Sound Server
Selasa, 27 Februari 2007 / ditulis dalam Tak Berkategori / 12 komentar »Sound Server bukanlah hal baru di lingkungan Unix/Linux, seperti halnya tampilan antarmuka X-window, X-server dan X-client. Dalam satu komputer sound server menjembatani aplikasi yang mengirim suara ke kartu suara, sebab standar keamanan dalam dunia Unix/Linux; user biasa tidak punya hak mengakses hardware secara langsung, harus setara root. Dalam jaringan, sound server menjembatani komputer yang tidak mempunyai kartu suara agar bisa mengirimkan suara ke komputer lain yang mempunyai kartu suara. Apple memudahkan konsep ini dalam asesoris perangkatnya berupa access point Airport Express, sering disebut AirTunes, atau dalam bentuk AppleTV. Komputer jinjing yang tata suaranya pas-pasan –bahkan dianggap kurang– bisa mengirimkan suara dari lagu yang diputar di iTunes melalui WiFi ke Airport Express yang tersambung ke tata suara yang lebih baik, apalagi jika digunakan AppleTV yang terpasang dalam tata suara home theater, tak hanya suara, tapi juga video dan koleksi foto. Baca selengkapnya »
Popularity: 4% [?]