Kemarau Bulan Juni
Kamis, 7 Juni 2007M
21 Jumadil Awal 1428H
- Tracking System
- International phone card
telah datang kemarau bulan juni
yang mengoyak gairah insani
peluh di wajah-wajah yang berani
karena mentari selalu menemani
kau katakan tak ada yang salah dengan hal ini
selama sesuai dengan hati nurani
karena itulah jati diri
karena itulah hakikat diri
seperti yang kau tunjukkan padaku tadi
dalam sebuah citra yang berseri
sesegar embun pagi
di kelamnya dini hari
yang pekat lagi sunyi
tanyaku, “masihkah ada keraguan melangkah pergi?”
“masih, tapi coba kuatkan diri mengikuti kata hati”
“rasa takutkah yang membayangi?”
kau serukan, “tidak, jika pada diri sendiri”
hormatku, “kamu memang berani”
lirih kau katakan, “telah digerus waktu terkini”
aku temani
dengan senang hati
untuk seorang sahabat sunyi
yang menemani kontemplasi
Kamis, 7 Juni 2007 @ 1:15
Using
perasaan bogor ama jakarta bbrp hr ini hujan ;-)
Kamis, 7 Juni 2007 @ 2:58
Using
Dulu memang biasanya kemarau bulan juni, tapi sekarang sudah gak bisa diprediksi lagi. bisa jadi bulan depan dah kemarau. Iklim Indonesia semakin kacau. Efek pemanasan global mungkin
Kamis, 7 Juni 2007 @ 11:39
Using
Kemarau?
Mmmh…enakna ngusep di Banjar yeuh..
Kamis, 7 Juni 2007 @ 22:17
Using
#2: Seperti halnya di negara subtropis sudah mulai summer. Lebih teratur musimnya di sana, tidak seperti negara tropis, hanya dua musim, kemarau dan penghujan, itu pun sering dianggap hujan sepanjang tahun, atau sebaliknya, kering sepanjang tahun.
#3: Asik, ada yang ngajak wisata ke Banjar, euy!
Jumat, 8 Juni 2007 @ 2:03
Using
mantep euy puisina..
Jumat, 8 Juni 2007 @ 9:23
Using
Baru tau euy Jay jago bikin PUISI .. top markotop lah …. Cag Ah
Jumat, 8 Juni 2007 @ 9:34
Using
di palembang ujan neeh, cuma anginnya panas. Jadi bingung klo keluar rumah :P
Jumat, 8 Juni 2007 @ 20:29
Using
disini jarang hujan nih :D
Sabtu, 9 Juni 2007 @ 18:44
Using
kemarau di bulan juni
melangkah di batas nyata dunia dua musim
datang bukan atas nama menunggu
pergi bukan atas nama membenci
Senin, 11 Juni 2007 @ 11:49
Using
perasaan 2 hari yll di Bandung gerimis mengundang deh
Senin, 11 Juni 2007 @ 14:26
Using
Aku barusan baca seseorang menulis “Hujan bulan juni”. Eh, tiba2 jay menulis kemarau bulan juni.Tapi yang jelas bbrp hari ini, panaaaas….. banget!
Senin, 11 Juni 2007 @ 20:15
Using
Buat komentar #4, tentang musim:
Ah, dibilang summer juga nggak. Musim di sini sama kacaunya.
Pas musim dingin tahun lalu, kok ya nggak terlalu dingin…main salju pun cuma terbatas (kurang dari seminggu, kalau nggak salah). Lalu di bulan Januari yang seharusnya masih banyak salju, malah sudah banyak bunga musim semi yang tumbuh. Kupu-kupu pun sudah keluar. Semuanya kemudian harus mengalah lagi oleh alam karena salju tiba-tiba turun..
Awal bulan April, semuanya sudah sangat hijau, dan bunga Raps (apa ya, bahasa Indonesianya?) sudah tinggi, seperti yang seharusnya merupakan pemandangan bulan Mei.
Bulan Juni ini, asyik dengan matahari yang menyengat, badai, serta hujan.
Benar-benar membingungkan.
Rabu, 13 Juni 2007 @ 18:35
Using
kalo di gerlong mah…, emang sih kalo siang panas menyengat, tetapi waktu pagi bruuuur, dingin, males mandi dah :D
Jumat, 15 Juni 2007 @ 9:36
Using
wah puisinya menarik. suhu… ajarkan saya “D
Jumat, 15 Juni 2007 @ 20:26
Using
Keren deh, lagi seneng apa sedih nih mas lagi bikin postingnya, pokoe mak nyuss
Sabtu, 16 Juni 2007 @ 3:50
Using
#14: Seorang sahabat pernah berkata: puisi adalah bahasa paling jujur. Jadi, tulis saja!
#15: Sedih dan senang adalah dua hal yang selalu menyertai hidup.
Sabtu, 16 Juni 2007 @ 7:17
Using
Enaknya kemarau teh biasana buah-buahan rasanya jadi lebih manis. Eh teu nyambung nya? :D
Sabtu, 16 Juni 2007 @ 7:19
Using
Pasti komen saya kena jerat akismet nih.. apa dosa saya sih? Injek-injek akismet** **Nangis**
Selasa, 19 Juni 2007 @ 15:24
Using
iya terinspirasi dari hujan bulan juninya sdd kah?
Jumat, 22 Juni 2007 @ 20:01
Using
Juni koq belum kemarau juga ya (nggak papa sih, jadi nggak panas).
Tapi ini pertanda kalau siklus musim makin kacau dan nyampur.
Puisinya dalem mas … :)