Wisata Alam Bandung Selatan

Rabu, 29 Maret 2006M
00 Rabiul Awal 1427H

Hari Sabtu yang lalu gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung Patuha, tea walk (walaupun hanya nongkrong) perkebunan teh Walini, pemandian air panas Cimanggu (tapi tak sempat) dan Situ Patengan.

Perjalanan menuju objek wisata tersebut sepanjang 46km dari Kotamadya Bandung mungkin bisa dikatakan melelahkan pikiran menyaksikan kemacetan jalan Kopo sebagai satu-satunya jalan akses yang mudah dibandingkan dengan jalur lainnya serta melelahkan otot-otot kaki kiri menahan kopling bagi sang supir. Jika anda sudah melewati fly over jalan tol Padalarang-Cileunyi selepas pintu tol Kopo maka anda akan menyadari bahwa perjalanan dari lingkar selatan jalan Soekarno-Hatta hingga kota Kabupaten Bandung di Soreang adalah datar, sejauh kira-kira 10km. Bahkan jika anda melihat peta administratif Soreang adalah titik tengah dari keseluruhan kota Bandung.

Peta Kabupaten Bandung

objek pertama di Ciwidey saat jalan menanjak adalah wisata belanja stroberi. Di kiri-kanan jalan banyak kebun-kebun stroberi, anda bisa memetiknya sendiri, jika ogah rugi anda bisa memetik sambil memakannya langsung. Hehe. Kebun stroberi ini tak sempat kami singgahi karena sudah terlalu sore, dikhawatirkan terlalu gelap sampai di objek berikutnya yang masih jauh dan menanjak.

Perjalanan berikutnya sampai di gerbang Kawah Putih Gunung Patuha yang kawahnya sendiri masih sekitar 5km lagi melalui jalan sempit beraspal naik turun dan lebih banyak naiknya. Kiri kanan jalanan tersebut dipenuhi dengan tumbuhan hutan tropis, tinggi dan rapat-rapat. Saat melewati jalan tersebut kabut sedang turun dan bau belerang mulai tercium. Transmisi kendaraan harus di gigi satu, entah kenapa meskipun jalan agak datar saat dipindah ke gigi dua mesin kendaraan ngos-ngosan tidak bertenaga, mungkin akibat kurangnya udara kering karena kabut sedang turun.

Kawah Putih, Gunung Patuha

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua –masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh– memiliki ketinggian 2.434m dpl, dengan kisaran suhu 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat –saat adalah surut dalam Bahasa Sunda– yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194m dpl. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII silam.

Sebelum ditemukannya danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, hingga tak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Misteri keindahan danau kawah putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang botanis Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Namun, Junghuhn tidak memercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah. Dan pada tahun 1987 PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkannya menjadi sebuah objek wisata.

Ada perbedaan antara Kawah Putih Gunung Patuha, jika dibandingkan dengan sejumlah kawah yang berada di wilayah Jawa Barat, danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna, terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih.

Perkebunan teh Walini Vila Kidang Kancana, Walini

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati bumi perkemahan Ranca Upas dan perkebunan teh Walini. Di tengah perkebunan ini ada satu-dua vila dan pemandian umum. Vila di kebun teh Walini yang pernah saya singgahi sepuluh tahun lalu adalah vila Kidang Kancana, sebuah bangunan kayu dua lantai dan memiliki kolam air panas alami di depannya. Waktu semakin sore, kami hanya sempat singgah dan nongkrong di pinggiran kebun teh saja.

objek wisata selanjutnya adalah pemandian air panas alami Cimanggu, karena tak berbekal pakaian ganti kami pun hanya melewati saja objek wisata ini dan meneruskan ke objek berikutnya, yaitu Situ Patenggang.

Memang ada kerancuan nama tempat ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang. Jika menilik etimologi nama patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi patengan. Sedangkan nama patenggang adalah artinya terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai, namun jika melihat nama desa tempat danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali.

Situ Patengan
Barisan perahu di Situ Patengan

Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang situ ini muncul ke disebabkan karena seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta, namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan. Sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi.

Beruntung, saat waktu sudah menunjukkan pukul 18:30 langit masih terang ketika kami menikmati Situ Patenggang yang airnya tenang kebiru-biruan, namun tak sempat menikmati situ tersebut dengan naik perahu.

Pulang kembali ke kota Bandung harus menikmati kemacetan lagi yang lebih parah di jalan Kopo. Semoga jalan tol Soroja (Soreang-Pasir Koja) yang sedang direncanakan bisa dibangun segera, supaya kawasan Bandung dengan segala potensinya bisa tumbuh berkembang.

Berikut beberapa informasi nomor telepon yang mungkin berguna:

Prana Tirta Jln Rancawalini Ciwidey 5927050, Rancabali

Cimanggu Cottage Jln Raya Rancabali Ciwidey

Wisma Palapa Jln Raya Soreang – Ciwidey 5895445

Hotel Lembah Gembyang Tlp 022 5928998

Pondok Selly Jl. Raya Ciwidey Tlp 5928260

Sukarasa Endah Jl Raya Pasir Jambu tlp 022 5928311

Pondok Unyil jl Baru Tunggul tlp 022 5928250

Eco Hotel Jl Baru Tunggul RT 004/01 Tlp 5928082

Sukarasa Indah Hotel Jl. Ciwidey 5928301

Tirta Selly Hotel Jl. Ciwidey Tlp 5928119

Kampung Pa’go Jl Soreang – Ciwidey KM 25
Telp (022) 592 8062
Fax (022) 592 8062
HP : 0812 208 3864

Patuha Resort & Pemandian Cimanggu
Perhutani KPH Bandung Selatan
Jl. Cirebon No. 4 Bandung
Telp 022 – 720 8310
Bpk. Subarno: 081 321 771 810
Bpk. Darmono: 081 320 298 718
Bpk. Oce: 081 841 2812
Rate mulai 50K/malam/orang (kamar sharing)

Hotel Abang Jl. Raya Ciwidey No. 500 Km.2
Telp 022 – 592 8235 – 592 8429
Bpk. Acep: 081 321 607 257

Argapuri Resort Jl. Raya Gambung Km. 6 Pasir Jambu
Telp 022 – 592 8816 – 18, 592 8200

Hotel Sindang Reret Jl. Raya Propinsi Ciwidey Kab. Bandung
Telp 022 – 592 8205

Komentar

200 komentar untuk catatan 'Wisata Alam Bandung Selatan'

  1. #1
    gravatar

    mau tanya klw ke patenggang dari kawah putih kira2 berapa kilometer lagi jauhnya, n berapa lama waktu yg di tempuhnya..??
    1 agustus kmrn baru saja dari kawah putih, tp blum sempat ke patenggang.mungkin lain waktu mau mencoba.
    thanx infonya!!!

  2. #2
    gravatar

    Malam Kang Jay…apakah bisa kita saling nge link di http://www.wisata-alamku.blogspot.com/

    Thanks

  3. #3
    gravatar

    aku terkesan dgn bandung may be some day i will come to bandung city and all culture

  4. #4
    gravatar

    aduh jd pngn ge k cwidey…wah…ingt ngora bsa jg kbgoh ameng kadinya…,ayna kbgh abi ge orng cwidey ktang??

  5. #5
    gravatar

    duch………………..

    bGz bgD yac… t4 na jAdI pEnGeN ksNa dEch…….

    bANdUnG mAnK iS thE bEsR dEch…………

  6. #6
    gravatar

    i……….h.asik bgt kyanya ,coba klo gua bisa jln2 ke sana psti akan mnjadi moment gua yg ta kn prnah gua lupakan,gua dah merasa trtarik stelah membaca tapi pasti akan membuat org lbih pnasaran lagi apabila diprbayak foto2 yg kren abis dri kawasan trsbut……Thanks Bge…………t dh mmberi informasinya.

  7. #7
    gravatar

    jay, mau ga nge guide? takut nyasar nih.. alamat emailnya dunk..
    email gw: lucyaritonang@yahoo.com

    Thanks a lot yah..
    cantik banget di gambar Bandung Selatan yah.. mo liat langsung ach..

  8. #8
    gravatar

    Boss, Ke kawah putih jalannya bagaimana kondisinya apakah bisa dilewati oleh sedan?

  9. #9
    gravatar

    kawah putih ya hmmm…memang asyik suasana alamnya…:D thanks postingannya

  10. #10
    gravatar

    untuk semua yg punya informasi tentang VILLA KIDANG KENCANA.
    tolong bantu saya kirimin no.telp + alamat lengkap villa tersebut yah…
    saya mau booking untuk bulan ini. ditunggu balasannya ke email robbie_aditya@yahoo.com
    thank yah,

  11. #11
    gravatar

    aduh euy tempatnya enak buat berbagi kasih dgn pasangan,,,apalagi di temani hamparan danau yang begitu indaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah bgt,,,jd mau ajak doi ke sana uey

  12. #12
    gravatar

    Buat info Kidang Kencana Cottage cobain buka ke :
    http://agrowisata-n8.blogspot.com/2009/07/villa-kidang-kencana-rancabali-ciwidey.html

  13. #13
    gravatar

    iya tuch… Situ Patenggang, Cimanggu, Ciwalini, Ranca Upas, Kawah Putih adalah tempat Wisata yang super ueeenak banget, udah udaranya dingin-dingin empuk, sejuk, tapi ada kolam air panasnya … wuiiiih.. segeeeer.

    Aku juga punya blog bagus tentang wisata alam yang lainnya….
    BANDUNG Paris van Java With Love: Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Dago Pakar – Goa Pakar)

  14. #14
    gravatar

    wuehhhh edan,,, keren banget pemandanganya!!

  15. #15
    gravatar

    makasih infonya, sangat membantu sekali, kebetulan teman saya ada yang mau menginap di daerah situ

  16. #16
    gravatar

    info yang manfaat dan makin lengkap dengan tambahan2 d koment :D..

  17. #17
    gravatar

    liburan yang menyenangkan :)

  18. #18
    gravatar

    masih ada yg terlewatkan kawah cibuni/kawah rengganis di daerah ciwidey,pasti blm ksana ya,di sana tempat nya ga kalah indah dengan yg lain

  19. #19
    gravatar

    jangan lupa di bandung barat ada curug malela yang tak kalah indahnya di banding tempat lain

  20. #20
    gravatar

    ane pernah ke kawah putih ma tangkuban sekali aja, dulu tahun 2000. gimana skrg ya?

  21. #21
    gravatar

    Pengen ke situ patenggang lagi #semangat

  22. #22
    gravatar

    nanya dong.. di situ patengan tuh kan airnya banyak ya,, saya suka penasaran, kenapa ga pernah liat ada yang berani brenang disitu ya? kalo saya lagi kesana, mau tanya2 kok takut, suasananya keren sekaligus misterius. Penasaran aslinya!! jawab yah…. ke email aja cukup. nuhun…

  23. #23
    gravatar

    artikel yang bagus…

  24. #24
    gravatar

    cable

    Jay adalah Yulian » Wisata Alam Bandung Selatan

  25. #25
    gravatar

    wisata honeymoon lombok

    Jay adalah Yulian » Wisata Alam Bandung Selatan

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.