Budaya Akses Internet Bergerak

Selasa, 7 November 2006M
15 Syawwal 1427H

Biaya akses internet di negeri ini masih mahal. Masalah klasik adalah kurangnya infrastruktur, baik yang baru maupun infrastruktur lama yang sulit di-upgrade. Namun korporasi swasta, baik operator dan provider berusaha bertahan, dan berinovasi agar layanan akses selalu ada, meskipun jika dibandingkan dengan di mancanegara kadang masih di bawah taraf seadanya.

Di tengah budaya menulis dan membaca blog semakin meningkat, teknologi blogging merupakan salah satu daya tarik tersendiri sehingga tuntutan terhadap layanan akses internet harus tetap ada. Seburuk-buruknya pun kadang tetap dipakai. Dipoyok dilebok ceuk urang Sunda, mah. Kebutuhan lainnya sebagai tren adalah interaksi dalam social networking. Sebagian kecil lainnya menganggap sebagai candu. Enggak penting, enggak perlu.

Evolusi web mengarah ke mana-mana, yang berkaitan dengan manusianya langsung adalah interaksi antar individu dan kelompok. Interaksi di dunia maya tidak hanya sekadar berbincang-bincang melalui email atau pesan instan, tapi juga melalui blog. Bisa dalam bentuk hanya membaca tulisan mutakhir para blogger terhadap sebuah informasi dan wacana tertentu, tetapi juga menggali opini-opini yang lebih independen, terutama sebagai perbandingan informasi dari media mainstream.

Meskipun kecil porsinya, pengguna akses internet melalui ponsel –baik GPRS atau 3G mendatang– patut diperhitungkan. Dengan mahalnya biaya akses, apalagi sistem tarif based on bandwith usage bisa membengkakkan biaya. Biaya tersebut jika dihitung efisiensinya rendah karena kandungan informasi yang diharapkan secara teknis besaran bandwidth-nya kecil dibanding iklan, banner, layout halaman, gambar-gambar pemanis halaman hingga animasi kerlap-kerlip.

Layanan broadband berusaha dipenetrasikan ke masyarakat, juga layanan narrowband operator selular, seiring dengan tuntutan masyarakat juga. Semuanya memiliki permasalahan yang sama, hingga yang muncul adalah perang tarif, agar pasar tertarik dan terkumpul sebagai laporan tahunan kepada para pemilik modal. Komunikasi dasar bertelepon dan mengirim SMS pun mengalami hal yang sama, perang tarif antar operator hingga muncul masalah yang rumit ketika komunikasi lintas operator terjadi.

Perangkat akses di sisi konsumen pun semakin turun harganya. Dengan layar yang terbatas dan tombol input seadanya kita bisa membaca halaman web maupun bincang-bincang online. Optimasi untuk kondisi ini adalah dengan meningkatkan tingkat efisiensi halaman web. Beberapa tahun lalu teknologi WAP diperkenalkan, namun saat itu jumlah content provider masih sedikit. Kini blog semakin banyak dan semakin ditingkatkan efisiensinya, melalui teknologi RSS dan teknologi mobile.

Blog provider/hosting dengan tanggap menyediakan format yang adaptif dengan kemampuan layar ponsel. Isi tak berkurang, yang tidak penting dibuang. Penyedia RSS aggregator seperti Bloglines pun menyediakan format mobile secara otomatis saat kita mengaksesnya dengan ponsel. Google menyediakan akses email yang bermacam-macam, melalui web yang interaktif dengan teknologi AJAX, dengan HTML standar, dengan Mobile Gmail melalui perambah di ponsel hingga aplikasi Java khusus untuk membaca email. Dibuat sederhana, ringkas, bandwidth yang kecil agar konsumen bisa mengakses dari berbagai cara dan tidak kehilangan fungsi esensinya, membaca dan mengirim informasi.

Bahkan aplikasi yang membutuhkan akses broadband pun mulai diterapkan dalam budaya mobile internet ini, seperti Google Maps Mobile.

Para blogger yang membangun aplikasi blog-nya sendiri dengan WordPress pun bisa berkontribusi kepada pembacanya dengan memasang WordPress Mobile Edition. Tinggal ekstrak, kopi dan aktifkan. Secara otomatis pengakses blog melalui ponsel akan mendapat halaman yang jauh lebih ringkas tanpa kehilangan isinya.

Jangan kecewakan mereka yang bersusah payah membaca blog anda.

SE-P900: Bloglines Mobile SE-P900: Gmail Mobile Web SE-P900: Gmail Mobile Java SE-P900: WordPress Mobile Edition

Komentar

32 komentar untuk catatan 'Budaya Akses Internet Bergerak'

  1. #1
    gravatar

    […] Setelah Liat Postingannya Jay dan Nemuin kata-kata berikut. Jangan kecewakan mereka yang bersusah payah membaca blog anda. […]

  2. #2
    gravatar

    aku ingin bisa koneksi internet dimana saja kapan saja kita berada murah asik, gratis apa lagi

  3. #3
    gravatar

    hi wordpress komunity

    saya riswan faurizan ingin bertanya kepada siapa pun yang bisa menjawab pertanyaan saya ini,saya memiliki seorang teman yang di susspend keanggotaannya di wordpress karena melanggar term and service, dia minta bantuan sama saya agar blogg nya bisa kembali,tapi saya tidak tahu caranya….!

    Bisakah sebuah blog di wordpress yang telah ter susspend bisa kembali lagi..?

    terima kasih

  4. #4
    gravatar

    gratisin aja hp kamu untuk ngenet

  5. #5
    gravatar

    semoga internet semakin murah

  6. #6
    gravatar

    NAMA : ELLISA HENDRA S
    KELAS : XII IS 1
    NO.ABSEN : 10

  7. #7
    gravatar

    semoga ditempat tempat keramaian di seluruh indonesia bayak dipasang internet secara moderen dan kalao bisa GRATIS .Semoga internet tambah murah dan cepaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttttttttttttt

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.