Emansipasi

Jumat, 21 April 2006M
23 Rabiul Awal 1427H

emansipasi /émansipasi/
1. pembebasan dari perbudakan
2. persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat
– [Kamus Besar bahasa Indonesia]

Sejarah telah mencatat R.A. Kartini memperjuangkan emansipasi melalui tulisan-tulisannya, begitu juga dengan R. Dewi Sartika melalui Sekolah Kautamaan Istri-nya. Keduanya muncul di akhir abad ke-19 dalam masa kolonial Tanam Paksa. Sedikit banyak perjuangan kedua pahlawan perempuan tersebut memengaruhi politik Hindia Belanda hingga mengeluarkan Politik Etis, membalas budi dengan mencoba berterima kepada rakyat melalui kelonggaran pribumi bersekolah selain pembenahan irigasi dan emigrasi. Kedua pahlawan perempuan tersebut memberdayakan kesempatan hingga munculnya kesempatan membuat sekolah bahkan membuat kelompok politik pada dasa warsa pertama abad ke-20.

Emansipasi seperti terlahir kembali pada masa itu, persamaan hak dari pribumi didengungkan kepada Hindia Belanda sebagai perjuangan terhadap eksploitasi pribumi dan tanah airnya. Sebuah perang dengan cara moderat tanpa adu kekuatan fisik, tapi adu otak, adu harga diri. Tak berselang lama kebangkitan harga diri pribumi mulai naik hingga kita sebut sebagai jaman Kebangkitan Nasional, tidak hanya bangkit meruncingkan bambu, tapi juga meruncingkan pikiran, mengasah otak melalui kata-kata, baik di meja Volksraad maupun di media cetak. Kebangkitan Nasional tak bisa lepas dari perjuangan emansipasi dua pahlawan perempuan di atas, yang sering disebut sebagai perjuangan emansipasi perempuan.

Kini sepertinya emansipasi selalu diidentikkan dengan emansipasi perempuan, dari persoalan yang kecil-kecil hingga persoalan besar sampai harus dibuat kementrian Peranan Wanita, Pemberdayaan Wanita, atau apapun istilahnya seolah-olah perempuan Indonesia itu tidak berperan, tidak berdaya. Faktanya, perempuan Indonesia sudah berdaya, memiliki keberdayaan tinggi meskipun kadang sering diiringi dengan kesalahkaprahan terhadap makna emansipasi perempuan terhadap laki-laki itu sendiri, buruknya emansipasi perempuan dijadikan excuse untuk hal-hal yang tidak esensial. Hal buruk lainnya adalah emansipasi perempuan menjadi kedok eksploitasi perempuan itu sendiri yang kadang tidak disadari para perempuan. Gegar emansipasi, lupa jati diri.

Kita tak perlu mencontoh Playboy untuk sebuah konsep emansipasi, karena itu adalah eksploitasi. Bahkan sebelum Playboy Indonesia dicetak kita sudah berada pada dunia eksploitasi perempuan, baik dalam bentuk tabloid-tabloid syur hingga ke acara-acara gosip selebriti yang didominasi perempuan atau pada konteks soal perempuan. Tak hanya dalam dunia informasi dan media; dunia industri pun bisa dikatakan telah mengeksploitasi perempuan, sebagai objek sekaligus sebagai pasar industri kecantikan berkedok kesehatan yang sering merusak dan mengubah paradigma kecantikan.

Faktor ekonomi pun menjadi potensi pemberdayaan perempuan. Perempuan bekerja mencari nafkah adalah wajar dipandang dari kesetaraan antar manusia, kurang dan sulitnya penghasilan telah berhasil mendongkrak emansipasi tersebut. Perempuan dianggap bernilai dan berharga tinggi menjadi penghias etalase, iklan dan pemasar. Laki-laki puas melihat keindahan, perempuan pun senang dan mengidolakan, uang beredar berputar, ekonomi naik, semua sejahtera. Eksploitasi pun akhirnya dimaafkan, semua benar, atau semua salah, dan statistik yang menang.

Ini persoalan rumit, sistem telah mengarahkan laki-laki dan perempuan dalam eksploitasi berkedok emansipasi, keduanya tidak hanya objek tetapi juga sebagai pelaku. Kita, baik laki-laki atau perempuan sedang dieksploitasi, oleh kita sendiri.

Selamat Hari Emansipasi!

Popularity: 5% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Raden Dewi Sartika |

Komentar

45 komentar untuk catatan 'Emansipasi'

  1. #1
    gravatar

    Bicara emansipasi wanita sih bisa di lihat di Kesultanan Aceh tempo dulu. Dimana mungkin Kartini belum lahir wanita-wanita Aceh tempo dulu sudah memegang bidang2 yang sangat di ambil oleh kaum lelaki.

    Salah satu nya adalah Laksamana Malahayati, satu-satunya Laksamana Wanita pada saat itu. Kartini hanya bisa lewat tulisan-tulisan aja. Sedangkan Laksamana Malahayati mengerjakannya langsung:-)

  2. #2
    gravatar

    #1: Memang patut dikagumi pasukan Inong Balee tersebut, gugurnya suami mereka menjadi potensi para perempuan berkumpul dan menjadi pasukan khas hingga armada lautnya pun dipimpin seorang perempuan.

  3. #3
    gravatar

    Tulisan jay mah meni mantap pisan.

    Iya, itu menteri wanita jadi kedengarannya sejajar dengan mentri pertanian. Berlebihan, gegar kata jay.

  4. #4
    gravatar

    Iya.. wanita Indonesia sudah sangat beremansipasi.. bukti nya? Mereka protest lebih keras dari kaum adam buat RUU APP dan pelarangan majalah Playboy.. Jadi bingung.. mereka yang dilindungi, kok malah merasa dizalimi..

  5. #5
    gravatar

    mendingan menteri peranan wanita atau menteri wanita yang berperan?
    selamat hari juga.

  6. #6
    gravatar

    [...] Lalu, lalu… emansipasi vs. eksploitasi? Baca blognya Kang Jae ya. 2 Comments » [...]

  7. #7
    gravatar

    eman sulaeman emansipasi artinya persamaan hak, hak wanita yang ingin di eksploitasi, hak bugil, hak wanita untuk ditipu, hak wanita untuk jadi single parent, wanita kalau hanya mengurus rumah tangga dianggap tidak modern dan tidak eman sulaeman emansipasi, selamat hari emansipasi

  8. #8
    gravatar

    Kartini itu kalo oleh Pram digambarkan sebagai perempuan cerdas yang banyak merenung dan curhat dalam bukunya, juga berkirim surat dengan teman teman belanda nya, karena terkurung oleh budaya jawa.

    Btw, Ada yang pernah membaca buku \”Habis lah gelap terbitlah Terang?\”

  9. #9
    gravatar

    O iya, Kalau kita dijajah Inggris mungkin mereka akan mendorong agar generasi kartini lahir di tanah jajahannya. Berhubung yang menjajah kita bangsa Belanda, bangsa Indonesia dibodohkan dalam penjajahannya sehingga sampai sekarang tertinggal dengan tetangganya yang notabene Persemakmuran Inggris, dengan kewajiban tetap mengibarkan bendera Inggris disamping bendera nasionalnya.

  10. #10
    gravatar

    Bravo Bravo
    Kang Jae emang tuooob!

    **speechless**

  11. #11
    gravatar

    Selamat hari emansipasi.

    Benar sekali kalau selama ini perempuan lebih sering dieksploitasi daripada beremansipasi, terlepas dari kesadaran mereka.

    Tapi satu hal yang juga perlu diperhatikan, tidakkah karakter patriarkal dan machist masyarakat Indonesia bukannya juga mempengaruhi pengertian dan implementasi dari konsep emansipasi sendiri? Memang perlu menyalahkan perendahan kaum wanita di bidang industri yang dijadikan obyek pemuas, tapi juga sangat perlu mengkritik struktur masyarakat yang mengkotakkan profesi perempuan.

    Lihat profesi yang diperuntukkan untuk wanita, kebanyakan diberi penghargaan rendah baik dari segi prestige maupun gaji. Contohnya, sekretaris, asisten, perawat, bidan, guru sekolah, buruh. Bandingkan dengan direktur atau kepala, manajer, dokter, dosen. Jadi apakah selalu salah perempuan untuk berkutat dengan profesi yang tidak memuaskan tersebut? Mungkin, tapi mungkin juga karena masyarakat tidak memberikan kesempatan perempuan untuk memenuhi potensi diri mereka.

    Benar kalau Indonesia sudah rela memberikan posisi presiden kepada seorang perempuan, tapi apalah artinya satu orang dibandingkan ratusan juta perempuan lainnya. Sudah adilkah kesempatan belajar bagi para perempuan? Sudah hilangkah kepercayaan bahwa perempuan tidak patut untuk menuntut ilmu terlalu tinggi karena akhirnya pulangnya ke dapur juga? Sudah maksimalkah dukungan masyarakat dan struktur ekonomi membantu seorang ibu untuk bisa terus merintis karir? Atau masihkah seorang perempuan harus memilih antara karir dan keluarga?

  12. #12
    gravatar

    kenapa ya kok nggak ada yg peduli sama emamsipasi kaumku .. hiks

  13. #13
    gravatar

    Wanita bukan untuk dipahami, tapi untuk dicintai.. (intermezzo:)
    Kalo saya jalan jalan di Mall dan kebetulan ada promosi suatu produk, bukan suatu kebetulan jika salesnya adalah wanita (cantik tentunya). Mungkin itu yang dinamakan dengan “Marketing by Venus”.. dan strategi itu lumayan berhasil, bukan?:)Dibuku “Man from Mars, Women from Venus” bisa terlihat perbedaan cara berfikir kedua makhluk ini.. (walaupun isinya cenderung tentang hubungan antar pasangan) tapi, masing2 punya peranan dan fungsi yang berbeda. Kalo sampe kebablasan (gegar – versi Bang Jay), pastinya timbul konflik..

    Wanita udah diberi banyak kesempatan di berbagai bidang.. dan (betul) wanita sekali lagi harus memilih antara karir dan keluarga.. Kalo laki laki? Memilih antara karir, keluarga dan wanita..:) mungkin pengaruh warisan budaya kita juga yg akhirnya membentuk sebagian besar karakter wanita Indonesia itu sendiri (wanita hanya di dapur contohnya – ini juga kurang tepat). Tapi kalo wanita sibuG bekerja, siapa yg mendidik anak2 dirumah? Dititipin ke Babysitter? Babysitter juga (biasanya) wanita..

    Dua hal yg harus wanita sadari.. melahirkan anak dan mendidiknya menjadi manusia yang berguna itu adalah pekerjaan paling mulia..

    so.. Sebenernya, yg bikin saya bingung, apa sih batasan “Emansipasi Wanita” itu? Ladies first..

  14. #14
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/2006/04/21/emansipasi/ Comments » [...]

  15. #15
    gravatar

    kenapa yg ga daftar jadi dapet gambar avatar ayam? emansipasi ayam jay:D wakakakkaa…

  16. #16
    gravatar

    #4 Pernyataan yang bagus, saya juga memang bingung, apa sih emansisapi? eh emansipasi maksudnya?

  17. #17
    gravatar

    sila lawati http://zulfikarsamsuri.blogspot.com

  18. #18
    gravatar

    lam kenal bang….. atau om… heheehehehe

  19. #19
    gravatar

    Emansipasi itu menurut gw merupakan reaksi. Hanya ada dan perlu ada kalau diperlukan. Perempuan kota besar di Indonesia mungkin memang sudah nggak perlu emansipasi, karena dia nggak lagi diperlakukan tidak setara. Dalam artian, sudah bisa sekolah, mendapatkan pelayanan publik spt kesehatan, punya hak dalam politik dan ekonomi, dsb. Dan yang paling penting, bisa menjalankan apa yang dipilihnya sendiri. Bukan ‘dipilihkan’ oleh pihak lain, dan harus nurut karena dia perempuan.
    Tapi gerakan emansipasi mungkin masih perlu untuk perempuan di tempat lain. Ya kayak kasus2 yang Pipit bilang.

    Masalahnya bukan apakah perempuan kerja di luar rumah atau jadi ibu rumah tangga. Tapi apakah dia bisa memilih salah satu dari keduanya, tanpa paksaan? Ya kalo orang dewasa memilih, seharusnya mempertimbangkan kemaslahatan diri dan keluarga. Bukan berarti karena banyak perempuan yang ‘lupa daratan’ dalam berkarir, lalu kesempatan untuk seorang perempuan memilih berkarir jadi ditutup. Laki2 yang ‘lupa daratan’ karena kesempatannya untuk (katanya) menjadi imam dalam keluarga pun banyak kan? Sama aja, dunia ini ga sempurna, pelintiran mah pasti ada di mana2.

  20. #20
    gravatar

    Seberapa banyak sih perempuan yang tidak merasa secure dengan adanya RUU APP bila dibandingkan dgn perempuan Indonesia seluruhnya? Jelas segelintir wanita tsb tidak merasa secure, wong mereka terbiasa dengan mempertontonkan sensualitas mereka di ranah publik. Bahkan periuk nasinya dari hasil mempertontonkan tubuhnya tsb.

    Justru mereka lah yang merendahkan derajat perempuan Indonesia. Tapi mereka dgn lantangnya menyuarakan seakan-akan mewakili perempuan Indonesia seluruhnya.

    Selain itu mereka juga beralasan RUU APP sangat diskriminatif thd perempuan, krn perempuan dianggap sbg objek dan pelaku pornografi.

    Coba lihat lagi RUU APP, dalam pasal-pasal TIDAK SAMA SEKALI mengatakan perempuan/wanita.
    Kecuali di penjelasan, dijelaskan bagian-bagian sensualitas. Sekarang perempuan dan laki-laki memang secara fisik berbeda khan? Tidak mungkin kita berargumen dgn persamaan gender utk masalah ini. Bentuk tubuh perempuan dan laki-laki jelas berbeda, begitu pula bagian-bagian yang membangkitkan birahi juga berbeda.

    Bila mereka mempertentangkannya, harusnya mereka menggugat TUHAN!
    Kenapa perempuan diberikan bentuk tubuh seperti ini?
    Kenapa perempuan mempunyai banyak sekali bagian tubuh yang indah dan sensual yang menarik hasrat kaum laki-laki?
    Kenapa diciptakan gender yang berbeda? Kenapa tidak hanya satu gender saja, sehingga kaum perempuan tidak perlu capek-capek memperjuangkan persamaan gender dalam segala hal, termasuk bentuk fisik?
    Kenapa perempuan diciptakan?
    Kenapa perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (Adam)?

    Perempuan dan laki-laki dikaruniai hasrat/birahi dalam memandang lawan jenisnya. Dan perempuan dikaruniai lebih banyak bagian tubuh yang indah yang menarik bagi kaum laki-laki. Saya setuju bahwa tubuh perempuan itu mengandung nilai seni dan sensualitas yang tinggi bila di pandang oleh kaum laki-laki yang normal maka hasrat kaum laki-laki itu akan terpancing.

    Tapi pertanyaannya apakah itu harus dipertontonkan ke ranah publik? Yang jelas itu men-drive hasrat birahi kaum laki-laki.
    Apakah mereka berhak menjual bentuk tubuhnya untuk diperlihatkan ke kaum laki-laki hidung belang?
    Apakah kita wajib melindungi kaum perempuan yang justru merendahkan kaum perempuan itu sendiri?

    RUU APP BUKAN menyeragamkan budaya, BUKAN menyeragamkan dalam berpakaian, BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
    RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup yang tertinggal dan kurang beradab, bukan untuk menangkapnya, kenapa? Karena mereka bukan dgn sengaja mempertontonkannya. Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka lebih beradab dalam era globalisasi ini

    RUU APP ini justru utk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi krn di UU yang ada tidak jelas batasan melanggar kesusilaan.
    RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan, tidak untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan)
    RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan dengan dijadikan objek yang laku dijual dan dibeli oleh kaum laki-laki hidung belang.
    RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi yang nantinya mereka tidak fokus dalam belajar dan membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

    Janganlah kalian EGOIS karena saat ini kita dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
    Janganlah kalian EGOIS karena saat ini job order untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
    Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

    Lihatlah masa depan bangsa… lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu dan lugu dan mereka sedang giat belajar.
    Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
    Jangan hina harga diri mereka ketika mereka tahu ibunya mempertontonkan keindahan tubuhnya demi kaum lelaki.

    Bila mereka terganggu, mereka tidak akan fokus belajar demi ilmu untuk masa depan mereka dan masa depan bangsa.
    Mereka akan terjerumus ke fantasi mereka dengan melihat media pornografi akhirnya mereka akan terjerumus ke dalam dunia free sex.
    Akhirnya perempuan juga yang akan menjadi korban: hamil. Dan berikutnya perbuatan dosa lagi yang mereka lakukan, yaitu Aborsi
    Atau lahir seorang anak yang tidak diketahui Bapaknya, atau Bapaknya tidak bertanggung jawab.
    Kasihan kaum perempuan bila menanggung beban seperti itu.

    Apakah mereka bisa membangun negaranya?

    Tanggung jawab siapakah ini?

    Jelas tanggung jawab kita sekarang ini. Sama seperti kita memberantas Narkoba agar kita tidak hilang generasi penerus. Sama seperti kita mempertahankan Sumber Daya Alam untuk anak cucu kita kelak. Sama dengan menyelesaikan hutang negara agar anak kita tidak terbebani oleh hutang negara. Sama dengan kita melestarikan hutan saat ini demi anak cucu kita.

  21. #21
    gravatar

    Benar sekali Mba’ Rita, Omong2 Mba’ ato Mas sih. Saya setuju sekali dengan kommentar Mba’.

    Kemaren orang ini mo memperlihatkan powernya. Bahwa yang menolak RUU AP itu banyak.

    Nah sekarang bagaimana kalo kita yang mendukung RUU AP juga menunjukan power kita. Mari kita mengadakan karnaval untuk mendukung RUU AP ini.

    Ayooo….!

  22. #22
    gravatar

    #20 = biased comment
    saya ga perlu menjelaskan, coba telitilah..

  23. #23
    gravatar

    # 22

    Hai Pak Doole, coba telitilah pikiran Anda… Justru kita butuh orang seperti penulis #20, dia bisa berpikir tidak hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi juga untuk kepentingan publik dan generasi yang akan datang… Kenapa kita tidak bisa menerima pikiran dia dengan pikiran jernih dan mendalam tanpa disertai HAWA NAFSU? Ingatlah, hawa nafsu hanya akan membuat pikiran kita menjadi PICIK…
    Ma’af jika ada omongan yang kurang enak, saya sudah sebel dengan aneka ragam manusia yang hanya mengandalkan hawa nafsunya saja… sehingga membuat negeri kita ini menjadi semakin terpuruk… Cobalah berpikir terbuka…

    OK, that’s for our better future…

  24. #24
    gravatar

    Wah semoga tambah sukses dan makin Emansipasi:D

  25. #25
    gravatar

    LAM KENAL BOS,
    NGOMONG-NGOMONG SOAL WANITA, SO NGGAK BAKALAN HABIS ‘N BOSAN.

  26. #26
    gravatar

    tolong hentikan racun porno baik grafi maupun realita…. takutnya cepet kiamatttt… he#… Tuhan nding sing atur..

  27. #27
    gravatar

    Wanita2 udahlah kalian emang diciptakan utk dilindungi
    jd g ush pake macem2 deh wekekekekekek pake emansipasi segala
    takut nih kalo ada pelanggaran HAM. Anda kira diluar sana yg udh banyak gembar gembor emansipasi
    udh berkurang pelanggaran HAM thd wanita

    sadarlah sobat

  28. #28
    gravatar

    tau ngga lo kartini sendiri menyesal dengan adanya emansipasi,di akhir hayatnya dia menangis karena dia coba ciptakan yang namanya emansipasi.kegagalan kartini dengan mengeluarkan buku habis gelap terbitlah terang.

  29. #29
    gravatar

    Heiloo.
    ka/om..

    LaGi biNgunG nihh soaL ‘Pria dan WaniTa, SEdeRaJatKah?’

    ToLong banTu donk Ka/Om Jay..

    SoalNya lgi mau iKutan Lomba nuliS nih dan itU tOPiknya…

    ok.

    bales ke email aku ya…

    TrImss..

  30. #30
    gravatar

    Mmmm….So pasti pendapat kang Kurueeeeen banget

  31. #31
    gravatar

    klw menurut q……….
    apa yang ditulis ini emangk ada benarnya sich!!!!
    but… apa mungkin persoalan serumit ini,,hanya bisa kita biarin………….
    ga’ lagi!!!!!!!!!!!!!
    jelasnya kita harus berusaha, agar kodrat kita… nih……pa lagi para cewek…… ga bisa pudar begitu pula ntuk cowok……………
    semoga dengn tulisan penulis ini…….. bisa jadi sesuatu yang berguna bagi orang laen.. terutama dunia ini……………………………….
    S.e.l.a.m.@/t Haaaariiiiii EEEEEEEmansipasi!!!!

  32. #32
    gravatar

    Emansipasi itu cuma topeng kaum wnaita aja buat menguasai dunia. Ayo kaum adam jangan iarkan kaum wanita menjajahmu. sekarang2 ini udah banyak sinetron yang menceritakan bahwa wanitalah yang pantas menindas wanita, bukannya pria yang harusnya menidas pria,seharusnya wanita dibawah pria diatas, setuju gakkkkkkk

  33. #33
    gravatar

    Saya tidak setuju dengan emansipasi wanita. Karena biar bagaimanapun juga wanita tidak bisa disejajarkan dengan pria. Pria itu adalah pemimpin, jadi kedudukan pria lebih tinggi daripada wanita. Tetapi saya juga tidak setuju apabila wanita disakiti atau dianiaya oleh pria. Karena wanita itu adalah makhluk yang lemah dan lembut, jadi wanita itu seharusnya dilindungi bukan disakiti.

  34. #34
    gravatar

    emansiai wanita itu bukan berarti wanita dan pria harus sama tetapi wanita memiliki hak utk memilih dan menentukan nasib sendiri.

  35. #35
    gravatar

    s7 dech ma #34

    sebagai wanita kita harus bisa menentukan nasib sendiri
    jangan mau di dikte n diPaksa

    Semoga penerapan emansipasi tidak disalahgunakan

    tidak merugikan wanita n pria

  36. #36
    gravatar

    Saya sepakat dengan Pramoedya Ananta Toer, “Panggil Aku Kartini Saja”, katanya. Jangan panggil dia Raden Ajeng, karena seolah kaum bangsawan sematalah yang mampu atau pernah melakukan rekonstruksi pemikiran di negeri ini. Kalau saja Kartini masih ada, dia pasti akan menolak untuk dipanggil Raden, kalaupun memang ia punya hak dipanggil seperti itu. Karena, sebuah perjuangan adalah keikhlasan.

  37. #37
    gravatar

    akuw minta pembahasan nya secara detail dunkz,,
    wat tugas karya tulis,,,
    nih…
    maafkan ke naifan ku,,

  38. #38
    gravatar

    Siang Pak,

    Gud writing~ keren prespektif ttg emansipasi,
    maaf ni maw minta ijin, aku ada tugas buat speech ttg hari besar sih, aku mw ambil tema ttg emansipasi, boleh ambil sedikit kata2 na y….(buat tmbah2 ide ^-^he2)

    ~emansipasi adalah ketika kita bisa memahami apa arti dari keadilan itu sendiri~

    thx b4

  39. #39
    gravatar

    ASW,
    Emansipasi???
    Sebenarnya apa toh emansipasi itu???
    jika dilihat dari kenyataan yang ada sekarang ini…terkadang wanita itu melupakan jati dirinya bahwa ia adalah wanita..
    coba kita lihat!!!tidak usah jauh-jauh…disekitar kita saja..bahkan mungkin di samping kita..
    ada berapa banyak wanita yang tidak sadar bahwa ia adalah wanita..
    mungkin karena terlalu pede dan bangga dengan yang namanya emansipasi wanita melakukan pekerjaan yang seharusnya itu merupakan tanggung jawab pria.
    emansipasi yang seharusnya dapat tersalurkan hal-hal yang positif tetpi terlupa pada hakikatnya.
    wallahuallam bissawab

  40. #40
    gravatar

    emansipasi memang sebuah harapan dan mimpi dari kartini yang terwujud. melalui karyanya beliau berhasil mempropaganda kaumnya untuk bangkit. tapi apakah demikian adanya???? seorang kartini yang lemah lembut dan mengalah demi kehormatan keluarganya terutama kehormatan ayahnya yang merupakan orang terpandang. melalui tulisannya lah dia di kenal melalui harapanyalah kita tau seorang kartini. tapi jika menilik pada era sekarang apakah sudah memenuhi harapan. wanita sekarang sudah dapat meraasakan indahnya kesederajatan dengan pria.
    tapi tak jarang setelah mendapatkan “kebebasanya” meninggalkan kodtrat sebagai seorang ibu yang berkewajiban mendidik anaknya. alasan umum untuk mencari tambahan pemasukan. tapi apa anak akan didik dengan uang?????apa anak akan didik dengan harta???? atau akan dibesarkan dengan materi????
    ironis memang ketika dilema kebutuhan yang meningkat ibu “pergi cari duit” anak gak jelas kemana???merasa tersisihkan dan tak mendapat perhatian. apa jadinya pelarianlah yang dicari!!!
    kerluarga merupakan pondasi moral anak. keluarga hanya memikirkan kebutuhan fisik demikanlah jadinya seorang anak.
    aku nulis kayak gini bukan berarti aku melarang anda para kaum hawa untuk “membantu suami” yang perlu diingat bagaimanapun anda mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi. anak anda sedaang manangis dalam tawanya anda tidak tau. mencari nafkah toh untuk siapa bukan cuma untuk anda, bukan??

    teruskan perjuangan anda namun ingat kodrat dan tanggung jawab.

  41. #41
    gravatar

    sangar..

  42. #42
    gravatar

    Wah klo menurut saya bukan hak wanita secara kodrati yang harus disamakan dengan laki2.. tapi persamaan pemenuhan hak baik hak sebagai manusia dalam bermasyarakat dan hak2 khusus gender atau spesial.. sbnrnya wanita memiliki hak2 yg sama istimewanya dengan hak2 pria.. seperti hak untuk dilindungi,hak untuk didahulukan dalam keselamatan, hak untuk mendapat nafkah(setelah saya baca dalam buku agama ternyata kewajiban suami memberi nafkah materi bkn hanya memenuhi kebutuhan pokok saja, tetapi memberi uang yang bebas digunakn oleh istri untuk digunakan menurut kehendaknya.. dan ini wajib hukumnya)

    Klo hak untuk mendapat pendidikan, mengembangkan karir, dan memperoleh pekerjaan mah bukan hak khusus gender.. tetapi hak sebagai manusia dalam bermasyarakat.. justru wanita diberi keleluasaan untuk bekerja atau mengembangkan karir sesuai minatnya tanpa harus terbebani dengan kewajiban mencari rejeki buat kbthn keluarga.. Cm praktiknya seringkali hak2 ini dilanggar.. Justru inilah yang harus diperjuangkan,, Terlaksananya dan terpenuhinya hak2 sesuai dengan yang seharusnya.. bukanya sibuk menyuarakan persamaan hak.. wong dari kecil kita diasuh secara berbeda,perempuan dengan kelembutan dan kasih sayang yang lebih sedangkan laki2 dengan disiplin dan tanggung jawab..dimana kalau disamakan akan menimbulkan kekacauan sosial

  43. #43
    gravatar

    Hidup untuk semua wanita di seluruh tanah air. Jagalah dirimu dari orang-orang yang tak bertanggung jawab yang selalu berkeliaran di sekitar anda.

  44. #44
    gravatar

    wanita memang pantas dilindungi,tapi kebanyakan juga wanita yang mengguasai uang para lelaki

  45. #45
    gravatar

    saya setuju dengan emansipasi karena semua manusia diciptakan sama oleh tuhan

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.