Selebriti Blog
Sabtu, 16 Desember 2006M
24 Dzulqaidah 1427H
- Download mp3
- International phone card
- Baufinanzierung
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Dunia informasi telah membawa banyak budaya baru. Tidak ketinggalan informasinya itu sendiri. Informasi menjadi komoditas, menjadi sesuatu bahan yang dijual, secara langsung maupun tidak. Sayangnya di negeri ini kapitalisme dianggap jelek karena warisan penjajah, dan kita bukanlah ahli waris pemikiran-pemikiran mereka. Bagi negeri-negeri supermaju informasi bukan sekadar komoditas, tapi kapital. Siapa yang mampu memberdayakannya maka merekalah yang seolah dianggap penguasa komoditas informasi.
Sepuluh tahun menjadi tapol di pulau Buru pun tak membuat Pramoedya Ananta Toer tidak tahu apa-apa tentang dunia globalisasi. “Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia” — (Bumi Manusia, 1980). Kini kita semakin kentara melihat apa yang dituliskan PAT dahulu. Tanpa sadar kita selalu mengawasi tingkah laku perubahan dunia, bahkan hingga ke orde jam atau menit. Dan kita pun tak sadar bahwa kita sedang diawasi oleh dunia.
celebrity
noun (plural celebrities)
1 (also informal celeb) [C] a famous person: TV celebrities
2 [U] the state of being famous
[Oxford Advanced Learner's Dictionary]
Industri hiburan Amerika meningkatkan volume informasi, tidak hanya di tingkat materinya namun hingga ke kehidupan pribadi seseorang yang terkait. Istilah celebrity dan celebrities yang sering disingkat celeb saja juga ikut diserap. Tak sekadar kosakatanya saja, juga termasuk budayanya. Stasiun TV telah menjejali tontonan dengan suguhan infotainmen, sebuah penghalusan dari gosip, atau ghibah bagi muslim.
se.le.bri.ti / sélébriti
orang yang terkenal atau masyhur (biasanya tentang artis)
[Kamus Besar bahasa Indonesia, Edisi Ketiga]
Istilah selebriti kini semakin kerap digunakan, tidak hanya dalam konteks dunia hiburan, musik atau film. Bahkan di negeri ini titel selebriti seolah menjadi sebuah tujuan, dikejar dengan segala cara, meski harus dengan cara mengumbar aib diri sendiri kepada publik yang mungkin memang haus gosip. Dunia teknologi termasuk teknologi informasi pun semakin kerap menempelkan titel selebriti kepada figur publik yang terkenal. Figur publik memang tak berbeda artinya dengan selebriti, namun rasa dalam pikiran saya membedakan kedua istilah tersebut. Misalnya pakar jadi-jadian yang terkenal karena diekspos media saya sebut selebriti, bukan figur publik. Bahkan titel pakar pun saya pertanyakan, atau digugat. Namun menjulangnya media yang kekurangan nara sumber bisa saja mematahkan gugatan logis dan ilmiah dengan argumen emosional sebagai keirian atau kedengkian.
Dunia blog pun turut serta memeriahkan istilah selebriti dalam blogosfer, hingga mencuat istilah blog seleb atau seleb blog. Hal ini bermula dari tulisan seorang blogger yang mengungkapkan kurangnya komentar dari para blogger yang dianggap terkenal, sebagai keluhan setelah mereka merasa aktif berkomentar di blog seleb tersebut.
Seperti halnya internet berkembang, blogosfer berkembang dari komunitas. Konsep-konsep egalitarian, demokratis, keragaman (bukan keseragaman) dan kebebasan menjadi jiwa blog berkembang. Tak ada taksonomi, dan folksonomi digagaskan sebagai metadata informasi. Anonimitas pun tidak dipersalahkan, namun dalam masyarakat yang egaliter dan demokratis; anonimitas hanyalah simbol bagi mereka yang kecut dan cundang. On internet everybody knows that you are a dog!
Istilah blog seleb (blognya) atau seleb blog (manusianya) juga adalah sebuah tag atau label dalam konsep folksonomi. Secara bebas setiap blogger berhak mengatakan seseorang atau sebuah blog menyandang titel selebriti. Setiap orang pun bebas mendukung dan menyanggah. Penyandang titel Bapak Blog Indonesia pun pernah berkata, “Seburuk-buruknya sebuah blog adalah kontributor blogosfer Indonesia. Jangan disia-siakan!”
Jika selebriti dunia hiburan ngeblog juga, apakah mereka pantas mendapat label seleb blog?
It’s yours, folks!
Popularity: 26% [?]
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 1:52
PERTAMAKAH?!
*gag penting*
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 3:36
kalau selebriti dunia hiburan ikut ngeblog, jangan2 bakal ngerubah standar seleb blog. jadi yang cantik, yang cakep, atau yang ‘terbuka’. hihihihi.
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 6:57
makanya jangan sampai jadi jablay blog
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 7:22
Perlu dimasukkan ke blogpedia nihhhh
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 8:20
No komen *nyamar jadi seleb blog*
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 8:55
ih serius
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 9:54
JANGAN KOMEN DI BLOG SELEB™
Buat kalian yang blognya jarang dikomentari oleh para seleb blog, maka dengan ini kami melaksanakan satu gerakan untuk tidak memberikan komentar di blog para seleb itu. Terima kasih.
banner by : ronceh
Link terkait :
Blog Seleb
ID Gmail Blog
…
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 10:45
Bagaimanapun alasan menulis bisa macam-macam Jay. Ada yang pengen mempertahankan status seleb trus nulis (entah bermutu ato kagak yang penting masuk koran), ada yang nulis karena suka, ada yang nulis karena pengen dikomentari, dan masih banyak alasan lainnya.
Kalo gw sih, selama gw ngerasa nyaman dengan nulis, ya nulis aja. Sederhana kan ? Gitu aja kok repot™
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 11:27
[...] Kembali ke pembahasan seleb blog yang tengah memenuhi ruang blogosfer Indonesia belakangan ini telah pula lahir gerakan moral Jangan Komen Di Blog Seleb yang di usung oleh kawan-kawan dari Kampung Gajah. Kenapa, siapa? Kalau kamu hendak bertanya, lalu siapakah yang masuk seleb blog? Maka kita (pernah) bernasib sama terbentur pada pertanyaan tersebut dan mungkin uraian kang Jay bisa memberikan gambaran. Terserah kamu! Norak, WP [...]
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 11:50
Hidup Seleb Blog!
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 13:34
Duh, gw kok agak tersinggung dengan ini ya…
Udah mah ga pernah dikomentarin sama seleb blog, sekarang malah dibilang sebagai pecundang yang kecut… hu hu hu hu
*nangis sperma*
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 14:09
[...] Wiihihihihi… makin tambah rame aja nih pada ngebahas blog seleb, seleb blog, dan komen-berkomen…. Tertarik juga mengikuti perkembangannya yang makin hari-hari makin ‘aseeeek’ aja, kayaknya ini bakalan jadi topik ‘terpanas’ ketiga dalam bulan desember ini deh, setelah kasusnya YZ vs ME dan A’a Gym… (setidaknya didunia perblogeran itu sendiri) eh, eh.. jangan-jangan ntar malah masuk detik.com lagi… hahahaha…. [...]
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 15:07
Seleb adalah yulian. Apa Jay adalah seleb? j/k Hehehe.
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 16:35
On internet everybody knows that you are a dog!
iya kamuh!…
xixixi….
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 17:12
“On internet everybody knows that you are a dog!”
Ya, mungkin. Tapi jika kualitas tulisannya tinggi dan bermanfaat, nobody will care if you really are a dog or not

Nyante aja, Hel
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 17:38
#11, #15: Itu hanya generalisasi –setidaknya menurut kesimpulan empiris pribadi– bahwa para anonim di komentar blog seringnya hanya menebar kontra atau kebencian (termasuk unsur SARA) terhadap materi isian blog atau bloggernya.
Catatan: Tidak anonim bukan berarti setiap berkomentar harus menyertakan nama lengkap, TTL, nomor ponsel, tempat kerja atau identitas lainnya.
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 17:58
Blog bagiku memang untuk ajang menulis apa aja yang aku suka, ada yang komen susur… eh sukur… ga ada yang komen ya egp.
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 19:29
ceuk sayah mah blog itu tempat ngacapruk jadi apapun isinya, anggap sajah memang ngacapruk
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 21:01
Blog juga (salah satunya) buat ngumpulin/menambah jumlah teman, katanya mendapatkan musuh jauh lebih gampang daripada ngedapatin teman baru…
*garing*
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 21:25
musem seleb
Sabtu, 16 Desember 2006 @ 23:44
Jay, kok balik lagi menggunakan terjemahan “selebriti”? Padahal saya diingatkan dari tulisanmu bahwa yang lebih pas seharusnya “selebritas”, seperti halnya “universitas”, “komoditas”, “prioritas”, …
Ayo Jay, balik menjadi seleb EYD, dong!
Minggu, 17 Desember 2006 @ 0:07
#21: Iya nih, tidak konsisten! Saya atau Bahasa Indonesia-nya?
*injek-injek KBBI*
Minggu, 17 Desember 2006 @ 0:24
#11 at least you are a “hot” dog, Hel
Minggu, 17 Desember 2006 @ 2:19
Masih geli tiap baca komen Bapak Blog Indonesia di atas
Minggu, 17 Desember 2006 @ 2:24
Soalnya ada tambahan kalimat lain sebenarnya
Minggu, 17 Desember 2006 @ 6:42
kalo gue sih terserah mau komentar atau ga, yang penting gue udah nulis blog aja
Minggu, 17 Desember 2006 @ 14:57
Komentar, betapa repotnya di dunia blogsphere.
Hehehe. Nice blog. Salam kenal.
Minggu, 17 Desember 2006 @ 16:10
#16, +an … Yang nyantumin nama terang, url dan emailnya pun kadang bisa juga diragukan kebenarannya … Catut mencatut nama saat komen di blog orang belum jadi masalah besar (sampai saat ini) padahal kesempatan ini terbuka. Jadi anonymous ataupun pake nama terang pun sebenarnya sama saja. Walo pake nama terang didunia maya, bisa aja didunia nyata nama ini beda di akte kenal lahirnya. Misal. Siapa yang bisa memastikan Jay adalah benar Julian, selain yang pernah kopdar tentunya
Jadi IMO, isi komen lebih penting dari nama pemberi komen. Dengan ini kita juga membiasakan melihat apa yang disampaikan dan bukan melihat siapa yang menyampaikan.
Well, salam kenal dah …
Minggu, 17 Desember 2006 @ 19:40
Ayo ngacung… sapa selebritas blog. Alah… ngeblog khan tujuan semula adalah nulis pengalaman keseharian, dan berbagi. Jadi gak usah-lah terlalu banyak berharap dapat komentar. Pokok-e nulis ae. Kalau di pro-kontrakan setelah kupikir nambahin ruwet pikiran aja.
Minggu, 17 Desember 2006 @ 22:54
Ini blog keberapa yang gw baca dengan topik yang sama yaa?
Bener2 trend sesaat..
Senin, 18 Desember 2006 @ 8:00
kalau saya sih dikembalikan ke niat awal ketika menulis di blog, yaitu bahwa blog bagi saya adalah catatan/jurnal, dan itu sudah biasa saya lakukan dengan menulis di dairy. saya selalu ingat pesan dari seorang mantan rektor ITB, bahwa perlu kemana-mana kita membawa notes kecil untuk mencatat apa saja, apakah itu ide, keinginan, catatan, dll., sebelum kemudian ide itu kita lupakan. sekarang mungkin notes itu bisa digantikan dengan PDA, kemudian diary menjadi diary online, hehehe, jadinya blog dah kalau saya mah..,
dalam sebuah obrolan dengan seorang psikolog.., beliau menyarankan supaya kita tidak terus-terusan memendam ide, uneg-uneg, karena tidak baik untuk kejiwaan dan kesehatan kita.. heheheheh
Senin, 18 Desember 2006 @ 8:08
anjroy™, kok aku digambarkan sebagai ayam Jay..?
wakakaka
*kaburrrr
Senin, 18 Desember 2006 @ 9:02
#32: Hihihi, sudah lupa rasa ayam. Nanti diganti sate jebred kalo nemu fotonya. Daptarkeun atuh emailna di Gravatar-dot-com.
Kalo sudah punya Gravatar dan masih bergambar ayam; mungkin FMCOPD.
Senin, 18 Desember 2006 @ 9:25
Menjadi tenar: tujuan atau hasil? Ada yang bilang, keduanya dong!
Komentar? Kerelaan atau semata demi sopan santun? Bisa dua-duanya.
Bagaimana kalo niatnya rela tapi kesempatan terbatas? Salah sendiri kenapa ngeblog dan membuka bukti kunjungan sekaligus apresiasi berupa komentar pengunjung. Gitu kali ya?
Senin, 18 Desember 2006 @ 9:39
hm… sebenarnya inti dari gerakan ini adalah membudayakan berkomentar di blog aja. mau komen mau nggak di blog seleb, bukan point utama. ini kan cuma buat menyadarkan aja betapa pentingnya comment buat blogger-blogger baru(seperti saya). yang mana hal itu bener-bener gak penting buat blogger-blogger senior yang komennya mungkin mencapai puluhan bahkan ratusan di setiap postingannya
mudah-mudahan jablay blog ngga dilarang komen di sini
Senin, 18 Desember 2006 @ 9:50
#34: Bagi saya, tenar bukan tujuan, juga bukan hasil, tapi efek samping. Tujuan (hampir) setiap saya menulis blog adalah mengisi keyword di Google yang tidak/kurang informatif. Setidaknya tujuan tercapai untuk membuat catatan singkat sebagai pembuka jalan ke situs-situs lain yang lebih komprehensif.
Hasilnya cukup menuai badai komentar seperti, “Saya butuh informasi anu untuk bahan skripsi. Tolong email saya ya! Thx B4″ atau “Kok tulisannya nggak lengkap sih, lengkapin dong, gue repot nih harus ngerjain PR sekolah untuk topik ini!”
Senin, 18 Desember 2006 @ 11:35
( 19 + 17 +1 =37 ) Yak sudah diputuskan aye nomor 37 komennya.
Kalau menurut saya , ngomen itu bukan sekedar ngamen, yang kadang cuma untuk mendapatkan penghasilan nyanyi( baca nulis ) semaunya sendiri.
Sekali lagi menurut saya, sebisa mungkin berkomentar yang isinya *memberi kontribusi dan atau setidaknya berkaitan dengan isi tulisan* .
Jadi menurut saya ( ahem ) penempatan tombol _preview_ adalah sebuah alternatif agar pengomentar bisa membaca kembali tulisannya. baru di _submit_ , secara WP tidak memilikinya …. entahlah.
yang pasti “Gina Trapani”:http://www.ginatrapani.org/ pernah menuliskan “agaimana cara berkomentar yang baik”: http://lifehacker.com/software/top/geek-to-live–lifehackers-guide-to-weblog-comments-126654.php .
Itu jika ada yang menganggap baik, selebihnya ya terserahlah.
Senin, 18 Desember 2006 @ 14:01
kalo menurut gw sih ga penting apakah seorang blogger di sebut selebriti blog atau ga, justru yang terpenting adalah content yang di bawa oleh belogger tersebut. so lets say just give it a damn with the term of celebrity blog…
Senin, 18 Desember 2006 @ 14:12
satu lagi, yang penting sesudah content, social networkingnya booo. hohoho… apalagi jaman sekarang susah bener khan nyari temen. hohoho…
Senin, 18 Desember 2006 @ 17:40
sepertinya jumlah komentar menunjukkan popularitas ya? wah, sayah gak populer dong kalo gitu?
bae lah…, yang penting exist ajah sayah mah…
Senin, 18 Desember 2006 @ 22:42
Kalau di dunia maya semua bisa jadi selebritis…. So.. ginakan blog sebagai media men-selebritiskan anda
Senin, 18 Desember 2006 @ 23:53
Kayak pecundang yang komentar di blog saya
Selasa, 19 Desember 2006 @ 1:57
Wah kagak setuju gue …. anonimitas bukan berarti pengecut or pecundang ….. PEACE
Selasa, 19 Desember 2006 @ 7:47
bukan salah blog seleb mengandung *hihii*
Selasa, 19 Desember 2006 @ 8:35
Secara Blog? Secara Seleb?
Selasa, 19 Desember 2006 @ 9:20
Kang Jay, kok bisa trekbeknya g nyampe?
Anyway, jadi heboh gini, ya pro-kontranya.
Selasa, 19 Desember 2006 @ 12:39
Kalo saya nggak peduli dengan apakah orang tersebut akan memberikan kommen juga di blog saya atao nggak. Yang penting apa yang keluar dari otak saya saya tuliskan di Blog.
Selasa, 19 Desember 2006 @ 13:32
Ngomong-omong masalah pengecut or pecundang or ciken,
kenapa yang ngga daftar gravatar diberi gambar ayam?
jadi yang ngga ikutan gravatar dianggap ciken?
*kabooor*
Selasa, 19 Desember 2006 @ 13:58
#48: Hoaheahauhuahoehoho. Dulu waktu masang Gravatar nemu clipart ini, lucu-lucuan saya pasang sebagai Gravatar default.
Andai WordPress punya sistem tag komentar ala Slashdot, jadi pembaca bisa memberi tag Insightful, Informative, Funny atau Bad dengan skor masing-masing dari -5 sampai 5.
Selasa, 19 Desember 2006 @ 14:34
huahahaha…avatar si sayah mah bukan chicken kan…???
#47 setuju pisan sayah sama komen-nya…yg penting nggak ke-pendem di hati & di otak ajah…bisa2 jd kramotak atuh…
Selasa, 19 Desember 2006 @ 14:54
ngetest browser
Selasa, 19 Desember 2006 @ 17:35
eh.. ada apa seeh…. mau komentar aja kok repot…. zzzzzzzzzzz
Selasa, 19 Desember 2006 @ 18:51
!seen nasi pecel ?
Rabu, 20 Desember 2006 @ 0:43
[...] Saat baca baca tulisan dari mas Andry yang kebetulan adiknya adalah user dari warnet goDONK tentang “Jangan Komen Di Blog Seleb!” membuat saya tertarik untuk ikut andil dan mencoba coba apakah blog saya ini juga bisa dibaca sama orang lain dengan cara numpang tenar dengan moment yang udah ada.. Saya kemudian jalan-jalan dari link link yang udah terpampang di blog blog yang sudah terpajang indah di berbagai blog yang bikin mata saya juga lumayan capek bacanya coz ada yang pro dan kontra (terus terang saya milih kontra ajah) dan ketemu sama blognya om7ack beliau nulis Penjelasan jangan komen di blog seleb yang beliau naro link saya di blognya juga yang kemudian di trackback sama mas preaxz trus juga dapet komen dari mas jay (makasih ya komentnya) [...]
Rabu, 20 Desember 2006 @ 12:27
Nggak penting blog seleb, blog ustad, blog pemula, blog mesum, blog ibu ibu,..ya kalau isinya penting dan layak dibaca, silahkan..Ini khan sudah seperti ‘ rumah kaca ‘ siapapun bisa dengan bebas melongok. Kitapun bisa meninggalkan ‘ jejak langkah ‘ dimana kita mau. jadi patut dipertanyakan apa yang dinamakan Gerakan anti seleb itu, seberapa efektif kah. Bukankah kita semua ‘ Anak Semua Bangsa ‘ dalam dunia maya ini.
Salam, numpang saya link ya..i found this very interesting place, bukan mengganggap anda seleb.
Rabu, 20 Desember 2006 @ 12:59
[...] seleb blog, blog seleb dan kampanye "JKBS" itu kata-nya sih cuman sekedar humor aja…dan sang pencetus ide "Jangan Komen di Blog Seleb" pun ternyata naro posting-annya di tag "humor"…nah, di-balas lah sama sang (kata-nya) seleb…beliau ternyata naro penjelasan-nya di bawah tag "fun", selain tag "blogging" tentu-nya…kalo baca tulisan-nya kang Jay (nuhun, kang komen-nyah) malah naro-nya di bawah tag "teknoblog"…yah mirip2 gue lah naro-nya di bawah tag "nge-blog"…nggak ada yg naro di tag "dear diary" ataupun "komplen of the day" kan…??? [...]
Rabu, 20 Desember 2006 @ 13:57
horeeeeeeeee ke yg 57…
ini blog saleb dilarang tidak komen…
*halah junk*
Rabu, 20 Desember 2006 @ 17:10
well, tapi ada gak ya kapitalis blog…
Rabu, 20 Desember 2006 @ 17:42
Say no to gerakan “jangan komen di blog seleb”
Say yes to “Berkomentar dengan komentar yang bermutu”
Rabu, 20 Desember 2006 @ 18:03
[...] Akar permasalahan dimulai dari banyaknya komentar di blog seleb hanya karena ingin menjadi komentator pertama seperti “Pertamax” (1) (2) (3), “x Besar” (1), (2) [...]
Rabu, 20 Desember 2006 @ 22:52
mas bunchin disini juga hehehe….
btw postingannya selain serius juga mempunyai wawasan yg bagus.
Rabu, 20 Desember 2006 @ 22:58
#fian
hehehe, gw masih blog jelata, jadi ngandalin content, gitu kan bang fian? wkwkwkww
Kamis, 21 Desember 2006 @ 1:45
Sepertinya di ranah blog sudah harus ada paparazi-nya..
Kamis, 21 Desember 2006 @ 7:05
Mungkin kedepannya bakalan ada “Blogfotaiment” yah mirip kayak infotaiment yang ada di tivi-tivi gitu. Tapi tentunya yg dibicarakan adalah para penulis Blog, ya yang paling utama pastinya para Seleb Blog duluan yang maju
Kamis, 21 Desember 2006 @ 9:08
#16
Nyantumin nomer rekening yang 3 itu boleh? di kartu nama juga boleh kan?
Kamis, 21 Desember 2006 @ 17:25
hehehe!!!!
lagi2 soal seleb blog …
kadang jadi bosen .. hehe!!
Jumat, 22 Desember 2006 @ 5:55
Kok banyak sih yang posting artikel kayak gini. Kayaknya dah pada sepakat nih.
Jumat, 22 Desember 2006 @ 9:10
dengar apa kata #21; seleb yang baik berbahasa yang benar
Jumat, 22 Desember 2006 @ 18:32
Seleb Blog, gak penting banget kok.
]
Sabtu, 23 Desember 2006 @ 21:54
#36: Sama, Jay. Aku juga dimintain data macem2, biasanya buat tugas sekolah/kuliah hihihi…
Minggu, 24 Desember 2006 @ 16:42
Yang membuat seseorang menjadi ’seleb blog’ dan blognya menjadi ‘blog seleb’ adalah Tukang Mblog lainnya yang ikut andil dalam mengangkat ‘blog seleb’ itu menjadi ’seleb blog’, terutama pemberian gelar yang sebenarnya belum tentu diinginkan oleh penyandang gelar itu sendiri..
Mungkin pada awalnya, ketika setiap orang yang memberikan komentar di ‘blog seleb’ biasanya mereka mengharapkan ikut kecipratan menjadi ’seleb blog’.. minimal blognya dikenal oleh orang lain dengan mencantumkan linknya di Blog yang akan menjadi ‘blog seleb’..
Dan fenomena ’seleb blog’ akibat ‘blog seleb’ pun diakibatkan oleh banyaknya Tukang Mblog yang memberikan komentar dengan tujuan Tunjuk Muka Tanpa Makna
Selasa, 26 Desember 2006 @ 14:23
heh… memangnya siapa sih seleb blog itu… saya baru tau bahwa komen2 terhadap tulisan itu begitu pentingnya. soalnya niat saya ngeblog emang beda sih sama kebanyakan orang. nice post btw..
Rabu, 27 Desember 2006 @ 21:36
kalo nulis tentang kelakuan artis dianggap seleb blog ga? -ups-
Kamis, 28 Desember 2006 @ 9:04
Apakah komentar sudah menjadi tendensi menulis blog yang seorang blogger ya? heuheu
Kamis, 28 Desember 2006 @ 13:56
Mau jadi blog seleb ah, makanya komen disini hehehe…
Kasih komen ya kalau kabelnya sudah nyambung……
Makasiiih
Jumat, 29 Desember 2006 @ 4:05
gue baru gabung….mohon petunjuk
kirim ke email gu yach
Rabu, 3 Januari 2007 @ 10:25
Balada bloggerz di akhir tahun 2006…
Rabu, 10 Januari 2007 @ 15:27
hai, link exchange yuk… aq punya http://ads-id.blogspot.com/ Ok? Kutunggu aprove nya…
Rabu, 10 Januari 2007 @ 15:48
#78: Link exchange? That’s so old. Sekarang jaman isi/content bukan link.
Lagipula anda sudah menulis link URL (otomatis menjadi hyperlink pada nama anda), tak perlu dituliskan lagi di bodi komentar.
Sabtu, 13 Januari 2007 @ 2:04
hati hati jangan jangan sampai ikut kehidupan seleb nanti kegasruk(boso java)
Kamis, 18 Januari 2007 @ 22:04
Jadi…Perkaranya apa ya?
Seleb…ya Seleb aja…Monggo…
Jablay…ya Jablay aja….Monggo…
Nulis…ya Nulis aja…Monggo….
Comment…ya Comment aja…Bolehkan?…
Yang penting, Enjoy, Happy,……and Mati Masuk Surga…
Senin, 29 Januari 2007 @ 20:18
kalo nurut aku sich semua dah ada yang ngatur gitu…
so… tinggal jalanin aja apa maunya Dia…
Minggu, 4 Februari 2007 @ 20:47
capek dhe
Rabu, 21 Februari 2007 @ 11:57
Menurut gw blog ini bagus buat menambah wawasan dan
pembelajaran ngeblog!! apalagi blogger yg masih pemula kaya gw
yg masih (Still learning how to blog).
Bersatu memajukan blogger di indonesia jangan mau kalah ama blogger
luar!!
Minggu, 11 Maret 2007 @ 0:27
blog ini, pengunjungnya banyak banget, tuh liat ja Traffic Rank-nya di Alexa… keren… (btw keren lagi kalo dimasukin ke http://www.larisan.tk) itu situs Digg.com-nya Indonesia… Bagi yg punya blog, post aja di situ…)
Minggu, 11 Maret 2007 @ 0:48
#85: Halah mabok tuh engine-nya, masukin URL blog, nama blog dan deskripsi gak bisa-bisa.
Kamis, 29 Maret 2007 @ 12:49
Wah menarik jg tuh.. Seleb Blog…
Nice Idea
Jumat, 13 April 2007 @ 12:48
wow…seleb blog ya? btw saya termasuk fan para seleb blog lowh,,hehehehe
Senin, 7 Mei 2007 @ 6:22
[...] istilah blog selebriti dan ragam teknik memperkenalkan diri dalam dunia blog kemudian menjadi pembahasan yang menarik. [...]
Senin, 7 Mei 2007 @ 13:53
Puyeng ah
Rabu, 23 Mei 2007 @ 21:38
mas tukaran link yuk
Jumat, 29 Juni 2007 @ 7:57
seleb nge-blog? sama aja kaya seleb manca yang ikutan Myspace (semacam friendster), khan banyak tuh
Minggu, 29 Juli 2007 @ 10:13
Waduh ane kagak ada komentar dah ! takut salah sih !
Jumat, 3 Agustus 2007 @ 22:37
Siapa bapak blog Indonesia ?
Kamis, 15 November 2007 @ 13:22
[...] begitupun dengan seorang blogger, mungkin cita2 anda menjadi seleb blog tidak tercapai, sehingga terbesit niat di hati ingin mempunyai anak bernama Enda Nasution, Priyadi [...]
Kamis, 15 November 2007 @ 13:28
[...] begitupun dengan seorang blogger, mungkin cita2 anda menjadi seleb blog tidak tercapai, sehingga terbesit niat di hati ingin mempunyai anak bernama Enda Nasution, Priyadi [...]
Rabu, 5 Desember 2007 @ 1:47
salam kenal, informasi yang menarik, Trims.
Senin, 21 Januari 2008 @ 22:03
Your good presentation. i like it : )
Rabu, 23 Januari 2008 @ 1:26
#98: Thanks. You have a bunch of good photographies. It’s awesome.
Jumat, 25 Januari 2008 @ 9:54
100…
selebriti apapun jenisnya, dibahas selalu mengundang komentar…
Senin, 14 April 2008 @ 9:03
Semua orang senang gossip terutama tentang selebriti. Maka selab blog makin popular.
Minggu, 25 Mei 2008 @ 13:33
ach…masak ada blog buat para selebritis, aneh seleb sekarang ya ada-ada aja maunya..maunya dipublikasikan aja masalah blog di media massa biar tambah seru.. bahkan kalau bisa buat chatting dengan para artis yang sok diekenal banyak orang tuhh…
Kamis, 17 Juli 2008 @ 21:47
[...] makin tambah rame aja nih pada ngebahas blog seleb, seleb blog, dan komen-berkomen…. Tertarik juga mengikuti perkembangannya yang makin hari-hari makin [...]
Minggu, 27 Juli 2008 @ 20:26
2 years of comments? Wajar aja makin kemari makin g nyambung komennya
. Nih, gue refresh sumber aslinya
Rabu, 24 September 2008 @ 12:13
blog seleb merupakan kebanggan bagi pemiliknya
Rabu, 17 Desember 2008 @ 19:09
..pokoknya saya menuangkan tulisan..Mau komen ataw engga kan terserah yang baca.Saya sih tertarik sama tulisanya…mo dia seleb ataw bukan.Monggo…
Minggu, 28 Desember 2008 @ 11:35
hampir sama dengan komen diatas… mau blog seleh atau seleb blog bagi saya tidak masalah. Yang penting tulisannya enak di baca dan bermanfaat
Minggu, 24 Mei 2009 @ 2:58
mau donk jadi seleb blog