Bola Golf Warna Neon

Jumat, 11 Mei 2007M
24 Rabiul Akhir 1428H

Itu adalah judul cerita jebakan lucu, namun bodohnya saya lupa cerita tersebut, terutama bagian akhirnya. Mungkin Rizq atau Iyo jika sempat mampir di sini bisa memberi clue cerita tersebut. Lepas maghrib tadi untuk kedua kalinya saya bermain golf di driving-range Siliwangi, setelah yang pertama kali hari Minggu lalu di tempat yang sama. Meminjam stik golf dari Mira dan meminta panduan dari mantan atlet nasional golf yang lahir dan besar di lapangan golf, yaitu Juragan Batere.

Saya menggemari olah raga, apapun yang sekiranya saya bisa, untuk sekadar bersenang-senang, bersosialisasi, olah raga sebenarnya, ataupun dalam konteks pertandingan informal dan formal. Tidak termasuk dalam hal konteks judi atau gambling, kecuali taruhan kecil skala makanan enak yang relatif murah. Sama-sama senang, sama-sama kenyang. Ini pun jarang-jarang, mungkin sepertinya orang malas bertaruh dengan saya yang ogah-ogahan bertaruh.

It’s fun. It’s a sport. It’s a game. It’s a competition. It’s a lifestyle. It’s a way of life. Silakan pilih salah satu, beberapa atau pilih semuanya.

Namun saya juga seorang pemalas. Apalagi jika berkomplikasi dengan waktu tidur. Pagi hari di akhir pekan saat orang lain sudah bangun untuk berlari pagi misalnya, saya justru baru hendak tidur. Atau pagi hari di hari kerja sebelum memulai hari kerja, saya telat bangun dan tergesa-gesa untuk mandi. Padahal saya selalu menikmati mandi, selalu diawali dengan keramas, dilanjutkan BAB dengan rambut penuh shampo dan kemudian membilas tubuh sekaligus rambut. Hingga sering disebut saya mandi lebih lama daripada perempuan pesolek.

Pernyataan saya gemar berolah raga memang cukup layak untuk tidak dipercayai. Badan saya kurus kering yang isinya tinggal tulang sama kentut menurut Iwan Fals dan perokok ringan (ringan membeli, ringan menyulutnya, ringan mengisapnya) dari jenis rokok kretek yang katanya paling nendang menurut para perokok. Bahkan komentar teman lama atau baru sering bertendensi saya ini junkies pecandu narkotik atau obat-obatan psikotropika yang membuat geleng-geleng kepala sebelah arah. Alhamdulillah, saya sehat, jarang sakit, dan belum pernah sakit berat.

Olah raga golf –atau kita sebut saja permainan golf– adalah permainan memukul (disebut swing, seperti melembar bola pada sofbol) bola golf dengan stik khusus. Di lapangan golf sebenarnya bola dipukul dari wilayah tee atau tee ground ke wilayah green atau putting green untuk dimasukkan ke dalam lubang. Satu lubang tujuan disebut satu hole dan satu game ada 9 hole. Satu hole bisa bermacam-macam jarak, yang umumnya antara 4 atau 5 pukulan par. Jika sekali pukul langsung masuk namanya hole in one. Satu hole par 5; maka jika anda memasukkan bola dalam 5 pukulan berarti nilai anda nol. Jika hanya 4 pukulan bernilai -1 (disebut birdie) dan jika 6 pukulan bernilai +1 (disebut bogey). Lengkapnya dari nilai tertinggi (skor terendah) hingga nilai terendah menjadi: Condor (-4), Albatros (-3), Eagle (-2), Birdie (-1), Par (0), Bogey (+1), Double Bogey (+2), Triple Bogey (+3) dan Quadruple Bogey (+4). Pemenangnya adalah yang mengakumulasi skor (jumlah pukulan) paling sedikit.

Apakah permainan golf benar sebuah olah raga?
Nyatanya untuk kedua kalinya saya memukul 300 bola di driving-range Siliwangi di malam hari saat hujan, tubuh saya berkeringat. Otot perut, pinggang, bahu dan tangan bekerja layaknya bermain badminton atau pingpong, meski tanpa lari-lari dan loncat-loncat. Sedikit pegal-pegal itu biasa, karena saya jarang berolah raga, dan tentunya sudah dicegah terlebih dahulu dengan peregangan otot-otot yang berkaitan di bagian pinggang, bahu dan tangan.

Di lapangan golf sebenarnya sebanyak 9 hole; misal satu hole 500m par 5 maka anda akan memukul 45 kali (jika handicap 0) atau 63 kali (handicap 2 untuk setiap hole, total handicap 18, handicap terendah) dan berjalan kaki 9x2x500m, atau 9km. Ingin lebih berat? Berjalanlah tanpa asisten –disebut caddie– untuk menggendong atau menyeret tas stik golf sejauh 9km yang berkemungkinan besar di bawah teriknya matahari.

Driving-range dirancang untuk melatih ayunan (swing) permainan golf. Menurut Juragan Batere driving-range Siliwangi ini cukup kecil (jarak terjauh hanya sekitar 300m) dan bola golfnya sudah dirancang khusus agar efek pukulan lebih pendek. Tentunya saya percaya saja karena pukulan sang Juragan Batere bisa 400 yard lebih, apalagi saat ia memukul, dengan ayunan cepat, jauh dan tinggi hingga khawatir menabrak pesawat terbang yang sedang menukik hendak mendarat ke bandara Husein Sastranegara.

Woods, Putter dan Irons

Di kesempatan kedua ini, 200 bola pertama saya mainkan dengan stik yang ujungnya (disebut club stick) seperti bandul, disebut woods, sedikit lebih panjang (posisi bola sekitar dua langkah di depan dari ujung kaki), dan agak melentur saat diayun. Memang cocok untuk melatih pukulan drive dan memang sering digunakan untuk pukulan pertama (tee ground) di lapangan golf sebenarnya. Sedangkan menurut Juragan Batere, stik itu adalah stik bapak-bapak karena digemari bapak-bapak yang sudah berumur tapi masih gemar bermain golf.

Setiap bola saya mainkan cukup serius, meletakkan ujung stik di sebelah bola, mengambil posisi nyaman memegang pegangan stik, mengatur posisi kaki, diam sesaat, mengayun stik ke kanan dan mengayun cepat ke kiri dengan sumbu rotasi ayunan di bahu kiri. Ada kepuasan dan senyuman saat mendengar dentingan hasil tumbukan ujung stik dengan bola golf, tanda ayunan dan pukulan sempurna, plus komentar Juragan Batere memotivasi, tak lupa setiap ayunan selalu dikomentari caddie yang sabar meletakkan bola dan memberi petunjuk dan pengarahan. Tujuh puluh lima yard hingga 100 yard lebih berturut-turut cukup memuaskan hati, apalagi jika mengingat satu pukulan berarti membayar sekitar Rp300 dibandingkan menggelindingkan satu bola bowling seharga sekitar Rp1.000.

Seratus bola selanjutnya saya gunakan untuk pukulan short-range atau disebut pitch atau pitching. Menggunakan stik yang disebut irons, yang lebih pendek, ujungnya atau club stick-nya lebih pipih, dan posisi bola golf sekitar satu langkah dari ujung kaki. Pukulan pitch ditujukan untuk ayunan akurasi, yaitu untuk mendekatkan bola ke putting green di lapangan golf sebenarnya. Sebagai target latihan ada beberapa tiang bendera pendek penanda jarak 50 yard. Di kesempatan pertama hari Minggu lalu saya mendapat bonus pitching beberapa puluh bola, sebab saat itu bola golf habis di counter sehingga driving-range diistirahatkan hampir setengah jam agar para petugas dan caddie beramai-ramai mengumpulkan bola, dan untuk membantu mereka saya melakukan pitching langsung di rumput, memukul tebaran bola yang sangat banyak ke arah bendera penanda 50 yard. Lebih sulit karena kemungkinan besar bola berada di cekungan tanah, tidak seperti di teeing ground driving-range yang beralaskan karpet.

Mungkin suatu saat saya bisa mencoba mengayun di lapangan golf sebenarnya. Lapangan golf yang sering dijadikan ajang kontroversi karena hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat, walau dipandang dari sisi lain, lapangan golf di Dago misalnya juga berfungsi sebagai kawasan hijau yang dikelilingi penggundulan lereng bukit akibat pembangunan perumahan yang tidak terkendali.

Sindrom kelebihan energi datang lagi, kantuk masih belum datang juga setelah bermain golf dan makan malam dan minum jus duren-alpukat kental yang mengenyangkan perut.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

34 komentar untuk catatan 'Bola Golf Warna Neon'

  1. #1
    gravatar

    Weuh……, nu garolep…, hanjakal saya kudu neangan kipayah heula yeuh.. minggu hareup ngiluan ah..

  2. #2
    gravatar

    test, test.. naha gravatar sayah hayam terus nya…? :(

  3. #3
    gravatar

    ic3x, jadi tahu gimana itungan skor di golf *sembari manggut-manggut

  4. #4
    gravatar

    Yang buat pitching sering disebut pitching wedge (tandanya “P” di clubnya).

    Saya juga lagi tergila2 golf sejak kira2 setengah tahun terakhir. Padahal dulu tidak pernah kepikiran sama sekali bisa suka golf, malah cenderung meremehkan. Ternyata setelah nyobaindiracunin jadi suka banget. Emang asik sih.

  5. #5
    gravatar

    bela-belain ga ikutan demi…… ternyata yang dibela-belain juga ga ada…

  6. #6
    gravatar

    gua lebih tertarik sama jus duren alpukatnya

  7. #7
    gravatar

    saya selalu menikmati mandi, selalu diawali dengan keramas, dilanjutkan BAB…

    bukannya BAB dulu baru yang lainnya? :-?

  8. #8
    gravatar

    #5 Soookoooor…hehehehe

  9. #9
    gravatar

    #2: Atos aya Ko Eep.

    #6: Minta tuh sama Ronny yang gravatarnya gambar duren. Beli jusnya di lapak My Juice jalan Cibadak. Jusnya lengkap, buah-buahan segar dan bersih nyata terlihat, termasuk jus sayuran juga ada.

    #4: Wah, ada yang kecanduan rupanya.

    #5: Ada faktor rupanya.

    #7: Saya tidak rutin BAB setiap pagi, jadi prosedur itu jarang terjadi.

  10. #10
    gravatar

    jadi, wiken ini kita maen golep?

  11. #11
    gravatar

    #9.., anggeur we geuning gambar hayam.., hehehe, cing ngetes sakali deui.. sugan we jadi gagak..

  12. #12
    gravatar

    #11: Eh muhun, jadi gambar hayam deui gening, tadi mah tos leres da.

  13. #13
    gravatar

    #8

    biariiinnn…. yang penting usahaaaa!!!! mumpung masih mudaa.a.a.a. kalo udah tua ntar kejar setoraaannn…. wakakkakaa…

  14. #14
    gravatar

    ngagolep cukup pake sisir jeung jalantah weh sayah mah

  15. #15
    gravatar

    wah.. masih inget aja istilah “bola golf warna neon” hehehe.. gw aja baru ter-ngeh lagi.. tapi apa ya dulu guyonannya? Lupa euy Jay..

  16. #16
    gravatar

    golf….???????

  17. #17
    gravatar

    yah….itu cerita paling tidak bisa dipertanggungjawabkan…. karena emang gak pernah ada abisnya… semua selalu berakhir dengan: bola golf warna neon. sampe kita lulus jawabannya masih sama kok.. wweeeeekk… emang dasar tuh si rizki ama iyo…

    jadi hanyang ngilu.. menghajar bola goleb… euweuh batur euy.. ngilu jaaayy!!!
    tapi iraha nyak ???

  18. #18
    gravatar

    Asa jadi maen golep (ceuk fanani) tapi teu kaduga kang Jay, mun gatrik mah osok keneh tiap sabtu sonten di lapangan HeBe. Cag Ah

  19. #19
    gravatar

    saya pikir golf olah raga yang not sweaat enough ya

  20. #20
    gravatar

    the legend of the beggar vance adalah salah satu film favorit saya, yang bercerita tentang perjuangan batin seorang pegolf, dan lalu melahirkan filosofi permainan ini.

    berbeda dengan permainan lain, tidak ada musuh yang dikalahkan, selain diri sendiri. kita lalu menjadi menikmati permainan, ketika menang bukan satu-satunya tujuan. bermain dengan menyiasati angin, tekstur tanah, kelembaban, dan lalu melihat dengan mata batin jalur bola yang akan terlewati, sepertinya mengasyikkan.

  21. #21
    gravatar

    Gaya euy … ulinana golep ayeuna mah …

  22. #22
    gravatar

    jay said:
    45 kali (jika handicap 0)

    -> Salah jay, mun 9 holes even par nya = 36. Kalo 18 holes = 72. Iya euy orang suka ngejek urang dulu olahragana ceunah main golf siga bapak-bapak. Halah bukan maunya gua atuh lah lahir di lapangan. hehehe jadi inget dulu salah satu client komen wah pak adi main golf dari kapan saya aja udah senior main golf 4 taon terakhir… “Hmm ceuk urang… saya main golf dari umur 4 taon bwakakakaka… scam”.

    Dan pas kuliah s2 orang yg pada nyindir gua ajak ke lapangan 2 orang pingsan di jalan main di jatinangor. Ya secara gitu loh main golf = jalan 10km panas2 pake mukul bola lagi (lain halnya kalo make golf cart).

    Btw, ini neon gmana? kalo bola golf emang ada yang warna mencrang, kuning spotlight dan merah spotlight biasanya dipake kalo lagi cuaca ga bagus biar bisa terlihat dari kejauhan. Dulu jaman kecil seneng pake gituan. Tapi yang paling seru pada saat bola golf masih merk-an HotDot (orang lama pasti tau), ya itu kalo di belah isinya ada karet gelang yang ga putus2 dan intinya adalah material bubuk yang diseal sama karet, yang kalo dilemparin bisa mantul2 kesegala arah dengan kecepatan tinggi, sering main gituan belah bola (malah bola tahun segitu cendrung belah sendiri lama2), terus dilemparin ke lante kena kepala temen sampe benjut (kalo bola kemudian bahannya adalah advanced material, bubuk semua di pressed). Yang paling seru adalah Callaway Ball. Secara gitu mereka cuma marketingin produk orang alias bolanya hasil riset Dupont. hehehe… scam!

  23. #23
    gravatar

    btw, untuk bola paling seru itu *dan blon pernah mukulin *liat udah sering, adalah starter ball… bola yang dipukul untuk starting game. Bola itu pecah dan jadi kayak asep gitu keren jay. Nyecam timana yah :D

  24. #24
    gravatar

    wah… main golf ya 8-> jadi kepengen deh kpn-pkn 8->

  25. #25
    gravatar

    aroengbinang
    Sabtu, 19 Mei 2007 @ 6:26
    Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

    the legend of the beggar vance adalah salah satu film favorit saya, yang bercerita tentang perjuangan batin seorang pegolf, dan lalu melahirkan filosofi permainan ini.

    berbeda dengan permainan lain, tidak ada musuh yang dikalahkan, selain diri sendiri. kita lalu menjadi menikmati permainan, ketika menang bukan satu-satunya tujuan. bermain dengan menyiasati angin, tekstur tanah, kelembaban, dan lalu melihat dengan mata batin jalur bola yang akan terlewati, sepertinya mengasyikkan.

    -> Betul boss. Olah raga yang masih bisa dinikmati sampe tua. Ada pepatah malah di golf “Beat Your Age!”.. yaitu gmana bisa main golf lebih kecil score nya daripada umur kita sendiri. Ini jarang yg bisa. :D hehehehe waktu muda mainnya ga bisa pro (mau ngalahin umur), udah makin tua juga makin susah :D hehehehe

    Anyone?

    Film2 golf lain yg inspiring adalah : “Tin Cup” dan “Happy Gilmore”. Dua2nya dengan genre yang berbeda. Pegolf pasti nangis kalo nonton Tin Cup. Karena itu cerita soal golfer banget. Golfer dan ambisinya. Emang sutradaranya juga kawak. Ada yang masih inget film jadul “Happy Days (1974-1984)” dengan si Fonzi nya itu yang selalu klimis dengan jaket kulit? hehehehe.. nah sutradara Tin Cup adalah sedikit orang Hollywood yang berhasil dari aktor muda, terus aktor sampe tua, sampe akhirnya jadi Sutradara handal Ron Howard (dulu jadi Richie di Happy Days). Beliau cukup menjiwai “soul” dari film olah raga, dengan sebelumnya sukses dengan film hiburan “White Man Can’t Jump”… emang iya orang basket dulu kulit putih mana bisa slam dunk :D hehehe *jadi inget Larry Bird. :D

  26. #26
    gravatar

    Weei, maen golf ya?? blom pernah tuh. Kira2 mahal gak??

    //katro mode: ON

  27. #27
    gravatar

    #25: Kan tuh udah disebut sebagian untuk driving (bukan di lapangan golf), biaya bolanya “satu pukulan berarti membayar sekitar Rp300″. Kalau mau sewa stik golf satunya sekitar 15-20rb.

    Kamu bukan katro, tapi bacanya skip-skip.

  28. #28
    gravatar

    -> Betul boss. Olah raga yang masih bisa dinikmati sampe tua. Ada pepatah malah di golf “Beat Your Age!”.. yaitu gmana bisa main golf lebih kecil score nya daripada umur kita sendiri. Ini jarang yg bisa. :D hehehehe waktu muda mainnya ga bisa pro (mau ngalahin umur), udah makin tua juga makin susah :D hehehehe

    Anyone?

    Film2 golf lain yg inspiring adalah : “Tin Cup” dan “Happy Gilmore”. Dua2nya dengan genre yang berbeda. Pegolf pasti nangis kalo nonton Tin Cup. Karena itu cerita soal golfer banget. Golfer dan ambisinya. Emang sutradaranya juga kawak. Ada yang masih inget film jadul “Happy Days (1974-1984)” dengan si Fonzi nya itu yang selalu klimis dengan jaket kulit? hehehehe.. nah sutradara Tin Cup adalah sedikit orang Hollywood yang berhasil dari aktor muda, terus aktor sampe tua, sampe akhirnya jadi Sutradara handal Ron Howard (dulu jadi Richie di Happy Days). Beliau cukup menjiwai “soul” dari film olah raga, dengan sebelumnya sukses dengan film hiburan “White Man Can’t Jump”… emang iya orang basket dulu kulit putih mana bisa slam dunk :D hehehe *jadi inget Larry Bird. :D

  29. #29
    gravatar

    Jay said: Sedangkan menurut Juragan Batere, stik itu adalah stik bapak-bapak karena digemari bapak-bapak yang sudah berumur tapi masih gemar bermain golf.

    -> Maksudnya jenis flex dari club (dulu disebut stick) tersebut ada 3-4 macem Jay. Ada yang Regular Flex (R), ada yang Stiff Flex (S), ada yang Super Stiff Flex (SS), ada yang Flex (F). Kalo Callaway kasih nama yang Stiff = Firm. Tingkat kelenturan club. Kalo seseorang punya downswing (kecepatan pukulan pada saat swing turun menuju bola) yang tinggi maka club dengan flex yang Regular kurang cocok, karena club head bisa ketinggalan dan ngelentur. Gitu yang dimaksud stick bapak-bapak. Secara gitu gua kan biasa gebuk maling tea bwakakakaa…. :P

  30. #30
    gravatar

    kenapa kok olah raga golf ga memasyarakat, pertama karena mahal, kedua karena mahal dan ketiga karena mahal (semuanya).

  31. #31
    gravatar

    Ndak Pernah Main Golep :(

  32. #32
    gravatar

    Bingung mau komentar apa..

  33. #33
    gravatar

    #9 Apa ada protap resmi untuk BAB ?

  34. #34
    gravatar

    saya dibeliin stik golep sama kakak, saya dibikinin member sport center sama kakak, saya dibayarin bola sama kakak, saya dibeliin topi golep sama kakak, saya disetirin ke sport center sama kakak… dan saya tidur di drivingrange nya…

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.