jay.

  65. #65
    gravatar

    ameng atuh ka bandung kang:)

  66. #66
    gravatar

    wah…makin banyak orang bandung ke jakarta. Nanti2 bisa merasakan perjuangan untuk mudik ke bandung disaat menjelang lebaran. satu tahun penuh, berlatihlah menghadapi kepadatan disaat week end menuju bandung. Itu kerjaan saya dari th 1997-2000 di jakarta. sekarang sudah menetap di depok, ke bandung hanya untuk kunjungan khusus, tapi tetap kangen bandung. Dasar udik, kira2 2 mingguan pertama, setelah seharian menghirup udara ber AC, pasti saya mimisan. :)).

    BTW, awalnya saya pikir kampung gajah itu apaan, oh ternyata seputaran ganesha yak? menemukan komunitas kampung gajah gara2 iseng browsing Roy Suryo waktu agustus lalu.
    Kita ga sekampus sih, walo tetanggaan. Tapi ternyata kita satu almamater di belitung 8 rupanya.

    Semoga betah jay!

  67. #67
    gravatar

    Nah, selamat dicaci maki orang bandung karena turut bikin macet pas balik kesono klo lagi long weekend.

  68. #68
    gravatar

    untuk sementara ini nggak mau ikut-ikut ke Jakarta, ntar nambahi penduduk di sana.

    di kampung dulu aja..
    mbangun deso’

    selamat bekerja Mas, moga bermanfaat bagi banyak orang.

  69. #69
    gravatar

    wilujeng sumping di Jakarta, kang Jay…ati2 ah udah mulai usum banjir, mudah2an nggak bikin jd kapok kerja di Jakarta…

  70. #70
    gravatar

    senang nya melihat bLog yg selalu mereply komentar teman laennya
    yang berarti pemilik bLog menaruh hormat kepada pengunjung bLog nya :)

    btw, selamat berjuang di Jakarta yg katanya mudah cari duit itu oM :D

    kapan balik ke Bandung *halah, emang pernah ke Bandung apa gwe* :P

  71. #71
    gravatar

    sigana bakal katepaan, halah aing mah …

  72. #72
    gravatar

    #64: Iya, engga jauh, tapi tetep butuh waktu dan sumber daya :D

    #65: Tangtos atuh, ngan teu sering-sering.

    #66: Bukan, “kampung gajah” tidak berafiliasi dengan Institut Gajah Duduk.

    #67: Yang bikin macet itu mobil pribadi.

    #68: Bagus itu, membangun mah di mana saja.

    #69: Hihi, iya, udah mulai banjir di sana-sini. Tadi siang hujan angin malah.

    #70: Jauh lebih gampang habis dibelanjakan :D

    #71: Wah wah, bakal migrasi dari Dumai, nih…

  73. #73
    gravatar

    hmmm di jakarta mah ararawis meuning digaji sajuta di bdg daripada 2 juta di jakarta beda karaosna asa leuwh seeur di bdg. perbandingan biaya hidupnyah 1:2!!!! enjoy jakarta aja yah selamat bermacet ria, hareudang, sagala mayar. cing tabah weh.

  74. #74
    gravatar

    #73: Lebih tepat 1:3 atau 1:4 malah.

  75. #75
    gravatar

    Naik transjakarta yukkk… asik tuh. Bingung deh ada orang yang g setuju ama bus way, g tau konsep kota metropolitan ya (bagi yang g setuju itu)?.

  76. #76
    gravatar

    halah… disaat aku mencari celah balik ke bdg, ternyata orang2 yg aku kenal malah hijrah ke jkt… :(

  77. #77
    gravatar

    met nyampe di jakarta mas jay.. (n_n)

  78. #78
    gravatar

    #75: Jakarta memang harus punya Mass Rapid Transportation (MRT), mengangkut banyak orang sekaligus dan cepat. Busway cuma mass aja, ga ada rapid-rapid-nya, itu pun yang antre di halte (terutama halte transit) lebih dari mass.

    #76: :D

    #77: Terima kasih.

  79. #79
    gravatar

    :-)

  80. #80
    gravatar

    di jakarta, MAss Rapid Tranportation ndak ada jay. yang ada Mass Rape Transportation. :))
    liat deh kereta Rel Listrik Jabotabek (KRL). Ekspress sih masih mending. Coba Ekonomi (udah pernah nyoba keduanya belon?)…Bukan cerita baru kalo ada sexual harrasment disana. Coba aja. Sering gangguan lagi….telat sih udah biasa…15 menit bisa dianggap normal. :P
    Belon lagi penumpang2 tak berkarcis,yang bayar sama kondektur…wuih mereka ternyata jaringannya kuat lo. Kalo doyan motret, bisa jadi obyek bagus lah…

    kebetulan, saya dan kawan2 mengelola situs krl. bukan situsnya PT KAI lo. ini memang dibikin sama penumpang…pake kocek sendiri silakan tengok: http://www.krlmania.com

  81. #81
    gravatar

    Salam kenal…
    Djakarta ma Bandung mang beda y… Jauhhhhhhhhhh……!!
    Euuuu.. senasib atuh kang.. tapi aing dari bulan 6 kemaren ;-)

  82. #82
    gravatar

    jay… ente tos pindah ka jakarta.. walah. teu bebeja. hehehe
    dimana linggihna. Ameung atuh ka bumi…

    w’come jay.

  83. #83
    gravatar

    #82: Halo halo, Bu Endots. Disempatkan, nanti kabar-kabari, ya.

    *alus euuuy. jang aing, nya!*

  84. #84
    gravatar

    uh…saya udah 10 th minggir dari jkt, kamu malah nyemplung ke pusat kota…be tough! and patience. Dulu, kalo masuk shift siang, sampe tempat kerja, mandi keringet! uh…amit2, menyebalkan. Salam.

  85. #85
    gravatar

    Hore #85, baru baca juga bukan karena sibuk (chatting), tapi karena hati lagi goyah (sama facebook).
    btw sayah gak bisa nemenin sementara ini, ngke lah pasti cepat ato lambat pasti balik deui kok. Fighting di Battle arena (jakarta) emang paling menyenangkan, kalo di sini kayaknya gak lawan. xixixi

  86. #86
    gravatar

    jakarta, jakarta, pinginnya sih seperti bandung!

  87. #87
    gravatar

    Wah dinikmatin aja tinggal di Jakarta, ya seperti julukannya Ibu Kota lebih kejam dari pada Ibu Tiri, Enjoy aja…

  88. #88
    gravatar

    #10: Gureilla teh naon, Kang Jay? *teunyambungtapipanasaran* ;))

  89. #89
    gravatar

    ah, pendapat orang tentang hidup di jakarta selalu nyaris seragam: sumpek, stress blablabla. ternyata gak gitu2 amat, kan? well it’s not that scary :D

    selamat datang di jakarta. halah, padahal saya juga jauuuuuuuh pisan dari jakarta, hahah…

  90. #90
    gravatar

    Selamat menikmati suka-duka di Jakarta Kang Jay. :)

  91. #91
    gravatar

    cari makanan enak di tebet? gampang…
    misalnya warung warmo, bubur ayam sukabumi, sop konro daeng tata, dideket pasar tebet juga ada mie ayam lumayan enak.
    ada yang mau nambahin?

  92. #92
    gravatar

    lagi baca kalo kang jay dah di jakarta…
    di seputaran tebet banyak tuh makanan lumayan…

    yah, beginilah jakarta

  93. #93
    gravatar

    wah hijrah ke Tebet? he he he ada singkong keju enak tuh buat bekel sarapan deket pertigaan masMono ….

  94. #94
    gravatar

    Tiada Kata Kaliwat Maupun Terlambat.”BECAREFUL NYA MY BROTHER” MUAHHH!!

  95. #95
    gravatar

    gmana kabarnya..
    Sehat dan selalu bahagia kan?

    OK…

  96. #96
    gravatar

    #94, #95: Hatur nuhun. Alhamdulillah, baik.

  97. #97
    gravatar

    [...] Tak banyak yang saya kabari bahwa saya sudah ikut menjejali metropolitan ini. (more…) [...]

  98. #98
    gravatar

    Saya juga masih beberapa bulan tinggal di Jakarta kota Jahannam ini. Pinginnya libur atau menghabiskan weekend yang berkesan. tapi dimana ya? kira2 menghabiskan banyak uang gak ya?
    Kalo pesta blogger itu setiap berapa bulan sekali atau gimana sih? jadi pingin tahu…

    antown.blogspot.com
    usmany.deviantart.com

  99. #99
    gravatar

    hore …

    sebentar lagi saya meninggalkan jakarta …

    :)

  100. #100
    gravatar

    Semoga diberi keteguhan menuju kesuksesan dunia dan akhirat :)

  101. #101
    gravatar

    Saya rindu Jakarta yang duluuu…
    hiks..hikss..

  102. #102
    gravatar

    hidup dijakarta emang enak,smua serba gampang

  103. #103
    gravatar

    thx dah share pengalamannya..berhubung aq juga bidang TI.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.