Perilaku Antar Manusia di Internet
Kamis, 22 Februari 2007M
02 Safar 1428H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Saya itu terlalu banyak berpikir. Demikian menurut sebagian orang. Sebagian lagi sering berujar saya impulsif, berpikir sekejap sudah langsung bertindak. Saya sendiri tak tahu mana yang lebih besar porsinya dari kedua hal tersebut. Yang saya rasakan dan pikirkan –euh, sudah mikir lagi!– adalah apa yang memang saya biasakan. Untuk hal-hal tertentu saya membiasakan suatu cara, metoda, prosedur atau apalah namanya, yang kemudian menjadi identitas diri itulah saya. Ketika hal tersebut berbeda di satu saat, maka saya sendiri dan juga orang lain akan bertanya, “Ada apa dengan saya?” Mungkin hanya impulsif, mungkin juga saya menjadi asing.
Manusia membentuk kebiasaan. Pada akhirnya, kebiasaan membentuk manusia.
Pada hal tertentu kebiasaan menjadi sebuah identitas profesional. Kita sebal jika pramusaji, pramuniaga, pramugari, pramuwisma, pramutamu, pramupintu dan pramu-pramu lainnya bermuka sayur asam basi saat melayani kita, meski kita belum tentu membutuhkan hal tersebut. Namun dunia jasa dan pelayanan telah membentuk kebiasaan bahwa raut muka, tutur kata dan bahasa tubuh adalah sebuah parameter profesionalitas yang harus dijaga.
Kadang kita pun berprasangka bahwa kebiasaan atau profesionalitas tersebut hanyalah sekadar kewajiban, kadang sinisme terjadi “Ah, senyumnya kaku, senyum sebagai pekerjaan, tidak manusiawi!” atau “Ah, informasinya standar, tidak membantu apa-apa.”
Manusia kembali ke kodratnya, ingin bersosial dengan manusia lain secara manusiawi. Begitu pula di internet, manusia bersosial di tempat virtual, tak ada raut muka, tak ada bahasa tubuh, yang ada hanyalah tutur kata dan emoticon. Namun perilaku atau kebiasaan manusia di dunia maya tidaklah jauh berbeda dengan perilaku masing-masing di dunia nyata, termasuk yang jelek-jeleknya.
Sering saya merasa sebal dengan pertanyaan “Hai, a/s/l dong” dulu di IRC atau di pesan instan saat ini. Bayangkan anda berkenalan di dunia nyata sambil bersalaman menyebut nama kemudian dia bertanya, “Umurmu berapa?” Sungguh menjengkelkan. Pengalihan kejengkelan tersebut biasanya saya jawab misalnya dengan “65858363 hari/M/Bandung”.
Dalam berkenalan atau berusaha mengenal seseorang di dunia internet tentunya tak lepas dari tanya-jawab. Namun saya merasa manusia-manusia yang berinteraksi tersebut jauh lebih banyak yang mengambil posisi sebagai pewawancara, penyensus, penginterogasi hingga ke pengintimidasi, “Katanya mau berkenalan, kok nanya mulu, kamu siapa?” Mungkin saya termasuk tipe old-fashioned, di mana identitas lebih baik diucapkan diri sendiri sebelum ditanya, misalnya “Hai, saya Jay, situ punya obeng, nggak?”
Kebiasaan-kebiasaan di atas sepertinya menjadi standar, tidak hanya kepada orang-orang yang baru berinternet, tapi juga pada mereka yang relatif sudah lama berinteraksi di internet. Selalu ada tendensi ragu membuka identitas diri sendiri dan mencari cara-cara instan mengenal orang, sedangkan jika dilihat esensinya mengenal seseorang adalah saat orang tersebut juga mengenal kita. Mencoba mengenal orang juga harus disertai impresi agar orang tersebut tertarik mengenal kita, wajar dan manusiawi, karena interaksi sosial manusia bukanlah tanya-jawab polisi kepada saksi atau tersangka yang diucapkan datar tanpa rasa.
Jaringan pertemanan seperti Friendster, Multiply, Orkut dan sebagainya mulai mengubah perilaku-perilaku di atas. Identitas yang lumrah dalam berkenalan sudah ditulis terlebih dahulu sebagai profil. Pertanyaan a/s/l sudah jauh berkurang dan perilaku orang dari malu-malu menutup diri berubah menjadi lebih terbuka, bahkan mengarah ke narsisme. Tak hanya foto diri, foto tak terkait pun dipajang berharap impresi orang menyapa dan bangga jika mendapat request to add friend. Statistik dikejar hingga harus membuat profil Borokokok I, Borokokok II, Borokokok III dan seterusnya.
Bagi saya ada rasa tanggung jawab saat saya dikenal orang saya harus juga mengenal mereka. Seperti halnya dalam deretan kotak pesan instan saya merasa janggal jika ada kontak terdaftar tapi saya tak tahu siapa, mungkin tak ada impresi untuk saya mengingat dan mengenal, mungkin juga saya yang lupa. Biasanya saya hapus saja.
Popularity: 4% [?]
Kamis, 22 Februari 2007 @ 4:24
Ya, memang bentuk sirkular sering ditemui di banyak fenomena.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 4:52
A: nomor sepatu kamu berapa… ?
B: 40
A: kalo nomor telepon… ?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 5:36
menarik. kalo untuk chat pertanyaan asl masuk akal dan memang tidak perlu ketika bertatapan muka karena ketiga informasi itu sudah langsung tersedia ketika bertatapan muka.
pertanyaan asl justru mungkin karena orang berusaha meng ‘impor’ kebiasaan dari tatap muka. setiap orang memiliki ’script’ yang memandu segala tingkah laku. intinya orang perlu titik referensi. dan titik referensi yang paling umum adalah asl.
soal situs jejaring sosial. sepertinya yang utama bukan untuk kenalan tapi untuk saling melihat dan dilihat. seperti anak2 muda yang nongkrong di mall atau pinggi jalan, mereka ingin dilihat dan melihat. tentu jika dirasa ada ketertarikan baru akan saling kenalan.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 6:24
kang jay, saya abah oryza ari aselinya mah geri tapi da sering dikenal abah oryza udah lupakan aja geri he.. kang jay udah ngelink saya belum?saya udah tapi saya hapus lagi da kang jay nggak ngelink saya ha.. ha..
kang jay sering ngujungin weblog saya?saya mah sering ngunjungi yulian.firdaus.or.id dari bahasan tom n jery ampe gajah mada sok maca, tapi nggak bilang2 n nggak comment kadang. ari kang jay sokmaen ke tempat abah, nggak tau yah!
jadi pertemanan itu gmn?
ha… ha… ha.. (just kidding kang jay, ieu mah tamba bau sungut we)
Kamis, 22 Februari 2007 @ 7:21
kang, punya akun FS…? boleh gitu sayah add…?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 8:29
Waktu baru kenal pesan instant, semua alamat teman2 saya yang akhiranyannya yahoo.com saya tambahkan ke daftar pesan instant saya. Ternyata saya salah, hanya sedikit dari teman2 yang sering menggunakan pesan instant
Kamis, 22 Februari 2007 @ 8:54
kasih testi donk di prenster akyu
*manjat tower*
Kamis, 22 Februari 2007 @ 9:22
kalo ada orang yang susah untuk tatap muka tapi bawel dichatting dan komen mulu di blog orang masih bisa dianggap kuper nggak ya? atau perlu ada definisi baru untuk kuper?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 9:45
kira2 perilaku yg disebutin itu didapat karena jejaring antar teman atau karena insting berinternet jay.??
Kamis, 22 Februari 2007 @ 10:12
Baru ingat kalo obeng saya hilang, padahal saya mau benerin selang dan saringan mesin cuci. Kang Jay boleh pinjam obeng engga?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 10:26
Mungkin perlu dibuat script baru, biar temen chat yang ngetik A/S/L komputernya langsung hang. hehehe
Kamis, 22 Februari 2007 @ 10:33
asl plz?
i’m 23 cm heaven
halah, kekekeke
Kamis, 22 Februari 2007 @ 10:55
#3: Mungkin seperti itu, tapi tendensi tidak membuka diri (atau menutup diri) atau anomimitas jauh lebih jelas terlihat. Dulu saya pernah berjam-jam chatting dengan seseorang, menjawab setiap pertanyaannya tentang diri saya (tentunya dalam batas privasi saya) hingga selesai pembicaraan saya tetap tak tahu siapa dia karena saya tak pernah bertanya, hanya mencoba sejauh mana orang tersebut mengenalkan dirinya.
Soal Friendster dan lainnya kan sudah disebut, budaya orang sudah bergeser ke narsisme.
#4: Terlalu banyak jika blogroll saya isi, jadi sudah cukup tag nofollow saya hapus dari WordPress sejak bulan Maret 2005.
#9: Kurang tahu, yang saya tulis hanya empiris bercampur asumsi dan opini pribadi.
#10: Di tempat yang banyak komputernya sering dioprek, obeng itu menjadi benda yang mudah menghilang, sama seperti korek api di tempat para perokok.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 11:16
meskipun kita bisa memberikan simbol/emoticon saat berkomunikasi dengan tulisan, tetapi, tulisan tetap kurang bisa menggambarkan emosional secara lengkap sebagai sarana komunikasi langsung 2 arah. tidak ada intonasi, dll. saya pernah mengalami masalah serius karena orang salah persepsi dengan sms yang saya kirim.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 11:36
#14: Satu kebiasaan saya adalah tidak menggunakan emoticon yang tak perlu. Kompensasinya adalah kalimat yang saya buat sebisa mungkin tidak ambigu. Ada kecenderungan saya lama me-reply SMS, selain saya juga bukan speedtyper tombol ponsel, kecuali reply-an singkat seperti emoticon tertawa, nyengir, sedih, bingung, atau kata singkat seperti Oke, bengong jem, paen, dll.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 11:54
ada satu hal yang membuat saya agak risau, sejak terus menerus menggunakan komputer.., tulisan tangan saya semakin jelek. padahal dulu juara lomba menulis indah.. wakaka.. sekarang.., tulisan dan mirip banget dengan resep dokter… duh bgm ya..?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 14:48
Inget jaman dulu IRC di kampus, ada yg sok asl pls, ngakunya cewek, ditraceroute IP nya, dateng dari departemen teknik mesin
Kamis, 22 Februari 2007 @ 14:57
5:51:27 PM rendy_lugia: hi
5:52:00 PM rendy_lugia: hi
5:53:52 PM me: yup
5:53:58 PM rendy_lugia: lam kenal
5:54:27 PM me: yup
5:54:34 PM rendy_lugia: asl
5:54:45 PM me: ?
5:54:52 PM me: kamu dapet ym ini dari mana?
5:55:12 PM rendy_lugia: dari mac id
5:55:31 PM me: oh
5:55:43 PM me: kalo gitu udah bisa cari sendiri dong ASL dari blog saya
5:55:52 PM rendy_lugia: gmn caranya
5:56:19 PM me: ya baca mail saya
5:56:46 PM rendy_lugia: oh, iya ya
5:56:52 PM rendy_lugia: tapi, khan repot
5:57:08 PM me: iya ya
5:57:17 PM me: kalo gitu daripada repot saya pulang dulu
5:57:20 PM me: daaag
5:57:39 PM rendy_lugia: kok
Kamis, 22 Februari 2007 @ 15:02
kang Jay ini kaya-nya orang-nya serius pisan ya…?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 16:49
65 858 363 days = 180 314.222 years
gila
jay tua juga ya
saingan sama koh fahmi
Kamis, 22 Februari 2007 @ 18:19
cewek : hi
me : hi
me : di bogor ya? *liat dia profil di skype*
cewek : yup
me : Kul/ker?
cewek : ker, di ….
me : oo
cewek : mang napa nanya2 ?
me : lho, kamu kan duluan yang nge-buzz gw, jadi aku berhak nanyai identitas gw & kenapa kau nge-buzz gw!
me : nih FS gw *ngasih URL FS gw* , kamu punya FS ga?
cewek : ga punya, males buka yg gituan
cewek : Kok fotonya ga jelas abu2 & di embos (liat di profil skype)
me : cuma itu yg ada, termasuk yg di FS juga cuma foto itu + foto anak gw.
cewek : anak? dah married?
me : yup, emang knapa?
cewek : kasian ya istrinya
me : lo kok kasian, mang knapa?
cewek : maaf ya saya ga chat sama cowok yg dah nikah, daaah
me : ????? (Tidak semua laki-lakiiiiii *nyanyi dangdut* )
Kamis, 22 Februari 2007 @ 18:29
*ngakak baca komentar Eko sambil tendang Tub*
Kamis, 22 Februari 2007 @ 18:29
Eh saya orangnya seperti yg di tulis di #8
Liat aja di my blog, saya mosting soal itu juga kok.
mmm gimana ya? perlu definisi kuper?
Kamis, 22 Februari 2007 @ 19:07
itu sama juga dengan bbrp orang yang PM ato Pmail gw tapi selalu asal.. tanpa nyebut nama jelas.. bahkan ada yg gak mau sebut nama dirinya sama sekali.. Makanya sepanjang dia belum sebut nama dia siapa, gw berhak utk tidak menjawab semua pertanyaan dia. Emangnya kalo online, tegur sapa dan etika bisa semena2 dihilangkan… kecuali kalo ternyata dia cewe, n pas di search di Friendster, ternyata cakeup banget..hehe.. — belum pernah kejadian juga sih –)
Kamis, 22 Februari 2007 @ 19:17
Persis dengan penelpon yang justru bertanya “ini siapa ya?”, kalau saya yang terima telpon langsung ditutup.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 19:43
Haiii met malem !!!!
Lam kenal gw iyus_bdg
Laki-laki/35/Bdg Jkt
Asl km dung
* Hehehehehehe kang jay kumaha mun nukieu tos lengkap can. hahahahahahahahahaha
Cag Ah
Kamis, 22 Februari 2007 @ 22:09
ha… ha…
Kamis, 22 Februari 2007 @ 23:30
Di IRC dulu saya pernah ceting dan nanya asl trus dijawab “65858363 hari/F/Bandung”, andakah yang sedang menyamar waktu itu?
BTW, salam kenal mas Jay, topiknya menarik
Jumat, 23 Februari 2007 @ 9:42
hmmm Komplek ya?
Jumat, 23 Februari 2007 @ 9:54
saya Pandji 37/M/Bandung. salam kenal Pak Jay. bolehkah saya ng-copy koleksi mp3 Pak Jay untuk menambah library iTunes saya?
Jumat, 23 Februari 2007 @ 14:08
*ngakak liat #18 & #21
Eh setuju juga ama mas Hedi.
sana: “Ini siapa?”
saya: “Lho anda siapa, mau nyari siapa?”
Jay butuh obeng yang kaya gimana? Di sini deket bengkel dan Depo Bangunan nih. Koleksinya lengkap.
Jumat, 23 Februari 2007 @ 17:09
penelpon(cowok) :”halo… parmin, ditunggu depan parkiran sekarang ?”
sayah(cewek) :”hah….*#$%??”
penelpon :”cepetan..!!!”
sayah :”maaf salah sambung”
penelpon :”oh maaf… salah sambung ya? ni ama sapa ya? nalan dunk.suaranya boleh juga”
Melenceng dari topik utama ya??
*lam kenal
Jumat, 23 Februari 2007 @ 18:52
Y : Hallo *nerima telpon*
X : Hallo, Sep apa kabar !
Y : Kabar baik Dang!
X : Lho kok Dang? saya bukan Dadang!
Y : Saya juga Bukan Asep !
Jumat, 23 Februari 2007 @ 19:10
“Halo…?”
“Mang Udin…??”
*dahi gw berkernyit…Mang Udin…?? sapa pula itu??*
“Oh..sanes pak…salah sambung” *oh, bukan pak…salah sambung*
“Ohh…hatur nuhun pak…” *Ohh, terima kasih pak*
*dicomot dari sini…*
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 0:31
hayahhh… kok malah ditanggepin salah sambung epon sih???
btw, saya bisa jadi apa aja kalo lagi chatting yang dimulai dengan a/s/l. sambil tuh lawan bicara nanya2 tentang hal2 yang ga terlalu penting. kadang sayah jadi mahasiswi kedokteran gigi, kadang jadi sales fiesta, kadang jadi anak pengajian… pokoknya terserah saya hari itu mau jadi siapa…
dan apesnya… kalo ketemu lagi dengan id yang sama…. terjadilah yang berikut…
beliau : hi, ketemu lagi..?
“) *lieur mode on
sayah : iyah, pa kabar?
beliau : baik, kamu gimana??
sayah : lagi sibuk uas nih, besok ujian anatomi payudara laki-laki (*payudara laki2
beliau : uas..??
sayah : iya nih pusing belajar mulu.
beliau : bukannya kamu yang SPG fiesta khan??
sayah : $!@%… iya gitu…??
quit… ganti id….
ini termasuk dalam topik gak??
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 7:27
hehehehe..seru nih postingannya. isu tentang identitas di dunia virtual memang bahan diskusi yang selalu aktual. mungkin jay tau game online second life? di situ kita bisa jadi apa aja yang kita mau dan itu bisa dilakukan karena teknologinya juga ada. menariknya, apa yang terjadi di second life ternyata bisa juga berimbas ke dunia nyata. bahkan ada seniman yang secara khusus bikin pameran yang karyanya dibuat selama dia mengarungi ‘hidup’ di dunia second life.
dari sekian banyak teks dan literatur mengenai identitas di dunia virtual, saya tertarik pada gagasan mengenai protheus atau masyarakat prothean. protheus adalah mahluk yang ada di cerita/mitos orang2 yunani. konon si protheus ini bisa berubah menjadi apa saja kecuali dirinya sendiri. gambaran identitas semacam ini sebetulnya sedikit merefleksikan situsi kita hari ini, dimana setiap orang kemudian bisa “mengkonstruksi” dirinya menjadi apa aja, tapi kemudian menjadi kesulitan untuk menemukan “jati diri”. apapun itu artinya..hehehheh
Dunia makin aneh ya?
salam,
-gustaff
ps: oh iya, ini saya kirim link ke situs pasangan seniman yang berkarya dengan menggunakan figur2 identitas di second life: http://projektheterologia.wordpress.com/2007/02/10/13-most-beautiful-avatars-eva-and-franco-mattes-aka-0100101110101101org/
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 10:29
Jaman tahun 96 awal-awal langgan internet, masuk mIRC di #cybersex paling banter 20-30 orang. Setelah a/s/l dpt jawaban ‘f’, disambung lagi dengan ’swallow/spit?’ tapi bukan swallow sendal jepit.
btw, sudah mendoakan Chrisye supaya lekas sembuh Jay?
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 12:04
Kalo sayah saya add aja semua yang mo berteman sama saya. tidak ada pikir2 lagi
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 18:41
Gimana caranya buka blok YM di kantor, Mod?
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 22:14
Terus Ragapadmi itu siapa ?
Minggu, 25 Februari 2007 @ 8:10
promosi lampung, di sana kita belajar tentang perilaku antar suku
Senin, 26 Februari 2007 @ 0:19
wah obeng buat apa Jay? bongkar mekbuk? bwakakakaka
Senin, 26 Februari 2007 @ 10:24
jay….sorry gw nyimpang dikit dari obrolan..
lu tau tentang sejarah penyebaran islam di Indonesia ga?
khusus nya tentang:
Hamzah Fansuri
Syamsuddin Sumatrani
Abdurrauf dari Singkel
Nurrudin ar-Ranniri
Abdul Qadir al-Jaelani
Muhammad Samman
trus…yang nulis Bustanu’ssalatin tuh sapa?
ada yang bilang Syamsuddin Sumatrani tuh sama dengan ar-Ranniri, bener ga ya?
trus…nama kecil nya sultan Ageng Tirtayasa tuh Abdul Fatah ya? bener ga seh…
thanks ya kalo lu mau kasih info ke gw
tapi gw berharap banget, pertanyaan gw neh lu jawab
hehehehehe….maksa banget ya?
tapi gpp lah jay, demi mencerdaskan kehidupan bangsa….
thanks a lot…
Senin, 26 Februari 2007 @ 16:21
#39
sayah mah pake http://www.meebo.com aja kalo YM diblok
Selasa, 27 Februari 2007 @ 2:13
“Hai, nama saya Trinie, boleh kenalan dong?”
“Ih, siapa yg nanya?” atau “ga ada yg nanya tuh”
lama2 sebel bgt deh!
Selasa, 27 Februari 2007 @ 12:00
Halo …
Haloo …
HALOOOOOO …
*huhhhhh*
Rabu, 28 Februari 2007 @ 13:38
makasih dah diingatkan…
salam kenal…
Kamis, 1 Maret 2007 @ 18:32
ASL ? apa asli ? Asal ngeblog kali?
Rabu, 7 Maret 2007 @ 16:22
alo mas punya obeng ga??? kalo duit??? minta donk. eh itumah majek yah bukan kenalan
Kamis, 8 Maret 2007 @ 23:40
Coba kalau tulisannya dibuat dengan lebih teratur, mungkin jadi lebih gampang dimengerti. Pengen sih, tapi bingung dengan bacaan seperti itu. Tapi, mungkin juga karena nggak berpikir terlalu banyak.
Good luck with your conflicts
Jumat, 9 Maret 2007 @ 0:17
#36: Haha, bener juga. Orang dulu lebih bangga menyebut identitas dirinya.
“Saya Nolednad, penggembala kambing.”
“Saya seorang petani.”
“I’m a blacksmith.”
“I’m a librarian.”
Dan lain-lainnya.
Jaman sekarang sebaliknya, kalo bukan karena rasa malu, ya karena paranoid berlebihan. Semua terkena dampak globalisasi dan transparansi.
#50: Selamat. Lebih baik tidak mengerti.
Sabtu, 28 April 2007 @ 21:50
tapi..saya ga pernah nanya ASL duluan…selalu..ya selalu (saya inget kok) org lain yg nanya duluan…..
karena menurut saya itu ga penting…klo tnyata qt ga nanya ASl dua-duanya…baru saya nanya ASL kalo ternyata bahan cetingan kita rame…..dan itulah orang yang suka di chat!
Sabtu, 17 November 2007 @ 8:11
saya mau tanya,networking itu apa?jawab yaaaaaaa…..pleasseeeee!