Gajah Mada: Hamukti Palapa

Senin, 4 September 2006M
10 Syaban 1427H

Kali ini saya mendapat kesempatan membaca draft buku Gajah Mada: Hamukti Palapa karya Langit Kresna Hariadi. Draft tersebut saya dapat dalam format MS Word. Kurang nyamannya membaca tulisan yang setara dengan 300 lebih halaman dalam format cetak pada layar komputer saya convert ke dalam format dokumen Aportis (PDB) menggunakan pengolah kata OpenOffice, dan kemudian saya baca secara santai di ponsel SE P900 melalui aplikasi Mobipocket Reader.

Penerbit Tiga Serangkai setelah menerbitkan Gajah Mada dan Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara kembali akan meluncurkan Gajah Mada: Hamukti Palapa dalam bulan September ini.

Sampul Buku Gajah Mada: Hamukti Palapa


Kisah Gajah Mada kali ini merupakan rangkaian kejadian semenjak Majapahit dipimpin oleh dua ratu, Dyah Wiyat dan Sri Gitarja yang diangkat memimpin Majapahit karena Jayanegara tidak meninggalkan keturunan lelaki yang bisa diangkat menjadi putra mahkota.

“Ada sebuah hal penting yang harus kau kerjakan. Bantulah aku untuk mencuri dua buah benda pusaka penting di istana Majapahit, masing-masing Cihna Nagara Gringsing Lobheng Lewih Laka dan Songsong Udan Riwis.”

Adalah pesan tersebut yang diterima Branjang Ratus, putra Ki Buyut Padmaguna, saat menghadap bibinya, Sri Yenda, atas permintaan Ki Buyut. Kedua benda tersebut adalah pusaka negara Majapahit yang digunakan dalam menobatkan raja-raja pendahulu Majapahit, Raden Wijaya dan kemudian Jayanegara, serta kedua Ratu tersebut.

Majapahit kemudian dilanda bencana alam. Gunung Kampud meletus disertai gempa dalam keadaan musim panas yang kering kerontang. Di saat itulah istana Majapahit geger karena dimasuki maling. Kedua pusaka tersebut hilang dicuri, mempermalukan Gajah Enggon sebagai Senopati Bhayangkara, pimpinan pasukan khusus, serta Gajah Mada sebagai Patih yang harus bertanggung jawab kepada Mahapatih Arya Tadah dan kedua Ratu Majapahit.

Gajah Enggon meletakkan jabatan dan atas petunjuk Ibu Suri Gayatri Gajah Enggon mencari jejak pencuri kedua pusaka tersebut ke Hujung Galuh membuntuti jejak hujan, sekaligus sebuah pesan pribadi bahwa hidup Gajah Enggon akan bermula di sana. Sebuah petunjuk yang aneh bagi prajurit Bhayangkara tersebut. Dengan bantuan Pradhabasu, mantan Bhayangkara yang telah kembali menjadi penduduk biasa di buku sebelumnya berangkatlah mereka ke pelabuhan yang sekarang menjadi kota Surabaya.

Di saat yang sama Majapahit dilanda kericuhan, lima orang berkuda membakar-bakar rumah penduduk. Aksi tersebut sulit diatasi oleh para prajurit dan Bhayangkara, namun Gajah Mada merasa itu adalah sebuah taktik dari perusuh agar pasukan menyebar keluar istana. Gajah Mada masih memikirkan kembalinya pencuri tersebut ke istana atas petunjuk Ibu Suri Gayatri. Kelima orang perusuh tersebut sempat dijumpai Gajah Enggon dan Pradhabasu, namun tugas dan kepentingannya memburu pencuri pusaka negara ke Hujung Galuh tak membuat mereka kembali ke Majapahit meskipun dengan rasa penasaran yang tinggi bahwa merekalah pencuri tersebut.

Prajurit istana dan Bhayangkara menjaga rapat istana, namun seperti pada pencurian sebelumnya berhasil lolos memasuki gudang pusaka karena ilmu sirep yang membuat kantuk seisi istana. Penjagaan yang ketat dan pagar betis yang rapat setelah maling tersebut masuk ke dalam gudang pusaka juga masih membuat pencuri tersebut lolos dengan bantuan kabut yang sangat tebal di malam hari. Kabut hilang bersamaan dengan hilangnya mahkota raja beserta Ibu Suri Gayatri. Namun kemudian biksuni Gayatri kembali lagi, membuat segudang pertanyaan bagi Gajah Mada. Atas pertemuan singkat di keputren Gajah Mada menyimpulkan usaha makar dan kudeta dari seseorang yang mencuri benda-benda pusaka tersebut, di mana benda-benda pusaka tersebut biasa digunakan dalam menobatkan seorang raja yang naik tahta.

Patung Gajah Mada

Keta dan Sadeng adalah dua wilayah yang dicurigai Gajah Mada. Kedua wilayah ini sudah dua kali tidak hadir dalam pasewakan (pertemuan tahunan) di alun-alun Bubat. Pasewakan adalah pertemuan tahunan para raja di bawah bendera Majapahit. Pasewakan kali ini diadakan dengan menggelar latihan perang bersama dari seluruh kesatuan, termasuk simulasi gelar perang taktik baru, yaitu Bayu Bajra. Salah satu utusan yang hadir adalah rombongan kerajaan Swarnabhumi (Palembang/Sumatra) yang berlabuh di Hujung Galuh, membawa puluhan kapal besar yang baru pertama kali dilihat Majapahit, dan Aditiawarman –yang masih kerabat keluarga Majapahit– membawa benda aneh bagi Gajah Mada, sebuah peledak atau mercon.

Gajah Enggon dan Pradhabasu di Hujung Galuh akhirnya memisahkan diri. Gajah Enggon tetap membuntuti jejak pencuri pusaka ke utara dan Pradhabasu bergerak ke selatan ke arah Keta dan Sadeng untuk membantu telik sandi yang sedang beroperasi mencari bukti Keta dan Sadeng yang dikabarkan akan memberontak. Operasi para telik sandi ini pun akhirnya dikabarkan ke Gajah Mada yang saat itu menjaga istana sekaligus mengadakan pasewakan.

Aditiawarman kemudian pamit dari pasewakan, lebih cepat dari jadwal yang telah diutarakannya kepada kedua Ratu Majapahit untuk kembali ke Hujung Galuh dan berlayar kembali. Di saat yang sama para telik sandi Keta dan Sadeng mengabarkan semua perkembangan gerak-gerik Gajah Mada dan kondisi pasewakan, termasuk berita prajurit istana yang diberangkatkan ke Keta dan Sadeng setelah pada pasewakan tersebut Gajah Mada membuktikan rencana berontak dengan bukti akurat yang dikirim oleh Pradhabasu dan telik sandi yang sedang beroperasi di sana.

Berhasilkah Gajah Enggon mengejar pencuri kedua pusaka Majapahit tersebut?
Siapa pula pencuri lain yang mencuri mahkota raja?
Bagaimana taktik Gajah Mada meredam upaya makar di Keta dan Sadeng?
Terjadikah perang di Keta dan Sadeng?
Siapa Branjang Ratus, Ki Buyut dan Sri Yenda yang diceritakan di awal buku?
Bagaimana Arya Tadah meletakkan jabatannya dan menobatkan Gajah Mada menjadi Mahapatih?

Selain rentetan peristiwa di atas, Langit Kresna Hariadi memberi sisipan cerita flash back tentang pemberontakan di Singasari, tentang keris Empu Gandring, tentang Kertanegara mengusir utusan Tartar (Kubilai Khan), Jayakatwang melakukan kudeta kepada Kertanegara hingga Sanggramawijaya (Raden Wijaya) naik tahta dan membuat negeri baru Majapahit.

Sebuah fiksi sejarah yang menarik!

Dan berikut foto Langit Kresna Hariadi saat di Bandung beberapa waktu yang lalu.
Langit Kresna Hariadi di Bandung

Saat ini Gajah Mada: Perang Bubat juga sudah selesai ditulis oleh beliau.

Komentar

158 komentar untuk catatan 'Gajah Mada: Hamukti Palapa'

  1. #1
    gravatar

    hebad…seru kliatannya…
    blom dijual ya a?

  2. #2
    gravatar

    jay.. forward ke aku dong. hihihihihi

  3. #3
    gravatar

    mas jay, ini fiksi ya?

  4. #4
    gravatar

    Dah baca yang buku pertama dan kedua.

    Siap-siap beli yang ketiga:p

  5. #5
    gravatar

    yah, tapi sayah mah kecewa ama gajah mada, dia kan tokoh pasisme tradisional, apalagi ketika membunuh raja sunda beserta jajarannya pada saat perang bubat

  6. #6
    gravatar

    saya juga mau dong di fwd sama seperti #2:D

  7. #7
    gravatar

    hah? boleh baca yang blom dipublish? mau dong…
    gak ada yang protes nantinya tuw?

  8. #8
    gravatar

    #7 hush, diem – diem aja lu:p

  9. #9
    gravatar

    wah kang jae kenal sama Langit Kresna Hariadi, beliau yang nulis Senja di Langit Majapahit juga kan (roman tegal bubat tea), wah … keren euy. nulis lg tentang sejarah bandung dong:D

  10. #10
    gravatar

    #2 dan #6 Hayo..kalian nakal ya….

  11. #11
    gravatar

    mau dong

  12. #12
    gravatar

    spoilerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  13. #13
    gravatar

    Nunggu dan mo baca yg “Gajah Mada: Perang Bubat”-nya dulu ah. Btw. ini postingnya bertepatan dgn. perang bubat euy 4 September (konon 13 Bhadrawada 1278 Saka / 1357M ), setengah tihang untuk para balapati.

  14. #14
    gravatar

    wah…hebat Jay..buku Bung LKH ini memang bagus gaya bertuturnya dalam novel sejarah majapahit dan cara memecah novelnya menjadi beberapa buku memang tepat, hal ini beda dengan Eiji Yoshikawa yang bukunya Mushasi dan Taiko ketebalannya mencapai taraf bisa dibuat bantal…meski ceritanya menarik. kapan diterbitkan buku ke 3 itu?

  15. #15
    gravatar

    Forward dong mas Jay…penasaran nih! pliiisssss….boleh kaan, boleh doonngg?! …Thkasn 4b ): (maaf, saalh keitk)

  16. #16
    gravatar

    Uaah. telat bgt nih saya. Baru selesai baca jilid 1 ternyata jilid 3 udah mao keluar! Oh nOoooo!
    Harus cepet-cepet bc jilid dua nih ^^

  17. #17
    gravatar

    Oh ya, karakter fav mas Jay siapa?
    Aku suka Pradhabasu. Abis katanya ganteng…

  18. #18
    gravatar

    minjeum lah

  19. #19
    gravatar

    seandainya ada produser nasionalis yg mau memproduksi film ini…kolosal, keren banget…nusantara dahulu membentang dari Filipina, Indonesia sampe Kamboja…Sekarang Indonesia, dgn Kalimantan bagian Utara jadi Malaysia & Brunei…Papua bagian Timur jadi Papua New Guinea…itulah yg buat Bung Karno geram dgn keserakahan org2 kulit putih:)

  20. #20
    gravatar

    Mas Langit…. saya udah baca buku yang ke-1 dan ke-2, enak kita serasa ikut didalammnya. Untungnya saya dulu berlangganan majalah “panyebar semangat” jadi bisa dikit-dikit menebak alur ceritanya (karna pernah dikupas dalam majalah “PS” tersebut terutama sepak terjang mahapatih/ramapati dan pemberontakan lainnya). asyeek bener nich … kapan buku yang ke-3 “gajah mada hamukti palapa” di release ….. sekalian dikit saran nich .. sampekan ke Tiga Serangkai agar tidak terjadi halaman dobel dan kurang (pada buku ke-1)

  21. #21
    gravatar

    Buat Kang Jay…
    selamat deh dapat kehormatan bisa kopi darat dengan Pak LKH, “The Idol”, “Indonesian Dan Brown”; ” Titisan SH Mintardja” apalagi yah rekk?:-)
    salam kenal dan ini komen kedua saya di blog ente.

    Meskipun saya kolektor 2 buku GM sebelumnya (dan juga pengin banget beli GM III) saya tadinya mengharapkan ada kritikan dari Bung Jay tentang GM III,
    We … alaah ….masa komentarnya ternyata cuma “Sebuah fiksi sejarah yang menarik!”
    Biasanya Kang Jay ‘kan paling bisa deh menguntai kata merajut kalimat menjadi sebuah kritk yang elegan (cont.spt ini: “Memahami sejarah jauh lebih menyenangkan dalam bentuk cerita yang mengalir.”). Hayo tanya Kennapa Kang?:-)

    Buat Pak LKH yth…
    1. kapan ada acara kopi darat di toko2 buku di Jkt / Depok? Dipun Rantos …
    2. Benarkah GM akan jadi dobel/triple trilogi? kalo bener, walah… mesti re-budgeting nih!
    3. Usul nih Pak Langit, kalo GM kelar, semoga bakal berkesempatan menulis novel prekuel dari ‘Sang Guru’-nya Bp LKH alias “Nagasasra & Sabukinten” yang time linenya berada setelah era Majapahit/sekitar Kerajaan Demak. Dospundi(jw=bagaimana) Bapak? Pasti asyik tuh! (semoga menginspirasi, amin)

    Komentar foto:
    foto Pak LKH -nya kok beda sama yang di novel yah … sudah makin makmur kali? Amin lagi deh:-)
    Jay … sepertinya aku gak asing dengan wajah ente … tapi pernah bersua dimanna yah rek?:-)

  22. #22
    gravatar

    #21: Ada beberapa pertimbangan saya hanya menulis ulasannya saja (mungkin hanya spoiler), review dan kritik agak sulit saya tuliskan karena keterbatasan saat membaca ratusan halaman pada PDA phone. Apalagi dengan nama tokoh semakin banyak plus gelarnya yang panjang-panjang.

    Nama-nama tokoh tersebut –baik fakta maupun fiksi– banyak ditulis ulang dalam buku ini, cukup membantu pembaca karena short term memory lost, terlebih catatan kaki menegaskan mana tokoh fakta dan mana tokoh fiksi karangan LKH. Setting yang berpindah-pindah cukup menarik disertai dengan pengembangan karakter setiap tokoh, termasuk tokoh inti Gajah Mada.

    Tidak hanya Gajah Mada, tokoh lain masih menjadi benang merah di buku keempat, Perang Bubat. Nanti saya tuliskan lagi reviewnya, semoga dengan termasuk kritik-kritiknya.

  23. #23
    gravatar

    Jay Perang Bubad jangan dulu dikomentari ya, ada permintaan editing, terutama bagian yang ngelantur-lantur harus dihilangkan.
    Hatsci! Asyik juga dapat banyak komentar. Salam untuk semuanya.
    Hari ini (ini tanggal berapa ya, sampai lupa? O ya, tanggal 18, Gajah Mada Hamukti Palapa sudah terbit jadi buku, maaf ya kalau harganya kurang bersahabat habis itu kan urusan penerbit, hehe, maklum lebih tebal, kira-kira 3 cm) ada juga yang edisi luks dihard kaver, regane pira ya?
    Untuk Bambam, saya memang punya rencana ke sana. Saya sedang riset.

  24. #24
    gravatar

    Sekadar berbagi informasi:
    Menurut kompas kemarin (19 Sept 2006)
    petengahan bulan November 2006 nanti di Museum Nasional akan diadakan Pameran Besar tentang Majapahit. Semoga rencana tsb akan benar2 terealisir dan kita, generasi yang jauuuuh banget dari era tersebut dapat semakin mengenal dan memaknai dan menyadari kebesaran Majapahit.
    Saya berandai-andai… Kalau saja Pak Langit (dan penulis2 ttg majapahit lain bisa (di)hadir(kan) ..di arena tersebut, sekaligus promo karya beliau2 … alangkah serunya.
    Pak Langit dipun rantos rawuhipun wonten Jakarta …. Sa’estu Pak. Mugi2.:-)

  25. #25
    gravatar

    Untuk teman-teman di Bandung, tanggal 1 oktober 2006 bedah buku Gajah Mada Hamukti Palapa di Jatinangor, Mau tahu siapa moderatornya? He he Jay Julian.
    Butuh info lebih lengkap, hubungi saya di 0271 6820854
    Salam! Menjalin persatuan dan kesatuan

  26. #26
    gravatar

    Gajah Mada Mati di Aceh ya? apa ada sejarahnya?

  27. #27
    gravatar

    waaaaaah ada bedah buku di jatinenzer? Wadduh terlambat baca ieu mah euy. Lagi pulang ke Jakarta nih. Duh duh…nyesel nyesel! Ga bisa diundur hari selasanya aja ya? Sekalian saya ada kuliah di Jatinangor:)
    Wah Mas Langit dan Mas Jay, ada bedah buku lanjutan g di skitar Bandung dan Jakarta?

  28. #28
    gravatar

    #27: Info dari Tiga Serangkai: Diundur ke tanggal 14 Oktober 2006.

  29. #29
    gravatar

    yang diundur ke tanggal 14 oktober itu bedah bukunya ya Mas Jay? Alhamdulillah…

  30. #30
    gravatar

    Data yang diperoleh untuk penulisan tsb didapat dari Prasasti-prasasti, yang kemungkinan akan ada cerita sejarah yang terputus.
    Apa nggak di cross check dengan si pelaku sejarah sendiri ??? Mungkin ada orang yang mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang masa lalu yang menjadi pelaku sejarah.
    Di daerah Gunung Ibul kota Prabumulih/Sumsel, ada makam tua yang dipercaya penduduk setempat sebagai makam Gajah Mada.
    Mungkin bisa di check kebenaran nya.

  31. #31
    gravatar

    [...] Kita pun tak kalah punya pujangga besar yang menelurkan sebuah epik yang sekaligus sebagai bukti sejarah, kitab Negarakretagama, karya Empu Prapanca. Sebuah kitab berisi kejayaan Nusantara dahulu hingga kebesaran Majapahit dalam bentuk pupuh. Terima kasih kepada Langit Kresna Hariadi yang membuat buku cerita Gajah Mada (jilid I, II, III dan IV) yang lebih mudah dibaca dan menyenangkan daripada membaca kitab Negarakretagama langsung. [...]

  32. #32
    gravatar

    duh… bagus banget epik tentang gajah madanya dari buku 1 sampe buku 3… udah ga sabar pengen buru-buru baca yang cerita tentang perang bubat.. penasaran banget.. gimana kang kreshna ngegambarin cerita dramatis percintaannya dyah pitaloka.. kepahlawanan raja sunda.. dan kepentingan gajah mada dalam menyatukan nusantara.. dan juga tentang kebijakan politik dari prabu hayam wuruk setelah terjadi perang bubat… saya penasaran banget akhirnya… apa gajah mada dihukum mati karena menentang kehendak raja? atau dibuang? atau hukuman2 lainnya yang tragis..???? karena cerita tentang gajah mada itu berakhir di perang bubat.. setelah perang bubat.. gajah mada ga pernah di ceritain lagi… kenapa???? itu menjadi tanda tanya besar banget???? (kasih tau duonk… abis penasaran neh) menurut kang jay kumaha tah gajah mada teh setelah perang bubat? klo menurut kang kreshna gimana?

  33. #33
    gravatar

    Kang Langit,
    Bukunya bagus tuh…tapi saya punya masukan
    hanya saja ga bakalan sy tuliskan disini..
    saya udah selesai mbaca dua-duanya
    baik yg Hamukti Palapa maupun yg jilid ke-2
    (Pembrontakan istrinya Ra Tanca dan matinya Kalagemet
    sampai naiknya Gayatri menggantikan anak tirinya itu).
    tapi kalo mo direct call ke Kang Langit gimana donk ..
    kasih sms/ missed call ke gue ya 022-70739162
    nanti saya call balik deh…asli..
    Ada input bagus buat Kang Langit.
    Tks
    Andriyono/ mBandunk.

  34. #34
    gravatar

    Untuk Kromo boleh telepon saya di 0271 6820854, juga yang lain jika ingin kontak dengan saya.
    Bulan April tahun depan, Insya Allah saya akan melepas sebuah judul serial baru yang pasti lebih seru, Candi Yang Hilang, bercerita tentang lenyapnya sebuah candi pada zaman Mataram lama, namun setting cerita terjadi di zaman Singasari.
    Semua teman, tunggu ya! Jay, agak menyesal nih karena acara di Bandung gagal.

  35. #35
    gravatar

    yaaaaah, bedah bukunya g jadi…..

  36. #36
    gravatar

    Kang Jay & Mas Langit, mau tanya dong. Arti kata NISITA apa sih? Kalo PAWITRA artinya apa ya? Trus, dalam bahasa Jawa kata LARA tuh bisa berarti DUA atau SAKIT ya? Bedanya dimana? Di pengucapan atau apanya? Trus, kabarnya dalam bahasa sanksekerta, LARA itu artinya GADIS ya? Lalu apa beda bahasa jawi kuno dengan bahasa sanksekerta? Terimakasih banyak sebelumnya. Mohon dibantu.

  37. #37
    gravatar

    Untuk Lala, semoga jawaban kang langit ini bisa membantu. Soal Nisita, mungkin yang dimaksud adalah Nistha, artinya aib. Terus Pawitra adalah kata lain dari air, tirta.
    Lara, benar berarti sakit, sementara loro berarti dua. “Lara” (terbaca dengan vokal seperti pada kata germo) jelas berbeda arti dengan “loro” (terbaca dengan vokal seperti pada kata soto) sementara orang yang tidak memahami ejakan bahasa jawa sering terjebak, misalnya menulis “bata” (maksudnya adalah bata merah dengan vokal seperti pada kata germo) dengan “boto” yang seharusnya dibaca dengan vokal seperti pada kata soto. Di Jawa ada kosa kata Rara, adalah sebutan/panggilan untuk gadis, misalnya di Jakarta/Sunda neng. Lara di Sunda sama artinya dengan Rara di Jawa.
    Jawa kuno bisa didentifikasi sebagai bahasa percakapn dari zaman Majapahit ke sekarang, sebaliknya sanskerta adalh bahasa agama (Arab untuk Al Qur’an) berasal dari India.
    Jelas ya?
    Di

  38. #38
    gravatar

    waaah terimakasih banyak Kang Langit. Tapi belum terlalu puas nih…hehe. Soalnya yang saya maksud benar2 Nisita, bukan Nistha. Jangan bilang siapa-siapa ya Kang, sebenernya kata2 yang saya tanya itu adalah nama saya. Celakanya bertahun2 yang lalu, orangtua saya kehilangan kamus bahasa tempat nama saya itu diambil, sehingga mereka jadi ragu2 waktu saya tanya apa arti nama saya (kasian benget ya saya). Jadilah akhirnya selama bertahun2 saya nyari arti sesungguhnya nama saya itu. Di salah satu kamus bahasa kawi yang dulu pernah saya baca, kalau g salah arti nisita adalah pandai. Saya cari di google, sepertinya banyak juga orang yang namanya nisita. Terus di beberapa artikel yang saya baca arti pawitra itu air, entah itu pemandian atau air suci air suci (katanya). Tapi ya saya tetep aja masih penasaran. Makanya saya beranikan diri ngasih kerjaan ke Kang Langi :) Menurut saya, nama itu doa. Jadi penting sekali bagi saya untuk tau apa arti nama saya. Oh iya, nama saya larasetya nisita pawitra. Salam kenal :) Ehm Kang, kalo arti kata laras itu apa ya? Terimakasih banyak.

  39. #39
    gravatar

    Soal Nisita, nanti deh, mas langit cari di kamus, tetapi secara umum Laras itu berarti sesuai, pas, kalau digabung adalah sinergi antara sesuai dan pas dengan kesetyaan, namun juga punya makna perempuan yang punya kesetiaan. Untuk Pawitra mas Langit masih menduga berarti air.
    Jadi serba salah mas langit membantumu lewat blognya mas Jay ini, maklum lalu lintas umum, kunjungi aku di Langit_kresna_hariadi@yahoo.com
    Selamat lebaran

  40. #40
    gravatar

    Salam kenal mas Jay dan Kang Langit.

    Saya baru tahu ada blognya dari buku Gajah Mada ke 3. Langsung aja cari di internet dan ketemu alamat ini he he….
    Gak ada kata lain selain “LUAR BIASA” serasa para empu bangkit lagi dengan karya2 mereka……

    Komentar ntar deh, kemarin sempat buat tapi bingung dikirim kemana karena alamat email kang Langit di buku 1 gak jelas, direject terus he he…..

    Salam Kenal,
    Yuda Abhiseka :)

  41. #41
    gravatar

    salam kenal juga Bhiseka, nama kamu bagus sekali

  42. #42
    gravatar

    Salam,

    Dalam buku Gajah MAda selalu diceritakan kekuatan pasukan segelar sepapan. Kang LAngit hanya menjelaskan segelar sepapan sebagai kekuatan yang berkekuatan gabungan beberapa korps. Sebagai orang yang buta militer, saya mau tanya 1 korps itu berapa orang jumlahnya atau tepatnya Segelar Sepapan itu berapa besar jumlah pasukannya.
    KArena papan kan kecil he he he….

  43. #43
    gravatar

    wah…Hamukti Palapa dah selesai dalam 24 jam, mana lanjutannya?

  44. #44
    gravatar

    lagi baca yang Hamukti Palapa…. kemarin gak sengaja nemu di Gramedia…
    lgs beli aja soalnya nagih sih setelah baca seri 1 dan 2 nya… hehe….
    Tetep seru, juga teka-teki…. tapi kok rasanya di seri ke tiga ini, teka-tekinya agak mudah ketebak ya? atau saya yg terlalu berimajinasi…. hehe..
    Top deh Mas Langit… ditunggu publishnya seri Perang Bubat ya…

    Eh, temen-temen jgn pada mau gratisan doang donk… Mas Langit itu nulis kan juga pake makan, pake riset, pake mikir, pake hilang data juga .jadi pasti pake duit…. jadi beli bukunya donk….. hehehe…. yg gak punya duit.. nabung dikit lah…. hihihi….

    Peace

  45. #45
    gravatar

    Mas LKH kalo nulis emang Top buanget deh kita semua bisa kebawa ke dalam alur cerita bisa tegang,geram,senang dll, saya selalu beli mulai Gajahmada I-II-III sampe ntar nyang ke IV kapan yap , sebelum ending gajah mada selesai saya usul dikasih tambahan (Novel suplemen) tentang armada yg berangkat menaklukan Asia tenggara plus duel dengan jawara Kerajaan2 lokal spt Siam(Muangthai),Champa (vietnam)sampai sekarang nama Champa masih ada lho..liat aja peta Vietnam) tuh heheh,plus ,kerajaan Sulu (Philipina) ,sampe rimba belantara Papua, syukur2 kalo dapat bonus Re print Cergam Imperium Majapahitnya Jan Mintaraga..nambah komplet deh.
    oke terus berkarya Mas LKH, Kerajaan Sriwijaya juga perlu tuh dibuatkan Novelnya, mereka khan Pioneer sebelum Majapahit berdiri.

  46. #46
    gravatar

    Santai teman teman, rileks saja
    Jangan dibikin pusing,
    biarlah pengarangnya yang pusing.
    Kalau pusing begini, pas nggak ide, ke tengah sawah meledakkan mercon
    Kebetulan mercon yang terakhir kemarian buatan sendiri ledakannya keras, langsung kampung di sebelah melakukan pengejaran
    dikira teroris.
    Ada nggak sih, layanan penyaluran emosi, biar nggak mengganjal?
    hE HE, jangan yang ngeres, bukan itu maksudku.
    Hari ini, aku mulai berangan-angan, apa jadinya jika di zaman Mataram dulu pernah dibangun sebuah candi dengan ukuran lima kali ukuran Borobudur?
    Wiiih pasti capek untuk mengelilinginya.
    Karena ada kekuatan jahat yang akan menghancurkan candi itu, maka seorang Dang Acarya dari zaman Mataram melenyapkannya.
    jejak bayangan candi itu muncul di zaman Singasari, muncul lagi di malam-malam tertentu tahun 2011
    Aku sudah memulai menulis naskahnya
    Mungkin gramedia yang menerbitkan, atau barangkali di antara kalian semua ada yang berani menerbitkan? he he
    Di sisi lain, Jenderal Wijoyo Suyono menghubungi saya lewat telepon, mintan saya agar menulis penyerbuan Tartar ke Jawa yang berhasil dikerjai Raden Wihaya itu.
    Mana yang harus dikerjakan dulu?
    eILEKS TEMAN, biarlah aku yang menanggung bebannya, ahh, kalian semua bisanya kan tinggal baca.
    Ayo Pak langit semangat, semangat, semangat
    Di sini pusing, meledakkan mercon dikira teroris
    Kalian kan tinggal baca!

  47. #47
    gravatar

    hamukti palapa, keren,,perang bubad ditunggu ya,
    klo jaman sekarang Dyah Wiyat dan Sri Gitarja cantiknya kaya siapa ya?

  48. #48
    gravatar

    lho, memang yg ke-3 ga diceritakan ekspansi nusantara ya?? sayang banget, ga sesuai dengan judulnya donk… hamukti palapa… saya kira ini cerita tentang Gajahmada mengekspansi kerajaan2 di luar nusa jawa…

    kepada mas manyul, saya dukung tuh kisah tentang penyerbuan tar tar ke jawa, as usual, sesuai sejarah yg valid ya… jangan seperti novel dyah pitaloka yg, imo, terlalu banyak pendapat pribadi(walau fiksi, kita kan juga mau menambah pemahaman sejarah ;))

    quote: “Selain rentetan peristiwa di atas, Langit Kresna Hariadi memberi sisipan cerita flash back tentang pemberontakan di Singasari, tentang keris Empu Gandring, tentang Kertanegara mengusir utusan Tartar (Kubilai Khan), Jayakatwang melakukan kudeta kepada Kertanegara hingga Sanggramawijaya (Raden Wijaya) naik tahta dan membuat negeri baru Majapahit.”

  49. #49
    gravatar

    kalo mau baca cerita serupa tapi nuansa silat baca tuh Senopati Pamungkas I-II yg segede2 bantal karya arwendo setting nya jaman singosari termasuk waktu motong telinga si mengkhi utusan khubilai khan…kemudian singosari diserang mendadak oleh raja gelang-gelang yg notabene adalah sesama besannya sendiri..kemudian raden wijaya pontang panting menyelamatkan sisa2 keluarga Kertanegara akibat over confindence mengirim semua pasukan terbaiknya untuk menaklukan melayu (Expedisi Pamalayu) akibatnya benteng sendiri hanya dijaga pasukan terakhirnya…sampai datang bala tentara Tartar menggempurRaja Jawa namun dibelokkan untuk menghancurkan gelang-gelang…dan akhirnya balas diserang balik oleh Raden Wijaya…baca deh seru juga lho…tapi tebelnya itu bro..bisa buat ganjel ban mobil kalo naik tanjakan Nagrek heheheheh….namun disini tokoh sentralnya gw dewe upasara wulung yg cintanya nggak kesampaian dengan gayatri…karena tebal harganya juga tebal dijamin puas deh….ayo buruan Baca..jarang2 ada karya anak bangsa yg bisa nandingin Novel Musashi dalam sei Ketebalannya.

  50. #50
    gravatar

    Bagus yang sekali, selamat buat mas Langit. Saya telah selesai membaca buku 1 & 2-nya, sementara buku ke 3 baru sampai halaman 100an. Ini menarik buat saya yg terbiasa dengan cerita-cerita dr SH Mintardja (SHM) yg banyak bergelut seputar demak – pajang – mataram. Kisah GM sesungguhnya sangat menarik, cuma di uraian penyampaiannya mas Langit belum secair gurunya, SHM, sehingga kadang-kadang kita harus sedikit berjuang untuk masuk ke alam majapahit, kita sebagai pembaca masih berposisi sebagai pengunjung belum menjadi bagian dari kawula majapahit itu sendiri.

    Coba mas Langit baca kembali buku-buku SHM, secara halus seolah tiada terasa, kita akan menyatu menjadi kawula zaman yg sedang diceritakan. Semoga ke depannya, nuansa penyatuan ini dapat semakin cair dalam pembaca masuk ke alam cerita.

    Buku bagus, pokoknya te o pe dah…. Sekali lagi selamat buat mas Langit dan tiga serangkai. Saya tunggu kisah selanjutnya

  51. #51
    gravatar

    Putut Sabuk Tampar, Ya Tuhan, nama itu telah lama hilang dan saya sedang berusaha mengenang siapa sebenarnya nama aslinya, weleh-weleh, itu kan Bramanti (atau kebalik Panggiring?) waduh, susah banget mengingatnya.
    Kritiknya saya terima mas, dengan sangat tulus malah, namun sering terjadi murid tidak sehebat gurunya. Bagaimanapun SHM bagi saya adalah sosok yang tak akan bisa ditandingi oleh siapapun. Ada banyak orang mengira tulisan saya mampu membawa imajinasi pembaca seolah benar-benar kembali ke masa silam, woow, itu tidak ada apa-apanya dibanding biang pakarnya, SHM.
    Saya teringat pada sebuah kisah, seorang penggemar Api di Bukit Menoreh mati. Ia berwasiat pada anaknya agar setiap AdBM terbit supaya dibacakan di pusaranya.
    Omong-omong saya lupa banget nih, Putut Sabuk Tampar itu di judul apa ya? Tanah Warisan betul?

  52. #52
    gravatar

    setelah ‘hamukti palapa’ lebih sip kalo menceritakan ekspansi & penaklukan nusantara oleh majapahit. Nah setelah itu baru ‘Perang Bubat’….

    Gimana mas langit….

  53. #53
    gravatar

    Selamat malam mas langit…. Benar mas, putut sabuk tampar adalah nama samaran dari Bramanti, adik Panggiring dari kisah tanah warisan. terbukti, daya ingat mas langit memang luar biasa….

    Kritikan saya ttg kurang cairnya mas langit membawa kami (khususnya saya) sbg pembaca untuk masuk ke alam majapahit semoga lebih memacu mas langit selanjutnya shg pada akhirnya mas langit bisa sama hebat dgn SHM, syukur-syukur melebihinya, itu harapan saya, amin.

    Kemarin saya kirim email ke Langitkresnahariadi@yahoo.com, sekali lagi saya komplain ke mas langit (sori mas, isinya komplain melulu…) ttg terasa betapa ceteknya ilmu kanuragan & olah batin gajah mada dan para senopati majapahit lainnya jika di bandingkan dgn ilmu-ilmu yg dimiliki para tokoh pada jaman sesudahnya (demak – pajang – mataram). Menurut saya hal ini tidak logis, di pemahaman benak saya, semakin tua jaman (majapahit kan lebih tua dari demak – pajang – mataram) seharusnyanya luwih tuwo awu ne. Coba cek deh mas, apakah email saya tersebut masuk ke inbox mas langit? saya tunggu komentar mas langit tentang ini, terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    unggul_se alias putut sabuk tampar alias wanengboyo
    di cikarang barat

  54. #54
    gravatar

    Mas, Kang, Bapak, Mbah….
    Saya ini pengagum berat kisah Gajah Mada yang fenomenal ini…. di tengah jajahan novel-novel asing terjemahan yang didukung oleh “group Barat” Langit Kresna Hariadi dapat menelurkan sebuah seri yang cukup membuat saya kembali hobby baca…. setelah kecewa dengan harry potter, dan marah dengan Lord of The Ring….

    Saya berharap apa yang selama ini hilang dari ingatan kita sebagai bangsa yang memiliki sejarah yang penuh aksi dan “keren bgt”…. saya bahkan sampe mimpi-mimpi ikutan nyelametin Kalagemet, keliling-keliling…. sebagai anggota Bhayangkara, gara-gara 24 jam di habiskan membaca Gajah Mada seri pertama.
    hehehe

    dan sekarang saya lagi garap teater anak tentang Hamukti palapa dengan buku om Langit sebagai referensi…. jadi doakan ya… kalo sempet nonton oke bgt deh…..

    terakhir nih Oom… apa bener ada referensi yang menyatakan bahwa kalagemet yang membunuh adalah Gajah Mada bukan Ra Tanca….. saya baca di wikipedia Tuh?

  55. #55
    gravatar

    Untuk Putut Sabuk Tampar alias Bramanti saya langsung jawab saja. Anda benar tentang Majapahit mestinya menang awu dari Mataram. Maunya sih saya nulis seperti yang penjenengan kehendaki, tetapi penerbit menginginkan lain, kalau bisa Gajah Mada ditulis mengacu pada sejarahnya. Namun walau sedikit, unsur itu saya paksakan untuk masuk, anda melihat pusaran angin di GM III, pusaran angin itu makin mendesis di GM IV.

    Tetapi jangan khawatir, melalui Candi yang hilang, saya akan berimajinasi dengan lebih liar. Tak lama kok, paling April Mei tahun depan sudah terbit setelah GM V yang sedang saya kejar.

    Terus untuk Paksi Wilaga, sayang usulmu telat, GM IV Bubat sudah selesai kamu baru usul, ha ha, sorry banget.
    Dalam pada itu untuk Pradana yang sibuk dengan teaternya, bagaimana kalau kamu mengundang aku saat dipanggungkan? Di mana sih? Jangan khawatir, kamu tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun asal di sekitar Jakarta. Oke?

  56. #56
    gravatar

    ASyik… tapi ini teater durasinya sebentar bgt, dan di tampilin di sekolah temat saya ngajar….

    gimana OOm pertanyaan saya tentang pembunuh kalagemet…
    gajah mada atau ra tanca?

  57. #57
    gravatar

    oom langit gak punya friendster yah…..
    duh… nanyanya kayak abg yah.. mangap deh…

  58. #58
    gravatar

    Mas Langit…
    Kapan GM perang Bubadnya keluar di toko buku ???. sudah tak sabar hamba menanti (kayak syair lagu…). bilangin penerbitnya cepetan edarinnya. Apa penerbitnya sdh nggak mo duit dari kita2nya….

  59. #59
    gravatar

    bwt penerbit, perang bubat-nya harganya yg bersahabat ya, g kaya hamukti palapa

    Ra Hendra

  60. #60
    gravatar

    Untuk teman-teman di Jakarta, bedah buku Gajah Mada III dan IV di JHCC tanggal 10 Desember jam 3 sore, insya allah tidak batal. Untuk Jay, terimakasih untuk simpung siur di blog ini

  61. #61
    gravatar

    ikutan dunks……

  62. #62
    gravatar

    Mas LKH nanya dong? nama P Madagaskar ada hubungannya dengan Gajah Mada ga, konon (jgn dibalik), gajah Mada setelah namanya direhabilitasi pasca perang bubat dia memerintah dari Madakaripura, lalu dia menghilang misterius, kata-katanya di pergi ke tempatnya Aditiawarman, dengan membuat kuburan palsu di Lampung, kata-katanya juga, dia pergi ke pulau deket Afrika itu, kan kenyataannya orang Madagaskar banyak kemiripan dengan orang Jawa, nama pulaunya juga pake kata Mada. (nih ga tau bener atau salah, kan kata-katanya, jadi klw salah jgn diketawain)

    Buat para penggemar Novel GMnya Mas LKH, tetep ingat biar bagaimanapun yang anda baca itu novel fiksi, jd jgn kepinteran menjadikan sebuah novel menjadi dasar sejarah, sesat itu, Mada digambarkan berbeda-beda di tiap Novel,klw Novelnya mas LkH tipenya Action-Heroik, M. Yamin menggambarkan Mada dengan gaya tulisan Indo-sentrik dan Mada terlalu dianggap orang suci, Hermawan aksan dalam novel senja di langit majapahit (Dyah Pitaloka) agak-agak berbau gender, Mada dipuji sekaligus di kritik habis-habisan di novel itu, Novel senopati pamungkas menggambarkan Mada sebagai pemuda bau sawah dan sungai dengan bersama teman-teman akrabnya berniat mendaftarkan diri masuk tentara, namun hanya Mada yang selamat dan berhasil menguasai ilmu wahyu paminggir dan ilmu Maha manusia (superioritas manusia), bagi saya pribadi Mada itu seperti Bhisma, besar karena sumpah hancur juga karena sumpah.

  63. #63
    gravatar

    Madagaskar? Ahh, itu kan kata Wikipedia! Jangan percaya itu, faktanya Prabu Hayam Wuruk di Blitar sampai pulang karena dikabari Gajah Mada sakit keras dan meninggal.

  64. #64
    gravatar

    namaku juga pawitra mba lala, kata bapakku dari bahasa sansekerta artintya suci jadi mungkin kalau disambung2 jadi air yang suci, gitu g ya

  65. #65
    gravatar

    Mas LKH, wah “kejem bgt” ni mas LKH ngasih jalan cerita sampe2 GM g kawin, kan g enak klo g kawin seumur hidup. ehehehehe
    padahal menurut “kuncen” kuburan disuatu tempat yg masih daerah jawa timur, tu kuburan adalah kuburan GM n family-nya.
    Emang simpang siur si riwayat hidypnya GM, tapi klo boleh tau sumber2 sejarah dari mana aj yang mas LKH jadiin patokan dalam pembuatan novel GM dari yang pertama sampe yang perang Bubat.

    O iya mas LKH, bikin novel tentang riwayat Sanggrama WIjaya dong, dia kan salah satu manusia yang berprestasi dalam membangun negara baru –> Majapahit
    bukanya ada referensi dari kidung Wijayakrama n satunya kidung apalagi ya, pokoknya ada kata2 “wijaya”-nya.

  66. #66
    gravatar

    Sodara sodara, Gajah Mada IV Perang Bubat, Beredarrrrrrr!

  67. #67
    gravatar

    Sudah saya buat milis Gajah mada di yahoo groups.com…

    buat yang mau gabung silahkan.. tapi belum ada postingan apa2….

  68. #68
    gravatar

    Mas Langit.. kira2 novel sampean sampai pd jaman Girindra Wardhana ndak?? he.. he..

  69. #69
    gravatar

    untuk bergabung dengan milis gajahmada@yahoogroups.com silahkan kirim email kosong ke gajahmada-subscribe@yahoogroups.com

  70. #70
    gravatar

    eh iya lupa… tapi blon ada apa-apa.. dengan harapan.. temen-temen yang bakal ngeramein milis ini……….
    thanks

  71. #71
    gravatar

    Mas LKH, di novel GM yang ke 5 nama tokoh Kebo Iwo (musuh Gajah Mada di Bali)disebut ngga? sayang kalau sampai seri Gajah Mada habis, tokoh ini ga disebut, pertarungan 2 tokoh ini pada saat penaklukan Bali keren untuk diangkat ke Novel, mulai dari keduanya yang berfisik besar sampai sama-sama keras hati dlm mempertahankan cita-citanya.

  72. #72
    gravatar

    Mas Langit………….,
    Mana katanya GM IV sudah beredar… capek ngiterin toko buku, belum ada juga.
    GM V jangan kelamaan ya mas…… kebut terus …..
    Sukses dan maju untuk mas Langit.

  73. #73
    gravatar

    GM IV sudah beredar tetapi rupanya terbatas. Waktu di pameran kemarin langsung ludes tanpa sisa, bahkan pengarangnya tak kebagian sama sekali.
    Sabar dulu !

  74. #74
    gravatar

    Mas langit, di novel kan critanya pradhabasu petani melarat, mana lagi kemarau panjang lagi…..!!! dia ngasi mba diah menur uang segepok emas lagi, tu uang dari mana yak? trus bwt nemenin gajah enggon melalang buana nyari payung n cinha malah ampe meredam pemberontakan keta tu kan butuh duit, kira2 duit dari mana ya pradhabasu?

  75. #75
    gravatar

    usul..usul…

    pak LKH, gimana kalo di buku GM yg akan terbit nanti, di kasih sisipan peta jaman majapahit dulu (seperti di bukunya Karl May), walaupun petanya gak otentik gak papa, asal bisa agak mirip,… jadi kita bisa mbayangin misalnya kalo kita jalan dari kotaraja menuju ujung galuh,… atau kita bisa mbayangin waktu pasukan majapahit mau nyerbu ke sadeng atau ke keta….begitu saja pak smoga usul saya nggak wagu… :)

    mas jay numpang yaa.. :p

  76. #76
    gravatar

    Aduh, duitnya dari mana ya? Ahh anggap saja itu simpanan zaman dulu lah. Jangan terlalu dimasukkan hati, santai saja. Jujur sajua, terasa aneh juga aku rasakan setelah kau tulis pertanyaan itu. Yang aku rasakan hanya spontan saja kok, tak sulit membayangkan Pradhabasu punya uang banyak, ia kan punya banyak sahabat yang memberi order membuat bendungan misalnya,

  77. #77
    gravatar

    Waduh, mas apa mba gampoeng aceh yach gw panggilnya?
    Masa si Pradhabasu ada order bikin bendungan, diNovel GM 2, 3 g ada tuch orderanya. :D ehehehehe…!!! Kasihan ya nasib Pradhabasu, dah hidup miskin, ngurusin anaknya adeknya, ngawinin bekas Mr. Kuda Merta plus dapet bonus anaknya Kuda Merta pula. Kayanya gajahmada success dari penderitaan temen2nya.
    Belum lagi, Selain Pradhabasu, mungkin Lembang Laut yg diedisi pertama sbg org yg paling bisa dipercaya Mr Gajah Mada, malah mati konyol diedisi kedua.

    Kejam banget ceritanya mas LKH, hik…hik…hik….!!! PIss Mas LKH!!!

  78. #78
    gravatar

    Mas LKH…. mana GM IV nya ????. Ditahan-tahan dulu ya..biar penasaran yang nyari.. terbit bulan desember 2006 atau masih mundur Januari 2007 ???. Eh temen2.. kita lihat saja bagaimana kelanjutan ceritanya Pradabhasu. Aku sih lebih nunggu nasibnya Pradabhasu dari pada Cerita Gajahmada nya. Habis kalo Gajahmada kita semua sudah tahu khan..bagaimana akhir riwayatnya… he.. he…

  79. #79
    gravatar

    Sedikit bocoran, Pradhabasu di Gajahmada 4 polygami selain sama Dyah Menur. ikut2an Mr Aa Gym kali ya…! ehehehehe…

  80. #80
    gravatar

    Husshhh jangan urusin pribadi orang lain… mau polygami ke, mau monogami kek… yang penting bahagia….. ajah….

  81. #81
    gravatar

    Bener sdr arvindra, polygami or monogami klo dijalani dengan bener sesuai aturan pasti sukses deh keluarga tu, buktinya banyak keluarga polygami yg sukses membangun keluarga.

  82. #82
    gravatar

    Kang Langit Yth.,
    Kang saya protes nih… lha koq setelah Hamukti Palapa terusannya Perang Bubat… mestinya khan ada 1 or 2 seri lagi yang mengupas tentang perjuangan Mahapatih GM itu dalam mewujudkan Hamukti Palapanya, shg Nusantara (versi Majapahit) terwujud (minus Sunda Galuh) dapat dikukup Majapahit. Lha rasanya ada benang yang hilang jadinya.
    Tapi memang Kang Langit top markotop tenan dab!!!
    Saya pernah baca Senopati Pamungkas & Tembang Tanahair-nya Aswendo, karya2 Alm. SH. Mintarja, Herman Pratikto, Widi Widayat dll. tanpa mengecilkan mereka, Kang Langit telah memberi warna lain dalam imajinasi saya ttg. Sejarah Nenek Moyang kita jadinya. Atau kalo bisa dibilang, karya Kang Langit tentang Mr. GM dan tokoh-tokoh Majapahit lainnya bila digabung dg. karya Arswendo telah ‘menambah’ khasanah khayal saya menjadi kesatuan yg utuh ttg Mahapatih GM & Majapahit.
    Pokok’e sip tenan wis….
    Kang Langit Yth., terus berkarya ya shg. nafsu kehausan saya dengan cerita2 sejarah nenek moyang tetap terpenuhi.
    Salam hormat,
    Utomo Dwi Harsanto
    0817 886 081

  83. #83
    gravatar

    Sebuah berita penting, dikirim Langit Kresna Hariadi yang akan mengalami musibah pada tanggal 2 Pebruari 2007 yang akan datang. Sehubungan dengan akan dipentaskannya ketoprak campursari (berasal dari ketoprak humor yang bubar) di TIM langit Kresna Hariadi diminta ikut main didapuk menjadi Kebo Arema, Patih Singasari. Konon kabarnya lawan mainnya Basofi Sudirman, Dirjen Mihas Luluk Sumiarso, dan beberapa pejabat yang lain. Di jajaran pelawaknya ada Basuki, Timbul, Tarsan, Mamik Podang, Marwoto dll. Langit Kresna Hariadi mengaku sangat takut menghadapi musibah yang akan datang tersebut, ia cemas kalau lebih lucu dari Timbul. Oleh karena itulah, silahkan datang beramai-ramai ke acara musibah itu. Mas Jay, terimakasih untuk pengumuman ini, anda mau datang ke Jakarta nonton saya nggak mas Jay. Saya jadi Kebo Arema lho!

  84. #84
    gravatar

    Wah saya agak telat sepertinya membaca Gm, karena saya baru saja membelinya , sebenarnya sudah lama melihat bukanya tapi dulu saya tidak tertarik , saya lebih tertarik untuk membeli novel terjemahan karya lian hearn yang katanya best seller tentang clan otori (4 buku),saya tidak mamandang sedikitpun ke gm. entah kenapa saya akhirnya memutuskan membeli gm, ternyata setelah saya baca ceritanya bagus apalagi dipadukan dengan sejarah sehingga menambah wawasan tentang sejarah nusantara masa lampau.saya baru membaca gm1 saja sudah ingin mengikuti kisah2 gm lainnya.

  85. #85
    gravatar

    Buruan beli mas bu punsu, bu punsu itu kan Khoo Ping Hoo ya, aku jadi ingat, he he

  86. #86
    gravatar

    yup yang artinya “tiada pengetahuan” maunya se pake nama bhu kek siansu tapi kayaknya ketinggian …..
    o ya mas….kemarin saya telah ke toko buku dan memborong semua seri GM,agak menguras kocek memang tapi g papa…
    dan hari ini saya berhasil membaca habis gm1 dengan mencuri2 waktu kerja … habis penasaran….dan dirumah telah menanti buku 2-4
    buku gm1 menurut saya bagus, mirip2 internal affairnya andy lau & tony leung yach …
    salut buat mas langit…
    maju terus ya mas….
    telurkan karya-karya lain yang lebih seru yach jangan kalah sama pengarang-pengarang luar yang bukunya membanjiri toko buku di negara kita

    oya mas walaupun saya membaca karya mas agak telat , tetapi saya berhasil meracuni beberapa teman2 saya untuk membeli buku mas untuk dijadikan koleksi mereka……
    dan saya juga menyebar post di fs supaya dapat dibaca teman-teman saya
    karena menurut saya info tentang GM sangat sedikit ya….
    sulit mencari informasi dan gaungnya tidak terdengar….
    (atau karena saya yang salah saja yang tidak berpengetahuan ini)

  87. #87
    gravatar

    Dah baca.. bagooooooos, two thumbs up buat mas Langit.

  88. #88
    gravatar

    Keren….

  89. #89
    gravatar

    mas langit,

    salam kenal
    saya karyawan swasta yang suka sekali dengan karya Anda
    saya ingin sekali ikut serta mengangkat novel Gajah Mada ini ke layar lebar. Kl mas tertarik, mungkin bisa diinformasikan apa2 yang diperlukan (selain budget tentunya, karena itu adalah peran dr produsernya)

  90. #90
    gravatar

    Assalamu’alaikum Wr.
    Kalau boleh Tolong kirimkan draft buku Gajah Mada: Hamukti Palapa karya Langit Kresna Hariadi. Draft tersebut saya dapat dalam format MS Word.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  91. #91
    gravatar

    #90: Udah jadi buku, kok malah mencari draft-nya?

  92. #92
    gravatar

    mas,tolong bilangin k mas haryadi crita novel Gajah Mada nya di bikin film dong.dijamin keren banget.

  93. #93
    gravatar

    #92: Film itu urusan produser dan studio.

  94. #94
    gravatar

    Teman-teman, saya menyampaikan sebuah pengumuman penting. Bahwa Insya Allah bulan Juli 2007 yang akan datang saya akan melepas sebuah buku dengan judul “Candi Yang Hilang” dan akan saya terbitkan sendiri. Lewat blog milik Jay ini saya meminta bantuan anda semua untuk berkenan menilai buku tersebut yang akan saya kirim kepada anda semua ketika masih dalam bentuk naskah mentah. Saya berharap anda membantu saya dengan masing-masing membuat blog, atau multiply atau apa saja terserah, atau kalau tidak memiliki kemampuan untuk membuatnya kirim saja komentar lewat email. Komentar anda lewat email, atau opini anda di blog masing-masing akan saya kutip dan saya cantumkan di sekitar 5 halaman akhir dan tentu saja saya beranggapan, anda menyetujui dan tidak keberatan terhadap kutipan yang saya lakukan itu. Untuk itu kepada anda yang berminat mendapatkan kiriman naskah asli, dan atau kiriman komentarnya silahkan kirim email ke Candimurca@yahoo.co.id
    Sebagai imbalan mendapatkan kiriman naskah asli dalam attach tersebut, sekali lagi saya minta anda masing-masing memiliki blog, multiply juga boleh.

  95. #95
    gravatar

    temen-temen… kayaknya Mas Langit niy makin berkibar.. gw dpt bocoran dari tiga serangkai kalo Gajah Mada ini akan diterbitkan juga di malaysia dan Singapura.. waahh..slamet ya Mas Langit..:)
    oiya.. mas langit.. gimana kalo suatu saat nulis tentang Mataram.. karena konon mataram ini masih ada benang merah sama Majapahit – Demak – Pajang dan akhirnya tinggal kraton Solo yang terbagi dua dengan JOgja lewat perjanjian GIyanti.. dan Solo pecah lagi dari perjanjian di Salatiga.. Mangkunegaran sekarang..
    piye..? aku mesti tuku bukune… xixixixii.. PR banyak ya Om..?

  96. #96
    gravatar

    23/04/07 09:57:39

    Mas Langit dan Kang Jay,

    Saya baru saja menemukan site ini dan baca berbagai tanggapan tentang novel-novel karya anda mengenai Gadjah Mada (GM). Senyatanya saya belum baca satu pun karya anda karena, memang, untuk mendapatkan hardcopies dari novel-novel itu sepertinya absurd dari tempat saya berdomisili. Saya berdomisili di Dakar, Ibu Kota Senegal, Afrika Barat daerah Sub Sahara.

    Dari berbagai pendapat dari banyak pihak, sepertinya GM sangat menarik. Di samping epos sejarah juga mengandung suatu misi untuk membangun jembatan saling pengertian yang lebih baik antar 2 grup etnisitas (Sunda & Jawa), utamanya atas stereotype yang didasarkan atas sejarah masa lalu. Salut.

    Untuk seputar GM, ada beberapa pendapat sebagai berikut:

    Pertama, asal-muasal GM. Mungkin paparan ini sedikit mengejutkan bagi pembaca yang berjiwa patriotik-nasionalis. Ada pendapat jika GM berasal dari THAILAND atau dari CAMBODIA. Pendapat kalau GM dari luar Jawa banyak diamini namun, pastilah, ada sedikit tidak rela jika luar Jawa tersebut ada di luar Indonesia pula. Tergantung seberapa jauh keterbukaan kita atas tujuan pencarian kebenaran/pembenaran. Penjelasan singkatnya kurang lebih seperti ini: pada zaman Majapahit, pejabat tinggi negara acapkali menggunakan nama kebesaran. Bagi para ksatria, nama-nama kebesaran tersebut sering diambil dari nama-nama binatang yang dapat menggabarkan kepangkatan/besarnya pengaruh/personaliti si penyandang, seperti: Kebo, Banyak, Rangga, Kuda, Maheso, dll. Khusus binatang GAJAH, secara geografi penyebaran binatang (non purba) Gajah tidak sampai di Jawa. Sumatera memang ada Gajah, namun pada zaman itu belum ada domestifikasi binatang itu di sana. Jadi, terbuka kemungkinan, pemakaian nama GAJAH MADA atau GAJAH AGUNG didasarkan pada nama binatang dari tempat SI PENYANDANG BERASAL/DILAHIRKAN yang dianggap dapat mewakili karakter/personaliti/kewenangannya. Ini makin di perkuat karena berbagai prasasti ataupun kitab2 yang menyebutkan, seperti Negarakertagama ditulis di masa sesudahnya. Dan ini sekaligus bisa menjelaskan kenapa salinan Negarakertagama berbeda-beda, “ada toleransi dalam mengakui/menerima seberapa dalam kebenaran sejarah“, menarik, bukan.

    Kedua, tidak ada keturunan GM yang menonjol. GM sebelum menapaki karir di dunia politik menapaki dulu karir sebagai pasukan Bhyangkari. Diakui bahwa pengaruh China juga mewarnai kehidupan di nusantara saat itu. Pengawal kepercayaan keluarga kaisar china, umumnya, adalah orang-orang kasim. Orang kasim adalah orang yang telah dikebiri sehingga tidak mampu memberi keturunan. Umumnya orang kasim bukan trah/keturunan ningrat namun banyak yang mewarnai kehidupan kraton/kekaisaran. Siapa GM banyak catatan sejarah. Siapa orang tua GM ? Dugaan GM sebagai orang kasim tidaklah berlebihan.

    Ketiga, GM muksa. Untuk ini ada sedikit cerita sebelum masuk ke inti apakah benar GM muksa. Meluncur pada epos sejarah yang lebih muda dengan harapan lebih mudah ditelisik : Muksa-nya Pangeran Sambernyawa. Pangeran Sambernyawa/Mangkinegara I (MN I) dianggap sebagian orang muksa. Pada cerita yang lebih mengarah pada versi politik-kekuasaan, sebenarnya MN I tidaklah muksa. Beliau mangkat dengan wajar layaknya manusia. Namun kondisi saat itu: sebagai kerajaan yang sedang berdiri belum stabil, ancaman dari luar untuk menghapuskan kekuasaan masih tinggi baik dari VOC, pamannya Pakubuwono ataupun mertuanya Hamengkubuwono. Sementara itu, pasukan Mangkunegaran kwantitasnya kecil namun daya juangnya luar biasa. Sayangnya, kesetiaan mereka lebih pada MN I dan belum mempunyai wawasan kenegaraan karena, dimaklumi, kerajaan baru saja berdiri. Untuk menjaga moralitas pasukan, kematian MN I dirahasiakan, pemakamannya pun dirahasiakan yaitu di tempat yang paling rahasia pada tipikal keraton Jawa (di Gedong Pusoko), sementara dibuat suatu cerita mistis tentang muksanya MN I yaitu di puncak Bukit Mangadeg (pengambilan tempat puncak bukit sesuai dengan kaidah kepercayaan mistis Jawa akan kekuasaan). Nah, kembali ke GM, sepertinya ketika GM meninggal, kohesivitas kekuasaan Majapahit rentan akan perpecahan dan tidak terdapat figur kuat. Kurang lebih motifnya sama seperti MN I. Sebenarnya, ketiadaan GM (belum tentu ketiadaan harus dengan meninggal, bisa pindah tempat atau sebab lain) dirahasiakan dan dirubah menjadi MUKSA untuk kepentingan politik kekuasaan.

    Wah, komentarnya panjang banget. Sudah dulu saja. Mungkin kalau saya bisa baca novel GM bisa memberi komentar yang lebih panjang. Ini belum baca saja sudah segini J

    Saya tertarik sekali akan idealisme untuk merukunkan dua etnis besar Indonesia: Jawa v. Sunda. Ide mulia sekali. Selama ini, dari kesejarahan ada 3 kejadian yang membuat 2 etnis ini terjadi kesalahpahaman. Pertama, perang Bubatnya GM. Kedua, pemberontakan Sumedang pada ekspedisi keduanya Sultan Agung. Dan ketiga, yang paling kontemporer: penghianatan Ginandjar Kartasasmita atas penguasa Orba Soeharto. Jika Mas Langit dan Kang Jay mampu menjembatani dengan “kisah dibalik ketiga cerita ini” maka kohesivitas kita sebagai SATU INDONESIA akan semakin lekat.

    Selamat berkarya.

    Romo OeS
    Raden Usman Effendi Reksodihardjo
    Dakar Senegal
    oosmaand@yahoo.com

  97. #97
    gravatar

    Hebat !!
    Salut saya sampaikan sama mas LKH. Sejak menemukan buku sampean, entah yang mana, buku sebelum “Hamukti Palapa”, saya jadi menunggu kapan cerita ini akan berlanjut.
    Sangat sedikit anak bangsa yang mengangkat fakta sejarah kedalam novel yang penuh dengan intrik politik, dan disajikan dengan menarik.
    Apakah mungkin para guru sejarah membawakan model cerita ini dalam pengajarannya. Saya yakin, sejarah akan menjadi sangat menarik untuk didengar.

    Mas LKH, jangan berhenti menulis sebelum saatnya. Mohon digali lagi lebih banyak sejarah dan dituliskan dalam wujud yang kurang lebih sama dengan Gajah Mada ini.

    Sukses dan salam

  98. #98
    gravatar

    dimana saya dapat memperoleh GAJAH MADA :MADAKARIPURA HAMUKTI MUKSA??trims

  99. #99
    gravatar

    Teman-teman, alhamdulillah saya mulai menyisihkan waktu untuk nggarap website, kalau mau tahu cover candimurca, coba tengok http://www.langitkresnahariadi.com
    Untuk just, di mana kamu tinggal sih? coba deh ke gramedia mana pun, kalau nggak ada terserap pasar mungkin ya, atau coba kontak penerbitnya.

  100. #100
    gravatar

    Untuk membaca naskah asli candi murca 1 Ken Arok Hantu Padang Karautan, silahkan meninggalkan jejak di candimurca@yahoo.com setelah itu kirim sms ke saya di 08883368972 untuk mendapatkan password yang bisa digunakan masuk ke naskah_asli_candimurca@yahoo.com di mana di email itu saya meletakkan naskah tersebut. Cara ini terpaksa saya gunakan karena kapasitas lampirannya sangat besar dan takut tidak sampai ke alamt.
    Tolong jangan dihapus dan jangan mengubah passwordnya dan jangan mengirim email ke alamat tersebut karena akan dibaca banyak orang, kecuali mereka yang berurusan dengan berburu jodoh, he he
    Jay, terimakasih

  101. #101
    gravatar

    Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
    . BCA 2000282670
    . BRI 0021-01-044348-50-5
    . BNI46 0125721771
    . MANDIRI 143-00-0497600-5
    atas nama Suwandono SE, lebih jelasnya masuk ke http://www.langitkresnahariadi.com klik Panduan

  102. #102
    gravatar

    Gajah mati, meninggalkan Gading
    Gajah Mada mati, meninggalkan Borok Sejarah Suku jawa Bledag-Bledug (kalo bicara)

  103. #103
    gravatar

    Mas Langit…Mas sakit jiwa ya…?

    Kok, Dyah Pitaloka dilukiskan se-Rendah itu oleh Mas Langit (Sakit Jiwa)

  104. #104
    gravatar

    sadar ato tdk sadar dari sunda lah awal mula kolonialisme belanda itu berlabuh. andai gajah mada masih ada, mungkin itu tdk akan terjadi

  105. #105
    gravatar

    Bung Jay, wajah Gajah Mada memang seperti yang ada di arca itu ya? Atau cuman rekaan artis yang dulu dipesan pembuat buku sejarah bangsa? Semacam wajah Sisingamangaraja yang kabarnya hanya rekaan saja.

  106. #106
    gravatar

    sejak SH MINTARJA meninggal, saya jadi patah hati….soalnya kisah api dibukit menoreh …terhenti. lha bacanya dari kecil sampe anakan ..ceritanya belum ending, keburu beliau wafat.

    saya belum baca GM, tapi selintas tulisan kang jay didepan kayaknya asyik juga..mudah2an bisa jadi obat patah hati.
    mas jay masih tinggal di sarijadi bandung ?

  107. #107
    gravatar

    trimakasih banyak atas karyanya..

  108. #108
    gravatar

    Kelima Judul Gajah Mada karya Mas Langit OK bgt ! Penokohan begitu sempurna mirip dengan Mahesa Jenar_nya SH Mintardja !!! saya bersedia apapun untuk acara apapun mengenai novel Gajah Mada atau pahlawan klasik lainnya, mungkin ada komunitas Gajah mada yang ada di Surabaya kontak saya 081803046416

  109. #109
    gravatar

    saya ngak punya email,,,,,
    tapi yang pasti buku ya mas, keeeeeren buanget.ampe – ampe pandangan saya terhadap gajah mada yang gagah itu berubah. tapi beliau mudah-mudahan benar hebat dan tetap gagah seperti apa yang saya bayangkan dan baca. makasih mas……..
    ditunggu buku berikutnya.

  110. #110
    gravatar

    katanya Gajah Mada itu orang Batak lho..

  111. #111
    gravatar

    bener naget mas… ini buku ok banget.. bahas yg dipake juga gampang..

  112. #112
    gravatar

    Catatan sejarah:

    Gajah Mada ialah seorang pemuda perkasa yang berasal dari gunung Gajah ialah Tanah Batak yang setelah sampai di Majapahit dididik oleh Kyai Mojo. Setelah tamat oleh Hayam Wuruk dan ibunya diberilah ia nama Gajah Mada.

  113. #113
    gravatar

    buku-buku ini sangat bagus. kapan diangkat kelayar lebar?……bibuatkan film kolosal yang sangat memukau dan mengagumkan, biar……bangsa ini benar-benar mengenal siapa itu gaja mada.

  114. #114
    gravatar

    di pulau Flores ada mitos yang berkembang dimasyarakat. mitos tersebut mengatakan kalau gaja mada menghabiskan sisa hidupnya di salah satu gua di dekat kota maumere. dan beliau meninggal disana.

    ceritera ini berkembang sampai sekarang, daerahnya juga masih ada sekarang. namun gaja mada tidak meninggalkan artifak apapun.

    ada beberapa orang yang mengaku mendapatkan pengalaman mistik berjumpa gaja mada di daerah tersebut.

    nah….bingungkan?

  115. #115
    gravatar

    GimaNa kalO saUdara meNuliS aRtikElnYa leBiCh baNyak lagi,,,soalNya akU tidAk begituCh sUka kalO baCaaNya terlalU peNdek,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,OK akU butUh bantUanmu help mE……!!!! akU tertariK atAs bacaNnya,,akU sUka bUanget teNtang sejArah apalAgi tentAng PatiCh GajaCh Mada,,akU sukA bUanget,,,,,tolOng akU yaaaaaa,,,……….plEaCe……………….?????????????????????????????

  116. #116
    gravatar

    I LOOOOOOVEEE,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,……………………

    PADA ARTIKELNYA, SOALNYA AKU SUKA BANGET TENTANG SEJARAHNYA UNIK AND MENYENANGKAN,,,TAPI KENDALANYA BACAANNYA KURANG PANJANG,,,JADI AKU BACANYA CUMA SEBENTAR,,,TAPI MENARIK JUGA,,,MAKACHIIIIIIIIIII………..YA……………..

  117. #117
    gravatar

    Novel gajah mada kereeeeeen banget…. Gajah mada tuh idealis dan prinsipil banget.

  118. #118
    gravatar

    fwd-in ke aku juga (sorry telat hehehe….)

  119. #119
    gravatar

    tak tambahin “neh,watak egois mahapatih GM yang ingin mempersatukan Nusantara “podo karo aku yang ingin mempersatukan pacar2 ku,We ladalah maksud kulo mempersatukan calon partai2 baru yang hendak muncul yang pasti cuma ngabisin duit NUSANTARA ku tercinta ini.Hidup MAHAPATIH GAJAH MADA,semoga bangsa ini tetap satu sasyuai keinginan beliau.Amiennnnn

  120. #120
    gravatar

    Maaf ini hanya masukan saja.
    Gajah Mada memang betul mengabdikan diri ke Majapahit. Akan tetapi menurut penelitian kami, termasuk mengutip manuskrip kuno dari Leiden Belanda, Surabaya, Kuala Lumpur, Kalbar, Sumsel, asalnya bukan dari suku Jawa atau Sunda.
    Singkat saja ya, (1) Gajah Mada jarang menggunakan bahasa bertingkat tapi melayu kuno (pada masa itu perbedaan bahasa Jawa, Sunda dan Melayu cukup sedikit) namun setelah Majapahit runtuh, barulah masing-masing negara (kerajaan) perlu punya identitas dengan membedakan logat penutur dan materi bahasanya, salah satunya melalui karya sastra lisan, tulisan dan media siar komunikatif lainnya.
    Kiprahnya sebagai bekel, karena Gajah Mada seorang bahari dengan wawasan luas tentang navigasi kelautan. Sehingga hapal mengenai kota-kota kuno dan cara menjangkaunya (sehingga mengerti ke jalan eks Kesultanan Sulu-Philipina, kajian dari sejarah besar Brunei Darussalam).
    (2) Gajah Mada menyelamatkan Raja Majapahit ke-2 karena memiliki darah Melayu (dari rahim Dara Pethak dan Raden Wijaya), karena Gajah Mada di beberapa hikayat Melayu ada menyebut dari Melayu Paloh (sambas, Kalbar), ada juga dari bekas kerajaan Sriwijaya (Sumsel).
    (3) Semua staf Gajah Mada orang Melayu dan navigasi pelayaran menggunakan pelaut dan pemimpin Melayu (cerita di Dayak Pesaguan yang bersingguan dengan Melayu Tanjungpura-Kalbar ada saya pegang)
    (4) di Kerajaan Melayu Tanjungpura yang menjadi bawahan Singasari, khususnya ada cerita Ocang (menikah dengan Dara Punio) dan itu dianggap menjadi ayah Gajah Mada. Di Desa Beringin, Kecamatan Tumbang Titi, masyarakat Dayak Pesaguan menganggap itu makam Gajah Mada setelah purna tugas di Majapahit. Walaupun negarakertagama mengatakan Gajah Mada sudah gering saat Hayam Wuruk berkunjung. Itu dianggap salah dan catatan mennipu, karena Hayam Wuruk minta Gajah Mada jadi patih lagi setelah dipecat karena Perang Bubat, Gajah Mada tidak mau. Kenapa sejarawan orang Jawa yang saya hargai kesukuannya yang besar dan unik dalam kesantunan itu, menganggap Gajah Mada mau lagi dipinta jadi panglima. Dalam penelitian kami, tertolak jika Gajah Mada mau lagi. “Lidah dah dibuang kenapa pula dijilat leka”.
    (5) Gajah Mada meninggal sebagai pertapa Buddha bukan Hindu yang menjadi agama Raja Majapahit.
    (6) Gajah Mada menolak kasta dan bahasa bertingkat tapi mendukung bahasa santun via kiasan maupun budi bahasa.
    (7) Gajah Mada menolak status Parahyangan atas tanah Jawa bagian Barat (maksudnya, raja-raja di Jateng-Jatim, tak akan pernah berperang dengan kerajaan di Jawa bagian barat karena dianggap itu tanah para dewa atau tanah yang ditinggikan), Karena anak-pinak dinasti-dinasti sejak Mataram Kuno hingga Singasari memang menghargai tanah jawa bagian barat tersebut. Karena Wangsa Sanjaya yang didirikan Sanjaya sebenarnya dari turunan Salakanegara (sekitar 150 M) dan Ajisaka (sekitar 78 M) yang kemudian menurukan Taruma Negara (pecah jadi Kerajaan Sunda dan Ker Galuh), Kalingga dan barulah di masa SAnjaya hanya mau memerintah di Jateng dan berdirilah Mataram Kuno). Alasannya di tanah tersebut sering terjadi perang saudara. Sedangkan kekuasaan di Jawa bagian barat diserahkan anaknya dan saudara mudanya. Mungkin inilah orang Jawa menganggap lebih tua daripada suku Sunda di zaman modern ini. Di Atlas Sejarah Nusantara kami punya kronikal dari tahun saka sudah kami buat jadi tahun masehi, dengan bantuan perhitungan candra (bulan) bukan hanya surya.
    (8) Wajar kalau Gajah Mada ingin Sunda takluk, bukan sebagai saudara Majapahit karena Raden Wijaya menurut babat Tanah Jawi dari Pajajaran (bukan klaim naskah sunda ya.
    (9) Dayak Pesaguan mengklaim Gajah Mada dari anak Ocang (Panglima Singasari yang menikah dengan perempuan Dayak setempat, Dara Punio. Lalu balik ke Jawa lagi untuk mengambil garam buat acara menuba, rupanya sudah berganti Majapahit). Di Tumbang Titi masyarakat Dayak sudah bunyinkan gong dan gamelan berhari-hari terpaksa menuba ikan terdahulu. Ocang yang datang lagi ke Tanjungpura-Kalbar terlambat, marah maka garam satu kapal ditumpahkan. Sampai saat sekarang padang pasir di tengah rimba kalimantan di Desa Beringin, dianggap karena garam yang ditumpahkan Ocang. (banyak gelar dari pengawal Ocang dan Kejawa-jawaan karena Ocang memang orang Jawa), sampai saat ini masih dipakai.
    (10) kalau versi Melayu Paloh-Sambas, Gajah Mada berasal dari sana karena ada hikayat Gajah Mede. Orang Melayu Paloh SAmbas walau berbatasan dengan SArawak (Malaysia Timur), maka menyebut e seperti e milik orang Betawi, bukan e seperti milik orang Melayu Pontianak-ibukota Provinsi Kalbar atau Riau-Malaysia).
    (11) Kenapa Gajah Mada dianggap lahir dari tanah jajahan Singasari di Sumatera, karena semua staf Gajah Mada orang Sumtera (mereka berperang di sana-sini Raja Jawa nyaman saja terima upeti). Kajian naskah kunonya ada.
    (12)Mahesa Anabrang yang menurunkan Adityawarman (Kerajaan Pagaruyung-Minangkabau yang musnah oleh Belanda semasa Perang Paderi 1837), merupakan ayah dari beberapa stafnya Gajah Mada. Istri Mahesa Anabrang, Dara Jingga disebut Bundo Kanduang orang orang Minangkabau. Mahesa Anabrang balik dari ekspedisi Pamalayu (diutus menaklukkan kerajaan Melayu Jambi dan Sriwijaya oleh Raja Kertanegara dalam kerja kurun 1275-1292) waktu balik eh Singasari sudah runtuh, maka militernya disuruh mengabdi ke Raden Wijaya (Majapahit). Mahesa Anabrang tewas di tangan Lembu Sora yang memberontak Majapahit. Akhirnya Adityawarman, anaknya yang tak diberi tahu ihwal kematiannya ayahnya di Jawa, marah. Maka militer Majapahit dibantai di Padang Sibusuk (tempat dan prasastinya masih ada, boleh Bapak terjemahkan kalau bisa bacanya he he guraulah bang ni), dan sejak saat itu orang Minang tak mau dikawini orang Jawa (pada masa itu saja 1300-an). Karena banyak anak kyai yang menikah dengan perempuan Miang di era kolonial dan republik ini. Prasasti ekspedisi Pamalayu Singasari masih ada, dan batunya di museumlah. Masak saya bawa ke Kalbar he he
    (13) Dah dulu ya, kenapa saya tahu banyak. Karena saya melanjutkan penelitian Prof Mohammad Yamin (suku Minang) tentang Majapahit dan Gajah Mada sejak tauhn 1945, kala itu untuk menyusun konsep nusantara jelang sidang BPUPKI 18 Agustus 1945. Jangan olok Moh Yamin ya, dia pahlawan nasional negeri kita men.
    (14) Selain saya masih mahasiswa hukum di Universitas Tanjungpura Pontianak, juga sudah empat tahun jadi wartawan harian Equator, koran terbesar kedua di Kalbar setelah Pontianak POst (keduanya group Jawa POst). Kajian sejarah saya pernah di sajikan di Kuala Lumpur, Kuching (Malaysia Timur), Labuan (Malay) dan Brunei. Di Jawa tak tau tak ada ngundang, lagian di Jawa dah banyak orang sejarah he hee..

  121. #121
    gravatar

    HI FOLK….

    Setelah Saya baca buku Gajah Mada keseluruhan, kcuali edisi terakhirnya (yg Gajah Mada Muksa)
    Saya tertarik sekali dgn tempat2 yg diceritakan di buku ini.
    Yuk kita buat jalan2 brg mengunjungi tempat2 kuno itu yuk
    Seperti apa trowulan skrg? kayakapa si Mahamantrimukya itu, dll

  122. #122
    gravatar

    di daerah saya (trawas,mojokerto,jatim) ada tempat-tempat yg kelihatannya dulu sering disinggahi gajahmada dan raja-raja mojopahit. ada kolam keramat jolotundo(raja airlangga/udayana), terletak dilereng gunung penanggungan yang dikenal dengan gunung seribu candi (dilerengnya memang bertebaran candi-candi). Didekat situ ada pula candi jawi, diyakini sebagai tempat muksa nya hayam wuruk. Ada juga patung budha yang katanya terbesar di asia tenggara(reco lanang, memang gede banget). Sayang gak ada sejarawan di daerah saya. Bagi teman-teman yang berminat Silakan berkunjung.

  123. #123
    gravatar

    pak urbanus, kebetulan sy pernah tinggal di Maumere. Apa nama gua gajah mada yg bpk sebutkan? saya belum pernah dengar, hanya pernah dengar selentingan gajah mada memang pernah singgah/tinggal di sana?. Saya justru mendengar cerita gajah mada yang lebih ramai di daerah Bima (kebetulan juga pernah tinggal disana). Di sana ada kolam Madapangga(diyakini sebagai kolam gajahmada). bahkan di suatu daerah, sy lupa namanya, ada bekas tapak kaki besar yg diyakini masy.setempat sebagai jejak gajah mada. Orang Bima sendiri juga menyebut diri sebagai Dou Mbojo (kalemboade kalo saya salah), yang berasal dari kata bojo/istri. ceritanya sih kalau sy gak salah dengar, dulu raja dari jawa(majapahit?) memperistri gadis bima sehingga melahirkan keturunannya sampai sekarang. Saya sendiri bingung sewaktu melihat Museum ASI di Bima, yang menceritakan sejarah keturunan kesultanan Bima, bias antar fiksi dan kenyataan.karena ada unsur-unsur yang bercampur yaitu keturunan raja-raja sulawesi (sultan…?) dan tokoh2 fiksi dari jawa (batara..?). Dalam silsilah itu mereka bertemu, bingung kan??

  124. #124
    gravatar

    Waduh,aku suka sama cerita majapahit tuh sejak baca novel gajah madanya pak Langit.Gila ya,bnr2 asik,yah biarpun banyak kesalahan sih.Tp aku tetap menghargainya.Sampulnya jg khas bgt.Sayang,harganya Bo…..mahal…….Hiks,skarang aja aku baru mampu beli1.Yang laen kalo pingin baca ya pinjem atau sewa.Kalo ada kuis yang hadiahnya satu paket buku karangan Pak Langit mau ikutan deh

  125. #125
    gravatar

    mas boleh g? saya minta sinopsis draft buku ini,soalnya mas saya lg nyari2 buku ini.makasih – titik

  126. #126
    gravatar

    Kalau bisa usahakan dibuat filmnya mas,soalnya ceritanya seru sekali,biar seperti lord of the ring.kalau saya punya uang banyak pasti saya akan bantu buatkan filmya mas.

  127. #127
    gravatar

    seru bgt jika bisa di film kan karya2 ini.aq dukung&kayaknya yg lain pada nunggu2 juga tuh…

  128. #128
    gravatar

    yo’i mas filmnya harus dibikin keliatannya lebih mantep lok ada filmnya so ank2 sekarang pasti pengen tau bgt gimna sih assal usul gajah mada

  129. #129
    gravatar

    Wah bagus banget bukunya. sampe sampe bukunya lecek gara-gara aku bacain terus tiap hari

  130. #130
    gravatar

    untuk pengirim comment nomer 5 yang bernama “abah oryza”, anda itu seenaknya saja mengatakan bahwa Gajah Mada itu “tokoh fasisme tradisional”. komentar anda itu sangat mencerminkan bahwa betapa TUMPUL-nya pemahaman anda terhadap sejarah. maka saya simpulkan bahwa “abah oryza” ini adalah seorang FUNDAMENTALIS BAHLUL! anyway umtuk Mas Langit, saya akan terus berada di samping anda untuk membela anda dari orang-orang yang bahlul. viva Mas Langit!

  131. #131
    gravatar

    ikut kajian saya,ayah adityawarman bukanya mahisa anabrang tetapi Rakryan mahamentri diyah adwaya brahma

  132. #132
    gravatar

    Apa yang dikatakan Hang Lekir benar. Dyah Adwaja Brahma adalah seorang pejabat Singasari yang mendampingi Lembu Anabrang ketika mengunjungi Sijunjung dengan membawa Aksobhya. Diduga, Dyah Adwaja Brahma diambil menantu oleh raja Darmasraya dan dikawinkan dengan Dara Jingga. Dara Jingga adalah salah satu putri boyongan yang dibawa lembu Anabrang namun karena tidak kerasan dikembalikan ke Sumatera. Adik Dara Jingga, Dara Petak dikawini Raden Wijaya dan diberi gelar Stri Tinuhweng Pura, menurut Pararaton melahirkan Kalagemet. Namun menurut Prasasti, Kalagemet adalah anak Tribuaneswari. Berdasarkan hitungan tahun, Kalagemet adalah anak Tribuaneswari. Jika ia anak Dara Petak, maka usianya pasti lebih muda dari Sri Gitarja atau Dyah Wiyat.

  133. #133
    gravatar

    om koq yg Hamukti Palapa sama Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara koq isix sama aja?!

    (dari odilla kls 5)

  134. #134
    gravatar

    (maksudnya yg ada di website)sambungan yg di atas

    Sorry soalnya aq lupa

    ;)

  135. #135
    gravatar

    Bukunya sih berjudul “HAMUKTI PALAPA”, mantap. Tapi lho kok malah muncul menjelang akhir saja yah ? Apa gak salah masukin judul Ki ???

  136. #136
    gravatar

    Mas..untuk seri Hamukti Palada bisa minta PDFnya nggak?

  137. #137
    gravatar

    Saat ini sedang dipersiapkan pembuatan Film Kolosal “Mahapatih Gajah Mada”, produksi PT TAWI NUSANTARA FILM dengan Sutradara: Renny Masmada. Semoga dapat membangkitkan nasionalisme sebagai bangsa yang pernah menguasai Asia Tenggrara, tapi saat ini sedang terpuruk hebat.Mohon doa-restu.

  138. #138
    gravatar

    Wuah, seneng buanget dapet berita ada film Gajah Mada, tetapi wualah wualah, ngapain Remi Masmada? konon kabarnya di mana-mana ia meninggalkan jejak penipuan, berani bertaruh, film itu bohong, remi sih paling-paling nipunproducernya. Apalagi yang jadi Gajah modot Remi sendiri, oooe mas remi, balikin duit kita dong.

  139. #139
    gravatar

    Aku uda baca buku-buku karangan Langit Kresna Hariadi. Keren semua. Yah, boong deh, yang Candi Muncar belom, karena lom punya duit. Hhe,..

    Yang pasti ceritanya keren. Perpaduan antara fiksi dan nonfiksinya itu, loh..

    Aku juga ngasi tauin buku ini ke temen-temen, dan Waw, reaksinya positif banget.

    Aku jadi semakin cinta dengan Jawa. Alhasil, aku jadi baca buku Babad Tanah Jawi dan buku babad Maja pahit, buku-buku bahasa jawa aja sampei kubeli, karena aku orang jawa tulen tapi gak bisa ngomong jawa. Buku-buku sejarah juga semakin aku rawat dengan baik-baik.. Hhe,.. (tapi jujur: AKu emang dari awal suka ama sejarah, makanya begitu aku liat buku Gajah Mada, langsung aja kubeli)

  140. #140
    gravatar

    Semoa filmnya bagus. AMin..

    Karena, kayaknya anakmuda temen-temenku lebih gampang dipengaruhi soal ‘sejarah’ lewat film. Nah, sekarang kan udah gak ada lagi tuh, film-film seperti ANgling darma, Jaka Tarub, Jaka Tingkir, Jaka Gledek, Ken Arok, dll. Padahal aku suka filmnya loh. Yah, waloupun pengetahuanu tentang budaya eman masih sangat-sangat dikit..

  141. #141
    gravatar

    kalo difilmkan yg jadi sri gitarja sandra dewi aj…ehhehee mantap…

  142. #142
    gravatar

    Wilayah Majapahit menyempit. Semua adalah karena kebodohan & kelemahan kita dan nenek moyang kita pasca Majaphit yang tidak mampu mempertahankan luas wilayah kedaulatan Majapahit yang dari meliputi hampir seluruh Asia Tenggara dan kini hanya meliputi dari Sabang sampai Merauke. Ditambah lagi kelemahan kita yang tidak mampu memertahankan wilayah yang mulai lepas satu persatu seperti Timor-Timur, Sipadan-Ligitan, dan (mdh2an jangan sampai terjadi) Blok Ambalat. Bangkitlah Indonesiaku. Hai Pemerintah, Waspadalah: Nasionalisme Rakyatmu Sudah Mulai Menipis.

  143. #143
    gravatar

    Boleh saja kita dendam atas dongeng ‘Peristiwa Bubat’ (kalau memang benar ada). Cukup tidak ada nama Gajah Mada.di Jawa Barat Tapi nama Majapahit dan Hayam Wuruk nggak papa. Kan yang membuat timbulnya tragedi tsb hanyalah Gajah Mada. Rasa kasihan dan simpati kita terhadap Kerajaan Galuh dan Diah Pitaloka Citraresmi sama juga rasa kasihan kita dan simpati kita terhadap Kerajaan Majapahit dan Hayam Wuruk. Semoga arwah Hayam Wuruk dan Diah Pitaloka Citraresmi masuk surga. Amin.

  144. #144
    gravatar

    BREAKING NEWS: Saat ini sedang dipersiapkan proses produksi Film Kolosal Layar Lebar dan Sinetron dengan judul ‘MAHAPATIH GAJAH MADA’.produksi PT TAWI NUSANTARA FILM (Pamulang) dengan Sutradara Renny Masmada, yang telah mempelajari Sejarah Mahapatih Gajah Mada selama 20 Tahun. Saat ini kita sudah bisa melihat persiapan pembuatan setting & property-nya di lokasi shooting di daerah Mekar Bakti-Panongan Cikupa-Tangerang. Sedangkan lokasi casting & latihan dilakukan di Jl. Benda Barat 3 Pamulang 2 – Tengerang. Rencana film ini nantinya akan dipasarkan di seluruh Asia Tenggara. Saat ini PT TAWI NUSANTARA FILM juga sedang memproduksi Film2 Sinetron Religi sebanyak 40 Episode yang akan ditayangkan di CTV-Banten pada Bulan Ramadhan 2009 ini. Terima kasih (PT TNF PUBLICATION DEPT)

  145. #145
    gravatar

    Aku menghayal seandainya ada produser mau memfilmkan kisa GM pasti seru dan pasti bisa menjadi go internasional. Jangan malu mencontoh dunia film negeri cina. Mereka bangga dengan cerita masa dinasty mereka.

  146. #146
    gravatar

    semua yang mengerti akan sejarah secara turun temurun dan kisahnya yang begitu membuat orang tak akan percaya dengan hal ini… apakah anda yang tahu… akan memberi tahu sejarah kita………????? jangan mengusik para leluhur yang telah tiada, kenanglah mereka dengan semangat dan perjuangannya untuk kehidupan sekarang ini….

  147. #147
    gravatar

    owh , masa novel itu fiksi sih om??bukannya based true story…aku yang gajah mada series blom baca, mahal, blom kebeli….aku lagi baca perang paregrek I ni, sama2 karangan LKH….

  148. #148
    gravatar

    saya sudah selesai membaca cerita gajah mada1,2,dan
    lagi cari ebook perang bubat ada yang punya tidak….
    mau beli tidak punya doku..he..he

  149. #149
    gravatar

    saya sudah selesai membaca cerita gajah mada1,2,dan 3
    lagi cari ebook perang bubat ada yang punya tidak….
    mau beli tidak punya doku..he..he

  150. #150
    gravatar

    Pak Langit, saya sudah baca Gajahmada Hamukti Palapa,dan buku sebelumnya sudah saya baca ulang.
    setelah ini Perang bubat (rencana nya begitu) kok Gramedia nggak pernah kasih Diskon ya buat buku Pak Langit.

  151. #151
    gravatar

    Kalo saya bandingkan antara Gajah Mada 3 dan Tutur Tinular, ada perbedaan dalam cara memandang 2 tokoh sejarah:
    1. Raden Ardaraja: di GM3 Ardaraja dikisahkan sebagai tokoh yang terombang-ambing apa dia harus membela ayah kandungnya (Prabu Jayakatwang) atau ayah mertuanya (Prabu Kertanegara), dan Raden Wijaya bisa memaklumi. Sementara TT mengisahkan Ardaraja sebagai tokoh yang totally antagonist dengan menyulut 2 kekacauan di istana Singosari, dan Raden Wijaya dendam sama dia.
    2. Arya Wiraraja: di GM3 Wiraraja dipandang sebagai tokoh bermuka dua yang bakal dibeset mukanya ama Gajah Mada, sementara TT nggak demikian.

  152. #152
    gravatar

    gajah madah sakmeniko tase urip.lan tiangnipun tasek ngabdi ing pendaleman katurunanipun mojopahit. ing salasijine jaman padepokan meniko bakal balik ing hastanipun gerangane anak cucune wijaya..sabdo pandito ratu tur gumintang ing prahono mojopahit

  153. #153
    gravatar

    cerita bubat.!!! seperti viking datang main kuis dijakarta”kuissiapa berani”tapi dilicikan ma jak mania!!!!itulah urang sunda sering dilicikin/disyiriki ku suku lain”"”maka nya kita(sunda) lebih baik dari suku lain..!!!

  154. #154
    gravatar

    Salut kalau ada produsen yang buat film dari buku ini..

  155. #155
    gravatar

    berarti gm kurang jentelmen krn membantai raja sunda dibubat dgn tdk seimbang.kalau dia seorang yg berjiwa patih orang lemah ditangkap bukan dibantai.waktu pembantaian dibubat sbnary bkn tujuan perang tp mau mgkt tali persaudaraan melalui pernikahan.tp dibantai dgn pemaksaan mengaku kerajaan majapahit.berarti dia bkn seorang yang satria karena disaat dk sanggup mengalahkan pasundan maka melakukan cr lain dgn kedok perkawinan &dibantai dibubat.kalau dia salah maka raja majapahit menghukmnya tapi dk pernah mghukumnya cm mennon aktifkan jabatan.apakah jabatan itu setingkan dgn nyawa2 yg telah dbantai.

  156. #156
    gravatar

    wah gajah mada itu tampangnya kaya apa ya .. menurut saya dia gagah perkasa ..

    by jasa ekspedisi

  157. #157
    gravatar

    saya penggemar berat serial Gajah Mada. saat ini saya sudah mengoleksi beberapa seri buku Gajah Mada. beberapa hari yang lalu saya membeli ” Sumpah di Manguntur “. saya berniat mengoleksi serial lainnya yang berjudul ” Hamukti Palapa”
    apa kedua seri tersebut sebenarnya sama? saya bingung. karena saya membaca resensi ” Hamukti Palapa” ternyata sama dengan ” Sumpah Di Manguntur ”
    saya sudah membeli seri ” Hamukti Palapa” secara online dan tinggal menunggu buku tersebut sampai kepada saya. karena penasaran, saya intip versi e-book nya. ternyata sama.
    lalu apakah ” Perang Bubat ” adalah judal lain dari ” Sanga Turangga Paksowani ” ?

    terimakasih sebelumnya dan saya sangat mengagumi serial Gajah Mada karya pak Langit. Bahkan saking nge-fans nya jika ada waktu saya ingin sekali ke Mojokerto untuk melihat langsung situs peninggalan di Trowulan.

  158. #158
    gravatar

    Wah cocok ni jika jadi Film Kolosal
    Topppp Abis…..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.