Anggota DPR dan Laptop

Kamis, 22 Maret 2007M
05 Rabiul Awal 1428H

Dunia teknologi informasi bergerak mulai merambah paradigma para anggota dewan negeri ini. Mereka tak mau kalah dengan kelas pekerja swasta yang banyak menenteng laptop hampir setiap saat. Kebutuhan sarana laptop bagi para anggota dewan mungkin saja sama dengan kami, para geek yang bersusah payah menabung menyisihkan pendapatan bulanan untuk hal tersebut. Namun perbedaan mendasarnya adalah mereka meminta jatah dari kumpulan pajak-pajak yang kami bayarkan.

Sesuai anggaran, laptop untuk anggota DPR ini berharga Rp 21 juta. Dengan harga setinggi itu, maka laptop untuk para anggota dewan terhormat itu cukup mewah. Total Rp 12,5 miliar untuk laptop para anggota DPR.
Detikinet: Sembilan Perusahaan Ikut Tender Laptop DPR

Justifikasi semua anggota DPR mendapat (karena meminta) jatah laptop itu dari mana?
Berikut justifikasi yang terpikir jika anggota dewan berhak mendapatkan fasilitas laptop dari anggaran belanja negara.

  • Ia adalah orang yang bergerak (mobile) yang mau dan berani bekerja di luar jam kerja normal. Untuk apa laptop disediakan jika hanya dibuka dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore saja? Apalagi jika pekerjaan utama Anggota DPR adalah lobbying ke sana ke mari, berpentas di panggung theatrikal kampanye, promosi melalui olah kata, memberi sambutan dan duduk mengantuk di ruang sidang.
  • Jenis pekerjaannya benar-benar membutuhkan laptop.
    Seorang kuli TI lapangan jelas membutuhkan laptop untuk test-drive, pengecekan sistem outdoor atau pengecekan sistem di lokasi partner/customer, atau seorang staf pemasaran melakukan presentasi pekerjaannya.
    Apakah anggota dewan yang katanya terhormat mendapatkan job description seperti itu?
  • Ia seorang yang banyak bekerja melalui tulisan. Mahasiswa, dosen, penulis (buku, majalah, skrip film, theater dsb), blogger, atau jurnalis dan wartawan biasa berurusan dengan kertas kerja, makalah, paper, seminar dsb.
    Apakah para anggota dewan banyak menulis? Berapa kali mereka menulis dalam seharinya?
    Di manakah tulisan-tulisan mereka untuk publik?
    Apakah mereka cukup lancar mengetik jika dibandingkan keahlian mereka berbicara di depan kemeriahan publik?
  • Laptop tidak hanya hardware, masih butuh software yang harus diadakan. Apakah pengadaan laptop termasuk software selain yang pre-installed?
    Jika anggota dewan melek Open Source, harga software selain sistem operasi adalah nol. Namun apakah mereka mau belajar sendiri menggunakan software Open Source? Apakah biaya Rp21.000.000 sudah termasuk pengadaan software Open Source dan trainingnya?
    Saya tak yakin.
  • Laptop adalah barang yang kecil dibandingkan dengan biaya fasilitas lainnya bagi anggota DPR. Harga yang cetek jika dibandingkan pendapatan mereka setiap bulannya. Saya melihatnya seolah-olah seperti anggota DPR menuntut alokasi anggaran belanja negara untuk pembelian jas, celana/rok, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, kemeja/blus, kutang dan celana dalam agar mereka bisa bekerja menjadi seorang anggota DPR layaknya.

Saya khawatir jika permintaan pengadaan laptop bagi anggota DPR hanyalah karena keinginan mereka bergaya mobile di warung-warung kopi, mengakses hotspot wifi gratisan atau berbayar, chit-chat di pesan instan sambil mengobrol ngalor ngidul ngulon ngetan.

Oh ya, mereka memang tidak seperti saya, yang butuh waktu 10 tahun terlebih dahulu untuk mewujudkan keinginan sekaligus kebutuhan menenteng-nenteng laptop.

Para anggota dewan, kami tunggu publikasi tulisan-tulisan anda, sebab saat ini saya tak pernah menemukan tulisan-tulisan anda di internet, lebih baik lagi jika anda semua punya blog, jika memang anda tak mau menulis karena tidak punya laptop.

Sementara itu, Suparlan, salah satu anggota komisi I DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan menganggap keberadaan laptop tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk peningkatan kinerja anggota DPR. “Kalau memang mau serius bekerja laptop itu harus,” tegas Suparlan.

Ia beralasan, perangkat tersebut akan sangat membantu dalam menghimpun data-data yang telah dikumpulkan. “Kita butuh laptop itu untuk merangkum penelitian-penelitian,” kilahnya.
Detikinet: Menkominfo : Pilihlah Open Source!

Ternyata hanya untuk menghimpun data yang sudah dikumpulkan.
Bwahahaha, menghimpun yang sudah terhimpun, mengumpulkan yang sudah terhimpun.

Duh!

Popularity: 8% [?]

Komentar

72 komentar untuk catatan 'Anggota DPR dan Laptop'

  1. #1
    gravatar

    Para anggota dewan, kami tunggu publikasi tulisan-tulisan anda, sebab saat ini saya tak pernah menemukan tulisan-tulisan anda di internet, lebih baik lagi jika anda semua punya blog, jika memang anda tak mau menulis karena tidak punya laptop.

    angelina sondakh?

  2. #2
    gravatar

    Seharusnya ditambah dengan kriteria bermutu, jadi bukan cuman seperti tulisan curhat yang mendominasi output tulisan blog-nya angelina sondakh
    *eh, selain blog dia nulis dimana aja sih ?*

  3. #3
    gravatar

    ah
    ini mah kasusnya sama kayak waktu dpr jaman akbar tanjung minta dibeliin mesin cuci

  4. #4
    gravatar

    cuma mau nyengir ajah jae…

  5. #5
    gravatar

    nanti kalo sidang, bakal muncul omongan, “Kembali ke lap… tooop!”
    ah, Tukul emang hebat!

  6. #6
    gravatar

    Bapak-Bapak anggota DPR itu apa gag mampu yah beli laptop sendiri?
    Niwe, Justifikasi di atas itu pemikiran Om Jay yah?

  7. #7
    gravatar

    Aku yakin-seyakin2nya, bahwa sebagian anggota DPR itu ada yg ga’ bisa make laptop, ngidupkan powernyapun ga’ tahu. Atow jangan2 yang namanya laptop-pun mereka ga tahu.
    Karena aku tahu presis ada saudaraku yg jadi anggota DPR (D) di Jawa Tengah, (tadinya pengangguran ‘n drop-out SMA tetapi karena aktif di organisasi pemuda kuning kemudian jadi anggota dpr) yg namanya komputerpun cuma tahu barangnya ga’ bisa ngoprasikannya.
    Kasihan amat jadi rakyat indonesia yang selalu ditipu dan dibokong wakil2nya….

  8. #8
    gravatar

    Enak aja duit rakyat dipake buat ego pribadi.. Ga ada manfaatnya anggota dewan diksh laptop! Apa gara2 nonton empat mata.. “tukul aja pake laptop masa qt2 ngga..”, kata anggota. Tp bguna juga pas rapat dewan, klo byk interupsi ato flow obrolan ngalor ngidul ga jelas, pemimpin rapat bisa “kembali ke laptop”…

  9. #9
    gravatar

    jadi sebaiknya bagaimana nih ? apa perlu bikin petisi penolakan laptop untuk anggota DPR ?

  10. #10
    gravatar

    ……….. ngalor ngidul ngulon ngaten

    kalo melihat polanya harusnya kata terakhir adalah ngetan ?? **garukgaruk**

  11. #11
    gravatar

    Hmm. Harga 21jt, mau beli MacBook Pro atau Acer Ferrari ya? Hehehe. Harusnya sih harga segitu sudah termasuk perangkat lunak ya?

    Ya, mari berpikir positif. Dengan para anggota DPR punya laptop maka: Kemungkinan besar data-data vital terekspos keluar karena laptop mereka tidak aman, makin banyak foto-foto atau video-video ‘tidak senonoh’ anggota DPR yang bisa terekspos…

    Menarik bukan? ;)

  12. #12
    gravatar

    Silakan saja kasih laptop asal berani pakai merek lokal+IGOS! Pemerintah kita musti beranidogfooding hasil karya sendiri. Kalau DPR saja tidak bisa…

    Angka 21 juta itu juga asalnya dari mana, sebagian besar laptop harganya masih belasan juta malah dibawah 10 juta juga banyak. Untuk biaya software juga murah (IGOS dong). Mustinya budget mereka tidak lebih dari 15 juta. Sisanya mending dikumpulin dan disumbangkan ke korban Lapindo!

  13. #13
    gravatar

    Anggota DPR pake laptop, apa aza sih yang dilakukan pakai laptop itu ? Berapa banyak anggota dewan yang mau meluangkan waktu utak-atik laptopnya ?

    Membuat makalah dan seminar ? Kan ada staff ahlinya.

    BTW, isu-nya sih, ini laptop buat staff ahlinya. Kalo gitu, gimana kalau yang jadi wakil rakyat staff ahlinya itu.

    Mual kalau denger alesan yang dicari-cari buat pembenaran…

  14. #14
    gravatar

    21 juta, 12 inch, kurang dari 2 kg. Jelas cuma buat GAYA aja …
    Malu sama Tukul kali …

  15. #15
    gravatar

    Yang pada protes di atas, termasuk Jay, kok tidak sadar kalo anggota DPR itu adalah Pelawak PROFESSIONAL.
    Itu makanya mereka merasa tersaingi sama Tukul dengan laptop andalannya. Mereka merasa rating acara banyolannya di Balai Sidang kalah oleh Empat Matanya Tukul. Oleh karena itu salah satu strateginya adalah minta laptop, sambil berharap-harap banyolannya tambah laku :P

    Coba kalo Tukul manggung sambil bawa ukulele, pasti besoknya akan ada pengadaan ukulele seharga 21 juta buat setiap anggota.

  16. #16
    gravatar

    Ia seorang yang banyak bekerja melalui tulisan. Mahasiswa, dosen, penulis (buku, majalah, skrip film, theater dsb), blogger, atau jurnalis dan wartawan biasa berurusan dengan kertas kerja, makalah, paper, seminar dsb.
    Apakah para anggota dewan banyak menulis? Berapa kali mereka menulis dalam seharinya?
    Di manakah tulisan-tulisan mereka untuk publik?
    Apakah mereka cukup lancar mengetik jika dibandingkan keahlian mereka berbicara di depan kemeriahan publik?

    Hm… Rasanya bapakku lebih butuh laptop daripada anggota dewan. Coba diadain proyek pengadaan laptop buat Guru & Dosen, subsidinya tok aja lah.

    Laptop seharga 21juta itu buat kerja ato buat maen gem di jalan?

  17. #17
    gravatar

    selamat datang di indonesia jay!

    :D

  18. #18
    gravatar

    #17: Selamat merindukan Indonesia, Dats!

  19. #19
    gravatar

    tadi baca di detik katanya DPR membantah bahwa pengadaan laptop ini terkait oleh Tukul dengan acara 4 mata nya. Tapi semalam, saya sempat nonton 4 mata dengan bintang tamu Adjie Massaid, ketika ditanya oleh Tukul “apakah pengadaan laptop untuk DPR terkait oleh acara ini?”, Adjie menjawab “yah, salah satunya karena acara ini” (kurang lebih seperti itu). Adjie sendiri mengiyahkan pertanyaan Tukul tersebut. Entah itu jawaban bercanda atau tidak, namun ketika pertanyaan itu ada, kapasitas Adjie menjawab adalah sebagai anggota DPR bukan sebagai artis. Jadi cukup kontradiktif dengan bantahan dari Wakil Ketua DPR.

  20. #20
    gravatar

    #19: Bwahahaha.
    Para Anggota DPR itu bodoh sekali, seolah tak bisa membedakan mana kritikan yang membangun dengan kritikan sinis/guyon.

    Tentu kami sangat tak berharap jargon Tukul menjadi alasan pengadaan laptop. Mereka defensif terhadap kritikan itu berarti memang mereka menjadikan “kembali ke laptop” adalah sebuah parameter non-teknis.

  21. #21
    gravatar

    hum… setelah akhir jabatan bakal dikemanain yah ?
    akuisisi/ mutasi/ jual lagi ?

    :D

    hum… mungkin perlu juga tambahan codecs buat laptop DPR =))

  22. #22
    gravatar

    # 7 gogon

    betul mas. saya punya teman anggota dpr pusat, pakai komputer aja gak bisa. kalau ini lulusan s-2 lho. dari univ ternama lagi. gak tau, itu laptop ntar mau dipakai buat apa.. ;-)

  23. #23
    gravatar

    ya sudah lah, sudah rezekinya mereka.

  24. #24
    gravatar

    Beli merk cina aja..tanpa OS pre-installed. Terus,bayar pake uang kantong sendiri! Hehehe..jangan pake uang rakyat donk ah..cem bisa make aja..

  25. #25
    gravatar

    Benar Seperti kata Jay besok besok anggota DPR minta jatah sapatu dari itali … karena enggak mungkin ngator kalau enggak pakai sepatu…. selanjutnya mereka juga minta jatah stick golf dengan alasan digunakan untuk lobi …….. negeri yang aneh !

  26. #26
    gravatar

    Sementara itu, Suparlan, salah satu anggota komisi I DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan menganggap keberadaan laptop tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk peningkatan kinerja anggota DPR. “Kalau memang mau serius bekerja laptop itu harus,” tegas Suparlan

    Salah satu ciri parpol busuk !

  27. #27
    gravatar

    wakil rakyat sebetulnya ndak butuh laptop, tapi butuh ini agar lebih bisa mendengar suara rakyat.

  28. #28
    gravatar

    Hehehehehehehe ….. Tukul emang patut di acungin jempol .. ( 4 jempol ) sampe anggota yang terhormat minta di sediain LAP TOP ……. Kul emang ente hebat lah. Jadi ke idean bikin lapak menerima servis n instal … eh mau ajuin sekaian cam na biar para anggota yang terhormat lagi sidang cenah chat ….. pake cam kan asik. Cenah curhat … cenah liat nu show2 ameh tambah lalieur. Ku maha Kang Jay …. Cag Ah.

  29. #29
    gravatar

    Serius nih. Masa sih aku jadi satu2nya rakyat yang heran bahwa selama ini anggota DPR belum dibekali laptop?

  30. #30
    gravatar

    om jay berkata :”…tidak seperti saya, yang butuh waktu 10 tahun terlebih dahulu untuk mewujudkan keinginan sekaligus kebutuhan menenteng-nenteng laptop” dan saya sudah 3 tahun ngumpulin dan hanya bisa nenteng inventaris :( , berarti 7 tahun lagi saya seharusnya sudah menenteng-nenteng laptop sendiri :P

    *punten ah teu nyambung*

  31. #31
    gravatar

    mari kita rame2 teriak “puwaaasss puwassss?” ini semua gara2 tukul! :P

  32. #32
    gravatar

    Ngulon ngetan, kali ya, Jay? Bukan ngaten :)

    Jika serius maka (pakai) laptop. Jika tidak (pakai) laptop maka tidak serius (??)
    Jika (pakai) laptop maka serius. Jika tidak serius maka tidak (pakai) laptop (??)
    Tak ada hubungan sebab-akibat yang terlihat.
    Ah bisa aja anggota dewan ngelesnya.
    Kata orang Jawa mah, “Garan pancing!” alias “Walesan!”

  33. #33
    gravatar

    arjuna said on Kamis, 22 Maret 2007 @ 11:16
    Opera Opera 9.02 on Linux Linux

    ah
    ini mah kasusnya sama kayak waktu dpr jaman akbar tanjung minta dibeliin mesin cuci

    ->Hehehe… kasian ya anggota dewan, dulu ga punya mesin cuci, sekarang ga punya laptop. Ntar ga punya apa lagi ya? Ga punya handphone. minta jatah beli iPhone kali wakakakaa…. aku sumbang deh kalo butuh korek kuping dan alat bantu dengar… *dicari dealer yang mau tukeran alat bantu dengar dengan batere :P scammmmmm :D

  34. #34
    gravatar

    i love tukul…such inspiration

  35. #35
    gravatar

    Jay, itu juragan mekbuk pada ikutan tender juga gag?

  36. #36
    gravatar

    Behh…..
    Anggota de pe er ngetik masih pake 11 jari ajah….
    Kelaut deh…..bikin laporan nyuru orang, bikin persentasi juga teuteup nyuru orang, perlu laptop lagi, paling buat nonton bokep

  37. #37
    gravatar

    wakakakak…
    gw keingetan dulu waktu msh kerja di salah satu kantor bumn (t****m).

    emang gelagatnya kurang lebih hampir sama. tiap karyawan minta laptop.
    padahal dari pihak logistik udah di kasi tau, kalo karyawan yang udah punya inventaris komputer ga boleh punya laptop, juga sebaliknya yg dah punya laptop ga boleh minta komputer.

    tapi berhubung yg mintanya mantan2 dirut, logistik juga ga brani apa2.
    mungkin, kasusnya ampir sama kali ya ama di gedung dpr sono. bagian pengadaan ‘diancam’ ama anggota dpr buat pembelian laptop. masalah kepake ato nggak urusan belakang. yg penting kembali ke laptop…..

  38. #38
    gravatar

    Jaman 80′an di Malaysia, PM Mahathir mewajibkan seluruh menteri dan pejabat negara supaya melek komputer (bisa mengoperasikan komputer). Selain itu dia juga mengirim orang2 terbaiknya untuk magang dan belajar di perusahaan seperti IBM, yang kemudian kembali dan mengembangkan dunia TI di Malaysia. Alhasil, mereka lebih maju dari kita, terutama dari segi fasilitas dan jumlah pengguna. Hampir semua pejabat disana bisa dan biasa memakai komputer. BUKANNYA MERENGEK MINTA DIBELIKAN LAPTOP WALAU GA TAU BUAT DIPAKE APAAN.

  39. #39
    gravatar

    Bakar itu Gedung DPR, dan sembelih semua anggota-anggota dewan yang katanya terhormat, tapi nyatanya durjana!!!!.

    Anggota dewan kampreet semua!!!!

  40. #40
    gravatar

    To be honest, Rp 21 juta lebih afdhol jika disalurkan dalam bentuk kredit lunak untuk petani, pengrajin, atau pengusaha kecil. Saya yakin, multiplier effect-nya juga akan jauh lebih besar.

    Kalau di buku PPKn anak-anak sekolah tertulis bahwa kekuasaan dan kedaulatan ada di tangan rakyat, maka sesungguhnya secara de facto kekuasaan sebenarnya dikendalikan oleh anggota DPR. Sad, but true.

  41. #41
    gravatar

    Hihihihi… komennya juga lucu-lucu yah..

  42. #42
    gravatar

    Apa sebenarnya yang ada di batok kepala para wakil rakyat kita, apa gara-gara sering sering nonton empat mata lantas tiba2 minta dibeliin laptop oleh rakyat kayak anak kecil kecil aja. lihat donk kondisi negara jangan hanya memperbesar sahwat jasmani aja, apa tidak melihat negara ini tidak pernah sepi dari musibah, apa masih kurang peringatan Tuhan, jika demikian, tamatlah riwayat bangsa ini. Ayo para wakil rakyat, masak tidak bisa beli sendiri, bikin malu aja.

  43. #43
    gravatar

    Wah, kalo’ jadi diberi laptop, DPR nanti akan semakin banyak “Tukul-Tukul” bermunculan. Semakin rame, lucu dan semakin asyik. Memang benar kata Gusdur dulu, DPR itu tak ubahnya seperti Taman Kanak-kanak.

  44. #44
    gravatar

    kalo emang dianggap penting, kenapa ga beli sendiri ya…gak malu pake uang rakyat dengan semena2… :(

  45. #45
    gravatar

    Kayaknya anggota terhormat tersebut di gaji cuman 1 juta kali ya? sampe gak mampu beli laptop

  46. #46
    gravatar

    paling di bawa ke rumah trus dipake nge-game (gamehouse) buat anak2nya … izhh!!!

  47. #47
    gravatar

    Secara DPR yang aneh :D

  48. #48
    gravatar

    LAPTOP DPR
    DASAR PEMERINTAH G TAU DIRI.SEENAKNYA AJA PAKE UANG RAKYAT,EMANGNYA GAJI MEREKA G CUKUP APA UNTUK BELI LAPTOP.KAN GAJI MEREKA CUKUP UNTUK BELI LAPTOP KENAPA MESTI PAKE UANG RAKYAT.MEREKA G TAU APA KLO DI LUAR SANA MASIH BANYAK RAKYATNYA YG MENDERITA.DASAR PEMERINTAH BISANYA CUMAN KORUPSI UANG RAKYAT
    KURANG CUKUP APA BUAT RAKYATNYA MENDERITA.MENDING TUH UANG DI PAKE BUAT TUTUP UTANG NEGARA ATAU UNTUK PERBAIKI GEDUNG2 SKUL YG G LAYAK D PAKE.
    PESAN UNTUK PEMERINTAH:
    TOLONG PERHATIKAN RAKYATMU YG LEMAH INI,JANGAN PERHATIKAN DIRIMU SENDIRI

  49. #49
    gravatar

    Wah heboh banget ya) Aku sedih bacanya..kok tragis banget git lho..! Coba aja tengok di negara tetangga kita: Korea berjaya di dunia Automobil, Perkapalan, Vietnam & Kambodja di Textil, dan China? Masya Allah betul kemajuan mereka. Globalisasi effek melimpahi Asia dengan kesempatan Emas.. Sementara kita terlena dengan hal-hal kayak gitu. Tak cukupkah teguran Tuhan buat kita?

  50. #50
    gravatar

    Wah……………karena comment yang seperti ini membuat anggota DPR keder ngotot minta lap top. tapi sukurlah badai pasti berlalu kata Ari Lasso. Walau gak menutu kemungkinan ada badai lagi……..alias minta fasilitas lagi. Boleh dong sekali2 kinerja DPR dan hasil kerjanya di publikasikan misalnya buat laporan.(tapi bisakan diketikan orang lain.he.he.he)
    mis. ini lho DPR butuh mesin cuci karena para anggota Dewan punya baju cuma terbatas apalagi rapatnya hampir tiap hari sampe malemmmmmmmmmmmmmm.

  51. #51
    gravatar

    Anggaran laptop 21 juta per angggota DPR GAK MASUK AKAL SEHAT!
    Alasannya juga GAK keluar dari AKAL SEHAT.

    Anggota DPR butuh laptop 21 juta buat kerja apa??
    Mengetik naskah? Presentasi Power point? Internetan? Nulis blog sendiri? Buat tabel excel? Mejeng? Pamer? Gengsi? Gak mau kalah ama Professional Swasta?
    Kalo kerjaannya cuma gitu aja mah laptop Lenovo cetrino duo 8 jutaan udah LEBIH DARI CUKUP.
    Laptop 21 juta?? Ckck ckck ckck, Bener-bener GENDENG.

    Nanti mau minta dibeliin mesin cuci lagi. Gaji anggota dewan sebulan aja cukup beli 10 mesin cuci sekaligus. Apa susahnya beli 1 mesin cuci???
    Mesin cuci dipakai dirumah, untuk kebutuhan pribadi. Dimana AKAL SEHATNYA bahwa kebutuhan pribadi harus dipenuhi oleh NEGARA?

    Jika anggota dewan menuntut kebutuhan pribadi harus dipenuhi negara, maka setiap anggota Dewan dengan PRINSIP AJI MUMPUNG GUE GAK MAU RUGI minta barang sbb:

    1. 3 porsi nasi + menu lengkap 4 sehat 5 sempurna setiap hari.
    2. 8 gelas air setiap hari. 1 botol Coca cola 1,5 liter setiap hari.
    3. Baju tidur, kaos rumah, baju jalan-jalan, celana/rok, kaos dalam, bh, celana dalam, parfum semuanya bermerek terkenal supaya upto date ama mode terkini.
    4. Setrika, mesin cuci, dispenser air, kulkas, AC, vacum cleaner, oven, rice cooker, tv lcd 32″, sound system 7.1 thx, komputer rumah, hape, pda, jam dinding,
    5. Kursi malas, kursi+meja makan, kursi+meja tamu, tempat tidur, lemari, sofa, piring makan, piring sayur, mangkok kecil, mangkok sayur, gelas kopi, gelas teh, gelas besar, sendok teh, sendok makan, sendok sayur, garpu kecil, garpu makan, gentong, centeng sayur, baskom, ketel air, dll
    6. Lampu-lampu disetiap ruangan rumah
    7. sabun mandi, sabun cuci tangan, sabun cuci baju, shampoo rambut, shampoo mobil, shampoo hewan kesayangan, kosmetik, dll
    8. apa lagi?
    9. GAJI BULANAN yang mampu MENSEJAHTERAKAN, yaitu membuat setiap anggota dewan mampu membeli kebutuhan pribadi mereka seperti point 1 sd 7.
    IRONIS?
    ITULAH ANGGOTA DPR.
    RAKYAT?
    Pemilu mendatang aja. Stt, jangan bilang siapa-siapa. YANG PENTING KALO GAK JADI ANGGOTA DEWAN LAGI, gue punya DUIT BUANYAK sampai hari tua.

  52. #52
    gravatar

    Laptop kita sudah tahu apa gunanya, apalagi bila di tambah dengan fitur telepon, makin ngiler aja tuh anggota dewan, dilihat dari urgensinya LAPTOP ini sepertinya hanya sebagai duri bagi hati rakyat Indonesia termasuk hatiku (weleh-weleh), betapa tidak Anggota Dewan yang katanya terhomat, ternyata bersemangat sekali terhadap benda yang satu ini, apakah sudah sedemikian miskin anggota dewan kita sehingga harus minta sama rakyat hanya untuk membeli LAPTOP, setahu saya gaji para anggota dewan yang katanya terhormat itu lebih dari lima ratus ribu (HA…HA…HA…) yang kalau di kumpulkan hanya dalam sekian bulan bisa kok beli LAPTOP yang lebih canggih lagi, masa iya rumah mewah sanggup dibangun dengan dana lebih dari Rp. 21 jt, cuma beli LAPTOP yang cuman segitu gak kebeli (apa mau saya tambahin seratus rebu), pokoke alasan apapun tetep gak bisa diterima, mungkin pikir mereka dengan adanya LAPTOP ini bisa lebih giat bekerja atau malah lelet bekerja karena sibuk kursus atau nonton pelm-pelm begituan Upss sori disensor teeeeeeet. lanjut…
    Bagi saya yang hanya rakyat yang bisanya cuman nelangsa liat kelakuan anggota dewan, hanya berharap agar anggota dewan lebih peduli dengan seluruh rakyat Indonesia, bukan peduli dengan rakyat pendukungnya Insya Allah, namamu dikenang baik didunia maupun diakhirat karena hakikatnya kita ini hidup hanya untuk persiapan mati jangan sampai seperti kata pepatah “Hidup di dunia hanya sekali, maka bersenang-senanglah”. Jadi tolong bagi bpk-bpk, ibu-ibu, tante-tante, om-om, nyonya-nyonya anggota dewan, berjuanglah demi akhiratmu niscaya baik akhirmu nanti.

  53. #53
    gravatar

    “Hatiku hancur mengenang dikau, berkeping-keping jadinya…”, sebait lagu kenangan gak hapal siapa penyanyinya apalagi penciptanya, lagu ini cocok dengan suasana hati rakyat Indonesia, betapa hancur melihat kelakuan anggota dewan, yang tidak bosan-bosannya menguras keringat rakyatnya sendiri demi kepentingan yang katanya “rakyat”, rakyat yang mana (rakyat partainya atau rakyat keluarganya), gak kebayang gimana rasanya jadi istri, suami, anak, sanak saudaranya anggota dewan (enak kali yah), yang bisanya cuman minta, ajang bagi-bagi laptop ini seperti perumpamaan “Bagi-bagi daging kepada ajing liar”, sangat bernafsu sekali. [sori ini untuk "The Fucking" anggota dewan yang nakal, bagi yang baik jgn tergoda dengan tulisan ini].

  54. #54
    gravatar

    Anggota Dewan jangan begitu doong, masa cuman beli mainan aja minta sama kita-kita rakyat kecil, malu dong ama jas, ama dasi, apalagi ama bini. atau barangkali gak punya kemaluan yeh, sehingga gak pernah malu minta-minta…. pusing deh jadinya. zzzzzzzzzzzzzzzzzz

  55. #55
    gravatar

    Kuharap yang komentar2 itu memang keluar dari hati yang bersih, bukan karena hasad. Mari kita semua merenungi diri sendiri dulu.

  56. #56
    gravatar

    Kuharap keinginan memiliki laptop dan komentar2 itu memang keluar dari hati nurani yang bersih. Mari kita semua (para anggota dpr, saya dan komentator lainnya, serta netters) merenung. Di satu sisi, mari kita renungkan apakah sindiran hingga sarkasme yang dilontarkan komentator2 akan digubris oleh pihak yang berkepantingan. Di sisi lain apakah fasilitas yang seperti itu tidak akan memancing minat orang yang ingin atau belum berhasil menjadi anggota untuk lebih berupaya hingga berhasil sehingga semakin memperketat persaingan bursa anggota dewan. Sementara kita setiap hari merasa pilu disuguhi berita2 kesengsaraan akibat berbagai bencana alam, ancaman kelaparan, kurang gizi akibat mengkonsumsi nasi aking, bonggol pisang, umbi gadung, dan banyak lagi yan tak layak dimakan. Tetapi sejujurnya saya akui, saya juga tidak peduli dengan semuanya itu, karena waktu saya nonton berita sedih itu, saya hanya sebatas ‘turut prihatin’, sambil berbaring di depan TV tanpa berbuat apa-apa. Untuk meringankan beban mereka, saya ‘tidak mau’ karena saya harus memberi makan anak istri, dan membantu orangtua yang nun jauh di sana pernah mabuk akibat memakan umbi gadung.

  57. #57
    gravatar

    Gara-gara thukul pake laptop anggota dewan yang terhormat minta jatah laptop, minta tolong sama mas thukul, kalo muncul di 4 mata jangan pake Motor Besar dong, entar gara-gara liat thukul pake Motor Besar anggota dewan yang terhormat ngiri lagi deh minta dianggarkan untuk pengadaan Motor Besar dengan alasan mobilitas nya tinggi.
    nah lho…..mau dibawa kemana negara ini ???

  58. #58
    gravatar

    DPR KAMPRET, KERJANYA HANYA TIDUR DALAM SIDANG TIBA2 MINTA LAPTOP…. MAU DIPAKE APA…..??
    JANGAN2 TOMBOL POWERNYA AJA GA TAU, ATAU MAU NYAINGI TUKUL…. DASAR….DPR…DPR….
    KASIAN TUH! RAKYAT…. BUKAN MALAH BELI LAPTOP. COBA UANGNYA BUAT NYUMBANGI KORBAN BENCANA KAN LEBIH BAGUS MALAH DAPAT PAHALA…. BUKAN MALAH DAPAT DOSA, MASA UANG RAKYAT BUKAN UNTUK NOLONGIN RAKYAT YG SUSAH MALAH DIBUAT UNTUK HAL2 YG MUBAZIR…..

  59. #59
    gravatar

    Sebagai anggota Dewan saya mengklarifikasi semua tanggapan mengenai masalah pengadaan laptop.
    Laptop sangat dibutuhkan oleh anggota dewan sebagai penunjang kerja (kalo pas lagi rapat dijamin ga bakalan ngantuk karena bisa sambil nonton film syur jadi mata seger!) Jadi tidak ada lagi cerita anggota dewan ngantuk saat rapat…kerjanya anggota dewan kan rapat

  60. #60
    gravatar

    Anggota DPR (Dimana Pemikiran dan Rencana lo). Minta dibeliin laptop, buat apa buat koleksi flm 42 detk kayak YZ???

  61. #61
    gravatar

    Anggota DPR Padang juga tuh. Minta beliin laptop. Mawas dirilah, kalian dulunya kan penganggur. karena mau diajak kesana kemari oleh orang partai, jadinya kalian seperti ini. Sebenarnya rakyat tidak memerlukan kalian. Ndak ada kinerja kalian itu yang menyetuh kepentingan rakyat. Yang kalian pentingkan hanya untuk kalian. Sekarang bersikukuh dengan minta laptop. Malulah kalian ke kehidupan kalian sendiri.

  62. #62
    gravatar

    kiRa kiRa anggoTa DPR baa nggaK yaa komen2 kiTah disinii ??
    ataw gaKh bisaa baCa karna paDa gakh bisa interNetan ?? :)

    paLingan jugaa kaLaw mereKa baCa,, reaKsinya kayak giNii..

    “Ini apaan yaa ?? Auk ah geLaaappphhh…..”

  63. #63
    gravatar

    emangnya gaji anggota DPR ntu berapa sie? kok beli laptop aja gak bisa. koros! pake duit sendiri dunk belinya biar bisa menghargai barang!

  64. #64
    gravatar

    kaya tukul aja jay ,kena penyakit katro,ndeso kita kembali ke laptop…….

  65. #65
    gravatar

    bayangin aja anggota DPR main DOTA rame2 ketika sidang, seruu =)

  66. #66
    gravatar

    Cape deh….

  67. #67
    gravatar

    LAPTOP!!!!!!!!apaan sich laptop mang dah pada familiar ma benda yang satu ini?mungkin ga byk orang tau pa lg makena mbo ya ga sah aneh-aneh pak’e klo ga pada bisa ngoprasiinna.maksimalkan fasilitas yang ada aja,wong ya negaranya lg prihatin kaya gini.makan aja senin kamis je mang mo makan laptop.JAngan gara-gara mas Tukul trus PENGEN…..ikut2an mbo yang kreatip gt loh…Klo pengen ya uang hasil kringat sendiri dipake bwt bli BENDA yang namanya LAPTOP mungkin bisa beli lebih dari 2 ya tho kan ga berat bwt bapak2 sekalian klo dibandingkan hasil yang diterima.MARI KITA RENUNGKAN…………………………..dan sama-sama memberi solusi yang terbaik bwt kemajuan bangsa ini wkekekekekekekekekekekekekekekwuekkkkwuekkkkwuekkkkk………..

  68. #68
    gravatar

    untuk anggota DPR met mencet laptooooooooooopnya ampe jebol tuhh tapi kalo jebol kamu harus ganti 21M

  69. #69
    gravatar

    y ampun LAPTOP hrgny smpi 21 juta? tu LAPTOP dah lengkap ma perangkatny pa cm sebatas LAPTOP? ko ma motor TIGER mahalan LAPTOP pdhal lebih besar motorny kan? trz gaji DPR brp seh? ko smpi g bisa beli LAPTOP sndiri, uangnya buat apa ja pak/bu????
    maksimalkan fasilitas2 yng ada dl to, wong Negara kita ja lg krisis kyk gni. bner yg dikatakn BenDhoSadar kita ja mkn senin kamis msak mo buang2 duit bermilyar2 buat beli LAPTOP, mang kita mo mkn LAPTOP????? msh bnyk bencana dimna2, msh bnyk fakir miskin yg butuh bntuan, msh byk ank2 kcl yg kena giji buruk. mending uang yg buat anggaran LAPTOP disumbangkan k mrk kan kita juga dapat imbalan to? itung2 amal pak/buk??? coba klo para anggota DPR yg mengalami kesusahan spt mrk? apa yg anggota DPR pikirkan soal dana LAPTOP ini???? msti lek yo ming nesu2 wea, yo ra???? dah lah pak/buk mending dipikirkan lg yg terbaik spt apa? jgn smpi menyusahkan org lain, mrk dah susah smkin susah deh…. MARI DIRENUNGKAN Y….!!!!!!!!!!!!!!!!!

  70. #70
    gravatar

    bentar lagi minta jet aaaaaaaaah!!!
    DPR geto loh!

  71. #71
    gravatar

    emang DPR g sanggup beli laktop sndiri!
    duit dikemanain kq g sanggup beli, minta subsidi lg?
    emang g malu ma rakyat

  72. #72
    gravatar

    Kebanyakan anggota DPR itu nggak perlu laptop sampai 21 juta. Lebih baik beli 2 laptop @ 5 juta, 1 buat dia, 1 lagi buat asisten pribadinya. Justru biasanya asisten pribadi yang bisa blogging etc.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.