The Da Vinci Code
Jumat, 12 Mei 2006M
14 Rabiul Akhir 1427H
- Tracking System
- International phone card

Pada tahun 2003 Dan Brown merilis sebuah novel berjudul The Da Vinci Code yang menggemparkan. Menggemparkan karena secara provokatif menyinggung umat Katolik hingga ke Vatikan. Saya tak ingin menyinggung siapapun dengan menulis tentang buku ini, bukan soal agama atau pertentangan agama yang saya pikirkan. Lagipula hanya sedikit rekan-rekan blogger mengulas buku ini dari hasil pencarian yang hanya sekilas di Google. Di tahun rilisnya novel tersebut, saya sendiri direkomendasikan oleh rekan Eko dan Jim, namun waktu itu belum ada terjemahannya. Baru pada tahun 2004 penerbit lokal telah menerjemahkannya, dan saya membelinya, tapi belum juga saya baca, hingga dua hari yang lalu akhirnya saya baca. Basbang.

Kehebohan lainnya adalah kisah dalam novel ini diangkat ke sinema layar putih yang akan dirilis 19 Mei nanti dengan judul yang sama yang kini diikuti dengan pemboikotan pemutaran film tersebut di beberapa negara. Jika anda tertarik menonton film The Da Vinci Code sebaiknya novel tersebut dibaca terlebih dahulu. Film tersebut disutradai oleh Ron Howard dan diperankan oleh aktor ternama seperti Tom Hanks dan Jean Reno.
Apa yang saya sukai dari novel ini adalah eksplorasi sains, seni dan arsitekturnya. Robert Langdon, seorang pakar ilmu simbol atau simbologi dihadapkan pada misteri korban pembunuhan seorang kurator di museum Louvre, Jacques Saunière mati dengan meninggalkan pesan-pesan tersembunyi, termasuk memosisikan dirinya di lantai ala Vitruvian Man, salah satu gambar karya Leonardo Da Vinci.
Dengan setting waktu yang pendek Dan Brown mengajak pembaca mengeksplorasi karya-karya sains, seni dan arsitektur di Prancis dan London. Semua petunjuk tentang pembunuhan tersebut berkaitan dengan apa yang ada di balik sebuah karya seni. Di sinilah kekuatan buku tersebut, setiap karya seni yang terkait Dan Brown mengajak pembacanya memahami kisah di balik karya tersebut, kejeniusan pembuatnya, pesan yang dibawa, teka-teki bahkan sains yang terkandung di dalamnya seperti kriptografi. Dan yang menggemparkan adalah keterkaitannya dengan Kitab Kristen dan posisi Yesus yang dianggap sebagai hujatan kepada keimanan agama Kristen Katolik.
Yang paling menyenangkan bagi pecinta seni adalah deskripsi komplek museum Louvre dari perspektif mata manusia sebagai pengunjung. Dalam kuliah Struktur atau Arsitektur Kontemporer dulu saya tidak banyak memahami apa yang diterangkan sang dosen di kelas atau studio, rasanya tidak ada dosen lulusan universitas di Prancis, yang ada hanya penggemar teknologi mobil Citroen saja, juga tidak ada slide presentasi kunjungan sang dosen ke museum yang cukup fenomenal tersebut dengan dibangunnya La Pyramide yang sangat kontras di era pemerintahan Francois Mitterand. Atau mungkin juga karena saya tertidur di bangku kelas.
Jika dibandingkan dengan kuliah Arsitektur Vernakular saya cukup mendapat pemahaman dari mereka, tentang apa yang ada di balik arsitektur Rumah Gadang, tentang Soko Guru rumah Joglo, tentang pembagian petak-petak denah rumah di Bali dan sebagainya, mereka adalah pakar-pakarnya. Di buku inilah saya baru mendapatkan pemahaman yang tak saya dapatkan sewaktu kuliah dulu. Suatu karya monumental tak pernah lepas dari simbol kekuasaan dan ideologi, salah satunya adalah agama, hal ini yang kurang disampaikan oleh para pengajar kuliah saya dulu. Memahami arsitektur bukan sekadar mengerti keahlian membangun, namun yang lebih penting adalah memahami manusianya, kebutuhan, keinginan serta ideologinya. “I really don’t understand how this thing works, but I understand the reason this thing works.” Kira-kira seperti itulah makna dalam dialog Counselor dengan Neo dalam film The Matrix.
Kejeniusan Leonardo Da Vinci disuguhkan Dan Brown dengan lebih mudah. Jika saya hanya menatap lukisan Mona Lisa maka saya tak melihat apa-apa selain sebuah karya seni. Dan Brown mengeksplorasi kenapa lukisan itu dibuat, kenapa gaya lukisannya suram, hingga penjelasan latar belakang gambar yang menimbulkan perspektif yang berbeda. Ilmu kriptografi juga disodorkan dalam pencarian misteri pembunuhan tersebut. Enkripsi bangsa Romawi, penyandian aksara Ibrani, deret hitung Fibonacci, anagram dan simbol-simbol melengkapi eksplorasi sains yang berkaitan dengan teka-teki yang disampaikan kurator museum Louvre tersebut kepada Robert Langdon.
Kegemparan yang disodorkan Brown adalah guncangan terhadap posisi Yesus dan Maria Magdalena serta sejarah Bibel sebagai produk manusia yang menyisihkan dokumen-dokumen serta ayat-ayat yang menggambarkan hal-hal duniawi Yesus dan konsep Holy Grail, yang lebih sering kita kenal dalam bentuk metafora sebagai cawan keabadian. Sebagai kilas balik sejarah dalam kurun dua milenium Brown memaparkan ideologi Constantine The Great dalam menghancurkan kaum pagan atau kafir dari pandangan gereja yang selama beberapa ratus kemudian diikuti dengan Perang Salib, Inkuisisi hingga pembunuhan para Knights Templar yang dianggap kaum pagan yang menyusup ke dalam sistem gereja.
Benar atau tidak elaborasi yang dilakukan Dan Brown bukan hal yang penting bagi saya, itu menyangkut keimanan masing-masing pembaca. Yang pasti saya menikmati paparan perjalanan sejarah, sains, seni dan arsitektur dalam sebuah fiksi thriller yang memesona. Dan sebagaimana disebut juga dalam novel tersebut, “Setiap orang suka dengan konspirasi.”
Jumat, 12 Mei 2006 @ 14:24
Using
Jika benar film itu sebagus yg dibayangkan Bang Jay, kasihan sekali dengan kawan2 remaja kita di Singapura yang musti ngumpet2 menonton nya.
Republika menulis:
Singapura sudah mengkategorikan film ini sebagai untuk 16 tahun ke atas.
Jumat, 12 Mei 2006 @ 14:44
Using
19 Mei udah diputer di Indonesia?
Jumat, 12 Mei 2006 @ 14:53
Using
cuma mau bilang basbang jay…
hehehehe…
aku dulu udah diceritain panjang lebar sama suster,
waktu ia baru2 selesai baca…
baca tulisanmu, jadi inget lagi…
inget ceritanya, bukan inget… ah sudahlah…
*ngeloyor*
Jumat, 12 Mei 2006 @ 16:07
Using
Angel & Demon lebih membumi ke mana-mana.
^^
Jumat, 12 Mei 2006 @ 16:07
Using
Di acara Galileo pernah dibahas soal Da Vinci Code ini, tapi mungkin lebih seru dari Da Vinci code adalah cerita atau legenda tentang Paus Wanita. Ini juga dibahas di acara Galileo, dengan mendatangkan ahli Forensik dari FBI. Sayang acara kayak Galileo gini ndak ada ya di Indonesia, dan lagi bahasa Jerman jadi kalau saya rekam, juga banyak yang ndak mudeng.
http://www.prosieben.de/lifestyle_magazine/galileo/spezial/sakrileg/
Di Paris sekarang lagi ngetrend “Tour da vinci code” jadi pemandu wisata memaketkan tour dengan mengunjungi obyek-obyek sesuai dg cerita tersebut.
Jumat, 12 Mei 2006 @ 16:56
Using
Mengapa filem? Tidak bisa terima dua konsonan berdampingan?
Setereotipdong.IMW: akhirnya semua dipaketkan menjadi komoditi dan dijual ya?:)
Jumat, 12 Mei 2006 @ 16:59
Using
Duh… membuat aku ingat lagi akan buku satu lagi, tentang kriptologi di balik kitab orang Yahudi. Ehem.. dimana ya buku itu. *bongkar-bongkar*
Jumat, 12 Mei 2006 @ 17:02
Using
baca juga angels and demons, masih dari dan brown juga, masih tentang nasrani juga, dan tetap seru cihuy ;)
Jumat, 12 Mei 2006 @ 17:14
Using
#6: Keenakan nulisnya begitu dari dulu. Nanti dikoreksi.
Kenapa ya film diserap tetap film, tapi palm menjadi palem, calm menjadi kalem?
Oh iya, penerjemahan buku ini ada yang kurang konsisten. “Mr. Langdon” diterjemahkan “Pak Langdon”, tapi “Ms. Nevue” menjadi “Nona Nevue”, kan lebih enak didengar dan dibaca “Tuan Langdon”.
Jumat, 12 Mei 2006 @ 17:40
Using
ya ya ya
Tulisan dan brown bisa mendeskripsikan keadaan paris..
menunggu 19 mei
Jumat, 12 Mei 2006 @ 18:40
Using
waw…
dari kemarin2 mundur maju aja mau beli buku ini.. masih menimbang-nimbang antara membeli yang versi kertas koran dengan yang versi bergambar fullcolor…
Jumat, 12 Mei 2006 @ 21:23
Using
I LOVE CONSPIRACY!
Jumat, 12 Mei 2006 @ 21:40
Using
Saya sudah lama punya novel ini.
Yang versi elektronik berbahasa Inggris, ataupun edisi cetak berbahasa Indonesia. Tapi dasar pemalas, saya tidak pernah mau meluangkan waktu untuk baca novel. Lebih suka nunggu filemnya terlebih dulu. Kalau memang bagus (ya, saya tahu sudah banyak yang bilang bagus tapi debugging is believing toh?), baru saya akan habiskan 4-5 jam untuk baca novelnya.
Seperti Vnuz, dan seperti kita semua, saya memang suka konspirasi. Alih-alih membaca novelnya, saya malah membaca (di Wikipedia, tentu saja) banyak latar belakang Da Vinci, Vatikan, Ksatria Bait (asyik juga mengetahui bahwa Bait juga yang jadi biang kerok jatuhnya Yerusalem ke tangan Saladin), dan lain-lain.
Harapan saya, tidak kalah enjoy dengan penikmat filem lain yang sudah membaca novelnya. Dan tentu saja, bisa menikmati perasaan ‘penasaran’ dengan tidak terlebih dahulu membaca spoiler a.k.a novel.
Jumat, 12 Mei 2006 @ 22:20
Using
Beli buku pictorial-nya nggak nyesel deh. Disarankan, malah.
Tapi dongkol juga sih, pas tahu ternyata banyak kesalahan fakta, di karya Brown ini…:-(
Jumat, 12 Mei 2006 @ 22:37
Using
2 hari yang lalu BBC sini juga marathon mengupas tuntas Da Vinci Code.
dari sudut pandang agama, science, history, etc… pokoknya lengkap sampe mabok ngikutinnya!
i honestly enjoyed reading the book very much. i just didn’t know which ones are facts and ones are fictions in the book anymore. and that’s why i think Dan Brown is a genius writer.
as for the movie… i’m sure a lot of people put high expectation from it. malesnya, kalo udah heboh disana-sini ternyata filmnya biasa-biasa aja… jadinya anti-klimaks.
cross my fingers, hope it won’t happen.
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 1:34
Using
hmm…jangan langsung percaya sama Dan Brown. Untuk diklasifikasi sbg. novel misteri, bintang lima, tapi… lain2nya cuma fiktif, artinya, dibalik semua itu masih ada penjelasan yang sangat amat panjang dan mendalam. Sebaiknya baca juga buku dari Dan Burstein- yang mengulas tentang kisah2 dan misteri dari bukunya Dan Brown, di buku ini didasarkan dari penelitian para ahli beneran.
Dan Brown skrg ini dituduh plagiat….
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 8:20
Using
terlepas dari kontroversi seputar Dan Brown and alur cerita Da Vinci Code, novel ini asik banget. Aku baca di pesawat, asli ngga bisa berenti… Sangat menarik. Seru. Cuma ngga yakin, kalau diterjemahkan masih asik apa engga. Kebanyakan buku terjemahan, hilang ‘rasa’ nya.
aku bakal nonton filem-nya, tapi agak takut… biasanya (hampir semua) filem tidak sebagus novelnya… mudah2an kali ini beda.
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 9:04
Using
wah, belum sempet baca juga, padahal udah ada bukunya:), jadi bingung mendingan baca dulu atau nonton dulu ya.
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 9:10
Using
baru dapet ibuknya kemaren, jadi tambah napsu utk baca neh…
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 10:15
Using
Saya belom baca Da Vinci Code.. tp Angel and Demon sih, udah.. Kalo dibandingkan dengan perlakuan terhadap seni dan peningglan sejarah di Indonesia, sepertinya kita udah banyak kehilangan.. sayang ya.. (ngomong2, gimana cara-nya supaya nick saya ada photonya, ya?)
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 10:30
Using
#20 daftar aja ke Gravatar
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 11:18
Using
Bagus. Walau agak kurang bisa menikmati. Secara film ini juga bukan gue banget.:D
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 11:19
Using
#16: Boleh tahu plagiatnya di bagian mana, atau keseluruhan isi novelnya?
Atau maksudnya buku Dan Burstein sudah keluar duluan dengan cerita yang mirip dengan karya Dan Brown sehingga dianggap menjiplak?
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 16:15
Using
Bener ngga sih adanya?
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 16:34
Using
Kalau dibilang menyinggung agama katolik atau kristiani secara keselurahan, sepertinya terlalu berlebihan Jay. Mungkin lebih tepatnya menyinggung tradisi dalam gereja, karena sebuah pemahaman agama jelas lebih jauh daripada sekedar simbol2 tradisi gereja yg diutak-utik sama si Dan Brown. Tapi terlepas dari soal itu, ada banyak hal2 yg kurang logis di sini dan tampaknya terlalu dipaksakan sama si Dan untuk membuktikan teori konspirasinya. Ambil satu contoh kecil, posisi condong Maria Magdalena dalam lukisan perjamuan terakhir yang ternyata diartikan berbeda hehehe…
Ya namanya juga fiksi…hehe, saya juga menunggu filmnya
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 19:52
Using
Buku DaVinci Code adalah sebuah seni..
Membacanya memberikan vitamin baru bagi imajinasi dan wawasan kita tentang sesuatu dibalik seni, cerita dibalik suatu sejarah, dan makna dalam sebuah kontroversi
Terlepas dari kebenaran cerita yang disampaikan, saya sangat menikmati setiap petualangan yang saya dapatkan di buku ini
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 21:34
Using
mudah2an imajinasi yang ada pas baca novel itu ada, walaupun tentu gak bakal semuanya.
Sabtu, 13 Mei 2006 @ 23:52
Using
Dan sekarang kita sudah bisa membaca biografinya:) Buruan cari di toko buku *promosi:p*
Senin, 15 Mei 2006 @ 9:07
Using
Mau ngetes aja Gravatar saya keluar apa engga disini.
Senin, 15 Mei 2006 @ 10:48
Using
19 Mei di Indonesia juga kok. Duh jadi inget premiere Episode III.
Btw yang selama ini berimajinasi tentang Vatikan, bisa ngintip sedikit lewat Mission Impossible III.
Senin, 15 Mei 2006 @ 11:16
Using
banyak yang bilang novel ini gak pantes dibaca karna itu tadi posisi Maria Magdalena yang tidak sesuai dengan pemahaman Gereja Katolik saya, seperti mas andreas pamungkas bilang. Tapi kalo Mas AA bilang itu buku bagus untuk dibaca okelah saya baca (udah beli takut aja mau baca) biasanya kalo dia bilang bagus yah memang bagus untuk dibaca…. #ndink#
Senin, 15 Mei 2006 @ 13:22
Using
Bukan spam sih. Tapi untuk yang kemaren kelewatan Da Vinci decoded di Discovery Channel dan males keluar panas panas cari DVD bajakeunnya, bisa ke http://www.inethouse.info/user/deano20010/2006/05/12/the_da_vinci_code_2006/ *ampun jay, jangan di mod ya guwa:P*
Senin, 15 Mei 2006 @ 17:00
Using
wah saya sendiri masih bengong bengong, emanya karyanya kayak apa? dan parahnya saya kategori belum suka baca NOVEL:((
Tapi tak coba baca… ada yang mau PINJEMIN ;)
Senin, 15 Mei 2006 @ 17:22
Using
Langdon.. Jadi ingat donglod/pingsil .. etc:D
Senin, 15 Mei 2006 @ 22:45
Using
#23 Nggak kok, pengadilan New York & London sudah memutuskan Dan Brown “tidak bersalah”
http://news.bbc.co.uk/1/hi/entertainment/arts/4126710.stm
http://news.bbc.co.uk/1/hi/entertainment/4886234.stm
Senin, 15 Mei 2006 @ 23:53
Using
plagiatnya, ide dari buku itu, sudah ada yang menulis sebelumnya.
Ngga, bukunya Dan Burstein menjelaskan simbol2 dan sejarah yg terdapat di novelnya Dan Brown, sebagai penjelesan lebih lanjut, bagi org2 yg masih bingung/bertanya2 setelah baca bukunya Dan Brown. Isinya interview dari ahli2 sejarah guna menjelaskan lebih lanjut dan mendalam.
Novel terakhir Dan Brown, isinya juga cuma menjelekan-jelekan Seville…anyway, Dan Brown memang bagus dalam menulis cerita misteri, so, ok lah buat entertainment. ;)
Selasa, 16 Mei 2006 @ 1:32
Using
‘Dan Brown is a genius of all geniuses’, I say.
Da Vinci Code is a fiction but it has basis in fact and research.
dia bilang: “The ideas in this novel have been around for centuries, they are not my own.”
Rahasia lukisan Da Vinci dan hubungannya sama scandal di early christian udah jadi gosip bagi para historian sejak berabad-abad up to now, dan nggak hanya da Vinci yg menyimpan misteri dalam lukisannya.
Hebatnya Dan Brown, dia mengubahnya menjadi sebuah novel thriller dan science dan ditambah lagi seorang tokoh Robert Langdon yg melihatkan kenarsisannya.. (Langdon=Dan Brown)
My fave words of Dan Brown: “History is written by the winner” Hmm >> Menjelaskan semuanya……….
semoga Angel&Demons difilemkan juga, secara Langdonnya diperankan aktor ganteng Tom Hank…..
Angel&Demon jauh lebih keren dari Da Vinci Code deh, ada teori Big Bang yg menyenggol history of Godnya…
Rabu, 17 Mei 2006 @ 10:33
Using
Hal yang gw suka dari The Da Vinci Code adalah arsitekturnya dan latar belakang sejarahnya.
Tapi… ceritanya klise jadi gampang ditebak alurnya mau kemana.
Entar nonton ah Senen. (Besoknya UAS perdata padahal:( )
Rabu, 17 Mei 2006 @ 12:12
Using
Sayangnya gara-gara lagi sibuk waktu itu gak sempet ikut casting. *halah! garing*
Gua gak suka baca novel, apalagi yang tebel-tebel. Soalnya kadang suka lupa sama tokoh-tokohnya, ceritanya, dll., jadi bacanya musti bolak-balik gitu:p Emang bolot kali ya?
Kamis, 18 Mei 2006 @ 1:22
Using
kalo ni buku masuk indonesia. sama kasusnya kalo ayat2 setan masuk indonesia.
ancorr mina, but buku tetap buku. kenapa pusing2. biarin aja masuk.
Kamis, 18 Mei 2006 @ 13:02
Using
Wow.. dah baca versi computer nya … pdf version…
dan edan…! banget.. bagusss banget…
sampe-sampe nyandu bacanya:)
konsekuensinya….? who knows it’s just a fiction ..
although based on “facts”
Kamis, 18 Mei 2006 @ 18:16
Using
There live at torrent and hub/dchub++ dan di limewire right now selamat sedot, sorry file torrentnya ga kebawa ke warnet ini, dan lupa sitenya, selamat ber torrent ria:-) xvid loch
Kamis, 18 Mei 2006 @ 18:40
Using
ohh dah ketemu, go to bittorrent dot com terus cari dengan entri vinci yang done ti tempatku tinggal 5% lagi, semoga aku keburu nonton xvidnya hich hich biar bisa cerita cerita sebelon tayang di bioskop:-) heheheh sapa cepet dia ke pepet
Kamis, 18 Mei 2006 @ 23:38
Using
tadi jam 9.30 aku sudah nonton, dan besok jam 18 di plaza indonesia ex plaza jakarta akan diputar dan ada acara nonton bareng, free. bersamaan dengan acara peluncuran da vinci jewellery . ada acara game breaking code dengan hadiah jam tangan dan fashion show serta anugerah untuk 2 seniman indonesia, siapa mereka? tunggu aja.
Jumat, 19 Mei 2006 @ 7:03
Using
wahhh …ada versi pdf nya yak?
mau mau …:D
btw nonton nungguin nomat ajah (maklum mhswa rantau)
salam kenal kang jay ..
Jumat, 19 Mei 2006 @ 7:29
Using
filmnya pasti keren soalnya bukunya aja keren………
mengguncang iman pastinya………….
Jumat, 19 Mei 2006 @ 8:46
Using
@46: Kalau ada sih guwa cari pdf yang illustrated version. Yang lengkap ama gambar2 dan petanya ;p
Jumat, 19 Mei 2006 @ 18:59
Using
walah.. uda semangat pngen nton film, yang kata-nya mengundang kontroversi
di banyak negara e.. malah ditunda.., badan sensor lolos in the davinci code plz..
kan klu kaya gitu sama az qta d suruh nton bajak-an.. emang enak nton bajak-an..
sharus-nya ga ad yang perlu ditakut in.. toh yang nton juga bukan anak2..
so qta uda tau dunkz gimana hrus bersikap.. God Bless N keep it up..
Sabtu, 20 Mei 2006 @ 12:00
Using
novel ini endingnya wagu (apa bahasa indonesianya?)
terlalu sinetron menurutku.
nah, filmnya kira-kira seperti apa? aku lum tahu kapan akan diputar di jogja. tapi di kepalaku terngiang setting ala-ala hollywood.
Sabtu, 20 Mei 2006 @ 17:25
Using
janga pernah ngelakuin hal2 apapun yang ngebuat iman lo goyah….
suanya itu baik….tapi apa yang ngebagun….
kalo lo ngebaca buku na, apa lagi nonton film na, sedikit banyak pikiran lo terhaap tuhan yesus pasti brubah,
orang bisa bilang kalo itu hanya sebuah karya seni, tapi seni di ciptakan untuk mempermuliakan nama tuhan,
jadi kalo seni itu sendiri udah ngehujat tuhan, berarti musti di periksa lagi kebenaran nya,
aku mau kalian juga bilang sama temen2 lain yang mau nonton atau baca buku ini,
seni di ciptakan untuk mempermuliakan nama tuhan,
jadi kalo seni itu sendiri udah ngehujat tuhan, berarti musti di periksa lagi kebenaran nya,
______________________gbu_____________
Sabtu, 20 Mei 2006 @ 17:29
Using
jangan pernah ngelakuin hal2 apapun yang ngebuat iman lo goyah….
suanya itu baik….tapi apa yang ngebagun….
kalo kamu ngebaca buku na, apa lagi nonton film na, sedikit banyak pikiran lo terhadap tuhan yesus pasti brubah,
orang bisa bilang kalo itu hanya sebuah karya seni, tapi seni di ciptakan untuk mempermuliakan nama tuhan,
jadi kalo seni itu sendiri udah ngehujat tuhan, berarti musti di periksa lagi kebenaran nya,
aku mau kalian juga bilang sama temen2 lain yang mau nonton atau baca buku ini,
seni di ciptakan untuk mempermuliakan nama tuhan,
jadi kalo seni itu sendiri udah ngehujat tuhan, berarti musti di periksa lagi
kebenaran nya,
Sabtu, 20 Mei 2006 @ 19:33
Using
really… novel’e keren abis…
top banget!
tau deh filmnya, blom liat c…
btw, kok yang jadi Langdon si Hanks ya? ketuaan tuh!
Minggu, 21 Mei 2006 @ 13:02
Using
wah
mau nonton tp tunggu hari senin ah:)
eh apa perlu baca novel dulu sblm nonton ya?
Minggu, 21 Mei 2006 @ 13:46
Using
#49: Filmnya nggak totally seperti Hollywood. Beberapa aspek film ini setelah saya menontonnya adalah:
1. Hampir semua alur cerita diangkat ke film. Kecuali setting pencarian di Perpustakaan diadaptasikan secara berbeda.
2. Menggunakan tiga bahasa, bahasa Inggris, bahasa Prancis dan bahasa Latin, tanpa subtitle ke dalam bahasa Inggris.
3. Subtitle bahasa Indonesia tidak lengkap, bahkan di banyak dialog yang esensial tanpa subtitle. Mungkin semacam sensor tak sengaja, atau juga tim subtitle bahasa Indonesia kelimpungan harus menerjemahkan tiga bahasa dalam film tersebut.
Minggu, 21 Mei 2006 @ 15:49
Using
#51 Seni emang hamba tuhan? ya nggaklah .. banyak seniman besar yang nggak peduli tuhan itu ada ato nggak
Minggu, 21 Mei 2006 @ 23:02
Using
Welehh ….enak enak..bukunya enak…(emang bolu)…new comer
Senin, 22 Mei 2006 @ 0:32
Using
setelah nonton film, muncul beberapa pertanyaan lama lagi nih…
bagaimana cerita yesus saat masih kecil sampai dewasa?
yang waktu itu masih dikejar kejar untuk dibunuh.
kan yang buat alkitab juga manusia, jadi masih kurang tau informasi nya. ^^
dan das brown juga hanya membuat cerita fiksi. Kan kebenaran masih belum diketahui kenapa davinci gambar yohanes kayak kecewekan. Gak bisa nanya langsung ke orangnya karena orangnya sudah meninggal. hehehhehe:p
dan selama iman kita kuat, percaya sama yang di atas… dan selalu berbuat kebaikan dan tidak berbuat kejahatan… saja udah cukup kok.
Tuhan kan juga kadang kadang memberi cobaan untuk menguji iman kita. ^^ seperti yang ditulis pada alkitab.
Jadi terserah iman masing-masing saya rasa… mau nonton apa tidak, yang penting iman tidak goyah.
Senin, 22 Mei 2006 @ 12:33
Using
Setau gw, tu novel hanya fiksi, jd knp musti repot. kl suka, beli bukunya tonton pilem nya, kl ga’ suka ya gw ga ‘ tau lo mo apa…
Senin, 22 Mei 2006 @ 13:02
Using
Seru mana ya? di film atau di novel
Senin, 22 Mei 2006 @ 13:52
Using
film nya yang menghebohkan dan menghasilkan banyak pertentangan, sebenarnya apabila menikmatinya dengan sudut pandang film itu adalah ‘film fiksi’ itu sah-sah saja.
masalahnya apakah semua orang tahu, apakah semua orang bisa membedakan kalau film itu fiksi atau tidak.. sony pictures-pun menolak menambahkan logo fiksi pada psoter film tersebut..
Senin, 22 Mei 2006 @ 17:25
Using
gw baru nonton kemaren.. jujur sih agak2 bingung kalo ga baca bukunya…
Senin, 22 Mei 2006 @ 20:08
Using
Memang sudah jadi kodrat manusia untuk menyukai hal yang kontroversial, artinya ‘lain dari yang lain’, terlepas dari benar atau tidaknya yang ia suka.
Fiksi atau bukan, seharusnya kita lebih banyak berfikir yang seharusnya kita fikirkan, jgn buat hal2 sepele tp guna menyibukkan fikiran kita!
==ingat lho, idup cuma sebentar!==
Senin, 22 Mei 2006 @ 20:52
Using
ibilis jadian2 an
satu kata buat the da vinci code
persetan dengan cerita bullshit mu
Senin, 22 Mei 2006 @ 23:01
Using
iya bang, kayaknya emeng harus baca novelnya dulu, terutama yang gak gitu gape di listening bahasa inggris.
dialog2 yang ‘berbau kontroversi’ gak di kasih subtitle bahasa indonesia
Senin, 22 Mei 2006 @ 23:53
Using
sayang, koq gak ada link ke imdb film Da Vinci Code nya?
Selasa, 23 Mei 2006 @ 3:48
Using
nonton dulu ahh
Selasa, 23 Mei 2006 @ 11:22
Using
I think it’s very interesting, so don’t be miss it OKE!
konfliknya bagus buanget sampe2 bisa buat gempar sluruh dunia boo
yg seharusnya jd pemikiran pertimbangan kan seninya bukan kontroversinya ya ga
it just film n just fun aja gitoo lhoo.
Selasa, 23 Mei 2006 @ 12:43
Using
bagusan novelnya daripada filmnya… *katanya*
Selasa, 23 Mei 2006 @ 13:50
Using
menurut saya bukunya menarik, ga tau sich klo filmnya. tapi buku ini uda menyinggung agama gitu, kan bisa terjadi perang agama nih. Ada yang membenarkan agamanya dan ada yg menjelekkan agama lain. jadi entar nontonnya harus pake iman yg kuat ok….. he…JCLU
Rabu, 24 Mei 2006 @ 10:26
Using
ya…kalo mau nonton ya nonton kalo takut ya gak usah…gampang kan?
Rabu, 24 Mei 2006 @ 12:26
Using
Di tipi sini lagi rame-ramenya dokumenter yang berbau Da Vinci Code. Dulu juga bacanya habis nonton doku The Real Da Vinci Code, padal udah beberapa bulan disimpan di harddisk.
Yang udah lewat The Lost Gospel of Judas sama Cracking the Da Vinci Code. Seru juga ngeliat beberapa nara sumber yang sewot sama ‘kebohongan’ Dan Brown. Minggu depan kalo nggak salah tentang lukisan The Last Supper trus minggu depannya lagi Opus Dei and the Da Vinci Code.
Kamis, 25 Mei 2006 @ 10:47
Using
waaah….aku blom sempet baca neee…ada yg mau minjemin aku gaaakk?plis hub=08157937708
Kamis, 25 Mei 2006 @ 10:50
Using
sayang aku blom sempet mbaca bukunya…jadi penasaran nee…ada yg mau minjemin?
Jumat, 26 Mei 2006 @ 18:09
Using
tentu saja versi novel lebih lengkap daripada versi film. sayangnya ada hal-hal yang kalo cuma liat film, ato nonton dulu, nggak akan dipahami, karena memang dihilangkan, atau tidak dijelaskan. aku nggak akan bikin spoiler disini.
anyway, fakta yang ditulis memang banyak yang nggak tepat, selain- tentu saja, hal-hal yang disebutkan di bagian awal novel sebagai sesuatu yang akurat. emang agak repot memilah mana yang benar dan mana yang nggak. tapi namanya juga FIKSI. jadi menurutku dan brown nggak salah.
mmm… enakan baca dari bahasa aseli deh! lebih ‘kena’
*jay, maafkan aku ngeblog disini*
Sabtu, 27 Mei 2006 @ 0:11
Using
Punya filmnya ga? Minta donk.. xixixix..
Sabtu, 27 Mei 2006 @ 13:23
Using
Hi Bang Jay, sempet2nya yah mikirin Da Vinci Code, mbok mikir bangsa ini yang korup luar biasa, kemiskinan merajalela, teroris dimana-mana, bencana alam terus2an terjadi…Da Vinci Code, ditulis oleh orang yang negaranya dah mapan, hidupnya dah enak, kite2 deh yang diketawain sama die..hehehehe…kena deh lu dikerjain sama orang Amrik..hahahaha.Mungkin Om Dan Brown ketawa dan bilang ” Goblok lu orang2, gue bodohin pada kaga tau, gue makin kaya, makin terkenal deh gue…hikhikhik…”.Padahal, kalo mau lebih spektakuler, bilang aja Yesus ga pernah mati disalib, Dia masih hidup dan suka dugem di Hailai, jalan2 ke Bali n renang di Kuta..hahahaha…lebih heboh kannnn…Satu hal lagi, Yesus kaga butuh diakui Dia Tuhan kok, mau diakui Dia Tuhan ato kaga, Dia tetep Tuhan, mau disembah ato tidak, Dia tetap Tuhan, mau orang nulis seribu versi Da Vinci Code, Parto code, Suparman Code, Paimin Code, ato Bejo code, ato si Anu Code, Si itu Code, Dia tetap Tuhan…Mungkin next time akan ada buku yang lebih heboh tentang Yesus? Terimakasih dehhh, berarti Dia makin terkenal aja dehhh….Thank ya Om Dan Brown…hehehehe..
Sabtu, 27 Mei 2006 @ 19:51
Using
emm.. kalo kata gue mah ya, nonton dulu… soalnya kalo udah baca bukunya ya jadi spoiler gitu deh.. ketegangannya berkurang dong:) soalnya yang gw liat mah sama aja film sama bukunya… visualisasi novel gituw:)
Sabtu, 27 Mei 2006 @ 20:10
Using
besok nonton film nya euy.. :)
Minggu, 28 Mei 2006 @ 13:57
Using
bole nimbrung?
yang film ini memang diperuntukkan untuk dilihat lebih lanjut:)
jangan sampai sekedar menelan bulat-bulat… nanti bisa kesedek:)
yah semoga seperti yang disebut oleh Robert Langdon “the most important thing is what you believe”
Minggu, 28 Mei 2006 @ 20:36
Using
gw, elu & mereka tidak harus memiliki kode untuk menemukan Tuhan.
(semoga loe ngerti, guys).
Senin, 29 Mei 2006 @ 2:48
Using
Jay, baca komen tadi ada nanya plagiatnya dimana? Itu kasusnya maria magdalena got married with jesus udah pernah di bahas di buku karya author lain [lupa siapanya].
Biasanya kalu bukunya bagus filmnya suka kurang memuaskan, krn mungkin juga daya imaginasi gw waktu baca buku terlampau tinggi daripada filmnya:D
Senin, 29 Mei 2006 @ 15:37
Using
ada yg mo ngajak nonton gw ga ya ;)
Senin, 29 Mei 2006 @ 16:27
Using
kalo boleh ada unlocking the da vinci code nya dong, katanya ada dari malaysia
Selasa, 30 Mei 2006 @ 9:42
Using
mo..nonton bareng ama saya…
Rabu, 31 Mei 2006 @ 12:37
Using
Ada baiknya kita merenung Yesus itu Tuhan ato manusia
Kamis, 1 Juni 2006 @ 10:53
Using
hmmm… the da vinci code ya? I haven’t seen the movie yet. kayaknya belum diputar di studio 21 kota saya. Tapi saya sudah baca novelnya. Awalnya emang penasaran setengah mati karena katanya bikin heboh. Setelah baca, saya kagum ma deskripsi situs2 sejarah dan seninya (tapi agak blank karena ga pernah kesana, hehe). Tapi ‘misteri’nya ga gitu seru ah. Soale tokohnya ‘pinter’ banget, belum2 kodenya uda terpecahkan. Saya kan ga sempet ikut mikir hahaha. Emang sih sebagai seorang katolik saya juga tergugah mengetahui lebih banyak tentang ‘fakta2′ yang dipaparkan Brown. Tapi thanks to Dan Brown, I don’t lose my faith, malahan tambah kuat iman dan jadi tau sejarah agama saya sendiri:p. Agama kristen itu agama yang sudah ada 2000 tahunan, jadi wajar kalo kontroversinya juga banyak banget, tergantung kita aja gimana bisa mendapat pengetahuan yang benar. Untuk hiburan sih dapat four stars dari saya. Mudahan film nya juga worth seeing. Oya ada yang uda baca ‘The Word’ nya Irving Wallace? Menurut saya lebih menyentuh daripada karya2 Dan Brown. Tapi ya itu tadi… controversy dan conspiracy emang entertaining… sekaligus devastating…
Sabtu, 3 Juni 2006 @ 9:33
Using
saya belum baca atau nonton davinci code. namun dari komentar, cerita singkat paling tidak saya memiliki gambaran.
Menurutku, kita ini berpikiran bebas-bebas aja. Beriman bagus, tapi beriman yang gak dipengaruhi siapa-siapa. Sebab diri kita ini bertanggung jawab sendiri terhadap Tuhan. Lembaga agama, person agama, buku-buku, kitab dan lain-lain, hanya merupakan input bagi kita untuk membuat pilihan.
Rabu, 7 Juni 2006 @ 11:54
Using
Sampai saat ini sy blm sempat nonton atw baca bukunya, hanya menurut saya, sah2 aja kog semua berkomentar dan mempunyai pendapatnya masing2.Tapi bagi saya MY LORD JESUS tetap adalaH JURU SELAMAT DAN ANAK ALLAH YANG AGUNG DIATAS SEGALA GALANYA (TIDAK ADA YANG SAMPAI KE BAPA DISURGA TANPA MENGIMANI JESUS KRISTUS)…GBU
Rabu, 7 Juni 2006 @ 12:23
Using
Tanda2 akhir zaman, kesesatan merajalela, orang Kristen pun banyak suam2 kuku, termasuk mau aja nyumbang dana buat film setan ini. Smg orang Kristen yg belum nonton, jgn nonton (kecuali lewat dvd bajakan, )bukan takut terpengaruh, tp tidak baik menyumbang utk kesesatan. Sadarlah Tuhan Yesus akan datang lagi, semoga dan brown yg lain bertobat sebelum ke neraka. Go to hell this movie.
Rabu, 7 Juni 2006 @ 15:27
Using
mending kita berfikir secara rasional… apakah yesus itu tuhan atau manusia? ada yg bilang anak tuhan? tapi kalau anak tuhan itu menikah.. berarti ada istilah “cucu” tuhan… etc… etc… (ini agama atau kerajaan?) tapi mudah2an film ini dapat membuat kita berfikir dan menggali lagi apakah agama yang kita anut sudah benar? thx all mmmuaachhh…..
Minggu, 11 Juni 2006 @ 15:36
Using
gue salut ama dan brown, walaupun gue blom tau agamanya apa?tapi yang pasti dia berani nulis hal yang udah jadi suatu kepercayaan selama lebih kurang 2000 tahun, apa yang bikin d ia berani kalau bukan kebenaran dan keyakinan akan hatinya yang menolak penuhanan terhadap manusia, n so pasti didukung oleh ilmu dan pengetahuan yang luas!
Selasa, 13 Juni 2006 @ 20:49
Using
Hiks.. belum nonton felemnyah..
bukunya sih udah jey.. ^_^
Rabu, 14 Juni 2006 @ 13:48
Using
pikir dong donk yang bener, tukang kayu yang membuat kursi nngak akan serupa dengan kursinya, Tuhan yang menciptakan manusia TIDAK AKAN SERUPA DENGAN CIPTAANYA
Manusia berdarah, apakah mungkin Tuhan juga berdarah?
Manusia mati, masak Tuhan juga ikut-ikutan mati?
Tuhan hanya ada 1, kalau 1+1+1=3, tidak mungkin hasilnya
PIKIR YANG BENER!!!!!!!!!!!!
Rabu, 14 Juni 2006 @ 15:43
Using
Nimbrung om Jay…
Kita yg tau 1+1+1=3… sooo human.. kita yg ga bisa ngukur luasnya tatasurya? sooo human.. kita yg ga bisa memahami knapa Tuhan juga berdarah? sooo human… ah well.. we’re human.. (^_^)v
Aku jg belun baca bukunya sih.. tapi kata temen2, bagus bgt! (*_^)b. Lagi cari file pdfnya, nyari dimana yak? yg punya.. bisa dishare gak? thanks…Denger2 ada pengungkapannya di TVRI tgl 17Juni ini jam 14.00 (aduh.. ga bisa nonton.. ada yg bisa ngerekamin gak ya?). Tauk bener, tauk kagak…
Kamis, 15 Juni 2006 @ 14:58
Using
Tuhanku maha adil, karena itu dia tidak akan mencitrakan dirinya kedalam salah satu jenis kelamin tertentu, karena itu berarti mengabaikan keadilan, dengan mengabaikan setengah ras manusia dibumi (wanita. Red). Tapi mungkin itu juga karena kemunculan sebuah kepercayaan tak terelakkan juga dipengaruhi oleh peradaban dan kebudayaan setempat pada jamannya. Jadi kembalilan ke jatidiri kita, dengan merenung hakekat Tuhan dan Manusia, karena Dia tidak berada jauh di “luar” sana. Dia ada di hati kita. Semua bukti sejarah pencarian Tuhan sejak ribuan tahun lalu selalu berujung pada jatidiri, seperti yang dialami oleh para nabi-nabi atau tokoh yang mengusungnya.
Kamis, 15 Juni 2006 @ 22:41
Using
sepakat dan brown terlalu memaksakan diri dalam ngeutak atik hal tersebut dari sisi mana sebenarnya dan atas dasar apa dia menguatk atik contohnya dia punya dasar apa untuk:
1. mengambil secuil demi secuil huruf dari kata2 kitab yang kemudian menjadi kata kata baru?
2. mengabung kan posisi Yesus dan Maria Magdalena yang tadinya membentuk huruf V “dalam cerita itu simbol wanita / vagina” kemudian menjadi /\ yang menjadi arti dalam cerita yaitu laki laki
3. secara otomatis dia menghujat atau memberi tahu agama tidak ada yang benar mengenai Yesus atau nabi Isa almasih (dalam Islam)? atas dasar apa ini atau mungkin d sini saya bolehkah bilang kalau dan brown itu seorang pengikut satan hahahahahahahahah
4. lalu dia yakin akan Tuhan dari agama apa klo dia menyangkal maria tidak hanya melahirkan bayi laki2 dari tanda V tadi?=))=))=)) hahahahaha
5. apakah yang leonardo pikirkan pada waktu jaman itu dia melukis dengan object d depan matanya? tentu tidak dia tak berjumpa dg Yesus ato Maria Magdalena tapi kemungkinan dia melukis dari buku diari turun temurun Maria Magdalena (apakah kita percaya tulisan manusia daripada Kitab Suci) ini masalah kepercayaan dan dan brown telah berani membuat suatu kepercayaan mengalahkan TUHAN hahahahaha serta kemungkinan leonardo da vinci melukis dari kitab suci tapi kitab suci mana apakah yang dia kutib kitab suci karangan judas ato kitab suci satan hahahahahaha manusia manusia
6. berarti saya bisa menulis buku tentang seni leonardo da vinci hanya seni ato mungkin menjelaskan bahwa leonardo da vinci bukan melukis hahahahahahahaha
7. dan brown menanamkan pemikira ato paradigma “sesuatu yang tak mungkin tetaplah tak mungkin dengan kata lain tidak ada MUJIZAT d dunia ini dari terbentuknya pertama kali dunia sampai hancurnya” lalu kenapa dia tidak menceritakan kejadian alam yang tak mungkin bisa menjadi mungkin karena-Nya
8. Sekalian aja dia menjadi arkeolog atau seorang peramal atau seorang pencipta misalnya (hahahahaha pencipta itu bukan seorang) bisakah dia menguak dasar kehidupan awal terbentuknya kehidupan dan matinya atau kiamatnya berhentinya kehidupan? dia adalah plagiat, penambah sebuah karya seni TUHAN, pengurang karya seni TUHAN, dan parahnya dia mau menjadi seperti TUHAN?
9. pembaca smua pasti yakin yang hidup pasti akan mati yang tercipta dari tanah akan kembali menjadi tanah itu adalah sebuah “MUJIZAT TUHAN YANG MENAJUBKAN” (that was amazing thing gentleman)
akhir kata kebijakan bukan dari penipuan tapi atas dasar apa kita melakukan sesuatu dari pemikiran kita dan bukan untuk memaksakan diri itu semua adalah rahasia yang d ciptakan TUHAN, semua kehidupan boleh yang di ketahui dan ada sesuatu yang menjadi rahasia TUHAN bukan dengan mencoba memaksakan pemikiran sendiri sehingga kita mencoba semua itu dengan science imaginationm, kita sudah
mendapat contoh dari Agama yaitu adam dan hawa kasus tersebut menjelaskan ada yang boleh kita ketahui tentang rahasia alam dari Tuhan dan ada yang menjadi rahasia TUHAN sendiri hahahahahahhahahahhahahahahhahahahahahhahahaha
Terima Kasih tolong telaah ini (sepertinya saya lebih cerdas dari leonardo da vinci, atau dan brown atau mungkin davinci code sendiri) terima ksih TUHAN YANG membimbing ak dalam menulis ini apakah dan brown menulis kan rasa terima kasihnya itu semata mata untuk TUHAN dan peradaban tapi dia mengkoyak peradaban
aminnn…..
Selasa, 20 Juni 2006 @ 22:03
Using
Sebenarnya bagi yang terbiasa membaca bisa melihatnya sebagai fiksi apalagi Dan Brown penulisnya mengaku itu novel fiksi, dan di Epilog buku disebut semua itu hanya mimpi Langdon yang tidur selama 2 hari di kamar hotel Ritz di Paris. Tetapi yang menarik menjadi polemik adalah ucapan Langdon dalam ‘FAKTA’ di awal buku: ‘Semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus dalam novel ini adalah akurat.’ Yang menjadi masalah, batas antara yang fiksi dan fakta adalah abu-abu sehingga banyak pembaca awam yang senang sensasi menganggap yang fiksi sebagai fakta.
Museum Louvre adalah fakta, tetapi peran Sauniere, Langdon, Sophie, Aringarosa, Silas, dan Tebaing adalah fiksi. Leonardo dan lukisannya Manusia Vitruvian, Mona Lisa, dan Last Supper adalah fakta, tetapi menyebut lukisan-lukisan itu mengandung rahasia perempuan suci adalah fiksi. Lukisan Last Supper jelas merupakan gambaran Leonardo yang merinci peran murid-murid Yesus dengan mimik masing-masing. Di kanan kiri Yesus yang duduk terdekat adalah murid Yohanes dan Yakobus menggambarkan permintaan ibu mereka (Mat.20:20-21). Yohanes (dan Petrus) disuruh Yesus menyiapkan perjamuan, maka kalau tempatnya diganti Maria Magdalena dan ia tidak ada tentu fiksi.
Injil Gnostik Maria yang dianggap berisi ucapan-ucapan Yesus adalah fakta, tetapi menyebut Injil Maria bukti kerasulan utama Maria Magdalena adalah fiksi. Aliran Gnostik berkembang abad-2 dan 3, dan penemuan Injil Maria di Nag Hamadi (1945) berasal dari abad-4. Aliran ini tidak mengaku Yesus sebagai Tuhan dan manusia bisa menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri.
Konsili Nicea memang fakta, tetapi menyebut konsili itu memutuskan ke’Tuhan’an Yesus dan Kanonisasi Alkitab adalah fiksi. Yesus sebagai Tuhan sudah disebut Perjanjian Baru yang ditulis pada abad-1 (Yoh.1:1;20:28;Ibr.1:8), dan Kanon Alkitab sudah diakui umat Kristen sejak abad-2 (termasuk diterjemahkan Peshita pada abad yang sama) dan Konsili Laodicea (363) meneguhkan kanon PB yang sudah diakui mayoritas umat Kristen sebelumnya. Konsili Nicea khusus diadakan untuk membantah ajaran Arius yang menganggap ‘Yesus hanya manusia lebih rendah dari Allah, ’ suatu ajaran yang melawan kepercayaan umat Kristen yang sudah berjalan selama 3 abad sebelumnya.
The Holy Grail adalah legenda kalangan ksatria meja bundar Raja Arthur. Raja Arthur adalah fakta, namun legenda grail adalah fiksi, dan legenda Grail juga hanya menyebutnya sebagai cawan berkhasiat yang fiksi apalagi kalau sekarang di fiksikan lebih lanjut sebagai lambang rahim Maria Magdalena yang menurunkan anak bagi Yesus.
Demikian juga The Templars memang fakta yang dibentuk seusai perang Salib-I (1095-99) yang ditujukan untuk melindungi para peziarah yang ke Yerusalem, dan karena praktek perbankannya yang maju, membuat iri Raja Philip IV dan Paus Clement V (1307), sehingga dituduh bidat dan dibubarkan. Tetapi, menyebut The Templars sebagai menyimpan petimati Maria Magdalena yang ditemukan di bawah Bait Allah Salomo jelas fiksi karena bagaimana bisa menjadi rahasia dan bagaimana tempat yang sehari-harian digunakan untuk ibadat Yahudi bisa digunakan mengubur orang Kristen?
Opus Dei memang fakta sejak tahun 1928 bahkan diangkat setara keuskupan (1982), tetapi menuduhnya sebagai mempraktekkan praktek ‘menyakiti tubuh’, ‘merendahkan wanita’, dan ‘terlibat skandal keuangan Vatikan’, kelihatannya bermisi tendensius untuk menjelek-jelekkan gereja Katolik Roma. Entah pengalaman traumatis apa dialami Dan Brown sehingga sakit hatinya terhadap gereja itu dituangkan dengan menulis novel fiksi demikain.
Umat Kristen tidak perlu bereaksi berlebihan menghadapi novel fiksi impian tokoh fiktif Robert Langdon yang ditulis Dan Brown itu. Melarang justru makin melariskan buku itu. Cukuplah umat Kristen meluruskan yang fiksi dengan mengemukan faktanya kepada mereka yang bertanya.
(dari berbagai sumber)
Senin, 26 Juni 2006 @ 2:36
Using
#76 Huehehe… komentar-nya edan tenan…
Tapi nembak. Salut buat ke-gokil-an white angel.
Betul banget yang dibilang, palingan sekarang Dan Brown ketawa-tawa seneng
di rumahnya. Soalnya ‘dagangannya’ laku….
#91 tapi yang pasti dia berani nulis hal yang udah jadi suatu kepercayaan
selama lebih kurang 2000 tahun, apa yang bikin d ia berani kalau bukan
kebenaran dan keyakinan akan hatinya yang menolak penuhanan terhadap
manusia, n so pasti didukung oleh ilmu dan pengetahuan yang luas!
Apa yang bikin dia berani?
Karena dia tahu buku yang kontroversial en berisi konspirasi serta juga menantang pendapat apalagi iman kepercayaan khalayak orang banyak tuh BAKAL LAKU.
Lagian dia tau kok, Kristian gak bakal nyampe fatwa-in dia mati… hehe
Simple buat saya….
#93 Feel sounds familiar with statement like this…. Dari mana ya…?
Oh iya, pernah denger dari Irene Handono! Hehe, sekarang gw inget…
#94 Bener bro Joe, ini siaran dari hasil seminar team pelayanan Stephen Tong. En udah nonton.
Nice. Mengupas banget.
Numpang lewat mas Jay….
Selasa, 27 Juni 2006 @ 12:25
Using
Yang bener aja kalo film itu menarik. Sama sekali gak ada bagusnya. Kalo guwe sory tapi film itu gw bandingin ama film porno. Guwe setuju dengan komentar marvel 22 juni. Say No to Da Vinci Code!!!
Selasa, 27 Juni 2006 @ 12:59
Using
#99: Silakan gunakan proporsi dalam mengatakan baik atau buruk, jelek atau bagus, jangan lupa gunakan logika. Proporsi dan logika adalah sebuah kebebasan, gunakan dengan bijak.
Senin, 3 Juli 2006 @ 16:43
Using
da vinci code baru saja di tonton, booming karena hanya kontraversi aja menurut saya, film ini bagus apanya, klimaknya aja ga ada, dalam novel ditulis fakta…, tapi buktinya sumbernya tidak kredibel diangap sebagai suatu acuan sejarah, dan malah diganbungkan antara fiksi dan fakta, dan kebayakan fiksinya. Dan Brown menurud saya hanya mementingkan keuntungan dari kontroversi itu, DAN SAYA SANGAT BERSYUKUR KARENA DENGAN ADANYA SEPERTI INI KITA SEMAKIN SERING MEMBACA ALKITAB, DAN JESUS SDH MENGAKATAN HAL SEPERTI INI AKAN TERJADI.
“DAN COBA SEKALI BAYANGKAN JIKA KEJADIAN SEPERTI INI TERJADI PADA AGAMA LAIN, SAYA PIKIR DAN BROWN TIDAK AKAN MELIHAT CERAHNYA HARI ESOK”
Selasa, 11 Juli 2006 @ 21:27
Using
da vinci code!fiksi tapi fakta (maybe, n i hope so), coz Dan brown adalah seorang katolik, penulis mumpuni, and so pasti pola pikirnya jauh diatas kita semua yang nulis komentar di sini!kalo fiksi, berani bener Dan brown menjelek-jelekkan dan menghina tuhannya!klo fakta berarti Dan brown berusaha membeberkan dan membuka kebenaran yang beribu tahun di simpan di vatikan (i guess)..dan si brown yang cerdik itu yakin akan karyanya, walaupun dia tahu pasti dihujat dari kaumnya, karena Dan brown ga bisa hidup menjadi seorang pintar sekaligus menjadi kristiani yang menuhankan yesus…. salut buat Dan brown.
Kamis, 13 Juli 2006 @ 22:09
Using
jangan emosi!biar dia berkata apa!klo kata orang bilang, cta (cukup tau aja)….karena klo kita tanggapi percuma mangkinan seneng tuh yang menyebut dirinya cahaya dunia!tapi biar gimana penjelasan sodara gue si sila ke 1, cukup bijak untuk menanggapi tulisan manusia bodoh…..aduh222 kok gue jadi menghina, kepancing juga neh!ah tapi gue nyebut itu bukan fiksi melainkan fakta….coz moslem ga boleh bo’ong and berlebihan.. jadi karyanya ga terlalu di besar2kan…lalu..ciee.di akuin ama barat(trias poltica salah satunya, aljabar, n many more)!akhirnya moslem sebagai pelopor keberadaban manusia di dunia biasa aja, dan si plagiator dianggap luar biasa…makanya as menganggap islam sebagai musuh terbesar…isu international dihembuskan terorisme, modernisasi, demokrasi!bulllshit..
Selasa, 18 Juli 2006 @ 11:13
Using
Apa yang di katakan Hendra kan hanya pikiran yang kurang berlogika tu…. coba dipikirlah?
Masa ada Injil Yudas kalo dia disalibkan! jadi Sapa yang tulis tu Injil….Arwahnya Kali ya…
Selasa, 18 Juli 2006 @ 20:15
Using
maaf pak budi, … logika sederhana saja, kalau saya pernah nulis dan kirim sms ke bapak hari senin yg isinya sesuatu kejadian hari minggu-senin, kemudian hari selasa hp saya ilang. kemudian ada fakta bahwa sms saya hari senin tersebut terbaca di hp bapak hari rabu. mustinya bapak liat dulu sms saya di hp bapak, hari apa dikirim? hari senin kan…;kapan hp saya hilang? … hari selasa kan; nah, sekarang sms saya hari senin ( yg isinya ttg kejadian hari minggu-senin) masih ada di hp bapak kan? … logika? yang tidak masuk logika adalah jika isi sms saya menceritakan kejadian hari rabu, sedangkan hp saya hilang hari selasa….
bapak bisa lihat dan baca isi Gospel of Judas di sini … tidak satupun disebutkan mengenai kejadian penyaliban jesus. …, nah bila Gospel of Judas tertulis kejadian penyaliban jesus, …. mungkin memang pikiran yang kurang berlogika bila ada pernyataan bahwa judas lah yang disalib, tapi seperti yang bapak dapat baca di link saya diatas, ternyata tidak bapak … Gospel of Judas tertuliskan kejadian sebelum jesus disalib. malah dari christianitytoday.com “As the findings have trickled down to churches and universities, ” New York Times reporters John Noble Wilford and Laurie Goodstein wrote, “they have produced a new generation of Christians who now regard the Bible not as the literal word of God, but as a product of historical and political forces that determined which texts should be included in the canon, and which edited out . For that reason, the discoveries have proved deeply troubling for many believers.” ini linknya .
hmmm, … tampaknya pak budi sudah tertarik berlogika, silakan lanjutkan … saya sangat mendukung. saya memang tidak pinter, tapi saya perlu berlogika sebelum memilih sesuatu …..
Minggu, 23 Juli 2006 @ 11:38
Using
Da Vinci Code merupakan kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi oleh agama tertentu. Telah terbukti orang Barat sendiri yang melakukan penyeledikan secara mendalam dan kemudian menyajikan dalam bahasa yang lebih awam membuktikan bahwa kebenaran dan kemulian seorang wanita yang cerdas terbukti malah disamakan dengan seoran pelacur. Begitu teganya dan merendahkan harkat wanita.
Begitu pula pemujaan yang berlebihan terhadap seorang tokoh malah menjadikan tokoh tersebut diluar proporsinya hanya melalui suatu rapat.
Senin, 24 Juli 2006 @ 1:45
Using
terus terang saya sangat tertarik dengan novel tsb…
saya ingin mencari kebenaran dan mulai menyadari bahwa novel tersebut telah membuka kesadaran saya.
dari novel ini pula saya tahu bahwa yesus anak Tuhan merupakan keputusan voting pada jaman konstantinopel, juga kapan tanggal paskah dirayakan, bahkan raja konstantin pun yang menentukan 4 injil yg dipakai saat ini (dari ratusan injil lainnya) sebagai perjanjian baru bukanlah seorang kristian hingga pada akhir ajalnya ia dibaptis … isinya pun telah diedit sehingga sesuai dengan keinginan politis pada saat itu, … dan hingga sekarang yang kita baca.
sangat menarik pula mengetahui bahwa komuni, altar dan semua ritual gereja yang selama ini ada merupakan akulturasi dari kebudayaan penyembahan dewa2 romawi kuno…
dan sangat menarik mengetahui bahwa dewa bangsa romawi Mithra lahir dan mati tanggal 25 desember, dan iapun bangkit dari kubur batu 3 hari setelah kematiannya…
benar kata yohanes (penulis diatas), ada kebenaran yang ditutup2i, bahwa yesus hanyalah seorang manusia biasa, seorang nabi, bukan Tuhan, … bukan anak Tuhan …bahkan bukan keponakan-Nya sekalipun (seperti kata Prof. Leigh Teabing di film ini).
film ini membuka pemikiran untuk mencari kebenaran, bukan hanya sekedar Holy Grail
Kamis, 27 Juli 2006 @ 14:47
Using
buku da vinci code’a keren bgt.di situ qt jd bs nambah wawasan biz ngebahas musium yang keren abis ntu serasa jalan2 bo..di situ aq jg banyak nemuin kata-kata baru yang nggak pernah kepikiran ma aku kalo ada kata2 kayak gitu>>doOooO…lugu’a
aq nggak terlalu m’p'masalahkan si Dan Brown yang secara blak-blakan ngejelekin agama nasrani. toh ntu cuman novel kan…..as u know, novel ntu kan fiksi.jd aq nganggep’a sama aja kaya aq baca HarPot, Darren Shan, buku2′a Agatha Christie, komik, de-el-el.
tp yang pasti, ni buku bagus banget.saking serunya, aq bacanya’a nonstop 7, 5 jam jadinya cuman sehari deh bukunya abiz.
Minggu, 20 Agustus 2006 @ 1:03
Using
umat nasrani sedang kehilangan jati dirinya. dan sedang berusaha mencari kebenaran yang hakiki. semoga di bukakan pintu hidayah…
Sabtu, 2 September 2006 @ 14:19
Using
good luck deh buat Dan Brown tahun depan buat film yang bagus lagi ya
Rabu, 27 September 2006 @ 1:36
Using
Gue baru selesai baca itu buku, kesimpulannya: Buku itu cukup bagus, intelek, cerdas tapi fakta yang ada didalamnya belum tentu benar, Dan Brown hanyalah seorang novelis, dia bukan spesialis theologia, pengetahuan sejarah Kekristenannyapun rendah, mau bukti ok, saya akan uraikan kalau ada yang tanggapi tulisan ini, sebagai novelis dia lumayan tapi kalau dia mau mengubah pandangan orang, wah dia hanya seorang pengkhayal.
Rabu, 27 September 2006 @ 14:22
Using
Setelah baca dan nonton The Da Vinci Code (DVC), saya langsung mengkaitkan dengan otoritas ketuhanan Gereja Roma Katolik. Kebenaran adalah milik gereja, meski kebenaran itu menyatakan bumi sebagai pusat alam semesta. Mungkin, nasib Dan Brown sama dengan yang dialami Galileo pada abad ke 15. Hanya nasib Brown sedikit lebih bagus dibanding Galileo. “Kesalahan yang diulang-ulang akan menjadi sebuah kebenaran”, kata Josep Gobbels, teolog Nazi.
Rabu, 11 Oktober 2006 @ 17:56
Using
udah nonton sehhh… filmnya (DVC) tapi belom baca novelnya
tapi masih belom ngerti filmnya, makanya pengen banget baca novelnya hehehehe…
ke GRAMEDIA yukkkk….. :)
Kamis, 19 Oktober 2006 @ 4:55
Using
Menurut saya…
Buat yang udah liat filmnya tapi belum baca novelnya, lebih baik cepet2 baca novelnya.
Buat yang udah baca novelnya tapi belum liat filmnya, mendingan ga’ usah lihat filmya.
Soalnya…
menurutku, kualitas film da vinci code sangat jauh dibandingkan dengan novelnya dan banyak hal-hal kecil namun sangat menarik yang dapat ditemukan di novel tapi tidak dapat dilihat di filmnya.
Sabtu, 21 Oktober 2006 @ 8:40
Using
Da Vinci Code buku bagus dari pengarang jenius.Sebagian besar yang diutarakan buku itu memang sesuai dengan catatan sejarah tapi sebagian lagi masih kabur.
Apapun itu,nikmati buku ini sebagai satu karya fiksi ilmiah yang seru-jangan sekali-kali menganggap buku ini sebagai bukti otentik(soalnya ada temen kantorku yang benar-benar menganggap isi Da Vinci Code itu 100% benar semu-edan!)
Minggu, 22 Oktober 2006 @ 9:49
Using
Saya sudah liat filmnya tp blm bukunya. Filmnya bagus mngkn karena ada Tom Hanks dan Jean Reno, seandainya yang jadi pemeran utama Harisson Ford mngkn akan lebih bagus. Tapi karakter Sophie terlalu jauh jarak umurnya dengan karakter Langdon (atau memang begitu penggambaran karakternya di buku??) jadi saya yang penggemar action romantis (Speed-Bullock dan Reeves, Romancing The Stones-Michael Douglas dan ???) menemukan ketidakharmonisan di antara mereka dari segi umur.
Saya bukan seorang Nasrani dan Muslim, jadi silahkan anda tebak agama saya dari 2 yang tersisa. Pandangan saya yang di luar Agama di atas adalah Umat Nasrani pada umumnya di dunia dan Indonesia khususnya lebih sabar dan berpikiran luas dibandingkan dengan umat Muslim, kita akan banyak menemukan fatwa-fatwa mati dan unjuk rasa-unjuk rasa besar-besaran (terutama dari FPI hhiiii) jika film itu mengisahkan Nabi Muhammad. Kedewasaan berfikir dan ketebalan iman yang menurut saya sangat berperan di sini, dan celakanya hal inilah yang kita sebagai anak bangsa sedang tidak punya alias miskin kedewasaan berfikir dan iman. Jadi saya agak setuju dengan Cahya Ayu yang mengatakan banyak orang Islam miskin, tapi ini bukan miskin harta tapi miskin kesabaran. Sedikit saja Nabi Muhammad ‘disenggol’ langsung naik pitam dan mengeluarkan fatwa-fatwa yang ‘mengerikan’.
Jadi kesimpulannya umat mayoritas tidak ada artinya jika tidak dilengkapi dengan kedewasaan berfikir, dan seharusnya hal itulah yang diajarkan di pesantren-pesantren oleh para kiai, bukannya bagaimana cara mengitimidasi dan menyerang balik orang yang telah menyerang kita. BTW IT’S A GOOD MOVIE THOUGH
Senin, 30 Oktober 2006 @ 16:03
Using
Untuk #116, sebenarnya tidak bisa dipukul rata begitu. Tidak semua orang Islam sensitif. Banyak yang rasional, hanya yang irrasional yang diberitakan, karena power of media. Buat apa memberitakan anjing gigit orang, lebih berharga berita orang gigit anjing.
Dalam dunia kristiani juga lebih dahsyat agresifitasnya dibanding orang muslim. Hanya saja kita jarang membaca beritanya.
Saya bukan membela suatu agama, hanya ingin semua orang menghindari generalisasi suatu masalah.
Orang Islam memang miskin. Miskin pengetahuan. Jadinya kurang wawasan dan kurang kreatif.
Namun yang jelas, novel DVC sangat menggoyahkan keimanan sebuah agama.
Senin, 6 November 2006 @ 20:59
Using
Waduh. Saya sudah nonton filmnya berkali-kali. Sudah bacabukunya juga, versi indonesia dan versi inggris. Mau tahu kenapa? Karena saya dapat tugas menyakitkan dari ‘dosen’ saya untuk mengktritik filem ini dari enam unsur dramanya sekaligus (penokohan, plot, tema,setting,dll.)…
Ada yang mau bantu saya? Besok sudah dead line pertama, tapi saya belum melakukan apa-apa. makanya saya buka web ini…:(
xoxox lembur, deh… cape,deh…
sekedar curhat.
Kamis, 9 November 2006 @ 11:29
Using
Teori konspirasi yg hebat.BRAVO DAN BROWN
Senin, 13 November 2006 @ 11:27
Using
Saya seorang katolik.seisi keluargaku juga.membaca novel the da vinci code ini,saya dihadapkan pada dua hal.pertama,saya merasa tersinggung,marah,dan juga terguncang.banyak hal yang dipaparkan dalam novel ini bertentangan dengan ajaran tradisional kristen yang ku terima sejak kecil dan sialnya itu dipaparkan secara logis dan masuk akal oleh Brown.Kedua,saya menemukan seoarang pengarang jenius dalam diri brown dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengangkat dia menjadi pengarang favorit ku.but anyway novel ini saya terima sebagai sebuah mahakarya dan yang paling penting,ini hanya sebuah novel
Minggu, 26 November 2006 @ 10:31
Using
it’z juz a novel!!!!!!!!
nie lagi bc novel’nya tp blm slese..
Selasa, 28 November 2006 @ 13:43
Using
kalo nonton film ini jgn dengan mata saja tp iman juga! rasul Paulus berpesan kepada Jemaat di Roma “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” Jesus juga bilang sama Thomas “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” so… apakah kita harus turn the time back dan hadir di konferensi Nicea untuk tahu kebenaran Injil yang menjadi pegangan kita saat ini n soal tanggal paskah dan natal, tanggal2 ini ditetapkan sesuai dengan fenomena2 alam yang menjelaskan betapa berartinya kehadiran Kristus dan kematian serta kebangkitanNya bagi dunia (saya tidak perlu jalaskan disini!)kalo mo protes soal ini saya juga bisa protes donk soal nama ALLAH sebab nama itu kan nama dewa sembahannya orang Arab, murid kesayangan Jesus itu Johanes bukan Judas (kalo tdk tahu jgn sok tahu spy org jgn tahu kalo kita tdk tahu! ok mas #108)bwt cahaya ayu komentar anda adl komentar terbodoh yg dimuat di web blog ini… tidak ada seorang pun di dunia yg berhak mnyatakan bahwa iman org lain salah krn kalo dua kubu yg mengaku umat TUHAN saling berperang kita tdk akan pernah tahu TUHAN berpihak pada siapa!!!!
secara keseluruhan film ini sgt bagus dan mempunyai nilai artistik serta keilmiahan tinggi sayangnya si penulis tidak memiliki pengetahuan tentang sejarah gereja dan kekristenan yang memadahi shg menimbulkan protes dr bbgi kalangan Kristiani (pantas di Singapore dikategorikan ke dalam film 16+)termasuk saya ^_^ dan sub-titlenya juga banyak terputus (disengaja ya????)hehehe… n cobalah utk berpikir dewasa di room ini, saya kesal sekali ketika membaca komentar dr cahaya ayu + the outsider yg mendiskreditkan Muslim Indonesia pliss… hal ini menimbulkan pandangan buruk terhadap Kekristenan di Indonesia!!!!bwt mas pascalis #112… man, the bible can only be explained by the faith not by the science…..
satu hal yg perlu dicatat FOR ME JESUS IS THE LORD, Whatever You Say!!!!!!
regards,
ZIONIST PAPUA[Manokwari]
Kamis, 30 November 2006 @ 8:50
Using
cerita fiksi yg top abis, dan benar benar menggoyahkan iman diikuti dengan nuansa politik global …rilis novel tersebut mempunyai tujuan dan implikasi yg sangat luas untuk dunia kristen…mirip propaganda amerika {yahudi} terhadap irak …perlu dicermati tujuan novel dan film itu dirilis ..
tidak perlu heboh , yg perlu adalah penelitian dan pencarian fakta lebih lanjut baik bukti2 kitab , saksi, keterangan sejarahwan , organisasi gereja, maupun logika dasar yang sederhana yang bisa membuktikan bahwa yesus tersebut bukan manusia biasa………
Kamis, 30 November 2006 @ 8:59
Using
by t way mungkin dan brown ada benarnya juga..saya jadi penasaran saya buka perj lama dan baru : tidak ada kata kata yang mengatakan bahwa yesus adalah tuhan or yesus mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan secara gamblang…
berbeda dgn al quran yang jelas menyebutkan nabi muhamad adalah {manusia biasa} dan utusan allah
Rabu, 6 Desember 2006 @ 15:46
Using
are gene! saya belum baca tuh bukunya. jadi pengen baca tuh. pulang kerja cari bukunya ah. abis baca baru bisa kasi komentar. tunggu yah Jay.
Kamis, 1 Februari 2007 @ 12:26
Using
gw suka kok baca da vinci code, dan gw rasa, apa yang dia tulis pasti berdasarkan fakta!! i love you dan brown.. god bless you… ayo manusia, buka mata kalian!!! dan gw harap smua org bisa ngeliet post ini!!
Rabu, 21 Maret 2007 @ 16:01
Using
sejak ditayangkan film davinci code, perasaan bingung timbul dalam diri saya. tapi ketika saya lebih rajin membaca alkitab perasaan bungung saya hilang karena didalam alkitab jelas dikatakan tentang yang sebenarnya. saya lebih percaya isi alkitab dr pd davinci code
Kamis, 12 April 2007 @ 14:09
Using
buku belum beli. Baik angel and demon maupun da vinci code.
Senin, 23 April 2007 @ 17:01
Using
Apa yang dibuat manusia itu bagus
bagus tapi sebatas karya manusia
manusia mempunyai pemikiran terbatas
Apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkin bagi sang pencipta
dulu, sekarang dan masa depan adalah sama
yang membuat beda adalah emosi – hasil sebuah pemikiran
saya berharap berhati2lah akan tanda jaman
semua sudah dijelaskan
Minggu, 10 Juni 2007 @ 16:10
Using
sebenarnya, kenapasih pada film Da vinci code ada yang tidak diterjemahkan?
Minggu, 24 Juni 2007 @ 20:45
Using
aku udah baca novelnya… tapi belum liat filmnya mungkin segera….
well,,, keren banget…. terlepas ini fiksi atau fakta… Dan Brown memperlihatkan bahwa dia adalah pencerita yang piawai dengan segala background intelektualitasnya, pengetahuan seni, segala riset dan arsitektur yang luar biasa … membuat ceritanya menjadi benar-benar beda dan istimewa…
bagiku… sebagai manusia yang di berkati akal dan fikiran,,,kita harus lebih berfikir dan merenungkan semuanya… “sejarah ditulis oleh mereka yang menang”…
berfikirlah manusia….tidak mungkin sesuatu yang berjudul Tuhan sama dengan manusia…
tidak mungkin Sang Pencipta sama dengan yang diciptakan-Nya….
renungkanlah hakekat penciptaan… maka engkau akan menemui Tuhan…
btw… jika aku seorang muslim …. ketika ada yang melakukan penistaan terhadap Muhammad .. aku akan berfikir positif Muhammad adalah manusia… segala kelemahan yang dimiliki adalah karena dia adalah manusia … sehingga kita tidak menafikan keberadaan Tuhan… aku cukup beruntung juka aku muslim… karena dengan menyadari Muhammad adalah manusia maka aku menemukan Tuhan… begitu pula jika aku muslim ketika Isa Al masih dihujat… ya karena aku memandang dia sebagai manusia… BUKAN Tuhan…
selamat merenungi sebuah awal, sebuah penciptaan ,,,, sebuah pencarian keberadaan Tuhan…
Rabu, 29 Agustus 2007 @ 22:03
Using
Sebenarnya aku sangat senang membaca karya ini. ya mungkin karena novel ini di kategorikan ‘best seller’. terutama ketika aku membacanya walau imanku sempat terguncang, sebenarnya dimna novel yang terbarunya dapat di beli tolong dong dijawab ke email aku ya. Dan tolong dong di ceritain tentang penulisnya dan inspirasi penulisnya serta berapa harga novel yang terbaru tersebut
thanks ya mofon segera dibalas ya karena secepatnya aku ingin punya novel yang barunya.
Sabtu, 8 September 2007 @ 9:50
Using
waktu baca novel the da vinci code pertama x,langsung tertarik aja.bahkan aku menyempatkan diri membacanya sehari semalam dan selesai.isi ceritanya membuat aku tahu tentang sejarah agama kristen serta misterinya,ya meskipun aku sendiri bukan orang beragama kristen.jujur aja,aku emang suka novel berbau kontroversi.bahkan beberapa informasi di novel tsb ttg sejarah,aku catat lalu aku ketik di komputerku.ya cuma buat dokumen aja,ga ada maksud lain.agak mengejutkan memang klo tahu ttg sejarahnya.tapi aku sendiri ga akan mengumbar hal itu karena itu bukan hakku.aku hanya kagum dgn mr dan brown ttg bagaimana cara ia meramu cerita itu menjadi sangat mengagumkan.yg ada di pikiranku “it’s so amazing”.
buat da vinci,aku kagum padamu.kau bisa membuat karya seni yang sangat mengagumkan sekaligus mengandung misteri yang sebenarnya.
Selasa, 11 Maret 2008 @ 21:26
Using
bukunya emang keren sich…
tapi prlu Iman yang kuat buat ngebaca, supaya g terpengaruh…
Ini cuma sekedar bahan bacaan buat nambah pengetahuan..
yang namanya manusia suka dengan yang namanya rahasia
apalagi yang kayak gini.
GBU all.
Senin, 5 Mei 2008 @ 22:23
Using
sah-sah saja DVC itu ditayangkan. kita perlu bedakan antara fiksi, non-fiksi, dan kebenaran iman.
Senin, 5 Mei 2008 @ 22:31
Using
film DVC itu boleh dan sah saja diputar dan dilihat. tetapi pemirsa harus mampu bedakan fiksi, non fiksi, dan kebenaran iman
Minggu, 13 Juli 2008 @ 14:24
Using
ga bisa berenti baca ampe bener2 tau endingx.
nee novel kaya arus,ngehanyutin yg ngebaca.
Dan Brown Gw banget.
love conspiracy 2
Senin, 11 Agustus 2008 @ 21:16
Using
Aq blm prnah liat n bca bkunya The Da Vinci Code…. Tp dkit2 sih ngerti jln critanya cz dcritain ma tmenq…. (wlaupn sbnere jg rada ga mudeng gtu…) Hehehe..
Selasa, 12 Agustus 2008 @ 23:04
Using
biarkan saja mereke berkreasi…..
Minggu, 31 Agustus 2008 @ 10:12
Using
[...] Yulian Firdaus [...]
Jumat, 24 Oktober 2008 @ 19:42
Using
menurut saya itu merupakan buku yang luar biasa dan hrs dibaca, walaupun banyak pertentangan dengan terbitnya buku tersebut!!tetapi biarkan mereka berpersepsi….
yg bagi yg tidak suka baca buka silahkan lihat saja filmnya The Da Vinci Code
Sabtu, 25 Oktober 2008 @ 19:45
Using
Memang buku yang bagus banget. Gue yang gak doyan baca aja, sampai gak sadar waktu ketika membacanya. Memang hebat buku hasil karya Dan Brown ini! Jangankan bukunya, wong blog/artikel ini jadi rame hanya dengan membahas buku tsb. Kayaknya gak perlu SEO segala deh biar blognya rame. Huhuhuaa…
Kamis, 1 Januari 2009 @ 10:04
Using
@112
setuju brother
semoga tidak ada lagi yang bernasib seperti gallileo. dan agama sejalan dengan ilmu pengetahuan karena tidak mungkin Tuhan salah
Senin, 5 Januari 2009 @ 14:53
Using
Fakta atau kebenaran memang menyakitkan bagi sebagian orang. Apalagi, bagi sebagian orang itu, kebenaran yang justru menyerang iman yang diyakini pula sebagai sebuah KEBENARAN dari Tuhan. Sulit rasanya menerima. Tapi harus. Tinggal kini mencari alasan yang tepat untuk menerima kebenaran tersebut. Apalagi, Dan Brown tak semata-mata menulis novelnya berdasarkan fiksi, melainkan melalui penelusuran fakta-fakta sejarah. Kalau di sini saya boleh menarik benang merah antara fakta yang dipaparkan Dan Brown dengan hadis Nabi Muhammad SAW tentang Isa AS akan bangkit lagi diakhir zaman dan menghancurkan berhala/salib, saya pikir benang merah antara fakta dengan hadis tadi sangat kuat. Tinggal kini kita menunggu, peristiwa itu (Isa AS bangkit) benar-benar terjadi dan membuktikan bahwa fakta yang diungkap Dan Brown adalah KEBENARAN.
Kamis, 8 Januari 2009 @ 23:26
Using
bagi gw dan brown gak “cukup Pinter” untuk manipulasi sejarah…kasihan..xixixi..
apa yang di tulis dia gak lebih dari karya imajinasi dian yang “kebetulan” di hubung2kan dengan fakta sejarah ( the last supper )..
Bagi gw twntwng davinci codegak lebih dari pada buku non fiksi segala…cukup menghibur..hahahahahahaha
Rabu, 7 Oktober 2009 @ 12:22
Using
cmuanya….tolong bkinin cerita novel the da vinci code yang elektroniknya doung… biar bisa w baca d kmpter….thunkzzs y….