Borobudur dan Gunadharma
Rabu, 15 November 2006M
23 Syawwal 1427H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Sudah dua kali saya mengunjungi candi Borobudur, saat masih kecil dulu dan pertengahan tahun 1996. Dokumentasi foto di Borobudur terakhir tidak saya simpan, padahal ada rekaman kamera tangan juga. Perjalanan wisata tersebut sebenarnya cukup panjang, secara kronologis dari Borobudur, Prambanan, Sekatenan, Batu, Malang, Sidoarjo, Surabaya, menyeberang ke Makasar, ke Tana Toraja, kembali ke Makasar lagi, menyeberang ke Surabaya, sunrise gunung Bromo, hingga ke Bali. Berbekal mobil Kijang ditumpangi tujuh orang, tak termasuk mobilnya ikut diseberangkan ke pulau Sulawesi.
Keberadaan candi Borobudur ditemukan oleh Gubernur Jenderal Sir Thomas Raffles pada tahun 1814. Saat itu Belanda dan Inggris berperang dan sempat wilayah nusantara dipimpin oleh Inggris. Saat Raffles berkunjung ke Semarang, ia mendapat laporan ada bukit yang penuh dengan relief. Bersama dengan H.C. Cornelius, seorang Belanda, disertai 200 orang dimulailah pembersihan situs berbentuk bukit tersebut.

Tahun 1835 dan seterusnya mulailah tampak wujud sebenarnya bagian atas candi, diteruskan bertahun-tahun hingga dianggap selesai pada tahun 1850-an. Dan pada tahun 1873 seorang artis Belanda, F.C. Wilsen, menerbitkan monograf pertama relief-relief candi Borobudur, hingga kemudian Isidore van Kinsbergen memotret candi tersebut. Namun saat itu status dan struktur candi Borobudur masih diyakini tak stabil.
Awal abad ke-20 dilakukan restorasi besar-besaran oleh Theodoor van Erp, yang bertugas di Magelang, sekaligus tergabung ke dalam Borobudur Commission. Erp melakukan metoda yang disebut anastylosis, yaitu suatu metoda untuk merekonstruksi bangunan tua bersejarah dengan perhitungan, simulasi, disassembly dan disusun kembali dengan bantuan batu, plester, semen untuk menahan struktur dan bagian yang telah hilang. Namun upaya ini kurang sukses karena kurangnya dana, sehingga Erp hanya fokus pada restorasi struktur dan drainase. [Foto koleksi van Erp, dari Project Jigsaw, ANU]
Tahun 1973 hingga 1984 UNESCO ikut membantu dalam upaya restorasi dan pendanaan candi ini. Dibongkar lebih lengkap, struktur tanah dan bukit diperkuat, serta kembali batu-batu disusun hingga tampak kemegahannya hingga sekarang. UNESCO pun memasukkannya ke dalam daftar World Heritage Site atau Warisan Dunia UNESCO.

21 Januari 1985 beberapa stupa hancur karena serangan ledakan bom. Beberapa waktu lalu pembangunan di sekeliling candi juga menjadi isu kontroversial. Terakhir, kejadian gempa di Yogyakarta tidak membuat kerusakan struktur candi ini.
Dongeng setempat mengatakan Gunadharma memimpin pembuatan candi ini di jaman Syailendra di akhir abad ke-8. Menurut seorang akademisi Belanda, nama Gunadharma adalah murni bahasa Sansekerta yang berarti dongeng rakyat tersebut bersumber dari fakta sejarah, sebab dongeng rakyat yang semata-mata dongeng hanya menampilkan figur nama lokal/setempat.
According to local legend, this is the body of Borobudur’s legendary architect Gunadharma, who has elected to remain in the area in order to keep watch over his creation. Since Gunadharma is a pure Sanskrit name, the Dutch scholar N.J. Krom thought that this local legend might actually be based on some historical figure. Javanese folk tales typically present figures that bear the names of local, rather than Indian characters.
– [Gunadharma's Ruler]
Candi Borobudur dibangun sebagai sebuah candi besar, bukan sebuah komplek, yang jika dilihat tegak lurus dari atas berbentuk sebuah mandala besar di atas tanah. Bentuk dasar candi berukuran 123×123 meter, bertingkat 6 berbentuk bujur sangkar dan 3 tingkat ke atasnya berbentuk lingkaran dan ditutup dengan sebuah stupa besar.
Bahan dasar batu diambil dari sungai, dipahat, dibentuk kubus dengan sistem kunci coakan dan sengkedan, tidak ada penggunaan mortar atau bahan pelekat lainnya. Sebagai struktur sebuah bukit –katanya puncak bukit– menjadi tempat penyusunan batu-batu tersebut. Total batu struktur dan termasuk reliefnya –seluas 2.500m2– menghabiskan sekitar 55.000m3.
Gunadharma pun memikirkan sistem drainase, terutama saat musim hujan di mana curah hujan daerah tropis sangat tinggi, tetesan air hujan bisa mengalir deras dari puncak hingga ke bawah. Di tiap tingkat, di setiap sudutnya dibuat 100 lubang air dalam bentuk patung-patung yang unik.
Menurut para ilmuwan pembangunan candi ini memakan waktu 50 tahun. Wajar jika legenda mengatakan Gunadharma sebagai arsiteknya meminta tetap berada di candi tersebut, moksa untuk menjaga kelestarian sebuah karya monumental, baik bagi Gunadharma sendiri, bagi Samaratungga dan putrinya, Pramudawardhani, dan bagi penerus wangsa Syailendra saat itu.
Yang masih menjadi misteri adalah kepastian mengapa wilayah candi Borobudur adalah wilayah yang ditinggalkan. Saat Raffles menemukan candi ini, wilayah tersebut adalah bukan wilayah hunian, sebuah hal yang janggal ketika sebuah tempat peribadatan besar umat Budha tapi tidak ada penduduknya. Bahkan Majapahit atau pun Sunda Galuh tidak mencatat eksistensi candi ini.
Para ilmuwan berkesimpulan Borobudur hilang karena tertimbun ledakan Gunung Merapi di awal abad ke-11, diiringi dengan pengungsian besar-besaran penduduk, menjadi wilayah desertir. Namun pendapat ini pun masih belum bisa dipastikan oleh para ilmuwan dan akademisi.
Legenda Gunadharma pernah diangkat ke dalam sinetron beberapa tahun lalu. Namun saya hanya sempat melihat satu-dua episodenya, mungkin ada faktor rasa tak suka dengan kualitas industri sinetron buatan dalam negeri, tapi sedikit menyesal juga garis besar rangkaian cerita Gunadharma –walau hanya dongeng– tidak saya dapatkan.
Untuk namanya, Gunadharma, kami ucapkan salam.
Sebaris kalimat di atas adalah baris terakhir Hymne Gunadharma, sebuah hymne organisasi himpunan mahasiswa arsitektur di ITB, bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma, yang didirikan 15 November 1950, setahun setelah jurusan Arsitektur ITB resmi berdiri.
Popularity: 15% [?]
Rabu, 15 November 2006 @ 23:58
met ultah ima-g
Kamis, 16 November 2006 @ 0:04
Ah, iya. Selamat ulang tahun IMA-G =).
Kamis, 16 November 2006 @ 0:44
Jay, tahun ini Borobudur termasuk 5 besar World Heritage berdasar survei panelis Nat Geo Traveller mengalahkan Ankor Wat dan kathmandu Valley. Selamat !
Kamis, 16 November 2006 @ 1:55
Seingat saya dulu (kira-kira 10 tahun yang lalu) harian Pikiran Rakyat pernah memuat berita yang mengatakan bahwa Gunadharma itu mahasiswa/lulusan arsitektur ITB…
Kamis, 16 November 2006 @ 5:18
Met milad IMA-G!
Kamis, 16 November 2006 @ 7:42
#4 bwahahahaha
Borobudur di google map udah keliatan belum yak?
Kamis, 16 November 2006 @ 8:59
#4: Sayang sekali, dulu koran itu tidak dipotret!
#6: Coba aja masukkan koordinat -7.608032,110.204458 di Google Maps atau Google Earth.
Kamis, 16 November 2006 @ 9:23
hidup IMG ..eh salah IMA-G..hehehe
Kamis, 16 November 2006 @ 9:53
hehehe IMA-G ultah ya? apa kabarnya?
#4 huahaha… cerita itu juga yang paling gw inget kalo denger kata gunadharma dan borobudur. kata-kata tepatnya gimana, ya? *lupa*
Kamis, 16 November 2006 @ 10:06
Sorry out of topic, kita ga kenal Jay, tapi kalo kamu angkatan 91 SMAN 3 Bandung plus ex Arsitek ITB pula, bisa tolong bantu saya untuk cari Mutia, dia dulu kalo ga salah A1-1 dan masuk arsitek 91. Tenkyu banget.
Kamis, 16 November 2006 @ 15:44
Jay, asik nih aku suka banget Borobudur dan sejarahnya. tulis lagi dong tentang struktur bangunan dan reliefnya sendiri
Kamis, 16 November 2006 @ 18:29
wah kang Jay, deketan ultahnya, HMGF ITB, tanggal 3 November 1963 * kalah tua yah
*
anyway, Met Ultah IMA Gunadarma
Kamis, 16 November 2006 @ 20:27
kemarin diingetin Agus..
Vivat Vivat G IMA-G Tetep Jayaa…!!
(Gunar bener.. bukannya Gunadharma mahasiswa Arsitektur??)
Jumat, 17 November 2006 @ 10:27
Jadi pengen ke Jogja
Senin, 20 November 2006 @ 1:28
OOT: penulisan yang benar adalah “Buddha” meskipun KBBI sepertinya masih saja menggunakan kata “Budha“, padahal kedua kata itu mempunyai arti yang berbeda…
Kamis, 23 November 2006 @ 17:21
Limolas, lumayan.
Aku bisa berjam-jam mengamati relief borobudur. Sabar banget orang yang bikinnya ya?
Sabtu, 2 Desember 2006 @ 17:30
tulisan na lumayan jg
pasti capek jg untuk buat na ya…
dan yang jelas, apa nga ada bukti gunadharma yang memimpin pembuatan?
tapi gw sebagai orang yang suka dengan perhitungan tertarik dengan bagai mana cara “perhitungan merekonstruksi bangunan tua” klo dapat dijelasin… itu aja thanks….
Kamis, 11 Januari 2007 @ 14:23
wow hebat juga ya,ada manusia seperti GUNADHARMA,sehebat bangunannya.saya sendiri juga amat terkagum,namun sering bertanya-tanya apa, dan kesan serta makna di bagunan stupa itu.
kendati tidak banyak tahu betul,rasanya bangunan itu seperti model tiga bentuk,yaitu segitiga,bujur sangkar, dan lingkaran.
dari tiga bentuk itu ada semacam kenyataan tentang fungsi dari bangunan Stupa itu yg sesungguhnya.
sulit juga sih menafsirkannya,karena bagunan stupanya besar banget.
Senin, 15 Januari 2007 @ 6:21
teen girl orgasm
gimmemoney 140894 Title of teen girl orgasm
Jumat, 23 Februari 2007 @ 13:58
borobudur kalaw di buatin web… pribadi yg lebih bagus ok gak??
Tp siapa ya yg bisa
eh…..pada bisa bantu gak buatin buku tamu tp pke Macromedia Flash??
Minggu, 15 April 2007 @ 16:38
ko” jay,saLut bgd bwt karyanya…
ko,boleh dunk me” mnta tol0ng,tolong kirim pembahasan ttg:
-bagian2 candi
-fungsi candi
-tujuan pembuatan candi
-latar belakang munculnya candi di indonesia
emh,tolong krm eMail y ko,klo ko” ga lagi repot.
hehe,Thx b4 ko…
Kamis, 24 Mei 2007 @ 9:13
bagus c, tapi kan skrg borobudur dah gak termasuk 7 atau lbh dr keajaiban dunia…nah truz kalo dah gtu gimana dunk?? truz lg kalo qta sdr dr bgunan cndi ne, ternyta bgsa qt pnya kemampuan arsitektur yang luar biasa, tahan terhadap bencana,situ sbg peneruz gmn, ko’ ga da lg bngunan di indo yg ky bgt????slm knl, ane new here
Sabtu, 14 Juli 2007 @ 8:31
ayo2..datang ke jogja!
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 10:51
Ada dosen dari UGM buat teory kalo Borobudur itu dulunya ada di tengah danau, sehingga kalo dilihat dari atas kaya’ bunga teratai. itu makannya di sekitar borobudur saat ditemukan ga ada pemukiman.
Kamis, 16 Agustus 2007 @ 22:34
saya setuju dngan dosen ugm itu..saya jg berpkiran dulunya candi borobudu berada diatas danau..mengapa demikian,.liat saja didaerah magelang tepatnya bukit tidar menyimpan banyak air yang dulunya mungkin menaglir ke candi borobudur..liat saja jika anda berkunjung ke borobudur,sempatkanlah berkunjung kedaerah nelayan air tawar,.tepatnya di desa NGRAJEK.,di situ kalian akan menemukan apa yang saya maksud..
Minggu, 16 September 2007 @ 23:59
Borobudur emang gak pernah jadi keajaiban dunia
tapi bukan berarti nilai-nilai keajaiban yang berasal dari kekuatan kearifan lokal budaya kita jadi berkurang.
meski bukan keajaiban dunia,tapi borobudur merupakan simbol budaya bangsa yang dikenal dunia…..
Rabu, 17 Oktober 2007 @ 13:49
Saya baru aja ke Borodudur, Agustus lalu.
Menginjakkan kaki di pelataran candi, bikin kita ngerasa dibawa kejaman dulu.
Mungkin belebihan tapi pesonanya, bikin gak pengen ninggalin dia gitu aja.
Rabu, 7 November 2007 @ 2:11
IMA-G, jadilah seperti Gunadharma….
Selasa, 27 November 2007 @ 11:22
yogyakarta kota bagus lohhhhhh gw pengen kesono nich
candinya bagus bagus !
Jumat, 21 Desember 2007 @ 15:48
Borobudur = Never Ending Story From Indonesia ……..
Selasa, 8 Januari 2008 @ 17:25
luar biasa karya zaman dulu
saatnya untuk generasi muda menjaganya
Senin, 14 Januari 2008 @ 17:08
hummmmmmm kua….
Kamis, 24 Januari 2008 @ 18:15
hmmm,gambar nya kira2 kau besar berapa ya?
Kamis, 24 Januari 2008 @ 18:16
hmmmmm,kira2 gambar ini bagus ya
Selasa, 12 Februari 2008 @ 1:04
Dari struktur candi yang banyak mengandung ajaran-ajaran kebajikan serta cerita-cerita yang mengandung hikmah maka tidak bisa dipungkiri bahwa Borobudur dahulu pernah digunakan sebagai mandala atau sekolah.Hal ini tentunya dapat kita analisa dari banyaknya fungsi bangunan yang mengandung berbagai informasi penting.Setiap sudut bangunan memiliki arti-arti tersendiri.Setiap arca mengandung makna.Bagai sebuah perpustakaan raksasa , Borobudur tidak hanya menampilkan ajaran-ajaran Budha tetapi juga menjadikan ajaran-ajaran itu terkemas dengan baik.
Jika saat ini kita menemui buku-buku pelajaran dalam bentuk lembaran-lembaran kertas maka Borobudur adalah kitab tiga dimensi yang tentunya dizaman dahulu merupakan proyek Mahakarya yang sangat monumental.Dibandingkan dengan kitab-kitab konvensional , Borobudur telah melampaui kecerdasan bangsa-bangsa yang sudah mengenal tulisan sekalipun.Tidak hanya indah , Borobudur juga menyimpan sejuta pertanyaan , seberapa cerdas orang yang telah membangunnya?.
Karena fungsi Candi yang lebih tepat sebagai sebuah universitas atau perpustakaan raksasa maka tidak berlebihan jika dahulu mungkin daerah Jawa Tengah menjadi pusat penyebaran agama Budha.Hal ini terbukti dengan bayaknya catatan-catatan penting dari rahib Tiongkok yang pernah mengunjungi tanah Jawa.Istilah mencari kitab suci ke India mungkin lebih tepat jika negeri India yang dimaksud oleh rahib-rahib Tiongkok itu adalah Jawa.Adapun India yang kita ketahui saat ini merupakan nama yang dikenalkan oleh orang-orang Yunani.Padahal orang Yunani tidak pernah sampai ke bumi Jawa yang tetap misterius hingga kedatangan bangsa Portugis.
Dan kemungkinan Nalanda yang dahulu terkenal sebagai tempat untuk belajar agama Budha itu adalah Borobudur semakin terbuka lebar karena hingga kini catatan-catatan perjalanan orang-orang Tiongkok seringkali memakai nama China untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang ditemui.I-ts’ing salah satu pendeta Tiongkok yang catatan perjalannya dijadikan sumber keberadaan kerajaan Indonesia seringkali tidak menunjukkan lokasi-lokasi yang ditemui dengan jelas.Bahkan seringkali catatan-catatan yang dibuat membuat istilah India Barat , India Tengah dan India Timur untuk melokalisasi tempat-tempat di India.Mungkinkah yang dimaksud adalah Jawa Barat , Jawa Tengah dan Jawa Timur ?.Wallahualam.
http://adhiyan318.wordpress.com/2008/02/11/borobudur-kitab-terbuka-agama-budha/
Kamis, 10 April 2008 @ 15:03
Saya cuma mau comment dikit. kenapa candi borobudur lebih dikenal terletak di propinsi Yogyakarta? padahal jelas-jelas borobudur terletak di kabupaten Magelang, Jawatengah…piye jal?? ya…sebagai orang jawa tengah, kurang sip aja kalau borobudur dikatakan terletak dipropinsi Yogyakarta,… selain mengurangi Devisa Jawatengah sendiri, itu juga bisa menyesatkan turis2 khan????
Thanks
AgitZZ, Magelang
><
Minggu, 20 April 2008 @ 11:49
borobudur?
Senin, 28 April 2008 @ 15:22
saya orang baru didunia maya jadi saya cuma hanya ingin berkenalan dengan anda semuanya dan saya harap anda semua mau berkenalan dengan saya dan tanggapan saya tentang ini ya saya bangga karena ini merupakan hobby saya apa lagi menyangkut situs dunia pokoknya saya senang dan tolong bagi informasi lainnya pada saya terima kasih and god bless for you
Rabu, 14 Mei 2008 @ 12:15
hebat bener yach struktur borobudur
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 16:33
terkadang kita perlu belajar banyak dari sejarah masa lalu yang sangat luar biasa semoga borobudur dapat menjadi saksi bahwa bangsa ini pernah menjadi bangsa yang besar
Kamis, 11 September 2008 @ 19:00
[...] yang dipahat, dibuat kubus, diambil dari sungai dibentuk dengan sistem coakan dan sengkedan. (baca Jay adalah Yulian) ada identitas yang terukir disana… walaupun catatan bersejarah tentang borobudur raib entah [...]
Sabtu, 13 September 2008 @ 13:57
saya hanya mo tanya tentang mitos2 i canti borobudur??? tolong sejarah tentang borobudur lebih lengkap lagi donkkk
Selasa, 16 September 2008 @ 21:48
bos mau nanya mengapa tujuan Syailendra mendirikan candi borobudur..?? klo ad artikel kirim ke dogeg@telkom.net y bos pls…. ini untuk tugas sejarah kelas 1 sma… thx atas perhatianya
Selasa, 6 Januari 2009 @ 1:17
Borobudur adalah aset bagi bangsa Indonesia, didalamnya tersimpan ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya, diwariskan turun temurun kepada anak-cucu penerusnya. Adalah PR bagi bangsa ini untuk menggalinya lebih dalam lagi mengenai kisah-kisah kuno nenek moyang akan kejayaan Indonesia tempo dulu: tentang kemakmuran di seluruh penjuru negeri, tentang kepekaan sosial, bagaimana kerukunan hidup mewujud-nyatakan diri menjadi persatuan dan kesatuan diatas keberagaman serta cerita-cerita mengenai betapa hebatnya orang-orang di masa lalu: tentang bagaimana mereka mencintai sepenuh hati apa yang mereka sebut tradisi dan budaya, tentang keterbukaan menerima pengaruh asing dengan tidak pernah melupakan apa yang menjadi darah dan dagingnya, tentang bagaimana menorehkan suatu bukti peradaban maha agung dan megah hanya dengan bermodalkan peralatan-peralatan sederhana, tentang bagaimana mereka merancang konsep bangunannya dengan ide-ide orisinil kemudian melahirkannya ke tengah-tengah dunia lewat tahun-tahun panjang pembangunan yang mereka lalui penuh semangat.
Akhirnya, bangsa ini sampai kepada suatu tahap, bukan akhir, melainkan tahap awal, meneruskan kembali apa yang telah dirintis sejak masa lampau, yakni melestarikan budaya bangsa. Hal itu tidak terbatas pada proses menjaga dan memelihara kelangsungan kebudayaan, namun lebih daripada itu adalah mencintainya. Bangsa ini harus belajar mencintai kebudayaannya sendiri, menumbuhkan kembali gairah menghargai sejarah dan bukti-bukti sejarah, belajar menjadi anak-anak Indonesia.
Minggu, 18 Januari 2009 @ 5:15
jaga mahakarya pendahulu kita, begitu tinggi pola pikir manusia pada saat itu dalam bidang arsitektur