Sepak Bola
Sabtu, 10 Juni 2006M
13 Jumadil Awal 1427H
- Tracking System
- International phone card
Saya pernah menggilai permainan sepak bola. Di sekolah dasar hampir tiap jam istirahat saya dan teman-teman bermain bola di sebelah kuburan yang sekarang berganti menjadi masjid. Pulang sekolah tak ada istilah tidur siang kembali bermain berpanas-panasan di luar, bermain ke sawah, bermain layang-layang, nyirung dan lain-lainnya yang intinya adalah bermain air, tanah dan api. Jelang sore hari juga tak luput bermain bola di ladang tomat yang menganggur dekat rumah. Bola yang dipakai adalah bola plastik, yang jika bocor ditendang maka permainan bubar dan berharap esok hari ada yang kembali membeli bola plastik lagi. Kadang ada pula bola karet yang sering disebut bola gembling. Dan bola sungguhan –yang sering disebut bola bliter– jarang dimainkan karena cukup mahal harganya. Tak lupa bola kecil dari bata merah yang direndam minyak tanah lalu dibakar dan dimainkan di jalan aspal selepas subuh di bulan puasa sebelum matahari muncul dan membuat nyala api bola sudah tidak menarik dilihat.
Siaran pertandingan sepak bola di televisi kala itu hanya Liga Divisi Utama PSSI dan rekaman Liga Eropa di TVRI yang mungkin hanya seminggu sekali di malam hari serta babak-babak final Piala Dunia.
Menginjak SMP permainan sepak bola saya mainkan di lapangan yang lebih luas bersama teman bermain satu RT, hampir setiap hari, di lapangan sepak bola Kalapa Nunggal (di pinggir lapangan bercokol tumbuh sebatang pohon kelapa) yang akhirnya digusur menjadi Pusdiklatpos. Tiap Minggu sore di lapangan tersebut diadakan pertandingan persahabatan antar klub, selain di kalangan remaja sedang gegarnya Domba Cup di mana-mana.
Menginjak SMA bermain sepak bola semakin sulit. Untungnya kampus Politeknik ITB (sekarang Politeknik Bandung) memiliki halaman rumput yang luas, termasuk lapangan olahraga lainnya seperti basket dan bola voli. Meskipun harus berjalan terlebih dahulu sepanjang 1, 5km dan meloncati bebatuan kali sebagai jalan pintas, sepak bola tetap dilakukan hingga menjelang turunnya matahari. Jika sedang bosan bermain sepak bola saya pindah ke lapangan basket atau voli.
Menginjak kuliah saya masih merasakan bermain sepak bola di lapangan tengah kampus sebelum menjadi gedung Labtek V, VI, VII dan VIII. Setelah itu saya kehilangan tempat untuk bermain sepak bola. Sedih, sesedih Iwan Fals melantunkan bait lagu “Mereka Ada di Jalan”.
Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita di sini
Di jalan ini
Sejak saat itu saya tak lagi mengamati persepakbolaan atau bermain sepak bola. Apalagi ditambah semakin seringnya televisi menyiarkan –siaran langsung malah!– pertandingan sepak bola, bahkan hampir tiap hari. Saya cape.
Selamat menonton Piala Dunia Sepak Bola 2006!
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 5:26
Using
welkom…:)
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 6:19
Using
kedua.
Saya gak suka bola, bola hanya untuk sosialisasi
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 8:48
Using
Ya memang maen basket di Poltek ITB emang asik. *eh ini ngebahas sepak bola ya, bukan basket?*
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 9:15
Using
untung sma saya ada lapangan bola!
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 9:20
Using
gw udah gag maen lagi sejak kuliah jey. soalnya ngendon mulu di lab.
kalo maen, itupun malem malem jam 11, jam 12… hehehehe…:D
gag suka bola ya? kasiyan…
hihihi
*kabur*
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 12:28
Using
Maen bola di bumi sipil dong jay hehe
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 17:09
Using
hiks..iya anak yang hidup dikota gak punya tempat maen bola, maennya di parkiran yang belum terpakai, lapangannya ber-konblok (nulisnya gmn?), salah jatuh bisa patah tulang
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 22:48
Using
kalo di indonesia mending nonton daripada main, di sini ga ada sepakbola:p
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 23:12
Using
#5: Daripada tiap hari dua jam lebih nonton bola di TV mendingan nonton film dari DVD.
#6: tahun 96-97 saya hampir tiap sore maen bola di lapangan rumput Aula Barat, bareng juga sama si kriting Atmo.
Sabtu, 10 Juni 2006 @ 23:46
Using
sebener nya sehh gw gak begitu suka sama sepak bola.. ini gara2 piala dunia ajah jadi ikut2an nonton bola:D
Minggu, 11 Juni 2006 @ 0:06
Using
Halik ku aing ..
*tekel pemain lawan*
Minggu, 11 Juni 2006 @ 0:10
Using
skrg maen bola gak cuma di lapang rumput kang jae, selasar labtek biru juga bisa dipake maen bola
Minggu, 11 Juni 2006 @ 1:48
Using
Walaupun gak suka bola, Om Jay pasti tetep punya jagonya.
Kira-kira siapa Om Jay negara yang dijagokan?
Salam kenal Om Jay..
Minggu, 11 Juni 2006 @ 23:03
Using
Ah, gak suka nonton bola:D
Senin, 12 Juni 2006 @ 15:50
Using
maen bola depan SR ajah jay..sekarang masih bisa ga yah?
Senin, 12 Juni 2006 @ 19:25
Using
Haha Mabal Sakola gara-gara pengen nonton Persib teu?
Selasa, 13 Juni 2006 @ 1:14
Using
apa karena di bola tidak ada yang namanya wp-admin ya?:D
Selasa, 13 Juni 2006 @ 15:16
Using
WelKome Piala Dunia 2006… Inggris tunjukkan tunjukkan… jadilah PEMENANG! (SPAM mode ON)
Rabu, 14 Juni 2006 @ 18:47
Using
Benar akang Jay, daripada nonton bola piala dunia. mending nonton X-Men 3 Last Stand di Xine:- D
Sabtu, 17 Juni 2006 @ 15:43
Using
Kang Jay piala dunia udah dimulai, aku jago Italia, sampean gimana?
Selasa, 5 September 2006 @ 14:11
Using
luas lapangan sepakbola berapa sih?jangan hanya tau sepakbola aja, tapi luas lapangannya tidak tau…he…e..
Selasa, 5 September 2006 @ 14:36
Using
#21: 4.050m2 hingga 7.200m2.
Rabu, 24 Januari 2007 @ 15:37
Using
dari pada maen permainan anak-anak mending maen bola
Rabu, 25 April 2007 @ 22:58
Using
buat elu yang ngaku gila bola,coba jawab pertanyaan gw!kenapa lapangan bola warnanya ijo?
Selasa, 1 Mei 2007 @ 9:23
Using
…bola..kalau ditendang yang menjauh…juga kalau kita jinakan seperti juga teman kencan..,di saat siuasi ga semakin jelas apalagi ekonomi rakyat yang morat marit..bola menjadi bagian benda bulat yang dapat menggelinding siapa yang hendak punya kendali…,aku melihat bola menjelma sebagai fenomena budaya (brazil) bahkan politik sekalipun…, bila perlu juga kematian (escobar) kalau ada pejabat yang ga suka bola.., itu artinya dia pura-pura saja…, bola juga dapat seperti politik yang di judikan…,industri ya jangan tanya (italia_inggeris)…morat marit…anarkis..vandalisme…(wah siapa ya ?) bagaimana prediksi tentang bola masuk ke indonesia, kalau saja 1931 (pssi atau ersib) sekarang ? wah rupanya selimutan kabut semata.., kalo kempes pernah dateng.. kalo zico konon tanam pohon bola di masyarakat jepang dan nyata dapat berbuah…,nigeria..,nelson mandela pun berani…kalo olah raga kejar-keran itu.. bagian dari hidup berarti kesehatan, judi, politik, kematian, bisnis, sex dan juga yang lainnya..,cuma jangan dijadikan agama aja ya..? mana kita ? mungkinkah berapa banyak yang sudah habis $ 500.000.000. mungkin ? (liga INA)
bagaimana lumpur yang terus memuntakan kematian ekonomi rakyat…,bagaimana hutan, mall dan lapang bola ? kampanye partai ?…ya bola katanya bundar.., aku ga melihat bundar…, aku melihat setiap sisi adalah dimensi fenomena kejaran tepi jahitan (kalau buatan cibaduyut) yang menyatukan pikiran, fisik dan rasa…, dimana semuanya utuh..,kalau saja pernah berdiri di atas Alianze Area..,dapatkah rasa sisi tepi itu menyatu…, bola juga gladiator…,Gladiator Roma, bagaimana kandang AC Milan…, wah aku ga pernah berpikir…seperti itu…,”si Tangan Tuhan” itu memperlihatkan fakta…kemanangan menjadi kenikmatan “abadi manusia” siapa pelaku lanjut…” bobotoh ” sebuah idiom atau apa yang secara fakta simbolisme spontan yang kerap menjadi “sebutan supporter” siapa pelaku awal…siapa selanjutnya atau dengan julukan apa lagi…? dimensi sisi tak bertepi…kamu telah ada sebagai “ruh”.
atau karena itu juga kita mau jadi bagian dimensi tak bertepi ?
Kamis, 24 Mei 2007 @ 18:39
Using
setuju sama bos jay “ronaldinho”
Minggu, 10 Juni 2007 @ 17:30
Using
aku seneng nonton bola, sebenernya pengen maen juga tapi ga ada temen perempuan yang nemenin maen bola, hik..hk kesian ya. aku mau ikut kursus bola gak boleh mamaku hik..hik.. aku baru belajar buka internet, mudah-mudahan disini kesenengan bola tersalur, met kenal semuanya ya om-om (soale aku masih kelas 1 smp)
Jumat, 15 Juni 2007 @ 12:47
Using
tadi habis baca berita real madrid hampir pasti juara liga spanyol pertama kali sejak 4 tahun, kepastiannya hari minggu nanti
beckham pergi madrid pun subur lagi
ahhh nungguin euro 2008 juga nih lama amat yaa
Rabu, 11 Juli 2007 @ 15:26
Using
tapi ada juga ya http://antosalafy.wordpress.com/2007/07/11/sepak-bola-membawa-masalah/
Kamis, 26 Juli 2007 @ 14:36
Using
saya sangat cinta sepak bola, terutama sepak bola indonesia. itu di karenakan saya adalah orang indonesia dan saya tidak akan mungkin menjelekkan persepak bolaan indonesia.
bagaimanapun juga saya sangat yakin dalam beberapa tahun kedepan persepak bolaan indonesia akan menjadi yang paling sukses di seantero persepak bolaan dunia.
hidup indonesia.
bangsa yang tidak akan pernah besar adalah, bangsa yang dimana rakyatnya tidak pernah menngagumi apa yang telah di usahakan oleh bangsanya sendiri. dan dia hanya bisa bilang “ah indonesia. bisa apa indonesia”
orang yang bilang begitu adalah orang yang paling bodoh sebodoh2nya orang. bangsat.
Kamis, 18 Oktober 2007 @ 7:55
Using
kenapaaaaa ya anceloti seneng ama pemaen bola yang tua tua
Rabu, 25 Juni 2008 @ 17:17
Using
sepak bola permain asik kaum laki2,,diindonesia mayoritas kaum adam menyukai permainan sepak bola,,maka banyak lah berlatih biar negara indonesia bisa sampai ke piala dunia,,,,dan timnas yang di segania..haha
Rabu, 25 Juni 2008 @ 17:18
Using
karna anceloti lebih percaya dengan pemain tua,,dari pada pemain muda yang suka mabuk2 an klau bermain..hahahhaha just kidding…
Rabu, 15 Oktober 2008 @ 12:39
Using
Yoo.. Ayooooooooooo..
Ayo.. Persebayaaaaa..
Moleneeeeeeeeeeeeeee..
Kita Harus Menangggg..
Hijau kotaku
Juara Persebayaku
Damai Bonekku