Tutut: Keong Sawah

Kamis, 8 Februari 2007M
19 Muharram 1428H

Kuah Tutut siap dimakan

Semasa kanak-kanak dulu saya sering memakan Tutut, sering disebut keong sawah. Tidak sebagai lauk untuk mengantar nasi untuk dikunyah, tapi sebagai makanan penutup atau camilan di sore hari. Keong sawah ini bercangkang hitam kehijau-hijauan, berukuran sebesar jempol tangan hingga sebesar jempol kaki, walau ada juga di beberapa tempat bisa berukuran sebesar bola pingpong. Sekali memasak tutut biasanya satu panci, dibeli dari pasar tradisional dalam keadaan hidup. Sebelum dimasak, bagian ujung kerucut spiralnya dipotong sedikit dengan pisau, cangkangnya cukup rapuh sehingga tidak akan merusak mata pisau. Kemudian direbus hingga matang bersama bumbu salam, séréh, laja dan santan kelapa. Setelah matang siap dimakan, yaitu dengan cara disedot seketika (disedot menghentak). Daging tutut bisa keluar dan langsung masuk ke mulut, untuk inilah bagian buntut cangkangnya harus dipotong supaya angin bisa masuk. Kalau tak pandai menyedotnya atau tak ingin orang lain melihat mulut anda monyong, cungkil saja dengan tusuk gigi.

Daging Tutut atau Keong Sawah

Tutut, keong sawah, atau Bellamya javanica van den Bush paling banyak ditemukan di sawah, di mana air sawah meski berlumpur tapi juga relatif bening. Habitat lainnya di tempat yang juga mirip sawah, yang airnya cukup bening, berlumpur dan airnya tak berarus/bergerak. Siang hari tutut ini bersembunyi ke dasar lumpur sehingga sulit dicari dan dikumpulkan. Malam hari ia menyebar menempel-nempel di batang padi atau tumbuhan lainnya. Pedagang tutut di pasar tradisional biasanya mengumpulkan keong sawah tersebut pagi hari, saat tutut masih berada di permukaan air dan menempel-nempel di batang padi. Beberapa orang siswa SMP 1 Laren, di Lamongan, menemukan metoda pengumpulan tutut yang lebih efektif, yaitu dengan daun pepaya. Tutut ternyata menyukai daun pepaya, sehingga daun pepaya yang diletakkan di malam hari, esok paginya dipenuhi dengan gerombolan tutut. Percobaan mereka juga menggunakan daun pisang dan daun pepaya.

Tutut mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor tutut dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, tubuh tutut juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan pengelolaan yang tepat, tutut dapat dijadikan sumber protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi, kambing atau ayam.

Berikut saya cuplikkan tulisan dari jurnal Warta Konservasi Volume 14 No. 3, Juli 2006, tentang Lahan Basah dari Wetlands International.

Cangkang Tutut

Sawah sebagai salah satu tipe lahan basah buatan tidak hanya berperan penting dalam menyediakan jenis-jenis tanaman menyehatkan, namun juga merupakan tempat hidup berbagai binatang air, mulai dari Protozoa (binatang bersel tunggal) sampai vertebrata (binatang bertulang belakang) seperti ikan dan katak. Moluska (keong-keongan dan kerang serta kerabatnya) termasuk juga binatang yang memanfaatkan sawah sebagai tempat hidupnya. Moluska yang hidup di perairan tawar dapat dijabarkan ke dalam kelas Gastropoda yang kita kenal dengan nama keong (bercangkang tunggal) dan kelas Pelecypoda/Bivalvia atau kerang (cangkangnya berkeping dua). Dari catatan pustaka, moluska air tawar yang pernah ditemukan hidup di perairan sawah, ada sebanyak 32 jenis (27 jenis Gastropoda dan 5 jenis Pelecypoda/Bivalvia). Moluska bercangkang tunggal, terdiri dari dua kelompok, yaitu Operculata yang dilengkapi operkulum (penutup cangkang) dan Pulmonata, yang tanpa operkulum.

Tutut (marga Bellamya) termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal yang berdasar lumpur serta ditumbuhi rerumputan air, dengan aliran air yang lamban, misalnya sawah, rawarawa, pinggir danau dan pinggir sungai kecil. Binatang ini lebih menyukai perairan yang airnya jernih dan bersih. Ada dua jenis dari marga Bellamya yang hidup di sawah, yaitu Tutut jawa (Bellamya javanica) dengan sebaran di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan Filipina, dan Tutut sumatera (Bellamya sumatrensis) yang sebarannya mencakup Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatera dan Jawa).

Keong suku Viviparidae ini bisa memiliki tinggi cangkang sampai 40 mm dengan diameter 15-25mm; bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan. Puncak cangkang agak runcing; tepi-cangkang menyiku tumpul pada yang muda; jumlah seluk 6-7, agak cembung, seluk akhir besar. Mulut membundar, tepinya bersambung, tidak melebar, umumnya hitam. Operkulum agak bundar telur, tipis, agak cekung, coklat kehitaman.

Yang siap dimakan bisa anda temukan di pasar kaget mingguan di sekitar lapangan Gasibu, atau di beberapa restoran Sunda.

Komentar

76 komentar untuk catatan 'Tutut: Keong Sawah'

  1. #1
    gravatar

    wah …this is my favourite one.

  2. #2
    gravatar

    I tried before, but spicy

  3. #3
    gravatar

    slurrpppp……..yummieee…

  4. #4
    gravatar

    menu ini jg ternyata sudah men-dunia, kang…yg pedes ada, yg tutut-nya se-gede gaban jg ada…sama2 enak… :)

  5. #5
    gravatar

    Lho..bukannya tutut : anaknya mbah ato…???

  6. #6
    gravatar

    dipasar punclut (ciumbuleuit atas) biasanya selalu ada.
    kalau penjual tutut yng lewat depan rumah pakai sepeda masih ada ?

  7. #7
    gravatar

    waduh, pais tutut pais keong, mobil butut ngagaleong, he.. he.. jadi inget istilah itu euy.
    tapi terus terang ini favourit gw banget nih. walau dah lama nggak nyicipin sayur tutut bikinan umi di rumah.

  8. #8
    gravatar

    laja teh lengkuas…sereh teh emang sereh apa serai ya?

  9. #9
    gravatar

    jadi hayang tutut

  10. #10
    gravatar

    tutut itu simetris, dibolak balik tetep bacanya tutut

  11. #11
    gravatar

    wah seumur hidup gua rasanya baru 2x makan ginian, jadi pengen nyoba lagi.. yuk jay dimana? … kalo makan anaconda sih sering :P kekekekee….

  12. #12
    gravatar

    Waaaa, jadi kangen nih ama makanan ini …. dulu saya mencungkilnya pakai peniti.
    Waktu kecil saya sering beli di simpang dago.
    Mmm, di Jakarta ada gak yah yang jualan makanan ini?

  13. #13
    gravatar

    Pengen makan lagi….
    Mani susah neanganna.

  14. #14
    gravatar

    lebih mantep lagih pake daun singkong, jadi gulai tutut+daun singkong asli maknyussss……..

  15. #15
    gravatar

    pengen nyobaaaa!!!!…yummm…keliatannya enak

  16. #16
    gravatar

    rasanya kaya bekicot ga?aku pernah ngerasain yang bekicot..

  17. #17
    gravatar

    ternyata tutut dibahas, srupuuuttt ….nyam

    baheula ngala tutut dibalong masjid (balik ngaji) sok nempel ditembok

  18. #18
    gravatar

    #8: Iya, laja itu lengkuas, séréh itu serai.

    #11: Beberapa minggu lalu begadang sampe Minggu pagi, terus sarapan di sekitar Gasibu, nah di situ nemu tutut. Dinikmati setelah makan nasi merah plus karedok leunca dan semur jengkol.

    #16: Belum pernah makan bekicot. Sepertinya saya nggak mau makan bekicot.

  19. #19
    gravatar

    Selain bergizi, obat, enak dan murah meriah………tinggal lep.

  20. #20
    gravatar

    Wah belum pernah tuh makan tutut. Kalau waktu kecil dulu,pernahnya makan keong gondheng tapi itu beda dengan tutut. Tututnya kan lancip cangkangnya. Kalau keong gondheng agak bulet. Seperti hama keong mas tetapi keong gondheng warnanya hitam. Isunya sih keong gondheng dan keong mas itu satu species.

  21. #21
    gravatar

    Geus lila pisan teu dahar tutut euy… meni inget keneh si Jay. Keula, ‘disedot seketika’ teh euweuh basa Endonesana kitu? bagaimana dengan ‘diseruput’?

  22. #22
    gravatar

    It’s jomblo food… mengikatkan akan … susuruputan.

  23. #23
    gravatar

    #21: Diseruput mah disedot sedikit demi sedikit dengan udara supaya tidak terlalu panas masuk mulut. Ceuk urang Sunda mah dikecrot, sanes disedot. Kade we tarik teuing engke jadi kaseglong.

  24. #24
    gravatar

    waktu kecil sering banget makan tutut ini, tp dah lama ga bersua ma sang tutut ini, kalo skr ketemu lagi n liat tutut kaya gitu….irgh…genyal kali ya makannya, n gimanaaa gitu.

  25. #25
    gravatar

    #10.tutut itu polindrome. dibolak balik bacanya sama.

  26. #26
    gravatar

    makan tutut sampe monyong ….. huahahahahahahahahah pokona mah mun teu manggih tutut sa bulan asa aneh siga teu ngaroko monyong wae teu puguh laku. Cag Ahhhh

  27. #27
    gravatar

    *sigh*
    jadi inget kuliah avertebrata yang aneh itu, susyeeeh bgt (cuman dapet C)

  28. #28
    gravatar

    Makan tutut, cape nyedotnya.
    Sot sot sot ..

  29. #29
    gravatar

    Jadi kangen tukang tutut yg sering lewat kalo sore di deket kantor, “Tutut asakkk tututt..”. Banyak piliheun, ada yg kecil, gede dan pedes slrrp.

  30. #30
    gravatar

    waduh jadi hayang ngecrot tutut… euuhh lawas tilawas.
    BTW kang Jay termasuk kana paripaos : lungguh tutut teu? sawah sakotak kaiber kabeh :D

  31. #31
    gravatar

    kalo di jawa (tengah) padanannya mungkin keong

  32. #32
    gravatar

    Sama keong macan (keong kakek) asem manis di Sari Kuring enak mana ya? Kalo aku ke Bandung kamu traktir ya… :)

  33. #33
    gravatar

    #32: Heuheu, rumah makan Sari Kuring itu yang di mana, ya?

    Sempat nemu di rumah makan Bumbu Desa, tapi disajikan lebih kering, hampir nggak ada kuahnya, malah susah disedot.

  34. #34
    gravatar

    Wah, jadi ngiler di pagi buta.

    Ngomong-ngomong, terima kasih ya Kang, udah ngenalin makanan ini.
    Rasa rempahnya masih terbayang.

  35. #35
    gravatar

    Kayak naik kereta…tut…tut…tut..

  36. #36
    gravatar

    lapor! di tempat saya namanya Besusul :D

  37. #37
    gravatar

    Jrit, postingan loe ini bikin gw ngerasa geli dan penasaran untuk mencoba :)
    Gw blom pernah makan tutut ini, tapi gw akan coba icip kalo ada, karena dari semua komen tidak ada yang ketik tidak enak…

    Tapi dari kandungan gizi dan protein, sepertinya tutut ini sangat cocok untuk menjadi cemilan atau lauk yang sehat dan murah. Hmm harus gw cobain nih tutut..

    Entar kalo ke bandung dan pagi2 pasti gw cobain

  38. #38
    gravatar

    wah…pokonamah siplah, air keong mas sami sareng tutut sawah khan kang jey ? tiasa di tuang ?

  39. #39
    gravatar

    waduh..aseli bikin ngacay! terakhir makan kapan ya?

  40. #40
    gravatar

    Makasih bgt atas informasinya yha.. ^^
    berguna bgt, solanya aku lg nyoba beternak keong sawah ini, khan masih jarang tuh org yg ternak keong sawah. Syapa tau bisa buka restoran keong, hehe.. ^^ Makasihhh.. ^^

  41. #41
    gravatar

    kalo temen-temen suka tutut sih kudu ke Blackpepper.. tapi di bandung daerah dago jalan maulana yusuf pengolahannya kata gua sih berbeda.. kalo di blackpepper warna masakannnya kecoklatan ke arah hitam dan spicy berat! beda ama yang biasa gua makan berwarna kuning.. jadi ga suka lagi deh tutut di masak kuning..

  42. #42
    gravatar

    vata.. aku dah coba .. enak banget tututnya , tapi pedesnya bo… ampe jontor deh bibir sexy g..

  43. #43
    gravatar

    Trnyt loba oge fans-na.. pokona mah dkluwarga besarku dgarut..Tutut adalah menu yg dtungguw dhari lbaran idul fitri. Mun barudakna parebut tutut na baskom,kolot2na ngilu mantuan! teu paduli jeung uwa, emang atow bibi nu pnting meunang tutut sa-keresek!huahahaha Alhamdulillah, ne2ng gs nkh.. jd lbaran dgarut nu ayeuna bkl aya bala bantuan tambahan! nyeta sang salaki Hahaha

  44. #44
    gravatar

    gelooo eta tutut blackpepper!!! brutal!!! ngeunah pisan euy ngeunahh.. bibir jontor gua makin jontor nehhh… recomended places

  45. #45
    gravatar

    makyosss guys!! aku dah coba tutut di blackpepper!beda dari yang biasa aku makan!amat-amat berasa ! ga heran banyak banget orang jakarta banyak ke blackpepper!! aku saja tau dari saudaraku orang jakarta..

  46. #46
    gravatar

    jadi penasaran ama tutut blackpepper ! kesana ahhhhhh di maulana yusuf khan??

  47. #47
    gravatar

    nyaa…..am …. nyaammm hmmmmmm yummy sroodot plooss nyaam glek uenakk benerrr tapi sekarang susahhh nyarinya sawah jadi jalan tollll di pasar juga nolll jadinya lerr deh

  48. #48
    gravatar

    nyam -nyam nyam wah kayak nya enak tooo…. boleh nich nyicip en dikirim di bengkulu

  49. #49
    gravatar

    kuringmah mun hayang tutut tinggal nitah si kuntul pangalakeun berewe jang rokok ari anu ngokolakuna ceu enong mani peed bumbuna nyerep semu lada ,….. kecrok , kecrok , blem sueger

  50. #50
    gravatar

    keong mas tuh halal ato haram?
    gw lagi mo bwt kecap dari keong mas….

  51. #51
    gravatar

    satuju lah…ma’nyosss…
    hanjakal di lembur uing mah geus punah jigana nyi tutut teh… kulantaran sawahna ge beak jaradi motor…. tinggal sawah uing nyunggelik… tara aya tututan deuih… hik..hik, btw ari keong mas penjahat sawah tea aya nu geus nyobaan ngakan? kiwari di sawah uing sok aya.. mun ngeunah rek diangeun!

  52. #52
    gravatar

    kang…
    ada metode ngak buat men-ternak-kannya? misalnya di kolam..
    saya tertarik juga ternak keong ini,, masalahnya tidak ada sawah disekitar rumah.. hehehe….
    makasih sebelumnya

  53. #53
    gravatar

    di tempat aq namanya nenek sangat cocok untuk pakan udang windu, tapi sayang sekarang kayaknya suda mulai puna ( sulit di temukan ). apa ada hubungannya dengan pencemaran air

  54. #54
    gravatar

    wahhhhhhhhhhhhh
    woro-woro nihhhhhh
    aqu jadi ingat waktu dikampung halam nihhhh
    enak juga nih kayaknya

  55. #55
    gravatar

    Saya pingin membudidayakan tutut ini di pedesaan buat nambah2 penghasilan orang desa terutama anak2 mudanya daripada mereka pada urban ke kota2 (kemudian mudik bersalin rupa diaranting dan bergaya orang kota). Ada yang tahu cara budidayanya ga? Tolong deh bagi2 ilmunya.

  56. #56
    gravatar

    Aha hari kamis saya nemu tuh Kang, di Festival Makanan/ minuman di IBCC Bandung.
    Sakantenan Kang, dihaturan ping 29 juni, minggu ya Kang, di pelataran BIP. Urang bebersih deui..

  57. #57
    gravatar

    suka banget sama tutut. tapi lumayan riobet jg makannya

  58. #58
    gravatar

    wiihhh mas tututnya enak tuh, aku pinjem gambarnya yah….trims

  59. #59
    gravatar

    bagi bagi dong yang sudah tahu cara menenrnakkan keong sawah or temannya keong gondang……buat kesibukan n nambah2 kepeng di kampung

  60. #60
    gravatar

    nyang mau TUTUT sekarang ada setiap pagi di depan GRIYA PASTEUR bandung…setiap jam 9 an lah 1 porsi cuman 3500 perak murah meriah sehat banyak gizi nya lagi……hhmmm… nyam..nyam….

  61. #61
    gravatar

    ada yang enak lho tuuutut di bandung!beda euy sama yg laen..Di food court plaza IBCC (ahmad yani).Nah, dia buka cabang juga di Soes Merdeka, Merdeka Pujasera..sampai masuk Koran PR…tut..tut..tut..siapa hendak turutt..turututut

  62. #62
    gravatar

    Nyari2 bahasa Indonesianya tutut, ternyata ada di mari. Thx mas Yulian…

  63. #63
    gravatar

    jd inget wkt kecil…..msak ma tmen2 pke’ kleng susu n batu bata sebag. komporx….hmmm…. si tu2t emg top

  64. #64
    gravatar

    aku juga suka banget
    pengen dapatin tp agak susah ya…

  65. #65
    gravatar

    setelah sekian lama gak makan tutut .. akhirnya kemarin ke Bandung langsung lesehan di lapangan gasibu pas minggu pagi … yummiieeeeeee … yummiiieeee …. yummiieeeee..

  66. #66
    gravatar

    keong sawah ithu enak tenan……………………

  67. #67
    gravatar

    Seperti namaku eei…enak kali ya..cuman bayangin aja,,

  68. #68
    gravatar

    saya pgn bgt budidayakan tutut ne kaya nya seru juga sekaligus menghasilkan uang heheh?tp saya bingung ne gmana caranya supaya tau???

  69. #69
    gravatar

    saking penasarannya sama tutut alias keong,saya beli se keresek tp trnyata smpe rumah bingung masaknya.alhasil rasanyaaaa……….. jaaauuuuhhh dr apa yg mereka sudah ketik di komentar.rupanya saya salah mengolahnya.huuffft rasa penasaranku blm terbayar!

  70. #70
    gravatar

    awalnya jijik bgt ngeliat makanan ini!! sampe dipaksa dan diliatin orang waktu makan di punclut,bdg! tp ternyata stlh balik ke jkt sbulan kemudian PENGENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN BGT MAKAN TUTUTTTTT !!! alhasil lgs besoknya pas weekend otw ke punclut (favorite place) !!
    sekarang TERGILA2 !!! nyari di jkt ga adaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa2!! PLEASE SHARE DONG TEMPAT MAKAN TUTUT DI JKT !!! :-(

  71. #71
    gravatar

    ada yangg tahu cara budidayanya ga,saya tertarik banget dengan hewan yg namanya tutut ini,soalnya pernah nyoba di rumah teman di Bandung dan ketagihan banget…please

  72. #72
    gravatar

    kalo kebetulan lewat SUKABUMI, jgn lupa mampir ke PUJASERA ‘KABITA’ Cibodas Panggeleseran dkt pabrik GSI yg arah ke PELABUHAN RATU, disini ada Menu TUTUT bumbu ORIGINAL n bumbu yg lain nya…pokona mah PEDO ELOM…RAOS PISAN

  73. #73
    gravatar

    Tut2 murah meriah, di lapang tegalega murah, 2rebu 1 bungkus…

  74. #74
    gravatar

    SIAPA YG MAU INVES JUALAN TUTUT…HUBUNGI NO INI..02292627581….KITA BUAT SESUATU DARI TUTUT YG BERBEDA,BEDA MENGOLAH BEDA MEMASAK BEDA RESEP DAN BED PENAMPILAN

  75. #75
    gravatar

    aku lagi nyari tutut sawah mentah yang segar. aku orang bogor. kira kira ada yang jual engga ya di bgor?? aku pengen bali langsung ke peternaknya. kira kira dimana ya..???

  76. #76
    gravatar

    Yg mou psen tutut mentah hub:081320353741

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.