Wah, Apple!

Selasa, 10 April 2007M
23 Rabiul Awal 1428H

Sambil duduk di lantai yang dingin, di kawasan Tebet, Jakarta, kudinginkan tubuh ini sambil menarik tas punggungku, mengeluarkan komputer jinjing putih, sambil berseru pelan, “Wah, Apple!”

Siang itu aku melewati gerbang lobby salah satu pencakar langit Jakarta. Hiruk pikuk tamu dan pramutamu di meja informasi terlihat seperti kerumunan tawar menawar tukang obat kaki lima. Entah apa yang terjadi di sana, aku hanya melewatinya dan menuju lobby lift.

Tak sadar di dalam lift aku berpikir kenapa para petugas keamanan tak menegurku, padahal aku tak membawa-bawa bom –nya heueuh!– hanya sebongkah komputer jinjing dan asesorisnya dalam sebuah tas punggung hitam. Lift pun kosong, hanya aku sendiri dan bayangan-bayanganku di cermin dinding-dinding kotak transportasi vertikal tersebut. Sebuah kesempatan bercermin di ruang publik tanpa khawatir disebut narsis atau ganjen. Ah, ilusi optik membuat mukaku lebih bulat, biar tidak terlalu kurus kata sang barber.

Keluar dari lift pun aku tak menemukan petugas keamanan meski terlihat tepat di depan pintu lift ada meja pemeriksaan. Jadi aku melangkah menuju ruang tujuan.

Menit-menit berlalu menunggu waktu sambil berbincang-bincang tentang pekerjaan, tentang masa lalu, tentang teman-teman, dan sebagainya. Hingga waktunya tiba aku harus menuju lantai yang lain. Saat itulah baru dua petugas keamanan berbaju hijau ada di meja yang kosong tadi.

Petugas itu pun memeriksa tas punggungku sambil bertanya to the point, “Bapak membawa laptop?”
“Iya,” jawabku mantap.
“Kami periksa dulu.”
“Silakan,” sambil aku menulis nama di buku tamu.
“Wah, Apple!”

Ternyata selain nama, asal, dan waktu masuk/keluar, aku harus menuliskan merk atau serial dari laptopku. Lalu aku pun melanjutkan langkah memasuki lift menuju lantai tujuan.

Keluar dari lift kembali berhadapan dengan meja periksa, termasuk dua petugasnya. Aku pun mengisi buku tamu lagi sambil bertanya, “Sekarang diperiksa di tiap lantai ya, Pak?”
“Iya, kalau yang di lobby paling bawah itu keamanan gedung, untuk perusahaan ini sekarang tiap lantai ada.”
“Kenapa, Pak?”
“Banyak laptop yang hilang, Pak.”
“Oh.”
“Saya periksa dulu. Bapak bawa laptop, ya?”
“Iya,” sambil melihat petugas keamanan yang satu lagi menuliskan namaku.
“Wah, Apple!”

Bergerak ke ruang tunggu lobby lantai tersebut saya sedikit berpikir apakah seruan “Wah, Apple!” tersebut adalah kejutan?
Ah, kuanggap pujian saja.

Menit-menit berlalu lebih lama, hingga aku harus kembali lagi ke lantai sebelumnya. Saat menunggu pintu lift terbuka aku harus kembali melapor kepada petugas keamanan tersebut, yang sudah berganti orang.

Seperti basa-basi sebelumnya di atas, kembali tasku diperiksa, dan saat petugas itu mengangkat laptop putihku kembali ia berseru, “Wah, Apple!”

Pintu lift terbuka, dan kulanjutkan langkah ke lantai yang pertama tadi. Kembali berhadapan dengan petugas pemeriksaan yang menyapa ramah, yang kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan nama dan asal. Namun kali ini tidak dituliskan lagi sebab aku sebut tadi sudah ke lantai ini, sudah tertulis di buku tamu. Namun ia tetap memeriksa tasku, dan diakhiri dengan seruan, “Wah, Apple!”

Aku cuma bisa nyengir kucing sambil berucap terima kasih.

Menit-menit berlalu, aku harus kembali, pulang dan mengejar karib lama yang menunggu di lobby gedung untuk bertemu sesaat. Kesekian kalinya aku harus melapor lagi kepada petugas pemeriksaan sebelum turun menumpangi lift. Ternyata petugas keamanan sudah berganti lagi dan proses pemeriksaan kembali diakhiri seruan petugas keamanan, “Wah, Apple!”

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

37 komentar untuk catatan 'Wah, Apple!'

  1. #1
    gravatar

    Ngga punya apple euy! :d :d pengen sih …

  2. #2
    gravatar

    Wah, Apple!

  3. #3
    gravatar

    wah teu gaduh euy

  4. #4
    gravatar

    hahaha… kisah yang lucu…

  5. #5
    gravatar

    Ya ampun, berapa kali diperiksa tuh Apple? :D Mungkin segitu seringnya kejadian laptop hilang, ya. Ckk.. ckk..

    Ada bagian yang aneh, Jay.
    “aku berpikir kenapa para petugas keamanan tak menegurku”, selanjutnya “padahal aku tak membawa-bawa bom”.
    Kok pakai ‘padahal’? Bukannya ‘padahal’ dipakai untuk membantah sesuatu? Atau kata ‘tak’ di kalimat yang lebih awal semestinya ngga ada?

    *kok jadi ngomentarin yang lain yak… *

  6. #6
    gravatar

    memangnya kenapa kalau apple?

  7. #7
    gravatar

    wah.. apel..
    apel di jakarta?

  8. #8
    gravatar

    beli decal buat laptop aja Jay, lagi musim tuh di Singapore sini, ada company yg bikin. Ntar decalnya cari yg motif jeruk purut.

    Ntar kalo dikomentari kita tunggu, bakal tetap “Wah, Apple” atau “Wah, Jeruk” =D

  9. #9
    gravatar

    Wah, kesemek!

  10. #10
    gravatar

    Wah jeruk … :-)

  11. #11
    gravatar

    one apple a day keep you alive

    *something like that

  12. #12
    gravatar

    murtadin linux who convert to apple has spoken

  13. #13
    gravatar

    Belum sampe “wah apple”…baru sampe “wah mesin ketik”… :-)

  14. #14
    gravatar

    #5: Makanya diselipin nya heueuh.

    #13: Oh ya, sempat mampir ke Malam Basador, dan terbengong-bengong di sebuah toko komputer menyaksikan dua orang masuk dan langsung bertanya, “Mbak, ada IBM?”
    “IBM apa, Pak?”
    “IBM mesin tik, elektronik.”
    “Wah, ga ada, Pak!”

    Rasanya tak kuat menahan tawa, dan ingin berseru, “Coba hubungi Azil!”

  15. #15
    gravatar

    saya tau di kantor dan gedung mana. Btw, saya mah selalu ngacir kalo diperiksa….badung mode on jangan dicontoh ya anak-anak.

  16. #16
    gravatar

    Di situ para Boss pakai apple kali. Sementara para hacker pakai desknote. Wah apple, wah boss :).
    Eh, Jay, aku inget waktu aku ke Malam Basah Dor juga. Mau beli harddisk eksternal. Trus ada tamu asing (Asia) masuk ke toko itu.
    Tamu: Do you have Windows? XP?
    Penjaga: Original?
    Tamu: Not the original.
    Penjaga: No. Original only.
    Tamu: How much?
    Penjaga: one million five hundred thousand
    Tamu: Astaghfirullah. (Trus pergi)
    Aku: Mbak, bilangan: itu belum sama Officenya. Biar jadi Innalillahi …

  17. #17
    gravatar

    Satu hal Kang Jae,
    Setidaknya semua dari sekuritas nya (sekuritas atau sekuriti yah?) mengerti dan melek merek. Gitu liat putih terus pekik “Wah, Apple” pelan.

  18. #18
    gravatar

    kalo bawa kamera rekam mimik muka dia, kayak gimana yah

  19. #19
    gravatar

    gimana kalo bawa powerbook yah? :D

  20. #20
    gravatar

    huaaaaaa
    jadi makin pengin

    *ngubek2 celengan ibab*

  21. #21
    gravatar

    #20: Hati-hati jadi haram, uangnya jadi mengandung ibab.

  22. #22
    gravatar

    itu harganya 21 juta nggak?

    :-p

  23. #23
    gravatar

    kang jay digedong mana eta …. hehehe jadi pengen ngetes oge …. dapet Wah Apple juga teu … Cag Ah

  24. #24
    gravatar

    hihihi..jadi inget kemarin waktu ke carrefour mas. staf disana pada pake apple. kontan saya bilang “wah, apple” hihihi…

  25. #25
    gravatar

    wah nangka!
    *ambil piso*

  26. #26
    gravatar

    Pasti di gedung mulia/telkomsel deh hehehe. Dulu banget mereka masih terheran-heran liat komputer merek “Apel” dan pas gue disuruh nulis serial numbernya gue bengong… Lah, serial number disebelah mana yak?

  27. #27
    gravatar

    ntar kl saya beli apple mau kesana ah :D

  28. #28
    gravatar

    Oh…Apple
    *ngeces*

    u may say i’m a dreamer, but i’m not d’ only one……..

  29. #29
    gravatar

    rupanya bukan hanya Jay yang mengalami teriakan “Apple…!”, hehehe
    kalau saya mah Jay tiap kali buka laptop mau presentasi di depan klien, maka kalimat pertama nya adalah sama: “Wah Apple!” Beberapa ditambahin “euy” : Wah Apple Euy..!” wakakak
    tapi kalau sampai diperiksa berkali2 sih blm pernah tuh. :)

  30. #30
    gravatar

    kasta tertinggi leptop adalah apple TM

    wah apple !!! TM

  31. #31
    gravatar

    #17: bethul..! Paling ga’ mereka ngerti merek. Di gedung lain belum tentu juga ada yang komnetar gitu. Apalagi di desa. “Wah, hebat! Kompiuter bisa dibawa-bawa”. Hehehe..

  32. #32
    gravatar

    Bodor pisan kang Jay! :P….coba usulin buat iklan apel Indonesia heuehuehue

  33. #33
    gravatar

    ntar aku bawain apel sekeranjang dari malang.
    hebat oey, dah pada melek IT, bisa bedain merek! hehehehhe
    kalo aku pakei ACER (Agak CEpat Rusak)
    gak beda jauh kan?

  34. #34
    gravatar

    pamer koleksi browser ah…………
    wah apple!

  35. #35
    gravatar

    wah, cleguk.. apple!

  36. #36
    gravatar

    hare gene pake mek? *ngacirrr

  37. #37
    gravatar

    klo di JKT mo’ nyari apple 1.83ghz core duo dimana sih?

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.