Selamat Jalan Pramoedya Ananta Toer
Senin, 1 Mei 2006M
03 Rabiul Akhir 1427H
- Tracking System
- International phone card

“Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia” — (Bumi Manusia, hal. 316, 1980)
Minggu pagi 30 April 2006, sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia di rumah Sakit St. Carolus pada usianya yang ke-81 tahun.
Ia banyak menyampaikan kisah negeri ini.
Ia banyak menyampaikan pemahaman sejarah negeri ini.
Maafkan aku yang tak banyak membaca ceritamu.
Selamat jalan, Pram!
Berita Media: Kompas, Suara Pembaruan, Antara, Pikiran Rakyat, Indosiar, Washington Post, Sydney Morning Herald.
Senin, 1 Mei 2006 @ 11:00
Using
kao gue punya anak nanti .. mo gue kasih nama ada unsur pramoedya nya …
Senin, 1 Mei 2006 @ 11:39
Using
belum sempat beli tetralogi nya..
baru membaca satu bukunya
dan dia sudah pergi..
selamat jalan pram!
Senin, 1 Mei 2006 @ 12:10
Using
#2: Recommend to read: Tetralogi Bumi Manusia – Anak Semua Bangsa – Jejak Langkah – Rumah Kaca, Arus Balik dan Arok Dedes.
Senin, 1 Mei 2006 @ 13:06
Using
” Tahukah kau kenapa kau begitu kusayangi karena kau menulis suaramu takkan hilang ditelan………”
oops gak inget lagi sambungannya tapi maknanya daleeeeeem banget.
Senin, 1 Mei 2006 @ 17:14
Using
…Dengan pimpinan sang harapan, dengan keringat sebagai lambang jerih payah sendiri, dengan masa kini sebagai titik tolak, dengan masa lalu sebagai pesangon, ia bergerak menuju ke happy land somewhere… – Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1.
Selamat Jalan Bung Pram!
Selasa, 2 Mei 2006 @ 9:31
Using
Kok minta maaf, Jay? ;)
Boleh saja kan seseorang tidak menjadi pembaca tulisan Pram?
Oh ya, retorika…:)
Selasa, 2 Mei 2006 @ 9:47
Using
#6: Sampai Senin malam (bahkan hingga saat ini) saya cari dengan kata kunci “pramoedya” di Technorati dan Google Blogsearch hasilnya kebanyakan berita dalam bahasa asing. Penghargaan kepada PAT sangat jauh lebih banyak dari luar negeri.
Saya sedih.
Selasa, 2 Mei 2006 @ 12:47
Using
#3: Jay, ngke urang nginjeum bukuna nya. Can sempet maca bukuna Pram euy.
Selasa, 2 Mei 2006 @ 15:08
Using
Pramoedya siapa yah? Perasaan belum kenal!:)
Selasa, 2 Mei 2006 @ 17:51
Using
Iya.. saya juga belom kenal.. (Penulis Indonesia yang saya baca, baru Tan Malaka doang) tapi sepertinya menarik.. Kira kira, buku Beliau yang paling bagus di baca, judulnya apa, ya? (Bang Jay?)
Rabu, 3 Mei 2006 @ 11:07
Using
Walaupun saya baru membaca 1 bukunya, yakni ‘Saya Terbakar Amarah Sendirian’ tapi itu sudah cukup membuat saya kagum akan kebesaran seorang Pramoedya Ananta Toer. Selamat jalan Pram, semoga akan muncul Pram Pram lainnya di bumi Indonesia ini.
Rabu, 3 Mei 2006 @ 13:08
Using
Sang Pemula sang pemula sang pemula …. Jangan lupakan dia!
Rabu, 3 Mei 2006 @ 14:01
Using
pak harto pasti seneng .. soalnya katanya para aktivis itu suka nyemangatin pram dengan ucapan: “Eyang … jangan mati dulu .. soalnya harto masih idup” ..
Kamis, 4 Mei 2006 @ 9:25
Using
saya lengkapi, ya:
pram meninggal pada pukul 08.55 WIB. saat itu umurnya 81 tahun, 84 hari. jenazah dimandikan jam 11.05 WIB; dikafankan 12.15 WIB; dishalatkan pukul 13.37 WIB. (chavchay syaifullah, media indonesia)
Jumat, 5 Mei 2006 @ 21:47
Using
bahasanya dashyat!…selamat jalan, pram!
Senin, 8 Mei 2006 @ 15:07
Using
Jadi inget dulu saya kalo mau baca buku nya pak Pram, musti di dalem lingkungan Sespimpol Lembang.
Selasa, 9 Mei 2006 @ 14:16
Using
Kali pertama aku baca bukunya pram, kali pertama pula aku sadar bahwa realitas bangsa ini ga harus disembunyikan dengan bahasa yang cantik tapi dangkal, seperti yang banyak ditulis para penulis yang masih perlu memahami apa itu bahasa indonesia. Pram menyampaikan fakta sebagai fakta, menyampaikan ide sebagai ide, dan menyampaikan harapan sebagai harapan. Bukan dibungkus dengan ungkapan yang sok puitis dan sok sastrais.
Sejak itu, dan sampai kali terakhir aku baca bukunya tentang Jalan raya Post (Daendles), aku percaya, penulis lain yang bahkan sekaliber mereka yang menerima berbagai award belakangan ini, harus jujur mengakui bahwa sosok pram adalah terbaik dan layak mendapat nobel. Bahkan, dalam pikiranku, setiap satu karya pram layak mendapat satu nobel. Atau mungkin tidak sama sekali karena bentuk penghargaan semacam itu tak lagi cukup untuk menghargai karya pram.
Ciao Maestro.
Rabu, 10 Mei 2006 @ 10:01
Using
Selamat jalan kang, semoga menjadi AMAL yang diterima-Nya
Kamis, 11 Mei 2006 @ 9:00
Using
Gua baru sempet baca “Arus Balik”, ruarrr biasa!, Patut dapat Nobel Sastra. Selamat Jalan Bung Pram
Senin, 15 Mei 2006 @ 15:11
Using
Pram memang luar biasa!
Yang pasti, jauh lebih besar ketimbang jenderal besar!
Senin, 15 Mei 2006 @ 16:04
Using
Karya Pram dalam Bumi Manusia adalah sastra kehidupan untuk sepanjang masa
Rabu, 17 Mei 2006 @ 15:33
Using
WAKTU AKAN TERUS BERJALAN DAN BANYAK SEKALI KETIDAKADILAN-KETIDAKADILAN YANG TERKUAK. PRAM, KAU HEBAT SEBAGAI PENGGERAK SEPERTI TULISANMU “HARUS ADA YANG MEMULAINYA”. SALUT! moga banyak anak bangsa yang akan menggantikan semangat dan rasa kemanusiaanmu. selamat jalan tokoh revolusi!
Selasa, 23 Mei 2006 @ 22:43
Using
belum juga aku baca semua karyanya (yang sempat terbit)…
belum juga bangsa ini sempat menghargai…
…….. maafkan kami yang terdidik pada masa orba ini–yang belum sempat mengerti apa itu menghargai dan tidak tahu “tugas manusia adalah menjadi manusia”
Jumat, 2 Juni 2006 @ 10:28
Using
membaca pram membaca sejarah idonesia
membaca tetralogi membaca watak manusia indonesia
membaca gads pantai membaca feodalisme
membaca panggil aku kartini saja semakin sayang kamu sama ibumu
tidak membaca pram maka jangan mati dulu
Senin, 12 Juni 2006 @ 13:45
Using
Kematian akan datang bila tiba pada saatnya.Tidak perlu kau kira bila perlu tempuh saat itu.Sebagai tugas manusia menjadi manusia ialah melaksanakan peradaban yang diajar oleh sejarah.Dan Pramoedya telah pun melaksanakannya.Sejarah peradaban dirinya sendiri selama 81 tahun.
Rabu, 21 Juni 2006 @ 16:00
Using
Bila suatu penyakit datang menimpamu, terimalah dengan penuh kesabaran.Tenanglah kamu hingga datang ubatnya.Apabila ubat sudah datang, terimalah dengan penuh kesyukuran.Jika kamu terima keadaan sedemikian, maka akan beroleh kebahagiaan dan ketenangan dalam kehidupanmu
Kamis, 20 Juli 2006 @ 1:02
Using
Pramoedya telah dianugerahi pengalaman tak ternilai sepanjang hidupnya yang ingin dia bagi kepada generasi penerusnya.Di tengah modernisasi yg serba canggih dia berharap kita tdk melupakan perjuangan para pendahulu kita sampe kita bisa menikmati kemerdekaan sekarang.Selamat jalan Pramoedya semoga semangat patriotisme akan kembali berkobar di setiap jiwa manusia Indonesia, terima kasih untuk pelajaran yang tlah kau bagi.
Sabtu, 12 Agustus 2006 @ 15:43
Using
PRAMOEDYA ANANTA TOER..
seorang BESAR dengan Pikiran BESAR
tidak akan kalah dengan ketidakadilan, kemunafikan, keserakahan..
yang semakin memBESAR..!
KETIKA MATA TAK LAGI AWAS
MATA HATI HARUS AWAS..!
SELAMAT JALAN PRAM..
Selasa, 10 Oktober 2006 @ 14:50
Using
memang sayang belum ada penghargaan yang berarti buat PAT dari Indonesia……
sampe sekarang aja mau cari ‘jejak langkah’ & ‘rumah kaca’ gak dapet2, kalo ada yang bisa bantu dapetin… kasi tau ya
Sabtu, 21 Oktober 2006 @ 13:36
Using
saya nangis waktu pram mati…
Selasa, 14 November 2006 @ 11:01
Using
Saya baca buku pram yang Grilya dua tahun lalu. abis baca itu, saya simpulkan Pram adalah penulis biasa. Tapi… dua bulan lalu setelah Beliau meninggal sya baru membaca Anak Semua Bangsa, abis baca itu saya memperoleh kesimpulan baru: Kalo di bidang teks pemikiran, hukum dan politik yang menjadi Master adalah Taqiyuddin An Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir), dalam bidang teks sastra, masternya adalah Pram.Tidak percaya, buktikan saja, bacalah karya keduanya dan bandingkan, kemudian cari cara mereka memformulasikan sudut pandang dalam memandang manusia, alam semesta dan kehidupan.
Kamis, 8 Februari 2007 @ 18:19
Using
Pram adalah seorang pengarang yang bisa membuat g jadi suka membaca..,beliau satu2nya yang bisa membuat g mengurung diri di kamar seharian buat membaca tulisanya.,ketika beliau meninggal.,pupuslah satu cita2 g yaitu bertemu dengan beliau.,goobye to you “oldman”.,selamat jalan Pram!!muga2 kau hidup tenang dan bebas dialam sana layaknya yang engkau cita2kan..,
Minggu, 4 Maret 2007 @ 5:11
Using
abah ananta semoga tenang di sisi TUHAN, sumbangan yg luar biasa…bagai bintang yg tak pernah redup…karya-mu akan trus bersinar sampai akhir zaman…..!!!!!!!!!!!jin_freaks
Minggu, 25 Maret 2007 @ 14:24
Using
gimana kita kenal pram?
buku2nya agak sulit ditemui. aku baru kenal dia lewat kapita selekta kampusku,seorang pembicaranya pemnggemar berat pram.
di perpus umum daerahku yang lumayan besar ja ga bisa ku temui satu pun.pa tu da kaitannya dg sentimen pemerintah, coz perpus itu perpus negeri yach?????????
au ah……….
tapi pa itu pantas di lakukan buat dia yang mengharumkan nama INDONESIA????
Minggu, 27 Mei 2007 @ 16:01
Using
mas jay saya boleh minta alamat tempat dimana saya bisa membeli buku P.A.T., atau siapa saja yang tahu boleh lah tuk tolong saya, karena saya butuh tuk hadiah
Minggu, 22 Juli 2007 @ 14:21
Using
aq nga tahu siapa pram dan aq ngga peduli siapa dia
Minggu, 22 Juli 2007 @ 21:48
Using
hehehe…
komentar buat yang belum baca bikin miris…
korban generasi orde baru banget….
mungkin kalo udah baca bukunya kemudian kasih komentar apa aja terserah deh…
kalo diperpus susah dicari soalnya ada eranya ketika pak harto membredel semua bukunya…. maklum bahasanya terlalu santun untuk pak harto… huhuhu…
tapi sekarang dicari gampang kok bukunya..
gramedia, gunung agung, ada semua… tanya aja penjaga tokonya..
tapi masalahnya maukah kita membacanya ??
ato lebih milih komik jepang dan sepep yang dijual diglodok…. hahaha…
Minggu, 19 Agustus 2007 @ 18:41
Using
ada yg situs resensi novel GAdis PAntai Gak………butuh bgt neh. hub aq y 08538 26 99 24 thx bgt
Senin, 27 Agustus 2007 @ 11:44
Using
Pak Pram…
Tetralogi Buru…yang bisa membuat saya tertawa gembira dan kemudian mata saya memerah hendak gerimis, dan akhirnya menangis…
ada sesak kemudian haru di dada.
terimakasih,
syukron jazakallah buat Pak Pram
Rabu, 5 September 2007 @ 19:02
Using
ada situs atp info tentang novelnya pram yang gadis pantai gk?
klo tahu hub 085935299800
Minggu, 16 September 2007 @ 1:19
Using
ak cm mo ngomentari taryan ma joyoboyo…(orang2 dungu ditengah2 orang2 yg sedang berwarna biru)
komentarku cmn 1, yaitu: kalian benar2 dungu!!!
PRAM adalah orang besar secara sastra yang transparan menembus ruang orba
Tulisannya-lah yang bs kt jdikan moment reuni dengan beliau
selamat jalan Bung PRAM
Sabtu, 27 Oktober 2007 @ 14:38
Using
Bapak kenapa anda sudah pergi tahun lalu, kenapa saya baru tahu kehebatan anda saat ini? kenapa? kenapa dunia tidak memberitahukan saya ada orang seperti anda… saya sangat merasa terharu. saya menangis. Realita hidup memang parah, semakin gila, tetapi ada pelajaran manis disana.. saya merasakannya begitu berat, padahal saya ingin bertemu dengan anda. kapan kita bisa bertemu? suatu saat saya harap saya bisa bertemu anda. semoga saya dapat menjadi anak semua bangsa seperti anda… saya akan berjuang sekeras anda, saya tidak akan mengecewakan anda sebagai generasi muda. terimakasih atas segalanya..
Selasa, 11 Desember 2007 @ 10:21
Using
Mengagumi seorang manusia di dunia ini adalah fitrah setiap manusia.
Mencintai karya seseorang yang dikagumi dalam hidup adalah salah satu bagian terpenting karena dengan itu kita belajar bagaimana si tokoh panutan menyikapi berbagai masalah yang dihadapi dengan cara dan sudut pandangnya.
Dari itu pengagum bisa belajar banyak hal …………..
Andai Tuhan bisa memberikan kesempatan lebih lama kepada Om Pram, pastilah karya – karya maestro akan terus lahir dari tngan dinginnya.
Tidak peduli bagaiman pandangan Indonesia terhadap Om Pram, sebagai generasi muda saya mempunyai pemikiran tersendiri mengenai sosok beliau.
Yang saya tahu hanyalah bahwa Beliau adalah salah satu tokohyang berpengaruh dalam hidup saya .
Tetralogi Pulau Buru adalah buku favorit saya……………
Rabu, 12 Maret 2008 @ 15:17
Using
Well aku udah lama benernya denger nama beliau, kata orang beliau berhak dapet nobel dan karya2nya bagus tapi waktu itu masih males juga buat baca, baik buku dia or yang lain. Sampai beliau meninggalpun aku masih belom baca, tapi sekarang aku dah baca, baru Bumi Manusia aja seh. Dari situ aku setuju dan membenarkan betapa hebatnya beliau. Aku acungi jempol karena dari seorang pria ternyata bisa keluar pikiran yang begitu feminin, beliau bisa berpikir sebagai wanita dan pria sekaligus. Karena ada sebagian cara berpikir Nyai Ontosoroh yang aku banget, jarang ada pria yang bisa menempatkan dirinya seperti itu. Tapi aku nggak nyesel kok membaca karyanya setelah beliau meninggal, seorang sastrawan kalo setelah 30 tahun dia meninggal ada 5 lebih karyanya masih bisa dinikmati orang maka dia berhak disebut empu (kata Ajip Rosidi). Yah emang seorang sastrawan dianugerahi kebijaksanaan dalam memandang kehidupan, walaupun sastrawan tersebut juga tidak bisa sebijaksana itu dalam menghadapi kehidupannya, karena dia sendiri adalah tokoh dari sebuah karya sastra terbesar berjudul “kehidupan” yang dibuat sangat indah oleh Pujangga Yang Maha Besar, Allah SWT. Selamat jalan Pak Pram, temuilah Pujanggamu itu.
Selasa, 15 April 2008 @ 15:17
Using
2 tahun 30 april besok n buku2 nya slalu hidup sepanjang masa
gimana bisa dpt buku “MENGENAL LEBIH DEKAT PRAM”
Jumat, 9 Mei 2008 @ 13:41
Using
PROMOEDYA ANANTA TOER, you’re GREAT !!
skg lagii baca yang Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer ..
barusan baca Larasati ..
truz pengen baca tetraloginya ..
ato beli ajja yia ??
hmm ..
Kamis, 22 Mei 2008 @ 18:31
Using
tetralogi pulau buru, Harus Baca. Pengen baca lagi.
Kamis, 29 Mei 2008 @ 9:58
Using
“Seorang Terpelajar seharusnya sudah adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan-Bumi Manusia,1980″
Semoga Dia bisa tenang di sana, dan mimpi2nya tentang Indonesia bisa segera terwujud..
Sabtu, 7 Juni 2008 @ 1:00
Using
meski aku, kamu beda keyakinan. makna yang telah kau buta dalam goresan pena sungguh mengajarkanku makna dari yang aku yakini. selamat jalan dewa.
semoga kita bertemu di surga meski tuhan kita beda
Jumat, 25 Juli 2008 @ 15:19
Using
gw baru baca buku dia yg judulnya….
” saya terbakar amarah sendirian ” Asli nih buku, bikin mata gw buka lebar2…
gw baru nyadar dan tahu, sebenarnya Indonesia adalah negara yang beruntung dihadiahi seseorang anak manusia yang bernama pramoedya ananta toer….
kita jadi gak terus2an dibodohi sama orde baru sampe sekarang….
dia berani melawan…
karyanya adalah perlawanannya….
pikiranya adalah murni pikiran untuk membangun bangsanya
gw salut banget ma dia….
Indonesia kehilangan satu orang penting dan orang yang mengerti bangsanya,….
Semoga idealisme (reaisme sosialis)nya bisa dimengerti oleh bangsa Indonesia….
Pramoedya Ananta Toer — seseorang yang terbakar amarahnya sendirian ketika memikirkan negrinya sendiri—
Kamis, 6 November 2008 @ 8:59
Using
karakternya selalu menginspirasi setiap tapak langkahku,,,,,
mengenalnya melalui karya-karyanya merupakan salah satu bagian paling inspiratif dalam hidup seorang manusia Indonesia yang hidup dalam kungkungan ketidakadilan seperti aku…..
hampir tiga tahun kau tinggalkanku sendiri dalam kegelapan…
aku masih perlu pencerahan…
selamat jalan, Bung….
Sabtu, 15 November 2008 @ 23:00
Using
tolong dong saya lg nyari karya2nya PAT yg edisi bhs inggris,,,,
kira2 bisa dapet dimana y?????
kalo ad yg pny info tlg hubungi 08568709101 atw satsukihime88@yahoo.com,,,,
berbagi ilmu dan sumber ilmu adalh perbuatan yg tidak sia2…..
Rabu, 17 Desember 2008 @ 18:53
Using
”Bukan hanya mengutak-atik bahasa..Tapi bagaimana sebuah tulisan dapat menyentuh segi kemanusiaan.” Pram,,,,jangan jadikan dia cuma sebuah sejarah kebobrokan Indonesia,,PRAMIS
Senin, 9 Februari 2009 @ 5:40
Using
Beberapa hari lalu, ada temen ngasih tau, klo 12 Februari ini ada diskusi 1000 harinya Pram. Trus, pagi ini ada seorang teman yang beberapa hari lalu gabung di Fesbuk sebagai Fans nya pram, ternyata belum pernah sekalipun membaca bukunya Pram.
Kemudian, aku ingat juga, salah satu blog yang memberikan farewel adalah punya om Jay ini, makanya aku balik kesini khusus nyari postingan ini, smoga ga di auto del karena dah lama.
Mengenang lagi Pram, rasanya akan selalu kontekstual dengan jaman dan perjalanan negeri ini.
Selasa, 10 Februari 2009 @ 17:46
Using
Saya punya koleksi buku-buku PAT relative lengkap.Tetapi karena kesibukan 90% belum terbaca. Saya punya cita-cita untuk membaca seluruhnya dipenghujung usia saya.PAT memang sastrawan terbesar yang pernah dipunyai oleh bangsa Indonesia.Tetapi karena sedikitnya minat baca, dan politik pencitraan yang negatip oleh Penguasa sampai hari inipun, pemikiran PAT tetap menjadi harta karun yang masih tersimpan.
Selamat Jalan PAT. May Rest in Peace.
Harris
Minggu, 20 Desember 2009 @ 14:11
Using
…saya lagi nyari buku yang sudah ditranslate inggris, saya sudah punya beberapa tapi masih berburu karya2nya yg lain, ada yang bisa bantu… tolong email ke (sambeltrazi@gmail.com). sekalian bagi yang tahu lokasi atau letak makam belia (PAT) tolong di info ke saya lokasi/blok atau letak tepatnya dimana? thanks!