Khitan
Jumat, 29 Desember 2006M
08 Dzulhijjah 1427H
- Tracking System
- International phone card
Sunatan massal atau khitanan bersama terjadi tiap hari di klinik khitan atau sirkumsisi, terutama Klinik Khitanan Paramedika, jalan Soekarno-Hatta 111, Bandung. Menjadi kebanggaan tersendiri dulu di tahun 1980-an bocah-bocah ditanya, ”Di mana disunat?” akan dijawab, ”Di By-pass, dong!”
Dini hari tadi, pukul tiga kurang saya mengantar keponakan dari Subang untuk dikhitan di klinik tersebut. Awalnya saya bertanya kenapa harus dini hari, teryata alasan logisnya adalah sebelum pukul 6 pagi biayanya lebih murah, siang bisa tiga kali lipat.
Sampai di tempat ternyata pendaftar sudah mendekati 100 anak, bukan hanya dari Bandung saja. Sempat terdengar panggilan petugas menyebut Bogor, Cianjur, Garut dan Karawang. Ternyata memang masih beken layanan klinik ini setelah 20 tahun lebih saya tak mendengarnya.
Setelah mendaftar dan langsung membayar di kasir sebesar Rp260.000, kemudian diarahkan langsung ke lantai dua menunggu antrian. Lantai dua ini didominasi ruang tunggu yang luas, dilengkapi beberapa mainan anak. Belum 5 menit antrian dipanggil masuk, sekaligus hingga 10 anak. Orang tua atau pengantar tidak diperkenankan masuk. Wajah gembira terlihat kala mereka berbondong-bondong masuk tanpa disuruh oleh orang tuanya. Mungkin melihat anak-anak lain berani berjalan sendiri, rasa malu berubah menjadi keberanian.
Para pengantar harus menunggu di lantai satu. Jadi proses khitan hanya disaksikan si anak saja sendiri. Antrian yang menunggu tidak akan mendengar jerit atau tangisan dari ruang operasi. Setengah jam kemudian selesai. Keponakan saya dengan bangga keluar ruangan dan tak ingin digendong.
Selain obat tetes untuk luka khitan, setiap anak khitan dibekali obat analgesik dan antibiotik. Namun saya menyarankan kepada kakak saya agar antibiotik tersebut tidak dikonsumsi, termasuk analgesiknya.
Sudahkah anda dikhitan?
Jumat, 29 Desember 2006 @ 10:08
Using
Engga minum analgesik, biar bisa menghayati rasa sakitnya ya?
Jumat, 29 Desember 2006 @ 12:57
Using
Wah dari dulu masih rame ajah yah klinik sunat bypass, sekarang pake sistem ambil/antri nomor gitu yah katanya? Baca postingan ini knp saya jadi rada “ngilu” yah? hihihi
Jumat, 29 Desember 2006 @ 13:44
Using
Naha jangan dimimum obat2nya? (pengen tahu bos, budak geus umuran sunat yeuh). Ngomong2 ‘kebanggaan tersendiri’, naha urang mah baheula sunat teh di buah batu euy? kurang trendi atuh leutikna teh…
Jumat, 29 Desember 2006 @ 14:00
Using
jay sunatan lagi ?
Jumat, 29 Desember 2006 @ 14:06
Using
#2: Kalo sebelum jam 6 pagi sih ada nomor tapi gak ngaruh, ya antri aja langsung, gak terlalu berebutan.
#3: Pertama, dosis antiobiotik itu harus dihabiskan, sedangkan yang namanya anak-anak susah diawasi, ya kecuali dipaksa-paksa. Kedua, keponakan saya yang ini termasuk tipe anak-anak yang hiperaktif yang gak gampang sakit, imun tubuhnya terbentuk karena lingkungan yang tidak serba steril (tukang ngasruk ka sawah, main tanah dsb). Kesimpulan, biarkan imun tubuhnya yang menyembuhkan luka khitan, toh luka tersebut karena peralatan serba steril.
Saya sendiri dulu tidak disunat di situ juga kok, malah sama dukun sunat kampung yang sedikit modern, pake anestesis, potong pake gunting (bukan alat khusus seperti sekarang yang variatif) dan dijahit. Empat hari tanpa analgesik dan antiobiotik sembuh.
Kabarnya, kumpulan kulup dari yang dikhitan itu dijadikan bahan untuk membuat benang jahitnya.
Yang nggak kebayang itu sunat tradisional, jam 3 pagi direndem air dingin, dipotong, pake putih telur, tidak dijahit, hanya diperban.
*tambah ngilu*
Jumat, 29 Desember 2006 @ 14:32
Using
ga ada memori disunat euy! disunatnya waktu bayi :)
Sabtu, 30 Desember 2006 @ 0:57
Using
Hehehe, jadi inget dulu .. btw, gue alumni sunatan bypass nih hihihihi
Sabtu, 30 Desember 2006 @ 9:38
Using
hahaha waktu disunat dirumah sakit, malu sama susternya mau lepas celana. soalnya sudah kelas enam esde. terus akhirnya dengan terpaksa copot juga deh. terus terus haaha setengah bereaksi, abis susternya manis saya udah merem aja tuh…ga lama terasa sentuhan halus.. waktu itu mikirnya wah tangannya halus banget, taunya itu adalah sarung tangan bedah saudara-saudara….
“wah ini kok nakal sih, disuntik dulu yaa….” hahaha
Sabtu, 30 Desember 2006 @ 17:28
Using
ouch mahal amat, balik kampung kemaren adikku di khitan *cuman* lima puluh rebu, bah. jaman aku duluw malah … ah maluw jadinya ;)
Sabtu, 30 Desember 2006 @ 21:52
Using
#enda: yang gua tao, yang disunat waktu bayi adalah perempuan.
*kabur…
Minggu, 31 Desember 2006 @ 17:51
Using
disunat sama bengkong….. ouch, gak ada anastesis hanya bermodalkan berpegangan sama mamang dan berteriak
Selasa, 2 Januari 2007 @ 9:39
Using
Adek2 gw kayaknya disunatnya disitu juga.
Selasa, 2 Januari 2007 @ 9:47
Using
kalo di jogja, di bogem namanya mas. di daerah depok juga ada.
Selasa, 2 Januari 2007 @ 21:15
Using
kenapa obatnya disarankan utk tdk diminum?
Selasa, 2 Januari 2007 @ 21:37
Using
#14: Jangan skip-skip eci eci atuh bacanya?
*tunjuk-tunjuk komentar #5*
Selasa, 2 Januari 2007 @ 22:45
Using
disini (rs lokal baltimore) ongkos sunat sekitar $2000, asuransi gak mau nanggung kalo bukan karena alasan kesehatan. ngomong2 saya juga alumni klinik sunat by-pass lho.
Rabu, 3 Januari 2007 @ 12:25
Using
salah satu metode sunat yang sekarang beken adalah metode cauter, (?). kulup dipotong menggunakan kawat yang dipanaskan (dialiri arus listrik sampe nyala!). kelebihan metode ini: diyakini steril, dan hasil potongannya rapih [emangnya siapa yang mau merhatiin hasil potongannya? :D ]. tapi pengalaman saya nungguin dua keponakan yang dikhitan dengan metode ini, jadi gak selera makan sate. soalnya bau yang timbul waktu kulup dipotong persis dengan bau sate dibakar… yaiks…
Kamis, 4 Januari 2007 @ 3:16
Using
Saya sudah di khitan om Jay.. :D
Sabtu, 6 Januari 2007 @ 16:43
Using
Enak ituh abis ” potong m***k ” berenang ke pantai
selain cepet sembuh, bisa mengahyati
kalo dulu gw sunatan dikasih duwit Rp 350.000 ama orang
mungkin kalo sunatan lagi dikasih Rp. 3.500.000
#13: kalo bogem nggak pake clurit, tapi pake bambu runcing jadi lebih bisa menghayati lagi pada saat di “tujleb”. lebih murah Rp. 150.000
Sabtu, 6 Januari 2007 @ 20:56
Using
hehe ikut khitanan masal dong, dapet Bakakak Hayam…..
Selasa, 9 Januari 2007 @ 14:48
Using
aya nu berpengalaman di suntik ku Jin ….. di sunatan ku jin mah lebih hebat, henteu getihan, henteu nyeri ngak muringkak bulu punduk weh ….. He hehehehehehe
saya mah dulu di cimindi di paraji. Aya keneh teu nya …. ?????
Jumat, 12 Januari 2007 @ 10:15
Using
Dengan penemuan gaya sunat baru,tim medis dari negara Australia dihebohkan dengan gaya sunat baru yang ditemukan oleh seorang perawat disebuah RS disana.Syaiful,MNuurs menemukan gaya sunatnya yang disebut Crocodile Penistomy yaitu dengan memotong ujungnya dengan mulut buaya…………Hiiiiiiiiii….
Sabtu, 20 Januari 2007 @ 13:45
Using
kalau wanita yang dikhitan apanya ?? trus menurut kesehatan bagaimana ? ada yang tahu detailnya tentang khitanan wanita? tolong kirim ke email ashifcom@plasa.com tengkiw.
Senin, 2 April 2007 @ 16:30
Using
tolong dong kasih petanya.. ane ada dibogor.. anak gua udah pengen disunat..nehhhh
Rabu, 4 April 2007 @ 16:28
Using
sodara ti subang?jauh2 ka bandung, di subang juga ada, soalna saya juga disunat di subang nu dijalan otista
Senin, 18 Juni 2007 @ 19:52
Using
gue mah disunat bengkong, bermodal berani nanggung derita sakit, tapi setelah sembuh dari sunat akhirnya bekas sunat jadi belang. ada yang mau bagi pengalaman sunat kegue please e-mail feri_anto9090@yahoo.co.id
Minggu, 1 Juli 2007 @ 12:03
Using
Ntar ya tak kasih tau cerita up date-nya, anak saya insya Allah mau disunat di bandung tgl 6 juli 2007. Umur 6 tahun (pas 21 Juli). Di dokter bedah rencananya… bersambung.
Selasa, 3 Juli 2007 @ 11:15
Using
gua di khitan kagak tahu pas dipotongnya, tahu-tahu udah lepas aja. tapi gua udah kapok ngak mau di khitan lagi.
Jumat, 27 Juli 2007 @ 15:51
Using
gue sdh sunat tapi ada glawir2annya dan lumayan kaya jengger ayam jago tapi memble kebawah dan ini sih hasil dari sunat di by pass, perlu sunat lagi ga sih?
Minggu, 9 Desember 2007 @ 18:04
Using
aku punya kakak co, sekarang da 18 taon, tapi belon dikhitan,,,
bisa minta tolong ga, dimana caranya ngerayu dia,,,
dia selalu menolak klo mamah nyaranin bwt dikhitan,,,
aku lagi nyari alasan ne…
mohon bantuannya, tolong dikirim ke email kakak saya : stufflones@yahoo.com
Minggu, 16 Desember 2007 @ 9:15
Using
Dear All,
tolong kalau ada yang tahu No telp PAramedika yang baru di share . Trims
Dentea
Minggu, 5 April 2009 @ 22:01
Using
Anak saya mau dikhitan dengan bogem liburan tahun ini, tapi saya tidak tahu lokasi khitan bogem. Dimana ya alamatnya yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal saya yaitu di depok, jawa barat?. Klo ada yang tahu mungkin bisa memberi informasi kepada saya.Tks sebelumnya ya.
Selasa, 9 Juni 2009 @ 2:33
Using
saya sunat ketika dewasa . oleh dr cewe dan hasil nya mantap . berbagi cerita yuk di ym ku joeymanoke@yahoo.com
Kamis, 17 Juni 2010 @ 16:05
Using
@ Nisa : Setau saya, sunat untuk cewe hanya dicongkel bagian klitorisnya saja. Dan secara medis sekarang justru tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan adanya kerusakan syaraf di bagian itu. Klo masih ada bidan yang mau nyunat biasanya bidan itu ngeboongin doang. Alat kelamin bayi perempuan hanya diberi betadine padahal ngga diapa-apain.
Sabtu, 26 Juni 2010 @ 3:46
Using
aku sunat usia 16 tahun pas sma kelas 2, ini juga kemauanku sendiri. aku sunat dirumah temanku yang kebetulan petugas medis. cuma lima hari aku sudah aktivitas lagi sebagai palajar. sunat usia dewasa tak jadi soal, soalnya aku lebih enakan saat buang air jika kelaminku bersih tak berkulup. Nyaman deh disunat, lebih bersih. (agustinus)