God Bless dan Gong 2000: Musik Cadas Progresif Indonesia

Sabtu, 23 Juni 2007M
08 Jumadil Akhir 1428H

Musik rock atau musik cadas adalah salah satu genre yang saya nikmati. Salah satu genre yang mengakar ke musik rock ini adalah jenis progressive rock, musik cadas progresif. Haha, bikin istilah sendiri. Musik cadas progresif yang pertama kali saya dengar di pertengahan 80-an adalah album Genesis era Phil Collins dan album Yes 90125. Waktu itu saya anggap kedua musik di atas adalah genre Pop-Rock, sebab musik lain yang saya dengarkan adalah Emerson, Lake and Palmer, Deep Purple, Led Zeppelin, Scorpions (era heavy metal dan blues-rock-nya) dan tak lupa musik standar yang berkesan “wajib didengarkan” yaitu The Beatles dan The Rolling Stones. Setun A. Setun A! Setun anying!

Album God Bless: Cermin (1980)

Dari kubu musik dalam negeri tak lupa saya mendengarkan kedua album God Bless, debut albumnya yang dirilis tahun 1975 dan album Cermin di tahun 1980. Saya menyukai kedua album God Bless ini karena kehebatan mereka menyerap warna musik progresif dan art-rock Yes dan ELP dengan nuansa pentatonis dan lirik bahasa Indonesia, terutama pada dentingan piano/kibor Yockie Suryoprayogo. Kala itu banyak anggapan bahwa bahasa Indonesia tak cocok dijadikan lirik lagu rock, apalagi progressive rock.

Di era yang sama, Harry Roesli dan Guruh Soekarno Putra pun banyak menyerap unsur-unsur art-rock dan progressive rock ke dalam karya-karya mereka, juga memasukkan unsur-unsur pentatonis. Mengenalkan kepada penikmat musik, inilah rock Indonesia, inilah rock progresif Indonesia, bahkan dengan lirik-lirik positif yang membanggakan negeri Indonesia. Suatu yang jarang kita temukan lagi di musik-musik Indonesia saat ini, sudah berubah seperti yang dituliskan oleh Mira.

Grup band Yes yang meluncurkan hits “Owner of a Lonely Heart” cukup mengecewakan penggemar fanatik musik cadas progresifnya. Meski memang menjadi lagu populer dan menambah fans mereka, namun bagi para penggemar fanatiknya cukup aneh ketika konser Yes dipenuhi penonton perempuan-perempuan di depan panggung festival berteriak histeris. Mereka kemudian membentuk grup band baru yang diberi label “Anderson Bruford Wakeman Howe” (ABWH) yang cukup mengobati penggemar Yes untuk kembali mendengarkan angelic sound Jon Anderson, sayatan gitar Steve Howe dan jeritan kibor Rick Wakeman.

Hal tersebut terjadi juga di tubuh God Bless. Album Raksasa yang menjadi hit menjelang akhir tahun 1990-an dirasa kurang membawa konsep musik lamanya, musik baru God Bless terlalu didominasi gitar dan musik yang dibawa oleh Eet Syahranie, membawa warna musik Van Halen. Gong 2000 menjadi obat bagi penggemar God Bless lama, bahkan jauh lebih kental bagi mereka yang merindukan dentingan piano dan kibor bernuansa pentatonis (digantikan Harry Anggoman), cabikan bass Donny Fatah serta sayatan gitar Ian Antono. Dan tak lupa lirik-lirik lagu Gong 2000 yang menggigit. Bahkan penggemar pun tak peduli, apakah mereka Gong 2000 atau God Bless.

Arahkan wajah ke mana kau suka… segera
Langkahkah kaki ke mana kau mau, tak perlu ragu
Tajamkan tekad sedahsyat bencana… yang murka
Singkirkan nafsu patahkan belenggu, bebaskan dunia

Namun tengoklah ke sini
Tak seharusnya ke sana
Di sini… semua ilmu menjadi bumi
Di sana… semua ilmu menjadi api
Ke sini… yo yoo

Konser Gong 2000 di lapangan Parkir Timur Senayan pada tanggal 26 Oktober 1991 cukup menggembirakan penikmat musik God Bless atau Gong 2000 ini. Lagu lama God Bless dari album Cermin diaransir ulang, seperti “Selamat Pagi Indonesia”, “Sodom dan Gomorah” serta “Anak Adam”, dibawakan dengan warna musik yang lebih modern. Satu-dua lagu dari album Semut Hitam dan tentunya lagu-lagu dari album Gong 2000 sendiri.

Tahun 1997, God Bless bersatu kembali, mencoba memberi warna baru dengan duo gitar Ian Antono dan Eet Syahranie dalam album Apa Kabar. Namun tidak menggigit di publik penikmat musik cadas progresif. Dan di akhir tahun 2000 Gong 2000 dibubarkan. Sungguh disayangkan, termasuk ucap Achmad Albar sendiri.

“Sayangnya masyarakat mengenal Gong 2000 sebagai grup band. Padahal hanya sebatas komunitas antar musisi untuk bersama-sama membenahi kondisi sekaligus, mencari jalan bagi musisi muda berbakat. Kalaupun nanti Gong 2000 melegenda, itu saya serahkan ke masyarakat,” tutur Ian.

Bubarnya Gong 2000, ternyata sangat disayangkan oleh Achmad Albar. “Saya sebenarnya tidak rela grup ini bubar. Namun saya berharap Ian akan melanjutkan dengan obsesinya yang baru,” kilah Iyek, nama akrab Achmad Albar, yang telah bekerjasama dengan Ian selama 25 tahun.

Apakah ada musik cadas progresif lain saat ini yang membawa unsur Indonesia dalam lirik dan musiknya?
Mungkin hanya tinggal legenda.

Mei 2009, God Bless merilis album baru, berjudul 36th sebagai simbol ulang tahunnya yang ke-36.

God Bless 36th

God Bless 36th

01. N.A.T.O.
02. Prahara Timur Tengah
03. Kar’na Kuingin Kau Bahagia
04. Biarkan Hijau
05. Pudar
06. Jalan Pulang
07. Sahabat
08. Syair Untuk Sahabat
09. Dunia Gila
10. Rock’n Roll Hidupku

Komentar

137 komentar untuk catatan 'God Bless dan Gong 2000: Musik Cadas Progresif Indonesia'

  1. #1
    gravatar

    Goog Bless Inspirasi Q dalam Bermusik……..I Like U Good Bless……….Good Bless No 1 Forever

  2. #2
    gravatar

    godbless group band sepanjang masa…

  3. #3
    gravatar

    god bless yg musisi uhhh
    itu mncerminkan diriq yg kpingin sprti mereka is the best poko’nya

  4. #4
    gravatar

    dari dulu sampai sekarang musik god bless terus berkumandang d kamar ku….
    GOD BLESS emang the best!!! musik skarang,sangat jauh perbedaannya.gitarisnya bang Ian Antono dan mas Eet Syahranie,menunjukkan bahwa musik GOD BLESS penuh dengan kualitas …SALAM GOD BLESS MANIA DISELURUH TANAH

  5. #5
    gravatar

    gabung aja di FB God Bless Community (GBC) Indonesia

  6. #6
    gravatar

    saya sangatsenang ma lagunx gong 2000

  7. #7
    gravatar

    lg2unx bikin hidup sprti seorang rockker,apa lagi permainan gitarnx ian antono
    by,

  8. #8
    gravatar

    SUPER GROUP deh GODBLESS ini
    the best pokoknya….

    impian mereka adalah konser tunggal dgn soundsystem mumpuni….
    semoga terlaksana..
    kalo bisa undang jockie S, Teddy sudjaya+ eet syahranie…biar manggung bareng….

    kalo boleh usul GODBLESS agar regenerasi…
    biar langgeng sepanjang masa….

  9. #9
    gravatar

    godbless dan gong 2000,my influenze band saya sampe skrang…is the best

  10. #10
    gravatar

    Saya bangga dengan God Bless sebagai legendaris rock indonesia

  11. #11
    gravatar

    Melegenda…. seperti catatan ini di post juni 2007 s/d 2014 masi ada yang komeng..

  12. #12
    gravatar

    Mantap ian antono yang bersahaja dan eet yang gahar , punya warna masing2 dua2 nya oke banget.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.