Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa
Sabtu, 14 April 2007M
27 Rabiul Awal 1428H
- Tracking System
- International phone card
Jumat malam, hari ke-13 di bulan April, sepulang dari BEC menenteng DVD Blank saya mampir di lantai bawah Gramedia. Tak berniat naik karena khawatir akan impulsif berbelanja buku, jadi hanya melihat-lihat pajangan buku di lobi saja. Sialnya malah menemukan buku kelima Gajah Mada, setebal 570 halaman lebih. Berakhir pekan dengan buku tebal.
Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara.
Satu pertanyaan tentang Gajah Mada adalah kemana ia selepas Perang Bubat. Tak ada cerita menarik yang kita dapatkan di kolong bangku sekolah dulu. Sang guru pun tak ada yang mengemukakan teori yang menarik. Spekulasi pun tak ada. Yang terdengar hanya mungkin ini, mungkin itu, mungkin iti atau mungkin inu. Tidak ada arahan agar siswa membuat konklusi pribadi atau sekadar membuat penasaran. Padahal dalam sejarah yang catatannya kurang justru siswa harus dilatih untuk membuat kesimpulan sendiri, melatih metodologi dan imajinasi.
Buku kelima karya Langit Kresna Hariadi ini berada pada selepas Perang Bubat hingga setahun kemudian. Mengisahkan bagaimana Majapahit menyelesaikan permasalahan tersebut, ke mana perginya Gajah Mada, dan berbagai penyelesaian cerita dari tokoh-tokoh fiktif yang saling berkaitan, juga termasuk spekulasi aksi dari pihak istana Surawisesa dari Kawali. Semua cerita dan tokoh terkait dari sejak buku pertamanya. Ada banyak nama yang harus diingat-ingat dari buku-buku sebelumnya ditambah kejutan plot cerita tiap tokoh-tokohnya.
Sejak tragedi Perang Bubat, Majapahit mengalami kekacauan, terancam disintegrasi antara pihak yang berkubu kepada Gajah Mada dengan yang membenci karena Gajah Mada dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab karena membiarkan pembunuhan itu terjadi. Ancaman juga datang dari pihak oportunis dalam struktur kerajaan. Ancaman fisik pun terjadi dengan tumpah ruahnya pasukan ke istana kepatihan.
Macan Liwung sebagai senior Bhayangkara yang tinggal sedikit mendapat titah untuk membereskan keadaan. Panca Prabu, sebuah dewan pertimbangan saat itu, memutuskan Gajah Mada dicopot dari jabatannya, dan pembacaan keputusan tersebut diserahkan kepada Kuda Swabaya, anaknya Pradhabasu yang sudah lama undur diri dari keprajuritan Bhayangkara. Selain itu Kuda Swabaya naik jabatan menjadi senopati yang membuat pertanyaan besar bagi banyak pihak.
Gajah Mada pergi meninggalkan istana dengan hanya disaksikan oleh rekan-rekan bhayangkaranya. Pergi menuju tempat impiannya di Tongas, untuk menyepi dan menjadi rakyat biasa.
Hayam Wuruk kemudian mengirim utusan ke Kawali untuk meminta maaf, diwakili oleh dua utusan yang tepat, yaitu Dang Acarya Nadendra (nama samaran Empu Prapanca dalam kitab Negarakretagama) dan Dang Acarya Smaranatha sebagai pemuka agama.
Berita yang dibawa utusan ke Kawali tersebut menyimpulkan Macan Liwung harus berhati-hati terhadap kemungkinan upaya balas dendam dari pihak Sunda Galuh, selain tetap melakukan penyelidikan siapa yang oportunis ikut mengacaukan keadaan.
Hyang Bunisora langsung mengambil alih kerajaan Galuh saat menerima utusan Majapahit, karena Niskala Wastukancana masih remaja dikhawatirkan belum saatnya memegang pimpinan kerajaan di Kawali tersebut. Duka cita kepada Linggabuana, Rara Linsing dan Dyah Pitaloka menyelimuti negeri. Linggabuana pun menjadi sosok bagi rakyatnya, sehingga disebut Siliwangi.
Secara flashback diceritakan ada dendam dari abdi kerajaan Galuh. Melalui restu Bunisora orang tersebut dilepas untuk pergi ke Majapahit, menuntut balas dendam kepada Gajah Mada melalui gerilya dan penyamaran, sebab tak mungkin pihak kerajaan membalas dendam dengan berperang terbuka, juga adab dan budaya kerajaan Sunda Galuh tidaklah seperti itu.
Gajah Mada yang melakukan perjalanan ke timur menemukan kondisi awal runtuhnya kesatuan Nusantara yang ia bangun. Herannya ia mendengar kata Islam, juga menemukan kesatuan prajurit yang jauh dari kotaraja mulai menjadi maling bagi rakyatnya. Mendekati tempat tujuannya Gajah Mada menemukan lagi perpecahan antar dua wilayah kabuyutan, namun bisa diredakan meski sudah tak menjabat mahapatih lagi. Bahkan dua wilayah yang bentrok tersebut akhirnya ikut membangun tempat yang menjadi pilihan Gajah Mada menyendiri menjadi rakyat biasa.
Kuda Swabaya yang telah menjadi senopati akhirnya memutuskan ikut berperang bersama Laksamana Nala, karena ketersinggungannya kepada semua orang, termasuk ayahnya, Pradhabasu. Pradabhasu menganggap anaknya belum cocok menyandang gelar senopati, tak pernah ikut berperang meski memang mendapat tugas membacakan pemecatan Gajah Mada adalah tugas yang sulit. Selain itu Kuda Swabaya yang hendak menikah dengan Prabasiwi, seorang emban Dyah Wiyat, namun ayahnya pun merasa tak setuju sebab pilihan Kuda Swabaya ada campur tangan Dyah Wiyat.
Selain kisah Gajah Mada yang hendak menyepi, secara paralel ada beberapa cerita di atas yang saling berkaitan satu sama lainnya, termasuk penyelesaian misteri dari buku-buku sebelumnya. Bagaimana Gajah Mada memilih moksa, siapa dalang kericuhan yang mengambil kesempatan, aksi apa yang diambil Macan Liwung dan sisa-sisa Bhayangkara wredha, bagaimana aksi balas dendam yang direncanakan abdi istana Surawisesa, apa misteri yang seharusnya diketahui Kuda Swabaya, apa tindakan Hayam Wuruk selanjutnya.
Cukup banyak, mungkin terlalu banyak karena kelima buku seri Gajah Mada ini saling berkaitan. Jika diambil settingnya pada peran Gajah Mada saja, buku kelima ini memang mengakhiri kisah hidup Gajah Mada. Namun sebagai pembaca rasanya tak puas, sebab perjalanan keruntuhan Majapahit barulah dimulakan.
Mungkin LKH akan meneruskan kisah Majapahit ini dalam buku selanjutnya, Candi Murca.
***
Sebagai bahan kisah Nusantara secara fiksional yang layak dibaca, ada baiknya baca juga buku dari pengarang lain sebagai lanjutan, misalnya Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer dalam setting masuknya Portugis dan Islam di ujung kehancuran Majapahit, kisah Cheng Ho karya Remy Sylado, atau flasback ke era awal Majapahit berdiri seperti Senopati Pamungkas, drama radio Saur Sepuh dan Tutur Tinular.
Sabtu, 14 April 2007 @ 20:26
Using
horeeeee.. Pertamax!™
Sabtu, 14 April 2007 @ 20:29
Using
Must be a perfect weekend, with such a book like that. Aku baru kemarin ke Gramedia. Menemukan buku Gajahmada, tapi takut beli. Harus mulai dari Buku #1 sih. Duh, takut sebelum memulai. Makasih untuk sinopsisnya.
Minggu, 15 April 2007 @ 2:26
Using
Eh… ada buku kelima?
Minggu, 15 April 2007 @ 3:01
Using
wah sudah muncul bukubkelima ya? la buku ke empat kemarin lum sempat beli ?
jadi penasaran nih
Minggu, 15 April 2007 @ 8:57
Using
mendengar ada kata-kata gajah mada dan hayam wuruk saya jadi terbayang harmoni kota dan mangga dua he.he.
Minggu, 15 April 2007 @ 11:21
Using
Terimakasih terimakasih, arigato gomazaimashita, haik, kojo no tsuki honto deska, haru kauru no hana no eni, meguru tskastsuki kage sasite, chiyono matsugae wakeideshi, mukashi no hikari ima ittsuko, lkh
terimakasih Jay, untuk teman-teman ini sekaligus warta, gm v sudah beredar, he he
Minggu, 15 April 2007 @ 15:22
Using
serial Gajah Mada mampu mengobati kerinduan saya atas karya tulis yang dulu selalu menjadi rebutan yakni tulisan karya ASMARAMAN S KHO PING HOO….hanya penggambaran detail silat dan “ilmu-ilmu” beladiri yang lainnya masih terasa kurang…..semoga dinovel CANDI MURCA kekurangan tersebut dapat terpenuhi….saran untuk Pak Langit : bagaimana kalau saya dan teman-teman melakukan pembelian novel secara langsung kepada Bpk ?? karena bagi saya itu terasa sangat special..tentu novel tersebut hrs ada tanda tangan asli pak Langit..syukur-syukur kalau harganya jg bisa lebih murah dari Gramedia (he.he.he)….kalau sekiranya memang memungkinkan utk itu, nantinya mulai novel CANDI MURCA saya akan melakukan pembelian langsung kepada Pak Langit atau management yang menangani hal itu…pembayarannya saya sarankan via transfer rekening BCA karena sy yakin mayoritas teman-teman pasti punya rekening BCA…jd tinggal pencet-pencet tombol ATM beres dah….BAGAIMANA PENDAPAT TEMAN-TEMAN YG LAIN TTG METODE PEMBELIAN LANGSUNG INI ??? APA BANYAK YANG SEPENDAPAT DENGAN SAYA YA…. ??
Minggu, 15 April 2007 @ 16:05
Using
Wah mantap tenan ceritane. Berati harus beli dari buku satu niy :((.
Jadi tambah2 referensi :D. Salam kenal ya Pak.
Minggu, 15 April 2007 @ 18:12
Using
wah sudah terbit ya, abis ini ke Gramed dah :) Buku ke 4 udah selesai juga nih
Minggu, 15 April 2007 @ 21:29
Using
huhuuuuy, buku ke lima sudah ada, thx infonya.
Senin, 16 April 2007 @ 5:24
Using
mas, tentang gajah mada saya sudah cari sumber ke mana2, tapi ga dapet. yg mo ditanya begini: ada reference ga yg mengatakan bahwa GM / Majapahit pernah menguasai daerah timur spt sulawesi, maluku, papua. kalo ada di mana kota2 yg pernah dibangun? cheers and thanks.
Senin, 16 April 2007 @ 9:09
Using
Ini kalau dibikin film pasti menarik, bisa lebih bagus dari Braveheart atau Suriyothai.
Jadi kepikiran, Dyah Pitaloka itu secantik apa yah kalo dibandingkan dengan cewek zaman sekarang? Nia Ramadhani? Bunga Citra? apa Rieke Dyah Pitaloka? Hi .. hi .. hi …
Senin, 16 April 2007 @ 9:25
Using
#13 Eh kata pengantarnya kalau yang ini dari siapa ya?
Senin, 16 April 2007 @ 9:43
Using
Kata pengantarnya dari penerbit Tiga Serangkai dan LKH. Ditutup dengan sebuah surat dari Langit.
Senin, 16 April 2007 @ 11:49
Using
yah, saya setuju… buku ini bagus. terutama untuk melatih imajinasi anak-anak dan merenungkan cerita dari masa lalu yang membentuk kehidupan saat ini. walaupun (entah kenapa) kok saya lebih suka Senopati Pamungkas dan Api di Bukit Menoreh…
Senin, 16 April 2007 @ 12:52
Using
Mr. Langit memang bikin gua terkagum-kagum……BTW gue sependapat ama pendapat Mr. James Bond soal direct buying ke Pak Langit…harapannya sich bisa dapet buku duluan sebelum buku tersebut ada di Gramedia…apalagi lebih original & ada tanda tangan asli pengarang….so pasti harga jg harus lebih murah doooong…gue tunggu konfirmasi dari Pak Langit soal mekanisme “direct buying”nya….mulai buku CANDI MURCA gue pengen koleksi yang bener-bener langsung original dari Pak Langit…
Senin, 16 April 2007 @ 15:23
Using
Bagus mana sama Harry Potter? Hehe.. sory.. Tapi aku lebih suka cerita mahabharata. Gak nasionalis ya..? Suka mahabharata juga gak, jay?
Senin, 16 April 2007 @ 15:29
Using
silahkan anda percaya, ketika buku Gajah Mada Madakaripura Hamukti moksa sudah beredar di toko-toko buku Gramedia, pengarangnya sendiri malah belum pegang. Berulangkali telepon ke penerbit, mana jatah pengarang, belum ada. Usut punya usut begitu buku selesai cetak langsung dikirim ke Jakarta, kantor pusat Tiga Serangkai malah belum dapat.
Sahabat.
Tentang candi murca yang Insya Allah akan saya terbitkan sendiri kurang lebih tuntas dalam 10 jilid yang masing-masing jilid terdiri dari 700 halaman. Idenya berasal dari sebuah pertanyaan yang menggoda, apa jadinya bila pada suatu ketika ditemukan sebuah candi dengan ukuran dua atau tiga kali ukuran Borobudur?
Berbahan baku imajinasi itulah saya saat ini melaju lewat jalan tol dalam penulisannya, di mana pada hari ini saya telah menyelesaikan lebih dari 600 halaman. Untuk memenuhi semua komplain yang saya terima, maka Candi Murca akan bercerita tentang kisah sejarah juga, ada silatnya, ada sihirnya, ada kutukan dan reinkarnasinya.
Ketika saya niatkan untuk menerbitkan sendiri maka bisa dibayangkan betapa sibuknya saya saat ini. Ketika menulis Gajah Mada kemarin, pekerjaan dan tanggung jawab saya ringan sekali. Editor sudah ada yang mengerjakan, tata letak sudah ada, kini saya harus belajar mengkoordinasikan semua itu secara langsung. Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar sampai pada soal siapa penyumbang komentar dan kata pengantar, semua siap membantu. Itulah sebabnya saya benar-benar berterimakasih kepada Pak Luluk Sumiarso, beliau adalah Dirjen Migas yang akan mengisi halaman depan kata pengantar selain Mas Andi F Noya (Insya Allah karena sudah saya peroleh kesediaan beliau lewat SMS).
Untuk semua sumbang saran, support semangat yang selama ini saya terima sungguh saya menyampaikan banyak terimakasih, termasuk yang menjadi perhatian saya kali ini adalah sumbang saran dari James Bond (7) dan Uun Si Ragil (16) yang memberi sumbang saran sangat konstruktif. Ide penjualan direct selling macam itu agaknya bisa menjadi jalan tengah di mana pembaca bisa mendapatkan buku saya dengan harga murah, setidak-tidaknya Candi Murca dengan tebal 700 halaman bisa dilepas di angka 50 ribuan.
Kebetulan saya sedang gencar-gencarnya berkonsultasi dengan Mas Jay Julian untuk pembuatan website, yang Insya Allah akan bisa menampung usulan tersebut.
Tetapi saya ingin mendapat komentar dan pendapat dari teman-teman, kira-kira bagaimana?
Akhirnya saya masih memberi kesempatan bagi teman-teman yang ingin membaca draft asli Candi Murca, silahkan tinggalkan jejak di Candimurca@yahoo.com sebagai timbal baliknya saya hanya minta komentar dan opini anda untuk saya muat di halaman tambahan buku tersebut.
Selasa, 17 April 2007 @ 8:44
Using
sorry nih pak kresna, tp kok saya ngirim imel ke alamat diatas error yah?
Selasa, 17 April 2007 @ 22:34
Using
Gajah Mada memang selalu kontroversial..wajah yang sekarang yang menjadi patung atau gambar di buku pelajaran sekolah,ternyata hanya imajinasi Mohammad Yamin, ketika ia menemukan tembikar celengan di daerah trowulan..
Rabu, 18 April 2007 @ 10:00
Using
aku dah baca GM V, kesimpulannya memang OK banget, soal usulan pembelian langsung dgn ini itu keuntungannya..aku setuju banget. mulai Candi Murca aku ikut program pembelian langsung dechh. aku tunggu info tata caranya dari pak Langit..sukses selalu
Rabu, 18 April 2007 @ 10:32
Using
hehehehehehehe… Ryla hari ni seneng banget…
Karena Pak Langit mengunjungi blog Ryla n ngabarin kalo GM V dah ada di Gramed.. Seeueeungnya ga ketulungan deh, Pak Langit gt loh. Pasti semuanya iri kan??!!! hehehehehe… Jadi pengen cpt2 ke Gramed ni, cari GM V.
Btw, Pak Langit / Mas Jay, kira2 GM VI ada ga??? Saya mohon GM jangan pernah selesai deh… Rame bgt seh, tq
Rabu, 18 April 2007 @ 10:35
Using
wah ak telat nih… pulang kantor mampir gramedia aaahhhh, usulan utk direct langsung ak setuju…. buku sebelumnya memuaskan jiwa yang dahaga akan pelajaran sejarah NUSANTARA yang tak akan pernah tuntas…. sukses selalu LKH…..
Rabu, 18 April 2007 @ 14:22
Using
wew… perang bubat aja belum abis gw baca…
selain pembeli buku impulsif, saya juga pembaca impulsif… hehe (tepatnya: moody kali ya…?)
Kamis, 19 April 2007 @ 16:39
Using
Untuk Bung LKH.: ada gak penjualan di luar negeri
gMasalahnya pas bulan nopember kemarin waktu di di Semarang mau beli edisi IV.
Tapi kok gak jadi…la sekarang dah terbit buku V
Saya sekarng du UK . terima kasih infonya.
bagaimana saya bisa dapaet bukunya ya?
Ada yang bisa bantu:
Terima kasih
Jumat, 20 April 2007 @ 20:17
Using
Akhirnya….. buku-buku yang dinantikan beredar juga.
GM ke V top …top habis…aku sampai terbawa emosi (nangis) ketika kuda swabaya habis pulang dari medan laga berdarah-darah (ihik..ihik). Pak Langit anda benar-benar maestro !!!. Aku sudah mengkoleksi lengkap GM I s/d GM V. Aku yang biasa baca novel2 pengarang manca negara. akhirnya bernafas lega… ternyata pengarang indonesia ada juga yang membuat cerita sejarah menjadi begitu menarik. ditunggu karya-karya pak Langit selanjutnya… mudah-mudahan lebih menarik dari buku GM. Bravo….
Jumat, 20 April 2007 @ 23:19
Using
Kalau “madakaripura”, yang saya tahu sekarang adalah nama air terjun di Tongas. Dipercaya disitu adalah tempat GajahMada moksa. Karena ada sebuah batu yang sperti terukir oleh pantat (saat Gajahmada duduk bersamadhi)
Rute ini biasanya ketika saya pulang dari G.Bromo, yaitu:
Surabaya – Pasuruan – Tosari – Pananjakan – G.Bromo – Ngadisari – Madakaripura – Tongas – Pasuruan – Surabaya
Sabtu, 21 April 2007 @ 11:25
Using
LKH memang benar2 TOB deehhh..
Aku yakin orang yg ga terlalu suka sejarah… Jadi tergila2 sama Sejarah Nusantara. Setelah dia baca buku Gaja Mada.
Seharusnya Buku Pelajaran Sejarah di Sekolah harus didampingi Buku Fiksi Sejarah Seperti Ini. Biar Minat Terhadap Sejarah Nusantara semakin besar.
Semenjak Buka Lemabaran pertama GM 1, Aku juga mulai rajin buka wikipedia ttg kerajaan2 Nusantara pada fase sebelum, saat dan sesudah Majapahit. Sambil meng-ingat2 pelajaran sejarah yd didapet dari bangku sekolah.
Usul untuk beli online langsung k LKH, aku setuju bgt deh…
kita dukung pembuatan Websitenya mas LKH
Ditunggu dan tak sabar membaca CANDI MURCA
Sabtu, 21 April 2007 @ 12:36
Using
Kalo menurut cerita di daerah aku. Gajah mada itu tewas di Aceh singkil dalam perang melawan kerajaan kecil di wilayah tersebut.
Karena itu di wilayah Aceh singkil ada daerah yang namanya Manyakpanyet yang berarti Majapahit (Medan peperangan dengan Majapahit)
Entah benar atau tidak Wallahu’alam….
Sabtu, 21 April 2007 @ 19:10
Using
dari awal baca GM 1 aku dah mulai penasaran dgn gaya penulisan pengarangnya, trus tergelitik utk beli GM 2, setelah baca GM 2 aku benar-benar telah KERACUNAN VIRUS LANGIT KRESNA HARIADI, GM 3 & 4 akhirnya menjadi prioritas penggunaan anggaran bulanan…eh setelah membaca GM 5 aku merasa benar-benar telah GILA dengan LKH… jujur memang HEBAT karya-karya LKH…sekarang aku dah “kebelet” pengen segera dapat CANDI MURCA..moga-moga cepat terbit…aku sangat setuju dengan pembelian langsung ke LKH..kalau udah fixed tata cara pembeliannya tolong aku dikabarai ya Pak Langit..langsung aja ke telp : 08885594353. (redo)
Sabtu, 21 April 2007 @ 20:38
Using
Aduh teman-teman, terimakasih banyak untuk semua pujiannya, tetapi please, bukan pujian yang saya harap tetapi kritik yang membangun. Saya takut kepala saya menjadi besar. Saya sampai tersipu lho.
Saat ini Candimurca sudah mendekati selesai, covernya nanti saya titip sama mas Jay untuk dipajang juga di blognya Mas Tedy, sementara saya masih membuka kesempatan bagi yang ingin membaca naskah aslinya dengan catatan harus menyumbang komentar yang akan saya muat di halaman khusus.
Soal kata pengantar, sudah ada Pak Luluk Sumiarso Dirjen Migas RI dan Mas Andi F Noya (Metro TV yang berkenan menyumbang)
Untuk wacana direct selling, mohon bantuan Mas Jay untuk membantu merancang sistemnya, kayaknya itu cara yang paling masuk akal untuk menekan harga agar pembaca jangan sampai kecewa.
Tetapi bagaimana dengan teman-teman yang lain? Komentarnya saya tunggu di De_manyul@yahoo.com
Rabu, 25 April 2007 @ 8:02
Using
Waduh, saya belum sempet beli nomor 5! Penasaran berat kepengen baca. Setiap kali dapat buku baru Gajahmada, saya langsung jadi patung…baca terus sampe tamat.
Jay, udah coba baca Pitaloka sama Samita karya Tasaro? Fiksi historis juga.
Pak Langit, banyakin laganya ya Pak!
Thanks infonya, Jay. Kayaknya mesti mulai cari orang buat nitip nih.
Rabu, 25 April 2007 @ 11:29
Using
udah beli tp blm sempet baca,,CANDI MURCA-nya ditunggu.
tapi gimana kalo P LKH juga membuat ken arok & ken dedes,,saya uda punya yang THE PRINCE MUST DIE-nya P LKH tapi belum baca siy
jd ga bisa komentar,,
emang lebih enak belajar sejarah lewat novel.
#32,PITALOKA-nya TASARO seru juga,, nungguin yang kedua niy.
maaf klo merembet ke novel lain.
Rabu, 25 April 2007 @ 17:24
Using
Wah…sudah buku ke lima rupanya. Terus terang saat buku pertama keluar saya agak skeptis serial Gajah Mada ini menarik. Bukan apa-apa. Bapak saya banyak cerita soal Gajahmada soalnya. Beliau di tahun 60an malah pernah bikin sandiwara Gajah Mada yang diperani Wim Umboh (kalau nggak salah kutip, karena beliau, Bapak saya, sudah meninggal) dan disaksikan langsung oleh Bung Karno.
Yang paling seru dari cerita Bapak saya, nggak tahu apa terceritakan juga di serial Gajah Mada yang disebut-sebut di tulisan yang saya komentari ini, adalah ‘prosesi’ asal-usul Hayam Wuruk. Barangkali, kalau ini benar, yang menyebabkan terjadinya perang Bubat (karena sangat pedulinya Gajah Mada pada Hayam Wuruk. Mirip-mirip pembelaan D’Artagnan pada Louis XIV).
SSKSN (Salahkan saya kalau saya ngawur) ….
Salam.
Kamis, 26 April 2007 @ 15:06
Using
Wah Pak Langit, saya paling suka GM yang pertama, itu lebih asyik. (tapi yang lainnya juga asyik kok :-) )
Jumat, 27 April 2007 @ 11:33
Using
Bung Jay, numpang kasih pendapat dikit untuk bung LKH.
Saya sudah baca GM1-4 (GM-5 baru titip temen)dan termasuk paling suka novel historis gini, juga yg ada unsur silat misal ‘Senopati pamungkas”-nya bung Wendo.
Menurut saya GM1-4 guuuuuuud. Cuma di GM2 bab-bab awal, mungkin karena semangatnya tidak mau mengulang “sedikit” kesalahan di GM1, sepertinya bung LKH agak-agak sedikit terjebak atau terkungkung dengan fakta sejarah, dan ingin membuktikan kalau yg ditulis itu sudah melalui riset yang mendalam. Ini saya rasakan dengan banyaknya footnote dan banyaknya kilas balik yang membuat alur terasa lambat.
Untuk yang lain-lainnya saya rasa juga sudah sangat TOB!!
Pesan saya kepada semua, virus LKH sudah layak diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja. Bahkan anak saya yang kelas 3 SD sudah mulai terjangkit virus tersebut.
Salam Takzim
Upasara
Senin, 30 April 2007 @ 14:25
Using
Pa Langit kalau bisa Cerita Tentang GM Lagi menbangun Cita-citanyah.Dan Kalau Bisa Juga Tenta Majapahit Dari Awal Berdiri Sampai Akhir.saya Udah Punya Buku Ke 1 s/d V Saya rela Uang Makan Saya Dipotong Supaya dapat beli buku GM.terima Kasih Atas Perhatianyah.
Kamis, 3 Mei 2007 @ 16:33
Using
Teman-teman coba tengok http://www.langitkresnahariadi.com, web site sedang dikerjakan, harap maklum
Minggu, 6 Mei 2007 @ 10:07
Using
yang gw tau setelah perang bubat,gajah mada berangkat kecina lalu janjian ama laksamana cheng hoo untuk balik lagi ke nusantara ….( itu sih harapan gw jay..)
Senin, 7 Mei 2007 @ 17:11
Using
baru kali ini ikutan komentar…
buku2 GM I-V kakang langit bagus aku suka, karena aku cinta banget sama sejarah bangsaku apalagi kehebatan para leluhur yang sudah membangun bangsa ini..
dan kakang mas langit menceritakan nya dengan sangat menarik sehingga sampai membawa saya berpetualang di dunia tempat leluhur berada.
aku dan teman2ku selalu mengikuti setiap seri gajah mada dan kita selalu diskusi setelah selesai baca.
katanya mau buat novel sejarah lagi yah.. semoga porsi original sejarahnya imbang dengan fiksinya. karena itu daya tariknya menurut saya dan teman2 saya.
haturnuhun….
Senin, 7 Mei 2007 @ 20:13
Using
Pak Langit, saya salut lewat GM generasi muda bisa dibangkitkan semangat nasionalisnya bahwa tempoe doeloe di Nusantara sudah ada orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa, masa kita dijaman digital gak bisa lebih huebat!!!!
Senin, 7 Mei 2007 @ 21:25
Using
Pak Langit,
aku penggemar berat novel. Tapi waktu dipinjamin buku pertama & kedua serial Gajah Mada dan melihat ketebalan dua buku itu, sempat malas juga bacanya. Alhasil buku itu, duduk manis di dalam locker kantorku selama 3 bulan. Baru di awal Februari 2007, temenku yg juga penggemar novel dan baru aja selesai baca Buku I Gajah Mada ngerekomendasiin novel ini, yang katanya “intrik-intriknya ngga kalah sama filmnya Chow Yun Fat, Curse of the Golden Flower”. Waduh… begitu denger rekomendasi sedahsyat itu, siapa yg ngga penasaran? Akhirnya menjelang weekend, buku I aku bawa pulang. Ngga disangka-sangka, buku ini sanggup nemenin aku begadang sampai jam 3 pagi..
Buku ini punya kekuatan yg bisa menarik kita utk masuk & jadi bagian dari kawula Majapahit di masa itu, terkagum-kagum dengan kehebatan Bhayangkara, sibuk menebak pengkhianat di dalam tubuh Bhayangkara, gemas sama Ra Tanca yg dengan kebijaksanaannya justru berpihak pada kubu yg salah.
Buku kedua, Gajah Mada Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara, meski menurut aku ngga seseru buku pertama (krn ngga ada perangnya) masih tetap bisa memancing rasa penasaran. Justru di buku ini, aku melakukan kesalahan terbesar pertama yang pernah dilakukan seorang pembaca novel (cieee… bahasanya…) yaitu langsung baca bagian akhirnya begitu sampai di pertengahan cerita. Buku ini juga yang nemenin aku selama seminggu di Kopaja 605A Ragunan-Blok M & Metromini S70 Blok M-Joglo (tak bela-belain baca di perjalanan pulang kantor, soalnya kalo ngga gitu ngga bakalan sempat). Buku ini dengan sukses bikin aku ngelakuin kesalahan terbesar kedua, yaitu baca novel terputus-putus alias ngga langsung selesai.
Buku ketiga, Gajah Mada Hamukti Palapa, dibaca dan selesai dalam 10 jam perjalanan Jakarta-Jogja via Kereta Taksaka pagi. Menarik, karena dari buku ini bisa mengenal sosok mantan Prabu Putri Gayatri yang karakternya berbeda dari sosok wanita di zamannya. Cerita masa-masa akhir kejayaan Kerajaan Singasari yg juga menjadi awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Di sini, flashback diceritakan dg sgt halus, sehingga aku sebagai pembacanya ngga merasa terganggu.
Pertama kali liat buku ke empat, Gajah Mada Perang Bubat, di Gramedia Ambarukmo Plaza. Cuma bisa memandang penuh rindu, dipegang, dibawa ke kasir, tapi dengan berat hati terpaksa ditaruh ke tempat semula. Sedih, Pak… Budget beli bukunya udah abis… Jadi, mesti nunggu gajian lagi.
Aku penasaran pengen baca buku ini, karena di resensi yang ada di halaman terakhir buku Gajah Mada Hamukti Palapa, diceritain tentang ngga adanya jalan Gajah Mada karena ada dendam kesukuan antara orang Jawa dan Sunda yang disebabkan kesalahan Gajah Mada di Perang Bubat. Jujur, masalah ini baru aku tau karena selama bergaul dengan orang-orang Bandung, ngga pernah tercium adanya sentimen kesukuan.
Waktu akhirnya baca buku ke empat, ada perasaan sedih, ironis. Sedih karena kejayaan Gajah Mada rusak hanya karena orang-orang di sekelilingnya yang menyalahgunakan kesempatan dan kepercayaan. Ironis karena Gajah Mada jatuh justru karena sumpah yang diucapkannya sendiri. Di sisi lain, jadi melihat sosok Gajah Mada yang sangat manusiawi. Gajah Mada bukan orang suci, bukan orang yg selalu benar. Gajah Mada tetap manusia yg punya ambisi dan bisa melakukan kesalahan.
Buku kelima, Gajah Mada Madakaripura Hamukti Moksa, pertama kali aku lihat di Gramedia Plaza Semanggi waktu mau beli buku keempat. Lagi-lagi, karena keterbatasan budget, yang dibeli duluan ya buku yg ke empat. Tiga hari kemudian, pulang kantor mampir ke Gramedia Blok M, ternyata buku ke lima masih belum masuk. Besok sorenya cari ke Gramed Meruya malah ada (lho, gimana to distribusinya, Pak?).
Buku kelima ini memang layak jadi buku penutup Serial Gajah Mada. Pak Langit sukses memainkan emosi pembacanya. Kita diajak menyelami kesedihan Hayam Wuruk, kekecewaan Panca Prabu, kegalauan Gajah Enggon dan Pradabhasu, memahami dendam dan kesedihan pihak Sunda Galuh, kekeraskepalaan sekaligus kearifan Gajahmada, diajak untuk optimis melihat masa depan lewat sosok Laksamana Nala, Kuda Swabhaya, Gajah Sagara (meski nanti…. Hahaha… ngga mau jadi spoiler ah…)
Luar Biasa…
Terima kasih Pak Langit untuk kelima bukunya.
Terima kasih yang terdalam dari Indonesia.
Selasa, 8 Mei 2007 @ 9:17
Using
Risty ki janne lanang apa wedok to? Walah walah, dalam memuji menyebabkan saya tersipu-sipu, saya tak tahu ke arah mana harus membuang muka.
Tetapi ada sebuah berita penting, sangat penting untuk nanda pembaca saya, Candi Murca akan terbit 700 halaman dan sekarang sudah mendekati tuntas, untuk mereka yang mendaftarkan diri sebagai pembaca draft asli dan calon pemberi komentar siap siap saja menerima attchm yang sekali lagi saya tegaskan, hanya mereka yang meninggalkan jejak di candimurca@yahoo.com yang akan saya kirimi naskah aslinya sekaligus saya tegaskan, bagi anda yang menyumbangkan komentar untuk dimuat di halaman khusus saya anggap menyetujui pemuatan tersebut.
Untuk menekan supaya Candi Murca tidak mahal, manajemen The Langit Kresna Hariadi. Press akan menjual dengan harga 60 ribuan saja, Candi Murca dijual lewat internet, bila berminat silahkan melakukan registrasi di http://www.langitkresnahariadi.com plus dengan alamat lengkap dan harus jelas, setelah itu silahkan transfer Rp 60 ribu ke 6 jenis rekening bank yang disediakan (BCA,BRI,LIPPO,Mandiri dll), buku selanjutnya akan dikirim ke alamat tersebut lewat kilat khusus. Untuk komplain dan sebagainya, disediakan no GSM khusus menampung keluhan lewat sms dan alamat kantor yang Insya Allah di Malang Jawa Timur.
Candi Murca I juga langsung diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan diedarkan terbatas di Bandara bandara.
Jay, numpang lewat, waaah, setelah saya pikir, saya merasa betapa besar hutang budi saya ke kamu, nggak bakalan terlunasi.
Gek ndang kawin Jay, hah, mei? maybe yes, maybe no?
Selasa, 8 Mei 2007 @ 12:37
Using
Kang LAngit, aku dah coba buka nih webnya. Gambarnya keren. JAdi penasaran. Tapi kok gak tampak ya bagian untuk registrasi ? Apa web nya belum kelar ?
Setelah Arok Dedesnya Pramudya, kayaknya mungkin inilah novel yg berkisah mengenai Singasari. Jarang soalnya orang mengulas Singasari.
Oh ya kapan hari kang Langit nawari ke emailku, dan sudah aku balas, kapan nih kebagian kiriman Draftnya ?
Selasa, 8 Mei 2007 @ 14:44
Using
dear Mr. Langit
saya sedang menunggu candi murca, wah enak juga kalo bayar via transfer dan lumayan murah dengan 700 halaman 60ribu, yang hamukti moksa 500 sekian halaman 79ribu :-(
trus kenapa hanya candi murca yang di translate ke bhs inggris kenapa gak Gajah mada juga kan dia yang lebih dulu, saya pikir alangkah bagus nya kalau gajah mada ditranslate juga itu kan karya yang bagus juga biar ada banyak pembaca dari luar yang tahu bahwa Mr. Langit juga gak kalah sama JK Rowling. dan bahwa sejarah bangsa kita juga gak kalah fenomenal seperti china, romawi, yunani, mesir….
oiya saya dah buka web Mr. Langit tapi baru one page :-( but anyway nice picture…
terimakasih telah mewujudkan impian saya dari kecil walau dengan sebuah buku..
Rabu, 9 Mei 2007 @ 16:24
Using
Aduh, baca sinopsis Madakaripura, saya bagaikan kehausan cuma dapat setetes air, tiap hari keluyuran ke GM Pontianak buku tidak muncul-muncul. Kasia a an saya. Entah kapan buku itu nyampe ke Pontianak.
Sejak GM 1 saya udah tergila-gila ama serial buku Anda, jadi mendengar ada Candi Murco wah, …… tapi bila selalu terlambat nyampe ke Pontianak, aduh lengkaplah kerinduan saya.
Salam buat bung Langit
Kamis, 10 Mei 2007 @ 0:24
Using
Dear Pak Langit,
Terima kasih atas balesan emailnya, sekalian mo nyumbang saran nih buat Candi murca, sebagai pembaca GM yg setia kan pasti ada bayangan kalo novel yg baru ini adalah novel sejarah dan sudah pasti Indonesia banget jadi kalo bisa nih…jangan mencoba meniru gaya Harry Potter misalnya.
Harapan saya sih supaya tetap berpegang pada fakta sejarah, banyaknya footnote buat saya malah sangat membantu memperluas pengetahuan dan menunjukkan pengarang memang melakukan riset untuk itu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seperti di GM IV Perang Bubat misalnya, saya agak bingung mengenai double personality dari Sang prajaka, apakah jaman Majapahit sudah ada kasus kepribadian ganda seperti itu. Ada lagi ungkapan dari Kuda Swabaya di GM V yang menurut saya kok seperti slogan kita kita sekarang,..yaitu penggunaan kata “Basi”..he..hee..
Mudah mudahan sepeninggal SH Mintardja, Indonesia kini punya Langit Kresna Hariadi dengan style yang berbeda. Yg satu menitikberatkan pada cerita silat dan sejarah yg lain menekankan pada sejarah dan intrik-intriknya.
Ok, Pak Langit saya menunggu dengan berdebar-debar untuk Candi Murca ini.
Semoga sukses….
Minggu, 13 Mei 2007 @ 7:50
Using
Terimakasih untuk semua keluhan dan komentar. Untuk Hang di Pontianak, penjualan lewat internet Insya Allah akan mengatasi keluhan anda.
Untuk yang ingin membaca naskah asli candi murca silahkan kirim sms ke saya di 08883368972 untuk mendapatkan password masuk ke naskah_asli_candimurca@yahoo.com
hanya saja yang saya minta, tolong jangan dihapus dan jangan mengubah password. Juga tidak perlu mengirim email ke alamat itu, itu karena akan dibvuka oleh nbanyak orang, kecuali jika dalam urusan jodoh, he he
Salam
Senin, 14 Mei 2007 @ 16:22
Using
Bung Langit
Trim untuk sarannya.
Kemarin saya kirim e-mail ke candimurca@yahoo.com tapi error tu.
Oke banget kalau nantinya dapat beli lewat internet, jadi dapat serempak baca. Sekarang ini kawan di jawa sering pamer udah selesai baca, saya dapat dinopsisnya aja.
Kapan candi murca terbit?
Gimana kalau bung Langit neruskan kisah Api di Bukit Manoreh yang tidak pernah tamat? Ya memang harus koordinasi dengan pewaris pak Mintarjo sih, tapi rasa-rasanya gaya cerita Bung Langit ni mirip banget ama Min, walau ada bedanya juga.
Salam
Senin, 14 Mei 2007 @ 17:37
Using
Mas LKH, GM I s/d V sudah kumiliki semua sekarang. Hanya ada satu kata….. puasssss.
Kiriman via E-mailnya tentang candimurca sudah nyampe ke saya, tetapi koq ga ada attach /lampiran yang katanya minta dikomentari.
Tak tunggu attach-nya …, tks.
Wassalam
Selasa, 15 Mei 2007 @ 16:47
Using
Mas Langit,
Gajah Mada seru banget. Salah satu buku hebat yang wajib dimiliki oleh orang2 yang menghargai sejarah bangsanya. Saya sudah selesai membaca GM ke 1-5. Setelah Api di Bukit Menoreh & Senopati Pamungkas, ternyata ada lagi buku yang membuat saya terkagum2. Ada buku ke VI ga?
Rabu, 16 Mei 2007 @ 16:36
Using
Bung Langit yang buat gemas,
udah masuk ke naskah asli udah coba download, empat jam bela-belain tinggalkan kerjaan, hasilnya masih nol, e… e… makin gemas-bin gemas membayangkan draf candi murca yang entah…. yang berhasil saya lihat hanya cover candi murca…
Belum lagi tiap hari tlp ke GM Pontianak yang jawabannya selalu sama, jadilah saya diketawakan kawan-kawan
Tapi tak apalah saya sabar menunggu GM V Hamukti Muksa.
Salam
Hang
Rabu, 16 Mei 2007 @ 18:04
Using
pak langit kan GM dah tamat, menurut saya sepertinya bagus kalau di filmkan pasti gak kalah fenomenal dengan Lord of the ring, harry potter, dan film2 kolosal china dan romawi. di indonesia ini sepertinya belum ada film kolosal yang berlatar belakang sejarah yang bagus. memang era 90an pernah ada tapi kurang bagus secara teknologi dan cerita unsur mesumnya masih terlalu dominan pada masa itu. apa sudah ada rumah produksi yang mau memfilmkan? mesti total penggarapannya kan teknologi sekarang dah canggih.
Rabu, 23 Mei 2007 @ 11:17
Using
Mas LKH, saya sudah baca buku gajah mada karangan Mas, membacanya memang terasa sekali mengalir tetapi ada beberapa plot yang melompat seperti pada buku kesatu, bagaimana Ra Kuti bisa mempengaruhi Panji Samprang dan Singa Parepan bisa tergoda menjadi telik sendi Ra Kuti tidak diuraikan dengan detail. Juga bagimana Ra Tanca bisa diampuni tetapi akhirnya memutuskan membunuh Jayanegara, sangat drastis sekali alurnya tanpa background alasan yang memadai.
Mohon kiranya pada candi murca ini plot bisa mengalir tanpa lompatan lompatan tetapi dramatisasinya bisa bagus sekali (saya suka sekali membaca Triloginya Chin Yung, dramatisasi cerita sangat susah ditebak pembaca ditengan jalan).
Juga detailisasi ilmu silat kalo bisa didramatisir sehingga pembaca bisa berimajinasi seperti pada api di bukit menoreh SH Mintardja atau Sepati Pamungkasnya Aswendo.
Mas LKH, kalo bisa sekalian tuntaskan penulisan setelah wafatnya GM yaitu perang paregreg dan kehancuran majapait dan berdirinya demak.
Atas tanggapannya diucapkan terima kasih.
Bandung,
Rabu, 23 Mei 2007 @ 11:19
Using
Mas LKH, saya sudah baca buku gajah mada karangan Mas, membacanya memang terasa sekali mengalir tetapi ada beberapa plot yang melompat seperti pada buku kesatu, bagaimana Ra Kuti bisa mempengaruhi Panji Samprang dan Singa Parepan bisa tergoda menjadi telik sendi Ra Kuti tidak diuraikan dengan detail. Juga bagimana Ra Tanca bisa diampuni tetapi akhirnya memutuskan membunuh Jayanegara, sangat drastis sekali alurnya tanpa background alasan yang memadai.
Mohon kiranya pada candi murca ini plot bisa mengalir tanpa lompatan lompatan tetapi dramatisasinya bisa bagus sekali (saya suka sekali membaca Triloginya Chin Yung, dramatisasi cerita sangat susah ditebak pembaca ditengan jalan).
Juga detailisasi ilmu silat kalo bisa didramatisir sehingga pembaca bisa berimajinasi seperti pada api di bukit menoreh SH Mintardja atau Sepati Pamungkasnya Aswendo.
Mas LKH, kalo bisa sekalian tuntaskan penulisan setelah wafatnya GM yaitu perang paregreg dan kehancuran majapait dan berdirinya demak.
Oh ya, saya kirim ke candimurca@yahoo.com dan de_manyul@yahoo.com kok error terus/ tidak bisa dihubungi
Atas tanggapannya diucapkan terima kasih.
Bandung,
Kamis, 24 Mei 2007 @ 9:59
Using
saya sudah lihat situs Candi Murca.Boleh percaya atau tidak, hati saya tergetar saat melihat gambar-nya. saya teringat tahun lalu,beberapa malam saya bermimpi datang ke candi yang mirip seperti di gambar.barangkali memory genetik yg terbawa saja ya.
Kamis, 24 Mei 2007 @ 14:37
Using
Baru sampai halaman 17 baca Draft Candi Murca, wuuiiiihhhh….. kereeennnnn habisss….
Membangkitkan rasa penasaran yang dalam. Mau komentar tapi takut komentarnya terjawab di halaman2 belakng… so Buat Kang Langit, komentarnya ntar yah kalau sudah kelar sampai halaman terakhir.
Membaca kisah ini, saya jadi penasaran, kok kayaknya masih bagusan gaya bercerita Kang Langit di Candi Murca dibanding di Gajah Mada, apa karena banyakan diedit di GM 1-5 ?
Banyak lompatan2 di GM.
Gabungan kisah masa lalu dan masa kini membuat cerita Candi Murca bikin gegegetan.
Hebbaaattt euy.
Kalau bukunya sdh kelar dan siap edar saya daftar buat beli Kang.
Jumat, 25 Mei 2007 @ 12:30
Using
Pertama kali punya buku Gajahmada I, pas aku ultah ke 32. Critanya aku diberi kado buku berjudul ” Gajahmada ” karena suamiku tau aku suka banget baca.
Sejak itu aku jadi ketagihan, dan terus membeli tiap kali serial Gajahmada terbit. Sekarang sudah lengkap 5 judul yang aku punya.
Kalo sudah baca, aku gak akan berhenti sebelum buku itu tamat. Buku setebal 700 halaman habis terbaca dalam hitungan jam ( kira2 8 jam ).
Sueneng banget pas tau, bakal ada judul baru.
Sabtu, 26 Mei 2007 @ 9:55
Using
Mas LKH, saya beberapa kali kirim sms ke 08883368972
untuk mendapatkan password masuk ke naskah_asli_candimurca@yahoo.com, namun sampai sekarang password tersebut belum saya dapatkan.
Juga sudah mengirim email ke candimurca@yahoo.com dan de_manyul@yahoo.com maupun candimurca@yahoo.co.id dan de_manyul@yahoo.co.id mana yang benar saya coba saja. Tapi sampai sekarang belum dapat balasan.
Bung Jay, kalau di perpustakaan Jawa Barat yang di jl. Soekarno Hatta ada gak buku babat sunda?
Terima kasih
Bandung,
Sabtu, 26 Mei 2007 @ 10:30
Using
Maling cluring, coba sekali lagi kirim sms, jangan lupa sebutkan identitas anda sebagai maling cluring, he he sorry
Selasa, 29 Mei 2007 @ 20:56
Using
Pak Langit, barusan aku kirim email ke :
naskah_asli_candimurca@yahoo.com
candimurca@yahoo.co.id
candimurca@yahoo.com
tp lgs dpt “salam” dr MAILER-DAEMON@yahoo.com, kalo
user doesn’t have a yahoo.com account (candimurca@yahoo.com)
Mbo’ password lgs di sms balik sj pak, ke HPku
Trims sebelumnya, pak Langit
===
Bt Mas Jay, aq cm mo cerita, kl aq+suami baru ketemuan dg pak Langit di Yogya.
Insya Allah, nanti ta’ kirimi fotonya.
Selasa, 29 Mei 2007 @ 21:53
Using
#61: Wah, sip sip.
Kamis, 31 Mei 2007 @ 17:18
Using
Aloha Mas Langit Kresna Hariadi…,
saking kepincutnya dengan tulisan LKH,
anak saya jadi saya namakan BaraGAMA (Bara Gajah Mada)
dasyatt kan…, jadi ingin bara-bara perjuangan Gaja Mada tetap hidup di bumi ini.
Sampurasunnn…dan lanjut terus mas…
Babenya Bayu Baragama
Kamis, 7 Juni 2007 @ 13:06
Using
Kang Jay numpang lagi ya
–
Bung Langit yang amat sangat saya kagumi.
Saya sudah membeli dan membaca GM1-5. Juga sudah mendapatkan dan membaca tentunya, naskah Candimurca yang menurut saya tetap ‘Ruarrr Biasa’
Mungkin ada sedikit unek-unek saya.
Kebetulan saya bekerja sebagai Designer Grafis merangkap Page Make-up/Layout buku dan majalah di salah satu penerbit dari Kelompok Gramedia, yang pernah juga menerbitkan Imperium Majapahit dll yang mungkin bung Langit sudah mengetahui.
Berlatar belakang itu, saya pribadi sangat-sangat menghargai, takjub, juga heran dengan kebaikan hati bung Langit menyebarkan naskah (walau mungkin masih akan ada koreksi) kepada penikmat karya bung Langit, termasuk saya. Karena yang saya ketahui ‘selama ini’ biasanya naskah demikian amat dijaga oleh sipenulis maupun penerbit.
Tetapi menurut hemat saya, apakah tidak sebaiknya naskah yang di bagikan secara cuma-cuma itu jangan berupa file word (doc) maupun Pagemaker7 (pmd) yang sangat-sangat mudah untuk diubah skehendak hati pembacanya. Sepertinya sebih baik dalam format PDF, selain ukuran file lebih kecil, mudah membacanya, dan yang paling penting ‘tidak semua orang’ bisa untuk mengubah isinya.
Segitu saja bung Langit, maaf kalo ada kata-kata yang ‘nyerimpet’…
Sekiranya dibutuhkan, saya sangat senang bila dapat memberikan bantuan dalam bentuk apapun.
sekali lagi salut!! dan terus berkarya
Salam Takzim
Upasara
Senin, 11 Juni 2007 @ 21:04
Using
Mas Jay,
fotoku dg pak Langit sudah kukirim lho yaa..
Btw, mas Jay, kenal alm.Inong tho
Selasa, 12 Juni 2007 @ 13:19
Using
Assalamu’alaikum
Pak langit, aku dah baac buku GM yang ke 5. Yang paling menarik menurutku, pas Gajah Mada dialog ma penduduk pesisir pantai Madura, tentang Islam. Mantap loh mas, kakak kelasku ampe terkagum-kagum ngeliat dialog yang mengalir, mak nyess rasanya. Malahan aku disuruh buat tulisan tentang Islam, based on that dialogue. Mantap pak. Ditunggu buk yang ke 6nya, apa jangan-jangan dah keluar lagi….??
Yang Masih Menunggu
Jumat, 15 Juni 2007 @ 9:26
Using
ada yang bilang gajah depa or mada itu orang sumatera, bener ga tuh?
gw rasa GM itu tak lebih dari seorang diktator dan provokator…………..
Senin, 18 Juni 2007 @ 8:39
Using
Sekadar berbagi informasi, mulai Rabu, 20 Juni 2007 di museum Nasional Jakarta akan diadakan pameran yang secara Spesial akan mendisplay berbgai macam peninggalan Kerajaan Majapahit (KOMPAS, 18 Juni 2007).
Rabu, 20 Juni 2007 @ 15:36
Using
gile, mantab banged, sampe gw bela2in tidur jam 2 malem (soalnya kalo siang kan kerja hehe) buat menuntaskan buku2 Gajah MaDA, skrg dah sampe buku ketiga neh dalam seminggu, heheh mgg ini abisin 4 dan 5, manteb manteb, pdahal saya bukan termasuk penggemar komik, tapi baca Gajah Mada serasa ikut berada di suasana majapahit, …sip..keren…apalgi kalo membayangkan siasat perang2 nya neh, kayaknya kalo ada game Gajah Mada asik deh, heheh
Kamis, 21 Juni 2007 @ 14:14
Using
Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
. BCA 2000282670
. BRI 0021-01-044348-50-5
. BNI46 0125721771
. MANDIRI 143-00-0497600-5
atas nama Suwandono SE, lebih jelasnya masuk ke http://www.langitkresnahariadi.com klik Panduan
Senin, 2 Juli 2007 @ 15:25
Using
Jay, tolong sampaikan ke LKH sumbangan analisis ini, tq.
1. pancaksara. Ini berasal dari bercampurnya dua kata mengikuti kaidah bahasa jawa, panca dan aksara. Panca berarti “lima” dan juga berarti “berbagai”. Misalnya, pancandriya = panca indriya = berbagai indriya (karena manusia memiliki 9 indriya). pancawarna = panca warna = berbagai barang/warna, seperti kalimat “web ini berisi pancawarna berita, atau, indahnya pemandangan di danau pancawarna”. mancanegara = panca negara = berbagai negara lain. Jadi, Pancaksara bukan nama seseorang tetapi itu adalah “berbagai tulisan”. Yaitu semboyan / nasihat / kata2 mutiara yg masing2 ditulis oleh seorang ‘siswa’ diatap asrama yg dibaca oleh Prapanca ketika mengikuti perjalanan raja. Prapanca membacanya dari kejauhan, karena itu lah “berbagaitulisan” di ujung sana hanya terlihat samar2. (Negarakertagama : http://www.blogger.com/feeds/5209730283485956568/posts/default)
2. bagaskhara manjer kawuryan = matahari bersinar selalu. Ini adalah cita cita Gajahmada. Dia ingin majapahit itu menghimpun negara2 lain dari daerah ‘matahari terbit himga matahari terbenam’. Dengan begitu di Negara Majapahit matahari bersinar selalu. Well – munkin Gajah Mada pernah bertemu dengan penjelajah Imgris yg raja nya bersemboyan yg sama.
Itu dulu ya, masih ada yg lain lagi loh – mau dengar dulu dari LKH.
Salam, ds.
Selasa, 3 Juli 2007 @ 15:52
Using
Gajah Mada 1-5 emang top abis! Bikin kecanduan kalo udah mulai baca.
Pak Langit, ceritanya Sang Prajaka itu mirip sama filmnya Tom Cruise yang judulnya RainMan ya? karakter Ray itu lho, yang autis dan bisa menghitung jumlah tusuk gigi yang tumpah ke lantai, terus karakter yang diperankan Tom Cruise (lupa namanya) mengajak dia judi ke Las Vegas dan berhasil menang besar.
Oh ya Pak, mumpung lagi ada pameran tentang Majapahit di Museum Nasional, Pak Langit nggak mengadakan acara jumpa fans? Pasti menyenangkan, ngobrol-ngobrol tentang GM di tengah-tengah berbagai benda peninggalan majapahit…biar lebih dapet gambaran dan feel-nya gitu Pak.
Satu lagi, mau dong Pak Langit, ditulis kisahnya GM dkk berusaha menyatukan nusantara. Lengkap dengan perang yang seru, sepak terjang para telik sandi Bhayangkara, intrik-intrik politiknya, dan bolehlah ditambah bumbu kisah cinta. Soalnya belum puas baca seri 1-5, masih kangen sama Gajah Mada cs…hehehehe!
Minggu, 29 Juli 2007 @ 17:33
Using
Salut buat mas langit……..
ceritanya bikin ketagihan
Senin, 30 Juli 2007 @ 14:38
Using
gara gara lecanduan nii cerita …. wow
huaa aku langsung beli 4 serinya ahh terakhir…
ceritnaya ga kalah menariknya ma novel jepang, klan otori, samurai, mushashi … sipp
Minggu, 19 Agustus 2007 @ 9:12
Using
Mas Jay,
makasih atas forumnya ini hingga saya bisa sedikit mengenal pa LKH yg hebat ini (saya lengkap mengoleksi GM1-5 karya beliau dan Api di Bukit Menoreh, Nagasasra dll karya Pa Min alm). Ruarr biasaa!!!
Sedikit catatan buat pa LKH, jangan takut membuat kesalahan interpretasi sejarah dlm nevel2 nya utk membuat greget cerita krn gmn toh itu karya fiksi belaka..
Wass
Selasa, 11 September 2007 @ 13:58
Using
saya udah ngirim pesan ke demanyul@yahoo.com tapi ,kok error tuh pak
Kamis, 11 Oktober 2007 @ 10:39
Using
Kalau mau tau Gajah Mada ke mana tanya sama keluarga yang punya fam Warouw…tapi ini baru wacana…yaaa, santai aja…salam. Memang lucu juga GajahMada oleh para sejarawan tidak bisa dilacak kemana dia pergi. Asal usul nda jelas…kasihan…
Selasa, 16 Oktober 2007 @ 10:13
Using
Gajah Mada itu orang Batak. Kemungkinan salah satu anak dari si Raja Batak. Analisa ini diperkuat dengan senjata perang(pedang) Sisingamangaraja XII (keturunan siraja batak) yang dinamai Gajah Dompak.
Kamis, 1 November 2007 @ 12:29
Using
berhubung mau email error terus maka aku kopi-pes aja disini. semoga pak langit bisa membacanya…
kulanuwun pak langit
meskipun saya termasuk telat dalam mengenali karya-karya anda saya memberikan two thumbs up buat serial Gajah Mada. di tangan saya kini telah memegang 5 seri gajah mada meskipun baru saya baca seri ketiga.
meskipun terlalu dini mengenal karya pak langit saya ingin memberi masukan sebagai saran untuk pak Langit:
1. peta majapahit sebaiknya dijadikan satu dengan buku dan tidak terpisah. bisa dicontoh seperti pada novel fiksi Nar-Kobar The Motivator dari penerbit Akoer. Alangkah baiknya pula setiap seri Gajah Mada memiliki peta wilayah sehingga memudahkan teman2 kita yang belum mengenal pulau jawa akan lebih mudah berimajinasi.
2. apabila gajah mada difilmkan semoga pak Langit juga benar2 memberi supervisi yang ketat agar hasilnya tidak mengecewakan dan seperti sinetron.
3. mengenai direct selling untuk candimurca, sebagai saran, tolongg perhatikan kembali cover buku. 3D pada buku2 Gajah Mada kurang memberikan visual art yang ‘nyambung’. Kesan kelam dan ‘nyambung’ hanya tampak pada jilid I saja.
4. silahkan apabila berkenan kunjungi link berikut http://agussutiono.net/?cat=5 pada situs tersebut saya hanya berandai-andai dengan estimasi apabila gajah mada difilmkan.
Maturnuwun…
Rabu, 7 November 2007 @ 11:03
Using
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kepada Yth.
1. Bang JAY
Punten Kang Jay, saya mau sedikit protes nih, kenapa komentar yang saya upload kemarin tanggal 6 Nopember 2007 ternyata dihapus? padahal kan itu salah satu kritik kepada Pak Langit Kresna Hariadi suaya membenahi manajemen penjualannya. Apakah saya salah jika saya menuntut hak saya? (setelah saya menunaikan kewajiban melakukan pembayaran via transfer). Kemarin tgl 6 stelah upload komentar ternyata koment-nya masuk, eh hari ini tgl 7 Nop 2007 ternyata komentar saya tidak ada…… (saya ingin penjelasannya). Terima kasih.
2. Pak LKH –dihapus–
Rabu, 7 November 2007 @ 13:26
Using
#80: Iya saya hapus karena blog saya tidak terkait dengan konteks penjualan buku Candi Murca.
Sabtu, 10 November 2007 @ 13:59
Using
Punten Bang Jay, saya kebetulan baru balik dari tugas dipelosok. Memang betul blog ini tidak terkait dengan penjualan buku Candi Murca, namun alangkah baiknya jika LKH juga mengetahui bagaimana kondisi marketing yang sebenarnya supaya nama baik LKH tidak dirugikan karena dianggap menipu konsumen pembeli buku Candi Murca.
demikian opini kami, besar harapan kami semua hal menjadi lebih baik. alangkah indahnya dunia tanpa perselisihan…..
Sabtu, 10 November 2007 @ 14:11
Using
Sedikit tambahan Bang Jay, Bermula dari reklame tersebut yang ada diblog ini kemudian saya tertarik dengan buku candi murca, dan yang diarahkan ke http://www.langitkresnahariadi.com.
jika memang blog ini tidak terkait konteks penjualan candi murca I, lalu ada apa dengan hal dibawah ini?, bukannya ini semacam iklan/reklame marketing candi murca?
#109 (Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada)
Langit Kresna Hariadi Production
Kamis, 21 Juni 2007 @ 13:45
Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
. BCA 2000282670
. BRI 0021-01-044348-50-5
. BNI46 0125721771
. MANDIRI 143-00-0497600-5
atas nama Suwandono SE, lebih jelasnya masuk ke http://www.langitkresnahariadi.com klik Panduan
Demikian Kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Sabtu, 10 November 2007 @ 16:42
Using
#83: Pembawa informasi belum tentu berlaku sebagai penerima keluhan juga.
Sabtu, 24 November 2007 @ 13:46
Using
nyesel karena baru tau ada novel bagus seperti gm
saya baru baca gm1 hanya dalam waktu 5 jam
bener2 mantap
Kamis, 29 November 2007 @ 12:37
Using
saya pingin baca buku GM, tapi cari2 di toko buku ga dapet. ada yang jual di internet ga ya ?
Jumat, 7 Desember 2007 @ 15:49
Using
coba buku di bukukita.com atau kutubuku.com atau googling… pasti ada
Senin, 14 Januari 2008 @ 10:27
Using
telat ngisi…
paling suka pas baca kisah cinta Ra Tanca dan Dyah Wiyat mengharukan…
Sayang budget terbatas belum beli yang IV dan V pengennya bentar lagi beli….
Candi Murca jangan terlalu mahal ya pak….
Pengennya nanti beli langsung sampe 10 seri
Selasa, 15 Januari 2008 @ 18:28
Using
saya udah baca G< jilid 5, kayaknya saya akan aksih komentar kapan2 he he he, btw bagus…
Selasa, 15 Januari 2008 @ 18:39
Using
Untuk Bang LKH, boleh donk kasih comment
1. Untuk GM jilid 5, Madakaripura, banyak data yang gak sesuai dengan jamannya
a. Desa Japanan sepertinya tidak ada, yang ada mungkin Japan (masih dekat woilayah Majapahit. Tapi dalam GM5, sepertinya Japanan=Kepulungan, padahal Japan (dulu)tidak sama dengan Japanan sekarang. Bahkan Japanan sekarang sptnya= Kepulungan (dulu)
b. Dari Desa Japan ke Madakaripura berkuda seharian???? Apa mungkin (ntar saya cari halamannya ya he he he)Padahal di halaman lain ada informasi yang nggak sinkron
2. Madakaripura di jaman Majapahit sepertinya diidentifikasi dengan Air Terjun Madakaripura di wilayah Lumbang – Probolinggo ya mas?! Apa tidak terlalu memaksakan. Memang sih, landscap-nya elok tapi… jejak Prapanca saat mengikuti Hayam Wuruk ke Lamajang tidak pernah mampir ke sana (Madakaripura Probolinggo)
Melihat peta perjalanan Haua,wuruk, saya setuju dengan pendapat bahwa Madakaripura masih di Wilayah Pasuruan (bukan karena saya orang Pasuruan lho he he he). Beberapa hari ke depean saya akan mengunjungi situs Banyubiru yang konon mirip-mirip dengan MATA AIR yang dikunjungi oleh Hayam Wuruk saat tiba di Capahan dan kasogatan Madakaripura.
3. Tentunya kalo letak Madakaripura bukan fiksi donk mas
4. Kapan-kapan disambung lagi
Kamis, 24 Januari 2008 @ 8:32
Using
Salam kenal,
Nama saya Hery. Telat banget kayanya saya, baru tau kalo ada buku seri (fiksi) tentang Gajah Mada. Alhamdulillah saya temukan web ini. Saya lagi tertarik2nya sama sejarah Gajah Mada, Majapahit, dan Pajajaran, dll. Terutama ketika rekan saya bilang ada yang meneliti bahwa sebenarnya GM bersuku Batak. Mungkin ada rekan2 yang bisa kasih referensi kebenaran sejarah tersebut?
2ndly saya juga sangat ingin memiliki buku GM LKH dari 1-5 dst. Saya sudah cari di toko buku (Book Store-TM) gak ada. Please help.. thanks
Minggu, 27 Januari 2008 @ 5:01
Using
namanya aja pakai bahasa batak! ya orang batak dong…
gajah mada!
gajah lah!
Selasa, 12 Februari 2008 @ 10:12
Using
Akhirnya ‘khatam’ juga baca buku GM tarakhir….
Wah, ttg kasus Tim Pasukan Pemburu Hayanm Wuruk dari SUnda, PAk Langit memberikan ‘twisted ending’ yang ‘nggaya’ dan mengejutkan ala film2 hollywood. sik asik aja.
o, ya FYI
menurut situs resminya Pak LAngit (www.langitkresnahariyadi.com) beliaunya lagi menyelesaikan BUKU GM VI (Perang Paregreg). Wah kiraian GM Madakaripura adalah buku pamungkas. Mengingat kurun waktu perang tersebut terjadi di awal2 tahun 1400an.
(Saya berandai-andai di buku itu berarti GM sudah tidak muncul lagi donk …. Penasaran gimana cara beliau merangkaikan cerita dari era waktu GM Muksa hingga ke runtuhnya Majapahit, dan munculnya Wali SOngo. Wah nanti bisa dilanjut ke Jaman Demak donk …. Ada Sepak terjang Adipati YUnus dsb… sampai jatuhnya Demak hingga ke ketemu dengan masa MAhesa Jenar… wuih pasti seru nih…. bisa jadi Pak Langit bakal memunculkan prequel dari Nagasasra&Sabukinten!!! Dospundi Pak?)
Yo wis semoga buku tsb cepat selesai dan jadi lengkaplah “Dobel Trilogi Gajahmada”. MAJU TERUUUUSSS !!!!
Kamis, 21 Februari 2008 @ 13:57
Using
saya termasuk yang telat baca buku GM, baru baca 2 bh buku yaitu GM 1 dan 3 ..
Awalnya ngga begitu tertarik waktu temen nawarin buat pinjem..seru tau katanya !
wah..pikir saya pasti berat nih bacanya, udh tebel musti mikir pula..maklum kl saya sempet baca buku itu saat pulang ngantor, dari pada bengong lg macet dijalan mending baca..gituu
kl dirumah, semua waktu cuma buat kedua anak dan keluarga tercinta..hehe
eh, setelah mulai baca..ngga mau brenti, pgn cepet bermacet2 ria didlm bus dan omprengan demi baca GM..
Sekarang saya malah nagih..malah smp browse segala, untuk memuaskan keingintahuan ttg MajaPahit dan Gajah Mada smp pd akhirnya nemuin Mas Jay..
Tq Mas..akhirnya saya menemukan teman2 senasib:)dan tau info2 buku terbarunya LKH
Pak Langit,bapak emang HEBAT buangeth..saya setuju dgn temen-temen di forum ini kl Pak Langit ngga kalah ama JK Rowlings dan pengarang buku bertaraf International lainya..trus saya jg sangat mendukung kl semua buku-buku Pak Langit di inggriskan dan Go International..insyaallah laku pak !!!
btw, selain CANDI MURCA bisa ngga beli buku GM 1-5 jg via websitenya pak langit?
biar ngga minjem lg :)..Mohon Infonya ya
Selasa, 25 Maret 2008 @ 16:06
Using
ASS.
salut dan terima kasih sedalam-dalamnya buat kang langit yang udah cape2 bikin Gajah Mada 1-5. saya denger candi muksa akan dibikin smp 10 jilid ya kang ? kalau iya apa sampai ke raden wijaya ( karena kalau tudak salah R. Wijaya adlah keturunan Ken Arok + Ken dedes ? karena saya pengen sekali kang langit bikin novel tntang awal majapahit, pasti sangat menakjubkan untuk paling tidak mengetahui bagaimana perjuangan Raden Wijaya dan para pengawalnya membangun Majapahit.
wss.
Rabu, 23 April 2008 @ 11:45
Using
Pak LKH. Kemanakah hilangnya GM setelah bubat ? Mungkinkah Panca Prabu mengucilkan dia di sebuah tempat ? Kalau melihat ceritanya tadi, seorang GM yg begitu hebatnya berkiprah di nusantara dan terus menyepi tidaklah mungkin berita ataupun ceritanya ikut berhenti, dalam menyepunya seorang soeharto pun beritanya atau ceritanya masih dapat kita ikuti….ini cuma sekedar opini saja pak. Kenapa di daerah pedalaman suku di daerah banten ada nama Jembatan Gajah dan Kampung Mada ? apakah ada hubungannya dengan Gajah Mada ?
Senin, 5 Mei 2008 @ 21:13
Using
novel gadjah mada 1-5 menurut saya the best novel untuk sejarah negri ini,alangkah bagusnya lagi jika bisa dinikmati dalam media tontonan(di filmkan),,tapi film indonesia skrg hobinya kan ngekor..ikut2an,,,mudah2an serial buku gadjah mada bisa difilmkan,menurut saya akan jauh lebih bagus daripada lord of the ring (jika manajemen bagus)…ciao
Senin, 12 Mei 2008 @ 16:41
Using
Tragis membaca Gajah Mada V: Madakaripura Hamukti Muksa. Ada yang hilang disini. Betapa tidak (dihalaman terakhir), GM yang merupakan pemersatu Nusantara harus murca alias muksa. Manusia ada awal ada akhir. Namun sejarah memang selalu terpotong-potong dalam mengisahkan suatu cerita. Kemoksaan atau ketiadaan menjadi suatu kehilangan bagi semua yang mendambakan ada. Seperti juga saya, dengan GM yang moksa. Ada yang hilang walau itu sudah terjadi ratusan tahun lalu, namun baru terasa ketika saya tamat membaca GM V. Pak Langit saya rasa bisa membawa pembaca ke-ada dan ke-tiada dengan sempurna.
Bravo pak Langit. Kami tunggu GM VI: Perang Paregreg, pasca GM tiada. Apakah Hayam Wuruk raja gung binatara bisa menyelesaikan masalah negara tanpa GM? Kami menunggu
Rabu, 14 Mei 2008 @ 22:11
Using
kisah tentang gadjah mada memang sangat menarik. seandainya kisahnya sang patih di buat film layar lebar maka gak kalah tuh sama film klasik dari negeri lain. bila ada yang mau buat film atau kethoprak atau theater atau pertunjukan tentang gadjah mada. saya siap terlibat selama masih dijogja tempat pertunjukannya bos. 088802731636
Kamis, 29 Mei 2008 @ 14:51
Using
kasihan mahapatih:akhirnya terbukti keyakinan ucapanya kalau wanita hanya menghalagi niatnya menyatukan nusantara,blundernya membiarkan tragedi bubat telah memupuskan mimpinya, bahkan membimbing majapahit menuju kehancuranya…… ga ada yang sempurna…..
Senin, 30 Juni 2008 @ 11:31
Using
Novel Gajah Mada dan Candi Murca nya Hueebaaaaat …..
Tolong dikirim dong referensi dari judul-2 Novel yang sudah pernah terbit dan juga yang akan terbit dalam waktu dekat ….. jadi penasaran neeeeh
Rabu, 3 September 2008 @ 13:42
Using
Mbah Gajah Mada adalah salah satu putra pemersatu bangsa, sepaktejangnya senantiasa berpegang pada kebijaksanaan dan kearifan alami. Beliau bisa berangkat menjadi sang Maestro Permersatu Bangsa dalam lubuk SUMPAH PALAPAnya adalah karena mbah Mada berangkat dari Kaum Alit, Piranti Politiknya adalah Keprihatinan dan Welas Asih, Budi pekertinya adalah Akhlakul Karimah. Kunci yang dipakai Mbah Mada untuk mengarifi semua gebyar dunia yang terus berputar sebagai roda kehidupan (Cokromanggilingan) adalah Fikiran Tenang, Kolbu yang suci, Jiwa yang cerdas dan Bijaksana, dan Rasa yang Mantab dan Welas Asih, Semoga menjadi teladan bagi kita semua. Tapi mohon saya dikasih penjelasan dimana dan kepad siapa pada saat itu mbah Mada berguru sehingga Mbah Mdada sampai menemukan kata Islam…..
Kamis, 16 Oktober 2008 @ 11:00
Using
buat kawan-kawn mungki ini dapt di jadikan sebagai sumber inspirator dan informasi gajah mada itu berasal dari dusun modo,desa cancing kec.ngimbang kab lamongan disitu warga setempat memangilnya joko modo (ilat jowo) untuk lebih detail silahkan searching kesana
Selasa, 4 November 2008 @ 16:52
Using
Ki El-Kaha benar-benar tega lan sadis !!!
Kok Gajah Sagara ??? Kenapa Gajah Sagara yang justru pelaku pembunuhan tersebut ?
Kasihan kan Kanuruhan Gajah Enggon & Rayh Sunelok … kan anaknya cuma satu.
Kuda Swabaya juga kakinya malah dipotong satu, mbok ya dadanya saja yang dibeset. Eh, malah dipotong sekalian.
Wuuuahhh, tega amat Ki El-Kaha
Selasa, 4 November 2008 @ 17:45
Using
To : Ki El-Kaha
Mbok ya kisah Gajah Mada jangan dilompat dong. Saat Prabu Hayam Wuruk datang ke Madakaripura untuk memanggil kembali menduduki jabatan Mahapatih … tiba-tiba Sang Gajah Mada malah diceritakan Moksa.
Waaah, jangan dong …
Bagaimana kalau dibuat satu buku lagi yang mengisahkan saat Gajah Mada kembali memangku jabatan ?
Rabu, 3 Desember 2008 @ 20:42
Using
omoshiroi na..cerita gajah mada ternyata. ga nyadar sampe diblog ini. gara2 dapet sms dr ponakan ‘patung gajah mada ada dimana bulik?’ jujur2 garuk2 kepala dibuatnya. betulnya dl history termasuk salah satu pelajaran yang saya suka. banyak ceritanya. baca bukunya buta ulangan esoknya sambil berimaginasi ria. baidewei, tengkyu buat sharingan ceritanya diblog ini…
Kamis, 18 Desember 2008 @ 15:10
Using
Ternyata semua terkecoh ttg asal usulku hahahahaha saya sebenarnya berasal dari enrekang yg merupakan salah satu kabupaten dari sulsel, arti sebenarnya dari gajah mada adalah bahwa saya orangnya jelek sekali makanya dinamakan gajah mada, coba tanya org di enrekang apa arti dari gajah mada. gajah=sekali mada jelek
Kamis, 18 Juni 2009 @ 17:49
Using
Saluuuut buat LKH yg mau mengangkat cerita kepahlawanan dari pemersatu Nusantara yg nyaris punah tertelan arus globalisasi dan westernisasi. Bravo LKH…………
Selasa, 4 Agustus 2009 @ 23:30
Using
Setuju Gajah Mada sebetulnya penjahat perang, tangannya penuh dengan darah rakyat Nusantara yang menjadi korban imperialismenya, khusus mengenai perang bubat gajah mada perlu diseret ke mahkamah perang karena tidak berperang secara ksatria, tapi bertanding pengecut menyerang rombongan nikah yang terdiri dari para wanita dan para prajurit yang tidak bersenjata lengkap, yang bangga terhadap gajah mada hanya orang jawa saja dan sebagian orang yang tak punya hati nurani atau orang yang terpedaya dengan propaganda persatuannya GM
Minggu, 9 Agustus 2009 @ 16:26
Using
Saya sangat berterima kasi kepada Bapak L K H sudah nenbawa saya jauh ke alam dan suasana Lawas sesuai dengan karakter hidup saya dengan membaca seri G mada 1 sampai 5 pertanyaan kenapa tidak di lanjutkan lagi masih banyak yang belum Bapak ceritakan seperti ekspedisi GM ke Bali menundukan kerajaan Bedahulu yang rajanya Sri Astasura Ratna Bumi Banten dengan Patih Ki pasung Grigis yang kesaktiannya tidak tertandingi sehingga GM mengadakan gencatan senjata menaikan bendera putih tanda pasukan majapahit menyerah…. dengan kelengan Pasung Grigis GM mampu menipunya sehingga Bedahulu dapat ditundukan….
Yang kedua kenapa Lancap Majapahit ada yang disebutkan Purawaktra dan Gapura Pintu Besi… sedangkan yang ada utuh sampai sekarang candi bajang Ratu dan Waringin Lawang tidsak disebutkan jaman itu… justru banyak sekali peninggalan yang tidak disebutkan spt Kolam segaran, c. Tikus. c. Kedatuan. c. Brahu dll saya sempat ke situs menjadsi sedikit bingung dengan kenyataan dilapangan dengan Negara kertagama yang tulis Mpu Prapanca. mohon penjelasan …
Yang ketiga mengapa Candi Murca 4 dan selanjutnya belum muncul meskipun ada terbitperang Paregrek 1 dan 2 yang ke dua baru saya beli kemarin di gramedia… pertanyaan saya dalam perang Paregrek jilid 1 sedikit bingung sebagai orng bali biasanya menyebut atau memanggil mana Paman mana Kakak sangat jelas…kenapa Raden Tetep/H Wuruk menyebut GM dengan sebutan kakang GM segdangkan dengan G Engon dengan Paman yang notabena GM denga G. Engon , Kalagemet ataupun Prabu Putri sebaya sedangkan mantan Prabu putri adalah Ibu dan Bibinya sekaligus mertua sedangkan GM lebih ta dari ibuynya semesdtinya Prabu H Wuruk menyebut G. Mada dengan sebutan Paman Mada, tidak kakang…. mohon penjelasan agar saya tidak selanjutnya bingung ke Paregrek 2-nya terima kasih Bapak LKH
Sabtu, 14 November 2009 @ 13:28
Using
amazing,salut buat pengarang,sejak kecil ketiak saya masih kelas 2 sd,sampai sekarang,ndak pernah aku lupa sama sosok gajahmada,begitu melegenda begitu besar kharismatis beliau,terimakasih buat kresna hadi,yg tlah mewujudkan dan menghidupkan ke indonesiaan gajah mada,tetap berkarya dan berjuang
Minggu, 29 November 2009 @ 10:33
Using
KENAPA PERANG BUBAT VERSI JAWA BANYAK DIREKAYASA!?!????
Rabu, 26 Januari 2011 @ 15:26
Using
masing-masing orang punyafriksi sendiri-sendiri, dengan daya khayal sendiri. Memang susah akhirnya sejarah sebenarnya jadi kabur semua. he he he
Sabtu, 19 Februari 2011 @ 15:07
Using
bukunya harganya mahal….gk mampu beli….padahal pengen baca….
Kamis, 12 Mei 2011 @ 12:36
Using
Saya mengagumi anda dan menyukai tentang sejarah kerajaan yang dulu pernah jaya di bumi Nusantara ini! Saya mempunyai buku berjudul “Candi Murca” jilid 1 dan 3! Kemana yang jilid 2-nya dengan Sub Judul “Air terjun Seribu Angsa”? Kok sudah tidak ada di toko2 buku terutama di TB. Gramedia? Kalau ada informasi dimana saya bisa membelinya, tolong di khabari ya mas!