Subtitle atau Caption Film
Rabu, 18 April 2007M
01 Rabiul Akhir 1428H
- Tracking System
- International phone card
Saat kita menikmati sinema luar negeri dari Video-CD, selain kita menikmati suguhan gambar dan suara, kita dibantu menangkap dialog berbahasa asing dengan membaca subtitle atau closed captioning yang tertulis di bagian bawah layar. Kerumitan translasi dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuat tulisan subtitle tersebut dalam format “what is meant” atau “maksudnya”, sebab sangat banyak dialog yang tidak bisa begitu saja hanya diterjemahkan, harus ditafsirkan dengan bahasa yang cocok dan singkat.
Tipe subtitle dalam Video-CD disebut sebagai tipe hard, hardsubs atau open subtitles. Subtitle seperti ini sudah menempel pada videonya, tidak bisa dihilangkan atau diganti ukurannya.
Hard (also known as hardsubs or open subtitles). The subtitle text is irreversibly merged in original video frames, thus this format of subtitles doesn’t require any special equipment or software at all. Thus, very complex transition effects and animation can be implemented, such as karaoke song lyrics following, various colors, fonts, sizes, etc. However, these subtitles can’t be turned off, because they are just a part of original frame, and it’s impossible to do several variants of subtitling, for example, in multiple languages.
Generasi selanjutnya, kepingan DVD berformat DVD-Video, menerapkan subtitle yang terpisah dari video utama sehingga kita bisa memilih menggunakan subtitle atau tidak, bahkan bisa memilih bahasa subtitle yang dikehendaki hingga 32 bahasa (meski DVD-Video film umumnya hanya berisi 2-8 bahasa saja). Saat film berbahasa Inggris dan kita menampilkan subtitle berbahasa Inggris juga disebut sebagai metoda “how it said”, yang ditulis di subtitle sesuai dengan yang diucapkan. Berguna bagi kita untuk belajar English listening.
Lantas, kenapa DVD-Video yang berbahasa Inggris hampir selalu ada subtitle Bahasa Inggris juga?
Sebab orang yang berbahasa ibu Bahasa Inggris sering juga sulit mendengar dialog bahasa mereka, apalagi jika ada faktor aksen dan slang yang kental.
Dan kenapa film Indonesia tidak ada subtitle berbahasa Indonesia?
Sebab pengucapan bahasa Indonesia itu cukup jelas, bahkan sangat jelas, tak perlu lagi dituliskan dalam subtitle. Faktor lainnya adalah orang Indonesia itu lebih pintar berbicara dan mendengar, namun malas menulis dan membaca.
Dalam penayangannya, subtitle sering juga ditampilkan bagi mereka yang memiliki cacat pendengaran atau hearing impairment. Selain dialog pemeran juga ditampilkan gambaran suara-suara latar seperti bunyi klakson mobil, petir, ledakan, derit pintu, tembakan dan sebagainya. Bahkan tampilan pun disesuaikan dengan posisi pemeran dalam film yang sedang berbicara, subtitle ditampilkan di sisi kiri, tengah atau kanan sesuai adegan.
Dalam DVD-Video, subtitle merupakan overlay gambar berisi tulisan yang transparan, sehingga saat ditampilkan keduanya gambar subtitle hanya menutupi gambar utama pada bagian “gambar teksnya” saja. Disebut “gambar teks” karena subtitle tersebut adalah sebuah gambar berwujud teks, bukan teks dalam arti digital.
Prerendered subtitles are separate video frames that are overlaid on the original video stream while playing. Prerendered subtitles are used on DVD (though they are contained in the same file as video stream). Obviously, player is required to support such subtitles to display them, and it is possible to turn them off or have multiple languages subtitles and switch among them. On the other hand, subtitles are usually encoded as images with minimal bitrate and number of colors, thus they usually lack anti-aliasing font rasterization.
Begitu juga dengan metoda subtitle pada proyektor di bioskop. Proyektor memutar film seluloid tanpa subtitle, sedangkan subtitle-nya yang kita lihat di layar bioskop adalah hasil penumpukan (overlay) di proyektor dengan bantuan video/CD yang hanya berisi subtitle. Metoda ini juga dilakukan pada sistem tata suara surround pada masa generasi awal, jadi selain suara stereo yang diambil dari track seluloid, penonton mendengar efek surround yang didapat dari CD yang terpisah yang diputar agar selalu sinkron dengan putaran seluloid.
Video dalam format komputer sering digunakan untuk keperluan pribadi. Misalnya kita membeli sebuah DVD-Video film; agar kepingan DVD tersebut tidak cepat rusak, kita rip DVD tersebut menjadi file dalam format MPEG4. Saat video tersebut di-transcode, subtitle tidak dilengketkan ke dalam file videonya, tapi terpisah dalam format teks digital. Namun proses ripping video dan subtitle-nya jarang dilakukan bersamaan (mungkin ada software tertentu yang bisa melakukan hal ini).
Umumnya proses ripping subtitle terpisah karena melibatkan metoda Optical Character Recognition (OCR). Seperti yang sudah ditulis di atas, “gambar teks” pada subtitle DVD-Video harus dikonversikan menjadi teks digital melalui metoda OCR. Sulit dilakukan ripping bersamaan dengan videonya sendiri adalah karena faktor OCR belum tentu mulus menerjemahkan “gambar teks” menjadi “teks digital” yang dimaksud, misalnya gambar tulisan “burner” bisa saja salah diterjemahkan OCR menjadi “bumer”.
Dua file terpisah, satu format video dan satu lagi teks digital, bisa dibaca oleh pemutar video secara bersamaan dan ditampilkan di layar monitor. Bahkan ukuran dan jenis huruf bisa ditentukan oleh pengguna, juga bisa diedit jika ada kesalahan penerjemahan.
Soft (also known as softsubs or closed subtitles) are separate instructions, usually a specially marked up text with time stamps to be displayed during playback. It requires player support and, moreover, there are multiple incompatible (but usually reciprocally convertible) subtitle file formats. It’s relatively easy to create and change such subtitles, and thus it’s frequently used for fansubs. Text rendering quality can vary depending on player, but, generally, it’s higher than prerendered subtitles.
Pengeditan subtitle format softsubs ini bisa dilakukan dengan text editor biasa. Di sistem operasi Mac OS X lebih nyaman menggunakan software khusus seperti Jubler.

Dan untuk melakukan ripping subtitle dari DVD-Video bisa menggunakan software D-Subtitler.


Rabu, 18 April 2007 @ 22:38
Using
heheheeh iya nih gua juga baru tau kalo VideoLAN yg OS X (binary) kayaknya ga masukin lib-dcss, jadi ga bisa puter encrypted DVD yg baru dateng dari amazon hehehe. jadi aja di grab pake MacTheRipper dan karena ukurannya dual layer di compress lagi pake Roxio Popcorn biar bisa masuk 1 DVD biasa (single layer). :P
Rabu, 18 April 2007 @ 23:16
Using
Yah kedua euy…
Rabu, 18 April 2007 @ 23:18
Using
Dont need nooothin’, but a gooood tiiiime..!!
*headbang lagi*
Rabu, 18 April 2007 @ 23:18
Using
nah, jadi ada tools buat bantuin subs deathnote id-anime
*mudah2an sempet*
Rabu, 18 April 2007 @ 23:18
Using
#1: Asiiik, dapat kopian filmnya, euy!
Rabu, 18 April 2007 @ 23:30
Using
Baru tau software Mac OS lengkap juga ya, samapei dibahas di tabloid PC xxxx soft ware Mac yang mengalahkan windows. Sy baru bljr Linux dikit2, ada yg tau referensi bljr Linux dlm bahasa Indonesia nggak? Thanks.
Kamis, 19 April 2007 @ 5:33
Using
wah gaptek euy ngga pernah ngopi DVD ke harrdisk apalagi sampai mengeditnya …
biasanya sih kalau nonton film di DVD Subtitle-nya pun saya pilih indon atau malay … jika kedua bahasa itu ngga ada yah pakai bahasa inggris
keren keren …
Kamis, 19 April 2007 @ 5:36
Using
wuih komentarnya bisa dinilai.. *takjub*
eniwei, kalo gag ada Mac, jadi gag bisa ngelakuin smua yg diatas donk? :S
Kamis, 19 April 2007 @ 6:23
Using
Jay.., kalau subtitle untuk film di bioskop rasanya tidak pakai CD terpisah deh…, kalau ga salah film di bioskop subtitle nya justru menempel langsung di seluloidnya. kalau terpisah gitu.., apakah ada dua proyektor yang bekerja, satu nampilin film, satu lagi buat subtitle..? kalau iya, terus itu tulisan subtitlenya kan jelas banget menutupi bagian film, bukan hasil menumpukkan dua gambar, kalau dengan 2 sumber visual digabungkan di satu layar, pasti tulisan subtitlenya akan berbaur dengan filmnya, tidak akan menutupi filmnya.
wah kudu nanya sama orang MPX Grande nih.., hehehe.. bertahun2 berkutat di dunia audio video kok ga pernah kepikiran bagaimana itu subtitle di film seluloid. aku pikir subtitlenya semacam diketokin ke film seluloid (digoreskan) secara fisik ke film seluloid. soalnya dulu sewaktu ada layar tancap di kampung, aku pernah dapetin sepotong film bekas terputus dari gulungan filmnya, ternyata ada subtitlenya tuh di potongan film tersebut. berarti tidak pakai cara overlay, Jay, tapi “diketik” langsung ke filmnya. tapi entahlah kalau yang sekarang.
Sebelum VCD dan DVD, ada tuh yang disebut LD (Laser Disc). Nah untuk subtitlenya ini musti pake alat tambahan. Keluaran video dari LD player dimasukan dulu ke alat ini, lalu dari alat baru masuk ke tv atau LCD proyektor. Sewaktu sewa film LD, kita bisa sekalian sewa cartridge subtitle-nya.
kalau untuk surrround sound yang sekarang dipakai di bioskop, untuk Dolby Digital, data streamnya 6.1 kanalnya disimpan di antara sprocket (lubang-lubang) film. di sisi kiri film terdapat jalur optikal analog (stereo). Untuk DTS dan SDDS (Sony Digital Dynamic Sound), semua data multichannel soundnya disimpan di CD. Di film seluloidnya dibuatan timecode untuk sync ke CD tersebut. jalur optik analog maksudnya data sound stereo disimpan dalam bentuk visual di film seluloid, bukan track magnetis semacam kaset. Dahulu, Dolby Surround spectral recording (Dolby SR) pernah memanfaatkan film 35mm dengan menempelkan pita/bahan magnetis di kedua sisi film untuk masing2 kanal suara. di proyektornya dipasangin head magnetis macam head pada pemutar kaset sekarang untuk baca masing2 track suara.
Kamis, 19 April 2007 @ 8:20
Using
#4
*membayangkan nonton anime tapi subtitlenya ngelag*
Kamis, 19 April 2007 @ 8:32
Using
#9: Hehe iya, dulu kalo nimbrungin proyektor layar tancap memang subtitle-nya sudah nempel di seluloidnya. Kalo sekarang masih “tulisannya diketok” di seluloidnya mungkin memang dunia bioskop Indonesia masih seperti sedia kala.
Kamis, 19 April 2007 @ 11:07
Using
Kalo beli DVD bajakan … selalu ngecek dulu subtitle-nya. Kalo subtitle Inggris nya betul, baru beli. Kalo gak beres, forget it … Search for different movie aja.
Kalo beli DVD asli … belum pernah :p
Kamis, 19 April 2007 @ 11:24
Using
Buta banget tentang itu. Taunya cuma tentang “Janji Joni”.
Oya,kalo DVD dimainin di Media Player, gimana nampilin subtitlenya yah?
Kamis, 19 April 2007 @ 11:49
Using
aku lebih suka menggunakan subtitle berbahasa inggris. ya, memang nggak semuanya tahu sih. tapi paling tidak aku bisa belajar bhs inggris sambil nonton dvd. kenapa gak pake subtitle bhs indon? wah, kualitas terjemahannya sering parah. juga sering kali munculnya nggak teratur…
eh, tahu nggak kenapa pilihan bahasa Indonesia di DVD disebut sebagai “BAHASA”. kenapa bukan INDONESIAN atay MALAYSIAN saja, ya? BAHASA khan sama dengan LANGUAGE…
Kamis, 19 April 2007 @ 18:22
Using
jangan lupa kalo milih DivX player, yang bisa muncul subtitlenya bener… jangan munculnya sekehendaknya aja seperti yang di apartemen ciumbuleuit :P
Jumat, 20 April 2007 @ 3:47
Using
Saya baru install Joost, isinya sih keren-keren. Tapi ada satu kekurangan beta ini, ya itu dia: subtitle/caption. Developernya kan pinter2, koq ngebuat subtitle aja gak bisa. Chatting sambil nonton movie aja bisa.
Jumat, 20 April 2007 @ 8:51
Using
hmmm…kebayang betapa susahnya saya kalo gak ada subtitle ya…..fyuuhhhh
met hari Kartini
Jumat, 20 April 2007 @ 16:00
Using
paling males resync subtitle euy
apa lagi kalo hasil donlod
tiap 1 menit musti benerin
Sabtu, 21 April 2007 @ 6:26
Using
#15, wakakakakkaka…
siapa tuh yang di apartement ciumbuleuit…?
wakakakka
Sabtu, 21 April 2007 @ 15:18
Using
Mac keren banget bisa ngedit subtitle.
Aku juga pake Mac, tapi cuma themenya doank untuk XP :)
Minggu, 22 April 2007 @ 18:52
Using
Dulu aku heran, kenapa temen2 pada menunduk kalau bicara sama boss ‘bule’. Ternyata, itu kebiasaan. Kalau mendengar bahasa Inggris, mereka otomatis cari subtitle terjemahan. Tapi, film bahasa apa pun perlu subtitle padahal, termasuk dalam Bahasa Indonesia, biar bisa tetap dinikmati dalam mode silent.
Sabtu, 28 April 2007 @ 5:58
Using
Cuma beli DVD kalau ada subtitle Bhs. ibu pertiwi…. :D :D
Selasa, 1 Mei 2007 @ 17:59
Using
subtitle basa sunda aya teu? sok atuh jay tong kagok mun aya kabisa teh
*ngopi*
Selasa, 12 Juni 2007 @ 7:35
Using
Saya sudah konversi dvd film spiderman3 ke vcd tapi sekarang tidak ada subtitlenya, tolong dong gimana caranya agar bisa menampilkan subtitlenya.
terima kasih
Kamis, 14 Juni 2007 @ 20:40
Using
#24:
Jadi, tempelin dulu itu subtitle di DVD ke konversi VCD-nya.
Senin, 23 Juli 2007 @ 0:23
Using
Ada yang jual Subtitle DVD terjemahanan Indonesia, bagus dan bener sesuai cerita
dari awal ampe abis, cuma 7500 per subtitle, gua dah beli Code name Cleaner, Ghost rider, Pursuit, Taxi 4, dan gua coba masukin ke koleksi DVD gua cocok!! ngk ada
yang ngebuang, boleh jugat tuh mana murah, kalo mau terjemah sendiri, kayaknya
belum nyampe deh ilmunya
Kamis, 27 September 2007 @ 10:07
Using
tambahan jay, tadi ga sengaja browse2 soal format subtitle:
http://wiki.multimedia.cx/index.php?title=Subtitle_Format_List
woy besok buka bareng nih anak-anak mac, yukkkkkk
Selasa, 20 November 2007 @ 21:31
Using
Halo mas…
bisa minta bantuan nggak? aku lagi ngadain penelitian tentang bahasa-bahasa untuk subtitle di film-film bajakan di Indonesia. Tahu nggak, biasanya mereka bikin subtitle nya menggunakan apa ya?
Thanks ya… saya tunggu jawabannya.
Senin, 26 November 2007 @ 8:47
Using
Hi, Bro….
gw habis download file avi hasil Rip dari DVD-Movie, dan gw juga download file dengan extention .sub atau .srt (subtitle)nya. So far, kalo play file avi ini di PC berikut subtitlenya ga ada masalah(lancar-lancar aja). tapi karena keterbatasan Media Hardisk gw, gw bermaksud ingin Burn ke dalam format DVD-Movie kembali, untuk konversi avi ke DVD-Movie sih ga masalah, masalah timbul pada subtitlenya…. Yang ingin saya tanyakan, gimana menganti file .srt atau .sub menjadi file subtitle pada DVD-Movie umumnya? dan apa extention nya? .IFO atau .BUP….
Thanks…..
Kamis, 24 Januari 2008 @ 23:00
Using
[...] biarkan teman nonton anda tersiksa dengan menonton film yang pake subtitle. Karena sebagian kita sudah punya terlalu banyak masalah yang membuat lelah, jadi membaca subtitle [...]
Selasa, 10 Juni 2008 @ 10:12
Using
boss bisa kasih tau cara memasukan subtitle ke vidio g?
codec apa yg bisa d pake? subtitle nya format .str
Sabtu, 18 Oktober 2008 @ 0:27
Using
nyari subtitle indonesia lengkap dimana seh? sebel nggak dapet2
Senin, 20 Oktober 2008 @ 22:51
Using
gak ada tuh kayaknya.. cari aja di google..
Selasa, 10 Februari 2009 @ 17:30
Using
Terus, gimana cara masukkan/kasih subtitle film yang di burn di CD/DVD??