Energi Yang Berlebihan?
Senin, 19 Maret 2007M
01 Rabiul Awal 1428H
- Tracking System
- International phone card
Bertahun-tahun yang lalu, jelang sore hari setelah urusan perkuliahan selesai, saya kembali ke ruangan setengah kumuh untuk bekerja di depan komputer. Berurusan dengan garis-garis vektor warna-warni berlatar hitam dengan gaya yang turun temurun diajarkan dari angkatan ke angkatan, tangan kiri di kibor dan tangan kanan menggenggam mouse, seperti layaknya memainkan permainan Quake.
Orang-orang berlalu-lalang dan menyapaku dari balik jendela. Junior, teman angkatan, senior, hingga ke para dosen dan para jajaran administrasi Tata Usaha seperti Pak Jarwono dan Pak Eman. Sering ditembangkan oleh Bram dengan lirik “Jarwono ja, tajong ku Pak Eman”, sebuah parodi dari sundanese folksong, “Jaleuleu ja, tulak tu ja eman”. Iseng dan ramah beraduk, layaknya kopi dan gula yang harus dicampur, terkecuali anda seorang penggemar gula saja.
Eh Jay, jangan kerja mulu. Anak-anak mau nonton Contact-nya Jodie Foster sekarang.
Kontan saya menghentikan dan segera mematikan komputer sore hari tersebut. Saat itu belumlah beken konsep sleep atau hibernasi komputer. Pergi beramai-ramai, menyisihkan Rp5.000 untuk tontonan sains fiksi layar lebar. Puas menyaksikan film tersebut, meski saya belumlah membaca novel karya Carl Sagan tersebut.
Pulang kembali ke kampus kembali saya melanjutkan pekerjaan, baik pekerjaan lab maupun kertas kerja perkuliahan seminar Arsitektur Religius, Arsitektur Kontemporer dan Perkembangan Struktur Bangunan. Bertumpuk tugas kuliah ditambah pekerjaan lab, belum termasuk ngoprek Novell Netware, Mercury NLM, membaca-baca email kiriman Bapak Majordomo, ditemani koleksi lagu dalam format yang sangat mengagumkan saat itu, format MP3. Masih sempat pula saya memainkan Nailgun di game Quake untuk beberapa puluh menit.
Eh, sudah balik kerja lagi. Bagus filmnya? Eh, Jay nanya dong bla bla bla…
Seringnya saya bangkit dari duduk, menemani teman sang penanya ke studionya, tak jauh untuk urusan masalah komputer, virus dan CAD. Studio memang sering dijadikan tempat bekerja mahasiswa mengerjakan tugas kuliahnya, mungkin mereka bosan bekerja di tempat kost mereka sendiri, atau meja gambar dan ruangan mereka masih kurang luas dibandingkan studio gambar di kampus, ditambah memutar musik sekencang apapun tak akan ada yang protes.
Malam semakin larut, dan saya semakin asyik bekerja kembali di lab, di sebelah jendela yang selalu setengah terbuka. Sedikit kaget sapaan orang dari luar masih ada.
Eh Jay, gue pulang dulu ya. Kerja terus, tidur dong!
Hanya cengiran yang memperbodoh raut muka saya. Sapaan ramah yang jarang saya respon dengan kata-kata. Dan kembali akhirnya mata saya bertatapan dengan layar CRT 14 inci. Pukul 3 atau 4 biasanya kantuk menyerang, dan saat sudah tak bisa ditahan saya menarik kursi dan telentang di bawah meja beralas karpet yang cukup kotor. Tidur 2-3 jam hingga sebelum keramaian kuliah pagi pukul 7 terjadi.
Pukul 6 pagi lewat bersama beberapa pasukan penghuni himpunan biasanya kami berjalan menuju samping masjid, dan sering berpapasan dengan mereka yang hendak kuliah pukul 7 tersebut, termasuk yang tadi malam pamit.
Eh, belum tidur Jay?
Udah, sih… Masih ngantuk, ya?
Iya, teler euy mau kuliah jam 7.
Lepas sarapan burcangketit saya kembali ke lab. Saat kuliah pukul 7 sudah tenang di kelas, saya menuju kamar mandi. Lepas menyegarkan diri mampir sebentar di Warung Edi, berbincang-bincang dengan pemilik toko kecil serbaada, dan kemudian kembali ke lab.
Menjelang pukul 9 saya bersiap-siap untuk masuk ke kelas perkuliahan. Kembali berpapasan dengan yang lain yang bubar dari kelas, termasuk yang tadi.
Ada kuliah, toh? Elu kapan sih tidurnya?
Saya cuma nyengir dan bergegas menuju ruang kelas untuk diskusi dan presentasi.
Hal-hal seperti cerita di atas sering terjadi, bahkan hingga kini, meski tanpa asesoris pertanyaan dari orang lain. Cukup saya yang merasakannya. Termasuk saat saya sedang menuliskan hal ini.
Sabtu malam kemarin saya menghabiskan waktu membenahi dua MacBook dan isinya, sambil makan dan minum kopi di warung kopi hingga larut. Belum cukup kantuk datang, saya teruskan sendirian hingga pukul 2 di tengah dinginnya cuaca Bandung hingga diusir satpam karena duduk di sofa sebuah warung kopi yang sudah gelap. Bergegas kembali ke tempat biasanya, namun kantuk baru datang pukul 4, dan akhirnya saya tidur agar pukul 6 saya sudah bersiap pergi ke Bogor, menjenguk adik, adik ipar dan keponakan baru.
Tanpa AC –bahkan kaca jendela yang tak bisa diturunkan– perjalanan melewati puncak saya lalui hingga siang hari karena kemacetan arus menuju Puncak. Siang itu Bogor cukup panas.
Rencana kunjungan yang memang singkat membuat sore hari kembali kami bersiap-siap pulang ke Bandung. Pukul 19:40 di pintu tol Jagorawi tertera tulisan “Pintu tol Ciawi ditutup”. Akhirnya diputuskan pulang ke Bandung dengan memutar ke Jakarta dan diteruskan ke jalur Cipularang. Sebuah jalur yang aneh.
Tiba kembali di Bandung pukul 23 lewat. Ya ya, kendaraan yang kami tumpangi adalah sebuah sedan yang sudah berumur 30 tahun lebih.
Dan saya masih belum mengantuk.
Bahkan hingga ocehan ini tertulis.
Gue kapan tidurnya?
Dan biasanya saya berkesimpulan bahwa energi saya selalu dikeluarkan hingga melupakan cadangan yang harus disimpan dalam bentuk lemak. Atau kesimpulan teoretis bahwa jika saya minum kopi maka kopi tersebut akan bekerja menghilangkan kantuk saya hingga 24 jam ke depan (kecuali langsung tidur setelah minum kopi).
Oh ya, setiba di Bandung tadi, saya mampir ke minimarket, membeli susu coklat, dan sekarang sudah saya habiskan 500ml.
Senin, 19 Maret 2007 @ 4:40
Using
Salut buat Kang Jay .. he he bisa mengurangi jatah tidurnya tapi bukan Insomia kan .. :d
Senin, 19 Maret 2007 @ 6:11
Using
hmm… apa itu malah gak jadi sakit ya? :S
Senin, 19 Maret 2007 @ 9:11
Using
Wah masih ingat the glory days of Novell Netware + Mercury NLM. Jangan lupa mail readernya, yaitu Pegasus Email!
Senin, 19 Maret 2007 @ 9:39
Using
ga ada yang marahin om Jay sih :D
Senin, 19 Maret 2007 @ 10:42
Using
Pantesan kurus
Senin, 19 Maret 2007 @ 11:01
Using
pantesan gondrong
*nambahin*
Senin, 19 Maret 2007 @ 11:15
Using
pantesan gak gemuk2, semua energi yang terdapat dari makanan tidak perlu waktu yang lama sebelum menjadi timbunan lemak yang nantinya akan sangat penting untuk menjadi gemuk. Karena energi itu langsung digunakan secara terus menerus.
Mau gemuk? coba dengan tidur 6 jam sehari secara terus menerus dan makan yang lebih berisi, masa masih makan burcangketit (apaan sih ini? ) terus setiap hari? mana bisa gemuk.
Makan yang teratur, jam 7 pagi, jam 12 siang, jam 7 malam dan banyak :)
Kok malah ngeblog disini?
Senin, 19 Maret 2007 @ 11:30
Using
#7: Bubur kacang ijo dan ketan item, plus dua potong roti tawar murah meriah. Tahu kan roti tawar murah meriah seperti apa tebel dan kenyalnya?
Senin, 19 Maret 2007 @ 11:30
Using
beberapa waktu belakangan saya juga agak ‘sulit’ untuk tidur sebelum jam 1. meski ‘belum’ ngantuk, jam 2.30an biasanya saya paksain tidur. jam 4.30an sudah bangun lagi dan rasanya tidak terlalu berhubungan dengan berat badan :)
Senin, 19 Maret 2007 @ 13:19
Using
Jay, nitip satu Mac lagi donk buat diberesin. Suka deh, kalau ada temen yang kebanyakan waktu dan energi :) :) :).
Senin, 19 Maret 2007 @ 13:37
Using
Terkutuklah sekolah arsitektur :)). Serius, sama nih disini, gara-gara ‘terdidik’ di sekolah itu, jam tidur jadi tidak seperti manusia lainnya.
Apa kita ganti profesi jadi “Batman” aja, Jay? Negara ini lagi perlu superhero hahaha.
Senin, 19 Maret 2007 @ 13:56
Using
enaknya, bisa kuat nggak tidur lama-lama :)
Senin, 19 Maret 2007 @ 14:05
Using
#10: Asik, ada tawaran ditraktir di warung kopi nih.
#11: Kutukan sekaligus anugerah itu. Sekolah arsitektur itu menyenangkan.
#12: Di waktu luang, saya kalo tidur sering disebut “Seperti orang pingsan!”
Senin, 19 Maret 2007 @ 14:43
Using
*geleng geleng*
dulu, waktu gw kuliah juga gitu jay. hehehe… :D
tapi sekarang mah, inget waktu… jam 12 biasanya udah ngantuk…
Senin, 19 Maret 2007 @ 14:56
Using
#13: “Sekolah arsitektur itu menyenangkan.” ???!!!! = frase “Neraka itu sejuk”
Kebalikan lo Jay, gua jam kuliah itu ya tidur di rumah, kumaha we carana, toh lulus :P
emaaang enaak sekolah?!
Senin, 19 Maret 2007 @ 18:19
Using
ntar kalo lu mencalonkan diri jadi (batman=manusia kelelawar) … bilang2 ya, jay?
ntar gw dukung dech…
ketik BATMAN (spasi) JAY kirim ke 911
hehehehehhhe…………
Senin, 19 Maret 2007 @ 19:08
Using
Calon Batman oyyyyy :)
Senin, 19 Maret 2007 @ 19:29
Using
salam kenal jay,
(emang kenapa sih dipanggil jay) baru buka arsip blog ini lewat hape soalnya nggak punya koneksi internet di rumah T_T
semoga nggak bosen nulis.
Senin, 19 Maret 2007 @ 19:39
Using
wah kok di detect opera 8.0.1 sih. gw pake opera mini 3.0 di SE K 510i
Senin, 19 Maret 2007 @ 19:43
Using
#15: Karena gak banyak mikir beban materi, ya enak-enak aja, Bi. Coba lu sekolah tapi harus juga mikirin (kerja) untuk bayar PAM, PLN, dapur, isi kulkas, iuran RT, sampah, akses internet, pajak, cicilan, dsb.
Senin, 19 Maret 2007 @ 19:48
Using
#19: Silakan diteruskan ke Pak Priyadi yang membuat plugin Browser Detection WordPress ini. Info lengkapnya tertulis begini
'Opera/8.01 (J2ME/MIDP; Opera Mini/3.0.6636/1633; en; U; ssr)'Senin, 19 Maret 2007 @ 19:57
Using
kekekeke, kata orang kalo mau mengubah pola hidup total kudu merit jay :-D =))
Senin, 19 Maret 2007 @ 20:45
Using
@13: Mac udah berhasil diberesin. Tinggal ngopinya neh. Mau nggak nemenin ke MU di PvJ?
Senin, 19 Maret 2007 @ 23:52
Using
Hati-hati, dalam waktu lama bisa jadi penyakit.
Ini sudah sedikit saya alami, darah rendah yang bikin kepala nyut-nyutan :(
Selasa, 20 Maret 2007 @ 7:54
Using
#21. dud, boong ah… gak bisa total perubahannya … sampe sekarang aku masih tetap aja ‘belajar jadi manusia’. padahal yayank *ciee* suka ngomel kalo ngeliat aku ampe jam 3 pagi masih blom tidur … aya we nu di oprekan :D
Selasa, 20 Maret 2007 @ 9:08
Using
sebelum bersikap adil thd orang lain, adillah terhadap diri kita sendiri… jam-nya istirahat ya istirahat, jam-nya bergerak ya bergerak… :))
Selasa, 20 Maret 2007 @ 9:20
Using
#23: Hore-hore, ditraktir.
#24: Saya lupa tekanan darahku itu berapa.
#25: Kalau sedang bergerak biasanya pake profile “Jay sedang bergerak” saat mengirim email.
Selasa, 20 Maret 2007 @ 9:41
Using
pantesan pinter..;-)
Selasa, 20 Maret 2007 @ 9:55
Using
#20:Tah eta mah ayeuna Jay… :D, ditambah uang sekolah & susu anak.
emaang enaaak beranak? :P
Selasa, 20 Maret 2007 @ 12:50
Using
22# Situ juga belum kan? :D
Selasa, 20 Maret 2007 @ 17:42
Using
Tapi bagus ketang orang banyak ngurangin tidur, tapi nguranginnya nu manfaat heeuh kang Jay. Ulah ngurangin tidur ngan saukur ajeb2 wungkul hehehehehehe. Kang Jay sok ajeb2 ??????
Selasa, 20 Maret 2007 @ 17:55
Using
#31: Oh, tidak. Saya lebih suka headbanging dengan music hard-rock, heavy-metal atau symphonic-metal.
Kamis, 22 Maret 2007 @ 11:35
Using
kurang tidur bikin kurus? gak juga tuh. saya kalong tapi gak kurus2 :(
Rabu, 28 Maret 2007 @ 18:06
Using
quake jay!!!kwwweekkk!!! loe inget gak kalo temen loe yang gila itu [andiokem] dah gabung-maen, satu-satu pemaen pada menghilang huahahahahaha.
denger2x makin tua, kebutuhan tidur emang makin berkurang. tapi -usul- loe tetep jaga badan jay….
pada saat loe punya bayi…loe gak boleh ber’pingsan’ ria…istirahatlah selagi bisa.. alarm kecil itu membutuhkan kamu mungkin tiap 1 atau 2 jam sekali tiap malam selama beberapa bulan.
pada saat tua..mungkin lebih baik mati cepat ketimbang perlahan ditemani berbagai selang dan alat bantu lainnya ~ karena gak pernah ‘sayangi’ badan
Kamis, 29 Maret 2007 @ 11:12
Using
tapi … nu penting mah
gmana caranya tetap kurus…
trus tidurnya jangan terlalu banyak …karena menghabiskan waktu hidup secara percuma
.. hwalhaaaah… maneh bener deui, nyak!???.. bingung..
—————————
….’tlalu kurus… jangan! tlalu gendut… jangaaann!!! yang sedang-sedang sajaaaaaaaaaaa’..[serasa vetty vera]
Kamis, 29 Maret 2007 @ 12:41
Using
wah subhanAllah……..jadi malu nih….tapi bagus buat penyemangat ku…
asal jangan ga beri kesempatan tubuh aja istirahat…
tubuh juga punya hak lho…ok
Jumat, 13 April 2007 @ 12:24
Using
Selama buat hal yang positif…. Salut buat kmu jay…!
Jumat, 11 Mei 2007 @ 4:11
Using
[...] kelebihan energi datang lagi, kantuk masih belum datang juga setelah bermain golf dan makan malam dan minum jus [...]