Load Balancing Dual DSL Speedy di Satu Router

Jumat, 7 September 2007M
24 Syaban 1428H

Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus dan korporasi tentang load balancing dua atau lebih koneksi internet. Cara praktikal sebenarnya banyak dijumpai jika kita cari di internet, namun banyak yang merasa kesulitan pada saat diintegrasikan. Penyebab utamanya adalah karena kurang mengerti konsep jaringan, baik di layer 2 atau di layer 3 protokol TCP/IP. Dan umumnya dual koneksi, atau multihome lebih banyak diimplementasikan dalam protokol BGP. Protokol routing kelas ISP ke atas, bukan protokol yang dioprek-oprek di warnet atau jaringan kecil.

Berikut beberapa konsep dasar yang sering memusingkan:

1. Unicast
Protokol dalam trafik internet yang terbanyak adalah TCP, sebuah komunikasi antar host di internet (praktiknya adalah client-server, misal browser anda adalah client maka google adalah server). Trafik ini bersifat dua arah, client melakukan inisiasi koneksi dan server akan membalas inisiasi koneksi tersebut, dan terjadilah TCP session (SYN dan ACK).

2. Destination-address
Dalam jaringan IP kita mengenal router, sebuah persimpangan antara network address dengan network address yang lainnya. Makin menjauh dari pengguna persimpangan itu sangat banyak, router-lah yang mengatur semua trafik tersebut. Jika dianalogikan dengan persimpangan di jalan, maka rambu penunjuk jalan adalah routing table. Penunjuk jalan atau routing table mengabaikan “anda datang dari mana”, cukup dengan “anda mau ke mana” dan anda akan diarahkan ke jalan tepat. Karena konsep inilah saat kita memasang table routing cukup dengan dua parameter, yaitu network address dan gateway saja.

3. Source-address
Source-address adalah alamat IP kita saat melakukan koneksi, saat paket menuju ke internet paket akan melewati router-router ISP, upstream provider, backbone internet dst hingga sampai ke tujuan (SYN). Selanjutnya server akan membalas koneksi (ACK) sebaliknya hingga kembali ke komputer kita. Saat server membalas koneksi namun ada gangguan saat menuju network kita (atau ISPnya) maka komputer kita sama sekali tidak akan mendeteksi adanya koneksi. Seolah-olah putus total, walaupun kemungkinan besar putusnya koneksi hanya satu arah.

4. Default gateway
Saat sebuah router mempunyai beberapa interface (seperti persimpangan, ada simpang tiga, simpang empat dan simpang lima) maka tabel routing otomatis akan bertambah, namun default router atau default gateway hanya bisa satu. Fungsinya adalah mengarahkan paket ke network address yang tidak ada dalam tabel routing (network address 0.0.0.0/0).

5. Dua koneksi
Permasalahan umumnya muncul di sini, saat sebuah router mempunyai dua koneksi ke internet (sama atau berbeda ISP-nya). Default gateway di router tetap hanya bisa satu, ditambah pun yang bekerja tetap hanya satu. Jadi misal router NAT anda terhubung ke ISP A melalui interface A dan gateway A dan ke ISP B melalui interface B dan gateway B, dan default gateway ke ISP A, maka trafik downlink hanya akan datang dari ISP A saja. Begitu juga sebaliknya jika dipasang default gateway ke ISP B.

Bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut?
Konsep utamanya adalah source-address routing. Source-address routing ibaratnya anda dicegat di persimpangan oleh polisi dan polisi menanyakan “anda dari mana?” dan anda akan ditunjukkan ke jalur yang tepat.

Pada router NAT (atau router pada umumnya), source-address secara default tidak dibaca, tidak dipertimbangkan. Jadi pada kasus di atas karena default gateway ke ISP A maka NAT akan meneruskan paket sebagai paket yang pergi dari IP address interface A (yang otomatis akan mendapat downlink dari ISP A ke interface A dan diteruskan ke jaringan dalam).

Dalam jaringan yang lebih besar (bukan NAT), source-address yang melewati network lain disebut sebagai transit (di-handle dengan protokol BGP oleh ISP). Contoh praktis misalnya anda membeli bandwidth yang turun dari satelit melalui DVB, namun koneksi uplink menggunakan jalur terestrial (dial-up, leased-line atau fixed-wireless). Dalam kasus ini paket inisiasi koneksi harus menjadi source-address network downlink DVB, agar bandwidth downlink dari internet mengarah DVB receiver, bukan ke jalur terestrial.

Di lingkungan Linux, pengaturan source-address bisa dilakukan oleh iproute2. Iproute2 akan bekerja sebelum diteruskan ke table routing. Misal kita mengatur dua segmen LAN internal agar satu segmen menjadi source-address A dan satu segmen lainnya menjadi source-address B, agar kedua koneksi ke ISP terutilisasi bersamaan.

Penerapan utilisasi dua koneksi tersebut bisa mengambil tiga konsep, yaitu round-robin, loadbalance atau failover.

6. Round-robin
Misalkan anda mempunyai tiga koneksi internet di satu router NAT, koneksi pertama di sebut Batman, koneksi kedua disebut Baskin dan koneksi ketiga disebut Williams, maka konsep round-robin adalah sang Robin akan selalu berpindah-pindah secara berurutan mengambil source-address (bukan random). Misal ada satu TCP session dari komputer di jaringan internal, maka koneksi TCP tersebut tetap di source-address pertama hingga sesi TCP selesai (menjadi Batman & Robin). Saat TCP session Batman & Robin tersebut belum selesai, ada ada request koneksi baru dari jaringan, maka sang Robin akan mengambil source-address koneksi berikutnya, menjadi Baskin & Robin. Dan seterusnya sang Robin akan me-round-round setiap koneksi tanpa memperhatikan penuh atau tidaknya salah satu koneksi.

Pasti anda sedang pusing membaca kalimat di atas, atau sedang tertawa terbahak-bahak.

7. Loadbalance
Konsep loadbalance mirip dengan konsep round-robin di atas, hanya saja sang Robin dipaksa melihat utilisasi ketiga koneksi tersebut di atas. Misalkan koneksi Batman & Robin serta Baskin & Robin sudah penuh, maka koneksi yang dipilih yang lebih kosong, dan koneksi yang diambil menjadi Robin Williams. Request koneksi berikutnya kembali sang Robin harus melihat dulu utilisasi koneksi yang ada, apakah ia harus menjadi Batman & Robin, Baskin & Robin atau Robin Williams, agar semua utilisasi koneksi seimbang, balance.

8. Failover
Konsep fail-over bisa disebut sebagai backup otomatis. Misalkan kapasitas link terbesar adalah link Batman, dan link Baskin lebih kecil. Kedua koneksi tersebut terpasang online, namun koneksi tetap di satu link Batman & Robin, sehingga pada saat link Batman jatuh koneksi akan berpindah otomatis ke link Baskin, menjadi Baskin & Robin hingga link Batman up kembali.

*makan es krim Haagendaz dulu*

Tools NAT yang mempunyai ketiga fitur di atas adalah Packet Firewall (PF) di lingkungan BSD, disebut dengan nat pool. Saya belum menemukan implementasi yang bagus (dan cukup mudah) di Linux dengan iproute2.

*Uraian panjang di atas hanyalah kata sambutan sodara-sodara…*

Berikut contoh implementasi load balance dua koneksi sesuai judul di atas. Dijalankan di mesin OpenBSD sebagai NAT router dengan dua koneksi DSL Telkom, interface ethernet sk0 dan sk1.

1. Aktifkan forwarding di /etc/sysctl.conf

net.inet.ip.forwarding=1

2. Pastikan konfigurasi interface dan default routing kosong, hanya filename saja

# /etc/hosts.sk0
# /etc/hosts.sk1
# /etc/hostname.sk0
# /etc/hostname.sk1
# /etc/mygate

Script koneksi DSL Speedy, pppoe0 untuk koneksi pertama dan pppoe1 untuk koneksi kedua. Sesuaikan interface, username dan passwordnya. Jangan lupa, gunakan indent tab.

# /etc/ppp/ppp.conf
default:
        set log Phase Chat LCP IPCP CCP tun command
        set redial 15 0
        set reconnect 15 10000
pppoe0:
        set device "!/usr/sbin/pppoe -i sk0"
        disable acfcomp protocomp
        deny acfcomp
        set mtu max 1492
        set mru max 1492
        set crtscts off
        set speed sync
        enable lqr
        set lqrperiod 5
        set cd 5
        set dial
        set login
        set timeout 0
        set authname blahblahblah@telkom.net
        set authkey asaljangandejek
        add! default HISADDR
        enable dns
        enable mssfixup
pppoe1:
        set device "!/usr/sbin/pppoe -i sk1"
        disable acfcomp protocomp
        deny acfcomp
        set mtu max 1492
        set mru max 1492
        set crtscts off
        set speed sync
        enable lqr
        set lqrperiod 5
        set cd 5
        set dial
        set login
        set timeout 0
        set authname blahblahblah2@telkom.net
        set authkey vikingboneksamasaja
        add! default HISADDR
        enable dns
        enable mssfixup

3. Aktifkan interface sk0 dan sk1

# ifconfig sk0 up
# ifconfig sk1 up

4. Jalankan PPPoE, Point to Point Protocol over Ethernet.

# ppp -ddial pppoe0
# ppp -ddial pppoe1

5. Jika koneksi Speedy berhasil, IP address dari Speedy akan di-binding di interface tunneling tun0 dan tun1

# ifconfig
tun0: flags=8051 mtu 1492
        groups: tun egress
        inet 125.xxx.xxx.113 --> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff
tun1: flags=8051 mtu 1492
        groups: tun
        inet 125.xxx.xxx.114 --> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff

6. Dan default gateway akan aktif

# netstat -nr |more
Routing tables
Internet:
Destination        Gateway            Flags    Refs      Use    Mtu  Interface
default            125.163.72.1       UGS         7    17529      -   tun0

7. Serta konfigurasi resolver DNS pun akan terisi

# cat /etc/resolv.conf
lookup file bind
nameserver 202.134.2.5
nameserver 203.130.196.5

8. Aktifkan Packet Firewall pf

# /etc/rc.conf
pf=”YES”

9. Script Packet Firewall NAT dan balancing dengan round-robin (ganti round-robin dengan loadbalance jika lebih sesuai dengan kebutuhan anda). Baris yang di-indent masih termasuk baris di atasnya. Entah kenapa tag <pre> malah menghilangkan karakter backslash (\).

# /etc/pf.conf
lan_net = "10.0.0.0/8"
int_if  = "vr0"
ext_if1 = "tun0"
ext_if2 = "tun1"
ext_gw1 = "125.163.72.1"
ext_gw2 = "125.163.72.1"
# scrub all
scrub in all
#  nat outgoing connections on each internet interface
nat on $ext_if1 from $lan_net to any -> ($ext_if1)
nat on $ext_if2 from $lan_net to any -> ($ext_if2)
#  pass all outgoing packets on internal interface
pass out on $int_if from any to $lan_net
#  pass in quick any packets destined for the gateway itself
pass in quick on $int_if from $lan_net to $int_if
#  load balance outgoing tcp traffic from internal network.
pass in on $int_if route-to \
    { ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
    proto tcp from $lan_net to any flags S/SA modulate state
#  load balance outgoing udp and icmp traffic from internal network
pass in on $int_if route-to \
    { ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
    proto { udp, icmp } from $lan_net to any keep state
#  general "pass out" rules for external interfaces
pass out on $ext_if1 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if1 proto { udp, icmp } from any to any keep state
pass out on $ext_if2 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if2 proto { udp, icmp } from any to any keep state

10. Aktifkan script yang diperlukan di /etc/rc.local agar setiap reboot langsung bekerja.

ifconfig sk0 up
ifconfig sk1 up
# aktifkan speedy
ppp -ddial pppoe0
ppp -ddial pppoe1

PF akan langsung bekerja membaca /etc/pf.conf.
Jika harus me-restart koneksi DSL Speedy, pastikan pppoe dimatikan dulu

# pkill ppp

Jika tidak, maka ppp akan membuat tunneling baru menjadi tun2, tun3 dan seterusnya.

11. Untuk memantau fungsi nat pool round-robin di atas bekerja atau tidak, bisa menggunakan tools pftop yang bisa diambil di http://www.eee.metu.edu.tr/~canacar/pftop/

Jika anda mengoptimasikan koneksi jaringan juga dengan menggunakan proxy, misalnya Squid, maka proxy Squid jangan dipasang juga di mesin router NAT tersebut, sebab saat Squid mengakses halaman web ke internet; oleh PF dianggap bukan sebagai koneksi NAT, jadi tidak akan di-balance, dan akan stay mengambil interface utama dan default gateway pertama. Simpanlah mesin proxy/squid di belakang router NAT, agar koneksi proxy ke internet menjadi trafik NAT yang akan di-balance oleh script PF di atas.


Thanks to Starchie dan Hengky atas tutorial basic PF di OpenBSD.

Komentar

125 komentar untuk catatan 'Load Balancing Dual DSL Speedy di Satu Router'

  1. #1
    gravatar

    apakah cara diatas bisa diterapkan pada 2 ISP yang berbeda ? 1 memakai Router ADSL – 1 memakai router wireless

  2. #2
    gravatar

    #2: PF NAT pool tidak mengenal Speedy, wireless, atau apapun nama ISP. Sesuaikan saja konfigurasinya, ganti parameter seperti internal interface, eksternal interface, ip address, network lokal dsb.

    *kata sambutan saya gagal dipahami sodara-sodara…*

  3. #3
    gravatar

    nitip salam buat robin yah..
    oh iya, robin koq udah gag sama betmen lagi sich?

  4. #4
    gravatar

    eh iya, paling jadul safarinya siapa? saya atau kang jay?

  5. #5
    gravatar

    woalah
    sudah lama meninggalkan dunia begini :((

  6. #6
    gravatar

    #5
    sekarang lagi di dunia apa? kapan kawin?

  7. #7
    gravatar

    alternatif loadbalancing mudah di linux:
    /sbin/ip route add equalize default scope global nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_1 nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_2 nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_3

  8. #8
    gravatar

    terus es krim nya mannnna ???

  9. #9
    gravatar

    habis 5, kok 5 lagi?

  10. #10
    gravatar

    Mencoba memahami, terbantu dengan analogi jalan dan polisi yang dikira main cegat, ternyata bageur, cuma mo nunjukin jalan yang benar. Setengah ke bawah, udah pusing jadinya, apalagi ada Robin yang gonta-ganti pasangan.

    Makasih mas buat berbagi ilmunya.

  11. #11
    gravatar

    Tulisan Mas Jay sebetulnya bagus banget dan analoginya pas banget. Namun mungkin karena kepanjangan, maka orang cenderung malas membaca keseluruhan dan akhirnya malah tidak menangkap maksudnya.
    Ada yang bilang bahwa tulisan artikel yg ideal itu sekitar 3000 kata. Mungkin akan cocok jika dibuat bersambung untuk konsumsi pembaca blog seperti ini.

  12. #12
    gravatar

    Q: Who is betmen?
    A: I’m betmen hahahhaha

  13. #13
    gravatar

    Masih bingung. Tanya aja dulu, dah lama kang Jay tak nulis yang beginian. Ditanduk sekarang dengan pertanyaan. Ada 2 buah koneksi internet, 1 koneksi speedy, berfungsi untuk melayani koneksi browsing dan 1 lagi pakai isp wireless, difungsikan untuk melayani beberapa server (dns/web/mail). Karena speedy akan dimamfaatkan menjadi tulang punggung up/down. Namun, ketika si speedy putus, langsung (semi auto) berpindah ke ISP wireless. Saya masih bingung untuk meletakkan rancang network, dan implementasi fail over-nya.

    Gimana Kang, eneng clue?

  14. #14
    gravatar

    Untung pake Speedy cuman di rumahan & cuma pake sendiri aja jadi ga perlu repot :D.

  15. #15
    gravatar

    #13: Kasus anda punya parameter tambahan.

    Link Speedy anda digunakan untuk MENGAKSES internet.
    Link wireless anda digunakan untuk DIAKSES dari internet.

    Untuk kasus DIAKSES DARI INTERNET, anda tidak bisa menggunakan konsep round-robin atau failover, karena yang namanya DNS/WEB/MAIL itu FIXED IP address-nya, kecuali anda menerapkan DUA IP address untuk SATU HOSTNAME DNS/WEB/MAIL, masih ada kemungkinan konsep failover diterapkan.

    Jika failover yang dimaksud untuk MENGAKSES internet, maka router Speedy anda harus menerapkan failover agar DEFAULT GATEWAY (yang tadinya ke gateway Speedy) di-redirect ke router Wireless (kemudian di-NAT oleh router Wireless ke internet).

  16. #16
    gravatar

    Ada yg mau jawab ga yaaaah, aku punya masalah dikit nieh dengan koneksi speedy, aku punya 3 koneksi speedy dan 3 gateway cuma speed dan bandwidth nya masih kurang, aku mau yg dua koneksi itu disatukan menjadi 1 gateway gimane caranya ya? dengan harapan yg gabungan dua koneksi bisa nyatu, dan speed dan bandwidthnya bisa gabung (double) bisa kaga yaaaah?

    atas bantuannya saya terima kasih.

  17. #17
    gravatar

    #16: Gabungan seperti itu namanya bonding atau trunking. Bonding dan Trunking itu diterapkan di layer 2, bukan layer 3 TCP/IP, dan harus di dua sisi (sisi router pelanggan dan sisi router DSLAM), jadi harus ada keterlibatan pihak ISP.

  18. #18
    gravatar

    Versi utk linuxnya ditunggu nih.. openBSD terlalu rumit.

  19. #19
    gravatar

    apa g kebalik? klo nurut aku sih pake PF lebih ringkes dan fleksibel trus lebih powerfull. just my selfish thought or else (dunno)…

  20. #20
    gravatar

    Duh koneksinya cuman batman ajah :(

  21. #21
    gravatar

    #19 iya lebi ringkes kayanya

  22. #22
    gravatar

    Aku mau tanya nih, aku punya dua server di tempat yang berbeda, masing2 menggunakan ADSL Speedy, bagaimana dan menggunakan apa supaya komputer yang satu dapat mengakses komputer yang lainnya di tempat yang berbeda?

  23. #23
    gravatar

    Lama ga nulis, kembali serius ya jay?
    Eniwey, kok ga ada kata sambutan menyambut ramadhan??
    Puasa juga kan..?!

  24. #24
    gravatar

    #24: Belum nemu sesuatu yang menarik aja untuk ditulis.

  25. #25
    gravatar

    kang mau nanya boleh yah? gimana caranya supaya saya itu bisa punya dua koneksi supidi haratis? terima kasih kang.

  26. #26
    gravatar

    #25: Pertama, install Linux.

  27. #27
    gravatar

    kedua,
    bayar heula kiriditan

  28. #28
    gravatar

    Kang, ini kasus kebalikannya.

    Saya punya bw 128 dari ISP, trus saya ingin setting:
    - 64kbps khusus untuk Point to Point VPN
    - Sisanya untuk internetan biasa,
    bw VPN hrs tidak kurang dari 64, kalo lebih gak apa2.

    Bagaimana settingan-nya?
    Mohon saran.

  29. #29
    gravatar

    numpang tanya yah, saya ingin menggunakan leased line dengan internet speedy, apa yang saya perlukan? bisakah saya menggabungkan dengan sebuah router load balancing 2 port wan? 1 port ke modem leased-line, 1 lagi ke modem adsl?? mohon bantuannya.. thx b4

  30. #30
    gravatar

    #29: Bisa, tambahin aja variabel interface-nya dan tambah baris balancingnya menjadi 4 interface.

  31. #31
    gravatar

    [...] di ambli dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus [...]

  32. #32
    gravatar

    mas katanya ada alatnya yah yang jadiii
    kayak modemnya gituuu

    apa benerrrrr
    mohonn jawababnya

  33. #33
    gravatar

    sumpah pusinggg..
    baru baca setengah…. ambil panadol..
    baca sampe robin…. tenggak panadol..
    baca terus ke bawah…. mata berkunang-kunang..

    akhirnya rebahan di kasur sambil ngelamun andai ada cloningan otak ….

  34. #34
    gravatar

    Tutorial bagus mas jay!

    cuma saya agak bingung nih…bagaimana kalo dalam satu meisn yg sama ada squidnya. dimana biasanya squid akan mengacu pada default gateway!

    saya sdh coba2..tetep saja squid larinya lewat deafult gateway!

    ada pencerahan mas???

    Thanks
    Santai Man

  35. #35
    gravatar

    #34: Itu sudah disebut di bagian akhir. Squid melakukan koneksi ke luar, dianggap sebagai apps yang melakukan koneksi dari localhost, karena dari localhost di-ignore oleh pf, dan koneksi mengikuti default gateway.

  36. #36
    gravatar

    Tempatku dah bikin load balancing dari vsat dan speedy, sebagian koneksi untuk warnet dan sebagian lagi untuk rt-rw net via wireles, kita pakai mikrotik untuk load balancer dan linux untuk squid di server, nameservernya saya isi ip dari kedua ISP tersebut, sedangkan disisi mikrotik saya kosongin dns-nya, sekarang sudah bisa jalan dan berhasil, tapi masalahnya kadang- kadang suka dns error sehingga tidak bisa buat browsing, kalau saya restart power modem dan nyalakan lagi bisa kembali seperti biasa, tapi mirc, ym tidak putus. sepertinya dns-nya suka hilang/konkesinya yang bingung mau ngambil koneksi yang dari mana. Masalahnya dimana ya? apa karena modemnya? ada Solusi pak jay (atau mas ya?)

  37. #37
    gravatar

    thanks mas buat infonya, bermanfaat sekali :) salam kenal

  38. #38
    gravatar

    berarti kesimpulanya “menyediak 1 pc untuk router atau mikrotik untuk di jadikan server load balance ”

    sedangkan koneksi dari speedy tetep pakai mdoem adsl, koneksi dr ISP tetep pakai Wireless equip.

    so.. bisakah masukan koneksi bisa lebih dari tiga ? batman, robin, william, wongso ?

    :D

  39. #39
    gravatar

    #34: Itu sudah disebut di bagian akhir. Squid melakukan koneksi ke luar, dianggap sebagai apps yang melakukan koneksi dari localhost, karena dari localhost di-ignore oleh pf, dan koneksi mengikuti default gateway.
    ———————————————————————————–

    Jadi memang tidak bisa ya mas kalo squid jadi satu mesin dgn mesin NAT utk load balancing. jadi harus sediakan lagi satu mesin utk squid. Saya kurang paham yg dimaksud mesin squid ditaruh di belakang router/mesin NAT. bisa di jelaskan lebih detil mas jay?

  40. #40
    gravatar

    [...] to dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ “ Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan [...]

  41. #41
    gravatar

    [...] =======> dikutip dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]

  42. #42
    gravatar

    mas bagai mana caranya memekai ‘win route’. saya bwat konekkan internet saya ke pc tman, menggunakan jaringan Hub. yang konec internet cman 1 pc. pake modem adsl. sblummya makasi bnyak. tolong kirimkan aja blasannya ke emai saya

  43. #43
    gravatar

    mas bagai mana caranya kalau tidak hanya dua koneksi? saya pake 1.speedy 2.dari isp a 3.isp b 3. dari isp c. sedang kan up load dan down loadnya berbeda beda?

  44. #44
    gravatar

    #42: Entah, lupa. Di windows saya hanya pernah nge-set ICS defaultnya WindowsXP.

    #43: Tambahkan variabel interface ketiga ke dalam script di atas.

  45. #45
    gravatar

    mas tolong caranya kalu pakai linux

  46. #46
    gravatar

    Saya tidak mengerti bsd, biasa pakai linux sih :-). Pengalaman saya proxy transparent squid bisa diinstal di mesin linux yg jadi NAT dan Load Balancer. Trafiknya akan merata di setiap interface internet. Kalau mau maksa agar ip client tertentu misal 192.168.0.1 keluar dari interface internet A juga bisa asal di squid.conf ditambahkan baris2 ini:

    acl groupA src “/etc/squid/groupA”
    acl groupB src “/etc/squid/groupB”
    tcp_outgoing_address ip_address_speedy_1 groupA
    tcp_outgoing_address ip_address_speedy_2 groupB

    Anggap saja ip client adalah 192.168.0.1 sampai 192.168.0.6, maka buat file groupA
    dan groupB sbb:

    /etc/squid/groupA
    192.168.0.1/32
    192.168.0.2/32
    192.168.0.3/32

    /etc/squid/groupB
    192.168.0.4/32
    192.168.0.5/32
    192.168.0.6/32

    Masalahnya kalau koneksi A putus, maka agar squid tidak lholhak lholhok (suroboyo-an :-) untuk mengantarkan request dr ip2 groupA, file squid.conf harus diedit kembali agar tidak menggunakan fitur tcp_outgoing. Tentu saja editing ini harus otomatis alias pakai script agar tidak menyusahkan admin.

    Saat ini saya lagi membantu teman setup server dengan dua koneksi speedy office unlimited (load balancing). Pakai slackware 10.2. Asal tahu saja, dua koneksi tsb tidak ada yg stabil, jadi kadang 1 putus, 1 hidup, bisa jadi dua2nya putus. Nah, saya buat script sederhana yg mantau dua koneksi tsb. Saat saya ketik ini, satu koneksi putus, satu koneksi hidup. Saat koneksi yg putus hidup kembali maka load balancing is on again. Mantau koneksinya pakai script yg diaktifkan tiap 2 menit sekali (cronjob).

  47. #47
    gravatar

    mas maaf sebelumnya,apa ip a gk bentrok?trus apakah tiap2 card udh ada fiturnya sendiri???..trus gmn ngatur ip na???apakah sperti ngatur ip pada router biasa,misalkan d-link 634 gitu.mohon pencerahannya…

  48. #48
    gravatar

    kalau menggunakan mikrotik, konfigurasinya gimana ya ?

  49. #49
    gravatar

    klo high availability om…..:D

  50. #50
    gravatar

    kang jay pindah pake openbsd tooh biasanya slackware …

  51. #51
    gravatar

    mas jay…

    saya coba di mesin freebsd 6.2-stable….dimana config2 anda sudah saya sesuaikan di mesin freebsd. kebetulan 2 line speedy saya di satu gateway…spt contoh config anda.
    problem di pppoe kedua…..tdk bisa set ip …keterangan nya file exist. jadi pppoe speedy2 tdk bisa up.

    tun1: Error: ifcase_inAdd: ioctl(SIOCAIFADDR): 125.164.9.216: File exists
    tun1: Error: ipcp_InterfaceUp: unable to set ip address

    kalo saya googling..masalahnya karena 2 pppoe tsb di gateway sama….!

    berikut ppp.conf saya :

    default:
    set log Phase Chat LCP IPCP CCP tun command
    set redial 15 0
    set reconnect 15 10000
    speedy1:
    set device PPPoE:rl0
    disable acfcomp protocomp
    deny acfcomp
    set mtu max 1492
    set mru max 1492
    set crtscts off
    set speed sync
    enable lqr
    set lqrperiod 5
    set cd 5
    set dial
    set login
    set timeout 0
    set authname xxxxxxxx130@telkom.net
    set authkey **********
    add default HISADDR
    enable dns
    enable mssfixu
    speedy2:
    set device PPPoE:rl1
    disable acfcomp protocomp
    deny acfcomp
    set mtu max 1492
    set mru max 1492
    set crtscts off
    set speed sync
    enable lqr
    set lqrperiod 5
    set cd 5
    set dial
    set login
    set timeout 0
    set authname xxxxxxxx145@telkom.net
    set authkey ********
    add default HISADDR
    enable dns
    enable mssfixu

    ada pencerahan mas mengenai problem saya ??

    sementara ini saya load balancing dgn 1 dial dari server satunya dial dari modem!

  52. #52
    gravatar

    [...] Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus dan korporasi tentang load balancing dua atau lebih koneksi internet. Cara praktikal sebenarnya banyak dijumpai jika kita cari di internet, namun banyak yang merasa kesulitan pada saat diintegrasikan. Penyebab utamanya adalah karena kurang mengerti konsep jaringan, baik di layer 2 atau di layer 3 protokol TCP/IP. Dan umumnya dual koneksi, atau multihome lebih banyak diimplementasikan dalam protokol BGP. Protokol routing kelas ISP ke atas, bukan protokol yang dioprek-oprek di warnet atau jaringan kecil. (more&#8230;) [...]

  53. #53
    gravatar

    aduh aduh pusing kang
    ada ngga yang lebih simply and the best * maklum orang kaya *
    hardware apalah yang bisa menghandle that probelm

  54. #54
    gravatar

    b’ aq da masalah dikit n3.
    aq operator di salah satu warnet yang berlanggann speedy. aq mu pasang dua lan bisa g’ di gabung menjadi satu?

    dan program apa yang bisa membagi bendwith untuk tiap2 client biar adil.

    jd yang satu download biar yang satu lg g’ ngedrop.

  55. #55
    gravatar

    pake router load balancing lebih gampang ada 4 port WAN …merk edimax

  56. #56
    gravatar

    saya mau tanya sekarang di tempat saya yaitu rt/rw net ada 3 line speedy, gmana cara supaya jaringan LAN-nya nyambung diganbung 3 speddy harus pake alat apa ?
    mohon petunjuk.

    wass.

  57. #57
    gravatar

    http://unilanet.unila.ac.id/~gigih/index.php?option=com_content&task=view&id=137&Itemid=34

    yh mana yg asli

  58. #58
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/ [...]

  59. #59
    gravatar

    kang jay…klo LB di linux bsa kaya LB di modem 2 wan port Dlink ga? misal pake speedy 2 line..maka waktu donlot kta dapet 80 kbps ( total si bw speedy nya ) ..tolong jawabannya kirim ke email ya ^^

  60. #60
    gravatar

    Yap.. tulisan yang membahas dari dasar ini yang lagi saya cari untuk acuan, trima kasih banyak ya Mas..

  61. #61
    gravatar

    Minta ijin tuk di kopi di Arsip sayah.. :D

  62. #62
    gravatar

    Tanya donk..
    Bisa gak kalo 10 connection speedy dijadikan satu ?soalnya ada teman di remote area kalo pake satelite mahal, kalo pakai speedy, Telkom minta minimum 10 pelanggan baru bisa pasang dan gak orang lain yg mo pasang. satu2 jalan, kita yg pasang sendiri dgn berlanggan 10 connection.
    trims

  63. #63
    gravatar

    jadi cara diatas berguna untuk settingan pd server mas?
    saya lg mencoba ni mas….

  64. #64
    gravatar

    gmn sih cr settingan ny mas?
    tolong jelasin secara detail donk mas….

    thx mas…

  65. #65
    gravatar

    misale pake 2 isp, trus masing2 isp 1 mbps
    setelah pake load balancing
    apakah hasilnya sama dengan 2 mbps?

    atau tetep 1 mbps tapi antrian di tiap2 eth lebih cepat?

  66. #66
    gravatar

    Om Jay, menurut http://openbsd.org/faq/pf/pools.html, pf melakukan loadbalancing menggunakan metode round-robin, bitmask, random & source-hash. Gimana ya konfigurasinya agar loadbalancing-nya mempertimbangkan kondisi utilisasi link? bisa pakai keyword ‘loadbalance’ untuk menggantikan round-robin gitu?

  67. #67
    gravatar

    Mas saya mo nanya neh gmn ya…saya kan buka warnet pake 2 modem,trus saya ingin billing tetap satu…gmn cara menyambungkan billing tersebut….?

  68. #68
    gravatar

    Mas Tanya nich, Kantor saya menggunakan 2 kabel Modem, untuk speedy dan Indosat
    Modem speedy speednya bagus, tapi yg Indosat rendah.
    Gimana caranya supaya PC saya selalu nyambung ke Modem Speedy ?
    Trim’s

  69. #69
    gravatar

    #68 Tarik aja kabel UTP dari pc ke modem speedy :) dijamin anda akan selalu pakai speedy :P

    Tp sy ada pertanyaan lain : Saya ada 2 spedy, masing2 office. Gimana caranya, supaya urusan upstream menggunakan speedy A, sedangkan downstreamnya menggunakan speedy B. Jadi kayak semacam DVB vsat, upstream pakai jalur terestrial, dowmstreamnya pakai satelit.

  70. #70
    gravatar

    Mas, artikelnya mantap bener! ini yg gw cari2 yang masih membingungkan gw. Gimana caranya bikin load balancing utk outgoing sedangkan default gateway kan cuma boleh satu. tenkyu banget pencerahannya! :)

  71. #71
    gravatar

    Kang, kalau dua koneksi ke ISP nya dapet IP statik, bukan dynamic, berarti gimana caranya setting default gatwaey jika /etc/mygate harus kosong terlebih dulu ya? tulungin ya kang.

  72. #72
    gravatar

    Bro…. coba dech PFsense …basis Free BSD tapi bisa web Base untuk pengontrolan alias CGI… lihat aja di web saya http://www.suryaabadicom.co.cc http://www.suryaabadicom.blogspot.com

    semoga bermanfaat

    kambeeng

  73. #73
    gravatar

    Tutorial yang enak banget dibaca ..mudah dicerna habis itu lupa lagi hehehe
    Salam kenal kang ..
    Hebat nih PF nya OpenBSD

  74. #74
    gravatar

    kalo pake MULTIPTATH nya OpenBSD gimana bang jay???
    bagusan mana ama LB nya pf ne ??? trus kalo boleh ‘ambo’ minta pencerahannya buat maen OSPF di openbsd…

    tengkyu

    rantau.jr

  75. #75
    gravatar

    Makasih mas tutor nya …waah ruwet yah :) … btw kl under windows bisa ndak ya ? atau settingnya dari bawaan Router ADSL nya ??
    klo 2 ISP nya dari Dial Up nya starone menggunakan modem GSM atau CDMA bisa ndak ya ??
    Trim’s :)

  76. #76
    gravatar

    klo buat gabungin 2line speedy office pke LB yg biasa ada di pasaran gimana yach..??

  77. #77
    gravatar

    Di atas kan contohnya interface sk0 dan sk1, kalo lebih banyak ya tambah interfacenya, misal jadi ada sk2, sk3 dan seterusnya.

  78. #78
    gravatar

    mas saya punya 2 line speedy mau saya load balance plus squid. problemnya rooter (mikrotik)saya masih pentium 3 yg hanya ada 3 slot pci unt NIC dmn 1 NIC unt LAN,1 unt WAN dan 1 unt Squid. saya coba dengan cara melewatkan ke-2 line speedy itu switch hub baru masuk ke rooter. bgm routing dan konfignya mas? kasus saya yg jalan cuman 1 line saja, dan bagaimana cara mengecek koneksi tersbut terpakai keduanya.

    trims berat

    Agus diana

  79. #79
    gravatar

    mas aku mau tanya nih, kalau aku coba di centos kok dhcp server nya gak jalan yah…
    jd dhcp server nya gak broadcast gitu…itu setelah aku compile kernel nya..

    itu knp ya mas??

    kalau blh share yah :D, krim k email ato YM deh ^^

  80. #80
    gravatar

    DHCP server atau DHCP client?
    Yang dapat IP namanya DHCP client, yang membroadcast IP (IP pool) namanya DHCP server.

  81. #81
    gravatar

    Mas ada gak aplikasinya buat balancing??? dimna bsa di unduh (bwt ubuntu)

  82. #82
    gravatar

    [...] Url        : http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/#comment-260693 [...]

  83. #83
    gravatar

    Kang,,Mw buat TA ny..Tolongin atuh
    Kasih tau dunk dasar2ny buat ngegabungin 2ISP klw diimplemntasikan diwarnet
    Trus kasih masukan bwt software load balancing apa aja yang bagus
    Cz harus ngebandingin 2 software load balancing dengan 2 ISP yang berbeda buat TA
    Kira2 Klw speedy bagusnya dibandingin dengan Indosat atau BizNET y kang??
    Mksh kang jay,,

  84. #84
    gravatar

    waahh… analoginya uenak banget yaa,, tapi bagian Batman-Robin jadi mental deh gua

  85. #85
    gravatar

    masih ga nyambung aku. dikanktor pake vsat im2 (dhcp) dengan aplikasi intranet yang dishare ke daerah lain (jakarta selatan)dengan vpn. akhirnya internet jadi lemot. aku backup dg speedy unlimit biar internetnya cepet. eeee malah masalah mulu. kalo 2 2 konek internet tetap lemot, malah kadang speedy ketarik ke network vsat, loopback. pusing deh. dah dicoba pake 2 nic, dg automatic ip or statik ip, hasilnya sami saja. tolongin donk, aku pengin browsing kenceng (speedy) aplikasi intranet (vpn– vsat) juga lancar. gimana yach …… thanks
    (

  86. #86
    gravatar

    alhamdulillah saya coba sudah berhasil, thx ya mas
    :)
    aku pk 2 line speedy paket office bisa tembus sampe 1.300.000 kbps
    masing2x speedy sekitar 600-700 kbps
    cuma ada masalah di pf.conf nya klo saya mau ganti round-robin ke loadbalance atau fail over kok ngak bisa ya, PF ku ngak bise execute
    server# pfctl -f /etc/pf.conf
    No ALTQ support in kernel
    ALTQ related functions disabled
    /etc/pf.conf:39: syntax error
    /etc/pf.conf:43: syntax error
    pfctl: Syntax error in config file: pf rules not loaded
    apa ada kompile kernel yg kurang?

    mohon pencerahan
    apiq
    YM: rha_fix@yahoo.com

  87. #87
    gravatar

    Dari error report-nya sih kernel bilang dia engga punya fungsi ALTQ.
    Mungkin pf yang ter-install belum included fungsi ALTQ. Harus dicari-cari dulu di dokumentasi pf.

  88. #88
    gravatar

    ohh. jadi klo mau dikenal script loadbalancing atau fail over di pf.conf dikernel wajib/harus diaktifkan option ALTQ nya ya mas?tapi script round roubin nya kok udh bisa jalan ya padahal ALTQ nya blm diaktifkan dikernel?mohon pencerahan nya :)

  89. #89
    gravatar

    Saya kurang hafal detilnya PF atau kernel OpenBSD. Sepertinya konsep round-robin tidak melibatkan ALTQ, karena tidak memantau trafik, hanya mengganti-ganti arah gateway untuk setiap koneksi dari client.

    Sepertinya sih dengan round-robin saja sudah cukup membagi koneksi, jadi total request dibagi ke dua gateway. Sedangkan loadbalance yang anda inginkan sepertinya berkaitan dengan trafik incoming yang ingin dikontrol agar masing-masing downlink seimbang.

    Catatan: yang namanya trafik incoming sebenarnya tidak bisa dikontrol (request dari client-lah yang bisa dikontrol).

  90. #90
    gravatar

    Pak mau tanya, untuk loadbalancing dengan cara bapak. Bagaimana dengan bandwidth yang dihasilkan, apakah dijumlahkan atau tetap??

    Misalnya kita punya 2 line speedy dengan BW 800kbps, bila kita lakukan speedtest apakah akan menjadi 1,6Mbps atau tetap 800 kbps. Mohon pencerahannya..

  91. #91
    gravatar

    Bandwidth di satu pipa adalah kumpulan akses. Speedtest hanyalah satu akses. Satu akses berarti hanya satu IP, satu TCP port, jadi tidak akan memenuhi dua link logical (contoh di atas adalah dua link IP Speedy).

    Beda halnya jika yang diagregat adalah link fisik, misalnya bonding dua ethernet 100Mbps menjadi 200Mbps, sebab logical IP menjadi satu.

  92. #92
    gravatar

    saya ada masalah dengan jaringan internet saya,diserver saya sudah mendapatkan koneksi internet,tetapi diclientnya tidak bisa dapat,padahal server&clientnya sudah terkoneksi:Tolong panduannya mas,semoga amalnya mas YUL mendapat balasan yang setimpal

  93. #93
    gravatar

    Tolong dong,gimana setting detilnya pemasangan load balancing router Edimax untuk 2 line speedy?Mohon bantuannya,plis?!!!

  94. #94
    gravatar

    Wah….. Kereen mas terimakasih banyak Infonya :D

  95. #95
    gravatar

    wow… blom ngerti aku mas… numpang mbaca aja dolo ya mas… :D

  96. #96
    gravatar

    mas saya lg ngerjain TA ni,,,, saya punya kasus begini, saya pake akses internet telkom turun 1 Mbps trus saya mau bagi dibeberapa titik (4 client) melalui kabel FO dan mau bikin backup coneksi internet yang di bagikan melalui wireless. jd setiap client terkoneksi melalui FO dan WLAN, nah gimana caranya klo saya cman mau aktifkan jalur w-lan klo jalur FO terputus koneksinya. mohon pencerahan cos penentu masa depan ni mas. sapa aja boleh ngasih pencerahan,,,,,,

    salam,
    isai j. mangele
    manguncui@gmail.com

  97. #97
    gravatar

    maap mas saya memang kurang tau bahasa it, kami coba pakai load balancing dua speedy dan disitu kami coba pakai satu pc untuk cek load balancingnya dan downstreamnya dapet 900 kbps an, tapi kenapa buat download cuman dapet 20 kbps an, apa load balancingnya belum bekerja???? trims sebelumnya

  98. #98
    gravatar

    Mas jay..Klw yg mas jay tulis ini pke OpenBSD versi brp??
    Tulung atuh mas jay..

  99. #99
    gravatar

    top markotop bang..paham sekali tutornya..thank

  100. #100
    gravatar

    uhhhhhhhhhhhhhhhhhh susah memang masa sih berbelit belit langsun intinya dong???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
    semua orang juga tau kalau yang diatas juma aku mau nanya bisa nga komputer acces internet 1 gateway tapi bisa dua access tanpa harus client eeeeeeeeeeeeeeeeeehhh thans yaaaaaaaaaaa?

  101. #101
    gravatar

    keren bos infonya
    maknyus harus banyak belajar lagi nih gwa
    byme salam kenal

  102. #102
    gravatar

    wah..bang jay…kata sambutanne kayak kata2 GURUKU….ilmiah bgt….sipppppppp

    tapi kl bwt orang awam malah puesing…bagusNya but lagi tutorial langsung ke poinnya aj

  103. #103
    gravatar

    kalau untuk modem GSm bisa tidak di pakai metode load balancing
    :-/

  104. #104
    gravatar

    mas mas, itu yang sudah sukses dengan cara di atas, modem ADSLnya diset sebagai bridge atau pppoe ya? soalnya klo dilihat kan dialnya dari freeBSD, asumsi saya mode bridge ya? teng kyu…

  105. #105
    gravatar

    thanks atas artikelnya,

  106. #106
    gravatar

    mas klo di FEDORA gimana caranya??
    saya nge LB 2 modem3G(IM2) kok yang diterpake ngenet 1 modem aja ya??
    skrip nya pke gini…
    ip route add 192.168.1.0/24 dev eth1 src 192.168.1.10 table bsnl
    ip route add default via 192.168.1.1 table bsnl
    ip route add 192.168.0.0/24 dev eth2 src 192.168.0.10 table tata
    ip route add default via 192.168.0.1 table tata
    ip rule add from 192.168.1.10 table bsnl
    ip rule add from 192.168.0.10 table tata
    ip route add default scope global nexthop via 192.168.1.1 dev eth1 weight 1 nexthop via 192.168.0.1 dev eth2 weight 1

    tolong dong kasi solusi mas

  107. #107
    gravatar

    saya kurang mengeti mengenai load balencing pada coding bsd td tapi saya lebih paham lagi klo menggunakan sqid pada router linuk
    mohon pencerahaannya

  108. #108
    gravatar

    mas kalo dua koneksi speedy dipake dlm satu router tanpa load balance,dg gateway yang sama dan pembatasan ip add bisa apa engga yaa? agar bisa share data dan printer gitu.
    tolong doong infonya buat nyang ngerti

  109. #109
    gravatar

    Nice info boz..

  110. #110
    gravatar

    [...] Untuk Lebih detail : Sumber http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]

  111. #111
    gravatar

    PF Rules Untuk DMZ…

    Latar Belakang Ada permintaan dari seorang teman untuk membantu setup DMZ di kantornya. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut: Router utama yang menghadap ke internet memiliki 1 interface internal dan 2 interface external yang akan tersambung ke…

  112. #112
    gravatar

    Trims infonya mas…

  113. #113
    gravatar

    itu scrip ditaro / di edit dimana om……

    bingung ?????

  114. #114
    gravatar

    Tulisannya, bagus, jelas. Kalo kata bank al kepanjangan, itu sih dia aja yg ga tau standar gaya tulisan luar negeri. Di luar negeri labih panjang-panjang lagi, buku pun tebel2 banget, dan justru itulah yang kaya penjelasan, detil dan terbukti membuat bangsa2 di luar negeri sana labih pinter dan unggul di bidang teknologi dll.

    Lajutkan Bang Jay…!!!

    Ted.

  115. #115
    gravatar

    saya gak akan mencela maupun memuji tulisan ini…
    tapi kalo ulasan ini dijadikan buku yang lengkap dengan tutorial..
    saya yang akan pertama kali beli…

    Buat penulis salut sudah membagi ilmu.’
    Banyak orang pintar tapi orang yang mau menularkan kepintarannya sangat jarang..(yg minteri buanyakk)

  116. #116
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]

  117. #117
    gravatar

    load balancing itu bukan 1 + 1 = 2 tp…..
    1 + 1 = 1 + 1
    pahami itu dijamin ntar ngerti apa itu prinsip dasar load balancing

  118. #118
    gravatar

    mas minta pencerahan newbie nih…..saya punya : 1 modem….2 lancard….

    - ip modem : 192.168.1.1
    - ip rl0 : 192.168.1.2
    - ip rl1 : 192.168.0.1 -> ke hub

    gimana ya setting di freebsd 7.2 biar client bisa internet dari ip rl1…thank’s

  119. #119
    gravatar

    Saya sedang mengembangkan warnet dgn 2 jaringan speedy, idenya load balancing. tapi nga tau harus memulai dari mana. Tolong ya….

    Semua syntax itu ditulis dimana ?
    Apakah ada program yang harus diinstall dulu ?
    Itu syntax di linux ya ?
    Apakah ada tutorial yang lebih DETAIL, step by step ?

    Terima kasih

  120. #120
    gravatar

    [...] Untuk Lebih detail : Sumber http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]

  121. #121
    gravatar

    Bisa minta tolong jelasin cara settingnya menggunakan winbox gak?….

  122. #122
    gravatar

    Postingnya ajib bos. Salam bloger! Referensi artikel terkait dapat walking ke http://apin.tk/load-balance-nth-2-adsl-berikut-internal-web-proxy-pada-mikrotik-3-xx/ maturnuwon :-)

  123. #123
    gravatar

    [...] Load Balancing Dual DSL Speedy di Satu Router on FreeBSD February 9, 2011 Gigih Forda Nama Leave a comment Go to comments Reffer to  dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]

  124. #124
    gravatar

    mas kalo pakai DSL dan modem usb CDMA caranya sama aja ?
    bedanya yang usb jadi ppp0 ya ?
    thanks

  125. #125
    gravatar

    Likewise, you have to research the online vendor before you make a
    purchase. If the wrist watch is somewhat unique, expect that you have to pay a big amount of
    money for it. Buyers have got a lot of options through
    which they have to choose and they can get a general understanding
    as to how they have to match their watch shape to the wrist size they have and it should also be done according
    to the length of the hand and its size.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.