Kesederhanaan Sang Proklamator

Kamis, 17 Agustus 2006M
22 Rajab 1427H

Dirgahayu negeriku
Dirgahayu bangsaku
Merdekalah pikiranmu!
Itulah kemerdekaan yang paling hakiki

Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan bangsanya pada hari Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364H. Diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta dengan berbagai fakta-fakta seputar proklamasi yang cukup menarik yang sedikit diketahui masyarakat negeri ini.

Kesederhanaan adalah salah satu indikator perjuangan, sebuah indikator keprihatinan dalam berjuang untuk sebuah harga diri, harga diri tanah air. Pribadi sederhana cukup lengket pada diri Mohammad Hatta, karena itu ia dikagumi segenap rakyat.

Tuhan, terlalu cepat semua
Kau panggil satu-satunya yang tersisa
Proklamator tercinta
Jujur, lugu dan bijaksana
Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa
Rakyat Indonesia
Hujan air mata dari pelosok negeri
Saat melepas engkau pergi
Berjuta kepala tertunduk haru
Terlintas nama seorang sahabat
Yang tak lepas dari namamu
Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkafan doa
Dari kami yang merindukan orang sepertimu
[Iwan Fals: Hatta]

Saat Ir. Soekarno dipenjara di Sukamiskin, Bandung, oleh pemerintah Kolonial Belanda, ia sempat menulis surat kepada Mr. Sartono setelah dijenguk oleh Mohammad Husni Thamrin, dua pekan sebelum dibebaskan pada bulan Desember 1931. Berikut saya tulis ulang isi suratnya, diambil dari buku Dibawah Bendera Revolusi, halaman 119, cetakan keempat, 1965.

Sukamiskin, 14 Desember 1931
Jth. Saudara Mr. Sartono
di Djakarta

Saudara,
Dari saudara Thamrin jang kemarin pagi mengundjuni saja didalam pendjara Sukamiskin, saja mendapat berita, bahwa dari mana-mana tempat (djauh dan dekat) datanglah chabar, bahwa banjak sekali saudara-saudara kaum sefaham jang berniat mendjemput saja beramai-ramai dimuka pendjara Sukamiskin nanti pada hari Kemis 31 Desember pagi-pagi. Berita ini sangatlah mengharukan hati saja, dan memenuhinjalah dengan rasa tjinta dan terima kasih pada sekalian saudara-saudara jang begitu setia itu. Tetapi walaupun begitu, menurut fikiran saja, pendjemputan itu kurang perlu. Zaman sekarang adalah zaman melèsèt, zaman kesempitan pentjaharian rezeki, — uang jang akan dipakai untuk perongkosan itu, terutama bagi saudara-saudara jang dari djauh, lebih utamalah kalau digunakan untuk barang jang lebih berfaedah. Oleh karena itu, maksud untuk mendjemput saja beramai-ramai itu sejogianja djanganlah dilangsungkan.

Untuk saudara-saudara dari Bandung sendiri dan sekitarnja, sepandjang hari Kemis 31 Desember itu, dari pagi sampai sore, toch ada tjukup kesempatan untuk berdjumpa dengan saja. Sebab baru keesokan harinjalah saja berangkat ke Surabaja dengan kereta api eendaagsche untuk hadir didalam kongres Indonesia-Raja. Dan didalam kongres itupun saja toch akan berhadapan muka djuga dengan banjak dari saudara-saudara.

Kawan-kawan jang lain-lain haruslah sabar: Insja Allah, saja tiada akan lupa lekas-lekas menemui mereka.

Didalam zaman melèsèt ini kita harus berhemat!

Dengan salam pergerakan,
Saudaramu,

Sukarno

Sekali lagi, dirgahayu negeriku!

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

25 komentar untuk catatan 'Kesederhanaan Sang Proklamator'

  1. #1
    gravatar

    Sejarah Nama Indonesia

    Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinbur…

  2. #2
    gravatar

    dan jaman sekarang pejabat gak mau datang jika tidak disediadakan karpet merah dan mobil mercy untuk menyambut kedatanganya.

  3. #3
    gravatar

    Susah pisan untuk komen pertama *sigh*

  4. #4
    gravatar

    Merdeka!

  5. #5
    gravatar

    …MERDEKA!

    (merdeka?)

  6. #6
    gravatar

    kesederhanaan dan kesahajaan merupakan hal yang teramat sangat langka di saat – saat seperti ini.

    SALAM MERDEKA!

  7. #7
    gravatar

    merdeka?

  8. #8
    gravatar

    saya masih belum merdeka
    apalagi merdeka pikiran

  9. #9
    gravatar

    Waah… Soekarno lagi.. Hmm.. Tapi bagaimanapun juga beliaulah yang menjadi icon revolusi kemerdekaan RI, dan hal itu tak dapat disangkal sama sekali.

  10. #10
    gravatar

    Soekarno..
    Beliau yang teken teks Proklamasi, yang dengan berani mengambil sikap untuk Merdeka..
    Sayang kemerdekaan yang dimaksud oleh Soekarno belum bisa diteruskan dengan baik oleh para penerusnya… termasuk saya..

    Dirgahayu Indonesiaku..!

  11. #11
    gravatar

    Gimana ya memerdekakan pikiran?

  12. #12
    gravatar

    Merdeka!

  13. #13
    gravatar

    Go to Hell with your aid

    susah banget jadi soekarno kayaknya ya sekarang

  14. #14
    gravatar

    Saja djadi maloe sendiri.. kemaren loepa pasang tiang bendera:D Moengkin perajaan HUT RI ini makin monoton.. saja tidak tahoe maknanja. Kalo pikiran merdeka tapi badan dipendjara, saja mikir 2 kali..:) Maksoetnja apa ja, Bang Jay?

    “Bangsa Kasihan” (Hadiah boeat Bangsakoe)

    Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian
    yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak ia panen, dan
    meminum anggur yang ia tidak memerasnya.

    Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu
    sebagai pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

    Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam
    mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah kepadanya ketika bangun

    Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
    kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di
    reruntuhan, dan tidak memeberontak kecuali ketika lehernya sudah diantara
    pedang dan landasan

    Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
    filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal
    dan tukang tipu.

    Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
    dengan terompet kehormatan namun
    melepasnya dengan cacian, hanya untuk
    menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

    Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
    menghitung tahun-tahun berlalu dan orang orang kuatnya masih dalam gendongan

    Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan
    masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

    (Kahlil Gibran)

  15. #15
    gravatar

    Merdeka…….

  16. #16
    gravatar

    9 ramadhan 1364 H? bukannya 1365 H, Jay?

  17. #17
    gravatar

    #16: Saya cek pake hdate yang buggy, seharusnya menggunakan idate, tapi hasilnya sama kok.

    $ idate --gregorian 19450817
    Date Format (dd/mm/yyyy):
    + Input   : 17/ 8/1945      -     Friday(Fri) -       August(Aug)
    -----------------------------
    + Output  :  8/ 9/1364 A.H  -      Jumaa(Jum) -      Ramadan(Ram)
    
    $ hdate 17 08 1945
    Yaumul Jumma 9 Ramadan 1364 A.H.
    
  18. #18
    gravatar

    MERDEKA!

  19. #19
    gravatar

    Sebenarnya masih banyak yang ingin gw ketahui dari Soekarno, baik itu sisi gelapnya ataupun sisi yang tidak di tampilkan untuk publik.

    Adakah yang menulis dengan bahasa yang ringan dan tidak serius? Contoh seperti tulisan loe tentang apa yang dilakukan Soekarno tulisna Iwan … (lupa namanya) sangat menarik.

    Adakah Iwan sudah menulis bukunya?

  20. #20
    gravatar

    hah, pokokke alus pisan dunk!
    anu mau mahardika, sumangga bae…
    yang penting kita bisa nikmatin okehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    hehheheheheheh

  21. #21
    gravatar

    Hidup Indonesia …..

    JAYalah Negeriku:D

  22. #22
    gravatar

    Merdeka!
    Hidoep Soekarno….
    Buat orang” yang masih merasa blm merdeka,
    “Kenapa kalian begitu bodohnya!”

  23. #23
    gravatar

    @kang andriansyah
    kayaknya klo mo tahu siapa sebenarnya Soekarno itu sulit.
    dan kalau pun tau, akang juga ga bakalan percaya…

  24. #24
    gravatar

    [...] lagi bagaimana sang prokalamtor Ir. Soekarno dan Bung Hatta berbagi tentang arti kesederhanaan. Mas Jay menulisnya dengan apik saat acara [...]

  25. #25
    gravatar

    MERDEKA !!!

    MERDEKA JUGA UNTUK PARA BLOGGER

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.