Tiga Puluh Empat
Selasa, 24 Juli 2007M
09 Rajab 1428H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Di lapangan rumput setengah kering, ia asyik memainkan bola yang lebih besar dari kepalanya sendiri. Ceria menendang-nendang dan menyundul-nyundul bersama teman-temannya hingga lupa teriknya matahari membakar kulit, menguapkan cairan tubuhnya dan memerahkan rambutnya yang tipis. Satu tabrakan membuat ia terjengkang dan jari tangan kanannya terkilir.
Dua pekan lamanya ia harus belajar menulis dengan tangan kiri, sebab sekolah tetaplah terus bergerak maju tanpa permisi kepada jemari yang mengangkat sendok pun bergetar karena tak ada daya. Pahit ia harus bergerak mengejar hidup, meski hanya sebuah kehidupan kecil.
Itulah hidup. Itulah kehidupan.
Bulan puasa adalah bulan berkreasi. Berkreasi dengan tanah dan air dan dengan api di malam hari. Sandal butut pun jadilah roda mobil-mobilan. Tak ada batere, minyak tanah dari kompor jadi lampu mobil-mobilan. Ada uang sedikit, maka kerikil karbit pun menjadi kemewahan.
Mobil-mobilan pun layaknya mobil sebenarnya. Ngebut dan meliuk-liuk di gang-gang pinggiran kota. Kerikil tersandung, mobil terjungkal dan terbakar. Tak ada yang terpikir mengambil peran mobil pemadam kebakaran. Spontan ia harus menyelamatkan kebanggaannya. Kobaran api ditiup dan semburat lidah api menyambar mukanya.
Esoknya hingga purnama berikutnya, ia harus bertahan hidup dari sengatan matahari yang menghujam bola matanya. Dan mentari tak akan pernah permisi untuk bersinar dan menyengati tebaran manusia di atas bumi. Pahit. Sungguh sakit. Menunggu setengah lentik bulu matanya tumbuh kembali.
Itulah hidup. Itulah kehidupan.
Kerasnya hidup menumbuhkan imun baginya. Sakit bukanlah rintangan, getir bukanlah siksaan, terjatuh bukanlah langkah mundur. Kerasnya hidup bukanlah jalan untuk mati, tetapi jalan untuk tetap hidup, sebab kematian bukanlah tujuan. Sebab ia tak mampu menetapkan kapan kematian itu datang. Ia hanya tahu, “Aku bisa hidup!”
Hidup tidaklah sendirian. Ia harus menghidupi dirinya. Ia harus menghidupi yang lainnya. Termasuk ia harus menemukan rusuk kirinya dan membawanya hidup dan menghidupinya. Agar ia tetap hidup. Kini ia terbang dengan sayapnya yang patah, dengan separuh nafasnya, dengan sepenuh pikirannya mengarungi kehidupan. Terseok-seok ia mendarat, menjemput harapannya. Terguncang-guncang ia mengangkasa membawa harapannya.
Harapan itu jatuh meninggalkannya. Ia pun terjerembab ke bumi. Ia bangkit lagi dan terbang lagi, meski separuh nafas dan sayap patahnya harus melawan guncangan angin.
Kini ia sesaat merenungkan hidupnya dari angkasa. Tempat ia bisa melihat getirnya kehidupan. Kegetiran hari ini belum tentu lebih buruk dari kegetiran esok hari. Guncangan saat ini belum tentu lebih hebat dari guncangan esok hari. Sakitnya terjatuh hari ini belum tentu lebih buruk jatuh di esok hari.
Ia menukik ke ranting pohon, dan bertengger di sana. Sebelum lelap pikirannya ke dimensi lain, ia berkata, “Esok aku akan terbang lagi, dengan separuh nafas dan sayap patahku untuk menghadapi kegetiran, guncangan dan kejatuhan.”
Popularity: 4% [?]
Selasa, 24 Juli 2007 @ 0:32
SELAMAT!
Semoga sehat selalu dan terkabul semua yang diinginkan
Selasa, 24 Juli 2007 @ 0:35
Hidup tidaklah sendirian. Ia harus menghidupi dirinya. Ia harus menghidupi yang lainnya. Termasuk ia harus menemukan rusuk kirinya dan membawanya hidup dan menghidupinya. Agar ia tetap hidup. Kini ia terbang dengan sayapnya yang patah, dengan separuh nafasnya, dengan sepenuh pikirannya mengarungi kehidupan. Terseok-seok ia mendarat, menjemput harapannya. Terguncang-guncang ia mengangkasa membawa harapannya.
Pemilihan kata2 yang sangat menarik :)
Mudah2an harapan sudah diketemukan dan terbang dibawa kang jay, halah
Selasa, 24 Juli 2007 @ 1:43
Selamat hari lahir, Kang Jay… :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 3:45
jrit
postingan ulang tahun kok jadi kaya berpuisi gini.. kekekeke..
jadi maksudnya apa nih, kang jay..
ah, yang penting mah selamat ulang tahun!
walopun di sini belom jam 12… kekeke.. :P
Selasa, 24 Juli 2007 @ 3:50
halah ultah yeuh? tadi padahal makan-makan….. ayooo besok kita ulangin lagi :D
Selasa, 24 Juli 2007 @ 3:54
makan makan
Selasa, 24 Juli 2007 @ 4:40
Selamat ulang tahun, Jay… jadi puitis gini seh, sampe jd pengen komentar hehehe…
Selasa, 24 Juli 2007 @ 5:53
Selamat Ulang Tahun, Kang Jay!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 6:08
selamat ulang tahun!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 7:00
selamat, selamat, wilujeng hiber terus…
Selasa, 24 Juli 2007 @ 7:05
wilujeng tepung taun…!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 7:26
ulang tahun tanpa
screenshotmakan-makan adalah hoax>™hehehehe…
selamat dan sukses, jay… (kaya di karangan bunga gini…)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 8:02
Met ultah ya Jay. Catatan ultahnya bagus :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 8:14
Selamat hari lahir, Kang Jay..
Semoga makin diberi usia dan ilmu yang manfaat..
Selasa, 24 Juli 2007 @ 8:56
Selamat ulang tahun Kang ….
Selasa, 24 Juli 2007 @ 9:23
Selamat ulang tahun!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 9:40
MAKAN-MAKAN
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:46
selamat ultah ;)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:48
Selamat ulang tahun! Panjang umur, banyak rezeki, enteng jodoh, ngeblog selalu!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:49
wah, ketinggalan ngisi ini…xixixi.. :p
sayap patah? ehm…terinspirasi dari Dewa kah? xixiix… ;))
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:50
ultah jay?
beda opat taun sabulan sapuluh poe euy jeung sayah…
semoga sisa waktu yang ada bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga bagi lingkungan sekitarnya…
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:54
eagle flies alone. tapi kan dia punya sarang untuk kembali. :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 10:59
that is so sad :(
yang pasti adalah di masa depan kalau menoleh ke belakang, semua pahit dan pedih di masa lalu akan menjadi semata2 bahan cerita. jari terkilir, sayap patah, harapan yang hilang, nantinya akan menjadi topik untuk kita bercerita dan tertawa.
“this too, shall pass”
selamat ulang tahun Jay.
Selasa, 24 Juli 2007 @ 11:02
Selamat ultah Kang Jay!!!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 11:16
salam kenal kang…
hm…ultah yah?? happy birdday!!! (hari burung??) birthday ketang…
awalnya nggak ngeh ni ngomongin apa?puitis amat :P selamat yah… :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 11:17
heavy bird dae kang jae
Selasa, 24 Juli 2007 @ 11:25
hidupmu sudah penuh..jangan sesali..selamat ulang tahun..
Selasa, 24 Juli 2007 @ 11:25
KANG JAE,
MET ULTAH YAH… JANGAN LUPA ULTAH TANPA MAKAN-MAKAN ADALAH PERBUATAN KRIMINAL.
*demikian*
Selasa, 24 Juli 2007 @ 12:27
Wow, hidup yang ceria :). Selamat ya :) :).
So, kemarin ke BEC beli kado buat siapa? :D :D
Selasa, 24 Juli 2007 @ 12:35
Selamat Ulang Tahun Kang Jay
Selasa, 24 Juli 2007 @ 12:52
Ini posting tentang burung ya? :D
HEAVY BIRD JAY..
SELAMAT ULANG TAHUN KANG JAY..
Selasa, 24 Juli 2007 @ 13:03
MET ULTAH JAEE !!!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 13:39
ooh… lagi ngultah toh..! 2 mingguan ga baca tulisanmu. Cuti nikah (dihidupi oleh makhluk hidup yang lain yang juga sedang berjuang untuk hidup. Hehe.. Kapan nyusul?). Anyway, hepi belsdey kang Jay. Teruslah hidup dan berkarya…
Selasa, 24 Juli 2007 @ 13:40
Wah telat nih.. tapi gpp deh.. Met Ultah ya Jay, semoga panjang rejeki dan umur… Ngomong2 rusuk kirinya sudah ditemukan dan dibawa terbang? :-)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 14:19
met ulang taon kang!
semoga rahmat dan hidayah-nya selalu terlimpah.
aamiin!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 14:49
#23: Thanks, om Nonos!
Terima kasih juga buat semuanya.
Selasa, 24 Juli 2007 @ 15:04
Met Ulang taun kang
Selasa, 24 Juli 2007 @ 15:24
buset udah banyak begini yak?
met ultah kang jae… ceritanya bagus banget.. terharu :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 15:31
Selamat Kang.
Selasa, 24 Juli 2007 @ 16:08
heppy b’day, om Jay!
Selasa, 24 Juli 2007 @ 18:04
met ultah yaaa!!! :)
Selasa, 24 Juli 2007 @ 18:56
biar ah agak telat, tapi:
Selamat Ulang Tahun Jay!!!
Rabu, 25 Juli 2007 @ 0:14
[...] taken from http://yulian.firdaus.or.id/2007/07/24/34/ [...]
Rabu, 25 Juli 2007 @ 1:34
hepi bezdeeehhhhh waduw telat ya
hiihihihih
panjang umur, banyak rejeki, sehat selalu
Rabu, 25 Juli 2007 @ 9:45
met ulang taun kang jay!!!!!!!
Rabu, 25 Juli 2007 @ 10:38
makan – makan
Rabu, 25 Juli 2007 @ 14:41
pernah sakit supaya menghargai sehat
pernah tongpes supaya menghargai rejeki
jadi…. makan2x teh… ho ho ho
——————–
ntar gue menyusul… kolot nyak!!!
Rabu, 25 Juli 2007 @ 18:39
Selamat ulang tahun mas Jay
Kamis, 26 Juli 2007 @ 14:29
…hore belakangan!
jadi begini ya jae
sedianya saja meberikan oetjapan salam bahagia oentoek anda doea hari jang laloe. apa daja, saja loepa
ihihihihi
Kamis, 26 Juli 2007 @ 16:04
horeeee… #50!!!
hepi bede, jae! muach!
Jumat, 27 Juli 2007 @ 18:37
selamat ulang tahun jay (barengan sama sysadmin day)
Minggu, 29 Juli 2007 @ 3:12
tapi tapi tapi… tapi kenapa kemaren di etc gada yang bayarin saya makan?? padahal saya makan di hari yang diapit 2 orang berulangtahun??? kenapa kenapa kenapaa??
cepat sembuh sayapnya, legakan dadanya, supaya bisa terbang melayang dan bernafas lega.
Sabtu, 9 Februari 2008 @ 6:11
[...] juga dengan tulisan dari Kang Jay, Kang Jay juga menuliskan tentang kenangan masa lalu. Bagi para pengunjung yang akrab dengan bahasa ‘ultah’, terlebih lagi dengan judul [...]