Narsisisme Penguasa Dalam Domain Internet

Selasa, 20 Maret 2007M
03 Rabiul Awal 1428H

Saya sedang malas membuka KBBI, apakah yang benar narsisme atau narsisisme (narcissism). Sebuah serapan yang mungkin belum baku, tidak seperti fanatisme yang dibakukan di KBBI walau secara logika saya lebih memilih fanatisisme (fanaticism). Untuk kemudahan komunikasi, mari kita sebut narsis saja, daripada lidah anda terpelintir terlalu sering menyebut narsisis, narsisistis, narsisistik, atau narsisisme.

Manusia selalu punya sifat narsisistik, meski hanya sedikit. Yang menjadi masalah adalah saat sifat narsis sudah keluar dari toleransi kewajaran antar manusia. Para psikiater menyebutnya Narcissistic Personality Disorder. Seorang penguasa kerap mengalami kenaikan tingkat narsisistiknya, sebuah hal wajar yang terjadi sejak dahulu kala. Selain faktor kekuasaan, sifat diri juga punya sesuatu yang lebih ingin dituliskan agar menjadi catatan sejarah. Baik berupa cerita, patung, lukisan, simbol-simbol, atribut dan lain sebagainya.

Tahun lalu, presiden negeri ini mengumumkan beroperasinya situs presidensby.info sebagai situs informasi kepresidenan. Hal pertama yang saya pikir adalah Presiden SBY cukup narsis. Ia mencoba tingkat eksistensinya di internet secara formal dalam konteks kepresidenan dengan nama domain yang sangat personal. Kemungkinan lain adalah tim ahli kepresidenan yang melahirkan keputusan nama domain presidensby.info.

Domain, atau Domain Name System adalah sebuah hirarki penamaan alamat di internet. Kepresidenan beserta jajaran kabinetnya hingga tingkat kelurahan adalah sebuah konsep yang sama dengan DNS, sangat hirarkis. Sangat disayangkan para pejabat negara dan staf ahlinya mengabaikan hal tersebut. Saya (atau kami) sebagai individu dalam komunitas global internet bisa menerima sesuatu yang hirarkis agar terjadi keteraturan, seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berkaitan dengan birokrasi dan hirarki kelembagaan negara.

Jika situs presidensby.info adalah situs informasi yang nonformal, bukan dalam konteks jabatannya sebagai presiden tentu masyarakat internet Indonesia –yang bisa saya katakan masyarakat internet yang cerdas– bisa menerima keberadaan situs tersebut. Masyarakat pun butuh sisi manusiawi seorang presiden, yang jika dituliskan dalam bentuk nonformal –bahkan seharusnya ditulis dan di-submit sendiri oleh SBY– akan lebih membumi bagi masyarakat ini, sekaligus bisa menjadi contoh bagi pejabat negara lainnya (top-down).

Namun domain yang diluncurkan tahun lalu tersebut tetap pada keputusannya, presidensby.info sebagai situs resmi kepresidenan. Atau “situs resmi kepresidenan SBY”? Logikanya, nama domain yang struktural adalah nama jabatan, bisa dalam bentuk singkatan atau akronim. Saat nama jabatan ditambahi nama pemegang jabatannya, jelas itu adalah penyimpangan. Seperti halnya Rumah Dinas Walikota, penjabat walikota bukanlah pemilik nama rumah tersebut.

Saya tak akan membahas sistem DNS yang rumit, ada banyak dokumennya di internet, bahkan di setiap distribusi Linux yang bebas, murah dan meriah. Saya coba tuliskan konsep DNS dalam bahasa manusia Indonesia, terkait dengan situs presidensby.info yang terkena abuse.

DNS itu mempunyai akar (ROOT) atau jika dalam bentuk piramida adalah puncaknya. ROOT SERVER adalah basis data Top Level Domain (TLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). Salah satu data di ROOT SERVER ini adalah ccTLD domain .id.

Setiap detik ROOT SERVER menerima pertanyaan “di manakah alamat IP presidenri.go.id?”
Maka ROOT SERVER akan menjawab, “Oh, itu harus ditanyakan ke server berikut ini”

$ hostx -t ns id.
id NS NS1.RAD.NET.id
id NS NS1.INDO.NET.id
id NS SEC3.APNIC.NET
id NS NS1.id

Sang komputer penanya melangkah ke tempat informasi lain yang lebih spesifik, seperti halnya kita bertanya di mana rumah si Nolednad kepada Pak RW06, maka Pak RW06 akan menunjukkan sebaiknya tanyakan ke Pakerte. Penanya (walau tidak secara langsung komputer pengakses) meneruskan pertanyaan ke salah satu dari empat server di atas.

“Wahai para DNS .id, di manakah alamat IP presidenri.go.id?”
Salah satu dari empat server di atas akan menjawab, “Oh, itu tanyakan saja ke server-server berikut ini”

$ hostx -t ns go.id
go.id NS ns2.indo.net.id
go.id NS ns.net.id
go.id NS ns1.id
go.id NS ns1.iptek.net.id

Walau tidak dengan kekesalan, sang penanya bertanya lagi, sebab ternyata server ns1.id punya otoritas juga untuk menjawab domain .go.id

“Jadi alamat IP presidenri.go.id berapa?”
Dan server ns1.id seharusnya menjawab, “Di IP sekian.”

$ hostx presidenri.go.id ns1.id
presidenri.go.id A record currently not present at ns1.id

Rupanya delegasi dan otorisasi sedang mengalami kekacauan, sehingga server ns1.id tidak tahu di mana alamat IP presidenri.go.id padahal server ini sudah mendapat otorisasi dari domain .go.id.

Oh, mungkin presidenri.go.id itu masih berupa komplek, bukan alamat rumah. Jadi ditanyakan lagi siapa yang punya informasi komplek presidenri.go.id

$ hostx -t ns presidenri.go.id ns1.id
presidenri.go.id NS record currently not present at ns1.id

Penanya kecewa, ternyata ada satu server (yaitu ns1.id) dari jajaran bertingkat domain tidak bisa menjawab. Akhirnya dengan beberapa kali mencoba (konsep round-robin) dari beberapa server di atas didapatlah komplek presidenri.go.id itu berada.

$ hostx -t ns presidenri.go.id
presidenri.go.id NS sahi78679.venus.orderbox-dns.com
presidenri.go.id NS sahi78679.mercury.orderbox-dns.com
presidenri.go.id NS sahi78679.mars.orderbox-dns.com
presidenri.go.id NS sahi78679.earth.orderbox-dns.com

Penanya pun tertawa sendirian, Pak Presiden ini aneh, menyediakan tempat pelayanan pertanyaan alamat Indonesia kok disimpan di luar, sih?

Tanpa berkeluh kesah lagi, penanya mengakhiri pertanyaannya kepada salah satu dari empat server DNS orderbox-dns.com di atas.

$ hostx presidenri.go.id sahi78679.venus.orderbox-dns.com
presidenri.go.id A 203.130.196.114

Oh, rupanya alamat Pak Presiden ini di IP 203.130.196.114.
Eh, IP ini posisi geografisnya ada di mana, sih?

$ whois 203.130.196.114
% [whois.apnic.net node-1]
% Whois data copyright terms http://www.apnic.net/db/dbcopyright.html
inetnum: 203.130.196.0 - 203.130.196.255
netname: TLKM_D2_IDC_HOST_SM2
country: ID
descr: PT TELKOM DIVISI MULTIMEDIA
descr: TELECOMMUNICATIONS/COMMUNICATIONS
descr: JL. KEBON SIRIH No.12 - 7th FLOOR
descr: JAKARTA

Oh, masih di Indonesia juga, toh!

Cukup panjang proses pertanyaan pencarian alamat IP dari nama domain agar pengunjung bisa membaca situs Pak Presiden, kan? Itu menurut bahasa manusia, namun menurut bahasa mesin komputer rangkaian proses di atas kurang dari satu detik, bahkan dioptimasikan oleh DNS server tiap ISP untuk menyimpan cache agar pertanyaan yang sama tidak perlu ditanyakan berulang ke tingkat atas.

Proses di atas adalah proses hirarkis, sebuah proses biasa diterapkan dalam kenegaraan dalam hal-hal administratif. DNS adalah administratifnya internet. Dalam kasus tertentu ada eksklusivitas untuk lembaga tertentu. Jika pejabat negara (beserta staf ahlinya) memang ingin merapikan administrasi internet termasuk hak eksklusifnya, kenapa tidak dibikin nama domain yang beken misalnya presiden.id? Bagus bukan? Saya juga yang tak akan protes kok, Pak!

Bahkan jika Bapak ingin menyalurkan narsisisme boleh saja kok Pak, pasang situs pribadi Bapak di sby.presiden.id, kan keren tuh. Di masa depan jika Tuan Sadinoel jadi presiden kan bisa membuat hal yang sama, jadi sadinoel.presiden.id

Begitu pula dengan jajaran hirarkis lainnya ke bawah, misal para menteri berada dalam domain menteri.id, kan nyaman membaca atau menuliskan diknas.menteri.id atau agama.menteri.id.

Saya percaya administrasi negara sangat terstruktur dan hal ini jauh lebih mudah dikompromikan dalam sistem DNS yang terstruktur juga. Negara punya kekuasaan untuk mengatur administratif seperti ini. Atur dong Pak, masa saya sebagai underpaidworker swasta harus memikirkan ini?

Menyalurkan gairah narsis boleh, kok. Kita sama-sama tahu batasnya. Saya juga narsis punya situs firdaus.or.id. Tapi kalau hasil narsistiknya Pak Presiden tidak bagus, atuh Pak, masa Bapak punya jajaran staf ahli tak ada yang bisa membuat narsisisme Bapak terlihat bagus dan rapi tanpa embel-embel jabatan kepresidenan?

Pak SBY, Depkominfo bisa tidak sih sebenarnya mengurusi pengaturan domain .id? Kok sepertinya tidak beres-beres sampai sekarang, sampai-sampai setahun kemarin Bapak harus memakai domain presidensby.info. Malu dong Pak domainnya setara dengan id-gmail.info!


Catatan: Record-record DNS di atas adalah hasil query saat tulisan ini dibuat.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

35 komentar untuk catatan 'Narsisisme Penguasa Dalam Domain Internet'

  1. #1
    gravatar

    pertamax!

  2. #2
    gravatar

    Malu dong Pak domainnya setara dengan id-gmail.info

    ==========================================================

    lho bukannya beliau mesti bangga?

  3. #3
    gravatar

    Bahasan alus, ide alus, usul & kritik juga membangun.
    Sayang… Menkominfo_na keur sibuk rungsing atur somasi ‘Republik Mimpi’ tea.
    Kade, tidak takut dianggap ikut men-de-legitimasi tea?

  4. #4
    gravatar

    *nunggu jawaban ‘lucu’ dari stap ahle*

  5. #5
    gravatar

    Jay,

    Mungkin ada yang kurang ya. IMW bilang bahwa presidenri.go.id-lah yang merupakan domain resmi. presidensby.info merupakan alias saja.

    Jika demikian, sebenarnya apa yang Jay sampaikan disini sudah diadopsi oleh tim situs presiden, hanya saja rilis berita-nya tidak seramai rilis berita soal presidensby.info.

    Saya malah baru tahu dari IMW (IMW bilang sudah rilis dimilis-2) kalau situs resmi SBY justru presidenri.go.id.

    Ini malah ada abuse dalam bentuk lain, :-(.

  6. #6
    gravatar

    Sorry, salah kirim reff link :-P.

    Jadi kacau bacanya.

    Link komentar IMW ada disini

    Sedangkan link presidenri abuse ada disini

    BTW, preview comment kayaknya ada bagusnya Jay, buat menghindari salah ketik dari HTML newbie kayak saya ini :-).

  7. #7
    gravatar

    Ooo… Jadi id-gmail itu memalukan?
    *fokus buram*

  8. #8
    gravatar

    kominfo mana bisa ngurus yang beginian

    kominfo cuman bisa ngurus yang ngasilin duit cepet ajah…

    jangka panjang, ya urusan nanti, biar menteri selanjutnya aja

  9. #9
    gravatar

    #rendy, kalo nulis hati – hati. jangan sembarang nulis :)

  10. #10
    gravatar

    eh Jay, di tempat gua bukan hostx, tapi host aja *tanpa aja*

    $ hostx -t ns id.
    hostx: not found

    $ host -t ns id.
    id name server ns1.rad.net.id.
    id name server ns1.indo.net.id.
    id name server sec3.apnic.net.
    id name server ns1.id.
    $ host presidenri.go.id
    presidenri.go.id has address 203.130.196.114
    $ host -t ns presidenri.go.id
    presidenri.go.id name server sahi78679.venus.orderbox-dns.com.
    presidenri.go.id name server sahi78679.mercury.orderbox-dns.com.
    presidenri.go.id name server sahi78679.mars.orderbox-dns.com.
    presidenri.go.id name server sahi78679.earth.orderbox-dns.com.
    $

  11. #11
    gravatar

    #azil:

    $ host aja *tanpa aja* -t ns id.
    host: couldn’t get address for ‘*tanpa’: not found

  12. #12
    gravatar

    Jadi teringatkan, .id bakal diperpanjang lagi tidak ya ?
    Rasanya belum ada bocoran-bocoran mau dibagaimanakan.

  13. #13
    gravatar

    suatu tulisan pedas, tajam, terpercaya dan handal… itu lah DELIK… nga ada hubungannya yah kak….klo gtu mendingan nama bloggw yah… dr pd punya pak presiden… (promosi garing… wong msh numpang juga)

  14. #14
    gravatar

    C:\Documents and Settings\Anthony Fajri>host -t ns id.
    ‘host’ is not recognized as an internal or external command,
    operable program or batch file.

  15. #15
    gravatar

    Kalau memang yang presidenri.go.id. adalah yang resmi, yg presidensby.info ya di-nuke saja.

  16. #16
    gravatar

    jadi kapan ada domain jay.presiden.id, Jay ? :p

  17. #17
    gravatar

    Jadi sekarang yang resmi presidenri.go.id ya? Kok adem ayem aja, padahal dulu ramai yang membahas penggunaan domain presidensby.info

    Jadi ingat jawaban yang berwenang mengenai domain presidensby.info

    Pada saat persiapan terakhir peluncuran, wacana domain ini dibahas
    kembali, hingga didiskusikan secara panjang lebar, mana yg akan
    digunakan, domain: “www.presidenri.go.id” (yg sesuai standard kominfo)
    atau “www.presidensby.info” !? Pada saat itu juga, kami menemukan
    kenyataan bahwa domain: http://www.presidenri.or.id sudah dimiliki dan
    dikelola oleh sebuah lembaga LSM, hingga lebih menyurutkan minat tim
    untuk menggunakan domain “www.presidenri.go.id”, karena khawatir jg
    dengan hal2 yg bisa saja tdk terduga.

  18. #18
    gravatar

    ternyata lidah saya beneran terpelintir baca : narsisis, narsisistis, narsisistik, dan narsisisme

  19. #19
    gravatar

    Saya koq gak bisa ya pake host maupun hostx. Upps ternyata saya pake Windows toh makanya gak bisa :-D

  20. #20
    gravatar

    *plok plok plok*
    keren jay…. :D

  21. #21
    gravatar

    tolong sekalian DNSSEC dibahas juga.

  22. #22
    gravatar

    hahah, pedes :D

  23. #23
    gravatar

    hehehehe …. diatas langit ada langit. Cag Ah

  24. #24
    gravatar

    aduh indonesiaku ayo para blogger bantu para pejabat yg kage sanggup ngurus domain doang

    test test http://bimoseptyo.blogspot.com

  25. #25
    gravatar

    Pas banget Jay, semua. Yang domain, yang kominfo (duh), yang narsis. Heh, bikin Partai Narsis yuk! Kalau bersedia, aku tunggu di Landmark besok sore (22 Maret). Ada pameran ICT di sana, dan aku ngetem dari siang sampai agak malam. Ada Budi Putra juga. Mudah2an Ikhlasul Amal mau datang juga. Kopi tersedia di Braga Citiwalk.

  26. #26
    gravatar

    Partai narsisme yah hmm, lama lama “pamer” ama “narsis” jadi deketen nih

  27. #27
    gravatar

    Tinggal bahasa diperhalus dikit, diubah jadi bahasa proposal, bisa jadi proyek om Jay.

  28. #28
    gravatar

    Lho..kan ada setap ahli kang jay?
    Kang Jay minat jadi setap ahli teu?
    Sok lah ku sayah dipromosikeun…

  29. #29
    gravatar

    #28: Mangga dipromosikeun. Nuhun.

  30. #30
    gravatar

    naha bisa kitu nya? asa piraku setap juragan euweuh nu ngarti

    *sakalian ngetest avatar jeung browser*
    *piraku hayam keneh wae*

  31. #31
    gravatar

    duh masih hayam
    dan ternyata Internet Explorer 6.0 on Windows 98 padahal mah on Ubuntu

  32. #32
    gravatar

    [...] Sebelum ke pokok permasalahan, ak mo singgung tentang penggunaan kata: narsis. Menurut Mas Jay, narsisme ditulis dengan menggunakan kata narsis ditambahin isme, jadi [...]

  33. #33
    gravatar

    proyek proyekk

  34. #34
    gravatar

    kritikan loe cukup pedas juga jay, hmm… ntah lah kali aja para EDP ( Electronic Data Processing ) ke negaraan masih dibawah rata2 kali ya… heheheee……. :D

    hmm… ini seharusnya menjadi perhatian para DEPKOMINFO, tapi ya mo dibilang apalagi…
    wong kita ngobrol ampe mulut bau juga ngak laku ma orang2 DEPKOMINFO… alias mereka tutup mata n tutup kuping kali ya…. hehehehee…… :D

    tapi maunya diharapkan administrasi pemerintahan dalam dunia internet juga mampu dirapikan yooo…!
    ayo maju indonesia yuk…!

  35. #35
    gravatar

    ikutan nimbrung ah…
    didapet dari http://freedns.afraid.org/domain/dnstrace.php?domain=presidenri.go.id&submit=Trace

    Tracing to presidenri.go.id[a] via a.root-servers.net., maximum of 1 retries
    a.root-servers.net. (198.41.0.4)
     |\___ NS1.RAD.NET.id [id] (202.154.1.2)
     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.227) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.231) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.236) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.25) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.105) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.122) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.188) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.219) Got authoritative answer
     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.252) Got authoritative answer
     |      \___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.220) Got authoritative answer
     |      \___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.251) Got authoritative answer
     |      \___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.189) Got authoritative answer
     |\___ SEC3.APNIC.NET [id] (2001:0dc0:0001:0000:4777:0000:0000:0140) Not queried
     |\___ SEC3.APNIC.NET [id] (202.12.28.140)
     |     |\___ ns2.indo.net.id [go.id] (202.159.33.2) Lame server
     |     |\___ ns2.indo.net.id [go.id] (2404:0170:0033:0000:0000:0000:0000:0002) Not queried
     |     |\___ ns1.iptek.net.id [go.id] (202.46.1.2)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.122) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.25) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.105) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.220) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.189) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.251) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.236) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.227) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.231) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.252) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.188) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.219) (cached)
     |     |\___ ns1.id [go.id] (202.155.30.227)
     |     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.219) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.252) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.188) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.105) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.122) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.25) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.189) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.220) (cached)
     |     |     |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.251) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.231) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.236) (cached)
     |     |      \___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.227) (cached)
     |      \___ ns.net.id [go.id] (202.46.3.178)
     |           |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.105) (cached)
     |           |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.25) (cached)
     |           |\___ sahi78679.mars.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (66.249.5.122) (cached)
     |           |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.220) (cached)
     |           |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.189) (cached)
     |           |\___ sahi78679.mercury.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.251) (cached)
     |           |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.231) (cached)
     |           |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.227) (cached)
     |           |\___ sahi78679.venus.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (74.54.56.236) (cached)
     |           |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.219) (cached)
     |           |\___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.47.188) (cached)
     |            \___ sahi78679.earth.orderbox-dns.com [presidenri.go.id] (67.15.253.252) (cached)
     |\___ NS1.INDO.NET.id [id] (202.159.32.2)
     |     |\___ ns.net.id [go.id] (202.46.3.178) (cached)
     |     |\___ ns1.id [go.id] (202.155.30.227) (cached)
     |     |\___ ns1.iptek.net.id [go.id] (202.46.1.2) (cached)
     |     |\___ ns2.indo.net.id [go.id] (2404:0170:0033:0000:0000:0000:0000:0002) Not queried
     |      \___ ns2.indo.net.id [go.id] (202.159.33.2) Lame server
      \___ NS1.id [id] (202.155.30.227) (cached)

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.