Kartu Tanda Penduduk
Rabu, 16 Agustus 2006M
22 Rajab 1427H
- Download mp3
- International phone card
- Baufinanzierung
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Bulan lalu saya lupa memperpanjang masa berlakunya Kartu Tanda Penduduk, baru sadar beberapa hari setelah tanggal kadaluwarsa. Kemarin KTP baru sudah selesai. Saya terima KTP baru untuk lima tahun ke depan dengan beberapa kekecewaan, terutama penampakannya.
Pertama, ukuran fisik KTP yang saya terima setara dengan ukuran kartu nama atau kartu ATM dengan sudut-sudut lengkung, layak masuk dompet tanpa kerusakan di pinggir-pinggirnya, tidak seperti KTP sebelumnya yang lebih lebar dan lebih tinggi dari kartu nama serta dengan keempat sudut menyiku. Ketebalannya? Lebih tipis dari kartu nama, mungkin hanya dari bahan kertas jenis 120 gram permeter persegi.

Bagian depan KTP hanya berisi banner Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia, lambang Garuda, sebaris nomor seri yang entah nomor seri apa, sebuah peta buta wilayah Indonesia dan satu paragraf maklumat undang-undang. Latar belakang dihiasi tulisan miring kapital bertuliskan KARTU TANDA PENDUDUK secara berulang-ulang. Tak ada sesuatu yang informatif di bagian depan KTP ini, mungkin hanya nomor seri yang saya sendiri pun tak tahu itu nomor seri apa. Maklumat undang-undang yang tertulis “Barang siapa, meniru, menambah dan atau membuat KTP dengan data yang tidak benar serta menggunakan KTP orang lain tanpa sepengetahuan pemilik, diancam hukuman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. KTP ini wajib diperpanjang selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sesudah habis masa berlakunya.” juga sungguh tidak berguna, tidak akan pernah dibaca sebagai sebuah data, dan kenapa setelah kata “Barang siapa” harus ada tanda koma?

Bagian belakang KTP berlatar belakang bola dunia dengan peta wilayah Indonesia dengan nuansa biru muda terang, lebih terang daripada bagian depan. Cukup bagus sebagai latar belakang, tidak mengganggu tulisan. Bagian belakang ini semua tulisan yang ada adalah hasil cetak laser, termasuk pasfoto. Hal ini ternyata yang sempat membuat saya bertanya-tanya kenapa pasfoto yang dilampirkan harus hitam putih, bukan warna. Jenis huruf yang dipakai cukup aneh, berbentuk tinggi langsing seperti tulisan pada poster film. Pada poster film bentuk huruf yang dipakai seperti itu ada tujuannya, yaitu poster film dipajang setinggi orang sehingga saat mata melihat ke arah bawah tempat tulisan tersebut masih terbaca normal. Ilusi optik ini sama dengan tulisan di atas jalan aspal yang selalu dibuat tinggi langsing supaya pengendara masih bisa membaca dengan tampilan huruf yang normal.

Dengan pasfoto yang ikut serta dicetak laser –sepertinya hanya 300dpi– membuat kualitas tampilan pasfoto hancur, jauh sekali jika dibandingkan dengan hasil cetak film, apalagi jika dibandingkan dengan pasfoto berwarna. Di bawah pasfoto dicetak juga barcode, dan saya tak yakin barcode scanner mampu membaca barcode yang tercetak blur.
Penampakan lainnya yang membuat hancur tampilan adalah cap Kecamatan serta tanda tangan Camat menutupi data-data penting lainnya.
Terkadang saya masih heran, ketika sebuah bank mampu membuat kartu ATM atau kartu kredit dengan bahan yang bagus, penampilan yang bagus, berisi data magnetik serta dengan biaya relatif murah, kenapa instansi pemerintahan tak mampu membuat kartu identitas yang sama kualitasnya? Harga yang relatif murah juga jauh lebih berkesan dengan waktu kadaluwarsa lima tahun jika dibandingkan dengan kartu kredit yang hanya satu sampai dua tahun kadaluwarsanya.
Tanya kenapa.
Popularity: 7% [?]
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:50
Pertamakah?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:50
Coba bawa ke supermarket buat memastikan apakah barcode-nya terbaca
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:50
Pertamakah?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:51
Barang siapa, kang yae?
evolusi KTP emang agak lambat ya?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:52
waaaaah KTP baru
SELAMAT SELAMAT!
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:52
biar kelimax,
sebenernya saya ngiri, karena ktp saya masih tipe2 jadul.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:53
SELAMAT TELAH RESMI MENJADI PENDUDUK NEGERI!
hihihi
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:55
Gara-gara donlot gambar lelet, saya jadi keempat. Huh!
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:55
beuh, KTP gw masa berlaku cuman 3 tahun.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:55
ya, keduluan leyaa.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 10:57
#8, mi…
4 x 2 jadi lapan
hihihi
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:01
Malah bukan keempat! *injek-injek*
Eh harusnya KTP bisa jadi kartu diskon ya?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:01
duh baru 16 tahun belom bisa bikin KTP
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:01
huahahaha … sebagai sesama yang ada TT nya Drs. SLamet Setiawan NIP: 010097520
produknya SAMAAAAAA persis!
yg gw, orang2 suka ngga bisa baca RW 11 nya .. soalnya ketutup ama CAP KECAMATAN!
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:02
di jatim katepe model ini sdh lama. Jeleknya, plastik penutup kedua sisi gampang terkelupas
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:02
Bukankah dulu isunya mau diadakan identitas pengenal dengan nomor tunggal?
Semacam KTP Nasional yg entah kenapa juga gagal..
Tanya kenapa…
Kalau bisa disusahin kenapa harus dipermudah?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:03
Eh btw, emang barang siapa?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:15
@ #12
Indahnya kalo KTP jadi kartu diskon..
BTW, kartu mahasiswa gw dan skrg sudah berubah jadi kartu alumnus, tetep bisa jadi kartu diskon loh… 5 – 25 % di berbagai merchant hehehe…
Namanya Binus Card.. (*bukan promosi loh..)
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:17
kalo bisa murahan jelek, kenapa harus bagus?!
tanya kenapa?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:27
Soalnya kalau dibuat bagus model kartu atm, nanti gak bisa di-stepler.
(baru inget punya sendiri banyak stapler-annya).
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 11:55
bilang ajah “tanggal 24 july 2006 saya ulang tahun” met Ulang Tahun A, sehat selalu banyak rejeki, panjang umur, enteng jodoh. Amien.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 12:10
ktp? buat apa sih? hehehehe
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 12:22
yang gw pikirin sih jay,
kapan ktp ada alamat email ama website pribadi…
heheheh
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 12:36
#18 … brarti kita samaa yaa, emg binus card kayak kartu sakti yaa
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 12:52
eh, ini ktp kebalik apa ya? perasaan punya saya identitas pemilik dan pasphotonya ada dibagian depan, tanpa ada barcode2 segala…
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 13:16
KTP kita dalam proses pencarian, dan negosiasi yang tak habis2nya. Tiap tahun pasti berubah bentuk. Punya aku versi tahun 2005, sedikit lebih bagus daripada punya Jay. Oh ya, kartu kredit sekarang umurnya 3 tahun, bukan 1 tahun kayak zaman dulu.
Apa kabar?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 13:52
#21: Terima kasih, mama Nita!
#26: Alhamdulillah, baik. Wah iya, gak merhatiin, ternyata kartu kredit jadi 3 tahun umurnya. *dan kaget dengan pagu yang naik terus*
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 14:35
Pak Jay, bumina di Sarijadi? Atuh tetanggi
Lama tak, buat KTP di Sarijadi?
Btw wilujeng tepang taun….. makan-makannya udah lewat yah?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 15:05
gol darah D
wah hebat………………
darahnya warnanya apa? bisa buat bensin gak?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 15:14
oohh O maksudnya
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 15:27
ugh, tahun depan aku baru bikin KTP baru.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 15:32
Wah kok beda ya dengan KTP saya?
Bagian muka berisi data penduduk, tanda tangan dan cap kelurahan kecil saja sehingga tidak menutupi data penting. Foto masih ditempel jadi bisa pakai pas foto berwarna. Barcode ada disisi kiri data memanjang sekitar 5cm jadinya barcode scanner pasti bisa membacanya.
Bagian belakang ya si peta Indonesia dengan maklumat dan nomor seri. tapi cuma 2 digit karakter dan 7 digit angka kok…
Hmmm, kok beda? tanya kenapa?
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 16:12
waduh……gw ketinggalan makan2nya dong?
240773
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 16:16
Huh, gara-gara donlot gambar KTPnya lama nih! Harusnya saya pertama!
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 16:20
wakakakaka..
masih pakai ‘propinsi’
senasib kita
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 16:43
besok ktp ada tandanya P=pelacur
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 17:06
kok beda ya sama ktp gw, padahal baru bikin juga. laen2 kali ya tiap daerah. barcode-nya juga jelas. trus tandatangan camat sama capnya keciiiil banget kalah sama tandatangan gw.
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 17:35
Walah, Jay ternyata hanya sehari lebih muda dari saya…

Rabu, 16 Agustus 2006 @ 17:45
kok ktp nya balik lagi ke ktp jaman mbak tutut
Rabu, 16 Agustus 2006 @ 18:40
wah.. bisa dipake buat bayar makan – makan di CIBIUK tuh..
Kamis, 17 Agustus 2006 @ 3:09
hehe… mungkin pejabat daerah sono perlu studi banding ke surabaya sini. disini KTP-nya ya seukuran kartu kredit gitu, dari plastik tebel, ga pake syarat foto item putih karena kita foto langsung di kantor kecamatan (kayak SIM).
prosesnya juga nggak lama, sehari jadi, total biaya 5 ribu rupiah (tapi untuk beberapa kecamatan yg lain mungkin nggak sama).
btw tujuh belasan disono ada lomba apa aja mas jay? ada lomba makan karung nggak? hehe
Kamis, 17 Agustus 2006 @ 14:40
#41, tapi gak tebel-tebel banget.. masih kalah tebel dibanding kartu kredit dan KTM gw dulu
Jumat, 18 Agustus 2006 @ 12:13
Biasanya yang serba blur dan mencla-mencle itu versi bajakan …
Tapi kalo soal KTP susah bedain ori dan bajakan … sama-sama blur dan mencla-mencle [sorry ngga tau kata yang tepat] … cuman kalo harganya mahal biasanya bajakan … terbalik dengan vcd ato dvd …
Yang aneh …
tarip KTP jakarta ori sekitar 150 rebuan selesai 2 minggu [dari bertanya pak er we], CMIIW
tarip KTP bandung [kabupaten] ori 50 rebuan selesai 2 minggu [dari bertanya pak er te] CMIIW
tarip KTP surabaya [kota] ori 5 rebuan selesai 15 menit [pake mata sendiri]
efek otonomi ato bagi-bagi rejeki?
Jumat, 18 Agustus 2006 @ 17:27
Saya malah dah telat beberapa bulan ni KTP..
Sabtu, 19 Agustus 2006 @ 8:27
wah kalo masalah itu ma gue kagak tau gitu….
tapi yang sabar aja ya mas, biasa orang indonesia
kan perkembangan teknologinya lambat..
Senin, 21 Agustus 2006 @ 12:07
Smakin berisi, smakin merunduk,
smakin lama smakin butut KTP kita.
Jumat, 25 Agustus 2006 @ 22:49
aduh gimana ya cara mengetahi identitas penduduk orang laen?
Kamis, 31 Agustus 2006 @ 20:46
pengen ke 50 susah…. 48 aja deh
Jumat, 1 September 2006 @ 17:33
wah.. kok jauh sekali ya dengan ktp jakarta…
Senin, 4 September 2006 @ 5:35
saya sampe inget kalo saya belum perbaharui ktp saya
Selasa, 5 Desember 2006 @ 10:29
KTP untuk wilayah nganjuk amat sangat mengecewakan, cari untung ya cari untung tapi puaskan dulu konsumen.OK
Senin, 5 Maret 2007 @ 18:21
bisa minta [ KTP ] [ KK ] [ AKTE LAHIR ]
yang masih kosong ga ?
tolong banget yahh
thank’s
Senin, 4 Juni 2007 @ 17:45
Enake kalo KTP ntu bisa jadi satu ama Kartu Pelajar, ATM, Kartu Belanja, Kartu Mahasiswa, Kartu Kredit, Kartu nama… macem2 kartu deh…biar ga penuhin dompet..asyiiikk ga’………..
Senin, 30 Juli 2007 @ 10:10
apapun bentuk dan model serta security yang bagamanapun juga klo masih bisa dipalsukan itu baru INDONESIA-NA. tanya kenapa? mungkin keisengan dan kreatifitas tidak akan pernah “TERPISAHKAN”
Jumat, 16 November 2007 @ 19:41
wah negeri ini memang seperti jaman Raja Henry ke IV yang penuh dengan nafsu korupsi,
masa bikin KTP aja sampai 150 ribu – 250 ribu dah gitu tipis and gampang sobek or patah or rusak lagi. Padahal kalo kita nabung di Bank Cth Bukopin dengan tabungan 100 ribu dah dapet kartu ATM yang bentuknya tebal dan bagus lagi.
ogh negeri ku yang penuh dosa dan kemunafikan, kalau bangsa ini seperti ini terus hancurlah generasi dan negeri kita ini ampe 20 generesi mendatang. Seandainya aku Jadi Napoleon Bona Parte akan ku gantung semua para penjilat aparatur pemerintahan ini yang gak beres ini seperti di France jaman Napoleon dulu.
nasib ya nasib jadi bangsa Indonesia, tanya kenapa…! tanya kenapa…! tanya kenapa…!
tanya aja ama A-Mild… hahahahahahaa………….
Jumat, 16 November 2007 @ 19:46
apa para pejabat pemerintah kita dengar ngak ya tentang keluhan kita ini…????!!!!!!!???????
tapi aku rasa mereka semua para penjilat di pemerintahaan kita dengar tapi, kita tahu sendiri kalau mereka itu pura2 tuli and pikun…..
maklum lah jadi kepala desa, bupati, camat, walikota dll semuanya gampang and bisa diatur pake duit padahal pendidikan and pengetahuannya sama sekali NOL BESAR —-> 0
Hehheehehehee………
Selasa, 22 Januari 2008 @ 21:35
KTP gua udah usang nih….pengen ganti yang kayak ATM bisa gak ya?????
Minggu, 10 Agustus 2008 @ 8:56
ktp,ktp Kartu Tanda Penyuap. tanya kenapa! mau2nya bkin ktp msti byr 200rb? Gw bkin ktp gk abis 10rb. mungkin yg 190rb buat belanja pak camatnya kali.. :hehe :gatel juga tu camat! tapi ktp Gw juga butut, malah paling butut di antara krtu2 laenya dlm dompet Gw, http://kurniawan89.xtgem.com
Kamis, 6 November 2008 @ 22:27
kayak kgk tau za indonesia ne gmn si pak deh…….???
gw ngurus ktp bisa dngan istilah tembak!!!
mahal jelek pula itu…ZZZZZ!
knp ktp di indonesia harus pake perpanjangan segela……..???
mklm pemerintahan indonesia kan klo makin lm makin pendek2
di luar negeri ktp g paerlu perpanjang….,
aq mau pindah warga negara za ahhhhhhhhh…………..