Basbang
Rabu, 8 Agustus 2007M
24 Rajab 1428H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Basbang adalah basi banget. Sesuatu yang out-of-date, kadaluarsa atau expired. Dalam dunia ilmiah atau logika tentunya materi yang basbang bukanlah sesuatu yang baru, bukanlah sebuah inovasi, apalagi jika disebut sebagai invensi (penemuan). Dalam lingkungan sosial, sesuatu yang basbang bisa menjadi sebuah kelucuan atau lawakan, bahkan jika repetitif disampaikan seperti lawakan Srimulat misalnya, kita tetap tertawa melihatnya meski kita tahu semua hanya sebuah kebasbangan belaka. Saat suasana tak cocok, sebuah kebasbangan bisa menjadi kegaringan atau kekeringan. Lawakan garing tak akan membuat orang tertawa. Tak bernilai apa-apa terhadap si penyampainya. Meski kering itu umumnya renyah, lawakan kering hanya membuat ketololan pribadi.
Ada saatnya orang terpaksa tertawa di atas lawakan garing. Tertawa ngeledek, nyinyir atau mencibir, secara sadar maupun tidak. Sama dengan tertawanya saya beberapa hari lalu mendengar kabar penemuan besar lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya ada tiga stanza. Sangat basbang banget! Tentunya sang penemu sangat berhak mendapat julukan pelawak, pelawak digital, badut digital atau digital clown menurut rekan Ryo Saeba.
Dunia internet adalah dunia informasi. Informasi mengalir dengan mudah, baik yang basbang maupun yang mutakhir. Kita sebagai individu pun menjadi penyuara informasi. Melalui mailing list, newsgroup ataupun blog setiap orang bisa menjadi sumber informasi. Sebaliknya kita pun menjadi pembaca informasi, baik yang basbang maupun yang mutakhir. Saat anda berada pada posisi menyuarakan informasi, maka gunakanlah aturan pertama, yaitu “apapun yang anda suarakan, hanyalah sebuah informasi basbang.” Dan yang kedua camkan kepada diri anda sendiri bahwa “on internet, everybody knows that you are a dog.”
Jika anda perhatikan kolom Catatan Populer di halaman depan blog ini, anda akan melihat beberapa belas tulisan yang paling banyak dibaca oleh pengunjung. Apa yang saya tulis di sana bukan berarti sesuatu yang baru atau mutakhir, bukan berarti pula pembaca belum mengetahui sama sekali isi tulisan saya tersebut. Bukan suatu penemuan baru, apalagi penemuan besar yang harus dikabarkan kepada masyarakat agar tak menjadi pahlawan kesiangan. Apa yang saya nilai dari topik basbang yang saya tulis namun banyak dibaca oleh pengunjung? Hanyalah karena orang senang membacanya, senang membaca kembali topik-topik basbang dan yang lebih tepat adalah karena banyak orang tersasar mampir ke blog saya karena keyword pencarian topik tertentu. Karena itulah saya menulis topik apapun selalu dengan preasumsi apa yang ditulis adalah sesuatu yang basbang, dengan menghindari judul berbumbu jargon-jargon yang bombastis seperti pada koran-koran atau media online akhir-akhir ini.
Blog adalah sesuatu yang aktif. Anda menyuarakan sesuatu tanpa ada yang meminta atau bertanya terlebih dahulu. Jelas tanggung jawab pribadi yang anda suarakan lebih besar daripada sekadar menyuarakan sesuatu karena diminta, ditanggap atau didaulat dalam sebuah forum resmi. Saya pun tak habis mengerti saat seorang pelawak sangat sering melakukan press release, mengundang banyak wartawan dan mengabarkan suaranya kepada mereka, seolah-olah dirinya sangat penting, seolah-olah apa yang ia suarakan sangatlah penting bagi masyarakat luas. Getirnya, para wartawan dan media mengecapnya sebagai pakar telematika, multimedia ataupun pornomatika, karena katanya orang-orang yang sebenarnya pakar tak mau menjadi narasumber. Wahai wartawan, tugas kalian adalah mencari, menyelidiki, mengelaborasi, merangkai-rangkai dan menuliskannya, bukan menunggu dipanggil pada acara press release saja!
Aktifnya para blogger dalam menuliskan informasi atau opini di dunia internet ini, secara umum juga sebagai pengguna dunia internet yang transparan membuat aturan kedua yang saya tulis di atas harus anda terapkan. “On internet everybody knows that you are a dog” bermakna kita bukanlah apa-apa atau siapa-siapa saat menyuarakan sesuatu. Hal ini membuat kita jauh lebih berhati-hati dalam menulis, membuat kita lebih mawas diri. Masih banyak tulisan atau sumber lain yang lebih tepat, lengkap atau komprehensif dibandingkan dengan apa yang kita suarakan (meski kita belum mengetahuinya). Kita hanya mengabarkan perkembangan dan kemajuan pikiran kita kepada orang lain. Hanya sebuah narsisisme yang elegan dan objektif pada diri sendiri.
Preasumsi masyarakat tidak tahu lagu kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya ada tiga stanza hanyalah sebuah sikap arogan, apalagi dibumbui dengan jargon “ini sebuah penemuan baru”, ditambahi pula dengan “mereka yang tidak mengabarkan hal ini padahal mereka tahu adalah pahlawan kesiangan”. Sungguh arogan. Saya sendiri pun tak pernah merasa bangga dua tahun lalu menuliskan topik Hari Musik Nasional di mana di sana tertulis juga tiga stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya beserta cuplikan partiturnya. Bahkan typo-nya pun masih saya biarkan hingga sekarang. Ke mana aja lu, Roy?
Roy, you are very very sangat basbang banget sekali!
Popularity: 5% [?]
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 4:21
Sang Digital Clown ini lama-lama emang cuma bisa bikin kita tertawa. Tertawa muak tapi.
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 4:21
#1 Horee..saya pertama!
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 7:14
hmm…. Ternyata media juga dungu! Kenapa mereka percaya kepada orang yang basbang!
Tapi, kebas-bangan seorang roy mampu mengingatkan kita bahwa kita punya lagu kebangsaan. Itu pasti.
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 7:32
on internet, everybody knows that you are a dog
harusnya idiom basbang yg udah lama sih.. : on internet, nobody knows that you are a dog
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 7:41
Kadang, saking garingnya kita jadi tercekat tak bisa bicara. Bengong, seperti di iklan permen pelega tenggorokan. Terpaksa pun tak mampu.
Sampai kapan kita bisa tertawa atas lawakan bertema digital ini sampai bosan dan tak mampu lagi sekadar nyengir? Nikmati saja selagi bisa :)
Pas banget, Jay, paragraf pertamanya ;)
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 9:04
/clear
horeee pertama
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 9:14
hi tukang kebon…!!
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 10:17
keyword “basbang adalah”
heheheee…..
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 12:16
Ada lawakan cerdas, dan ada lawakan bodoh.
Kenapa kok jadi inflasi pada jenis kedua aja ya?
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 12:35
pelawak digital ngocol lagi
Hi Roy!™
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 13:38
hemmm apa anak2 didiknya roy sepaham dg beliau gak yah
hi anak2 ugm bagemene dg pendapat anda ttg bapak yg satu ini
jay siap2 di panggil polisi krn sudah menimpan rahasia ini :D
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 13:38
wah… kalo mo nulis di blog, mah… apa aja. kan punya lo ini :)
blog gw aja tulisannya seenak gw :D
di blog andalah bintangnya, hehehehehe :D
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 14:13
Hi Roy!™ Berani tampil Malu….. Cucok Boo…. Lam Kenal buat Boss Jay…
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 14:48
dan jay,
sekarang dia gag berkoar-kowar lagi…
mungkin lagi mencari saat yang tepat…
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 14:59
telur kolombus apaan jay??
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 15:17
#15: Telur di kolong bus?
*Gak nulis soal telur deh…apalagi di kolong bus*
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 15:59
hah…ada genre komedi baru…”lawak digital”. memang benar juga, wartawan juga disini harus jadi sorotan, kalo si om ‘u know who’ mah ga usah dibahas lagi, wartawan justru yang harus lebih cerdas dari dia, masa masih mau dicekokin lawakan garing nan jayus kayak gitu. malu donk…..
BTW kang Jay tinggal di daerah mana?
*pasti gravatar saya gak keluar da!kunaon nya? padahal udah daftar*
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 16:00
@#17 alias saya sendiri
tuh kan gambar hayam… :(
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 16:07
ah, mas Jay bisa aja.
titip salam buat mas roy ya :D
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 16:26
iya, saya juga titip salam deh ke oom roy…
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 17:16
Wah, mas Jay to the point banget…
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 17:55
kumisnya itu loh modz *puke*
Rabu, 8 Agustus 2007 @ 19:10
Hi Roy™ aja deh…
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 9:34
[...] saya harus pasang alarm gempa, selain bisa melarikan diri secepatnya, juga agar tidak jadi orang terbasbang di kantor hari [...]
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 9:41
Yaah.. mungkin kita juga harus bertanya kembali pada diri kita. Kenapa seorang Roy Suryo bisa bertahan sampai sejauh ini sebagai seorang “pakar telematika”? Apakah wartawan yang terlalu bodoh, masyarakat yang terlalu kuper, or what?
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 9:59
Dia Kembali ke Alam sadarnya :D
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 10:22
Mr. You-know-who emang pandai sekali membuat sensasi.. hampir semua “lawakan digitalnya” berbau sensasi yang membuat kita terpancing untuk memberikan tanggapan, analisa atau sekedar komentar terutama para blogger. Namun walaupun “banyolan digitalnya” terkadang garing pisan mudah-mudah tidak muncul komen yang bernada sinis apalagi caci maki *krn menurut agama ga boleh lho :)*.
Alangkah lebih baiknya kalau kita bisa memberikan analis atau komen atau sindiran yang intelek seperti yang sampaikan mas priyadi.
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 10:47
seharusnya mr kumis kembali saja ke khittah-nya, yaitu pakar pornomatika. kalau bahas video bokep yakin deh dia pasti termasuk yang pertama, jadi nggak usah takut bakalan basbang.
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 10:51
Waktu baca paragraf pertama di google gw pikir, wah keren banget nih, tinjauan ilmiah mengenai “basi banget” :P Good post Jay, asik bacanya :)
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 10:53
[...] Basbang [...]
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 11:36
mas Jay, aku ijin dah mengutip blogmu untuk tulisanku tentang Roy Suryo ini yang sekarang sudah dimuat di rubrik blog http://www.suaramerdeka.com.
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 12:26
Orang sering bilang mutakhir, padahal mutakhir itu arti sebenernya yang terakhir. Dalam dunia ilimiah, modern atau ilmiah justru jadi mudah kuno begitu ada yang baru lagi.
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 14:54
amat sangat terlalu basbang sekali banget sak pole
[-(
Hi Roy!™
Kamis, 9 Agustus 2007 @ 18:39
[...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 10:24
waktu menjadi narasumber semalam di metro tv juga, ngomongnya basbang buangetttt.
dia cuma mengulang penjelasan & alasan2 yg sudah dikemukakan sebelumnya oleh para mahasiswa jurusan Teknik Informatika yg hadir.
narasumber kok gitu….?????
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 17:41
[...] orang baik di media cetak maupun di blog akhirnya saya memutuskan bahwa berita ini sebenarnya basbang – alias basi [...]
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 23:07
tokoh satu itu mungkin harus ganti nama jadi: KRMTRSBS
Sabtu, 11 Agustus 2007 @ 5:17
sebenernya gw binung… topic yg satu ini arahnya kemana gw gak tau… akh… sambil nundutan menjelang subuh… gak ada salahnya olah ragi jari-jari tangan, numpang ya om… numpang nulis maksudnya… wakwkakakkak…
basi banget?! apa toh maksudnya mas?! perasaan hidup ini kadang basi kadang juga gak basi. jadi so what gitu loh… naik dan turun itu lumrah, yang gak lumrah itu terus ada di bawah atau terus ada di atas. gak nyambung banget seeh
masalah dunia internet, menurut gw seeh bagaikan hutan rimba, bisa-bisa kalau gak ada persiapan atau perbekalan yg cukup, bisa-bisa salah jalan. hitam dan putih dunia intenet begitu-begitu-begitu luas! yah… namanya juga wong katrok bangsa kita nih… so jadinya banyak yg gak mengkonsumsi makanan yg penuh gizi dan racun ini – intenet
gizinya bisa bikin kita pintar dan kaya atau mungkin positif lah dapat dikatakan, racunnya bisa masuk bui yah contohnya cyber crime gitu deh… stt… jangan banyak di bahas akh masalah yg satu ini… berabe… karena lagi genting-gentingnya paman sam berbenah diri – machine google.
ngomong-ngomong perut kok jadi kacau gini… sory yah… punten akh… and wasalam…
Sabtu, 11 Agustus 2007 @ 10:49
wah..wah..ternyata kita masih punya lagu kebangsaan ya..
dah lupa engga pernah upacara lagi dah 27 tahun selepas sma.
Minggu, 12 Agustus 2007 @ 23:54
belum basbang kalo belum ada ybs
Rabu, 15 Agustus 2007 @ 15:57
wah.. keren.. gw suka banget ma cara bang jay nulis. 2 the point.. tajam.. pedas.. asik dech.. salam kenal ya.. sekalian mw berguru soal nulis.. boleh??
Kamis, 16 Agustus 2007 @ 17:01
seharusnya dia berguru ama loe jay….. membahas yang basi aja bisa laku gini huahahahhaawhahwhaw
Selasa, 28 Agustus 2007 @ 0:49
Kok bisa mahasiswa UGM == anak didik Roy Suryo? Setau aku Roy itu cuman lulusan UGM ajah, bukan dosen. Lagian dia lulusan jurusan Ekonomi kalo gak salah, gakda hubungannya ma IT sama sekali.
Benernya yg mana nih?
Sabtu, 24 November 2007 @ 21:23
[...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]
Selasa, 4 Maret 2008 @ 23:22
[...] mengejutkan’, tidakkah anda teringat sesuatu? Maaf , saya harus berkomentar bahwa anda basbang. Tak belajarkah anda dari pengalaman yang baru berlalu tentang lagu kebangsaan negeri [...]
Selasa, 11 Maret 2008 @ 14:30
[...] Velocity tidak dalam kapasitas merekomendasikan apa pun. Sekadar sharing aja ya… mungkin udah basbang, tapi mudah mudahan [...]
Kamis, 26 Juni 2008 @ 11:22
[...] Untuk jelasnya, kita bermain sekrinsyur saja supaya tidak basbang. [...]
Selasa, 13 Januari 2009 @ 22:22
[...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]