Load Balancing Dual DSL Speedy di Satu Router
Jumat, 7 September 2007M
24 Syaban 1428H
- Tracking System
- International phone card
Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus dan korporasi tentang load balancing dua atau lebih koneksi internet. Cara praktikal sebenarnya banyak dijumpai jika kita cari di internet, namun banyak yang merasa kesulitan pada saat diintegrasikan. Penyebab utamanya adalah karena kurang mengerti konsep jaringan, baik di layer 2 atau di layer 3 protokol TCP/IP. Dan umumnya dual koneksi, atau multihome lebih banyak diimplementasikan dalam protokol BGP. Protokol routing kelas ISP ke atas, bukan protokol yang dioprek-oprek di warnet atau jaringan kecil.
Berikut beberapa konsep dasar yang sering memusingkan:
1. Unicast
Protokol dalam trafik internet yang terbanyak adalah TCP, sebuah komunikasi antar host di internet (praktiknya adalah client-server, misal browser anda adalah client maka google adalah server). Trafik ini bersifat dua arah, client melakukan inisiasi koneksi dan server akan membalas inisiasi koneksi tersebut, dan terjadilah TCP session (SYN dan ACK).
2. Destination-address
Dalam jaringan IP kita mengenal router, sebuah persimpangan antara network address dengan network address yang lainnya. Makin menjauh dari pengguna persimpangan itu sangat banyak, router-lah yang mengatur semua trafik tersebut. Jika dianalogikan dengan persimpangan di jalan, maka rambu penunjuk jalan adalah routing table. Penunjuk jalan atau routing table mengabaikan “anda datang dari mana”, cukup dengan “anda mau ke mana” dan anda akan diarahkan ke jalan tepat. Karena konsep inilah saat kita memasang table routing cukup dengan dua parameter, yaitu network address dan gateway saja.
3. Source-address
Source-address adalah alamat IP kita saat melakukan koneksi, saat paket menuju ke internet paket akan melewati router-router ISP, upstream provider, backbone internet dst hingga sampai ke tujuan (SYN). Selanjutnya server akan membalas koneksi (ACK) sebaliknya hingga kembali ke komputer kita. Saat server membalas koneksi namun ada gangguan saat menuju network kita (atau ISPnya) maka komputer kita sama sekali tidak akan mendeteksi adanya koneksi. Seolah-olah putus total, walaupun kemungkinan besar putusnya koneksi hanya satu arah.
4. Default gateway
Saat sebuah router mempunyai beberapa interface (seperti persimpangan, ada simpang tiga, simpang empat dan simpang lima) maka tabel routing otomatis akan bertambah, namun default router atau default gateway hanya bisa satu. Fungsinya adalah mengarahkan paket ke network address yang tidak ada dalam tabel routing (network address 0.0.0.0/0).
5. Dua koneksi
Permasalahan umumnya muncul di sini, saat sebuah router mempunyai dua koneksi ke internet (sama atau berbeda ISP-nya). Default gateway di router tetap hanya bisa satu, ditambah pun yang bekerja tetap hanya satu. Jadi misal router NAT anda terhubung ke ISP A melalui interface A dan gateway A dan ke ISP B melalui interface B dan gateway B, dan default gateway ke ISP A, maka trafik downlink hanya akan datang dari ISP A saja. Begitu juga sebaliknya jika dipasang default gateway ke ISP B.
Bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut?
Konsep utamanya adalah source-address routing. Source-address routing ibaratnya anda dicegat di persimpangan oleh polisi dan polisi menanyakan “anda dari mana?” dan anda akan ditunjukkan ke jalur yang tepat.
Pada router NAT (atau router pada umumnya), source-address secara default tidak dibaca, tidak dipertimbangkan. Jadi pada kasus di atas karena default gateway ke ISP A maka NAT akan meneruskan paket sebagai paket yang pergi dari IP address interface A (yang otomatis akan mendapat downlink dari ISP A ke interface A dan diteruskan ke jaringan dalam).
Dalam jaringan yang lebih besar (bukan NAT), source-address yang melewati network lain disebut sebagai transit (di-handle dengan protokol BGP oleh ISP). Contoh praktis misalnya anda membeli bandwidth yang turun dari satelit melalui DVB, namun koneksi uplink menggunakan jalur terestrial (dial-up, leased-line atau fixed-wireless). Dalam kasus ini paket inisiasi koneksi harus menjadi source-address network downlink DVB, agar bandwidth downlink dari internet mengarah DVB receiver, bukan ke jalur terestrial.
Di lingkungan Linux, pengaturan source-address bisa dilakukan oleh iproute2. Iproute2 akan bekerja sebelum diteruskan ke table routing. Misal kita mengatur dua segmen LAN internal agar satu segmen menjadi source-address A dan satu segmen lainnya menjadi source-address B, agar kedua koneksi ke ISP terutilisasi bersamaan.
Penerapan utilisasi dua koneksi tersebut bisa mengambil tiga konsep, yaitu round-robin, loadbalance atau failover.
6. Round-robin
Misalkan anda mempunyai tiga koneksi internet di satu router NAT, koneksi pertama di sebut Batman, koneksi kedua disebut Baskin dan koneksi ketiga disebut Williams, maka konsep round-robin adalah sang Robin akan selalu berpindah-pindah secara berurutan mengambil source-address (bukan random). Misal ada satu TCP session dari komputer di jaringan internal, maka koneksi TCP tersebut tetap di source-address pertama hingga sesi TCP selesai (menjadi Batman & Robin). Saat TCP session Batman & Robin tersebut belum selesai, ada ada request koneksi baru dari jaringan, maka sang Robin akan mengambil source-address koneksi berikutnya, menjadi Baskin & Robin. Dan seterusnya sang Robin akan me-round-round setiap koneksi tanpa memperhatikan penuh atau tidaknya salah satu koneksi.
Pasti anda sedang pusing membaca kalimat di atas, atau sedang tertawa terbahak-bahak.
7. Loadbalance
Konsep loadbalance mirip dengan konsep round-robin di atas, hanya saja sang Robin dipaksa melihat utilisasi ketiga koneksi tersebut di atas. Misalkan koneksi Batman & Robin serta Baskin & Robin sudah penuh, maka koneksi yang dipilih yang lebih kosong, dan koneksi yang diambil menjadi Robin Williams. Request koneksi berikutnya kembali sang Robin harus melihat dulu utilisasi koneksi yang ada, apakah ia harus menjadi Batman & Robin, Baskin & Robin atau Robin Williams, agar semua utilisasi koneksi seimbang, balance.
8. Failover
Konsep fail-over bisa disebut sebagai backup otomatis. Misalkan kapasitas link terbesar adalah link Batman, dan link Baskin lebih kecil. Kedua koneksi tersebut terpasang online, namun koneksi tetap di satu link Batman & Robin, sehingga pada saat link Batman jatuh koneksi akan berpindah otomatis ke link Baskin, menjadi Baskin & Robin hingga link Batman up kembali.
*makan es krim Haagendaz dulu*
Tools NAT yang mempunyai ketiga fitur di atas adalah Packet Firewall (PF) di lingkungan BSD, disebut dengan nat pool. Saya belum menemukan implementasi yang bagus (dan cukup mudah) di Linux dengan iproute2.
*Uraian panjang di atas hanyalah kata sambutan sodara-sodara…*
Berikut contoh implementasi load balance dua koneksi sesuai judul di atas. Dijalankan di mesin OpenBSD sebagai NAT router dengan dua koneksi DSL Telkom, interface ethernet sk0 dan sk1.
1. Aktifkan forwarding di /etc/sysctl.conf
net.inet.ip.forwarding=1
2. Pastikan konfigurasi interface dan default routing kosong, hanya filename saja
# /etc/hosts.sk0 # /etc/hosts.sk1 # /etc/hostname.sk0 # /etc/hostname.sk1 # /etc/mygate
Script koneksi DSL Speedy, pppoe0 untuk koneksi pertama dan pppoe1 untuk koneksi kedua. Sesuaikan interface, username dan passwordnya. Jangan lupa, gunakan indent tab.
# /etc/ppp/ppp.conf
default:
set log Phase Chat LCP IPCP CCP tun command
set redial 15 0
set reconnect 15 10000
pppoe0:
set device "!/usr/sbin/pppoe -i sk0"
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname blahblahblah@telkom.net
set authkey asaljangandejek
add! default HISADDR
enable dns
enable mssfixup
pppoe1:
set device "!/usr/sbin/pppoe -i sk1"
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname blahblahblah2@telkom.net
set authkey vikingboneksamasaja
add! default HISADDR
enable dns
enable mssfixup
3. Aktifkan interface sk0 dan sk1
# ifconfig sk0 up # ifconfig sk1 up
4. Jalankan PPPoE, Point to Point Protocol over Ethernet.
# ppp -ddial pppoe0 # ppp -ddial pppoe1
5. Jika koneksi Speedy berhasil, IP address dari Speedy akan di-binding di interface tunneling tun0 dan tun1
# ifconfig tun0: flags=8051mtu 1492 groups: tun egress inet 125.xxx.xxx.113 --> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff tun1: flags=8051 mtu 1492 groups: tun inet 125.xxx.xxx.114 --> 125.163.72.1 netmask 0xffffffff
6. Dan default gateway akan aktif
# netstat -nr |more Routing tables Internet: Destination Gateway Flags Refs Use Mtu Interface default 125.163.72.1 UGS 7 17529 - tun0
7. Serta konfigurasi resolver DNS pun akan terisi
# cat /etc/resolv.conf lookup file bind nameserver 202.134.2.5 nameserver 203.130.196.5
8. Aktifkan Packet Firewall pf
# /etc/rc.conf pf=”YES”
9. Script Packet Firewall NAT dan balancing dengan round-robin (ganti round-robin dengan loadbalance jika lebih sesuai dengan kebutuhan anda). Baris yang di-indent masih termasuk baris di atasnya. Entah kenapa tag <pre> malah menghilangkan karakter backslash (\).
# /etc/pf.conf
lan_net = "10.0.0.0/8"
int_if = "vr0"
ext_if1 = "tun0"
ext_if2 = "tun1"
ext_gw1 = "125.163.72.1"
ext_gw2 = "125.163.72.1"
# scrub all
scrub in all
# nat outgoing connections on each internet interface
nat on $ext_if1 from $lan_net to any -> ($ext_if1)
nat on $ext_if2 from $lan_net to any -> ($ext_if2)
# pass all outgoing packets on internal interface
pass out on $int_if from any to $lan_net
# pass in quick any packets destined for the gateway itself
pass in quick on $int_if from $lan_net to $int_if
# load balance outgoing tcp traffic from internal network.
pass in on $int_if route-to \
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
proto tcp from $lan_net to any flags S/SA modulate state
# load balance outgoing udp and icmp traffic from internal network
pass in on $int_if route-to \
{ ($ext_if1 $ext_gw1), ($ext_if2 $ext_gw2) } round-robin \
proto { udp, icmp } from $lan_net to any keep state
# general "pass out" rules for external interfaces
pass out on $ext_if1 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if1 proto { udp, icmp } from any to any keep state
pass out on $ext_if2 proto tcp from any to any flags S/SA modulate state
pass out on $ext_if2 proto { udp, icmp } from any to any keep state
10. Aktifkan script yang diperlukan di /etc/rc.local agar setiap reboot langsung bekerja.
ifconfig sk0 up ifconfig sk1 up # aktifkan speedy ppp -ddial pppoe0 ppp -ddial pppoe1
PF akan langsung bekerja membaca /etc/pf.conf.
Jika harus me-restart koneksi DSL Speedy, pastikan pppoe dimatikan dulu
# pkill ppp
Jika tidak, maka ppp akan membuat tunneling baru menjadi tun2, tun3 dan seterusnya.
11. Untuk memantau fungsi nat pool round-robin di atas bekerja atau tidak, bisa menggunakan tools pftop yang bisa diambil di http://www.eee.metu.edu.tr/~canacar/pftop/
Jika anda mengoptimasikan koneksi jaringan juga dengan menggunakan proxy, misalnya Squid, maka proxy Squid jangan dipasang juga di mesin router NAT tersebut, sebab saat Squid mengakses halaman web ke internet; oleh PF dianggap bukan sebagai koneksi NAT, jadi tidak akan di-balance, dan akan stay mengambil interface utama dan default gateway pertama. Simpanlah mesin proxy/squid di belakang router NAT, agar koneksi proxy ke internet menjadi trafik NAT yang akan di-balance oleh script PF di atas.
–
Thanks to Starchie dan Hengky atas tutorial basic PF di OpenBSD.
Jumat, 7 September 2007 @ 15:10
Using
apakah cara diatas bisa diterapkan pada 2 ISP yang berbeda ? 1 memakai Router ADSL – 1 memakai router wireless
Jumat, 7 September 2007 @ 15:14
Using
#2: PF NAT pool tidak mengenal Speedy, wireless, atau apapun nama ISP. Sesuaikan saja konfigurasinya, ganti parameter seperti internal interface, eksternal interface, ip address, network lokal dsb.
*kata sambutan saya gagal dipahami sodara-sodara…*
Jumat, 7 September 2007 @ 15:26
Using
nitip salam buat robin yah..
oh iya, robin koq udah gag sama betmen lagi sich?
Jumat, 7 September 2007 @ 15:28
Using
eh iya, paling jadul safarinya siapa? saya atau kang jay?
Jumat, 7 September 2007 @ 15:34
Using
woalah
sudah lama meninggalkan dunia begini :((
Jumat, 7 September 2007 @ 15:51
Using
#5
sekarang lagi di dunia apa? kapan kawin?
Jumat, 7 September 2007 @ 15:56
Using
alternatif loadbalancing mudah di linux:
/sbin/ip route add equalize default scope global nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_1 nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_2 nexthop via GANTI_JADI_GATEWAY_IP_3
Jumat, 7 September 2007 @ 16:03
Using
terus es krim nya mannnna ???
Jumat, 7 September 2007 @ 17:16
Using
habis 5, kok 5 lagi?
Jumat, 7 September 2007 @ 17:37
Using
Mencoba memahami, terbantu dengan analogi jalan dan polisi yang dikira main cegat, ternyata bageur, cuma mo nunjukin jalan yang benar. Setengah ke bawah, udah pusing jadinya, apalagi ada Robin yang gonta-ganti pasangan.
Makasih mas buat berbagi ilmunya.
Jumat, 7 September 2007 @ 20:00
Using
Tulisan Mas Jay sebetulnya bagus banget dan analoginya pas banget. Namun mungkin karena kepanjangan, maka orang cenderung malas membaca keseluruhan dan akhirnya malah tidak menangkap maksudnya.
Ada yang bilang bahwa tulisan artikel yg ideal itu sekitar 3000 kata. Mungkin akan cocok jika dibuat bersambung untuk konsumsi pembaca blog seperti ini.
Jumat, 7 September 2007 @ 20:09
Using
Q: Who is betmen?
A: I’m betmen hahahhaha
Jumat, 7 September 2007 @ 20:36
Using
Masih bingung. Tanya aja dulu, dah lama kang Jay tak nulis yang beginian. Ditanduk sekarang dengan pertanyaan. Ada 2 buah koneksi internet, 1 koneksi speedy, berfungsi untuk melayani koneksi browsing dan 1 lagi pakai isp wireless, difungsikan untuk melayani beberapa server (dns/web/mail). Karena speedy akan dimamfaatkan menjadi tulang punggung up/down. Namun, ketika si speedy putus, langsung (semi auto) berpindah ke ISP wireless. Saya masih bingung untuk meletakkan rancang network, dan implementasi fail over-nya.
Gimana Kang, eneng clue?
Jumat, 7 September 2007 @ 22:51
Using
Untung pake Speedy cuman di rumahan & cuma pake sendiri aja jadi ga perlu repot :D.
Sabtu, 8 September 2007 @ 7:19
Using
#13: Kasus anda punya parameter tambahan.
Link Speedy anda digunakan untuk MENGAKSES internet.
Link wireless anda digunakan untuk DIAKSES dari internet.
Untuk kasus DIAKSES DARI INTERNET, anda tidak bisa menggunakan konsep round-robin atau failover, karena yang namanya DNS/WEB/MAIL itu FIXED IP address-nya, kecuali anda menerapkan DUA IP address untuk SATU HOSTNAME DNS/WEB/MAIL, masih ada kemungkinan konsep failover diterapkan.
Jika failover yang dimaksud untuk MENGAKSES internet, maka router Speedy anda harus menerapkan failover agar DEFAULT GATEWAY (yang tadinya ke gateway Speedy) di-redirect ke router Wireless (kemudian di-NAT oleh router Wireless ke internet).
Sabtu, 8 September 2007 @ 19:04
Using
Ada yg mau jawab ga yaaaah, aku punya masalah dikit nieh dengan koneksi speedy, aku punya 3 koneksi speedy dan 3 gateway cuma speed dan bandwidth nya masih kurang, aku mau yg dua koneksi itu disatukan menjadi 1 gateway gimane caranya ya? dengan harapan yg gabungan dua koneksi bisa nyatu, dan speed dan bandwidthnya bisa gabung (double) bisa kaga yaaaah?
atas bantuannya saya terima kasih.
Sabtu, 8 September 2007 @ 20:29
Using
#16: Gabungan seperti itu namanya bonding atau trunking. Bonding dan Trunking itu diterapkan di layer 2, bukan layer 3 TCP/IP, dan harus di dua sisi (sisi router pelanggan dan sisi router DSLAM), jadi harus ada keterlibatan pihak ISP.
Senin, 10 September 2007 @ 10:57
Using
Versi utk linuxnya ditunggu nih.. openBSD terlalu rumit.
Senin, 10 September 2007 @ 20:16
Using
apa g kebalik? klo nurut aku sih pake PF lebih ringkes dan fleksibel trus lebih powerfull. just my selfish thought or else (dunno)…
Senin, 10 September 2007 @ 22:00
Using
Duh koneksinya cuman batman ajah :(
Selasa, 11 September 2007 @ 1:01
Using
#19 iya lebi ringkes kayanya
Kamis, 13 September 2007 @ 17:57
Using
Aku mau tanya nih, aku punya dua server di tempat yang berbeda, masing2 menggunakan ADSL Speedy, bagaimana dan menggunakan apa supaya komputer yang satu dapat mengakses komputer yang lainnya di tempat yang berbeda?
Jumat, 14 September 2007 @ 14:28
Using
Lama ga nulis, kembali serius ya jay?
Eniwey, kok ga ada kata sambutan menyambut ramadhan??
Puasa juga kan..?!
Jumat, 14 September 2007 @ 20:59
Using
#24: Belum nemu sesuatu yang menarik aja untuk ditulis.
Rabu, 19 September 2007 @ 0:41
Using
kang mau nanya boleh yah? gimana caranya supaya saya itu bisa punya dua koneksi supidi haratis? terima kasih kang.
Rabu, 19 September 2007 @ 1:50
Using
#25: Pertama, install Linux.
Rabu, 19 September 2007 @ 12:06
Using
kedua,
bayar heula kiriditan
Kamis, 20 September 2007 @ 16:00
Using
Kang, ini kasus kebalikannya.
Saya punya bw 128 dari ISP, trus saya ingin setting:
- 64kbps khusus untuk Point to Point VPN
- Sisanya untuk internetan biasa,
bw VPN hrs tidak kurang dari 64, kalo lebih gak apa2.
Bagaimana settingan-nya?
Mohon saran.
Kamis, 20 September 2007 @ 21:46
Using
numpang tanya yah, saya ingin menggunakan leased line dengan internet speedy, apa yang saya perlukan? bisakah saya menggabungkan dengan sebuah router load balancing 2 port wan? 1 port ke modem leased-line, 1 lagi ke modem adsl?? mohon bantuannya.. thx b4
Kamis, 20 September 2007 @ 23:12
Using
#29: Bisa, tambahin aja variabel interface-nya dan tambah baris balancingnya menjadi 4 interface.
Jumat, 28 September 2007 @ 13:33
Using
[...] di ambli dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus [...]
Minggu, 30 September 2007 @ 1:05
Using
mas katanya ada alatnya yah yang jadiii
kayak modemnya gituuu
apa benerrrrr
mohonn jawababnya
Senin, 1 Oktober 2007 @ 3:08
Using
sumpah pusinggg..
baru baca setengah…. ambil panadol..
baca sampe robin…. tenggak panadol..
baca terus ke bawah…. mata berkunang-kunang..
akhirnya rebahan di kasur sambil ngelamun andai ada cloningan otak ….
Selasa, 9 Oktober 2007 @ 21:01
Using
Tutorial bagus mas jay!
cuma saya agak bingung nih…bagaimana kalo dalam satu meisn yg sama ada squidnya. dimana biasanya squid akan mengacu pada default gateway!
saya sdh coba2..tetep saja squid larinya lewat deafult gateway!
ada pencerahan mas???
Thanks
Santai Man
Rabu, 10 Oktober 2007 @ 9:08
Using
#34: Itu sudah disebut di bagian akhir. Squid melakukan koneksi ke luar, dianggap sebagai apps yang melakukan koneksi dari localhost, karena dari localhost di-ignore oleh pf, dan koneksi mengikuti default gateway.
Minggu, 14 Oktober 2007 @ 0:15
Using
Tempatku dah bikin load balancing dari vsat dan speedy, sebagian koneksi untuk warnet dan sebagian lagi untuk rt-rw net via wireles, kita pakai mikrotik untuk load balancer dan linux untuk squid di server, nameservernya saya isi ip dari kedua ISP tersebut, sedangkan disisi mikrotik saya kosongin dns-nya, sekarang sudah bisa jalan dan berhasil, tapi masalahnya kadang- kadang suka dns error sehingga tidak bisa buat browsing, kalau saya restart power modem dan nyalakan lagi bisa kembali seperti biasa, tapi mirc, ym tidak putus. sepertinya dns-nya suka hilang/konkesinya yang bingung mau ngambil koneksi yang dari mana. Masalahnya dimana ya? apa karena modemnya? ada Solusi pak jay (atau mas ya?)
Selasa, 23 Oktober 2007 @ 23:07
Using
thanks mas buat infonya, bermanfaat sekali :) salam kenal
Kamis, 25 Oktober 2007 @ 11:58
Using
berarti kesimpulanya “menyediak 1 pc untuk router atau mikrotik untuk di jadikan server load balance ”
sedangkan koneksi dari speedy tetep pakai mdoem adsl, koneksi dr ISP tetep pakai Wireless equip.
so.. bisakah masukan koneksi bisa lebih dari tiga ? batman, robin, william, wongso ?
:D
Kamis, 25 Oktober 2007 @ 19:26
Using
#34: Itu sudah disebut di bagian akhir. Squid melakukan koneksi ke luar, dianggap sebagai apps yang melakukan koneksi dari localhost, karena dari localhost di-ignore oleh pf, dan koneksi mengikuti default gateway.
———————————————————————————–
Jadi memang tidak bisa ya mas kalo squid jadi satu mesin dgn mesin NAT utk load balancing. jadi harus sediakan lagi satu mesin utk squid. Saya kurang paham yg dimaksud mesin squid ditaruh di belakang router/mesin NAT. bisa di jelaskan lebih detil mas jay?
Selasa, 30 Oktober 2007 @ 7:14
Using
[...] to dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ “ Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan [...]
Selasa, 30 Oktober 2007 @ 14:52
Using
[...] =======> dikutip dari http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]
Senin, 5 November 2007 @ 9:51
Using
mas bagai mana caranya memekai ‘win route’. saya bwat konekkan internet saya ke pc tman, menggunakan jaringan Hub. yang konec internet cman 1 pc. pake modem adsl. sblummya makasi bnyak. tolong kirimkan aja blasannya ke emai saya
Selasa, 6 November 2007 @ 23:43
Using
mas bagai mana caranya kalau tidak hanya dua koneksi? saya pake 1.speedy 2.dari isp a 3.isp b 3. dari isp c. sedang kan up load dan down loadnya berbeda beda?
Rabu, 7 November 2007 @ 10:15
Using
#42: Entah, lupa. Di windows saya hanya pernah nge-set ICS defaultnya WindowsXP.
#43: Tambahkan variabel interface ketiga ke dalam script di atas.
Sabtu, 10 November 2007 @ 16:49
Using
mas tolong caranya kalu pakai linux
Sabtu, 24 November 2007 @ 22:36
Using
Saya tidak mengerti bsd, biasa pakai linux sih :-). Pengalaman saya proxy transparent squid bisa diinstal di mesin linux yg jadi NAT dan Load Balancer. Trafiknya akan merata di setiap interface internet. Kalau mau maksa agar ip client tertentu misal 192.168.0.1 keluar dari interface internet A juga bisa asal di squid.conf ditambahkan baris2 ini:
acl groupA src “/etc/squid/groupA”
acl groupB src “/etc/squid/groupB”
tcp_outgoing_address ip_address_speedy_1 groupA
tcp_outgoing_address ip_address_speedy_2 groupB
Anggap saja ip client adalah 192.168.0.1 sampai 192.168.0.6, maka buat file groupA
dan groupB sbb:
/etc/squid/groupA
192.168.0.1/32
192.168.0.2/32
192.168.0.3/32
/etc/squid/groupB
192.168.0.4/32
192.168.0.5/32
192.168.0.6/32
Masalahnya kalau koneksi A putus, maka agar squid tidak lholhak lholhok (suroboyo-an :-) untuk mengantarkan request dr ip2 groupA, file squid.conf harus diedit kembali agar tidak menggunakan fitur tcp_outgoing. Tentu saja editing ini harus otomatis alias pakai script agar tidak menyusahkan admin.
Saat ini saya lagi membantu teman setup server dengan dua koneksi speedy office unlimited (load balancing). Pakai slackware 10.2. Asal tahu saja, dua koneksi tsb tidak ada yg stabil, jadi kadang 1 putus, 1 hidup, bisa jadi dua2nya putus. Nah, saya buat script sederhana yg mantau dua koneksi tsb. Saat saya ketik ini, satu koneksi putus, satu koneksi hidup. Saat koneksi yg putus hidup kembali maka load balancing is on again. Mantau koneksinya pakai script yg diaktifkan tiap 2 menit sekali (cronjob).
Selasa, 27 November 2007 @ 3:01
Using
mas maaf sebelumnya,apa ip a gk bentrok?trus apakah tiap2 card udh ada fiturnya sendiri???..trus gmn ngatur ip na???apakah sperti ngatur ip pada router biasa,misalkan d-link 634 gitu.mohon pencerahannya…
Jumat, 14 Desember 2007 @ 15:11
Using
kalau menggunakan mikrotik, konfigurasinya gimana ya ?
Selasa, 1 Januari 2008 @ 23:41
Using
klo high availability om…..:D
Kamis, 3 Januari 2008 @ 13:58
Using
kang jay pindah pake openbsd tooh biasanya slackware …
Sabtu, 5 Januari 2008 @ 10:20
Using
mas jay…
saya coba di mesin freebsd 6.2-stable….dimana config2 anda sudah saya sesuaikan di mesin freebsd. kebetulan 2 line speedy saya di satu gateway…spt contoh config anda.
problem di pppoe kedua…..tdk bisa set ip …keterangan nya file exist. jadi pppoe speedy2 tdk bisa up.
tun1: Error: ifcase_inAdd: ioctl(SIOCAIFADDR): 125.164.9.216: File exists
tun1: Error: ipcp_InterfaceUp: unable to set ip address
kalo saya googling..masalahnya karena 2 pppoe tsb di gateway sama….!
berikut ppp.conf saya :
default:
set log Phase Chat LCP IPCP CCP tun command
set redial 15 0
set reconnect 15 10000
speedy1:
set device PPPoE:rl0
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname xxxxxxxx130@telkom.net
set authkey **********
add default HISADDR
enable dns
enable mssfixu
speedy2:
set device PPPoE:rl1
disable acfcomp protocomp
deny acfcomp
set mtu max 1492
set mru max 1492
set crtscts off
set speed sync
enable lqr
set lqrperiod 5
set cd 5
set dial
set login
set timeout 0
set authname xxxxxxxx145@telkom.net
set authkey ********
add default HISADDR
enable dns
enable mssfixu
ada pencerahan mas mengenai problem saya ??
sementara ini saya load balancing dgn 1 dial dari server satunya dial dari modem!
Senin, 28 Januari 2008 @ 6:29
Using
[...] Banyak pertanyaan dari teman-teman, terutama para operator warnet, admin jaringan sekolah/kampus dan korporasi tentang load balancing dua atau lebih koneksi internet. Cara praktikal sebenarnya banyak dijumpai jika kita cari di internet, namun banyak yang merasa kesulitan pada saat diintegrasikan. Penyebab utamanya adalah karena kurang mengerti konsep jaringan, baik di layer 2 atau di layer 3 protokol TCP/IP. Dan umumnya dual koneksi, atau multihome lebih banyak diimplementasikan dalam protokol BGP. Protokol routing kelas ISP ke atas, bukan protokol yang dioprek-oprek di warnet atau jaringan kecil. (more…) [...]
Rabu, 30 Januari 2008 @ 8:55
Using
aduh aduh pusing kang
ada ngga yang lebih simply and the best * maklum orang kaya *
hardware apalah yang bisa menghandle that probelm
Jumat, 1 Februari 2008 @ 18:57
Using
b’ aq da masalah dikit n3.
aq operator di salah satu warnet yang berlanggann speedy. aq mu pasang dua lan bisa g’ di gabung menjadi satu?
dan program apa yang bisa membagi bendwith untuk tiap2 client biar adil.
jd yang satu download biar yang satu lg g’ ngedrop.
Sabtu, 23 Februari 2008 @ 23:31
Using
pake router load balancing lebih gampang ada 4 port WAN …merk edimax
Minggu, 24 Februari 2008 @ 23:51
Using
saya mau tanya sekarang di tempat saya yaitu rt/rw net ada 3 line speedy, gmana cara supaya jaringan LAN-nya nyambung diganbung 3 speddy harus pake alat apa ?
mohon petunjuk.
wass.
Selasa, 18 Maret 2008 @ 12:42
Using
http://unilanet.unila.ac.id/~gigih/index.php?option=com_content&task=view&id=137&Itemid=34
yh mana yg asli
Kamis, 27 Maret 2008 @ 12:28
Using
[...] http://yulian.firdaus.or.id/ [...]
Minggu, 13 April 2008 @ 5:10
Using
kang jay…klo LB di linux bsa kaya LB di modem 2 wan port Dlink ga? misal pake speedy 2 line..maka waktu donlot kta dapet 80 kbps ( total si bw speedy nya ) ..tolong jawabannya kirim ke email ya ^^
Rabu, 23 April 2008 @ 10:21
Using
Yap.. tulisan yang membahas dari dasar ini yang lagi saya cari untuk acuan, trima kasih banyak ya Mas..
Senin, 28 April 2008 @ 5:27
Using
Minta ijin tuk di kopi di Arsip sayah.. :D
Selasa, 13 Mei 2008 @ 18:32
Using
Tanya donk..
Bisa gak kalo 10 connection speedy dijadikan satu ?soalnya ada teman di remote area kalo pake satelite mahal, kalo pakai speedy, Telkom minta minimum 10 pelanggan baru bisa pasang dan gak orang lain yg mo pasang. satu2 jalan, kita yg pasang sendiri dgn berlanggan 10 connection.
trims
Kamis, 22 Mei 2008 @ 0:44
Using
jadi cara diatas berguna untuk settingan pd server mas?
saya lg mencoba ni mas….
Minggu, 25 Mei 2008 @ 22:37
Using
gmn sih cr settingan ny mas?
tolong jelasin secara detail donk mas….
thx mas…
Selasa, 1 Juli 2008 @ 9:35
Using
misale pake 2 isp, trus masing2 isp 1 mbps
setelah pake load balancing
apakah hasilnya sama dengan 2 mbps?
atau tetep 1 mbps tapi antrian di tiap2 eth lebih cepat?
Kamis, 10 Juli 2008 @ 17:02
Using
Om Jay, menurut http://openbsd.org/faq/pf/pools.html, pf melakukan loadbalancing menggunakan metode round-robin, bitmask, random & source-hash. Gimana ya konfigurasinya agar loadbalancing-nya mempertimbangkan kondisi utilisasi link? bisa pakai keyword ‘loadbalance’ untuk menggantikan round-robin gitu?
Jumat, 18 Juli 2008 @ 10:14
Using
Mas saya mo nanya neh gmn ya…saya kan buka warnet pake 2 modem,trus saya ingin billing tetap satu…gmn cara menyambungkan billing tersebut….?
Selasa, 19 Agustus 2008 @ 16:45
Using
Mas Tanya nich, Kantor saya menggunakan 2 kabel Modem, untuk speedy dan Indosat
Modem speedy speednya bagus, tapi yg Indosat rendah.
Gimana caranya supaya PC saya selalu nyambung ke Modem Speedy ?
Trim’s
Senin, 25 Agustus 2008 @ 11:24
Using
#68 Tarik aja kabel UTP dari pc ke modem speedy :) dijamin anda akan selalu pakai speedy :P
Tp sy ada pertanyaan lain : Saya ada 2 spedy, masing2 office. Gimana caranya, supaya urusan upstream menggunakan speedy A, sedangkan downstreamnya menggunakan speedy B. Jadi kayak semacam DVB vsat, upstream pakai jalur terestrial, dowmstreamnya pakai satelit.
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 7:45
Using
Mas, artikelnya mantap bener! ini yg gw cari2 yang masih membingungkan gw. Gimana caranya bikin load balancing utk outgoing sedangkan default gateway kan cuma boleh satu. tenkyu banget pencerahannya! :)
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 8:11
Using
Kang, kalau dua koneksi ke ISP nya dapet IP statik, bukan dynamic, berarti gimana caranya setting default gatwaey jika /etc/mygate harus kosong terlebih dulu ya? tulungin ya kang.
Selasa, 2 September 2008 @ 11:38
Using
Bro…. coba dech PFsense …basis Free BSD tapi bisa web Base untuk pengontrolan alias CGI… lihat aja di web saya http://www.suryaabadicom.co.cc http://www.suryaabadicom.blogspot.com
semoga bermanfaat
kambeeng
Rabu, 3 September 2008 @ 7:07
Using
Tutorial yang enak banget dibaca ..mudah dicerna habis itu lupa lagi hehehe
Salam kenal kang ..
Hebat nih PF nya OpenBSD
Senin, 15 September 2008 @ 3:37
Using
kalo pake MULTIPTATH nya OpenBSD gimana bang jay???
bagusan mana ama LB nya pf ne ??? trus kalo boleh ‘ambo’ minta pencerahannya buat maen OSPF di openbsd…
tengkyu
rantau.jr
Jumat, 19 September 2008 @ 22:15
Using
Makasih mas tutor nya …waah ruwet yah :) … btw kl under windows bisa ndak ya ? atau settingnya dari bawaan Router ADSL nya ??
klo 2 ISP nya dari Dial Up nya starone menggunakan modem GSM atau CDMA bisa ndak ya ??
Trim’s :)
Sabtu, 27 September 2008 @ 13:42
Using
klo buat gabungin 2line speedy office pke LB yg biasa ada di pasaran gimana yach..??
Selasa, 30 September 2008 @ 1:31
Using
Di atas kan contohnya interface sk0 dan sk1, kalo lebih banyak ya tambah interfacenya, misal jadi ada sk2, sk3 dan seterusnya.
Sabtu, 4 Oktober 2008 @ 3:28
Using
mas saya punya 2 line speedy mau saya load balance plus squid. problemnya rooter (mikrotik)saya masih pentium 3 yg hanya ada 3 slot pci unt NIC dmn 1 NIC unt LAN,1 unt WAN dan 1 unt Squid. saya coba dengan cara melewatkan ke-2 line speedy itu switch hub baru masuk ke rooter. bgm routing dan konfignya mas? kasus saya yg jalan cuman 1 line saja, dan bagaimana cara mengecek koneksi tersbut terpakai keduanya.
trims berat
Agus diana
Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 5:43
Using
mas aku mau tanya nih, kalau aku coba di centos kok dhcp server nya gak jalan yah…
jd dhcp server nya gak broadcast gitu…itu setelah aku compile kernel nya..
itu knp ya mas??
kalau blh share yah :D, krim k email ato YM deh ^^
Sabtu, 11 Oktober 2008 @ 11:54
Using
DHCP server atau DHCP client?
Yang dapat IP namanya DHCP client, yang membroadcast IP (IP pool) namanya DHCP server.
Kamis, 16 Oktober 2008 @ 13:59
Using
Mas ada gak aplikasinya buat balancing??? dimna bsa di unduh (bwt ubuntu)
Minggu, 26 Oktober 2008 @ 11:12
Using
[...] Url : http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/#comment-260693 [...]
Jumat, 31 Oktober 2008 @ 20:07
Using
Kang,,Mw buat TA ny..Tolongin atuh
Kasih tau dunk dasar2ny buat ngegabungin 2ISP klw diimplemntasikan diwarnet
Trus kasih masukan bwt software load balancing apa aja yang bagus
Cz harus ngebandingin 2 software load balancing dengan 2 ISP yang berbeda buat TA
Kira2 Klw speedy bagusnya dibandingin dengan Indosat atau BizNET y kang??
Mksh kang jay,,
Minggu, 2 November 2008 @ 0:42
Using
waahh… analoginya uenak banget yaa,, tapi bagian Batman-Robin jadi mental deh gua
Minggu, 2 November 2008 @ 14:35
Using
masih ga nyambung aku. dikanktor pake vsat im2 (dhcp) dengan aplikasi intranet yang dishare ke daerah lain (jakarta selatan)dengan vpn. akhirnya internet jadi lemot. aku backup dg speedy unlimit biar internetnya cepet. eeee malah masalah mulu. kalo 2 2 konek internet tetap lemot, malah kadang speedy ketarik ke network vsat, loopback. pusing deh. dah dicoba pake 2 nic, dg automatic ip or statik ip, hasilnya sami saja. tolongin donk, aku pengin browsing kenceng (speedy) aplikasi intranet (vpn– vsat) juga lancar. gimana yach …… thanks
(
Jumat, 7 November 2008 @ 9:29
Using
alhamdulillah saya coba sudah berhasil, thx ya mas
:)
aku pk 2 line speedy paket office bisa tembus sampe 1.300.000 kbps
masing2x speedy sekitar 600-700 kbps
cuma ada masalah di pf.conf nya klo saya mau ganti round-robin ke loadbalance atau fail over kok ngak bisa ya, PF ku ngak bise execute
server# pfctl -f /etc/pf.conf
No ALTQ support in kernel
ALTQ related functions disabled
/etc/pf.conf:39: syntax error
/etc/pf.conf:43: syntax error
pfctl: Syntax error in config file: pf rules not loaded
apa ada kompile kernel yg kurang?
mohon pencerahan
apiq
YM: rha_fix@yahoo.com
Jumat, 7 November 2008 @ 13:37
Using
Dari error report-nya sih kernel bilang dia engga punya fungsi ALTQ.
Mungkin pf yang ter-install belum included fungsi ALTQ. Harus dicari-cari dulu di dokumentasi pf.
Jumat, 21 November 2008 @ 9:13
Using
ohh. jadi klo mau dikenal script loadbalancing atau fail over di pf.conf dikernel wajib/harus diaktifkan option ALTQ nya ya mas?tapi script round roubin nya kok udh bisa jalan ya padahal ALTQ nya blm diaktifkan dikernel?mohon pencerahan nya :)
Jumat, 21 November 2008 @ 14:47
Using
Saya kurang hafal detilnya PF atau kernel OpenBSD. Sepertinya konsep round-robin tidak melibatkan ALTQ, karena tidak memantau trafik, hanya mengganti-ganti arah gateway untuk setiap koneksi dari client.
Sepertinya sih dengan round-robin saja sudah cukup membagi koneksi, jadi total request dibagi ke dua gateway. Sedangkan loadbalance yang anda inginkan sepertinya berkaitan dengan trafik incoming yang ingin dikontrol agar masing-masing downlink seimbang.
Catatan: yang namanya trafik incoming sebenarnya tidak bisa dikontrol (request dari client-lah yang bisa dikontrol).
Sabtu, 13 Desember 2008 @ 3:41
Using
Pak mau tanya, untuk loadbalancing dengan cara bapak. Bagaimana dengan bandwidth yang dihasilkan, apakah dijumlahkan atau tetap??
Misalnya kita punya 2 line speedy dengan BW 800kbps, bila kita lakukan speedtest apakah akan menjadi 1,6Mbps atau tetap 800 kbps. Mohon pencerahannya..
Sabtu, 13 Desember 2008 @ 11:34
Using
Bandwidth di satu pipa adalah kumpulan akses. Speedtest hanyalah satu akses. Satu akses berarti hanya satu IP, satu TCP port, jadi tidak akan memenuhi dua link logical (contoh di atas adalah dua link IP Speedy).
Beda halnya jika yang diagregat adalah link fisik, misalnya bonding dua ethernet 100Mbps menjadi 200Mbps, sebab logical IP menjadi satu.
Rabu, 17 Desember 2008 @ 19:56
Using
saya ada masalah dengan jaringan internet saya,diserver saya sudah mendapatkan koneksi internet,tetapi diclientnya tidak bisa dapat,padahal server&clientnya sudah terkoneksi:Tolong panduannya mas,semoga amalnya mas YUL mendapat balasan yang setimpal
Sabtu, 20 Desember 2008 @ 7:57
Using
Tolong dong,gimana setting detilnya pemasangan load balancing router Edimax untuk 2 line speedy?Mohon bantuannya,plis?!!!
Minggu, 21 Desember 2008 @ 6:55
Using
Wah….. Kereen mas terimakasih banyak Infonya :D
Kamis, 8 Januari 2009 @ 2:06
Using
wow… blom ngerti aku mas… numpang mbaca aja dolo ya mas… :D
Rabu, 21 Januari 2009 @ 0:44
Using
mas saya lg ngerjain TA ni,,,, saya punya kasus begini, saya pake akses internet telkom turun 1 Mbps trus saya mau bagi dibeberapa titik (4 client) melalui kabel FO dan mau bikin backup coneksi internet yang di bagikan melalui wireless. jd setiap client terkoneksi melalui FO dan WLAN, nah gimana caranya klo saya cman mau aktifkan jalur w-lan klo jalur FO terputus koneksinya. mohon pencerahan cos penentu masa depan ni mas. sapa aja boleh ngasih pencerahan,,,,,,
salam,
isai j. mangele
manguncui@gmail.com
Kamis, 29 Januari 2009 @ 3:42
Using
maap mas saya memang kurang tau bahasa it, kami coba pakai load balancing dua speedy dan disitu kami coba pakai satu pc untuk cek load balancingnya dan downstreamnya dapet 900 kbps an, tapi kenapa buat download cuman dapet 20 kbps an, apa load balancingnya belum bekerja???? trims sebelumnya
Jumat, 13 Februari 2009 @ 9:28
Using
Mas jay..Klw yg mas jay tulis ini pke OpenBSD versi brp??
Tulung atuh mas jay..
Sabtu, 21 Februari 2009 @ 19:46
Using
top markotop bang..paham sekali tutornya..thank
Senin, 9 Maret 2009 @ 9:51
Using
uhhhhhhhhhhhhhhhhhh susah memang masa sih berbelit belit langsun intinya dong???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
semua orang juga tau kalau yang diatas juma aku mau nanya bisa nga komputer acces internet 1 gateway tapi bisa dua access tanpa harus client eeeeeeeeeeeeeeeeeehhh thans yaaaaaaaaaaa?
Jumat, 13 Maret 2009 @ 14:51
Using
keren bos infonya
maknyus harus banyak belajar lagi nih gwa
byme salam kenal
Jumat, 5 Juni 2009 @ 15:16
Using
wah..bang jay…kata sambutanne kayak kata2 GURUKU….ilmiah bgt….sipppppppp
tapi kl bwt orang awam malah puesing…bagusNya but lagi tutorial langsung ke poinnya aj
Jumat, 19 Juni 2009 @ 16:56
Using
kalau untuk modem GSm bisa tidak di pakai metode load balancing
:-/
Jumat, 19 Juni 2009 @ 19:26
Using
mas mas, itu yang sudah sukses dengan cara di atas, modem ADSLnya diset sebagai bridge atau pppoe ya? soalnya klo dilihat kan dialnya dari freeBSD, asumsi saya mode bridge ya? teng kyu…
Selasa, 7 Juli 2009 @ 2:49
Using
thanks atas artikelnya,
Jumat, 10 Juli 2009 @ 0:16
Using
mas klo di FEDORA gimana caranya??
saya nge LB 2 modem3G(IM2) kok yang diterpake ngenet 1 modem aja ya??
skrip nya pke gini…
ip route add 192.168.1.0/24 dev eth1 src 192.168.1.10 table bsnl
ip route add default via 192.168.1.1 table bsnl
ip route add 192.168.0.0/24 dev eth2 src 192.168.0.10 table tata
ip route add default via 192.168.0.1 table tata
ip rule add from 192.168.1.10 table bsnl
ip rule add from 192.168.0.10 table tata
ip route add default scope global nexthop via 192.168.1.1 dev eth1 weight 1 nexthop via 192.168.0.1 dev eth2 weight 1
tolong dong kasi solusi mas
Sabtu, 25 Juli 2009 @ 4:11
Using
saya kurang mengeti mengenai load balencing pada coding bsd td tapi saya lebih paham lagi klo menggunakan sqid pada router linuk
mohon pencerahaannya
Kamis, 30 Juli 2009 @ 11:10
Using
mas kalo dua koneksi speedy dipake dlm satu router tanpa load balance,dg gateway yang sama dan pembatasan ip add bisa apa engga yaa? agar bisa share data dan printer gitu.
tolong doong infonya buat nyang ngerti
Kamis, 10 September 2009 @ 12:33
Using
Nice info boz..
Selasa, 5 Januari 2010 @ 0:31
Using
[...] Untuk Lebih detail : Sumber http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]
Rabu, 6 Januari 2010 @ 10:04
UsingUnknown browser
PF Rules Untuk DMZ…
Latar Belakang Ada permintaan dari seorang teman untuk membantu setup DMZ di kantornya. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut: Router utama yang menghadap ke internet memiliki 1 interface internal dan 2 interface external yang akan tersambung ke…
Senin, 19 April 2010 @ 2:20
Using
Trims infonya mas…
Jumat, 11 Juni 2010 @ 1:49
Using
itu scrip ditaro / di edit dimana om……
bingung ?????
Sabtu, 31 Juli 2010 @ 21:41
Using
Tulisannya, bagus, jelas. Kalo kata bank al kepanjangan, itu sih dia aja yg ga tau standar gaya tulisan luar negeri. Di luar negeri labih panjang-panjang lagi, buku pun tebel2 banget, dan justru itulah yang kaya penjelasan, detil dan terbukti membuat bangsa2 di luar negeri sana labih pinter dan unggul di bidang teknologi dll.
Lajutkan Bang Jay…!!!
Ted.
Senin, 9 Agustus 2010 @ 18:26
Using
saya gak akan mencela maupun memuji tulisan ini…
tapi kalo ulasan ini dijadikan buku yang lengkap dengan tutorial..
saya yang akan pertama kali beli…
Buat penulis salut sudah membagi ilmu.’
Banyak orang pintar tapi orang yang mau menularkan kepintarannya sangat jarang..(yg minteri buanyakk)
Selasa, 2 November 2010 @ 7:33
Using
[...] http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]
Sabtu, 8 Januari 2011 @ 13:43
Using
load balancing itu bukan 1 + 1 = 2 tp…..
1 + 1 = 1 + 1
pahami itu dijamin ntar ngerti apa itu prinsip dasar load balancing
Rabu, 27 April 2011 @ 10:42
Using
mas minta pencerahan newbie nih…..saya punya : 1 modem….2 lancard….
- ip modem : 192.168.1.1
- ip rl0 : 192.168.1.2
- ip rl1 : 192.168.0.1 -> ke hub
gimana ya setting di freebsd 7.2 biar client bisa internet dari ip rl1…thank’s
Jumat, 20 Mei 2011 @ 20:48
Using
Saya sedang mengembangkan warnet dgn 2 jaringan speedy, idenya load balancing. tapi nga tau harus memulai dari mana. Tolong ya….
Semua syntax itu ditulis dimana ?
Apakah ada program yang harus diinstall dulu ?
Itu syntax di linux ya ?
Apakah ada tutorial yang lebih DETAIL, step by step ?
Terima kasih
Kamis, 2 Juni 2011 @ 19:36
Using
[...] Untuk Lebih detail : Sumber http://yulian.firdaus.or.id/2007/09/07/load-balance-speedy/ [...]
Jumat, 28 Oktober 2011 @ 22:47
Using
Bisa minta tolong jelasin cara settingnya menggunakan winbox gak?….
Sabtu, 10 Maret 2012 @ 11:45
Using
Postingnya ajib bos. Salam bloger! Referensi artikel terkait dapat walking ke http://apin.tk/load-balance-nth-2-adsl-berikut-internal-web-proxy-pada-mikrotik-3-xx/ maturnuwon :-)