Ongkos Ngajegang

Kamis, 28 Juni 2007M
13 Jumadil Akhir 1428H

“Ojeg, Bang?”
“Ya, ojeg!”
“Ke mana, Bang?”
“Ke jalan Blora. Berapa?”
Ragu-ragu ia menjawab, “Ceban?”
“Baik,” aku pun naik.

Ojeg pun meluncur di antara jalan-jalan kecil dan gang-gang kerumitan permukiman. Tiba di pertigaan sang sopir ojeg ragu-ragu mengambil jalan.

“Biasanya lewat mana, Bang?” Ia bertanya di tengah labirin kota.
“Wah, engga tahu. Ke jalan Blora, ke arah stasiun Sudirman aja,” sambil aku menengadah mencari-cari puncak Wisma 46 sebagai patokan.

Ojeg kembali berkeliling-keliling, masuk sana, masuk sini, lewat sana, lewat sini, tak kuperhatikan, hingga bertemu lagi pertigaan. Oh, bukan pertigaan yang tadi rupanya.

“Biasanya lewat mana, Bang?” Ia bertanya untuk kedua kalinya.
“Wah, engga tahu. Saya ga tinggal dan kerja di sini. Ke jalan Blora, ke arah stasiun Sudirman aja!”
“Ga ada stasiun di sini, Bang!”
“Sial, ni sopir ojeg ga gaul!” ucapku tanpa suara. “Ya udah, ke arah Dukuh Atas.”

Gerimis mulai membesar menjadi hujan. Berhenti sejenak untuk memakai helm. Perjalanan mulai keluar dari labirin permukiman yang sarat dengan rumah dan kamar kost. Dan sang sopir ojeg seperti masih kebingungan mencari jalan.

“Biasanya lewat mana, Bang?”
“Cangkang kerang rebus!” teriakku dalam otak. “Saya mau ke jalan Blora. Tahu gak jalan Blora?”
Ia cuma terdiam.
“Stasiun Sudirman?”
Celingukan tak mendengar.
“Ya udah, ke Dukuh Atas aja. Shelter busway Dukuh Atas. Tahu kan?”
“Iya, iya,” sambil mengangguk.

Dan hujan mulai semakin deras. Ah, ia menemukan jalan rupanya, pikirku sambil memperhatikan puncak pena Wisma 46 yang katanya ide sebenarnya adalah puncak layar.

“Dari sini sudah gak bisa muter balik, Bang?”
“Ini Dukuh Atas, Bang!”
“Aing nyaho, jrit!” tak terucap sambil menyerahkan ceban. “Terima kasih, Bang!” kesopananku masih bisa kujaga.

Shelter Dukuh Atas yang memanjang kususuri. Masuk stasiun Sudirman lalu turun ke underpass bercampur dengan tumpah ruah mereka yang turun dari kereta listrik mengejar-ngejar metromini. Tiba di tujuan lima menit sebelum jadwal travel berangkat. Dan hujan mulai deras.

Hujan semakin deras saat memasuki jalan tol. Jarak pandang semakin pendek. JadulPod kucolokkan ke converter kaset yang selalu kubawa, dan kupenuhi kendaraan transportasi Jakarta-Bandung tersebut dengan musik-musik jadulku yang terselip juga album Lost Highway.

Kabut semakin padat, hingga semua kendaraan merayap di 60-70km/jam saja… like Lost in Highway.

Popularity: 4% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

32 komentar untuk catatan 'Ongkos Ngajegang'

  1. #1
    gravatar

    biasanya lewat mana bang?

  2. #2
    gravatar

    Bade ka manteun kang?

  3. #3
    gravatar

    bang, sms siapa ini bang ?

  4. #4
    gravatar

    ohooo
    salahnya sih, gag pake ojeg milenium
    hihiihihihi

  5. #5
    gravatar

    ojegnya mesti liat jalan di wikimapia

  6. #6
    gravatar

    No HP nya berapa, Bang..?

  7. #7
    gravatar

    Surur

    SEgere bikin konperensi tukang Ojeg!

    ngarah, baleg tukang ojeg teh!

  8. #8
    gravatar

    hihihi…tukang oje-nya baru kali…naek dr mana, kang…?

  9. #9
    gravatar

    #4, #7: Iya euy, ojeg milenium lagi cuti.

    #8: Heuheu, jam 5:45 dari labirin di belakang Setiabudhi One.

  10. #10
    gravatar

    hahaha..
    Gw juga pernah tuh, dari jl latuharhari mau ke jl blora (xtrans) naik ojek.
    “Bang, ke jalan blora, xtrans”
    “Sip mas”
    Ojek pun melaju, tanpa gw sadari ternyata si ojek muter-muter gak karuan.
    “Bang ini mah bukan jalan blora bang, udah kelewat..”
    Akhirnya tuh ojek balik lagi sambil muter-muter labirin, gak jelas arahnya.
    Sampailah gw di xtrans, dan saat gw tiba travel pun langsung berangkat.. Untungggg…

  11. #11
    gravatar

    Wah tukang ojegna orang Bandung kali Kang, mungkin biasanya dia ke Sudirman lewat Gardu Jati :-)

  12. #12
    gravatar

    wahahahahahaha, akhirna nepi oge. tapi gancang euy, jam 9an geus nepi deui.

  13. #13
    gravatar

    bang, kapan aye dilamar bang? :p

  14. #14
    gravatar

    bwakakaka…serem mana pengalamanku Jay? Naik ojek yg tukang ojeknya mabok?? :p
    *searching sendiri di blog ya??? hihihi…*

  15. #15
    gravatar

    Naik ojeg tadi pagi:

    Bang, maaf aja ya, hari ini Rp 5000 ke depan (biasanya 3000), abis banjir.

    Padahal banjirnya cuma lebar 3 meter heuheueue. Usahanya jadi lebih gede yah kalo banjir hihihi

  16. #16
    gravatar

    wah cuman kebagian cangkang tuh tukang ojeg. dagingnya diabisin ama om jay.

  17. #17
    gravatar

    Waduh akang, maab.. padahal kenapa gak bangunin yang cakep disebelah
    dia udah apal jalan tikus menuju blora. belalang tempur kan ada duwa.

  18. #18
    gravatar

    #17: Eh atos teu nanaon. Da pangalaman lucu ieuh. Nuhun.

  19. #19
    gravatar

    Wew tukang ojegnya ga gawul

    #7 Beda daerah kekuasaan euy

  20. #20
    gravatar

    dari belakang setiabudi one mah gampang banget ke dukuh atas, gak perlu gang2 kecil langsung lewat jalan aspal, mulus.. gak nyampe 10 menit dah nyampe..

  21. #21
    gravatar

    #20: Nah, nongol juga akhirnya sopir ojeg yang gaul, nih…

  22. #22
    gravatar

    spit riding: ONGKOS NGEJANG :)

  23. #23
    gravatar

    hehehe disini 3000

  24. #24
    gravatar

    Kang Jay.. baru nyadar nih, dah gak gondrong lagi????

  25. #25
    gravatar

    Hehe.. untung masih bisa jaga kesopanan. Biasanya lewat mana bang? Hehehe…

  26. #26
    gravatar

    #24 : iya nih, jadi kayak om chrisye.

  27. #27
    gravatar

    bang, rokok bang :D

  28. #28
    gravatar

    ojeg ke bandung, berapa?

  29. #29
    gravatar

    walah, udah ngajegang, bayar ceban, kehujanan, musti jadi peta juga ya? :p

  30. #30
    gravatar

    bang kalima lima gobang bang
    bangkong di tengah sawah wah
    wahai tukang bajigur gur
    guru sakola desa sa
    saban poe ngaput put
    putri kabogoh kuring ring
    ring……………..
    aya nu tiasa neruskeun??????

  31. #31
    gravatar

    tukang ojegnya belum diospek kalee jagina gitu he he

  32. #32
    gravatar

    ojeg-nya suruh pake GPS dunk :)

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.