Puasa Mengasah Mental
Minggu, 24 September 2006M
29 Syaban 1427H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Setiap habis ramadhan, hamba rindu lagi Ramadhan
Saat-saat padat beribadah, tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan, berilah hamba kesempatan
Lagu di atas tentu sudah tak asing, sebuah karya yang dilantunkan sejak tiga puluh tahunan yang lalu oleh Sam, Acil, Jaka dan Iin Parlina yang tenar sebagai grup Bimbo dari Bandung. Konon lagu tersebut diciptakan bersama penyair Taufiq Ismail. Sebuah syair lagu yang berpesan kepada kita tentang sebuah kesempatan, sebuah kesempatan yang harus kita renungkan sebelum datangnya akhir Ramadhan. Puasa sebagai kata yang umum terhadap shaum dalam Al-Quran menjadi sebuah syariat utama keislaman, sebulan lamanya perintah wajib tersebut harus dijalankan dalam setiap tahun kalender Hijriyah.
Hikmah puasa telah banyak diteliti para ulama dan ilmuwan, dari para ahli syariat dan keagamaan Islam hingga ke para ahli psikologi dan kedokteran. Saya tidak akan banyak berbicara mengenai hikmah puasa secara rinci atau wacana puasa sehat, juga tidak mengenai tip dan trik caranya berpuasa. Sudah banyak tulisan tentang hal-hal tersebut, sudah banyak program TV membahas secara gencar syariat tahunan Islam ini, bahkan kini puasa juga semakin menjadi komoditas para selebriti menenarkan dirinya membagi cerita hikmah puasa dengan menampilkan bagaimana mereka berbuka atau bagaimana mereka bersahur. Saya tak menghujat mereka sebab kehidupan setiap muslim jelaslah berbeda. Sebab berpuasa adalah ritual hablumminallah, sebuah prosesi pribadi antara dirinya sendiri dengan tuhannya, Allah SWT. Sebagai muslim kita hanya berharap maraknya acara bertema Ramadhan –maupun tema Islam lainnya– adalah sebuah implementasi syiar Islam yang simpatik. Jelas sangat disayangkan ketika acara-acara bertema Islam tidak memberi simpati kepada para muslim sendiri.
Mereka yang ikhlas menjalankannya dijanjikan dijauhkan dari godaan setan, dijanjikan dijauhkan dengan dibelenggunya setan dari manusia. Bukan kita tak meyakini hal tersebut, namun sebagai manusia kita punya kelemahan. Kelemahan manusia sendiri yang membuat kita menjadi setan dalam kehidupan hablumminannas walau untuk hal-hal yang mungkin kecil, seperti tersinggung dan menyinggung, lupa diri dan lupa daratan, berprasangka buruk tanpa logika, egoisme dan kesombongan dan hal-hal kecil lainnya yang mungkin tak pernah kita sadari. Kelemahan mental manusialah yang mendekatkan sang setan menggoda manusia.
Mental seorang manusia jelas berbeda-beda. Secara empiris kita sering mengelompokkannya menjadi sebuah generalisasi, kadang bersifat buruk, kadang bersifat baik. Semoga yang baik selalu yang diwariskan turun temurun. Kita mengenal mental manusia-manusia dalam kehidupan antar manusia seperti orang-orang suku anu ahli berdagang, suku anu ahli menjadi tukang kiridit, suku anu ahli menjadi pengacara, suku anu sangat pemalas, suku anu sangat periang, suku anu individualistis dan sebagainya. Itu semua hanya generalisasi mental manusia-manusia, hanya secara umum, bukan sesuatu yang absolut. Bukan berarti kita tak mengindahkan hal-hal tersebut, sebab mental manusia –sebagai sebuah warisan budaya– tetaplah akan diturunkan dari orang tua kepada penerus-penerusnya dan kita sangat sering bersinggungan dengan generalisasi mental-mental manusia tersebut. Kita kerap berprasangka buruk, kita pun kerap menjadi objek prasangka buruk akibat semua penyalahgunaan atribut di atas. Saya orang Sunda, orang Sunda kerap dicibir karena slogan “Kumaha engké!” yang artinya “Nanti saja!” atau atribut lain seperti “Orang Sunda itu kambing, pemakan segala daun-daunan mentah.”
Mengabaikan generalisasi mental-mental tersebut mari kita berbicara tentang mental diri kita sendiri terlepas dari atribut kesukuan, kelompok, keluarga, profesi dan sebagainya. Muslim diberi syariat puasa untuk mengolah mental dirinya masing-masing, diberi batasan-batasan tanpa dikurangi godaan-godaannya, sehingga manusia melihat dalam perspektifnya bahwa godaan menjadi lebih banyak dan lebih besar. Di sinilah salah satu hikmah berpuasa dalam melatih muslim mengasah mentalnya. Mental yang sangat personal kepada-Nya dan mental dalam kehidupan dengan sesamanya. Kita tak perlu menilai dan menghakimi mental seseorang yang sangat personal tersebut. Itu adalah urusan pribadi masing-masing. Namun kita diberi lingkungan batasan di antara sesama kita agar mental kita yang baik dan buruk tidak mengganggu orang lain, menyinggung orang lain.
Seorang anak kecil berumur di atas enam atau tahun belajar berpuasa, secara fisik mungkin ia tak akan kuat, namun si anak tanpa menyadarinya ia diberikan sebuah latihan. Berlatih mengukur kekuatan diri, meski ia tak mampu menghitungnya namun ia melatih mentalnya untuk menyatakan ketakmampuannya, bukan untuk melatih mencari-cari alasan agar ia senang tidak berpuasa saat muslim lain berpuasa.
Seorang muslim dewasa yang secara fisik normal akan mengukur bahwa syariat fisik puasa adalah hal biasa, bukan sesuatu batasan di luar kemampuannya. Namun godaan terhadap ibadah puasa bagi orang dewasa jelas lebih banyak, tak hanya menahan lapar, dahaga dan kama. Muslim dewasa berlatih mengasah mentalnya dalam menghadapi godaan yang mengurangi nilai puasanya, terutama yang terkait dengan orang lain. Kita kerap tersinggung oleh hal kecil. Kadar ketersinggungan –apalagi didominasi perasaan– itu pun sudah menunjukkan kelemahan mental manusia, apalagi saat kita meresponnya dengan menyinggung balik. Dua kelemahan yang mudah terjadi pada diri kita. Saat amarah datang, kelemahan mental manusia semakin menjadi. Shaum Ramadhan melatih muslim untuk menghindari hal-hal seperti itu. Puasa kita akan kurang bernilai saat kita hanya berpikir menahan lapar, dahaga dan kama tanpa disertai menahan ego, sumpah serapah, dengki, dusta dan sebagainya.
“Kamu seorang muslim, kamu sehat tapi kamu tak berpuasa di bulan Ramadhan. Kamu hanya seorang manusia cengeng!” Mungkin kalimat sederhana ini juga bisa berarti sebuah kedengkian kita kepada orang lain. Sebuah keangkuhan yang tak disadari bisa menyinggung perasaan orang tersebut. Sebuah keangkuhan menilai diri berlebih, merasa lebih baik dari orang tersebut yang mungkin akhirnya orang tersebut merespon balik menilai diri kita buruk, apalagi jika kita ikut tersinggung menghadapi respon tersebut. Mungkin juga anda yang membaca contoh kalimat saya di atas sudah tersinggung terlebih dahulu. Mental kita kerap diuji oleh hal-hal kecil seperti ini. Di bulan Ramadhan ini kita akan merasakan dan belajar bagaimana menghadapi ujian mental.
Mental menahan diri dari hal-hal buruk yang kecil, sebuah hikmah yang bisa diambil dalam menjalankan ibadah shaum.
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Semoga anda mampu menahan diri jika anda tersinggung terhadap tulisan saya, pun saya mawas diri dengan apa yang telah saya tuliskan. Semoga kinerja tak terganggu saat berpuasa.
Popularity: 5% [?]
Minggu, 24 September 2006 @ 3:36
Love this one..
Agree..
Minggu, 24 September 2006 @ 3:39
mohon maaf atas segala khilaf & salah, selamat menunaikan ibadah puasa.
Minggu, 24 September 2006 @ 9:42
Selamat Puasa, Jay// Dan semuanya// Mohon maaf lahir batin//
Minggu, 24 September 2006 @ 15:19
Jadi buka bersama dimana kita?
Minggu, 24 September 2006 @ 16:19
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan
Senin, 25 September 2006 @ 10:09
ini undangan buat buka puasa bareng yak?
hehehe
Senin, 25 September 2006 @ 12:41
Jadi inget moto puasa laskar kita:
“Gue lagi puasa tauk! Jangan digodain!
Tutup dan singkirkan itu semua godaan!
Berani godain, gue obrak-abrik jadi abon lu!”
Hehehe… selamat belajar shaum
Senin, 25 September 2006 @ 15:40
selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan tahun ini>…….
Senin, 25 September 2006 @ 20:26
Met puasa, Om..
Jangan lirik yang enggak-nggak lagi yey..
Selasa, 26 September 2006 @ 0:14
Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, terimalah
rangkaian sajak rasa hati Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi
tentang bulan Ramadhan pada situs
http://affan.cnrglab.itb.ac.id/abuya-attamimi/sajak-ramadhan
Mudah-mudahan dengan menghayati sajak-sajak ini, kita akan rasakan
kebesaran Tuhan serta kebesaran Orang Tuhan yang berikan kita petunjuk
serta keselamatan di dunia dan Akhirat, agar puasa kita makin membuahkan
taqwa dalam diri kita, amin.
Mohon maaf,
Wass.wr.wb.
Selasa, 26 September 2006 @ 21:07
Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga banyak rahmat yang akan tercurah buat kita semua. Salam.
Rabu, 27 September 2006 @ 12:57
Met puasa kang Jay…
Jumat, 29 September 2006 @ 1:27
Marhaban Ya Ramadhan
Jumat, 29 September 2006 @ 16:36
selamat menunaikan ibadah puasa.
Sabtu, 30 September 2006 @ 8:23
Diasah terus, biar tambah tajem. Sehingga iman kita kuat
Minggu, 1 Oktober 2006 @ 10:54
mohon maaf klo ada salah-salah kata. met puasa, moga gak boloooong puasanya.
Minggu, 1 Oktober 2006 @ 13:54
Met Shaum Ramadhan Om Jay (dan temen-temen lain yang menjalankan)…
Rabu, 4 Oktober 2006 @ 14:22
yang gw heran adalah : Puasa yang begitu berat dan melelahkan banyak orang yang bisa menjalaninya dengan ringan, sholat yg begitu ringannya rasanya berat sekali menjalankannya…! Piye jal….?
semoga kita tidak cuma dapat haus dan lapar saja. Insya Allah
Rabu, 4 Oktober 2006 @ 18:45
Setuju dengan #18! Gejala seperti itu kita alami. Tapi apakah benar-benar mereka menjalani puasa yang sesungguhnya? Atau cuma menmindahkan jadual makan pagi dan siang?
Teman-temannya saya yang kejawen, sering menyindir kami yang sahur sekitar jam 4. “Itu sih sarapan!”, kata mereka. Memang mereka sarapan sekitar itu, sebelum bergegas pergi bekerja di sawah.
Ibadah puasa diuji efektifitasnya di Indonesia. Berpuluh-puluh tahun kita puasa, tapi tak ada hasil. Korupsi kita paling hebat. Orang makin brutal di jalan raya. Etika makin menipis. Kemana hasil puasa itu pergi?
Bahkan lebih sedih lagi, di Aceh dan Banten (daerah yang sangat akan mempraktekan syariat Islam, justru korupsi paling besar di sana)
Mungkin kita lupa dengan makna bulan puasa. Yang puasa ternyata cuma ‘bulan-nya’. Bukan orangnya.
Ada yang salah dengan cara kita berpuasa.
Kamis, 5 Oktober 2006 @ 14:18
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, SEMOGA PUASA RAMADHAM KITA SELAMA 1 BULAN PENUH MENDAPAT PAHALA,
Senin, 9 Oktober 2006 @ 13:24
SAYA MERASA HARUS LEBIH BAIK RAMADHAN HARI INI DENGAN RAMADHAN KEMARIN
SMOGA TUJUAN PUASA QTA TERCAPAI ………………………TAQWA
AAAAAMIIIIIIIIIIIN
Selasa, 10 Oktober 2006 @ 10:04
BULAN ROMADHLON KAMI RASAKAN SEBAGAI BULAN YANG YANG KONDUSIF DALAM MEMBENTUK KARAKTER SESEORANG, MENUMBUHKAN KESADARAN DIRI, DAN MEMBERIKAN PELUANG YANG SANGAT BESAR DALAM MEWUJUDKAN RASA UKUWAH, KEBERSAMAAN, KEDAMAIAN, KASIH SAYANG DAN SALING MENGHARGAI. sEMOGA IKLIM DAN SUASANA BULAN ROMADHLON INI TERUS BERLANJUT PADA SUASANA SESUDAHNYA BAIK DI JALAN MAUPUN DI LINGKUNGAN KERJA (UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA). AMIN
Rabu, 11 Oktober 2006 @ 11:25
Puasa Puasa
Jumat, 13 Oktober 2006 @ 5:40
#18 Q setuju bgt tu,,,
kq bisa yaw?????
selamat puasa yaw,,,,to all
moga bisa lebih membawa manfaat bagi kita semua
amieeeeeeennnnnn,,,,,,,
ca cao,,,,
Jumat, 13 Oktober 2006 @ 22:29
selamat puasa buat semua! salam hangat dari jogjakarta!
Paulin
________________________________
“a wife, a mother of two &
an independent business owner”
Rabu, 18 Oktober 2006 @ 11:03
secara iseng saya googling dg keyword “puasa mengasah mental” eh ternyata no 1 nya adalah blog ini, jadi gatal pengen nulis, maaf ya telat bgt, puasa dah hampir abis
, saya setuju dg anda bung jay(maaf sok akrab), tapi saya jg sering sedih, ato apa yah perasaannya, klo saya naik bis umum(saya tinggal di jakarta) sangat kontras pemandangan antara waktu sebelum berbuka dengan setelah berbuka, bayangkan saat belum berbuka bis yg saya naiki itu lumayan bersih, namun saat berbuka tiba, bis tsb langsung berubah, botol gelas aqua berserakan dimana2, orang merokok tidak peduli sama orang lain, bungkus kue berserakan de el el, duh saya merasa kok ya kayak gak tau aturan yah, percuma siangnya berpuasa, tapi malamnya tiba2 seenaknya sendiri, buang sampah semaunya, ngerokok sembarangan, apa puasa mereka di terima yah, sedih deh…
eh maap jadi rada2 curhat
Sabtu, 25 Agustus 2007 @ 21:03
sebentar lagi kita puasa. Ini puasa saya yang pertama dengan seorang suami. Ayo kita sambut Ramadhan dengan ibadah yang lebih baik dari kemarin-kemarin.Semangat, Ceria dan senyum….
Rabu, 5 September 2007 @ 15:20
Komentar.
Met puasa yah.
Aku mau ngadain acara Getting Ramadhan lho, klik aja. http://www.reksa.net atau hub 021 850 3310, ext. 305 atau 0812 963 9903
Salam IHSAN
Jumat, 7 September 2007 @ 13:40
1 minggu lagi puasa,jangan lupa ibadahnya yang rajin ngak ketinggalan juga puasanya yang rajin biar ful 1 bulan
salam zuldan
Selasa, 18 September 2007 @ 10:41
Puasa itu bukan Dipikirkan tapi di jalani dengan rasa yang ikhlas insya Allah semua itu akan lebih nikmat dijalani ok!
Rabu, 26 September 2007 @ 6:12
Fatwa Seputar Masalah Puasa dan Ramadlan
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=758
Kamis, 4 September 2008 @ 10:24
manfaatkan bulan ramadan dengan semaksimalkan mungkin, jangan sampai kita kecewa dikemudian hari gara2 kita asik dengan urusan duniawi,met puasa untuk semuanya,mari kita jemput surga Allah
Sabtu, 6 September 2008 @ 16:13
puasa dapat menyembuhkan sakit lambung yang ringan
jangan sekali kali puasa setengah hati justru dpt menyebabkan sakit lambung
islam mengajarkan masuklah ke dalam islam dengan kaafah jangan setengah-setengah
selamat berpuasa jadilah orang yang dirindukan sorga jannatun naim
Selasa, 9 September 2008 @ 10:59
marhaban ya ramadhan wahai temannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Selasa, 16 September 2008 @ 11:28
Tak terasa sudah hampir setengah bulan kita berpuasa….Semoga 4jji mnerima amalan2 kita…!!!
Kamis, 18 September 2008 @ 10:44
[...] http://yulian.firdaus.or.id/2006/09/24/puasa-mengasah-mental/ [...]
Senin, 9 November 2009 @ 6:05
sharing sedikit tentang Puasa / Shaum dari bolg k-4-s.info
Definisi dan Penjelasan Shaum / Puasa dalam Islam
semoga bermanfaat.
mohon maaf jika ada yang kurang pas.