Metadata
Selasa, 6 Februari 2007M
17 Muharram 1428H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Informasi yang disimpan, baik dalam bentuk media cetak ataupun format digital adalah data. Dalam dunia digital, data bisa mengalir melalui media tertentu, misal dari cakram DVD ke layar monitor atau TV, dari komputer ke komputer dalam jaringan lokal, atau di dunia internet dari host ke host antar negara. Manusia mengenali isi data dengan membaca atau mencermati isi datanya secara langsung, tak peduli kontainernya seperti apa, misalnya kita membaca koran, melihat poster dan reklame, iklan TV dan sebagainya. Dalam dunia sistem informasi di era digital ini sumber daya komputer memerlukan upaya yang lebih jika setiap interaksi komputer harus membaca dan menganalisis isi data tersebut. Sebagai kemudahan –tidak hanya dalam dunia digital– manusia mengenal konsep metadata, dari prefix meta yang secara umum mempunyai arti sebagai abstraksi data.
Metadata is data about data.
Saat kita mencari-cari buku cetak di perpustakaan, kita mencari-carinya dalam katalog. Sebuah deretan kertas kecil yang berisi judul buku, pengarang, penerbit dan informasi kecil lainnya yang cukup berarti yang disusun struktural. Pengelola perpustakaan menyediakan metadata dalam bentuk katalog untuk kemudahan pencarian. Lebih mudah mencari buku melalui katalog satu lemari dibandingkan harus mencarinya dengan berjalan dari rak ke rak buku di sebuah perpustakaan yang luas.
Metadata is information about data.
Informasi kecil yang cukup representatif dalam katalog memberikan kemudahan pencarian. Dunia komputer mempermudah hal tersebut, misalnya kita mencari sebuah nama berkas dokumen teks dalam sebuah harddisk berukuran 120GB, yang kita tahu hanya nama berkas. Pencarian tersebut dilakukan oleh komputer, kita hanya tinggal menunggu berkas tersebut sebenarnya ada di direktori mana.
Komputer dikendalikan oleh sistem operasi. Sistem operasi yang canggih semakin memudahkan manusia. Pencarian oleh komputer dipersingkat dengan komputer telah terlebih dahulu mengindeks semua data yang ada di komputer. Tidak hanya nama berkas yang harus anda ketahui dalam mencarinya, namun properti lain yang terkait dengan data bisa kita pakai sebagai kata kunci pencarian.
Tidak hanya metadata yang diindeks oleh komputer, isi data terutama teks juga diproses menjadi metadata dalam membangun indeks. Semakin memudahkan manusia melakukan pencarian. Dalam skala komputer personal memang belum semua sistem operasi mengindeks semua data yang ada dalam komputer. Dalam skala yang lebih besar, mesin pencari seperti Google melakukan pengindeksan milyaran halaman web agar pengakses internet lebih mudah melakukan pencarian.
Seluruh halaman web yang diindeks oleh Google tentu tidak struktural. Namun ketidakstrukturalan tersebut masih diupayakan lebih terstruktur, misalnya Google menerapkan indeks melalui parameter metatag halaman web, teks heading, teks empasis, selain dari nama URL. Peluang peringkat hasil pencarian juga ditentukan oleh skor PageRank yang diimplementasikan oleh Google. Jadi hasil pencarian sesuatu yang kita lakukan di Google adalah sebenarnya hasil pencarian dari indeks yang dibuat Google dan Google mengindeks dari seluruh data yang dikumpulkan oleh robot-robot pencarinya.
Metadata is information about information.
Secara bertingkat proses di atas adalah menyusun data dari data, data disusun lagi menjadi data, terus berulang, ripitum ad infinitum, hingga kita sendiri bisa terkecoh mana data dan mana metadata, sebab metadata adalah data juga. Akhirnya arti metadata menjadi lebih global, menjadi informasi tentang informasi, mengikuti evolusi dunia informasi, segalanya adalah informasi.
Dalam praktik keseharian metadata ini sering dilupakan pengguna untuk kasus “metadata yang harus ditulis oleh manusia”. Saat kita membuat berkas kita harus menuliskan nama berkas tersebut ke dalam media penyimpanan data. Tanggal penyimpanan dan format otomatis dituliskan oleh komputer. Di dunia Windows, saat Microsoft beralih dari format nama berkas 8.3 (8 karakter nama berkas, 3 karakter ekstension) menjadi 256 karakter ada kecenderungan orang menuliskan metadata dalam nama berkas, misalnya membuat dokumen kuliah dengan nama berkas “Tugas AR-6868 Kasus Studi Numerik Semester Tujuh tahun 2068 siap diprint yang dosennya Profesor Anu yang sangat menyebalkan deh.doc”
Format digital lain kini semakin seksama dalam hal metadata, misalnya anda membeli lagu dari iTunes, tak hanya lagu yang anda dapatkan tapi juga termasuk metadatanya yang cukup komplet, nama penyanyi, album, tahun, nomor trek, genre, gambar sampul CD dan lainnya menyertai lagu tersebut sehingga aplikasi maupun sistem operasi tak hanya menampilkan nama berkasnya saja, dan implementasi metada ini menjadi kemudahan kita dalam melakukan pencarian atau penyortiran berkas. Selain metadata struktural seperti di atas kita pun mengenal metadata yang tidak struktural, yaitu label atau tag dalam konsep folksonomi.
Begitu pula dengan hasil kamera digital dalam bentuk EXIF, gambar format JPG yang kita transfer ke komputer selain berisi gambarnya itu sendiri juga disertai dengan metadata setting kamera, besaran bukaan, kecepatan shutter, ISO, white balance dan banyak lainnya yang suatu saat pasti berguna dalam dunia komputasi. Contoh sederhana dalam implementasinya adalah di Flickr, kita bisa mencari foto khusus yang dihasilkan kamera tertentu, fitur ini bisa terjadi karena setiap foto yang dikirim ke Flickr disertai dengan metadata EXIF yang dihasilkan oleh kamera.
Fundamentally, then, metadata is “the data that describe the structure and workings of an organization’s use of information, and which describe the systems it uses to manage that information”.
Popularity: 5% [?]
Selasa, 6 Februari 2007 @ 12:58
pertama
Selasa, 6 Februari 2007 @ 13:21
Tahu kata ‘metadata’ waktu gak sengaja lihat Oy Uyo di TV. Dan ngga ngerti. Dijelasin dengan susah payah oleh suwami, masih kurang mudeng juga. Akhirnya sekarang ngerti. Thanks, Jay
Selasa, 6 Februari 2007 @ 13:29
#3: Jadi secara konseptual metadata bukanlah keakurasian atau keotentikan sebuah data. Contohnya sebuah berkas MP3 bertuliskan Wet-wet-wet.mp3, saat diputar kita bisa terkecoh ternyata bukan lagunya grup band Wet Wet Wet, tapi sebuah lagu yang liriknya Basah Basah Basah…
Selasa, 6 Februari 2007 @ 13:33
hehehe…
Tulisannya keren!
aku tau kata-kata metadata pertama kali ya dari tag meta…
setelah itu, baru tau kalo ternyata image juga punya metada…
Selasa, 6 Februari 2007 @ 14:04
jadi berdasarkan metadata yg tidak dapat dipalsukan, foto ini adalah asli!
Selasa, 6 Februari 2007 @ 14:20
Baru komen yang benar
tapi tetap aja pemalsuan metadata bisa terjadi.
Selasa, 6 Februari 2007 @ 14:24
kalo software buat ngeliat metadata video, gambar dll apa yah mas jay ?
Selasa, 6 Februari 2007 @ 14:25
Metadata itu informasi suatu foto porno atau tidak.
Makin asli metadatanya, makin porno nilai fotonya.
Tapi harus diberikan catatan tambahan, metadata tidak bisa membedakan antara wanita asli dengan waria
Selasa, 6 Februari 2007 @ 14:26
tanpa rekayasa tulisan ini emang keren
Selasa, 6 Februari 2007 @ 15:03
Berarti sangat mungkin akan ada metadata-nya metadata hehe
Selasa, 6 Februari 2007 @ 17:11
——————
Begitu pula dengan hasil kamera digital dalam bentuk EXIF, gambar format JPG yang kita transfer ke komputer selain berisi gambarnya itu sendiri juga disertai dengan metadata setting kamera, besaran bukaan, kecepatan shutter, ISO, white balance dan banyak lainnya yang suatu saat pasti berguna dalam dunia komputasi.
——————-
barusan saya liat2 sepintas source code libexif, banyak pisan.
contohnya bisa diliat di: libexif-0.6.13/libexif/canon/canon/mnote-canon-tag.c
Selasa, 6 Februari 2007 @ 20:33
“Tugas AR-6868 Kasus Studi Numerik Semester Tujuh tahun 2068 siap diprint yang dosennya Profesor Anu yang sangat menyebalkan deh.doc”
Bruaakakakkaa…..
itu lebih cocok jadi topik curhat deh , daripada jadi nama file 
Magic Number pada file2 di OS UNIX dan turunannya juga termasuk metadata kan ?
Kalo di MAC OS kagak tau dah. G
Selasa, 6 Februari 2007 @ 20:51
#12: Mac OS X itu unix-like, hibrida BSD, Darwin dengan NEXTSTEP.
Mac OS X is a Unix-like operating system built on technology that had been developed at NeXT through the second half of the 1980s and up until Apple purchased the company in early 1997. [Wikipedia]
Selasa, 6 Februari 2007 @ 20:52
kalo di database metadatanya itu schema itu ya…
tapi schema punya metadata juga, nggak?
*sokteu mode*
Rabu, 7 Februari 2007 @ 0:06
metadata bisa di ubah pake ACDSee?
Rabu, 7 Februari 2007 @ 1:44
Gw dulu pertama mengenal lebih dalam tentang metadata pas ada pertemuan para pustakawan + it-wan *halah* di feui yang ngebahas tentang masalah penggabungan digital library beberapa universitas, dan hasilnya puyeng abizz
Rabu, 7 Februari 2007 @ 10:06
meta itu apa.?
data itu apa.?
kalau dibalek jd “datameta” sama nggak jay.?
Rabu, 7 Februari 2007 @ 14:37
‘metaphysics’ is physics about physics..
mm.. klop gk, ya?
Rabu, 7 Februari 2007 @ 16:07
#13 iye, kalo itu aye tau kang. cuman MAC OS ini pake sistem ekstensi apa pake magic number sieh buat pengenalan tipe file nya ? Maklum kagak pernah nyoba MAC OS,
.
Rabu, 7 Februari 2007 @ 16:53
#19: Itu urusan filesystem HFS: http://en.wikipedia.org/wiki/Hierarchical_File_System#Design
Kamis, 8 Februari 2007 @ 12:47
btw, adakah sopwer yg bisa memanipulasi metadata ?, jika ada tentunya akan makin sulit untuk menentukan suatu gambar aseli atau bukan
Kamis, 8 Februari 2007 @ 13:12
#21: Metadata bukanlah keakurasian atau keotentikan sebuah data.
Jumat, 9 Februari 2007 @ 4:52
#22: Kang Jay, rasanya metadata bisa jadi faktor keotentikan data.
Misalnya, dengan menggunakan teknik steganografi tertentu seperti digital-watermark, coded-anti-piracy, signature dsb, metadata bisa diembed ke dalam data digital (image, audio, video), ditambahkan kunci tertentu sehingga hanya pemiliknya yang bisa membuka metadata tersebut. Dengan demikian, orang lain yang menyalin berkas tersebut bisa tidak menyadari apakah di dalamnya terdapat metadata atau tidak.
Andai dilakukan perubahan terhadap data, metadata yang diembed dgn teknik khusus ini bisa hancur sehingga menghilangkan sifat otentik data tsb.
Jumat, 9 Februari 2007 @ 8:26
#23: Pemikiran saya begini, data dan parameter keotentikan umumnya tidak resiprok. Jadi saya sebut metadata bukan parameter keotentikan data bukan berarti data tidak bisa dibuat otentik dengan menyisipkan metadata dengan teknik khusus.
Yang saya ulas adalah data-data yang bersifat publik, buku dengan katalognya, halaman web dengan metatag-nya, foto dengan EXIF-nya, MP3 dengan id3tag-nya. Bukan misalnya sebuah email yang dienkrip dengan pasangan kunci privat dan publik PGP/GPG.
Jumat, 9 Februari 2007 @ 10:52
Secara RS? Metadata juga khan yang membuatnya jadi *seperti SELEB
Senin, 12 Februari 2007 @ 9:03
Salam Kenal Om Jay.
Engga sengaja nemu blog ini, (waktu aku search SDRAM untuk upgrade notebook tua-ku), e..kok ada tulisan tentang metadata. Saya tahu istilah “metadata” waktu nonton wawancara Mas Roy Suryo di suatu tayangan gosip, yang katanya bisa untuk menguji ke-otentikan suatu file photo (asli photo atau hasil rekayasa). Nah setelah baca reportase-nya mas jay, saya jadi agak “ngeh”, tetapi tetap aza masih tulalit.
Jadi sebenernya metadata itu bisa direkayasa atau enggak sih ?
Selasa, 13 Februari 2007 @ 15:34
Ok..mm..metadata itu memang data tentang data tentang data. Tapi secara lebih spesifik, metadata adalah suatu bentuk wakil dokumen (apapun media/bentuknya)..Naah!Semoga menambah wa2san Anda!!!
Nb: dapet di p’kuliahan lho..
Senin, 26 Februari 2007 @ 15:45
klo dengar “metadata”, teringat You-Know-Who™

Kamis, 15 Maret 2007 @ 11:09
“METADATA”
sebuah kata yang cukup singkat namun cukup rumit untuk dipahami.eMmm kalo data mengenai isi, kualitas, kondisi dan karakteristik lainnya dari data itu apa bisa disebut Metadata?
truz kalo Metadata ‘Exif’ tu apa ya?bentuknya gimana?software atau apa gitu?Bantuin ya bang…
Kamis, 15 Maret 2007 @ 11:30
#29: Metadata itu umumnya satu kesatuan dengan data sebenarnya. Kalo terpisah ya masing-masing adalah data (dianggap berbeda).
http://en.wikipedia.org/wiki/EXIF
Selasa, 10 April 2007 @ 9:36
Bang Jay, kalo searching metadata by Exif tu maksudnya gimana?
Misal suatu studio foto upload foto2 pelanggan trus ada pelanggan yg fotonya prnh di upload, dan beberapa minggu kemudian pelanggan tsb pgn fotonya di cetak.kalo upload lg kan ga keren makanya searching ada tp pke metadata.tu gimana solusinya??
Pliz bantuin ya bang,buat tugas akhir niy…. tHanks b4
Rabu, 18 April 2007 @ 16:13
sak jane meta data ku apa ta… ???
aq ra mudeng blas…
Jumat, 20 April 2007 @ 7:56
ada ngga yang tau download software buat mengetahui soal metadata, saya binun soal yang metadata video.
maren pas ada user yang nyuruh2 saya buat tanya soal itu saya hanya bisa melongo di depan kompie karena ngga nemu satupun soal program buat itu.
kalo mp3 ada pan teman saya yang bisa tahu apakah mp3 tersebut hasil buatan sendiri atau downloadan dari internet..
kalo yang seperti itu termasuk metadata ngga mas Jay?
pan saya nyari di tempatnya mas google dan sitena gnu ama forum2 hasilna malah makin mumet.
kira2 ada ngga mas software download buat mengetahui “metadata” dari suatu file?
makasih sebelumnya.
GBU!!!
Jumat, 20 April 2007 @ 9:41
#31:
Seperti anda mencari buku di perpustakaan, anda mencari dulu di katalog, baru pergi menuju rak bukunya. Jika tidak ada katalog berarti anda harus menyusuri semua rak buku.
#33: Lihat format filenya, tidak semua format file mempunyai metadata khusus (selain metadata timestamp, permission atau ownership)
Senin, 21 Mei 2007 @ 10:45
denger istilah ntu dari tugas SIG :
BIKIN PAPER ttg METADATA
yang mau bantu ???
ayo…ayo..
monggo…
Minggu, 24 Juni 2007 @ 3:02
masih binun bang jay hehehehe…
tapi tetep ni usaha nyari.. soal na pan ada yang mau liat apa itu data sudah edit atao belum…tapi kalo dah ketauan owenership na berarti tetep bisa di ketahui itu data asli apa ngga ya?
thanks infona
GBU!!
Selasa, 8 Januari 2008 @ 14:51
DARI HASIL SEMINAR SEHARI RABU TANGGAL 12 DESEMBER 2007 DILANTAI II GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT ITB Jl. GANESA 10 BANDUNG
DENGAN TEMA SEMINAR
“PENGEMBANGAN JARINGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI PERGURUAN TINGGI”
DAN YANG GUE DAPAT UNTUK MENAMBAHKAN DALAM KOMENTAR DAN TULISAN INI SEPUTAR METADATA DENGAN HASIL SEMINAR TERSEBUT YAITU :
Pertama :
Yang saya ajukan dalam Softwere fitur-fitur GDL v. 4.2 yang mana Folksonomy merupakan model baru dari Taksonomy Kata kuncinya yang dimasukan dalam Metadata dan sebagai setandar yang harus diterapkan :
1.Standar Struktur Metadata
2.Standar Protocol pertukarn Metadata
Kamis, 13 November 2008 @ 6:42
mau cari mbak meta ada nggak yaa