Konstanta
Rabu, 14 Maret 2007M
26 Safar 1428H
- Tracking System
- International phone card
Besok, 14 Maret didedikasikan oleh kalangan matematikawan sebagai Hari Pendekatan Pi (π) atau Pi Approximation Day. Selain dari angka 3.14 sebagai pendekatan konstanta matematika π juga dikenal angka 22/7 yang juga sebagian kalangan lain mendedikasikan 22 Juli sebagai Hari Pendekatan Pi. Namun dedikasi untuk tanggal tersebut masih bersifat informal, tak ada perayaan, tak ada apa-apa. Dan memang tak perlu untuk dibuat-buat. Meski angka π adalah konstanta penting di semesta ini.
Pi atau π adalah aksara Latin (tepatnya Greek atau Yunani) yang didedikasikan sebagai simbol konstanta dari proporsi bidang lingkaran. Konstanta ini lahir karena kebingungan orang dulu menghitung luas lingkaran, hingga akhirnya ditemukan sebuah angka yang tetap yang besarannya masih terus diriset hingga sekarang. Awalnya Pi ditemukan dari perbandingan keliling lingkaran yang selalu tetap terhadap radius lingkaran (keliling lingkaran adalah 2πr). Dalam perhitungan sederhana hingga ketepatan seperseratus cukup disebut sebagai angka 3,14. Pi diambil dari kata περιφέρεια yang artinya periphery dan περίμετρος yang artinya perimeter atau circumference.
Dari konstanta π ini manusia memaknai semesta alam yang sangat dinamis ini sekaligus dalam sebuah keteraturan. Tak hanya dalam bidang matematika, bidang lain pun menyusul ditemukannya konstanta lain, baik yang bernilai eksak seperti ditemukan angka nol sebelumnya, atau konstanta yang besarannya masih terus dicari. Dalam ilmu fisika kita mengenal konstanta gravitasi bumi (G), konstanta Planck (h), konstanta elektrik (ε0) dan konstanta kecepatan cahaya (c).
Konstanta kecepatan cahaya hingga kini masih diyakini sebagai batas dimensi manusia. Sebuah batas yang secara ilmiah ditetapkan para ilmuwan. Kita hanya bisa berandai-andai apa yang terjadi jika kita menumpangi kendaraan yang mampu mendekati kecepatan cahaya, sebab di titik kecepatan cahaya itu sendiri tak bisa diprediksikan. Bahkan teorinya pun masih membutuhkan sarana lain agar sel-sel darah kita tetap normal berada pada hukum gravitasi Newton sambil bergerak secepat cahaya. Pertanyaannya, apakah ada materi yang bisa bertahan bergerak dalam kecepatan cahaya untuk menyediakan lingkungan bagi sel-sel darah dan otak manusia dalam hukum gravitasi Newton? Bahkan gravitasi buatan saja belum ditemukan.
Andai saya bisa terbang dengan kecepatan cahaya, maka saya akan melihat partikel cahaya yang diam. Mungkin juga saya akan melihat malaikat (yang secara makna literal diciptakan dari cahaya). Mungkin pula hal itu hanya terjadi hanya saat malaikat maut menjemput.
Apakah 68% adalah sebuah konstanta?
Rabu, 14 Maret 2007 @ 9:58
Using
phi adalah golden number. tubuh manusia pun mengandung angka phi yang tersembunyi, termasuk juga yang ada di alam semesta.
hehehe, hal ini juga pernah gue diskusikan.
kalo tsunami bisa melalap ratusan orang dalam sekejap pastinya malaikat maut dengan mudah mencabut nyawa orang-orang tersebut, karena (mungkin) bagi malaikat kumpulan orang (cahaya) tersebut hanyalah partikel yang diam di tempat, sementara apa kita bisa lihat malaikat? hehehe…
Rabu, 14 Maret 2007 @ 10:36
Using
- Jadi kalau diameternya Koen, maka kelilingnya PiKoen ?
- Seharusnya, demi penyederhanaan konstanta, satuan2 di dunia diubah. Sebagai contoh, seandainya jarak dihitung dalam kaki (yang dimodifikasi), dan waktu dalam nanodetik, maka konstanta c = 1, dan akibatnya rumus Einstein juga jadi menarik: E = m (kalau tanpa satuan), dan rumus2 lain juga. Trus kita stem lagi untuk konstanta Planck.
- @1: Konstanta pi (yang transcendental) berbeda dengan phi (yang tidak transcendental). Coba dicari di Wikipedia atau sejenisnya.
Rabu, 14 Maret 2007 @ 11:19
Using
kapan hari, aku nonton dokumenter tentang anak ajaib (semacam rainman yang di amerika, tapi dia itu sepenuhnya normal), dan dia itu melihat angka-angka seperti pendaran cahaya atau benda-benda asimetris, dll. dan bagi dia, dari semua deret angka, phi adalah yang paling indah bentuk dan warnanya. katanya sih gitu.
Rabu, 14 Maret 2007 @ 11:59
Using
Andai saya bisa terbang dengan kecepatan cahaya ==> hmm…kayaknya asiik juga ya?
Rabu, 14 Maret 2007 @ 13:19
Using
Apakah 68% adalah sebuah konstanta? ==> hehehe, masih inget sama oom oy uyo, bung jay? :D
Rabu, 14 Maret 2007 @ 13:56
Using
68% belum diresmikan menjadi konstanta. Tetapi sebaiknya mulai kita ajukan sebagai konstanta. Dinotasikan dengan R_max™
Rabu, 14 Maret 2007 @ 16:00
Using
Konstanta identik dengan obat sakit gigi nenek.
cuman dikasih akhiran ta. dan awalan yg dirubah p.
*nyemplung got*
Rabu, 14 Maret 2007 @ 16:27
Using
animasi pi di wikipedia tentang bagaimana 3,14 bisa didapat..
hehe mungkin basi ya?
:-p
Rabu, 14 Maret 2007 @ 17:49
Using
materi bacaan yang menarik om jay saya dl org a4 jd harus banyak baca literatur ttg ini ….. btw busway asik juga lo biar brain saya nambah cepet mikir na hehehe Cag Ah
Kamis, 15 Maret 2007 @ 0:07
Using
[...] hari pi. Tahun2 lalu pernah aku singgung sekilas di sini. Tapi tahun ini hari pi diperingati di weblog Jay. Dan Jay jadi membahas konstanta. Dan waktu sekilas meninggalkan komentar, terpaksa aku mengingat [...]
Kamis, 15 Maret 2007 @ 10:13
Using
yah seandainya semua bilangan di dunia ini merupakan sebuah kesatuan yang tetap
akan gak asik lagi donk
buktinya, deret desimal dalam phi sendiri mencapai hal yang tak hingga
btw, kecepatan cahaya masih mungkin diraih manusia
Kamis, 15 Maret 2007 @ 10:49
Using
#11: Besaran π yang desimalnya tak terhingga bukan berarti di luar satu kesatuan.
Ada teori logisnya berpacu dengan cahaya?
Kamis, 15 Maret 2007 @ 14:21
Using
Aku pernah baca Da Vinci Code, disitu phi tdk sama dengan 3,14. Angka tepatnya aku lupa. Ada yang tau kenapa? Angka phi = 3,14 sudah merupakan konstanta yang universal kan?
Sudah baca Da Vinci Code, Jay?
Kamis, 15 Maret 2007 @ 14:34
Using
Bukannya Pi itu = 1/2+1/3+1/4+1/5+1/6+…+1/n?
Dan 22/7 itu cuman pembodohan penyederhanaan aja saat kita SD.
Kamis, 15 Maret 2007 @ 17:08
Using
#13: http://yulian.firdaus.or.id/2006/05/12/kode-da-vinci/
#14: Silakan aja baca artikel Computing π.
Kamis, 15 Maret 2007 @ 17:28
Using
Jadi inget waktu kuliah Matematika I :
p = 3.14159265358979 …
ada yang ngapalin pake :
“How I wish I could remember pi”
atau versi lainnya :
“How I want a drink, alcoholic of course, after the heavy lectures involving quantum mechanics and pi”
Kamis, 15 Maret 2007 @ 18:26
Using
@13: Kembali, pi (π) berbeda dengan phi (Φ). Φ (=1,6180339887) merupakan perbandingan a.l. spiralistik, Fibonacci, dll, yang memang banyak dikaji di Da Vinci Code. http://kun.co.ro/2005/04/03/si-bilangan-emas/
@14: π-3.14=0.15; 22/7-π=0.13. Kelihatannya π lebih dekat ke 22/7 daripada ke 3.14. Mungkin 355/113 lebih dekat lagi ya.
@15: Pakai MacOS juga, Jay? Mau reformatting neh. Bantuin nanti ya.
@16: Atau yang lebih pendek: Hey, I have a number.
Jumat, 16 Maret 2007 @ 8:48
Using
Tau ga sec kita tuc udah hampir 2 minggu berkutat dalam dunia porositas, reservoir, well logging en so on…
Btw apa hubungannya ya ama phi yang katanya 3.14……
Uch, kasihan para pembaca kecewa coz pasti rada anech ne tulisan
Hehehehe….
Jumat, 16 Maret 2007 @ 9:16
Using
#18: Anda yang berkutat, ya anda yang menjelaskan, dong.
Jumat, 16 Maret 2007 @ 16:10
Using
hayu atuh urang ngo π
Sabtu, 17 Maret 2007 @ 21:34
Using
mendorong sebutir elektron mencapai c udah imposible katanya. soalnya hanya materi tak bermassa(energi?) yg mampu mencapai c. makanya e = mc^2….
mengenai gravitasi buatan, buat saja medan yg dipercepat. toh pengamat ga akan tahu bedanya :D
Jumat, 13 April 2007 @ 12:12
Using
Baru buka blogmu lagi. kayaknya tulisanmu tentang dan brown-davinci code, belum ngejelasin pertanyaanku deh..
Selasa, 24 April 2007 @ 16:38
Using
Mungkin karena kita belum tahu caranya menjadi satu dengan cahaya didalam diri. Semoga kita menemukannya.
“Andai saya bisa terbang dengan kecepatan cahaya, maka saya akan melihat partikel cahaya yang diam.”
Sabtu, 16 Juni 2007 @ 17:08
Using
Tau enggak bilangan imajiner, katanye dari situ bisa ngungkapin nilai pi
kalo gak salah rumus nya gini Pi^2/6=sigma i=0,it=~ 1/ni^2. ngerti khan tu rumus
Senin, 23 Juli 2007 @ 15:23
Using
yupz…
klo seseorang dapat menembus kecepatan cahaya, maka dia dapat berpindah tempat dalam sekejap(multi dimensi).
dan juga ia akan dapat melihat gerakan peluru yang meletus dengan sangat perlahan.
seperti neo di film matrix.
segalanya menjadi lembut dan selaras.
bergerak tanpa gerakan,
bertindak tanpa tindakan.
segalanya kelihatan tetap/diam.
segalanya semakin jelas.tetap dan sama.
lintasan2 takdir,juga kesatuan gerak.
segalanya terselimuti oleh cahaya.
cahaya diatas cahaya
maha cahaya.
Senin, 23 Juli 2007 @ 15:27
Using
subhanallah
jdi semakin bersyukur nee tambah pengertian tentang kebenaran.
jalan cahaya.
Senin, 23 Juli 2007 @ 15:33
Using
bung jay ane mo nanya.
mohon bimbingannya.
klo menurut pemikiran ane.. salah satu sifat cahaya itu bergerak lurus ke segala arah.
bener ga see?
“tunjukanlah kami ke jalan yang lurus”
berarti ini jalan cahaya.
yang dengan cahaya itu kita dapat menyelaraskan hidup kita menjadi jauh lebih baik.
“ridho illahi/tuhan”
Senin, 23 Juli 2007 @ 15:39
Using
pemikiran saya:
partikel cahaya itu diam karena saking cepatnya.
dan seseorang dapat menembus kecepatan cahaya dalam keadaan hening.
Senin, 14 Januari 2008 @ 20:29
Using
heloooowww…
bukannya phi itu 1,61803398874985… yaaa????
3,14 itu bukan phi. tetapi pi.. beda getoooo!!!