Adrenalin
Selasa, 18 Juli 2006M
22 Jumadil Akhir 1427H
- Tracking System
- International phone card
Adrenalin adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh kita. Tidak hanya gerak, hormon ini pun memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau cahaya yang terang. Reaksi yang kita sering rasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan. Reaksi ini dalam batas tertentu menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, mungkin juga menjadi sebuah hobi hingga disebut adrenaline junkie.
Dalam batas tertentu saya menyukai kegiatan yang merangsang adrenalin ini, contoh yang sederhana adalah mendengarkan musik heavy metal atau progressive rock, menikmati film jenis thriller atau horor, dan bermain game first-person shooter. Contoh yang lebih populer lainnya sekaligus rekreasi adalah permainan yang disuguhkan di Dunia Fantasi di kawasan rekreasi Ancol seperti wahana Halilintar (roller coaster), Kora-kora, komidi putar, Pontang-panting, Kicir-kicir dan sebagainya.
Rekaman video dari kursi roller coaster (format 3gp)
Sewaktu kecil dulu suka bermain ayunan, apalagi jika tali ayunannya dibuat dari karet yang biasa dipakai untuk timba air di sumur, elastis dan kuat, apalagi jika cukup tinggi untuk ukuran anak kecil. Biasanya target bermain ayunan ini adalah duduk di kursi ayunan dan tanpa menginjak atau melontarkan kaki ke tanah –juga tanpa didorong-dorong oleh teman– badan kita mengayun hingga setinggi-tingginya ke depan dan ke belakang. Tak cukup seperti itu, bermain ayunan pun kadang dilakukan dengan berdiri, meniru pemain akrobat. Di sini kecepatan merangsang adrenalin, termasuk mengabaikan kata orang yang khawatir melihat ayunan nyaris berayun 180 derajat. Sama seperti halnya pada roller coaster, kecepatan dan putaran merangsang kegirangan, sekaligus ketakutan.
Di saat ayunan berada di puncak ketinggian ada rangsangan lain datang, yaitu pengalaman gravitasi nol dalam sekejap. Meskipun hanya sekejap efek gravitasi nol ini bisa membuat semua orang yang berada dalam wahana Kora-kora berteriak-teriak, sebagian berteriak kegirangan, sebagian lagi berteriak ketakutan. Ketakutan pun bisa memicu adrenalin.
Tidak hanya kecepatan dan gravitasi nol; gerak tak beraturan pun memberi pengalaman tersendiri seperti pada wahana Kicir-kicir. Kicir-kicir bisa dikatakan bergerak atau berputar pelan, namun kursi yang kita duduki dipengaruhi oleh gravitasi sehingga badan kita berputar tak tentu arah pada ruang tiga dimensi, tidak seperti pada wahana Pontang-panting atau Ontang-anting yang hanya bergerak dua dimensi.
Rekreasi di kolam renang pun tak kalah dalam memicu adrenalin seperti pada water boom. Badan meluncur dalam saluran yang dialiri air hingga terjun ke kolam. Untuk mempercepat biasanya saya tidak duduk, tapi telungkup bergaya bak Superman. Lebih nyaman, lebih cepat dan lebih mulus terjun ke air. Di Bandung rekreasi water boom yang cukup menarik adalah di kolam renang di kawasan Lanud Sulaiman, Kopo.
Jantung anda tidak kuat? Anda bisa pusing, bahkan teler.
Lambung anda tidak kuat? Anda bisa muntah.
Suatu saat, saya ingin mencoba bungee jumping.
–
Saya sedang bergerak, ilustrasi foto hasil rekreasi ke Dufan menyusul.
Selasa, 18 Juli 2006 @ 17:16
Using
Yes, saya pertama! Bungee Jumping? Hyu…
Selasa, 18 Juli 2006 @ 17:46
Using
hhmm….harus ditjoba tuh kak, bungee jumping cara mantab buat nglupain masalah hidup sekejab
Selasa, 18 Juli 2006 @ 17:48
Using
Bagus deh, selama pemicu adrenalinnya masih alami:)
Selasa, 18 Juli 2006 @ 20:28
Using
#1 Yu mih!.. iraha, di mana?
Selasa, 18 Juli 2006 @ 21:08
Using
bungee asyik, tp masih lebih asyik nonton konser musik rock.
Selasa, 18 Juli 2006 @ 21:35
Using
bungee jumping itu mahalll…
lebih baik memicu adrenalin dengan naek bajay di jakarta…
atau
coba naek beca di jalanan yg mudun…ambil contoh Lembang ke arah Setiabudi, trus si tk beca bilang, “Neng/Ak…remnya blong…”
SAYA DJAMIN ADRENALINNYA AKAN GILA2AN…xixixi..
*kabur sambil naek beca tanpa rem….*
Rabu, 19 Juli 2006 @ 0:05
Using
orang luar jakarta memicu adrenalin bisa dengan arung jeram, panjat tebing, terjun payung, etc etc. tapi orang jakarta gak perlu, karena pulang pergi ke kantor tiap hari juga sudah memicu adrenalin.
Rabu, 19 Juli 2006 @ 5:52
Using
setuju ama priyadi……
Coba loe tinggal di jakarta seminggu n bawa mobil tiap hari menyusuri jalur lambat jl. Jend sudirman di siang hingga sore hari
Selain memacu adrenalin, juga belajar kesabaran:)
Rabu, 19 Juli 2006 @ 7:24
Using
malem pertama juga bisa merangsang adrenalin kok..eh, ga malem pertama aja ding…klo lg mesra2an sambil sembunyi2, pasti adrenalinnya jg terpicu….:p
Rabu, 19 Juli 2006 @ 9:55
Using
#8: Tidak setuju, adrenalin untuk kemarahan bukan hobi saya, kecuali satu yaitu menjadi panitia OSPEK, ini pun sudah lama tidak dilakukan.
Melatih kesabaran yang gampang dan bisa dilakukan tiap hari adalah menulis email dengan kalimat dan paragraf yang benar, tanpa salah tanda baca, serta tidak top-posting di mailing list.
Rabu, 19 Juli 2006 @ 10:14
Using
bungee jumping? ajak deden lagi yak:D
Rabu, 19 Juli 2006 @ 12:48
Using
adrenalin..bungee jumping……mmmaaaauuuuuu!
Rabu, 19 Juli 2006 @ 13:20
Using
Yang jelas seorang ibu yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 5 kali dapat dikatakan memiliki adrenaline yang tinggi. Kenyataannya, adrenaline hydrochloride diinjeksikan untuk membantu persalinan. Bungee jumping itu belum seberapa. Kudos to Mommies yang punya nyali gede.
Rabu, 19 Juli 2006 @ 13:42
Using
hehehe… ada yang tertarik juga. just get ready on count 3… hihihi…
dan jangan cuma sekali, adain kali ke-dua, ke-tiga, dst…
sedikit input, pilih bungee yang naiknya pake lift, karena, kalo kang jay gak jadi lompat karena gak siap, cape turun tangganya!
Rabu, 19 Juli 2006 @ 21:13
Using
Buat aku untuk test Andrenalin dengan mengendarai sepeda gunung win cycle ato poligon. Trus di jalan off road turun dari tanjakan yang kemiringannya hampir 70 derajat tanpa ngerem. Pas sampe kubangan baru di rem.
Di tanggung akan memacu andrenalin juga. Bersepeda gunung, itu kulakukan setiap hari. bahkan ke kantorpun aku dayung sepeda poligonku.:-)
Kamis, 20 Juli 2006 @ 10:02
Using
Bungee jumping?! Saya Aerophobia.. dan menurut saya.. tempat manusia itu di daratan.. ga ikutan ah, Bang Jay..:D
Kamis, 20 Juli 2006 @ 10:16
Using
Takut ah klo bungee jumping,
enakan boom boom car:D
#7
Setuju banget mas Pri
Kamis, 20 Juli 2006 @ 11:44
Using
bungee jumping? hayuuuu…
kapan kapan?
Kamis, 20 Juli 2006 @ 14:03
Using
memicu andrenalin ….. naik bajaj…….
Kamis, 20 Juli 2006 @ 14:46
Using
Pengalaman pribadi….memicu adrenalin… ngajak Bos bertengkar…:mrgreen:
Tapi ngegame Resident Evil 4 sendirian di malam hari aja udah mbikin Adrenalin bergolak ga keruan kok:-)
Kamis, 20 Juli 2006 @ 15:53
Using
Sudah lama adrenalin saya nggak naik turun.:)
Kamis, 20 Juli 2006 @ 21:15
Using
Pernah nyoba waktu dibali.
pertama deg-degan… kedua ketagihan!
Jumat, 21 Juli 2006 @ 16:52
Using
[...] Lalu tentang kendaraan umum. Metromini di Jakarta mengerikan. Lebih memicu adrenalin dibandingkan dengan semua wahana yang ada di Dufan dijadikan satu. Menurut Tub, kendaraan warna oranye busuk tersebut cuma punya dua kecepatan: lelet sekali dan ngebut sekali. Kalo baswei sih menyenangkan, dan setiap saya mendengar “check your belonging and then step carefully” saya jadi teringat Hericz si pecinta baswei. [...]
Senin, 24 Juli 2006 @ 13:34
Using
bungee jumping?
TIDDDAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKK!!
Jumat, 12 Januari 2007 @ 1:55
Using
pengen ngetes adrenalin kamu2 semua maen aja ke puncak cipanas di situ lah tes adrenalin kita dengan maen terjun payung gue jamin adrenalin kita akan terpompa 100,000kali lebih cepat ok
Selasa, 6 Februari 2007 @ 10:55
Using
Ngebut naek motor ditengah kepadatan lalu lintas asyik banget.. adrenalin gue terpompa sampe puncak.. apalagi kalo sampai nyenggol spion mobil atau mau nabrak orang nyebrang… uuhhhggggggg yesssssss
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 8:37
Using
yup….aku juga paling suka ngebut bawa motor gede di kepadatan jalan raya pa lagi klo dah nyerempet-nyerempet……….biasanya tuh klo dah ketauan pembawanya cwe..para biker cwo langsung deh ikut,.ikutan itu yang bikin adrenalin gw bener-bener terangsang
Kamis, 3 Mei 2007 @ 8:14
Using
resident evil bikin saya takut apalagi melihat kepala si leon dipenggal ama si chainsaw guy
Sabtu, 4 Agustus 2007 @ 9:50
Using
anjirrrrrrrrrrrrrr bikin jantungan………………. klo jatuh tu bisa co.id
Jumat, 24 Agustus 2007 @ 20:18
Using
eh apa sih nama olahraga yang loncat dari gedung ke gedung ituu
Jumat, 31 Agustus 2007 @ 3:10
Using
berabe karcis tiket masuk ke dunia fantasi???
di mana dunia fantasi berada jakarta mana????
sahara frome k s a
Minggu, 23 September 2007 @ 13:56
Using
Wah!Yiketnya mahal banget! Saya beli tiket yang bisa main sepuasnya, tapi malah main 1 permainan
Sabtu, 27 Oktober 2007 @ 21:12
Using
Wah Tiketnya mahal banget, bener tuh. bayar mahal antrinya panjang, saya cuma bisa main 3 permainan, itupun dari pagi sampai malam, dan masih banyak yang antri. kalo ke DUFAN gak hari libur sepi sih, tapi gak asyik. Dan anak-anak yang tingginya kurang dari 120 Cm gak bisa main, tapi tetep bayatr tiket sama denga orang dewasa.
Sabtu, 27 Oktober 2007 @ 21:18
Using
WAh Ampunnnnnn….. naik TORNADO, janutn kaya berenti, tapi gw gak akpok, mau lagi asyik, tapi tiketnya jangan mahal dong, kan yang baru cuman TORNADO, belum ada yang lebih baru lagi. ayo dong, inovasi lagi, buat fantasi lebih oke. ayisk deh, yang belum coba tornado, pasti nyesel. cobaan deh, kalo nyali ada yah
Senin, 12 November 2007 @ 20:09
Using
woi tragedy TORNADO bnr gk sih bls k email gw yaa …
Minggu, 16 Maret 2008 @ 15:52
Using
wow masa seperti itu………..
Senin, 18 Agustus 2008 @ 8:57
Using
[...] a great feeling that I can feel the rush of my adrenalin flow rapidly. Instead of racing with the red-sexy-testarossa or a georgeous Audi TT in a full-speed, [...]
Rabu, 1 Oktober 2008 @ 10:09
Using
halo,gw theo,gw pertama sih masih takut nyobain wahana adrenalin Tornado. Waktu gw coba, apessssss deh gw,gila banget.Waktu tempatnya kebalik terus dikebawahin rasanya
kaya tiduran……tapi,waktu diputerin,akhirnya gw nampak diri ky pd gitu deh.
Gw pengen coba lagi,mungkin……..
Sabtu, 10 Januari 2009 @ 16:28
Using
iccch pngen t2h……………
kyk’a asik t2h