Selebriti Blog

Sabtu, 16 Desember 2006 M
24 Dzulqaidah 1427H

Dunia informasi telah membawa banyak budaya baru. Tidak ketinggalan informasinya itu sendiri. Informasi menjadi komoditas, menjadi sesuatu bahan yang dijual, secara langsung maupun tidak. Sayangnya di negeri ini kapitalisme dianggap jelek karena warisan penjajah, dan kita bukanlah ahli waris pemikiran-pemikiran mereka. Bagi negeri-negeri supermaju informasi bukan sekadar komoditas, tapi kapital. Siapa yang mampu memberdayakannya maka merekalah yang seolah dianggap penguasa komoditas informasi.

Sepuluh tahun menjadi tapol di pulau Buru pun tak membuat Pramoedya Ananta Toer tidak tahu apa-apa tentang dunia globalisasi. “Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia” — (Bumi Manusia, 1980). Kini kita semakin kentara melihat apa yang dituliskan PAT dahulu. Tanpa sadar kita selalu mengawasi tingkah laku perubahan dunia, bahkan hingga ke orde jam atau menit. Dan kita pun tak sadar bahwa kita sedang diawasi oleh dunia.

celebrity
noun (plural celebrities)
1 (also informal celeb) [C] a famous person: TV celebrities
2 [U] the state of being famous
[Oxford Advanced Learner’s Dictionary]

Industri hiburan Amerika meningkatkan volume informasi, tidak hanya di tingkat materinya namun hingga ke kehidupan pribadi seseorang yang terkait. Istilah celebrity dan celebrities yang sering disingkat celeb saja juga ikut diserap. Tak sekadar kosakatanya saja, juga termasuk budayanya. Stasiun TV telah menjejali tontonan dengan suguhan infotainmen, sebuah penghalusan dari gosip, atau ghibah bagi muslim.

se.le.bri.ti / sélébriti
orang yang terkenal atau masyhur (biasanya tentang artis)
[Kamus Besar bahasa Indonesia, Edisi Ketiga]

Istilah selebriti kini semakin kerap digunakan, tidak hanya dalam konteks dunia hiburan, musik atau film. Bahkan di negeri ini titel selebriti seolah menjadi sebuah tujuan, dikejar dengan segala cara, meski harus dengan cara mengumbar aib diri sendiri kepada publik yang mungkin memang haus gosip. Dunia teknologi termasuk teknologi informasi pun semakin kerap menempelkan titel selebriti kepada figur publik yang terkenal. Figur publik memang tak berbeda artinya dengan selebriti, namun rasa dalam pikiran saya membedakan kedua istilah tersebut. Misalnya pakar jadi-jadian yang terkenal karena diekspos media saya sebut selebriti, bukan figur publik. Bahkan titel pakar pun saya pertanyakan, atau digugat. Namun menjulangnya media yang kekurangan nara sumber bisa saja mematahkan gugatan logis dan ilmiah dengan argumen emosional sebagai keirian atau kedengkian.

Dunia blog pun turut serta memeriahkan istilah selebriti dalam blogosfer, hingga mencuat istilah blog seleb atau seleb blog. Hal ini bermula dari tulisan seorang blogger yang mengungkapkan kurangnya komentar dari para blogger yang dianggap terkenal, sebagai keluhan setelah mereka merasa aktif berkomentar di blog seleb tersebut.

Seperti halnya internet berkembang, blogosfer berkembang dari komunitas. Konsep-konsep egalitarian, demokratis, keragaman (bukan keseragaman) dan kebebasan menjadi jiwa blog berkembang. Tak ada taksonomi, dan folksonomi digagaskan sebagai metadata informasi. Anonimitas pun tidak dipersalahkan, namun dalam masyarakat yang egaliter dan demokratis; anonimitas hanyalah simbol bagi mereka yang kecut dan cundang. On internet everybody knows that you are a dog!

Istilah blog seleb (blognya) atau seleb blog (manusianya) juga adalah sebuah tag atau label dalam konsep folksonomi. Secara bebas setiap blogger berhak mengatakan seseorang atau sebuah blog menyandang titel selebriti. Setiap orang pun bebas mendukung dan menyanggah. Penyandang titel Bapak Blog Indonesia pun pernah berkata, “Seburuk-buruknya sebuah blog adalah kontributor blogosfer Indonesia. Jangan disia-siakan!”

Jika selebriti dunia hiburan ngeblog juga, apakah mereka pantas mendapat label seleb blog?
It’s yours, folks!

Komentar

109 komentar untuk catatan 'Selebriti Blog'

  1. #1
    gravatar

    Semua orang senang gossip terutama tentang selebriti. Maka selab blog makin popular.

  2. #2
    gravatar

    ach…masak ada blog buat para selebritis, aneh seleb sekarang ya ada-ada aja maunya..maunya dipublikasikan aja masalah blog di media massa biar tambah seru.. bahkan kalau bisa buat chatting dengan para artis yang sok diekenal banyak orang tuhh…

  3. #3
    gravatar

    […] makin tambah rame aja nih pada ngebahas blog seleb, seleb blog, dan komen-berkomen…. Tertarik juga mengikuti perkembangannya yang makin hari-hari makin […]

  4. #4
    gravatar

    2 years of comments? Wajar aja makin kemari makin g nyambung komennya:). Nih, gue refresh sumber aslinya

  5. #5
    gravatar

    blog seleb merupakan kebanggan bagi pemiliknya

  6. #6
    gravatar

    ..pokoknya saya menuangkan tulisan..Mau komen ataw engga kan terserah yang baca.Saya sih tertarik sama tulisanya…mo dia seleb ataw bukan.Monggo…

  7. #7
    gravatar

    hampir sama dengan komen diatas… mau blog seleh atau seleb blog bagi saya tidak masalah. Yang penting tulisannya enak di baca dan bermanfaat

  8. #8
    gravatar

    mau donk jadi seleb blog :D

  9. #9
    gravatar

    Blog apapaun asal tulisanya enak dan menarik pastinya akan lebih berkualitas.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.


%d blogger menyukai ini: