Basbang

Rabu, 8 Agustus 2007M
24 Rajab 1428H

Basbang adalah basi banget. Sesuatu yang out-of-date, kadaluarsa atau expired. Dalam dunia ilmiah atau logika tentunya materi yang basbang bukanlah sesuatu yang baru, bukanlah sebuah inovasi, apalagi jika disebut sebagai invensi (penemuan). Dalam lingkungan sosial, sesuatu yang basbang bisa menjadi sebuah kelucuan atau lawakan, bahkan jika repetitif disampaikan seperti lawakan Srimulat misalnya, kita tetap tertawa melihatnya meski kita tahu semua hanya sebuah kebasbangan belaka. Saat suasana tak cocok, sebuah kebasbangan bisa menjadi kegaringan atau kekeringan. Lawakan garing tak akan membuat orang tertawa. Tak bernilai apa-apa terhadap si penyampainya. Meski kering itu umumnya renyah, lawakan kering hanya membuat ketololan pribadi.

Ada saatnya orang terpaksa tertawa di atas lawakan garing. Tertawa ngeledek, nyinyir atau mencibir, secara sadar maupun tidak. Sama dengan tertawanya saya beberapa hari lalu mendengar kabar penemuan besar lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya ada tiga stanza. Sangat basbang banget! Tentunya sang penemu sangat berhak mendapat julukan pelawak, pelawak digital, badut digital atau digital clown menurut rekan Ryo Saeba.

Dunia internet adalah dunia informasi. Informasi mengalir dengan mudah, baik yang basbang maupun yang mutakhir. Kita sebagai individu pun menjadi penyuara informasi. Melalui mailing list, newsgroup ataupun blog setiap orang bisa menjadi sumber informasi. Sebaliknya kita pun menjadi pembaca informasi, baik yang basbang maupun yang mutakhir. Saat anda berada pada posisi menyuarakan informasi, maka gunakanlah aturan pertama, yaitu “apapun yang anda suarakan, hanyalah sebuah informasi basbang.” Dan yang kedua camkan kepada diri anda sendiri bahwa “on internet, everybody knows that you are a dog.”

Jika anda perhatikan kolom Catatan Populer di halaman depan blog ini, anda akan melihat beberapa belas tulisan yang paling banyak dibaca oleh pengunjung. Apa yang saya tulis di sana bukan berarti sesuatu yang baru atau mutakhir, bukan berarti pula pembaca belum mengetahui sama sekali isi tulisan saya tersebut. Bukan suatu penemuan baru, apalagi penemuan besar yang harus dikabarkan kepada masyarakat agar tak menjadi pahlawan kesiangan. Apa yang saya nilai dari topik basbang yang saya tulis namun banyak dibaca oleh pengunjung? Hanyalah karena orang senang membacanya, senang membaca kembali topik-topik basbang dan yang lebih tepat adalah karena banyak orang tersasar mampir ke blog saya karena keyword pencarian topik tertentu. Karena itulah saya menulis topik apapun selalu dengan preasumsi apa yang ditulis adalah sesuatu yang basbang, dengan menghindari judul berbumbu jargon-jargon yang bombastis seperti pada koran-koran atau media online akhir-akhir ini.

Blog adalah sesuatu yang aktif. Anda menyuarakan sesuatu tanpa ada yang meminta atau bertanya terlebih dahulu. Jelas tanggung jawab pribadi yang anda suarakan lebih besar daripada sekadar menyuarakan sesuatu karena diminta, ditanggap atau didaulat dalam sebuah forum resmi. Saya pun tak habis mengerti saat seorang pelawak sangat sering melakukan press release, mengundang banyak wartawan dan mengabarkan suaranya kepada mereka, seolah-olah dirinya sangat penting, seolah-olah apa yang ia suarakan sangatlah penting bagi masyarakat luas. Getirnya, para wartawan dan media mengecapnya sebagai pakar telematika, multimedia ataupun pornomatika, karena katanya orang-orang yang sebenarnya pakar tak mau menjadi narasumber. Wahai wartawan, tugas kalian adalah mencari, menyelidiki, mengelaborasi, merangkai-rangkai dan menuliskannya, bukan menunggu dipanggil pada acara press release saja!

Aktifnya para blogger dalam menuliskan informasi atau opini di dunia internet ini, secara umum juga sebagai pengguna dunia internet yang transparan membuat aturan kedua yang saya tulis di atas harus anda terapkan. “On internet everybody knows that you are a dog” bermakna kita bukanlah apa-apa atau siapa-siapa saat menyuarakan sesuatu. Hal ini membuat kita jauh lebih berhati-hati dalam menulis, membuat kita lebih mawas diri. Masih banyak tulisan atau sumber lain yang lebih tepat, lengkap atau komprehensif dibandingkan dengan apa yang kita suarakan (meski kita belum mengetahuinya). Kita hanya mengabarkan perkembangan dan kemajuan pikiran kita kepada orang lain. Hanya sebuah narsisisme yang elegan dan objektif pada diri sendiri.

Preasumsi masyarakat tidak tahu lagu kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya ada tiga stanza hanyalah sebuah sikap arogan, apalagi dibumbui dengan jargon “ini sebuah penemuan baru”, ditambahi pula dengan “mereka yang tidak mengabarkan hal ini padahal mereka tahu adalah pahlawan kesiangan”. Sungguh arogan. Saya sendiri pun tak pernah merasa bangga dua tahun lalu menuliskan topik Hari Musik Nasional di mana di sana tertulis juga tiga stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya beserta cuplikan partiturnya. Bahkan typo-nya pun masih saya biarkan hingga sekarang. Ke mana aja lu, Roy?

Roy, you are very very sangat basbang banget sekali!

Popularity: 5% [?]

Komentar

48 komentar untuk catatan 'Basbang'

  1. #1
    gravatar

    Sang Digital Clown ini lama-lama emang cuma bisa bikin kita tertawa. Tertawa muak tapi.

  2. #2
    gravatar

    #1 Horee..saya pertama!

  3. #3
    gravatar

    hmm…. Ternyata media juga dungu! Kenapa mereka percaya kepada orang yang basbang!

    Tapi, kebas-bangan seorang roy mampu mengingatkan kita bahwa kita punya lagu kebangsaan. Itu pasti.

  4. #4
    gravatar

    on internet, everybody knows that you are a dog
    harusnya idiom basbang yg udah lama sih.. : on internet, nobody knows that you are a dog

  5. #5
    gravatar

    Kadang, saking garingnya kita jadi tercekat tak bisa bicara. Bengong, seperti di iklan permen pelega tenggorokan. Terpaksa pun tak mampu.
    Sampai kapan kita bisa tertawa atas lawakan bertema digital ini sampai bosan dan tak mampu lagi sekadar nyengir? Nikmati saja selagi bisa :)
    Pas banget, Jay, paragraf pertamanya ;)

  6. #6
    gravatar

    /clear

    horeee pertama

  7. #7
    gravatar

    hi tukang kebon…!!

  8. #8
    gravatar

    keyword “basbang adalah”

    heheheee…..

  9. #9
    gravatar

    Ada lawakan cerdas, dan ada lawakan bodoh.
    Kenapa kok jadi inflasi pada jenis kedua aja ya?

  10. #10
    gravatar

    pelawak digital ngocol lagi

    Hi Roy!™

  11. #11
    gravatar

    hemmm apa anak2 didiknya roy sepaham dg beliau gak yah
    hi anak2 ugm bagemene dg pendapat anda ttg bapak yg satu ini
    jay siap2 di panggil polisi krn sudah menimpan rahasia ini :D

  12. #12
    gravatar

    wah… kalo mo nulis di blog, mah… apa aja. kan punya lo ini :)
    blog gw aja tulisannya seenak gw :D

    di blog andalah bintangnya, hehehehehe :D

  13. #13
    gravatar

    Hi Roy!™ Berani tampil Malu….. Cucok Boo…. Lam Kenal buat Boss Jay…

  14. #14
    gravatar

    dan jay,
    sekarang dia gag berkoar-kowar lagi…

    mungkin lagi mencari saat yang tepat…

  15. #15
    gravatar

    telur kolombus apaan jay??

  16. #16
    gravatar

    #15: Telur di kolong bus?
    *Gak nulis soal telur deh…apalagi di kolong bus*

  17. #17
    gravatar

    hah…ada genre komedi baru…”lawak digital”. memang benar juga, wartawan juga disini harus jadi sorotan, kalo si om ‘u know who’ mah ga usah dibahas lagi, wartawan justru yang harus lebih cerdas dari dia, masa masih mau dicekokin lawakan garing nan jayus kayak gitu. malu donk…..
    BTW kang Jay tinggal di daerah mana?
    *pasti gravatar saya gak keluar da!kunaon nya? padahal udah daftar*

  18. #18
    gravatar

    @#17 alias saya sendiri

    tuh kan gambar hayam… :(

  19. #19
    gravatar

    ah, mas Jay bisa aja.

    titip salam buat mas roy ya :D

  20. #20
    gravatar

    iya, saya juga titip salam deh ke oom roy…

  21. #21
    gravatar

    Wah, mas Jay to the point banget…

  22. #22
    gravatar

    kumisnya itu loh modz *puke*

  23. #23
    gravatar

    Hi Roy™ aja deh…

  24. #24
    gravatar

    [...] saya harus pasang alarm gempa, selain bisa melarikan diri secepatnya, juga agar tidak jadi orang terbasbang di kantor hari [...]

  25. #25
    gravatar

    Yaah.. mungkin kita juga harus bertanya kembali pada diri kita. Kenapa seorang Roy Suryo bisa bertahan sampai sejauh ini sebagai seorang “pakar telematika”? Apakah wartawan yang terlalu bodoh, masyarakat yang terlalu kuper, or what?

  26. #26
    gravatar

    Dia Kembali ke Alam sadarnya :D

  27. #27
    gravatar

    Mr. You-know-who emang pandai sekali membuat sensasi.. hampir semua “lawakan digitalnya” berbau sensasi yang membuat kita terpancing untuk memberikan tanggapan, analisa atau sekedar komentar terutama para blogger. Namun walaupun “banyolan digitalnya” terkadang garing pisan mudah-mudah tidak muncul komen yang bernada sinis apalagi caci maki *krn menurut agama ga boleh lho :)*.
    Alangkah lebih baiknya kalau kita bisa memberikan analis atau komen atau sindiran yang intelek seperti yang sampaikan mas priyadi.

  28. #28
    gravatar

    seharusnya mr kumis kembali saja ke khittah-nya, yaitu pakar pornomatika. kalau bahas video bokep yakin deh dia pasti termasuk yang pertama, jadi nggak usah takut bakalan basbang.

  29. #29
    gravatar

    Waktu baca paragraf pertama di google gw pikir, wah keren banget nih, tinjauan ilmiah mengenai “basi banget” :P Good post Jay, asik bacanya :)

  30. #30
    gravatar

    [...] Basbang [...]

  31. #31
    gravatar

    mas Jay, aku ijin dah mengutip blogmu untuk tulisanku tentang Roy Suryo ini yang sekarang sudah dimuat di rubrik blog http://www.suaramerdeka.com.

  32. #32
    gravatar

    Orang sering bilang mutakhir, padahal mutakhir itu arti sebenernya yang terakhir. Dalam dunia ilimiah, modern atau ilmiah justru jadi mudah kuno begitu ada yang baru lagi.

  33. #33
    gravatar

    amat sangat terlalu basbang sekali banget sak pole
    [-(

    Hi Roy!™

  34. #34
    gravatar

    [...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]

  35. #35
    gravatar

    waktu menjadi narasumber semalam di metro tv juga, ngomongnya basbang buangetttt.
    dia cuma mengulang penjelasan & alasan2 yg sudah dikemukakan sebelumnya oleh para mahasiswa jurusan Teknik Informatika yg hadir.
    narasumber kok gitu….?????

  36. #36
    gravatar

    [...] orang baik di media cetak maupun di blog akhirnya saya memutuskan bahwa berita ini sebenarnya basbang – alias basi [...]

  37. #37
    gravatar

    tokoh satu itu mungkin harus ganti nama jadi: KRMTRSBS

  38. #38
    gravatar

    sebenernya gw binung… topic yg satu ini arahnya kemana gw gak tau… akh… sambil nundutan menjelang subuh… gak ada salahnya olah ragi jari-jari tangan, numpang ya om… numpang nulis maksudnya… wakwkakakkak…

    basi banget?! apa toh maksudnya mas?! perasaan hidup ini kadang basi kadang juga gak basi. jadi so what gitu loh… naik dan turun itu lumrah, yang gak lumrah itu terus ada di bawah atau terus ada di atas. gak nyambung banget seeh :)

    masalah dunia internet, menurut gw seeh bagaikan hutan rimba, bisa-bisa kalau gak ada persiapan atau perbekalan yg cukup, bisa-bisa salah jalan. hitam dan putih dunia intenet begitu-begitu-begitu luas! yah… namanya juga wong katrok bangsa kita nih… so jadinya banyak yg gak mengkonsumsi makanan yg penuh gizi dan racun ini – intenet :)

    gizinya bisa bikin kita pintar dan kaya atau mungkin positif lah dapat dikatakan, racunnya bisa masuk bui yah contohnya cyber crime gitu deh… stt… jangan banyak di bahas akh masalah yg satu ini… berabe… karena lagi genting-gentingnya paman sam berbenah diri – machine google.

    ngomong-ngomong perut kok jadi kacau gini… sory yah… punten akh… and wasalam…

  39. #39
    gravatar

    wah..wah..ternyata kita masih punya lagu kebangsaan ya..
    dah lupa engga pernah upacara lagi dah 27 tahun selepas sma.

  40. #40
    gravatar

    belum basbang kalo belum ada ybs

  41. #41
    gravatar

    wah.. keren.. gw suka banget ma cara bang jay nulis. 2 the point.. tajam.. pedas.. asik dech.. salam kenal ya.. sekalian mw berguru soal nulis.. boleh??

  42. #42
    gravatar

    seharusnya dia berguru ama loe jay….. membahas yang basi aja bisa laku gini huahahahhaawhahwhaw

  43. #43
    gravatar

    hi anak2 ugm bagemene dg pendapat anda ttg bapak yg satu ini

    Kok bisa mahasiswa UGM == anak didik Roy Suryo? Setau aku Roy itu cuman lulusan UGM ajah, bukan dosen. Lagian dia lulusan jurusan Ekonomi kalo gak salah, gakda hubungannya ma IT sama sekali.

    Benernya yg mana nih?

  44. #44
    gravatar

    [...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]

  45. #45
    gravatar

    [...] mengejutkan’, tidakkah anda teringat sesuatu? Maaf , saya harus berkomentar bahwa anda basbang. Tak belajarkah anda dari pengalaman yang baru berlalu tentang lagu kebangsaan negeri [...]

  46. #46
    gravatar

    [...] Velocity tidak dalam kapasitas merekomendasikan apa pun. Sekadar sharing aja ya… mungkin udah basbang, tapi mudah mudahan [...]

  47. #47
    gravatar

    [...] Untuk jelasnya, kita bermain sekrinsyur saja supaya tidak basbang. [...]

  48. #48
    gravatar

    [...] lainnya bisa ditemukan di blog Ndoro Kakung, Jay, M Fahmi Aulia, atau prediksi kisah selanjutnya “Habis Indonesia Raya, Beralih ke Telor [...]

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.