Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Minggu, 26 Maret 2006M
25 Safar 1427H

Langit Kresna Hariadi (LKH) melalui penerbit Tiga Serangkai kembali meneruskan kisah Gajah Mada dengan judul Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara, setebal 508 halaman. Plus bonus sebuah gambar berukuran A2 berisi lanskap istana Majapahit.

Dalam pengantarnya LKH menuturkan dalam buku pertamanya ada beberapa kesalahan dan kecacatan yang cukup mengganggu yang bersifat menyimpang dari sejarah. LKH menulis kisah Gajah Mada dari catatan-catatan kitab Negarakertagama, Pararaton, prasasti Sukamrta, prasasti Balawi dan bukti sejarah lainnya.

“Bagaskara Manjer Kawuryan? Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yang semestinya terkubur bersama kematian Ra Tanca?” Gajah Mada meletupkan rasa penasarannya dalam hati. Sembilan tahun sejak pemberontakan Ra Kuti, baru diketahui orang yang berada di balik nama itu adalah Ra Tanca. Setelah Ra Tanca mati, kini tiba-tiba ada orang lain yang menggunakan nama itu. Pemahaman terhadap kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan sangat terbatas dan nyaris terkubur oleh waktu yang telah bergerak sembilan tahun lamanya. Namun, ternyata di luar sana, entah siapa, setidaknya ada orang yang tahu makna kata sandi itu. Di balik penampilannya yang aneh, menunggang kuda putih, mengenakan jubah berwarna putih, dan menyembunyikan wajah di balik topeng, orang itu mengetahui banyak hal, mengetahui adanya kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan.
– Sinopsis pada halaman sampul belakang buku Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Dalam buku pertamanya LKH kisah Gajah Mada diakhiri pada kejadian raja Majapahit Jayanegara (dulu Kalagemet) dibunuh dengan racun oleh Ra Tanca. Ra Tanca merupakan tabib mumpuni saat itu, hingga saat pemberontakan Ra Kuti berhasil ditumpas Gajah Mada hanya Ra Tanca yang menyerahkan diri, yang akhirnya setelah 9 tahun berkesempatan meneruskan pembalasan atas kematian kelompoknya langsung kepada Jayanegara.

Sampul buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi

Buku kedua Gajah Mada karya LKH ini diawali dengan kejadian hari saat Jayanegara dibunuh. Jayanegara adalah satu-satunya anak laki-laki Raden Wijaya dari istri kelimanya, yaitu Dara Petak. Mangkatnya Jayanegara membuat genting keadaan istana, terutama di pihak para ratu, yaitu Tribhuaneswari, Narendraduhita, Pradnya Paramita, Dyah Dewi Gayatri dan Dara Petak karena tidak ada lagi penerus laki-laki. Keadaan ini juga cukup membuat kalang kabut Gajah Mada dan bhayangkaranya.

Ternyata di hari-hari mangkatnya sang raja, di saat rembukan para ratu hendak memutuskan tahta istana jatuh kepada Sri Gitarja atau Dyah Wiyat, putri Raden Wijaya dari istri Dyah Dewi Gayatri terjadi hal-hal yang semakin genting, seperti pembunuhan dan keributan lain yang disimpulkan oleh Gajah Mada sebagai sebuah makar yang berakar dari sebuah konspirasi jangka panjang. Gajah Mada menemukan bahwa konspirasi tersebut masih terkait dengan pemberontakan Ra Kuti dan Ra Tanca dengan ditemukannya simbol ular membelit buah maja, pembunuhan dengan ular berbisa dan pembelotan-pembelotan beberapa anggota bhayangkara.

Sebelum Jayanegara dikremasi Sri Gitarja dan Dyah Wiyat dinikahkan dengan Cakradara dan Kudamerta. Pada saat upacara kremasi kembali terjadi huru-hara, Kudamerta nyaris terbunuh oleh lemparan pisau. Kondisi istana semakin kritis dengan kejadian tersebut hingga Gajah Mada meminta penundaan keputusan siapa yang akan naik tahta (Sri Gitarja atau Dyah Wiyat) hingga permasalahan politik yang ada dituntaskan.

Kondisi politik tersebut membawa kesimpulan bahwa suami sekar kedaton Sri Gitarja dan Dyah Wiyat yaitu Cakradara dan Kudamerta salah satu atau kedua-duanya memiliki ambisi naik tahta menjadi raja dengan menyingkirkan saingannya masing-masing.

Kejadian-kejadian penting terus berlangsung, pembunuhan, munculnya teka-teki, petunjuk-petunjuk, dan kejadian-kejadian lainnya membuat pusing Gajah Mada. Namun Gajah Mada dan kesatuan pasukan khusus bhayangkaranya perlahan-lahan memecahkan semua konspirasi perebutan tahta Majapahit tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan Ra Tanca meskipun ia sudah mati bersamaan dengan mangkatnya Jayanegara.

Sesuai catatan sejarah sejak kematian Jayanegara dibutuhkan waktu selama setahun untuk menunjuk siapa yang berhak menjadi ratu, dan atas saran Gajah Mada akhirnya Ratu Gayatri menunjuk kedua putrinya untuk memimpin negeri Majapahit.

Kisah yang ditulis oleh LKH menceritakan proses investigasi dan penyelesaian konspirasi yang terjadi antara ambisi Cakradara dan Kudamerta hingga lebih tuntas, termasuk keterlibatan Ra Tanca melalui petunjuk-petunjuk yang mengarah bahwa semua yang terjadi berkaitan dengan keahlian Ra Tanca. Apa saja teka-teki yang diselesaikan Gajah Mada? Tentunya banyak dan saling berkaitan, dan dalam buku tersebut LKH mengisahkan keahlian Gajah Mada sang Patih Daha dalam rentang waktu yang pendek (dalam beberapa hari sejak kematian Jayanegara) meskipun ditulis setebal 500 halaman lebih.

Benarkah aksi Ra Tanca (dan pendukungnya) hanya sampai Jayanegara terbunuh sedangkan Ra Tanca hanya meninggalkan seorang istri dan tidak punya pasukan? Siapakah yang meneruskan ambisi pemberontakan dengan simbol ular melilit buah maja tersebut?

Lebih baik baca saja bukunya!

Komentar

192 komentar untuk catatan 'Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara'

  1. #1
    gravatar

    mau nanya doang nih Jay.. kok mereka yg buat bukunya bisa tau sedetil itu ceritanya sih? ini fiksi? ato non fiksi? keren banget sih kalo emg beneran…:D

  2. #2
    gravatar

    tebel bgt mas? bpr seh harganya? pengen beli seh tp tek aya diut…….! mas dah beli ya? boleh minta bonus nya ga? buta di tempelin di kamar.

  3. #3
    gravatar

    wah udah jilid kedua ya…tebel juga tuh

  4. #4
    gravatar

    Jadi ingat almamater sahaya.

  5. #5
    gravatar

    dengerin dongeng na ajah sayahmah!

  6. #6
    gravatar

    Kepada Mas Jay, wah, saya merasa berterimakasih dan sangat terbatu dengan ruangan yang anda buat ini. Ketika buku kedua muncul dengan judul Singgasana namun tidak disetujui oleh penerbit dan lahirlah judul yang agak lebih panjang, Gajah Mada, bergelut dalam kemelut Asmara dan Angkara, tanggal ketika saya ketik tulisan ini (3 April 2006) saya langsung tancap gas menyelesaikan buku ke tiga, masih dengan judul Gajah Mada dan sub judul Hamukti Palapa dan sudah memasuki 400000 karakter dari sekitar satu juta yang saya rencanakan.
    Kalau otak saya tidak gosong, saya masih akan mengerjakan lagi episode yang lebih penting yaitu perang Bubat yang rupanya masih menjadi ganjalan hubungan antara orang Sunda dan Jawa. Ke depan saya harus riset ke Bandung, setelah itu? Mungkin prekuelnya lebih menarik untuk saya kerjakan.
    Mas Jay, terimakasih banyak ya, untuk Mas Mega terimakasih dorongannya, alhamdulillah untuk buku kedua ini dalam sebulan langsung masuk cetakan ke dua, amiiiin.

  7. #7
    gravatar

    #6: Terima kasih Mas Langit atas info dan rencana ke depan. Saya tunggu. Memahami sejarah jauh lebih menyenangkan dalam bentuk cerita yang mengalir.

  8. #8
    gravatar

    eh .. itu yang komen kang langit yang nulis bukunya ya?

  9. #9
    gravatar

    #6 wow… banyak orang hebat di blog ini yah?
    #7 the best blog ever met… buat yang pengen mbuka kacamata kuda:)

  10. #10
    gravatar

    alo, mas2 yang baik
    bisakah dikasih info tentang harga bukunya?
    per jilidnya dan dimana bisa mendapatkannya?
    saya tinggal di jogja
    terima kasih sebelumnya

  11. #11
    gravatar

    seandainya ini buku bisa di bikin pilm kaya pilm kingdom of heaven..kaya troy..kaya last samurai pasti keren banget..

  12. #12
    gravatar

    gajah mada bukan orang jawa..apalagi mongol…yang bener dia tuh orang thailand..siam….tapi whateperlah….mau darimana asalanya bodo amat…yang penting dia dan nunjukin bahwa hidup tuh ra sepenak e dewe…ada aturannya…klo emang mau jadi bangsa yang bener bangsa yang maju…hukum harus dijadiin nomer satu….

  13. #13
    gravatar

    Jay, aku butuh bantuan untuk riset gajahmada perang bubat, aku tak tahu bagaimana cara menghubungi kamu, plesae tolong kontak aku di 0271 6820854, aku akan ke bandung untuk penelitian, saat ini gajah mada 3 hamukti palapa sudah usai dan akan terbit agustus 2006 dan memasuki gajahmada 4 perang bubad yang akan terbit akhir tahun 2006. Aku juga minta ijin menyebut nama dan kegiatanmu di kata pengantar dan ucapan terimakasih di gajahmada 3, boleh kan?
    Plese help me, tolong kontak saya di nomor tersebut

  14. #14
    gravatar

    Yth Mas Jay

    masih banyak loh mas yang harus diungkap untuk belajar keluar dari masalah sekarang ini, mudah – mudahan orang sadar bahwa kadang kita lebih bodoh dari keledai yang selalu mengulang kesalahan yang itu – itu juga. Katanya mau maju ja belajar dari sejarah dongk!

  15. #15
    gravatar

    Ini cerita fiksi berdasarkan sejarah, ato fiksi aja?
    Bisa dijadiin patokan buat bikin referensi ga yah?

  16. #16
    gravatar

    Pak Jay, Pak Membreg dan rekan-rekan peminat sejarah,
    saya semester depan untuk pertamakalinya akan mengasuh matakuliah “sejarah sosial politik Indonesia”.

    Mohon masukan, apa 5 buku referensi yang paling penting, menarik dan obyektif untuk matakuliah tersebut?

    Terimakasih sebelumnya.

    Wassalam,
    sam

  17. #17
    gravatar

    buat mas langit kresna hariyadi…kalo anda baca komen saya, saya minta alamat email nya dong, karena saya ingin sharing dengan anda.saya salah satu pembaca fanatik novelnya sampeyan “Gajah Mada”, dan saya dapet info dari kerabat saya.katanya makam beliau (gajah mada) beserta punggawa setianya berada di daerah Lampung kalo tdk salah nama tempatnya ‘krui’..apa itu benar?kerabat saya melihat lansung makam tsb dan kata salah seorang arkeolog yang menemaninya dalam pencarian makam tsb memang ditemukan prasati bahwa itu dalah makam beliau..dan dia masih bisa menunjukkan tempatnya, soalnya setahu saya makam beliau sampai saat ini dianggap misterius…sebelumnya saya ucapkan terima kasih..saya tunggu karya2 anda selanjutnya(terutama saya sangat menantikan edisi perang Bubat yang sampai saat ini menjadi hal yang sensitif antara suku Jawa dan Sunda serta sisi Politis yang Gajah Mada perbuat ketika ia memutuskan untuk menngempur pasukan sunda di Desa Bubat..bukankah pasti ada sisi Politisnya?)

  18. #18
    gravatar

    Untuk “Jer basuki mawa beya” yang membutuhkan alamat email saya dan juga rekan-rekan yang lain silahkan saja kirim ke Langit_kresna_hariadi@yahoo.com atau silahkan kontak ke 0271 682xxxx. Insya Allah Agustus 2006 ini buku ker tiga dengan judul Gajah Mada Hamukti Palapa akan terbit dengan jumlah karakter lebih dari 1200.000 atau mungkin akan dua kali tebal Gajah Mada ke 2, sementara untuk Perang Bubat akan terbit bulan November 2006, di mana saat ini sedang saya kebut pembuatannya.

    Sementara untuk Jay, hai Jay, email yang kamu buat tidak bisa aku buka karena providernya sering ngadat, kapan kita ketemu lagi Jay, kita ke Gampoeng Aceh lagi? Datang ke Solo Jay, di sini banyak cewek cakep, tak bagus membujang terus!

    O ya, foto-foto itu dikirim ke mana? Aku gaptek bolgger Jay, aku tidak berhasil menemukan emailmu.
    Untuk siapa saja orang Sunda yang merasa dendam dengan orang Jawa karena perang Bubat, tunggu buku saya ke 4 ya, demikian pula untuk orang Jawa yang benci orang Sunda, baca Gajah Mada perang Bubat yang dikarang oleh…..olehmu ya Jay?

    Ha ha, salam semuanya, menjalin persatuan dan kesatuan

  19. #19
    gravatar

    terima kasih mas kresna udah bales komen saya…oke saya tunggu edisi selanjutnya.dan kalo ada orang perfilman yang baca buku ini, saya sangat berharap cerita ttg gajah mada bisa diangkat ke layar lebar sebagai satu film(atau Trilogi?) tentang sejarah dan action kolosal asli Indonesia..

  20. #20
    gravatar

    Untuk Mas Langit….
    saya baru baca buku pertamanya saja, sangat bagus……buku kedua baru baca sinopsisnya saja……itupun di toko buku bacanya ( hehehehehe….). Mas Langit, masih mau melanjutkan kisah Gajah Mada-nya sampai ke Perang Bubat ya? saya orang Bandung, jadi penasaran kenapa sampai terjadi Perang Bubat, walaupun disejarah telah disebutkan mengenai sebab musabab sampai terjadi Perang Bubat, namun nampaknya masih sangat belum lengkap alasan sampai Pajajaran dan Majapahit berperang hanya karena satu sebab…..untuk itu, versi dari Mas Langit saya tunggu…..
    maju terus Mas langit…..Salam!

  21. #21
    gravatar

    Bocorannya kira-kira begini, namanya juga fiktif jadi ya terserah gue dong. Kalian ingat kan dengan Titanic? Di film itu Kate Winslet yang sudah punya suami kesandung masalah cinta dengan Jack Dawson, jadi kira-kira mirip itulah. Dyah Pitaloka Citrasemi yang punya calon suami Hayam Wuruk sebenarnya sedang kasmaran dengan pemuda yang melukisnya, pelukis itu itu aku beri nama keren:Rishang Sanisscara Patriyawhura, pemuda yang sedang dibingungkan oleh keadaan dirinya. Ketika ia mengambil keputusan bulat sayang terlambat, Dyah Pitaloka terlanjur mati Maka mengamuklah Rishang Sanisscara Patriyawhura sejadi-jadinya, celakanya ia mati di tangan seseorang yang tidak terduga sekaligus sampai pintu gerbang yang menyebabkan ia lepas dari amnesia yang dialaminya, cuma sayang, anak panah telah terlanjur menembus dadanya. Lalu siapa orang yang melepas anak panah sampai tembus ke jantung pemuda yang punya kepandaian melukis itu, saya kasih bocoran, ia ayahnya sendiri.
    Ehh, kira-kira begitu ya Jay Sinopsisnya? Ha ha.

    Untuk semua teman, mohon doanya, semoga untuk buku saya ke empat Gajah Mada, Perang Bubat, saya bisa merayu Dyah Pitaloka, itu, si Oneng, untuk bisa memberi kata pengantar dan duduk semeja ketika diselenggarakan bedah bukunya.

    Menjalin persatuan dan kesatuan

  22. #22
    gravatar

    Jay, foto yang aku kirim udah diterima belon? tampilnya di mana?

  23. #23
    gravatar

    waaah…..!
    saatnya jaman keemasan majapahit diungkap kembali:D
    thanks and salut buat mas Langit Kresna hariadi atas perjuangannya dalam menciptakan buku ini. Terlapas dari ke-fiksian nya dalam menghidupkan
    “cerita”. Tapi setting-yg digambarkan (meskipun saya baru baca deskripsi sekilas saja) dalam cerita serasa membawa kita kembali ke zaman itu.
    Kalo boleh saya tau, apa di Gramedia sudah tersedia? and nomer ISBN nya berapa?
    maybe saya bisa “pasarkan” secara gethok tular ke rekan2 saya yg berada di “luar”.
    Sekali selamat buat anda dan julukan sebagai “Robert Langdon” nya Indonesia saya rasa cocok untuk disandang:)

    Regards,
    DeeDee
    kas.kusser@gmail.com

  24. #24
    gravatar

    Kalau perang bubat belum Dee, Agustus ini yang muncul Hamukti Palapa.
    Omong omong ini Dee dee yang mana sih? Yang penulis juga itu kan>

  25. #25
    gravatar

    Kalau mas LKH ngerelain novelnya dijadikan film, jangan dikasih sama sutradara dan produser indonesia, bakalan kayak yang udah-udah, cuma jadi film silat yang menjual sensualitas perempuan, hanya menonjolkan dada cewek dengan kemben ketat, silatnya juga silat murahan, malah kayak dragon ball, apalagi settingnya paling di cibubur. kali-kali aja national geographic ama hollywood tertarik ama nih film, relain aja mas, ga jual aset bangsa kok, malah bisa jadi promosi wisata nusantara, orang bule bisa ngerti di tanah jawa ada etnis yang bisa menyembunyikan kekuatan besar dibalik senyum manisnya….

  26. #26
    gravatar

    Wah…setelah berburu 2 bulan lebih, nitip ke temen2 di Jakarta, Surabaya dll, pesen ke Gramedia, ngubek-ngubek toko buku online, akhirnya 10 hari lalu dapet telpon Gramedia “mbak buku pesenannya udah datang, Gajah Mada (buku I)”
    Sayangnya dulu baca buku II duluan….lha kok ternyata asik banget, jadi terbirit-birit nyari buku I, eh…udah habis…bis…

    Buku I & II udah kelar sekarang udah gak sabar pengen nunggu buku III dst hehhehe….
    pokoke pak LKH kalo launch buku III kasih kabar ya…

  27. #27
    gravatar

    Mas Langit, kalau boleh usul tentang siapa kekasih Dyah Ayu Pitaloka Citaresmi dan siapa yang membunuhnya, sebaiknya sampeyan juga mengambil referensi dari novelnya Asmaraman Kho Ping Ho yang berjudul Satria Gunungkidul, agar sidang pembaca tidak kebingungan.
    Karena walaupun sebuah novel adalah ungkapan kreatifitas imajinasi (… dimana si pengarang sah-sah saja mengatakan bahwa arjuna itu anaknya werkudoro) tetapi kalau untuk satu cerita yang sudah terlanjur terpakemkan ternyata ada dua versi yang berseberangan, maka akan menurunkan greget si pembaca dalam menyelami dan menjiwai alur ceritanya.
    Hanya sekedar usul koq mas……. kalau bisa diterima.
    Kalau mas membutuhkan cerita karangan Kho Ping Ho tsb, saya bisa mengirimkannya dalam bentuk file.
    Wassalam
    roes_m@telkom.co.id

  28. #28
    gravatar

    Untuk Roes M, terimakasih sarannya namun saya terpaksa menolak karena saya tidak mau berada di bayang-bayang pengarang lain. Sungguh sebuah kekeliruan bila saya harus menggunakan sosok fiktif milik pengarang lain untuk karya saya. Sepanjang terkait dengan data kesejarahan, saya telah melakukn riset sampai ke Kawali, Bandung, Mojokerto, Singapura dan mewawancarai ratusan orang (sampai pusing kepala). Mohon maaf usulan anda terpaksa saya tolak lagian bukunya (GM 4 perang Bubat) juga sudah selesai saya tulis dan persiapan memasuki GM 5 dan 6. Sementara GM 3 Hamukti Palapa November ini beredar,
    Untuk Varianthy saya terharu dengan usaha keras anda. Kalau butuh invormasi kirim saja ke email saya yang saya cantumkan di Kata Pengantar GM 3. Sementara untuk informasi terkait dengan penerbit hubungi saja Tiga Serangkai 0271 714344. Untuk Bayu Andika, bagaimana kalau sutradaranya kamu saja dik? haha, soal film Mas Langit tidak ingin mimpi, seindah apapun mimpi, bangunnya pahit (maklum lupa sikat gigi) he he
    Untuk Jay Julian, Gajah Mada IV Perang Bubat akan aku kirim lewat email, tolong dibantu koreksi terkait literatur sundanya. Awas lho Jay, soal Ibu Dyah Pitaloka aku menggunakan nama Rara Linsing, kalau salah dan aku digugat pembaca, gantian kamu yang tak gantung, ha ha, salam semuanya.

  29. #29
    gravatar

    Salut buat bung langit, saya sudah beli dua buku anda dan menggugat dahsyat imajinasi saya yg masih mahasiswa yg ga ada baunya sejarah, buku 1 saya sungguh terkesima dengan sepak terjang dan kecerdasan bhayangkara, tapi ada satu ganjalan saya di buku 1, maaf jg ya, anda terlalu sering mendeskripsikan seorang karakter yang sama berkali-kali dan dengan bahasa yang sama(redundant), di buku ke 2 sudah mulai berkurang kesan seperti itu, saya sungguh gandrung dengan buku anda dan menanti buku ke 3 Hamukti Palapa, bukunya dikurangin donk harganya, dompet mahasiswa mepet nih, dulu pernah ada film kolosalnya bukan bung klo ga salah Kaca benggala ato apa gitu di TPI waktu ane masih zaman SD, satu lagi yg masih ane penasaran benarkah Gajah Mada bukan ornag Jawa?tetapi thailand punya?oh ya Lasem yg anda sebut daerah Rembang bukan bung?makasih banyak atas semua imajinasi majapahitnya, terus berkarya, sukses selalu

  30. #30
    gravatar

    Wah kok GHM III-nya mundur sih Pak LAngit…
    selama Agt ini saya sudah ‘matroli’ TB Gramned tiap hari nunggu GM III terbit… sampai kewaba eh kebawa-bawa ke mimpi2. Katanya AGustus kok jadi geser November sih Pak LKH?
    Strategi bisnis kali Yah… biar demam GM I dan II-nya molor panjang.. he he he
    Wah mesti nunggu 2-3 bulan lagi nih. Sing sabar ae rek…
    Pa LAngit Yth. mo nanya:

    1.Kira-kira di buku GM III ada ‘pengakuan dosa’ lagi gak spt di GM II?
    2.omong2 GM I udah ada versi e-books-nya belum Sih?

    Matur nuwun Pak … semoga GUsti Allah selalu memberi kesehatan buat Bapak agar bisa terus menghasilkan karya (Khususnya GM) yang semakin dahsyat.

  31. #31
    gravatar

    [...] Penerbit Tiga Serangkai setelah menerbitkan Gajah Mada dan Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara kembali akan meluncurkan Gajah Mada: Hamukti Palapa dalam bulan September ini. [...]

  32. #32
    gravatar

    Untuk Gajah Mada III Hamukti Palapa, mengenai itu silahkan lihat di blog milik Mas Jay. Sebenarnya pada posisi sekarang, pertengahan Agustus malah, Gajah Mada perang Bubad pun sudah selesai saya tulis dengan ketebalan buku kira-kira 3 Cm, jadi lebih tebal dari GM 1 dan GM 2.
    Soal pengakuan dosa yang disebut sahabat “30″ tak bosan-bosannya saya minta maaf apabila ada kesalahan riset. Maklum sumbernya ada banyak dan adakalanya saling bertentangan antara satu dengan lainnya.
    Untuk pertanyaan ke 2 akan saya salurkan ke penerbit. Rencananya GM 1 s/d 4 nanti ada yang versi hard cover, harganya entahlah, bukan wilayah saya sih.
    Pendek kata terimakasih banyak untuk semua komentar, jangan segan untuk mencaci maki saya, saya sediakan ruang di Langit_kresna_hariadi@yahoo.com lalu di Langitkresnahariadi@yahoo.co.id dan de_manyul@yahoo.co.id
    Selamat menikmati segala rasa penasaran. He he he

  33. #33
    gravatar

    ini 2 buku bagus karangan mas langit, cuma aku agak kawatir apa bener itu hayam wuruk anaknya gadjah mada hasil selingkuh dengan tribuana tungga dewi/kakaknya dyah wiyat….

  34. #34
    gravatar

    Mas langit itu uda mah namanya bagus, tulisannya bagus pula. Senang punya seseorang berbakat di Indonesia yang sangat peduli dengan sejarah. Saya salah satu fans berat buku Gajah Mada Mas Langit. Bukan fans-nya GajahMada loh. Soale, saya setengah jawa, setengah sunda. jadi di antara orang Jawa, saya ngebela kerajaan Sunda dan Dyah pitaloka, tapi di antara orang2 Sunda, saya ngebelain Gajah Mada dan terkadang nyalahin Hayam Wuruk…haha.
    Tiap kali ke toko buku, yang pertama saya cari itu ya buku gajah mada ketiga. Tapi sayang belum muncul2 juga. Sedih juga rasanya. Tapi memang buku2 fiksi semacam ini bagus untuk pemula seperti saya, yang seneng sekali sama sejarah, tapi bingung ke mana harus mencari sumber2 sejarah itu sendiri. Paling tidak bisa menghilangkan sedikit kehausan. Walaupun buruknya, pada akhirnya para pembaca pemula bingung untuk membedakan antara fiksi dengan fakta.

    Karena itu, untuk kembali mengobati dahaga yang kian terasa, saya mohon bantuan teman2 semua untuk membuka jalan baik berupa alamat blog, ato imel, ato apa saja yang memungkinkan saya untuk bertukar fikiran dan mendapat informasi tentang kesejarahan. Terimakasih.

    Jangan lupa juga untuk baca novel Dyah Pitaloka: Senja di langit majapahit. Saya beli di Palasari Bandung, tapi saya belum pernah liat buku ini di Gramedia

  35. #35
    gravatar

    Bravo… untuk mas langit. Saya sudah koleksi buku GM ke tiga2nya.. sampai bela-belain tiap hari telp ke Solo utk cek buku ke3 nya sdh beredar di jkt pa belum. Menurut saya dari ketiga buku yang sdh terbit, buku pertama paling menarik dan ceritanya focus di tokoh Gajah Mada. Buku kedua dan ketiga karakter gajah mada tdk begitu menonjol… tapi saya salut dan baru kali ini saya menemukan buku fiksi sejarah yang membuat org ketagihan untuk membaca dan membaca terus. Rencananya dibuat sampai berapa buku tentang gajah mada ini ???. Setelah perang bubat, judul selanjutnya ??? (boleh dong dpt bocoran…). Maju terus….

  36. #36
    gravatar

    [...] Kita pun tak kalah punya pujangga besar yang menelurkan sebuah epik yang sekaligus sebagai bukti sejarah, kitab Negarakretagama, karya Empu Prapanca. Sebuah kitab berisi kejayaan Nusantara dahulu hingga kebesaran Majapahit dalam bentuk pupuh. Terima kasih kepada Langit Kresna Hariadi yang membuat buku cerita Gajah Mada (jilid I, II, III dan IV) yang lebih mudah dibaca dan menyenangkan daripada membaca kitab Negarakretagama langsung. [...]

  37. #37
    gravatar

    Teman-teman semua saya harus minta maaf untuk yang terkait dengan bedah buku di Bandung sepertinya batal, untuk mas Jay, silahkan anda menunggu pemberitahuan dari Solo/Tiga Serangkai.
    Setelah Gajah Mada perang Bubad yang akan segera terbit tak berapa lama lagi, saya sedang menyiapkan Gajah Mada Madakaripura dan Gajah Mada Hamukti Muksa.
    Untuk Varianthy yang dari padang, hubungi saya di email, email ada di Kata Pengantar Gajah Mada III.

  38. #38
    gravatar

    Mas Langit, terimakasih berat atas tanggapannya terdahulu. Saya sudah beli Gm I & II, sedang nyari seri III di Bandung tapi belum dapet (… rekan cindelaras,… bisa beri info dimana aku harus nyari?)

    Saiki saya lagi kebingungan mencerna peristiwa bubat dari tiga sumber yang berlainan… (pertama: dari guru sejarah saya di SD/SMP Sleman Yogya, kedua: dari buku Ksatria Gunung Kidul-nya Asmaraman Kho Ping Ho, ketiga: buku Dyah Pitaloka ~ Senja di Langit Majapahit-nya Hernawan Aksan) dan mungkin nanti keempat dari bukunya Mas Langit ~ GMIV Perang Bubat; bukan motif dan kejadian perangnya yang sudah jelas (ga’ mungkin sang pengarang mengganti perangnya di Kroya bukan di Bubat), tetapi tentang tokoh2 diluar sejarah yang ada disekeliling Dyah Pitaloka yang memberikan warna dari isi cerita.

    Tapi gak pa-pa….., namanya juga baca buku cerita ….. isi dan gayanya tentu tergantung dari kepiawaian mengolah kata dan imajinasi sang pengarang.

    Terlepas dari itu semua…, saya senang dan puas membaca GM I II dan Novel / Roman2 Sejarah lainnya, teruskan mas Langit berkarya semoga sukses….; masih banyak kekayaan sejarah bangsa yang belum tergali yang mungkin akan menjadi sumber inspirasi n imajinasi yang tak akan pernah kering.

    Wassalam
    Roes_m

  39. #39
    gravatar

    Saya merasa jadi orang yg paling beruntung kayaknya…dapat 3 buku sekaligus, jadi kurang tidur selama 4 hari ini baca terus dan hanya satu yang ingin saya sampaikan buat mas Langit….you did a great great great job!!!! Semoga mas di karuniai panjang umur sehingga bisa melahirkan novel dengan historical approach…sehingga bangsa ini bisa paling tidak belajar dari apa yang telah dicapai leluhurnya. Insya Allah ya mas…Bagaskara Manjur Kawuryan…Rinenggo sajeroning karahayon.

  40. #40
    gravatar

    3 tahun mempelajari dan berprofesi di PASAR UANG & PASAR MODAL, sampai suatu hari ada teman yang meminjamkan buku GM (1) , ada semacam pencerahan yang membuat keranjingan. Terimakasih LKH dan teman – teman.

  41. #41
    gravatar

    Salut buat mas langit!!….
    Moga-moga bakalan jd kayak “Harry Potter”nya Indonesia. Saya udah baca 3 bukuny mas langit dan saya bener-bener exticed banget kl ada Gajah Mada The Movie. Tp Please yang ngerjain jgn orang indonesia y..
    Sayang bgt kl crita sebagus ini cm jd film yg “numpang lewat” doang..
    Satu lagi nich mas…saya jadi terinspirasi nama-nama tokoh di Gajah Mada buat nama anak sampai turun temurun nanti he..he..Keren abiss!!
    Saya tunggu bocorannya yang Gajahmada Madakarpura ya mas…

  42. #42
    gravatar

    Salut dan ajungan jempol buat Mas Langit .. !!

    Saya ini senang banget sama cerita yg berbau sejarah .. dan pas ketemu Buku Gajah Mada yg mas tulis saya sampe ketagihan untuk baca buku lanjutannya … Sangat brilian alur cerita yg disuguhkan sampe-sampe kita serasa kebawa kealam dan waktu saat kejadian di abad itu … bener-bener membawa larut dech baca bukunya …

    oh iya sampe-sampe saya ambil nama buat anak perempuan saya dari nama tokoh cerita yg ada di Gajah Mada yaitu Ardanareswari buat nama belakang anak saya … Nama anak ketiga saya jadi Citra Ayu Ardhanareswari …
    Sukses selalu buat Mas Langit … Moga-moga sih bisa di-film-kan cerita Mas.

    Oh ya saya tengah membaca buku ketiga Gajah Mada … dan saya tunggu cetia selanjutnya ttg perang bubat …

  43. #43
    gravatar

    Seseorang di Jakarta meminta ijin pada saya untuk menggunakan Sasadara Manjer Kawuryan sebagai anaknya, ehh, ini ada lagi korban saya. Well, boleh juga Ardhanareswari dipakai, silahkan.

  44. #44
    gravatar

    Senang sekali saya menemukan blog ini, setelah pencarian begitu lama dengan keyword gajah mada.

    Untuk bung langit, senang hati saya mendapati buku yang bercerita tentang tokoh sejarah bangsa yang dulu kala SD dihapal tahun dan kejadiannya untuk ulangan. namun sekarang memperjelas akan riwayat dan apa yang kira2 terjadi saat itu dalam novel anda. penjabaran yang dijelaskan walau dibumbui fiksi, saya yakin tetap berpijak akan sumber2 yang akurat.terbukti dengan usaha anda menggali dan terus mencari.

    Menumbuhkan kecintaan akan akar sejarah bangsa, terutama bagi generasi muda yang mungkin sekarang tidak perduli dengan apa yang terjadi dahulu,tokoh2 besar pemersatu bangsa.Saya ingat ketika dahulu SD meminta bapak saya untuk bercerita tentang gajah mada, namun beliau hanya menceritakan sedikit sekali yang membuat saya begitu penasaran. namun sedikit terobati ketika liburan, bapak saya mengajak saya mengunjungi beberapa tempat (yang mungkin) dahulu adalah benar letak kerajaan majapahit.

    Saya yakin tidak sedikit tua muda yang menyukai Gajah Mada terlebih setelah membaca novel bung langit. dan mungkin ingin sekali melakukan perjalanan untuk melihat sisa2 kebesaran kerajaan majapahit yang terdapat di jawa timur atau sisa2 negara jajahannya dulu di seluruh pulau jawa. mungkin anda bisa memfasilitasi para pencinta beliau dengan menampilkan peta peninggalan majapahit yang masih ada sekarang untuk bonus buku gajah mada selanjutnya seperti yang anda lakukan untuk buku 2 dan 3. syukur2 bisa dilakukan beramai2 para penggemar sehingga mempererat silaturahmi sekaligus berjumpa dengan anda bung langit.

    lanjutkan terus bung langit, bila seri gajah mada selesai, mungkin anda bisa memulai dengan tokoh sejarah yang lain. tidak hanya untuk para peminat novel saja namun juga untuk para generasi muda yang jemu akan membaca sejarah bangsa bila berupa hapalan saja, terlebih membuat orang tertarik akan mencari sumber2 sejarah penguat cerita.

    semoga anda selalu diberi kesehatan dalam terus menulis tentang sejarah ini dan selalu mempunyai banyak waktu. amin

  45. #45
    gravatar

    Mas LKH saya salah satu penggemar tulisan anda, khususnya serial Gajah Mada (I, II, III sdh sy beli) Sekarang nunggu serial ke IV, Gajah Mada : Perang Bubat yang belum terbit aja sdh banyak memunculkan komentar/opini yang “kontroversial” atas peran Gajah Mada, sampai-sampai ada seorang wartawan Jakarta yang mengusulkan untuk meneliti kembali peran Gajah Mada dalam sejarah Nusantara (memutar kembali jarum jam sejarah nih yee!). Kalau itu “benar”, kita ingat pepatah manusia itu tidak ada yang sempurna dari dulu sampai sekarang. Sejarah memberi pelajaran kepada kita, seharusnya “dendam sejarah” jika ada tidak harus dilestarikan. Sekali lagi “sejarah” adalah pelajaran bagi generasi penerus, jangan malahan menjadi sumber keretakan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa(hati-hati di era reformasi ini sepertinya kondisi demikian yang dibesar-besarkan?)
    Maju terus Mas LKH, saya tunggu serial Gajah Mada-nya s/d yang terakhir (Hamukti Muksa?) Tks.

  46. #46
    gravatar

    wah bagus juga isi novelnya.saya sudah beli 2 dari ketiga edisi terbitnya lho. kebetulan saya adalah pendengar setia sandiwara radio kolosal Tutur Tinular dan Mahkota Mayang Kara.
    Gaya Bahasanya mirip dengan bahasa yang dipake Adi Suhastra (klo g salah nama pembawa sandiwaranya adalah nama tersebut). Apakah LKH itu juga yang termasuk tokoh dalam pembuatan 2 sandiwara radio diatas …?
    Pertanyaan Lain : Nama-nama seperti ra yuyu, ra wedeng cs itu ada di 2 sandiwara diatas yg merupakan begundal ramapati yang pada novel disebut-sebut dg nama mahapati itu merupakan nama fiktif atau ada dalam kitab pararaton yach…?

    Thanks atas jawabanya!!!

  47. #47
    gravatar

    o iya lupa mas, titip salam kenal bwt mas langit yak….? ditunggu jawaban pertanyaan gw.

  48. #48
    gravatar

    Ra Kuti, Ra Yuyu, Ra Pangsa, Ra Wedeng, Ra Tanca, Ra Hendra he he he
    Emang saya dulu ikut nggabung di Sanggar Prathivi namun belakangan. Dengan Asdi Suhastra sempat ketemu bahkan ia mengisi narasi drama saya Sabda Pandita Ratu. Soal Ramapati itu bukan nama fiktif tetapi nama asli yang oleh para ahli diidentifikasi sebagai Dyah Halayuda, patih Majapahit sebelum Tadah setelah Nambi, ambisinya yang luar biasa diterjemahkan dengan memfitnah sana sini, dengan memfitnah Nambi, memfitnah Rangga Lawe, memfitnah Sora yang akhirnya membawanya ke jabatan Mahapatih. Namun ketika kedoknya terbongkar Mahapati dihukum mati.
    Demikian dik Rakrian Hendra, he he

  49. #49
    gravatar

    nama saya emang rahendra bukan nama fiktif -> rakrian hendra!!!
    tapi klo mo dipanggil rakriyan juga boleh.

    sebelumnya makacih bgt atas jawabanya mas langit!!!
    wah, novel-nya mantabbbb mas langit.
    setelah sandiwara radio tutur tinular n mahkota mayangkara saya jarang denger cerita2 sejarah, e pasa liat ada novel gajah mada langsung saja saja beli n g sia2 saya beli, rasanya bener2 terobati rasa kangen saya pada kisah2 majapahit dengan bajta novelnya mas langit.
    klo boleh tau biar dapet referensi2 tentang majapahit yg lengkap tu dimana yak???
    referensi dari risetnya mas langit bikin NGM (Novel Gajah Mada) ???

    Tenang mas, gw profesi bukan seorang penulis kaya mas langit, jadi ga bakal jadi saeinganya deh ehe…ehehe…ehe!!!

    terus berkarya mas langit, gw tunggu karya2 berikutnya…!!!!

    ——————
    Rakrian Hendra

  50. #50
    gravatar

    Mas Langit,

    Saya adalah salah satu penggemar dari Novel Seri Gajagmada yang anda buat. Sip banget….. Denger-denger, Seri IV ( Perang Bubat ) udah dibuat ya ? Kapan terbit?

    Mas, saya mo kasih masukan. Kalo bisa seri IV jangan Perang Bubat dulu. saya kira akan lebih sip kalo menceritakan tentang sepak terjang gajahmada dalam mewujudkan sumpah palapanya, tentang penaklukan pulau-pulau atau kerajaan-kerajaan di nusantara. Baru setelah itu seri V tentang perang bubat….

    Tapi… keliatannya usulan saya udah telah ya ?
    gak pa-pa…namanya juga usulan….yang pasti saya menunggu seri berikutnya.
    thanks.

  51. #51
    gravatar

    sebenere gw cari temen gw yang bernama citra sasadara dewi eh jadi tau deh sejarahnya

  52. #52
    gravatar

    salut buat fiksi sejarah yang cukup menohok ini, tapi perlu diingatkan jangan sampai menganggap imperium majapahit yang terhebat saat itu, karena masih ada imperium lain yang lebih hebat, tapi di kawasan regional asia timur dan tenggara, majapahit cukup diakui. Lagi pula ini kan cuma fiksi, karakter-karakter dari tokoh yang ada dan kejadian kecil mungkin hanya rekaan, namun untuk tokoh besar seperti Gajah Mada, Krtanegara, dan beberapa tokoh lain karakter tidak jauh berbeda dengan yang ada di karya mas Langit. Salut buat mas langit. Saya tunggu sampai buku yang memuat “sirna ilang kertaning bumi” dimana pernah saya dengar disitu ada karakter Sabda palon, Brawijaya V yang dikejar sampai Bali tahun 1478.

  53. #53
    gravatar

    Salam buat semua, para pecinta tokoh Gajdah mada se dunia, saya sangat kagum dengan kepahlawanan yang telah di lakukan baik benar atau salah yang penting keberadaan mbah gajdah mada sangat banyak memberi wahana keilmuwan dan motivasi dalam berbagai bidang, sampai-sampai ada perguruan tinggi yang memakainya.

    Shir prenatu adalah salah satu pengagum

  54. #54
    gravatar

    Salam kenal buat Mas Langit,
    Saya itu org jawa, jawa banget malah… saya suka sekali serial gajahmada termasuk supir dan babysitter saya juga ikut kranjingan baca serial itu, termasuk suami saya. Sayangnya suami saya orang ‘bule’. Dia suka sekali baca buku-buku cerita sejarah, makanya pada saat saya baca buku gajahmada, suami saya minta dicarikan versi inggris-nya. Setelah cari tanya sana sini ternyata belum di terjemahkan dalam bahasa inggris ya mas?

    Kalo saya boleh saran, banyak sekali temen-temen suami saya yg ‘bule’ itu suka baca buku sejarah, khususnya sejarah Indinesia. Tapi sayang, buku-buku karya pengarang Indonesia sangat jarang diterjemahkan dalam bhs inggris. Padahal kalo saya perhatikan banyak sekali karya penukis Indonesia yg nggak kalah menarik dari buku-buku keluaran luar negeri. Kalo seandainya buku gajahmada diterjemahkan dalam bhs inggris pasti akan sangat menarik org2 ‘bule’ itu untuk lbh mengetahui sejarah Indonesia. Itu cuma saran loh mas… mudah-mudahan bisa jadi bahan pertimbangan.

    Ngomong2 saya juga org Solo loh mas, kapan2 kalo saya sdg di Solo boleh mampir nggak nih? Sampun cekap semanten kemawon serat kulo. Matur nuwun.

  55. #55
    gravatar

    Untuk sekar kedaton, rasanya saya tahu siapa penjenengan, he he
    Njawabnya yang lebih lengkap lewat email saja ya

  56. #56
    gravatar

    Untuk Mas Langit,saya mau sumbang saran nih.Sebenernya alangkah lebih elok kalo mas gak nge-bocorin isi buku mas yang bakal terbit (Mas udah bocorin beberapa plot via media ini,dan juga ngebocorin draft-nya sekaligus kepada bung jay,pen). Karena, selain jadi mengurangi (or menghilangkan) element of surprise dari buku mas,juga tentu mengurangi rasa penasaran khalayak pembaca,.Padahal, justru rasa penasaran inilah yang merupakan kenikmatan tersendiri dari seorang pembaca dalam membaca sebuah buku lembar demi lembarnya hingga lembar terakhir tuntas dipelototi.Kalo tindakan ini terus mas lakukan,bisa jadi tanpa sadar mas tengah mem-”basi”-kan buku baru mas yang mau terbit (sebab,sapa yang jamin,misalnya : bung Jay yang sampeyan titipin or bung yang lain tanpa sengaja men-share ke sodaranya..trus ke mana2?)Saya membayangkan mas Langit seperti penulis buku Herry Potter yang selalu dengan manis melayani komunikasi yang intens dengan khalayak pembacanya, namun tetap nge-gemesin karena always misterius dengan isi buku lanjutan yang akan di release-nya.

  57. #57
    gravatar

    Pengumuman pengumuman, saya akan main ketoprak bersama Dirjen Migas, Basofi Sudirman dan lain-lain tanggal 2 Pebruari 2007 di TIM, nonton ya

  58. #58
    gravatar

    Jangan lupa beli tiket ya, langit kresna hariadi main ketoprak di TIM tanggal 2 Pebruari 2007, aku didapuk jadi Kebo Arema, patih Singasari.
    Ha ha ha, ayo buruan kontak TIM.

  59. #59
    gravatar

    Mantebh Oy..
    Saya mah baru baca ni buku..
    agak ketinggalan yah,
    tapi,
    salut… jago banget mas langit KH buat ni Novel, ampun dah..
    tapi jujur yah, dari 4 buku yang uda saya baca, gak enak kali baca yang tentang perang bubat.. sedih sangat ceritanya.. kasihan prabu hayam wuruk, kasihan Kerajaan Sunda Galuh..
    ni gara2 GajahMada ni!
    tapi yang pasti, Bagus Banget lah ni Buku..
    kapan yang berikutnya keluar mas??

  60. #60
    gravatar

    siapa pula kau langit mendung, horas bah, madakaripura sudah selesai, terbit Maret atau april

  61. #61
    gravatar

    Yth Mas Langit,
    Saya agak sementara waktu keluar dari peredaran jadi ketinggalan informasi, memangnya serial GM sudah yg keberapa? , tolong infonya mumpung saya lagi pulang ke bandung, Buku I ~ III sudah saya koleksi .
    Wassalam

  62. #62
    gravatar

    Gajah Mada sudah IV Perang Bubat, jangan malas, cari di Gramedia. Sementara itu GM V sudah selesai ditulis, setebal GM I, akan terbit Maret atau april.

  63. #63
    gravatar

    Mas Langit, Kok tau aku dari Medan?
    Mantebh jg ni mas langit..
    hehehe..
    bbuku kelima tu buku terahir ya mas langit?
    ceritanya sedih apa gak?
    gak macem yang di perang bubat kan?

  64. #64
    gravatar

    Salam untuk semua
    Lebih kurang 30 tahun yang lalu saya pernah baca serial Gajah Mada. yang kalau tidak salah hampir bersamaan dengan awal terbitnya serial Api di Bukit Menoreh setelah Nagasasra Sabuk Inten.
    Kalau tidak salah juga pengarangnya adalah Widi Widayat (?).
    Serial tersebut sangat mengasyikan sekali. Dimana Serial tersebut, juga serial yang lainnya, dibumbui dengan “filsafat hidup” dimana kita/pembaca banyak belajar daripadanya.
    Namun saya sudah lama mencarinya untuk dibaca kembali, tapi sampai hari ini belum berhasil mendapatkannya. Mungkin diantara para netter yang mempunyai minat yang sama, kalau kebetulan punya filenya tolong sya dikirim.
    Terima kasih

  65. #65
    gravatar

    Widi Widayat sudah almarhum sebelum SH Mintardja, pengarang Gajah Mada saat itu bukan Mbah Widi tetapi (mungkin Jakalelana, atau mirip mirip nama itu)

  66. #66
    gravatar

    Salam, Mas Langit, kita pernah kmnksi japri bbrp waktu lalu. Saya sempat ksh koreksi di beberapa halaman yang redundant dan salah sebut kudamerta. Sy baru balik dari KL urusan studi, tapi minggu lalu sy sudah beli yang Bubat di GM Depok. Saya baru baca bagian mnjelang akhir hingga penutup….soalnya istri saya terlanjur baca koleksi GM saya dari jilid I-II-III dan sekarang dia minta baca duluan. padahal saya cuma punya waktu luang sabtu dan minggu…
    Kesan pertama saya, daya jebak edisi ini tidak sekuat edisi perdana. Sy sangat kagum (karena berkali-kali terkecoh) saat membaca GM I dan II.
    Nah,..Mas..sekedar usul…ketokohan MG saat ini sedang panjenengan rekonstruksi. Nada nyir-nyir dari Sunda dan hiperbol dari Jatim tentu saja harus dibenahi…seperti apakah akhir kehidupan GM juga harus secara akurat dipotret……apa benar dia tidak menikah atau tidak punya keturunan, sementara di Kabuh Jombang ada sekeluarga (mistikus) yang diyakini masyarakat sebagai katurunan GM. Dari mana desa asalnya? di Kecamatan Kedungpring, selatan Babat, Lamongan ada desa Modo, di lalui kali Brantas….ini desa kelahiran atau desa yang terakhir yang dihadiahkan kepada GM?
    Ada cerita rakyat, GM dari desa MOdo Lamongan. Ketika Ronggolawe dari Tuban ke Krian, dia menemukan anak muda, kemudian dibawa ke ibukota…selanjutnya jadi patih….atau bisa jadi ini tanah bebas pajak dari Ayam Wuruk untuk istirahatan GM,tp di sini sudah saya datangi tidak ada petilasan GM…malah selain di Lampung, saya ketemu bekas pejabat dari Lombok,dia mengaku sering ziarah ke makam GM di Lombok…dlll. di Probolinggo ada tempat Mada Karipura, tempat GM bertapa…bisa jadi saat sepuh…GM bertapa, lalu moksa…
    Mas Langit, sebagai keturunan Sunda dan Jatim, saya mengagumi GM sekaligus rada gemana gitu,..terkesan raja tega…makanya…perasaan ini akan lega kalau dapat mengetahui ending kehidupan tokoh besar ini…apakah dia jadi biksu? atau sufi? oh ya, saat ke trowulan, apakah sempat melihat makam di trooloyo? makan pembesar majapahit dengan tulisan nisan arab pegon, ada tulisan sahadaat dan lambang kerajaan majapahit? dari sini, ada ulama sufi yang mengaku bertemu GM di alam arwah, bahwa GM itu Islam. Bisa jadi makam di troloyo benar, sebab saat itu di majapahit sudah banyak ulama dari campa yang mendekat, bahkan menjadi keluarga kerajaan, seperti sunan ampel…sebelum itu, abad XI M, di Sidayu Gresik ada makam Fatimah binti Maimun, berarti abad 13-an zaman GM, Islam sudah 200 tahun di Jatim…

    dlll, barang kali bisa disinggung dalam buku GM selanjutnya…

  67. #67
    gravatar

    Sayang sekali usulan anda saya terima ketika penulisan GM V Madakaripura telah selesai dan sekarang sedang persiapan cetak, maret mungkin terbit. Namun demikian apa yang penjenengan usulkan sangat saya perhatikan, karena saya masih punya rencana untuk menulis proklamasi Majapahit, atau berdirinya Majapahit yang tercatat terjadi pada tahun kartika masa pancadasi rong atus kang piyonsih.
    Terimakasih banyak, sementara itu untuk Jay Julian, aku tak bisa menemukan emailmu pada hal aku akan forward GM V, tolong hubungi aku di 08883368972 atau ke email.
    Ada titipan buku dari Tiga Serangkai yang harus saya kirim lewat pos, lhah alamatnya hilang.

  68. #68
    gravatar

    ok, thanks.
    saya menunggu buku berikutnya.
    sebenarnya kalo pengantar pada edisi bubat lalu by oneng, lebih menyentuh, mas!
    saya kebetulan tinggal berdekatan, di sekitar kukusan depok. kebetulan waktu kuliah di ui, dia kakak angkatan…pas OPT/mapras, dia yang mlonco sy. tapi sudah terbit..bagus juga by jay…cuma tidak kena ke perasaan…..

  69. #69
    gravatar

    Salam kenal, Mas Langit
    Saya Maya (ibu rum-tang), salah satu Fans buku Gajah Mada nya Mas Langit.
    Bae de weh, kapan tepatnya GM V diluncurkan (hari pertama).
    Kalo sudah pasti, tolong kabar2i ya. Mau langsung beli, hari pertama..

    pareng,
    Maya

  70. #70
    gravatar

    wah…novelnya apik buageet…

  71. #71
    gravatar

    Bt Pak Langit….
    Saya sangat ngefans banget dng buku Bapak, tp skrg saya baru baca ampe segi ke 3 hamukti palapa. Bt Bapak TOP BGT deh…. Sukses slalu

  72. #72
    gravatar

    Bt Mas Jay…
    Sya mau ngelink dng situs mas Jay bs ga??????????

  73. #73
    gravatar

    #72: Silakan.

  74. #74
    gravatar

    Untuk Bu Maya sabar ya Bu, mungkin Maret Gajah Mada lima sudah terbit kok, dilaunching di Solo dan mungkin di Jakarta. Terimakasih untuk berkenan menyediakan waktu, untuk Ryla juga terimakasih berkenan menjadikan Gajah Mada sebagai teman tidur.

  75. #75
    gravatar

    Mas tolong tuangkan kisah gajah mada dalam memegang kekuasan serta cara dan simtem penyatuan Nusantara

  76. #76
    gravatar

    bos apa bener Dara Petak dan Dara Jingga Dibawa ke Singosari????? kalo bener kasih saya beberapa reperensi!

  77. #77
    gravatar

    sebenarnya saya mau cari profil Gajah Mada. tapi pas dibuka ternyata isinya novel tentang Gajah Mada. ceritannya bagus tapi kok tau secara mendetail sih. mang bener ya. tapi itu ga jadi masalah. saya harap anda bisa memberikan informasi tantang Gajah Mada dan tolong dong kirimin ke email saya (deloners_tarore@yahoo.com). Ditunggu yah.

  78. #78
    gravatar

    Saya sudah tidak sabar nunggu “Hamukti Muksa: Madakasipura, Pak Langit (lucu nama Anda) tiap haru ke toko Buku gak ada. kapan tu

  79. #79
    gravatar

    Jadi Maret Gajah Mada V (madakaripura, Hamukti Muokasa) terbit ya? asyik, akan selalu ke toko ni, salam untuk Sdr. Langit, anda pengganti S.H. Mintarjo

  80. #80
    gravatar

    Pak Langit, tulis cerita tentang Kili Suci dong, tu anak raja Erlangga yang enggan jadi raja, tapi milih jadi pertapa di Pucangan, pasti asyik novel sampeyan. Saya tunggu lho. trim

  81. #81
    gravatar

    salam,
    Mas Langit…dalam GM Bubat ada sedikit ilmu-ilmu yang sempat dikuasai GM… kalau tidak salah, saat itu ada ilmu pancasona, rawarontek dll, termasuk sepi angin dll, dsb. akan sangat kaya sekali buku Bubat itu jika disinggung dunia ilmu kedigjayaan yang sempat berkembang pada zaman majapahit. Termasuk ilmu apa saja yang dikuasai pembesar macam GM. Dari tulisan jenengan, baru tergambar sedikit ilmu kedigjayaan GM, padahal pada masa itu, slah satu sumber power seseorang hingga mencapai posisi penting di pusat kekuasaan adalah tingkat ilmu kedigjaannya….

    bai de we, salah sangat menunggu email or sms jenengan saat peluncuran Madakaripura di Jakarta. Saya akan bawa teman2 ke acara itu……. (mahrusali@yahoo.com)

  82. #82
    gravatar

    Untuk PAk Kresna… Bukunya TOP deh, bayangin aja gue kebut 4 buku dalam 12 hari (Kebetulan belinya bareng 4 buku sekaligus, skr lagi nunggu buku ke 5 nih kok ga kuar2 yah??

    btw ada sedikit pengen tau nih, kenapa di setiap cover ada gambar burung elang (atau rajawali?) apa emang ada artinya? kalo ada boleh tau ga artinya?

    thanks

    Ciayoh!!

  83. #83
    gravatar

    di mana boleh ku dapat biodata pak langit kresna hariadi?harap dapat dibantu ya.terima kasih

  84. #84
    gravatar

    Wah saya terlambat mengetahui ada novel bagus. Jadi baru baca mulai Januari 2007. Saya mulai dengan Buku ke-3, baru buku ke-1 dan sekarang sedang ngebut membaca buku ke-2. Seperti disebut di awal buku, Mas Kresna ini ternyata penggemar SH Mintarjo. Jika menilik tahun lahirnya mas Kresna yang tahun 1959, dia berarti membaca “Nogososro Sabuk Inten” sejak SD.
    Saya lihat mas Kresna dalam banyak hal sudah melebihi Pak Mintarjo. Paling tidak mas Kresna menang riset, sehingga penyajiannya lebih akurat. Lalu dalam berbahasa Indonesia, Mas Kresna juga lebih baik. Namun ini tentu keunggulan yang wajar, karena Mas Kresna termasuk generasi yang sudah sadar EYD, sedangkan Pak Mintarjo generasi yang masih menggunakan Bahasa Indonesia gaya lama. Namun harus saya akui editing “Tiga Serangkai” bagus dan konsisten dalam ber-EYD. Ada kalimat Pak Mintarjo yang beberapa kali digunakan oleh mas Kresna, yakni “Dalam pada itu”.
    Namun di luar itu, mas Kresna cukup kaya kosa katanya. Banyak kosa kata menarik yang dia gunakan.
    Yang menarik, dalam menggambarkan kesaktian tokohnya, cara ungkap mas Kresna berbeda dengan SH Mintarjo. Kalau Pak Mintarjo, semakin tua seorang pendekar, semakin saktilah dia. Seolah-olah kodrat alami tidak berlaku bagi mereka. Ini bisa dilihat pada tokoh Kyai Gringsing, Tambak Wedi (pada “Api di Bukit Menoreh”), atau Kyai Pandan Alas, Pasingsingan (pada “Nogososro Sabun Inten). Selain itu semakin tinggi kedudukannya, semakin sakti juga. Misalnya, Sultan Hadiwijoyo tentu paling sakti di seantero Pajang. Atau Sultan Trenggono tentu paling sakti di Demak.
    Sedangkan mas Kresna lebih realistis dalam menggambarkan kesaktian tokoh-tokohnya. Kesaktian mereka juga tidak terlalu nggegirisi.

    Ada lagi gaya yang agak mirip dengan Pak Mintarjo, yakni dalam menyisipkan dialog orang-orang biasa di antara kisah para tokohnya. Untuk urusan ini, menurut pendapat saya, mas Kresna masih kurang oke. Sepertinya kok nggak mulus gitu lho masuknya.

    Tapi yang jelas saya salut sama mas Kresna. Lanjut terus dengan Gajah Madanya.

    Dalemmu nang ngendi mas nang Solone. Aku yen mulih nang Solo tak mampir. Aku yen mulih nang Jajar mas.
    Oke deh segitu dulu komentar panjang saya. matur nuwun

  85. #85
    gravatar

    Aloo mas Langit
    Aku lagi cari info tentang dyah Halayudha, tapi malah ketemu referensi GM. Aku mungkin salah 1 orang yang percaya GM bukan orang Jawa. GM jg ga wafat di Lombok, memang beliau dan Nala Segara pernah ke Lombok dalam ekspedisi penaklukan daerah Gurun (Selaparang, Lombok, Pejanggik, Gangga, Sembalun, Daha, Gagelang) yang kemudian menghadiahkan kitab Negara Kertagama kepada raja Selaparang (kerajaan paling besar dan berpengaruh di Gurun), terakhir kitab itu digunakan sebagai kitab acu ketatanegaraan bagi pranata kerajaan Cakranegara (Mataram Karang Asem). Kitab itu dirampas oleh Belanda setelah berhasil mengahancurkan puri Cakranegara dalam puputan Cakranegara . Aku pecinta sejarah, kita butuh keberanian untuk melihat sejarah apa adanya, bukan hitam putihnya, permusuhan dan kebencian yang tidak terlihat, bukan hanya orang sunda GM. Tapi juga Syailendra-Sanjaya ,tapi juga Syailendra dan keluarga raja Kutai setelah Sri jayasinga (raja kutai k 6). Ra Hyang Dapunta Syailendra adalah raja Kutai ke 6. Juga dikenal dengan nama Raden Suryalana atau Pangeran Parang Kuning. Kebabablasan sedikit, yang penting bagi bagi ilmu

  86. #86
    gravatar

    saya termasuk penggemar buku2 fiksi barat sebelumnya
    tetapi begitu mengenal Gajah Mada, saya jadi tergila-gila dengan sejarah Indonesia.
    pertama kali melihat Gajah Mada, di Gramedia bulan Desember 06.
    niatnya sih mo beli novel barat, tapi begitu ngeliat Gajah Mada entah kenapa jadi tertarik banget. karena penasaran akhirnya saya mutusin beli Gajah Mada, novel Baratnya ga jadi kebeli.
    berhubung masih mahasiswa, jadi beli bukunya ga bisa langsung semua :D
    beli jilid I, saking penasarannya gimana akhir dari jilid I, buku sehari dibaca langsung habis!!!
    yang kepikiran pertama, keren nih buku, bikin gregetan kayak Lord Of The ring.
    sekarang dah kebeli semua bukunya, puas banget, tapi ada kelanjutannya toh?
    Maret ini kapan terbit???
    jadi ga sabar nih

    jadi penasaran juga gimana Gajah Mada pas waktu masih kecil, orang tuanya kayak apa,
    gimana klo Pak Langit bikin cerita the beginning of Gajah Mada?

    adain juga dong acara bedah buku Gajah MAda di Semarang

    matur nuwun :)

  87. #87
    gravatar

    Untuk Dirawan, saya harus mengkoreksi bahwa tak mungkin Gajah Mada menyerahkan Negara kertagame ke Raja Selaparang. Ketika Negarakertagama disusun (aslinya Desa Wernana) Gajah Mada sudah mati meski pengarangnya hidup sezaman dengan GM. Prapanca (Nadendra, Winada) menuntaskan penulisan Negarakertagama setelah ia dicopot jabatannya dari Darmadyaksa Kasogatan. Kitab itu sendiri dikarang ketika Prapanca mengasingkan diri di sebuah daerah yang terpencil. Sebagai kitab pujian, Desa Wernana bahkan tak pernah dibaca oleh Hayam Wuruk. Kitab itu ditemukan kembali di Griya Carik Sideman dan beberapa turunannya. Negarakertagama yang berada di Belanda telah dikembalikan melalui kunjungan Suharto ke Belanda.
    Untuk Kiki Gajah Mada V, pasti april. Setelah itu, tunggu candi Murca. Siapa ingin bikin blog untuk Candi Murca, hubungi De_manyul@yahoo.com

  88. #88
    gravatar

    Teman-teman saya butuh bantuan. Bulan Juli 2007 yang akan datang saya akan merilis buku baru dengan judul Candi yang hilang. Sebelum itu saya justru ingin mendapatkan opini dan komentar. Kepada anda yang berminat (berarti berkesempatan membaca naskah aslinya sebelum diterbitkan) hubungi saya di email yang saya sediakan khusus untuk itu yaitu candimurca@yahoo.co.id dengan syarat, setelah anda baca, anda harus mengomentari di ruang baca milik anda, bisa blog bisa multiply terserah, yang belum punya, ya bikin dong seperti milik Jay ini. Komentar anda itu nantinya akan saya kutip dan saya muat di halaman khusus, atau bahkan bisa di kata pengantar. Awas jangan kirim ke email saya yang lain agar jangan tumpang tindih.

  89. #89
    gravatar

    makasih Jay.. akhirnya kadang aku intens ikutin blognya. apalagi setelah ada bahasan GM-Nya Om langit. buat Om Langit.. masih inget nggak ma aku.. kita satu almamater di Solo.. seperti janjiku kalo gajah mada terbit aku akan beli.. dan aku udah beli sampe Perang Bubat! jujur nig gue.. dari sekian tulisan Mas Langit baru gajah mada ini bisa buat aku greget banget.. ternyataaa… nggak kalah euy sama arus baliknya Pramoedya ..!!! proficiat.. ntar kalo sampe seri 10 pun aku bakal jabanin.. met ketemu di SOlo lagiii.. bye.. ( YY )

  90. #90
    gravatar

    makasih nas Langit u infonya . Seingatku kitab negara kertagama , merupakan salah 1 harta pampasan dari puri Cakranegara , kemudian di bawa ke Belanda .

  91. #91
    gravatar

    Kalo tidak salah, kitab negara kertagama juga ada di Griya Buddhakeling, Karangasem, sempat dipamerkan kepada publik sekitar bulan september lalu, ketika ada gerebeg aksara di Bali. Apakah ini adalah kitab yang sama dengan yang dirampas belanda…? ato yang berbeda…?

    Ato mungkinkah bahwa kitab ini merupakan buku panduan politik (ato apalah namanya) yang diberikan kepada negara-negara bawahan Majapahit… Entahlah…

  92. #92
    gravatar

    Begini, bahwa kitab Negarakertagama itu asalnya hanya satu, ditulis di bilah bambu (diraut ditipiskan) yang tentu tak bisa berumur panjang. Usia 100 tahun pasti lapuk, oleh karena itu dibuatlah turunannya beberapa sekaligus. Kalau sekarang ada mesin foto kopi, kesulitan macam itu tak perlu terjadi.
    Karena ada pihak yang menulis ulang, karenanya amat mungkin terjadi perubahan atau tambahan yang diberikan oleh sang penulis ulang. Itulah sebabnya negara kertagama satu dengan yang lain ada yang berbeda. Purbacaraka bahkan meyakini, pupuh terakhir dari Negarakertagama telah dipalsukan.
    Negarakertagama diboyong ke Belanda namun 1978 oleh Ratu Yuliana dikembalikan kepada Suharto ketika beliau berkunjung ke belanda.
    Semoga bermanfaat.

  93. #93
    gravatar

    jadi… kapan keluar jilid V-nya… ini besok udah april niii, ra sabar nunggu terbite je kang

  94. #94
    gravatar

    Gajah Mada V sudah ada di Jakarta, coba hubungi Gramedia Matraman dan Pondok Indah, dua gramedia itu paling serakah dalam order, Insya Allah ada

  95. #95
    gravatar

    mas langit, awal april saya nyambangi Gramed Depok (depan UI, jalan Margonda Raya) ternyata GAMA V belum ada. Oh ya, dalam buku Slamet Mulyana, tertulis nagaraKREtagama bukan KERtagama…

    yang ken anggrok gemana masss…soal ken dedes yang katanya mencorong vaginanya itu bener yaa? kalo di buku sejarah SD disebut betis yang bersinar, di buku mahasiswa paha……..sekarang sudah ada yang berani menulis Ken Arok melihat sinar keluar dari vagina Ken Dedes…….logikanya mas, koyooe sinar itu keluar dari vagina yang diyakini akan melahirkan raja-raja jawa…….bukan lahir dari betis kan?

    dll dsb

  96. #96
    gravatar

    Soal ada cahaya keluar dari betis itu kan kata Pararaton di mana pengarangnya lebih ke Hindu, Ken Arok menurut Pararaton bahkan merupakan penjilmaan Syiwa. Soal cahaya keluar dari betis apalagi vagina (maaf) dua duanya sama-sama tidak masuk akal. Masak ada cahaya keluar dari sana, emang senter, emang bohlam, he he, nggaklah. Itu kan hanya imajinasi penulis Pararaton, atau penggambaran nafsu Ken Arok melihat betis, betis mulus dianggap bercahaya.
    Alamak

  97. #97
    gravatar

    Teman-teman, saya punya website baru namun masih belum selesai pengerjaannya, untuk melihat seperti apa cover Candimurca, coba berkunjung ke http://www.langitkresnahariadi.com
    Untuk tampil sempurna, butuh waktu kira-kira sebulan.

  98. #98
    gravatar

    saya mo tanya tentang si ken angrok. sorry rada melenceng
    apa betul cerita tentang dia ada or dibukukan di jaman mojapahit?

    kalo memang mas jay mo buat buku candi yang hilang,salut deh
    kebetulan saya tinggal di trowulan jadi sering ngomong2 dengan
    para penjaga candi or ahli arkeology,menurut keterangan mereka
    berdasarkan penelitian mc pointm diantara candi brahu dan gentong
    ada satu candi lumayan besar yg hilang entah kemana.dan terakhir aku kesana sedang diadakan penelitian di candi gentong

  99. #99
    gravatar

    #98: Bukan saya yang mau bikin buku, tapi Pak Langit.

  100. #100
    gravatar

    assalamualaikum wr.wb.
    salam sejahtera
    saya sudah membaca beberapa dari isi yang ada di buku tersebut. hanya saja yang sangat disayangkan adalah isi dari buku yang mengupas tentang gajah mada adalah tidak sebenarnya terjadi pada waktu itu. saya berkesimpulan bahwa mas pengarang hanya mereka-reka saja meskipun mempunyai beberapa referensi (untuk mendramatisir cerita agar lebih menarik)yang artinya mas pengarang mengarang buku tersebut dengan berat sebelah. saya sebagai orang yang mempunyai darah keturunan jawa berpendapat demikian ; saya setuju apabila gajah mada dapat mempersatukan nusantara. tetapi siapakah gajah mada sebenarnya adalah suatu hal tidak kalah penting. di buku ini gajah mada identik dengan orang yang baik, mengutamakan kepentingan umum dan sebagainya. berlaku hukum di dunia ini entah itu untuk gelar fir’aun, napoleon, hitler atau bahkan bush junior, bahwa untuk memperkenalkan dirinya kepada dunia, untuk menguasai sebuah daerah di perlukan suatu kerja keras. apakah dengan kebaikan mereka akan tunduk? saya rasa tidak. nah, gajah mada yang merupakan mahapatih dari kerajaan yang anda sebutkan itu merupakan manusia yang memiliki keinginan yang bulat, bertekad kuat(berambisi). untuk mempersatukan nusantara tentunya gajah mada harus menundukan penguasa sebelumnya entah dengan damai, kalau tidak bisa damai tentunya dengan cara kekerasan yang mewajibkan pembayaran pajak disetorkan ke pemerintah majapahit. mengapa gajah mada mempersatukan nusantara? kejadian yang dialami pada waktu perang bubatlah yang membuat gajah mada seperti itu. jiwa gajah mada yang ambisius yang mengatakan bahwa orang jawa adalah orang yang lebih sempurna dari suku yang lain membuat dia tidak mau dipecundangi oleh pasukan dari bapaknya si pitaloka itu. akhirnya dia membunuh semua pasukan kerajaan sunda termasuk si pitaloka itu, jadi saya analisa tidak benar bahwa si pitaloka itu bunuh diri. karena apa? karena dia takut mati dan dia akan menjadi isteri dari rajanya gajah mada. lalu siapakah yang membunuhnya? gajah mada. ya, gajah madalah yang membunuhnya. lalu dia berpesan kepada prajuritnya agar dapat merahasiakannya dan mengekspos bahwa si pitaloka itu mati bunuh diri. tetapi prajurit juga manusia, yang juga berambisi naik pangkat. sang raja majapahit mendengar dari kabar burung yaitu pitaloka mati di bunuh oleh gajah mada. tentunya sang raja marah dong? tetapi apa mau di kata; gajah mada senior, badannya hitam dan besar, mukanya menyeramkan. pemerintah majapahit ingin memberikan hukuman kepada gajah mada dengan cara halus karena memang semua prajurit segan dengan gajah mada. pemerintah mewajibkan gajah mada untuk menebus dosa-dosanya dengan cara menaklukan seluruh daerah dan mewajibkan daerah tersebut memberikan pajak kepada pemerintah majapahit. di dalam benak petinggi-petinggi kerajaan majapahit ; pasti di lakukan dengan kekerasan karena sudah ada penguasa yang berkuasa sebelumnya dan meskipun menang terus, lambat laun gajah mada pasti akan menemui ajalnya di medan pertempuran. dan saya berkeyakinan bahwa gajah mada meninggal di daerah sumatera dalam perangnya melawan orang-orang muslim yang bersemangat jihad. demikian yang saya sampaikan melalui analisa dan keyakinan saya. semoga sejarah yang pernah kita pelajari di sekolah-sekolah memang benar faktanya. terimakasih untuk semua.
    salam sejahtera.
    wassalamualaikum wr.wb.

  101. #101
    gravatar

    Salam,
    Di Gramedia Depok sudah ada, sebagian sdh saya baca, gantian sama istri. Nah pada bagian GM ketemu penduduk muslim, dengar azan dll, ada referensinya gak Mas Langit? aku pengen baca sekelumit saja keterangan yang menjelaskan perjumpaan Gajahmada dengan Islam…….soal yang manjer kawuryan dari vagina ardanaprameswari,,,bisa jadi bener…tidak semua orang bisa melihat aura, kegaiban, tanda2 dlll…..jangan2 memang ada sinar memancar dari vaginanya kendedes, terpantul dari betis atau pahanya…… Mas, Cover BK Ken Arok yg di website? koq spt bentuk borobudur zaman syailender (mtaram hindu, tp candinya budha..) bukankah Ken Anggrok itu jauh setelah itu, setelah Empu Sendok ke Kediri, setelah Kediri jatuh…lalu bangun Singasari….tidak kontekstual jadinya mass…latar sosial dan latar tempatnya harus sesuai..yaaa setidaknya bikin jenis candi sept di jatim yang ke hindu-hinduann gttt…..

  102. #102
    gravatar

    kereeennn… ditunggu buku2 selanjunnya…

  103. #103
    gravatar

    Untuk teman-teman yang ingin membaca naskah asli candi murca, syaratnya hanya satu, tinggalkan jejak di candimurca@yahoo.com
    Setelah itu kirim sms ke saya di 08883368972 untuk mendapatkan passwordnya yang akan saya kirim seketika yang bisa digunakan masuk ke naskah_asli_candimurca@yahoo.com
    Cara ini saya tempuh karena pengiriman serentak ada banyak yang gagal. Lagian lebih praktis.
    Tolong jangan menghapus, jangan mengubah password

  104. #104
    gravatar

    Gajah mada V kok blom ada di medan, udah bolak balik ke gramedia nee…..
    tolong donk….. cepatan nyampe di medan mas langit…….

  105. #105
    gravatar

    Pak Langit,

    Bukunya keren, terlepas dari Gajah Mada adalah icon Nasional kita.
    Bagaimanapun buku ini adalah fiksi, walaupun ada sejarah didalamnya.
    Kita tetap harus melihatnya sebagai fiksi, jangan menghakimi isinya.

    Tapi jadi gak ada yg ditunggu lagi deh.
    Info ya pak kalo bikin buku baru.

  106. #106
    gravatar

    Wah ternyata saya juga telat tahu ada buku bagus nih.
    Sebelumnya waktu ke gramed yang di pandanaran semarang
    sama istri, niatnya mau lihat2 novel yang
    baru, eh pas lihat ada gajah mada, waktu itu yang ada
    sudah sampai yang seri perang bubat, jadi pingin baca.
    jadilah beli seri pertama …

    Membacanya cukup mengasyikkan sampai seharian, untungnya
    pas hari minggu. hehe.

    terus akhirnya coba search di internet dengan keyword
    gajah mada, langit kresna hariadi di google, ketemunya
    blog punya jay ini. dan ternyata sudah berumur lama ya
    wah memang bener2 telat ..

    pak saya juga nyoba ngirim ke candimurca@yahoo.com kok
    failed ya .. maksudnya nuruti saran ‘ninggalkan jejak’
    tapi ya sudah saya sms saja pingin baca naskah aslinya
    candi murca.

    Anyway selamat berkarya dan terus berkarya ya Pak!

  107. #107
    gravatar

    kenalan dulu ya…..he…he..
    mas kami bisa minta tolong….
    kami bisa minta gambar kapal yang di pake patih gajahmada waktu mempersatukan nusantara….kalo ada tolong kirim ke mail kami ya…ASAP….
    ndak ngerepotin kan….please…

    creative staff
    dimas

  108. #108
    gravatar

    Salam hangat mas Langit
    Untuk sementara memang yang saya tau istilah2 ketata negaraan atau militer zaman baheula memang banyak dari cerita GM ini, terima kasih mas…
    Memang luar biasa dedikasi sampeyan untuk melestarikan iconnya nusantara.
    Mas saya tunggu karangan berikutnya, entah kerajaan dari jawa, kutai, sumatra terserah lah yang penting buat saya, saya bisa cerita ke anak2 saya zaman dulu memang benar2 ada kerajaan yang hebat di Indonesia ini..
    Maju terus pak..

  109. #109
    gravatar

    Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
    . BCA 2000282670
    . BRI 0021-01-044348-50-5
    . BNI46 0125721771
    . MANDIRI 143-00-0497600-5
    atas nama Suwandono SE, lebih jelasnya masuk ke http://www.langitkresnahariadi.com klik Panduan

  110. #110
    gravatar

    Halo mas Langit..semoga sehat dan sukses terus ya.

    Mengenai novel GM..sudah saya perhatikan beberapa kali waktu ke toko buku, tapi baru sempat dan tergerak utk membeli br 3 hari lalu. tokoh GM ini adalah satu2nya tokoh idola saya sejak saya kecil sampai sekarang dan kebanggaan saya terhadap majapahit yg bisa membuat saya masih mempunyai rasa nasionalisme dgn bangsa Indonesia.

    saya jadi ingat beberapa kali saya bertemu dgn teman2 dr negara ASEAN…s’pore,M’sia,thailand n vietnam..dan komentyar mereka ttg negara kita yg membuat saya bangga adalah, mereka sangat mengagumi sepak terjang MAJAPAHIT dan salah satu tokoh yang terlibat di masa itu yaitu GM, dan satu hal lagi mereka tidak mengklaim bhw GM berasal dr luar majapahit…bahkan teman saya dr Thailand pun mengatakan tidak ada dlm sejarah traditonal thailand yg menyinggung GM berasal dr siam.

    Banyak kontroversi ttg asal muasal GM dan juga dengan reputasi majapahit yg fenomenal, tetapi menurut saya itu adalah tanggapan dr pihnak2 yg tidak bisa berjiwa besar melihat keunggulan orang lain dan kelemahan diri sendiri. Mengenai reka wajah GM saya yakin itu bukan wajah aslinya, mungkin saja rekaan tsb mirip dengan tokoh muh.yamin.. dan juga dari informasi yg saya terima dan gali dari lingkungan saya ( saya mempunyai darah Majapahit ) bahwa pada jaman dahulu seseorang yang diangkat menjadi kesatria ( pejabat kerajaan ) selain harus mempunyai skill yg tinggi baik kesaktian dan kemampuan berpikir,juga biasanya mempunyai paras yg bagus ( saat ini profil wajah GM tidak menggambarkan kriteria tsb, krn terkesan ganas dan brutal ). kemudian menanggapi pendapat bhw GM berasal dr mongol, sy kira yg berpendapat spt itu di dasarkan kpd bentuk profil wajah yg ada sekarang, muka lebar,alis ke atas dan pipi tembem…( sedangkan profil yg sekarang sgt diragukan merupakan wajah asli GM , dan juga sejauh ini menurut saya tdk ada bukti bahwa GM berasal dr luar majapahit, baik itu berupa adat istiadat dan perilaku yg dia bawa, biasanya pendatang baru akan selalu menerapkan kebiasaan di tanah asal walaupun cuma sedikit dan juga utk seorang pejabat setingkat mahapatih GM, sudah tentu jalan hidup dan karirnya sdh menjadi perhatian orang pada zamannya, dan biasanya akan ada tulisan2 mengenai siapa beliau,tindak tanduknya dsb.

  111. #111
    gravatar

    Mas, saya suka bgt dengan buku gajah madanya. rasanya ikut menyelami dan berada dalam waktu dan jaman tersebut. Ini ada request agak aneh mungkin, tapi boleh donk bikin tulisan mengenai the other side of Raja Wijaya dan Sri Rajapatni Dyah Dewi Gayatri, something about their love story. Karna kalo nggak salah mereka itu cinta pertama biarpun Raja Wijaya menikahi empat kakak beradik Gayatri. Mohon maaf jika salah, mungkin kalau ma Langit regresi ke masa lampau bisa buka pintu cinta kasih Raja Wijaya dengan Ratu Gayatri. Makasih banyak mas Langit. Salam Damai.

  112. #112
    gravatar

    Mas Jay ini siapa sih? Jay Soebiyakto ya,
    kalao iya, salam kenal aja dech mas.

    Sebenarnya saya ndak tahu sama siapa mau omong, tapi mungkin mas Jay atau siapapun yang peduli dengan Martabat negeri ini, saya mau usul,
    Gimana kalao mas Jay memprakarsai buat film kolosal Gajah Mada, tapi bukan untuk profit oriented,kerjasamanya dengan komunitas yang bener-bener peduli dengan arti” Membangun Karakter Bangsa ke Depan ” agar lebih disegani bangsa-bangsa lain dan meningkatkan bargaining position kita di mata bangsa lain,

    artis-artisnya representatif dengan wajah-wajah jaman dulu, lugas dan berkarakter
    tidak harus cantik atau tampan, kayak Filmnya Mell Gibson itu lo, kalau gak salah judulnya Epocalyptus yang menggambarkan kehidupan bangsa maya, kayaknya suasana & actingnya realistis banget, saya sampai sempet mikir kok orang primitif bisa acting bagus ya he..he.., kaya bukan lagi nonton film

    Sebenarnya kita juga punya banyak icon tokoh yang bisa dibanggakan, hanya kurang maksimal digarap, agar bisa mendunia
    Saya kagum sama JET LE dan artis2 china yang lain, bukan hanya karena aktingnya saja yang bagus tapi, tapi eksistensi mereka sangat kuat membangun rasa percaya diri bangsanya di mata dunia, melalui film.
    saya jadi iri dengan mereka karena mampu menjadi inspirator rasa percaya diri bangsanya

    gampangnya kalau amerika bisa ngibul dengan Rambo dan supermannya, china dengan Wong Fei Hung yang saya pernah lihat rumahnya yang diabadikan di Foshan, saya jadi mikir dari kampung seperti itu bisa lahir tokoh mendunia,

    padahal kita juga banyak tokoh hebat tapi kita kurang kemauan u bisa mengolahnya

    Tolong Ya Mas!

    Jepang juga membangun rasa percaya dirinya dengan merasa keturunan dewa matahari jadi sangat PD jiwa expansinya, dan berani menyerang amerika, meskipun kalah, itu harga yang harus ditebus untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak cucu bangsanya agar punya nyali besar

    Kita ini keturunan apa ya ? he he Dewa Semar kali ye

    TQ mas !

  113. #113
    gravatar

    syukurlah akhirnya saya menemukan blog ini……
    Saluuut banget buat mas langit…..
    saya salah satu penggemar dari sekian bayak orang yang tergila-gila dengan karya mas langit, meskipun saya terlambat bangt…:)
    Klo udah baca Gajah Mada sampai lupa waktu…. sampai tmen-tmen klo ngeliat saya baca GM slalu bertanya…”Baca apaan Loe…? aaallllaaah… loe pasti perang lagi ama Gajah Mada ye…” saya mendengar itu tersenyum aja. tp bener tulisan mas langit bikin ketagihan… sayangkan klo baca sambil nyambi apa-apa…
    tapi saya ada pertanyaan Gajah Mada itu keturunan dari siapa? nama orang tuanya siapa?
    thanks

  114. #114
    gravatar

    Buku bagus tapi harganya mbok dibikin murah biar semua orang indonesia dapat baca. gali terus sumber sejarah kita. sriwijaya misalnya. atau medang, singasari, daha, kediri, matarm hindu. Coba you brani nggak bikin cerita dengan setting penyerbuan demak ke majapahit ? coba kupas apa artinya ajian petak buta, kalamunyeng, tawon gung, kutang antrakusuma, ajian tikus putih milik sunan kudus. benarkah semua agama yang masuk ke negeri kita itu dijalankan dengan politik lembah manah adhem ayem dan babar pisan tanpa paksaan atau pertumpahan darah. coba gali bukti-buktinya bung. Jangan-jangan kita emang takut membuka kedok kita sendiri alias mung onani mangewi sako, baik tidak baik barat timur lelepo, ibu kita kartini mangewi sako….

  115. #115
    gravatar

    slam knal mas jay,terima kasih banyak atas karyanya,yang sangat bermanfaat…!saya mahasiswa komunikasi umm
    sudah sejak lama mencari refrensi untuk membuat skenario film kolosal sejarah nusantara,tp sulit mendapat dukungan maupun refrensi kebanyakan data yang kami dapatkan kurang valid,tidak banyak yang masih peduli dengan sejarah negri ini,saya berharap melalui media film kita bisa mgembalikan martabat negri ini,banyak yang ingin saya tanyakan saya berharap ada sebuah forum disini..,apa ada alamat email ato no tlp yang memudahkan untuk mehubungi anda? mohon dukunganya…
    Jayalah Nusantara..!!!!

  116. #116
    gravatar

    Visioner versus kelemahan hati:
    Peristiwa Bubat sering disikapi dgn tuduhan yang mengatakan bahwa GM ambisius, jahat dll, Ketahuilah saudara2, Gajah Mada orang sangat visioner, begitulah orang yang mempunyai tekat dan kepribadian yang kokoh, tak gammpang goyah oleh masalah2 sepele, apalagi hanya masalah cintanya Dyah Pitaloka. kekecewaan dan marahnya hayam wuruk pada GM karena HW tdk punya konsep dan visi spt halnya GM. Dan Bagi saudara-saudara Sunda Galuh, memang wajar kalau kecewa karena masalah harga diri, itulah konsekuensi dari sebuah peradaban. Gajah Mada sangat kukuh berhadapan dgn orang2 yang lemah, ya tentu sudut pandang masing2 yg bicara!

    Aneh lagi orang yang ngga yakin kalau GM bukan orang Indonesia (kini), katanya itu tokoh dianggap orang indonesia (kini) sekedar untuk membangkitkan rasa nasionalisme, dia dari Mongol, thailand…weleh2….payah sekali pendapat orang itu, orang yang ngga punya kepercayaan diri. Di pikirnya orang2 Indonesia itu jelek2 semua dan tempatnya orang2 ngga bermutu. Payah loe….

  117. #117
    gravatar

    Buat Puti : kalau baca buku senopati pamungkas karya arswendo Putri Gayatri jatuh cinta pertamanya pada Senopati pamungkas. Romantikanya dikisahkan dengan aduhai indahnya juga. kalau baca senopati pamungkas (SP) jilid 1 trus jilid 2 (di bab-bab terakhir mulai dikisahkan bagaimana awal Gajah mada mengabdi di majapahit) trus disambung dgn bukunya mas langit 1, 2, 3, 4,5 kayaknya nyambung saja.
    Hanya sedikit beda cara menyajikan, kalau SP pendekatan ke ilmu kadigdayan.
    Membaca buku karya kedua beliau memang asyik banget. Mau lagi dan lagi………..sayang senopatinya ngga dilanjut ke serial berikutnya.

    Buat kang langit, catatan kakinya kayaknya perlu ada tambahan khususnya yg menyangkut lokasi bekas-bekas kerajaan itu kalau sekarang ada dimana.

    Soalnya dari browsing msh hrs meraba-raba :
    perang ken arok – kediri di Ganter (daerah mana sekarang??)
    Tempat calon arang desa ghirah ( di kediri ada desa Gurah, dan juga ada peninggalan patung Totok kerot, pada jaman airlangga)
    Di kediri juga ada tempat pamoksan Prabu Joyoboyo, dan makam Mpu barada dan dipelihara dgn baik.
    Apa kerajaannya Airlangga juga berada di Kediri sekarang??
    ada juga gua selomangleng di kediri konon untuk bertapa Ratu Kilisuci

    Trus di mana lokasi kerajaan Medang Kamulan yang terkenal dgn Ratu Simha?
    Kerajaan Mpu sindok dimana ?? apa daerah nganjuk di loceret itu???

    Wengker = ponorogo (?)
    Kahuripan = sidoarjo (?)
    Jenggolo = sidoarjo (juga??)
    Doho = Kediri (sdh jelas) = panjalu (?)
    wirabhumi = pasuruan (?)
    Metahun
    Galuh = kawali (ciamis atau mana??)
    nama2 dulu yg masih dipakai sampai sekarang al. Lasem,pajang,

    ayo tolong yang tau kasih tau…dan tetap enjoy aja……

  118. #118
    gravatar

    wow… thanks buat infonya. Baru tau kalau bukunya ada lima dari wikipedia. trus aku browse n nemu blog ini. aku emang nyari di web n finlly bisa pesen keempat seri lainnya lewat inibuku.com
    Gajahmada totally awesome….

  119. #119
    gravatar

    Selamat siang mas, saya dari bali, mau minta foto mahapatih gajahmada, mohon dikirim by email ya, karena saya sangat menghargai beliau yang telah menyatukan bangsa ini namun sayang kita tidak bisa menjaganya, alangkah banganya saya terhadap karya yang mas buat semoga ini bisa menjadi acuan para pemimpin kita kedepan bagaimana susahnya menyatukan nusantara ini, salam hormat dari Ida Bagus Wibawa

  120. #120
    gravatar

    Mas langit, sya kagum bangeeet dgn karya mas,,, jaman skrg boleh dikata jarang penulis2 yang menulis ttg legend gajah mada. seingatku buku2 gajah mada terbatas adanya ( mungkin dibawah 100 penulis). Saya ada buku karangan S Jatilaksana judulnya Gajah Kencana Manggala Majapahit sampai Sumpah Palapa. ( kurang lebih 75 jilid ) menceritakan kecilnya gajah mada sampai sumpah palapa. Ada sedikit petanyyaan dari sya dlm kelompok Darma Putera dewa kalau istilah mas Winehsuka ada namanya RA SEMI siotak cerdas dan licik .dlm karya mas tidak pernah disebut sebut tokoh itu . kenapa mas ? padahal dia kelompoknya Kuti. Kedua masa pemerintahan Kalagemet sbg patihnya Rama pati menggantikan Nambi konon dianggap memberontak. tapi dlm buku mas muncul nama Arya Tadah bukankah Tadah menjadi patih saatnya Tribuwana Tungga dewi Saya hanya meluruskan sejarah dari beberapa referensi buku yg saya baca. Soalnya tulisan mas berlatarkan sejarah. maaf lho mas

  121. #121
    gravatar

    mas langit saya baru saja baca GM bergelut dlm…. boleh sedikit kasih masukan klo menurut saya jalan ceritanya terlalu bertele-tele, dalam versi sejarah (saya baca di tata pemerintahan Negarakartagama karya megandaru W kawuryan) pemberontakan Sadeng dan keta meski didahului diserang oleh ra banyak ttp pada akhirnya berhasil di tumpas Maja Pahit atas nama Tribuana TD jd dalam hal ini rani tribuana sudah dan telah menduduki singgasana kerajaan. lalu mana adegan ra banyak sedang duduk diatas pohon rubuh sambil mengayunkan cemeti(pd saat itu ra banyak berpangkat bekel)dalam GM 2 kok ngga ada nama Aditya Warman padahal nama tsb berperan penting dalam penyerbuan ke sadeng pdhl dia (klo ga salah) berkedudukan sbg Mahamantri Katrini( jabatan ini sepertinya tdk pernah disinggung) padahal pd masa itu struktur kekuasaan kerajaan sudah sangat komplek, aditya warman juga yang bersama-sama GM menakhlukan Bali&palembang, dan mendirikan kerajaan pagaruyung di sumatra barat walaupun masih mengakui kekuasaan majapahit,klo saya baca GM 2 spertinya Maja Pahit cuma sebuah kerajaan kecamatan yg punya tentara yg paspasan, menurut Ma Huan (ekspedisi ceng ho ke Jawa)kota Maja pahit mrpkn kota yg besar pada masa itu berpenduduk sekitar 300,000. dan saya baca di Indonesian Heritage militer Majapahit adlh militer profesional yg sudah di gaji dg emas. demikian mas langit maaf ya ini cuma komentar.

  122. #122
    gravatar

    Salut buat pak Langit…,dari pertama kali buku gajah mada keluar dan bredar di toko2 buku,saya sering baca dan hampir tiap hari saya datang ketoko buku hanya utuk meneruskan bacaan saya ,tp memang ga sampai selesai pak langit,mohon ma’af dan mau beli juga buat orang seperti saya yang kerjanya harian dan kadang kerja kadang ga jd sayang kalo duit segitu utk bli buku pdahal waktu itu saya bener2 niat ingin beli ,tp tak pikir2 lg mending but beli makan,di jakarta serba mahal…,akhirnya saya cuma datang ke 2 toko buku jd hari ini ke toko yg satunya besok ke toko yg satunya lagi jd numpang baca gratis…,jd sekali lagi mohon ma’af ga bisa beli bukunya,

  123. #123
    gravatar

    Saya sependapat dengan mas dwiyono, sdh masuk dlm pda saya, cuman baru berkesempatan nulis ini tentang ra Semi. Ingat saya dalam buku pelajaran sejarah SMP, ada namanya ra semi yang namanya tidak kalah menggetarkan dengan nama ra Kuti. bahkan disebutnya selalu beriring, ra Kuti dan ra Semi. Ra Kuti lebih pada kekuatan otot, sedangkan ra Semi pada ‘kepintaran’. Di Sandiwara radio – sanggar prativi – ra Semi juga ada, lho.

  124. #124
    gravatar

    selain gajah mada, bnyk sejarah tokoh lain yang patut diangkat sbgai sebuah cerita. misalnya pangeran diponegoro, tuanku imam bonjol, pangeran antasari, jaka tingkir ( yg kelak mnjdi raja pajang dan berganti nama jd sultan hadiwijoyo )atopun sejarah kerajaan pajang,jipang, demak, hingga mataram. khususnya tentang kerajaan demak, kelak akan diketahui mngapa syeh siti jenar harus tidak ada.menurut buku yg pernah sy baca, pd jaman itu tlh terjd pergseran kekuasaan dari kerajaan jipang-pajang ke demak.selain itu, terjdi pula pergeseran pengaruh agama dri hindu-budha ke islam.jika siti jenar yg mendukung ki ageng mangir tetap ada, dikawatirkan demak/ raden patah yg didukung walisongo tdk dapat menjadi negara besar dan penybaran agama islam mnjadi terhambat. shgga dimunculkan solah2 ajaran siti jenar sesat.kira2 berani ga pak KLH mengekploitasi wilayah ini??

  125. #125
    gravatar

    sedikit ralat, neh….
    setelah raden wijaya-tri buana tungga dewi hingga brawijaya V trus ke ratu pembayun( yg semuanya dapat disebut satu silsilah dengan tunggul ametung ) ,muncul nama Kebo Kenongo yg merupakan anak dr ratu pembayun. Kebo Kenongo ato disebut juga Ki Ageng Pengging yg bersinggungan langsung dengan Siti Jenar.Sebagai salah satu keturunan Majapahit yg terkhir, kehdiran Kebo kenongo yg di dkung Siti Jenar dprkirakan akn menggangu penyebaran Islam secara keseluruhan di tanah jawa..
    kira2 bisa g pak LKH suatu saat dapt membuat novel tentang demak hingga berdirinya kerajaan mataram islam??

  126. #126
    gravatar

    Gajah mada itu orang yang sangat sakti mandraguna, bijaksana…
    banyak yang tidak tau tentang asal muasalnya. kecuali orang2 yang memiliki tingkat pengetahuan batin yang tinggii yang bisa mengetahuinya. cerita sejarah kan banyak dimanipulasi berdasarkan “ego” si analis sejarah. objektifitas sejarah di indonesia bahkan didunia ini banyak yang ngawur. contoh kecil aja, sejarah PKI di Indonesia, banyak spekulasi sejarah mengenai hal ini apalagi sejarah Gajah mada yang notabene waktu itu blum ada kemajuan teknologi Informasi jika dibandingkan dengan masa PKI. Aku tidak yakin kalau penyebab kematian maharaja galuh dengan pasukannya adalah karena ulah GM. kita harus berfikir objektif dalam menganalisa sebuah permasalahan. kalau menurut saya, Ibunya GM berasal dari bali dan ayahnya berasal dari salah satu daerah di Maluku, dan beliau beragama ISLAM. Bos…,boleh percaya boleh tidak, berarti mahapatih Gajah mada berasal dari salah satu daerah di maluku. orang maluku itu wataknya keras, suka melawan jika tidak sesuai dengan pribadinya tapi melawan dalam batas2 yang wajar, empati terhadap orang, setia kawan…, orang maluku juga memiliki ilmu kebal, sakti, ….
    ya kira2 seperti kisah gajah mada-lah, banyak tidak mengetahui identitasnya bahkan orang2 pada masanya juga tidak mengetahuhi asal2nya sehingga tidak ada dalam buku kerajaan majapahit yang ditulis oleh para pujangga(empu), sehingga banyak yang mengatakan kalau gajah mada berasal dari sumatra, dari mongol,dll. orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi biasanya menyembunyikan identitasnnya dan kalau ingin menampilkan identitasnnya biasanya melalui murid2x. sehingga jati dirinya tidak diketahui…!!!

  127. #127
    gravatar

    OM SWASTIASTU

    SY TUNGGU KELANJUTAN CM AND JUGA GM VI (KAYAKNYA GM MO BANGKIT LAGI NICH).
    SUKSES SELALU….

    OM SANTI SANTI SANTI OM

  128. #128
    gravatar

    wow…. mas yang bikin buku. kerenzt bangeeeet bisa tau sejarah ampe begitu luaaaas. mas sodaraaan ya ma om gajah? mungkin anak haramnya kalee ya. hee.. he.. he.. just 4 happy

  129. #129
    gravatar

    Tapi yang jelas Gajah Mada pasti masuk neraka karena perbuatannya di Perang Bubat…,
    yaah… orang indonesia emang payah…, idola nya kalo ga “indonesian idol” pasti manusia licik kaya Gajah Mada.

    Sejarah itu bukan diliat dari kekuasaan or Golden Age -nya sebuah kerajaan. tapi lihatlah perbuatan2 manusia yang terlibat didalamnya. Kita lihat akhir Alexander The Great, lihat Hitler, Napoleon, Julius Caesar, Jenghis Khan, gimana akhirnya? Mereka tak lebih dari penguasa dzalim yang haus darah… dan Gajah Mada cuman manusia licik yang demi ambisi pribadinya mengorbankan nyawa manusia lainnya…

    MEMALUKAN….

  130. #130
    gravatar

    Mohon diinfokan ke mail saya krisinde04@Yahoo.com. Tentang mendapatkan buku gajah mada lainnya ; Gajah mada, perang bubat : Gajah mada, Hamukti Palapa. erlepas fiksi atau bukan, yang jelas buku ini enak dibaca. Mohon yah,diiinfokan ke saya, nanti saya transfer dana untuk pengiriman buku ynag dimakusd…… trim,

  131. #131
    gravatar

    Mas Jay, Kenapa di daerah pedalaman suku di daerah banten ada nama Jembatan Gajah dan Kampung Mada ? apakah ada hubungannya dengan Gajah Mada ?

  132. #132
    gravatar

    Assalamu alaikum,
    aduh ternyata buku ini sudah lama yah, saya bener2 terlambat
    tidak sengaja sya pulang dari Cianjur menuju Ciputat, adik iparku membawa beberapa novel andrea hirata yang mau saya pinjam, setelah itu dia memperlihatkan satu buku lagi judulnya Gajah MAda; Perang Bubat, dibaca sekilas ternyata seru banget, belum selesai baca inti2nya tiba2 ada seorang penumpang yang langsung nyorowecos(ngomong tanpa henti) tentang perang buabat, semakin aku penasaran aja untuk baca tuh buku, tapi aku salut banget sama mas LKH, ternyata di Indonesia ada Robert Langdon yang bisa menceritakan sejarah Nusantara masa lalu dengan begitu detail. setelah itu saya langsung seacrh di google ternyata saya sudah ketinggalan zaman, ternyata buku ini sudah edisi VII bahkan sudah ada buku baru lainnya. hebat banget Mas, aku salut padamu. oya kalau boleh saya usul juga untuk nulisin sejarah kerajaan Sunda setelah takluk sama majapahit.
    terimakasih
    Wassalam

  133. #133
    gravatar

    Novelnya GM karangan LKH tidak layak untuk dibeli karena penggambaran karakter Prabu Putri Dyah Pitaloka sangat menyinggung. Salah seorang pembaca, sdr Sapitri, meminta LKH untuk menjelaskan bagaimana LKH mendapatkan deskripsi spt itu. Namun sampai saat comment ini ditulis, belum terlihat jawaban LKH yg menerangkan hasil telaahannya yang mendasari penggambaran karakter Dyah Pitaloka seperti yang diminta sdr Sapitri. Mestinya dia minta maaf krn hal ini. Emang sih, suka2 elu emang suka2 elu ngedeskripsiinnya, tetapi gw sih jijik dng penggambaran seperti itu.

  134. #134
    gravatar

    Untuk Ajie Ima, saya sudah mengomentari dan memberi jawaban Sapitri, dan saya bergeming dengan pendapat saya, saya bukan historiografer, saya seorang novelis yang boleh berinterpretasif.
    Ada banyak cara menghormati tokoh, saya menggunakan cara saya, saya lebih suka membayangkan Dyah Pitaloka tidak terbelenggu dan boleh memiliki cintanya sendiri.
    Soal polemik martabat perempuan, silahkan anda perhatikan lingkungan kita.

  135. #135
    gravatar

    Saya sangat setuju dengan jawaban LKH mengenai bagaimana karakter Dyah Pitaloka (DP). Sama seperti buku Dyah Pitaloka – Korban Ambisi Gajah Mada (maaf pengarang lupa), yang menggambarkan sang GM yang cenderung ‘pengecut’, melarikan diri setelah perang Bubat terjadi. Disitu digambarkan GM ‘raib’. Faktanya berdasar sejarah (pupuhnya saya lupa kalo gak salah di Negara Kertagama), pasca peristiwa itu, GM masih menjadi Mahapatih Amangkubumi dan masih menyertai Prabu Hayam Wuruk melakukan perjalanan jelajah negari beserta Paduka Sori. Bahkan dikabarkan Sang GM ‘pulang duluan’ dan beberapa saat Hayam Wuruk bersedih menerima berita mangkatnya Sang GM.
    Nah disitu ada kerancuan sejarah yang ‘lebih ngaco’ daripada anggapan Ajie Ima terhadap LKH yang menulis karakter DP yang tidak sesuai image komentator.
    Bagi saya, sah saja menulis suatu fiksi, walau itu sejarah, kalo tidak ada bukti (sejarah) yang menyatakan kebenaran atau tidakbenaran suatu karakter tokoh atau kejadian sekalipun. Asal tidak menyimpang pakem (fakta sejarah) yang bolah boleh saja mas, gitu aja kok repot.
    Lha buku yg saya sebut di atas saja boleh dan tetap terbit kok (walau ngrusak sejarah malah).
    Jadi kesimpulannya, hak intelektualitas dan imajinasi seseorang dalam menulis haruslah dihormati, walau itu mungkin ndak sesuai dengan nurani, logika dan sebagainya. Kecuali bila ternyata terbukti berbeda dengan fakta (atau sejarah), maka bukti itu merupakan klarifikasi. Ini bukan pembelaan atas Mas LKH lho.
    Contoh lain juga yang ditulis oleh Mas LKH dalam Perang Paregreg. Image saya dulu, Minak Jingga itu antagonis. Namun setelah membaca Perang Paregreg, image saya jadi berubah. Minimal netral atas Menak Jingga.
    Saya berpikir, apa benar image selama ini Menak Jingga itu antagonis. Masak orang gak ada baiknya, itu minimal pikiran saya. Orang antagonis pasti ada sebabnya.
    Pemikiran saya ini terinspirasi dari tulisan2 almarhum pak SH Mintardja, yang menggambarkan orang menjadi antagonis karena suatu hal, dan itu yang menjadi ia merasa membenarkan antagonisnya itu.
    Demikian pandemen blog ini. Moga ada sarinya untuk pemikiran kita. Nuwun

  136. #136
    gravatar

    gimana kalo difilmkan secara kolosal.. kayak “Hero” gitu pasti keren.

  137. #137
    gravatar

    gajah mada nya kok gak di kasih tau dari mana asalnya
    tiba-tiba aja ada
    kan gak lucu

  138. #138
    gravatar

    kepada yang mengirim comment nomer 129 yang bernama “nidji” itu, saya tantang perang tanding satu lawan satu dengan saya. rupanya anda tidak memahami sejarah, asal tembak saja. anda itu ANJING KURAP yang ber-IQ jongkok. belajarlah memahami sejarah! seenaknya saja anda bilang Alexander the Great, Napoleon dan Julius Caesar itu orang-orang licik dan jahat. anda harus belajar bagaimana cara menyelami sejarah! untuk Mas Langit, mohon jangan terpengaruh oleh orang-orang yang tidak punya kemampuan dalam menyelami sejarah.

    regards,

    Adi

  139. #139
    gravatar

    untuk pengirim comment nomer 133 yang bernama “adjie ima”, saya JIJIK kepada anda. ternyata anda juga termasuk orang-orang yang tidak mampu menyelami sejarah. jangan sok menjadi “pembela martabat perempuan” jika anda tidak pernah memahami esensi dasar dari martabat perempuan itu sendiri. sekali lagi kepada Mas Langit, GO Mas Langit GO Mas Langit GO…! long life Mas Langit!

  140. #140
    gravatar

    Aku sih belum membaca bukunya Mas Langit Kresna. Tapi untuk tokoh Gajah Mada ini pernah saya baca di cerita silat Jawa Karangan S Djatilaksana. Cerita masa kecil Dipa si Gajah kelahiran desa Mada yang kelak menjadi Gajah Mada, begitu enak diikuti dan selalu kangen untuk membaca lagi.
    Buku mengenai Gajah Mada ini dapat juga dilihat dari sisi motivasi. Kadangkala motivator memberi contoh orang sukses kayak Thomas Alva Edison, Soichiro Honda. Kenapa tidak Gajah Mada yang memang berasal dari rakyat biasa tidak mengenal orang tuanya, tidak tahu tanggal bulan tahun lahirnya, tapi bisa menjadi orang luar biasa. Gemblengan alam dan sikap dalam mengarungi hidup menjadikan Dipa anak yang tahan banting. Gemblengan guru-guru yang ditemuinya juga semakin membuat Dia memiliki rasa cinta kepada bangsa, negara dan rakyatnya…

  141. #141
    gravatar

    Eh tau gak dari buku-buku karangan Mas Langit Kresna Hariadi, menurut kalian mana yang paling enak untuk dibaca (gak ngebosenin). Soalnya aku mau beli takut salah pilih.

  142. #142
    gravatar

    janganlah dijadikan perpecahan. dalam masa kerajaan pastilah ada intrik, apalagi siapa yang kuat dialah yang menang. kalau tidak begitu tidak punya wilayah yang luas. gak peduli saudara teman. jaman sekarang aja intrik untuk mendongkrak suatu jabatan harus rela menjatuhkan saudara dan teman. jadi itu adalah merupakan sejarah yang pasti ada maksudnya di kemudian hari.gajah mada teteplah seorang patih yang digdaya sakti mandraguna yang bisa menyatukan nusantara, gajah mada tetep sebagai seorang manusia yang mempunyai ambisi. perang bubad janganlah dianggap sebagai perpecahan, kalau masih ada orang yang mempermasalahkan wahh….perlu belajar lagi.oceh bersatu indonesia…..dari fans majapahit

  143. #143
    gravatar

    Wah kalau melihat komentar diatas saya kepingin tertawa sekaligus prihatin. Memang sich banyak komentar yang masih mencintai dan tau sejarah majapahit (90%) dibanding yang dendam (10%) tapi risih juga ama yang 10 %. Saya orang jawa timur asli, saya sangat konsen terhadap Majaphit terutama pada awal berdirinya Majapahit sampai dengan Keemasan Majapahit. Kalau kita lihat sekarang, Negara indonesia sekarang ini yang mempunyai banyak keanekaragaman suku,wilayah, budaya merupakan hasil jerih payah pendahulu para raja-raja yang ada di nusantara. Majapahit dengan meng-expansi wilayah lain saya kira wajar!!! Karena jaman dahulu (kerajaan) meng-expansi wilayah itu hal yang wajar sebagai bentuk kebesaran power suatu kerajaan & kemakmuran rakyatnya (karena dulu gak ada PBB, komnas HAM dll jadi sah-sah aja) entah itu dengan cara damai / kekerasan. Wilayah indonesia sekarang ini adalah sisa-sisa ekspansi majapahit yang dilakukan raja hayam wuruk dan gajah mada yang ingin menyatukan nusantara. Perlu diingat Majapahit adalah kerajaan besar yang pernah dicatat di indonesia dan oleh sejarawan luar dan Gajah Mada punya asal usul yang jelas. Gajah Mada seorang patih yang cerdas, sakti, ahli strategi. kalau seandainya sumpah palapa tidak ada, indonesia tidak akan punya wilayah seluas sekarang ini ya khan, masuk akal nggak.

    Megenai perang bubat janganlah dijadikan dendam buat orang-orang Jawa Barat (saya tidak mau menyebut sunda karena terkesan rasial ).banyak orang Jabar yang tinggal di Jawa Timur, Jawa Tengah. Tapi mereka tidak merasa dimusuhi atau didiskriminasi. Memang benar orang Jawa Timur dan Jawa Tengah kalau menyebut pergi ke Bandung bukan pergi ke sunda tapi pergi ke Bandung itu wujud tidak ada diskriminasi. Banyak juga orang jawa yang menikah dengan orang jawa barat gak ada masalah, entah itu yang lelaki dari jawa perempuan dari Jawa Barat / sebaliknya NO PROBLEMO. Saya memang belum membaca novel perang bubat tapi saya seneng mencari sumber tentang majapahit termasuk perang bubat. Saya pernah konsultasi dengan teman yang asli bandung dan saya anggap ngerti tentang budaya sunda, tapi tidak mempermasalahkan perang bubad tuch, itu merupakan sejarah yang harus dilakoni gitu malah jawabnya. Tidak semua orang jawa jelek,bajingan. Di jawa barat pun juga tidak semua orang jelek tergantung manusianya. Untuk penulis yang masih mempermasalahkan GM egois, licik, jago kandang, ambisius, orang jawa ambisius tolonglah dipikirkan lagi,lihat sejarah lihat juga sekarang. Orang jawa tidak punya dendam masa lalu, kalau mau diungkit-ungkit pembantaian keluarga erlangga oleh kerajaan wura-wuri (Sriwijaya dan sekutunya disunda) sakit hati orang jawa, tapi nyatanya tidak khan.Semua suku sama saja, coba kalau kita hidup diperumahan dijakarta, disana banyak bermacam-macam suku tapi kan gak ada pertikaian. Jangan berpikiran kolot karena orang kolot gak bakalan bisa maju dan gak akan bisa melihat perubahan. Orang jawa timur malah tidak ada yang berpikiran orang sunda negara jajahan, kawin ma orang sunda pamali itu salah besar .
    Maaf kalau tulisan saya ada yang menyinggung, karena tujuan saya untuk meluruskan persepsi segelintir orang sunda, jawa dan persatuan.

    ROnggOlawe-Tuban

  144. #144
    gravatar

    banyak banget yang angkat kisah gajah mada menjadi novel yah?

    apa ada yang menyatakan kisah nyata yang sesungguhnya?

  145. #145
    gravatar

    Bagaskara Manjer Kawuryan … Gajah Enggon ?

    Masih belum sempurnalah isi kepalaku saat ternyata sandi tersebut keluar dari mulut Gajah Enggon yang notabene Senopati Bhayangkara. Karena hingga buku ke-4 yang sedang saya baca, belum juga menemukan kaitan antara sang Gajah Pradamba dengan Ra Tanca. Menilik Nyai Tanca pun tidak mengetahui sandi tersebut. Lalu bagaimanakah hubungannya ?

    Ada yang dapat membantu ?

  146. #146
    gravatar

    Saya baca novel GM telat banget, itu juga pas main kerumah temen ditawarin baca buku, yang katanya bagus. Eh pas di baca sendiri ternyata emang bener buagus en kueren.Ada untungnya juga sih telat bacanya, jadi bisa berkesinambungan bacanya dan boleh …. minjem. tapi untuk buku Candi Murca dan Perang Paregrek, saya beli sendiri, cuma ya gitu deh rasanya ampe bulukan dan jamuran saya nungguin terbitnya jilid2 berikutnya. Ayo mas LKH, ngebut nulisnya, biar ga belumut en bejamur saya nunggunya. Sukses selalu mas.

  147. #147
    gravatar

    to : # 146
    Laranti masih mending, lha saya sadar karena telat … bacanya dah kayak burung hantu deh, alias sampai pagi. Jadinya saat masuk kantor teman2 nyangkain ada burung hantu begadang.
    Tapi setuju banget deh, tulisan Ki Elkaha benar2 bisa buat saya merinding. Gaya tulisannya tuh … bisa narik saya masuk ke dunia yang dimaksud. Kadang jadinya saya malah serasa ada di abad Majapahit.

    TOP BGT untuk Ki Elkaha

    Tapi tanggung-jawab kalau saya gak bisa balik ke tahun 2008, Hayo lho …

  148. #148
    gravatar

    saya juga termasuk telat nih baca buku ini. tapi sekali tau, langsung saya kebut baca 3 buku pak lkh, sekarang baru masuk buku ke4. selesai saya baca buku pertama, langsung saya promosiin ke teman2 sekantor. banyak deh tanggapannya. yang paling menarik seorang teman bilang kalo buku ini terlalu pop. banyak fiksinya, ndak nyambung banget ke fakta. hihihihiiii…saya yang dengar itu cuman bisa ngangguk2 ndak tau mau komentar apa. orang bebas berpendapat ya, tapi saya kok tetep merasa sangat berterimakasih kepada bapak lkh atas buku2nya. buat pak lkh, bener2 pak, buku ini menimbulkan euforia tentang kejawatimuran saya.bukannya lalu jadi narsis atau rasis, saya sekarang sangat merindukan kampung saya itu. semua tempat yang disebut itu benar2 seperti di depan mata. walau saya tidak terlalu mengenal baik setiap tempat yang disebut, tapi saya sangat merasa mereka itu dekat sekali.

    selain itu, saya jatuh cinta…hihhihi…dengan kakang gajah mada. walaupun ketika membaca buku ke3, hamukti palapa, sempat kecewa dengan keputusannya dan pandangannya tentang wanita. saya juga jadi kangen dengan kakek saya. saking cintanya dengan sang patih, beliau mengukir wajah gajah mada di pagar rumahnya. duluuu…sekali setiap kakek saya menyinggung gajah mada, saya merasa ga menikmatinya. lebih seru nonton doraemon. deuh…berdosa sekali rasanya sekarang.

    mungkin dengan membaca lebih semua kisah tentang sang patih, setidaknya saya bisa sedikit menebus rasa bersalah saya dan setidaknya bisa merasakan sedikit dari rasa kagum kakek saya.

    matur suwon pak. insyaallah rencananya akir taun ini saya ingin berkunjung ke mojokerto. melihat langsung peninggalan kerajaan besar itu, mengembalikan kenangan SD saya waktu ikut darmawisata ke sana.

    jikalau ada info tentang tempat yang bisa saya kunjungi nanti, mohon dibagi infonya. hidup sejarah Indonesia!

  149. #149
    gravatar

    Mas Didin di 148,

    Mbok iya kalau jatuh cinta ke Dyah Wiyat atau Dyah Menur … lha kok malah ke Gadjah Mada yang kekar, berotot kawat & bertulang besi. Weleh2 …

    Mas Didin berbicara tentang Mojokerto, mengingatkan penasaran saya akan lahirnya Wilwatikta/Majapahit.
    Disebutkan kelahirannya pada tahun Saka 1215 atau Masehi 1293 pada bulan Katrini & tanggal 12. Yang artinya pada 12 November 2008 seharusnya adalah 715 tahun kita merayakan bendera Gula Kelapa ( Sang Saka Merah Putih ) di Mojokerto ?

    Mungkin ada yang bisa bantu ? khususnya Ki El-Kaha ?

  150. #150
    gravatar

    saya dan rekan2 dokter di tangerang senam sekali dengan cerita Gajah Mada yang ditulis dengan sangat menarik, menurut kami lho yah. sungguh salut dgn pak Langit dan menurut saya GAJAH MADA bisa dibikin KOMIK dan harus menjadi bacaan wajib anak2 Indonesia…saya tertarik untuk membaca kisah novel mahkota mayangkara atau cerita kerajaan indonesia jaman hindu budha lainnya apakah ada yang bisa memberi referensi?

  151. #151
    gravatar

    omong omong apakah ada yang tau asal usul rakrian Tanca? sepertinya tokoh ini awalnya tidak jahat? ada sumber yang mengatakan ia sempat satu perguruan dengan kekasih arya kamandanu, pendekar di zaman raden wijaya berkuasa…benarkah itu?

  152. #152
    gravatar

    kebesaran majapahit menumbuhkan rasa banggaku kepada bangsa ini. yang mempunyai sejarah n cikal bakal sebagai negara besar. yang pecahannya sekarang ini menjadi negara sendiri. apalagi negara2 itu menjadi sombong, misalnya dengan mengklaim budaya indonesia menjadi budaya mereka, apa mereka ga sadar kalo dulu dia merupakan bagian dari wilayah indonesia ( baca majapahit )

    harapan n doaku sejarah akan terulang lagi, seperti roda kehidupan ini yang akan terus berputar, indonesia akan menjadi besar dan kuat, paling tidak seperti zaman keemasannya majapahit.

    aku bangga dan salut dengan besarnya kekuasaan majapahit, pada waktu litrik belum ada, apalagi telpon dan handphone, tapi kekuasannya meliputi seluruh nusantara ditambah dengan daerah2 seperti singapura, malaysia dsb, yang roda pemerintahaanya dikendalikan dari wilayah kecil di tengah hutan tarik. aku bener2 bangga dengan majapahit.

    buat pak langit, gali terus sejarah2 indonesia untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan semangat untuk bangkit membangun negeri ini, biarpun berupa fiksi, tapi masih berdasar atas fakta dan sejarah yang benar ( kan ada risetnya ).

  153. #153
    gravatar

    pak langit, tokoh2 tambahan seperti aria kamandanu, mpu hanggareksa ( bapaknya aria kamandanu ), mpu ranubaya ( yang bikin pedang nagapuspa kresna ) aria dwipangga, pendekar lou shi san dan mei shin, sakawuni ( istrinya aria kamandanu ), mpu tong bajil dan dewi sambi, kaki tanparowang n nini ragarunting dsb, kok ga ditampilkan pak????? apa khawatir terlalu tebal nanti bukunya????? kalo gitu, kupas lagi aja pak, sekuel2nya atau turunannya kalau memang mereka ada. contohnya, ketika pasukan raden wijaya mau menjebol benteng kediri, kan waktu itu begitu kokohnya pintu gerbangnya, yang ga mudah dibuka maupun di dobrak, akhirnya aria kamandanu lah dengan pedang naga puspanya yang berhasil menjebolnya.

    oia, tokoh2 utusan cina waktu pemerintahan kertanegara itu beneran ada kan pak langit????? soalnya aku pernah baca di buku sejarah indonesia, yaitu Shih Pi, Ike Mese, dan Kao Shing itu diceritakan.

    @Senopati Kawuryan
    dari yang pernah tak ikutin dari sandiwara radionya, ra tanca itu adalah anak angkat tabib wong dari desa pasuruan satu. dia pada dasarnya anak baik, mungkin karena terpengaruh dengan temen2nya di Dharmaputra Wineshuka seperti ra banyak dan temen2nya dan akhirnya dia menjadi ‘jahat’. sebelum menjadi Dharmaputra Wineshuka, dia diangkat sebagai anak oleh Ramapati / Dyah Halayuda. ceritanya kenapa bisa diangkat, karena murid tabib wong yang bernama Nyai Paricara ( dulu namanya Mei Shin ) ga mau ditawari untuk menjadi tabib istana. maka tawaran itu diberikan ke ra tanca dan ra tanca menyanggupinya.

    yang dimaksud kekasih kamandanu itu Mei Shin kan???? mereka sempet menjadi suami istri, tapi direcokin ama kakanya kamandanu, yaitu aria dwipangga. dan pada saat mei shin ditinggal sendirian ( waktu itu sama Panji Ketawang n Ayu Wandira ) datanglah Dewi Sambi yang masih mengejar2 Mei Shin untuk merebut pedang nagapuspa, selain karena dendam juga. akhirnya Mei Shin kena ilmu nya Dewi Sambi, aji tapak wisa dan jatuh ke jurang dan ditemukan oleh tabib wong dan ra tanca ( waktu itu masih anak2 ) jadi mereka belajar ilmu pengobatan.

    pak langit, bener begitu ga ulasannya????? oia, waktu baca GM, serasa aku berada di jaman majapahit loh, membayangkan keadaan jaman waktu itu, apalagi kalo aku melintasi mojokerto waktu pulang kampung, aku berpikir, dulu ini pasti hutan lebat disekitar istana majapahit.

  154. #154
    gravatar

    Saya dengar saat ini sedang dalam persiapan pembuatan Film Kolosal ‘Gajah Mada’ yang akan disutradarai oleh Bp. Renny Masmada. Syukur deh kalau begitu. Mudah2an ini saatnya kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Saatnya kita mengingat & menghargai sejarah. Dan, saatnya menghentikan sinetron2 tidak bermutu yang selama ini ditayangkan oleh TV-TV Nasional.

  155. #155
    gravatar

    Kang Langit….
    saya mahasiswa jur sejarah, sekarang saya sedang menulis tentang riwayat gajah mada, apakah benar ibunya gajah mada di kubur di desa cancing, kec. Modo, Kabupaten Lamongan, Prov. Jawa timur????Tolong bantu saya yach….
    kalo boleh ju2r saya agak buta dengan sejarah, tapi saya ingin sekali tahu tentang itu….

  156. #156
    gravatar

    GAJAH MADA TERNYATA ORANG DAYAK

    Soal nama Gajah Mada menurut masyarakat Dayak di Kalbar perlu diketahui bahwa Gajah Mada bukan orang Jawa, ia adalah asli orang Dayak yang berasal dari Kalimantan Barat, asal usul kampungnya yaitu di Kecamatan Toba (Tobag), Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (saat ini).

    Banyak masyarakat Dayak percaya bahwa Gajah Mada adalah orang Dayak, hal itu berkaitan dengan kisah tutur tinular masyarakat Dayak Tobag, Mali, Simpang dan Dayak Krio yang menyatakan Gajah Mada adalah orang Dayak. Ada sedikit perubahan nama dari Gajah Mada pada Dayak Krio menjadi Jaga Mada bukan Gajah Mada namun Dayak lainnya menyebutnya dengan Gajah Mada.

    Sebutan itu sudah ada sejak lama dan Gajah Mada dianggap salah satu Demung Adat yang hilang. Ada kemungkinan ia diutus Raja-Raja di Kalimantan. Ia berasal dari sebuah kampung di wilayah Kecamatan Toba (saat ini). Hal itu dibuktikan dengan ritual memandikan perlengkapan peninggalan Gajah Mada setiap tahunnya. Gajah Mada dianggap menghilang dan tidak pernah kembali ke Kalimantan Barat.

    Kisah yang memperkuat bahwa ia memang asli Dayak dan berasal dari Kalbar yaitu ia adalah seorang Demung Adat dibawah kekuasaan Raja-Raja di Kalimantan. Ia seorang Demung dari 10 kampung yang ada, namun setelah dia menghilang entah kemana, kampung tersebut kehilangan satu Demung Adatnya sehingga Demung Adat di wilayah itu tinggal 9 orang saja lagi.

    Kisah ini sampai sekarang masih dituturkan oleh kelompok masyarakat Dayak ditempat asalnya Gajah Mada. Bukti-bukti tersebut sangat kuat dan bisa dibuktikan sebab Kerajaan tertua letaknya bukan di Jawa tetapi justeru di Kalimantan sehingga unsur Hindu lebih mempengaruhi setiap sikap dan tata cara hidup dan Hindu pun lebih dulu ada di Kalimantan bukan di Jawa. Alasan ini sangat masuk akal bahwa pengaruh Hindu di Jawa sangat dipengaruhi oleh kerajaan Kutai di Kalimantan dan kemungkinan Gajah Mada adalah orang kuat yang diutus kerajaan Kutai untuk menjajah nusantara termasuk Jawa.

    Dalam kisah Patih Gumantar Dayak Kanayatn (Dayak Ahe) Kalimantan Barat bahwa Patih Gajah Mada adalah saudaranya Patih Gumantar, mereka ada 7 bersaudara. (Baca Buku, Mencermati Dayak Kanyatan)

    Satu lagi soal nama Patih Gajah Mada bahwa gelar Patih itu sendiri hanya ada di Kalimantan khususnya Kalbar dan satu-satunya patih di Jawa adalah Gajah Mada itu sendiri, tidak ada patih lain dan itu membuktikan bahwa gelar “Patih” berasal dari silsilah kerajaan di Kalimantan bukan dari Jawa.

  157. #157
    gravatar

    Setiap membaca novel-novel (sejarah) karya LKH, waktu serasa diputar dari awal kembali. Serpihan-serpihan sejarah disajikan dengan nyaman dan cerdas seolah ikut memasuki lorong-lorong waktu perjalanan sejarah masa lampau. Terlebih bagi pembaca (setidaknya saya pribadi) yang pernah memiliki kesempatan berada pada wilayah yang memiliki banyak peninggalan-peninggalan sejarah, menjadikan novel-novel tsb adalah sebuah penegasan. Banyak hikmah bisa kita ambil dari mutiara-mutiara sejarah yang tersibak meskipun hanya melalui novel. Tapi saya yakin tidak banyak penulis yang mampu menghadirkan perjalanan sejarah semenarik LKH telah lakukan.Semoga LKH terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berkarya, terutama dalam mengangkat perjalanan sejarah Mataram Hindu-Budha, Airlangga, Kediri (Jayabaya), Singasari, Majapahit, Mataram Islam.

  158. #158
    gravatar

    jiewah saya baru balik lagi ke address ini, ngeliat tanggapan dari elkaha ang nampaknya bebal dan banyak didukung teman2nya, atau mungkin “fiktif” untuk taktik dagang saja.Saya betul jijik dengan cara penggambaran anda, tanggapan anda, walaupun sudah dijelaskan oleh banyak pihak, bukan tanggapan saya sendiri.
    Ini copy dari salah satu penanggap,sekedar mengingatkan anda, kan bukunya kali udah banyak laku, udah balik modal kalau anda mau minta maaf sekarang, sebelum kwalat betulan.

    #118
    Satria Hijau
    Jumat, 2 Nopember 2007 @ 17:33
    Mozilla Firefox 2.0.0.4 on Windows XP

    #93
    X langit kresna hariadi
    Selasa, 3 Juli 2007 @ 17:59
    ………………………………………………….
    ………………………………………………….
    Soal Dyah Pitaloka, siapapun boleh membuat penafsiran bagaimana sosoknya, bagaimana karakternya, novel jelas bukan sejarah, dalam novel saya, saya bermimpi Dyah Pitaloka bukanlah bidadari di angan-angan yang tak bisa dijangkau, sangat sedih saya membayangkan Dyah Pitaloka tak boleh meraih cintanya sendiri, sangat sedih saya membayangkan Dyah Pitaloka hanya menunduk dihadapkan perjodohan politik yang disediakan untuknya.
    Sungguh betapa indah saya membayangkan, Dyah Pitaloka memilikiki wilayah cinta dengan kalangan jelata.
    Saya tidak ingin menempatkan Dyah Pitaloka tidak memiliki kisah cintanya, kasihan dia. Sebagai muslim, sebagai manusia yang menjunjung kesamaan derajad, saya tidak akan menempatkan dia sebagai ningrat yang tabu berhubungan dengan Saniscara, yang demikian itu merupakan awal dari kasta kasta.
    ……..

    Tanggapan dari saya(Satria Hijau).

    Kepada yth. langit kresna hariadi

    Jawaban Anda(LKH) diatas tidak mengenai sasaran sama sekali apa yang dimaksud dari pernyataan sdri.sapitri wulandari(#90).
    Apalagi anda membawa agama Islam(red.#93 Sebagai Muslim…).

    Saya sudah membaca novel anda GM dalam seri perang bubat.

    Setelah saya kaji maka saya tidak sependapat dengan khayalan/fantasi/fiksi anda(LHK) mengenai tokoh perempuan Indonesia(red.#93 Bandung itu bagian dari Indonesia, sejarah Sunda……..) yang dilekatkan pada Dyah Pitaloka.Berikut pernyataan saya atas jawaban pernyataan dari LKH(#93).

    1. Tidak ada satupun manusia suku di Indonesia apalagi yang mengaku sebagai muslim memiliki khayalan/fantasi/fiksi dengan membenarkan anak perempuannya memberikan kehormatannya sebelum resmi dinikahi oleh laki-laki yang dicintainya.
    Kecuali Anda(LHK )didalam novel GM versi perang bubat. Apakah ini yang dikhayalkan/fantasi/fiksi agar terjadi pada anak perempuan Anda(LHK) atau saudara perempuan Anda(LHK) atau bahkan ibu Anda(LHK) ?

    2. Saya sebagai keturunan Jawa dan sebagai muslim, sungguh amat sangat merasa malu atas tulisan Anda(LHK)mengenai khayalan/fantasi/fiksi anda(LHK) mengenai Dyah Pitaloka yang memohon untuk dinodai kehormatannya dari laki-laki yang dicintai. Karena berhubungan suami-istri sebelum resmi menikah adalah perzinahan. Dan ingatlah bahwa penulisan/pernyataan yang sesungguhnya tidak pernah terjadi/dilakukan oleh tokoh/seseorang merupakan suatu fitnah yang teramat kejam.

    3. Segeralah bertobat LHK, dan minta maaflah keseluruh rakyat Indonesia atas khayalan/fantasi/fiksi terhadap tokoh perempuan Indonesia di masa lalu yang anda(LHK) tulis yaitu Dyah Pitaloka.

    4. Saya doakan, keselamatan, hidayah Islam atas diri anda(LHK).

    Demikia saya utarakan mudah-mudahan bermanfaat untuk semua.
    Apa yang benar hanya datang dari ALLAH SWT, dan apa yang salah ini hanya disebabkan keterbatasan yang saya miliki.

    salam

    Satria Hijau

    nb.

    Laki-laki yang paling terhormat adalah laki-laki yang paling memuliakan perempuan.

    Lisan dan tulisan adalah cara memuliakan perempuan yang paling mudah dan ringan

  159. #159
    gravatar

    Aji Ima, saya sarankan anda untuk menonton Brave Heart dibintangi oleh Mel Gibson, (tonton berkali-kali) anda simak dendam macam apa yang mengendap di hati tokoh Mel Gibson, (film lama saya lupa namanya) simak dengan baik maka anda akan tahu inspirasi macam apa yang saya petik dari film tersebut yang saya ambil untuk Perang Bubad. Soal opini anda “ngeliat tanggapan dari elkaha ang nampaknya bebal dan banyak didukung teman2nya, atau mungkin “fiktif”” saya perlu menegaskan saya tidak perlu membuang waktu merekayasa komentar macam itu, buat saya komentar yang memuji atau mendukung malah menipu. Kritikan macam dari anda justru menyita perhatian saya. Setahu saya, Dengan tidak mengurangi rasa hormat, Dyah Pitaloka hidup di abad 13 jadi tidak beragama Islam. Saya seorang novelis, bukan sejarawan. Di mana imajinasi yang saya lakukan terkait isi cerita adalah hak prerogatif saya. Saya tak mau kebebasan imajinasi saya dipasung apalagi dikait-kaitkan dengan mohon ampun setelah balik modal segala. Perlu juga saya mengingatkan, justru opini anda yang menyebabkan orang merasa penasaran dan ingin membaca buku saya. Pemberedelan sebuah karya, setahu saya, semakin memancing rasa ingin tahu.

  160. #160
    gravatar

    Ada beberapa pertanyaan dari penggemar tentang keterlambatan Paregrek II dan Candi Murca IV, saat ini waktu saya sedang tersita sebagian untuk menyiapkan bahan baku film layar lebar tentang Gajah Mada (berasal dari GM I s/d III) dengan judul yang oleh produser harus masih dirahasiakan dengan sutradara Slamet Raharjo Jarot. Pemeran utamanya Insya Allah Livia Cheng, artis China yang berdomisili di negeri Paman Sam. Siapa pemeran GM, Cakradara, Kudamerta, Dyah Wiyat, Dyah Menur, Pradhabasu, Gajah Enggon dan lain-lain, akan dilakukan casting setelah atau menjelang berakhirnya pemilu. Selanjutnya Paregrek I dan Paregrek II (yang sedang saya tulis) sedang dalam negosiasi dengan sebuah PH, terlalu dini untuk mengurai lebih awal, namun Insya Allah bila semua sudah siap, saya akan melepas kabar.
    Paregrek II Insya Allah saya lepas bulan Maret atau akhir Pebruari 2009. Mohon maaf dan semoga berkenan bersabar.
    O ya, LKH Production menerima tulisan dari penulis luar yang layak terbit.

  161. #161
    gravatar

    Mas langit, ane tungguin deh tuh paregrek II ama film GM.

  162. #162
    gravatar

    komentar buat Pak LHK

    saya kebetulan saja baru selesai baca 2 buku gajah mada,awalnya saya baca seri Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara dan ternyata bapak pintar sekali mengaduk rasa penasaran saya sehingga mendorong saya untuk membeli seri pertamanya..,
    nah..setelah baca yang pertama dari jalan ceritanya kok rasanya ada yang membuat saya tidak sreg ya..,jika di hubungkan dg buku yg kedua.di buku ke dua kok yang jadi pimpinan bayangkara Gajah Enggon ya…?padahal di buku yang pertama sepak terjang nya ngak kelihatan..
    segitu aja pa LHK,buku bapak keren2 aku pengen banget belajar menulis ma bapak,bpk pintar mengaduk-aduk rasa penasaran dari lembar demi lembar bukunya

  163. #163
    gravatar

    Mas langit, saya dengan hapi, tinggal di jakarta, saya sudah baca 3 seri tetntang gajah mada dan sekarang saya masih membaca seri 4 nya, antara buku 3 dan4 terlalu jauh jaraknya, bayak peristiwa2 yang cukup penting yang menurut saya itu perlu dinovelkan. Mnurut saya ini menjadi bisa menjadi inspirasi untuk para pemuda/i agar semakin tumbuh rasa nasionalisme thd bangsa ini, dengan menegtahui dan bangga thd sejarah bangsa ini.saya kira semangat2 ini perlu ditumbuh kenbgangkan lebih intensif, semakin bangga dengan bangsa, semakin bangga juga dengan produk dalam negeri, mudah diatur, dan hal2 lainnya yang membangun bangsa ini.

    laskar gulah delipa

  164. #164
    gravatar

    Terima kasih pada mas mas semua,ter utama mas jay…tapi yang saya mau itu..sejarah gajah mada sampai siapa istri dan anak nya?makasih mas

  165. #165
    gravatar

    assalamualaikum,aduh…saya ter lambat,ketinggalan jaman ,saya mau buku ter bitan yang mangungkap sapai mati nya gajah mada gimana?

  166. #166
    gravatar

    wah fansnya pak Khrisna juga yah…gimana udah menikmati Candi Morcah belum….gak kalah seru sama Gajah MAda….and yang paling aku suak dari gajah MAda ini pas Gajah Mada dicopot dari Jabatannya Maha Patih gara2 perang pengahbisan dengan keluarga Diah Pitaloka….emang kalo udah pegang buku ini gak bisa lepas. persis yang ak rasaen pas baca harry potter

  167. #167
    gravatar

    pada edisi gajahmada “hamukti Palapa” kenapa pak langit selalu mengulang beberapa keterangan yang sudah di jelaskan sebelumnya?..sehingga membuat otak saya secara otomatis untuk melakukan “skip” pada bagian tersebut…

    tapi terima kasih ke bapak Langit Kresna Hariadi, novel gajahmada telah mengantarkan saya yang sering bepergian ke kepulauan nusantara ketika di pesawat atau di tempat terpencil yang tidak ada listrik di temani raungan genset atau sekedar lampu minyak (ternyata masih ada!) untuk merenungkan…dan mengagumkan bagaimana mahapatih tersebut mampu mewujudkan gugusan nusantara,..

    ketika selesai pada halaman gajahmada mengucapkan sumpah palapa..tersentak saya kemudian melihat melalui jendela pesawat beribu-ribu pulau yang membentang dibawah…di nusantara ini…

    versi wikipedia :
    Bedahulu (di Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kendawangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

    Di zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwu, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

    betul….mahapatih yang mengalir darah dan nafas bhayangkara adalah pionir bagi negara saya yang tercinta…disaat nasionalisme begitu tipis,..hanya mementingkan partai maupun golongan maupun korupsi pribadi..novel ini bagai oase di gurun pasir..atau cerminan bagaimana orang indonesia bersikap seperti bhayangkara “menghancurkan angkara!”

    terima kasih pak Langit,…saya yang muda ini memang harus di ingatkan bahwa bangsa kita cukup besar….cukup besar untuk lebih memberikan upaya untuk negara ini walau dimulai dari diri sendiri.

    atau kita harus memukul bende kiai samudra dari ujung sabah sampai merauke? untuk kesadaran bernegara

    tidak,..cukup dengan tulisan bapak..itu lebih dari cukup

    salut!!!

    thanks to pak jay

  168. #168
    gravatar

    novelnya di filmkan asik tuh,trus yg jadi sri gitarja samdra dewi…mantab..

  169. #169
    gravatar

    Pak Langit,saya tergila2 dgn buku2 anda…sejak baca gajahmada saya jadi melek sejarah,setidaknya saya jadi concern dgn kelangsungan situs majapahit.sayang ya akhir thn 2008 kemarin ada berita yg cukup memprihatinkan tentang kerusakan situs majapahit…btw Pak, candi murca 4nya udah di toko buku blm???

  170. #170
    gravatar

    gajah mada merupakan tokoh yang kontroversial…disatu sisi dia sangat besar jasanya di majapahit dalam menyatukan nusantara tapi disisi lain telah menyakiti panutannya dengan perang bubat. menurut penilaian rekan sekalian bagaimana?

    salam
    perumahan cibubur

  171. #171
    gravatar

    Selamat siang mas, saya dari bali, mau minta foto mahapatih gajahmada, mohon dikirim by email ya, karena saya sangat menghargai beliau yang telah menyatukan bangsa ini namun sayang kita tidak bisa menjaganya, alangkah banganya saya terhadap karya yang mas buat semoga ini bisa menjadi acuan para pemimpin kita kedepan bagaimana susahnya menyatukan nusantara ini, salam hormat dari Ida Bagus Wibawa

  172. #172
    gravatar

    Pertama2 saya ucApkan raSa terimakasiH dan salut yang sdalam2nya untk bApak LKH yang begitU hebAt membuat nOvel seperti ini.
    Saya jadi merasa sgt seDih karena telat bgt tau ada buku hebAt kyk GM.
    Berawal dari bAcA GM1 di perPustakaAn,saya jadi sangat tertarik dan berSemangat…demi memuaskan dahaga saya akan GM, sy rela jatah bAju bAru saya belikan GM, Tapi itUpun masiH sampe GM3. UntUng di semester 2 ini saya menang loMbA adu akuntansi dan uangny sy bisa buat beli GM4.
    Saya jg sudah naBung untk beli GM5…
    Smg pak LKH slalu dberi ksehatan…

    Ada pertanyaAn pak: kalau nOvel cAndi murcA itU mencritakan tntg apa ?
    Terimakasih

  173. #173
    gravatar

    Saya bisa bantu untuk mencetak order anda dengan harga dan hasil yang anda inginkan, bila berminat bisa hubungi ke 081806059440 / 021 92453060

  174. #174
    gravatar

    candi murca 4nya udah di toko buku blm

  175. #175
    gravatar

    Salam,

    Setahuku cerita yang ada ini mirip dengan karya SH Mintardja, yang berjudul Gadjah Kencana Manggala Majapahit. Walaupun ada disana sini tambahan dan modifikasi ……….

  176. #176
    gravatar

    Mas Langit, saya sungguh bahagia ada penulis yang menceritakan ttg GAJAH MADA dgn detil dan memang kita2 ini yang muda hrs slalu ingat dgn sejarah negara asal kita entah dari jawa maupun seantero nusantara.
    BTW, saya sudah membeli dan membaca karya Mas Langit semuanya, mungkin yang paling trakhir (yang kelima ya klo gak salah ya?) saya belum sempat membeli tapi akan saya cari jalan untuk mendapatkan nya.
    Tetaplah terus menceritakan hal2 sejarah yang bisa kita jadikan acuan untuk pembelajaran dan pendewasaan serta pemahaman wawasan tentang beliau2 pinisepuh di Indonesia ini.
    Semoga banyak penulis2 yang benar2 berkualitas yang mau mengabdikan keahlian nya terhadap sejarah di Indonesia..
    HIDUP INDONESIA..!!!JAYALAH NEGRIKU ..!!
    Saya yakin Indonesia benar2 menjadi sinar dan poros di dunia ini sesuai dengan cita2 beliau2 yang luhur.

  177. #177
    gravatar

    Darimanapun asal-usulnya Gajah Mada… Ga Penting. Ada yg bilang asli Jawa, Dayak, Sumatra, Siam, bahkan Mongol. Tapi kenyataannya munculnya di Majapahit (Jawa Timur). Berarti secara logika bisa diperkirakan darimana. Sebagai Orang Indonesia saya tetap bangga dengan Gajah mada yang telah mempersatukan Nusantara dengan Sumpah Palapanya. Menurut pemikiran saya Gajah Mada bukanlah pemimpin yang ambisius & kejam (pandangan orang Sunda) tetapi Visioner untuk membentuk negeri yang besar & kuat. Kalau tidak ada tokoh semacam Gajah Mada di Nusantara mungkin tidak ada Indonesia. Mungkin adanya negara Jawa, Sunda, bali, dll. Dengan Negara yang kecil-kecil, tidak ada yang bisa kita banggakan, bahwa kita hidup di NEGARA BESAR yaitu INDONESIA.

    Terimakasih Gajah Mada

  178. #178
    gravatar

    knp harus repot – repot mikir yang penting nikmatin aj sejarahnya jadikan sebagai pengetahuan hidup siapa tau bisa bermanfaat , , , ghitu aj ko repot , , , , ,

  179. #179
    gravatar

    Pak Langit, kalau tidak salah, di novel Gajah Mada jilid ???, Bapak rasanya menulis kalau Bapak enggak ngerti apa artinya Wipra. Saya baru nemukan di Wikipedia bahasa Inggris, Vipra (Wipra) itu artinya “terpelajar”. Vipra sendiri adalah julukan bagi orang-orang dari kasta Brahmana. Selengkapnya bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Brahmin.

  180. #180
    gravatar

    sekedar memberikan informasi bahwa telah terbit buku tentang identitas gajahmada, coba cek di http://ungkapankoe.blogspot.com/2009/09/terungkapnya-identitas-gajahmada.html. terimakasih

  181. #181
    gravatar

    satu kata untuk novel-novel kisah gajah mada ini : SALUTE!!
    mudah-mudahan kakang penulis bisa terus berkarya!

  182. #182
    gravatar

    sebagai orang yang amat sangat ketinggalan baca bukunya mas langit…cuma bisa bilang SALUTE!!! keep up the good work. trus buat kita semua, perlu diingat gimanapun juga GM hanya manusia biasa yg punya kelebihan dan kekurangan. tapi beliau juga orang besar yg meninggalkan jejaknya sehingga Indonesia ada seperti sekarang ini. (just my opinion)

  183. #183
    gravatar

    aku generasi 90 han tapi suka banget dengan sejarah, urang sunda asli, tp besar di jawa,,,tidak primodial bahkan bangga dengan kebhinekaan, jadi tidak semua remaja anti sejarah yg biin kepala pusing….

  184. #184
    gravatar

    ternyata….. tuan putri Diyah Wyat… tidak lebih mulia dari seorang wanita biasa…
    Apa namanya pura2 sakit hanya untuk bisa tidur dengan tabib.. mengecewakan…
    Karya Bang Krisna ini yang membuat aku mengerti sesungguhnya idup di dunia egois tak ada yang putih suci…

  185. #185
    gravatar

    mantep bos sinopsis nya, gajah mada merupakan sosok idola di jamannya. adakah sosok calon pemimpin kita yang seperti itu?

    salam
    VGMC

  186. #186
    gravatar

    gw ga suka novel tp baca LKH sama Pentalogi Gajah Mada nya bnr2 bagus ke- 5 bukunya…candi murca msh belum berserakan di toko buku klo mo beli ada di mana ??
    suwon sadoyo kabeh

  187. #187
    gravatar

    sinopsis yang sangat bagus mengenai LKH.

    salam

  188. #188
    gravatar

    Segera muncul kembali Gajah Mada 1-5 dg Soft Cover Flap & nantikan bonusnya dari Tiga Serangkai.

  189. #189
    gravatar

    sudah terbit lagi iya.. dengan judul baru kyknya…. ganti judul aja sih sepertinya.. benar ga..?

  190. #190
    gravatar

    sangat super sekali karyanya mas langit

  191. #191
    gravatar

    PERBEDAAN SERIWIJAYA DENGAN MAJA PAHIT
    Kedua kerajaan ini di kabarkan konon katanya adalah kerajaan besar yang menguasai nusantara.
    Cuman pertannyaan muncul apa benar ? kalau benar apa buktinya?
    Tentu untuk membuktikannya adalah dengan bukti sejarah/ pakta sejarah otentik dan catatan2 asing yang sezaman dengan seriwijaya atau maja pahit yang netral yang tidak ada kepentingan. Kalau catatan belanda semuanya bohong tidak ada yang benar catatan belanda itu karena belanda jelas ada kepentingan untuk memecah belah dan menguasai nusantara. Dan belanda tidak tau zaman majapahit apalagi zaman seriwijaya, mana mungkin orang belanda bisa bercerita tentang majapahit apalagi seriwijaya.
    Sebagai bukti kalau belanda tukang pembohong. Orang belanda menulis sejarah islam pertama disebarkan dinusantara oleh orang gujarat Pada abad 13. Kenyataannya islam disebarkan pertama dinusantara langsung dari pusatnya yakitu mekkah dan madinah pada masa nabi Muhammad SAW. Bahkan Muawiyah pernah datang ke nusantara. Kerajaan islam pertama adalah samudra pasai padahal jauh sebelum samudra pasai sudah ada kerajaan islam perlis yang diserang oleh seriwijaya yang dalam peperangan itu sultan perlis gugur sebagai syuhada. Patahillah adalah syarip hidayatullah adalah sunan gunung jati padahal mereka adalah lain patahillah bukanlah syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Raja nusantara pertama yang beragama islam adalah marah siluh padahal raja islam pertama nusantara adalah seri indrawarman raja seriwijaya. Seriwijaya adalah seratus persen kerajaan budah. Padahal sesungguhnya kerajaan seriwijaya itu adalah kerajan budah, islam, hindu. Yang ketiganya salaing berebut pengaruh dan kekuasaan. Semua sejarah yang ditulis orang belanda tidak ada yang benar
    Kembali ke tantang seriwijaya dan majapahit yang katanya sama sama besar tetapi jika kita perhatikan dan teliti dan kaji lagi dengan koreksi kritis ada perbedaan yang mencolok antara seriwijaya dan maja pahit.
    Perbedaan itu antara lain
    1. Kalau majapahit lebih dulu menceritakan sumpah palapa gajah mada yang menguasai nusantara. Sumpah palapa itu sebenarnya baru rencana gajahmada untuk menyatukan nusantara. Berdasarkan rencana gajahmada itu langsung dimasukkan semua kewilayah majapahit dan peta wilayah majapahit sama persis dengan indonesia sekarang bahkan malaysia dimasukkan kewilayah majapahit. Padahal belum tentu berhasil cita cita gajah mada itu jangan2 gagal total
    2. Sedangkan seriwijaya lebih dulu berdasarkn prasasti dan catatan asing kalau wilayah itu telah dikuasai oleh seriwijaya. Dan peta wilayah seriwijaya hanya sebagian sumatra, jawa barat, sebagian kecil kalimantan barat dan malaysia.
    3. Kalau seriwijaya banyak sekali yang menklaim bahkan semua mengklaim.
    4. Kalau maja pahit satupun tidak ada yang mengklaim. Selain dari jawa timur bahkan madura saja enggan mengklaim majapahit. Padahal berdasarkan sejarah majapahit itu bisa tegak karena madura. Sunda juga malas mengklaim majapahit padahal ayah raden wijaya adalah orng sunda.
    Berdasarkan 4 poin ini mari sama-sama kita teliti lagi dengan koreksi kritis tentang kebesaran seriwijaya dan majapahit atau jangan- jangan bohong semua keduanya.

    1. Rencana gajah mada yang terkenal dengan sumpah palapanya yang tidak akan bersenang senang jikalau nusantara belum menjadi wilayah majapahit. Kemudian sertamerta peta wilayah majapahit adalah indonesia sekarang dan malaysia. Sekarang koreksi kritisnya. Tidak ada prasasti majapahit diwilayah itu atau tanda tangan gajah mada diwilayah wilyah yang disebutkan oleh gajah mada dalam sumpah palapanya itu kalau wilayah itu telah di serang atau ditaklukkan oleh gajah mada / majapahit kecuali hanya di bali bagian selatan saja. Itupun adityawarman yang menyerang dan menghabisi orang orang bali itu. Yang pada awalnya aditya warman menyerang bali bagian utara dan gajah mada menyerang bali bagian selatan. Aditya warman lebih dulu kembali kemaja pahit dengan membawa kepala raja bali sedangkan gajahmada gak tuntas tuntas menghadapi perlawanan bali. Bahkan kocar kacir gajah mada. Kemudian aditya warman kembali menyerang bali dan menghabisi raja bali gajahmada bukanlah panglima perang lapangan gajahmada ini lebih cendrung jendral konseptor/ ahli strategi. Sedangkan panglima perang maja pahit adalah aditya warman aditya warmanlah jendral lapangan ahli perang dilapangan. Entah apa jadinya majapahit kalau tidak ada adityawarman. Kemudian adalagi jasa panglima majapahit yaitu laksamana nala. Sebenarnya armada laut majapahit laksamana nala ini yang berperan bukan gajah mada.
    Sepertinya gajahmada ini orang penakut buktinya untuk menaklukkan pajajaran di negri sunda gajah mada membawa pasukkan 15.000 untuk menghadapi rombongan calon penganten yang hanya berjumlah 300 orang sungguh sangat memalukan dan menjijikkan.
    Dan buktinyata pajajaran tidak pernah takluk kepada majapahit. Pajajaran masih eksis .
    Kapan gajahmada menyerang palembang tidak ada prasastinya dipalembang tidak pernah majapahit menyerang palembang. Palembang masuk kewilayah majapahit atas jasa aditya warman/ arya dillah bukan dengan pertumpahan darah tetapi dengan diplomasi hubugan kekeluargaan. Begitu juga dengan dharmasraya atau sumatra barat tidak pernah gajah mada ke situ tetapi jasa adityawarman yang menjadikan sumatra barat menjadi wilayah majapahit. Tidak pernah pasukkan majapahit menghancurkan sumatra barat. Bahkan pasukan maja pahit dibantai habis oleh aditya warman disumatra barat ketika aditya warman mendirikan kerajaan pagarruyung. Dan majapahit mana berani menyerang adityawarman.
    Begitu juga malaysia tidak ada satupun prasasti majapahit dimalaysia kalau malaysia menjadi wilayah maja pahit/ diserang dandihancurkan dan oleh majapahit atu gajah mada.
    Bahkan dilampung saja tidak ada prasasti majapahit kalau lampung di taklukkan majapahit.
    Bahkan dalam catatan naskah jawa dikatakan sijawa raja majapahit sisunda raja pajajaran silampung ratu balaw. Artinya ketiga kerajaan ini ada rajanya masing masing dan bukan wilayah majapahit.
    Dan ditulis dalam sejarah majapahit menyerang pemberontakan palembang. Sebenarnya yang melakukan pembrontakan itu bukan orang palembang tetapi bajak laut cina. Karena palembang telah menjadi sarang bajaklaut cina di asia. Dan yang menumpasnya adalah laksamana cengho dengan membawa seluruh angkatan laut cina yang sangat besar yang terkenal dengan kisah pelayaran laksamana cengho. Sepertinya gajah mada itu tukang pembuwal. Besak mulut saje. Sumpah palapa itu sepertinya gagal.
    Dan dalam catatan luar tidak ada yang mengatakan majapahit itu sebesar yang di buat di peta wilayah majapahit itu.
    Dan dalam akhir hayat gajahmada sepertinya dia hidupnya tersisih dan terasing dan merana dikucilkan orang dan itulah sumpah palapa gajahmada yang tidak akan bersenang senang selama hidupnya sebelum wilayah nusantara dipersatukan dan untuk menebus rasa bersalahnya itu gajahmada memenuhi sumpahnya gajah mada mati dengan sangat memalukan dengan minum racun.
    Sekarang kita bandingkan dengan seriwijaya. Yang wilayahnya di gambarkan dipeta sebagian sumatra sebagian kecil kalimantan barat, jawa barat, dan malaysia. Dan ditulis dalam sejarah yang dimaksud bumi jawa yang di taklukkan seriwijaya itu adalah tarumanegara atau jelasnya adalah jawa barat. Tetapi prasasti kekuasaan kerajaan seriwijaya dan dinasti selendranya ada dimana mana. Jelas seluruh jawa adalah wilayah kerajaan seriwijaya dengan penguasa dinasti selendranya. Seluruh prasastinya ada. Jelas yang dimaksud bumi jawa oleh dapunta itu adalah jawa bukan jawa barat. Jaman dulu jawa barat itu adalah tanah sunda / bumi parahyangan/ galuh. Sedangkan yang ditulis oleh dapunta adalah bumi jawa. Bahkan sebenarnya tanah sunda itu mengakui kedaulatan seriwijaya karena dapunta menikah dengan putri raja sunda. Sedangkan yang dihancurkan oleh dapunta adalah kerajaan kaling jawa tengah perasastinya terdapat di kabupaten batang jawa tengah. Kemudian keturunan raja galuh yang bernama sanjaya menyingkir ke jawa tengah karena mendapat desakan dari seriwijaya mendirikan kerajaan mataram hindu kemudian itupun dikuasai oleh dinasti selendra dan sebenarnya sanjaya pun adalah masih keturunan yang berasal dari galuh yang masih keturunan dinasti selendra/ raja raja seriwijaya. Dan gelar gelar raja mataram hindu itu adalah rakai dan mengakui kedaulatan seriwijaya. Dan kerajaan mataram hindu itu dihancurkan oleh seriwijaya. Dan patih kerajan mataram hindu mpu sendok menyingkir ke jawa timur dengan mendirikan kerajaan medang. Jelas sudah musuh bebuyutan jawa adalah seriwijaya prasasti prasasti seriwijaya/ dapunta/ dinasti selendra yang berada dijawa itu berbahasa melayu rumpun pasemah sumatra selatan. Kemudian raja jawa timur ini yang bernama teguh darmawangsa nekat menyerang seriwijaya yang berakibat patal dengan serangan balik seriwijaya yang memusnahkan seluruh jawa timur. Satu satunya yang selamat adalah air langga yakni menantu darmawangsa, yang berasal dari bali. Sebenarnya itu sengaja dibiarkan oleh seriwijaya karena airlangga adalah keturunan seriwijaya juga karena seriwijaya juga menyerang bali dan mendirikan kerajaan bali dan prasastinya ada di bali artinya seluruh jawa dan bali adalah wilayah kerajaan seriwijaya ada prasastinya dan ada catatan dari luar tentang hal itu, kenapa dipeta wilayah seriwijaya hanya jawa barat saja yang dimasukkan.
    Kemudian dalam peta seriwijaya dimasukkan hanya sebagian kecil kalimantan barat. Padahal prasasti di kalimantan selatan menjelaskan kalau seriwijaya menguasai kalimantan selatan dengan kedatangan pasukaan seriwijaya di banjar yang berasimilasi dengan dayak . sedangkan majapahit kapan menyerang kalimantan tidak ada prasasti dikalimantan kalau majapahit pernah menyerang kalimantan.
    Begitu juga dengan sulawesi kapan gajahmada menyerang dan menaklukkan sulawesi di sulawesi satupun tidak ada prasasti kalau majapahit menyerang dan menaklukkan sulawesi. Apalagi maluku dan papua mana ada prasasti majapahit disitu kalau wilayah itu dihancurkan dan ditaklukkan gajahmada/ majapahit. Satu satunya sumber tentang kebesaran wilayah majapahit hanyalah kitab negara kertagama yang mencatat rencana gajahmada yang bersumpah dihadapan maha rani majapahit tribuwana tunggadewi, yang terkenal dengan sumpah palapa. Itu baru rencana. Dan bila melihat akhir kehidupan gajah mada yang merana karena menanggung malu itu sepertinya rencana gajahmada itu gagal total.
    Kitab negara kerta gama dan pararaton itu adalah karangan orang gila orang gak waras orang setres mpu prapanca itu adalah guru sepiritual kerajaan yang dipecat oleh hayamwuruk dan dibuang ke desa terpencil. Kitab itu untuk menjilat untuk mengambil hati hayam wuruk dasar tua bangka keparat mpu prapanca ini yang mengarang kitab semau mau jidat dia saja hal hal yang membesarkan dirinya sendiri ditulis dan hal hal yang mengagung agungkan majapahit tanpa ada bukti sedangkan kisah kisah sejarah perang bubat pemberontakan ranggalawe sedikitpun tidak di sebut sebut. Mpu penjilat ini memasukkan semua wilayah yang disebut oleh gajah mada dalam rencana gajah mada itu kedalam majapahit, Padahal itu baru rencana gajah mada dan rencana itu gagal total. Jangankan menguasai nusantara menguasai jawa timur saja maja pahit tidak bisa. Maja pahit itu dibagi dua sebelah timur adalah kerajaan lumajang dengan rajanya arya wira raja sebagaimana sumpah raden wijaya yang akan membagi dua maja pahit dengan arya wira raja jika berhasil menggulingkan jaya katwang. Karean atas pertolongan dan jasa arya wira raja. Dan sampai majapahit lenyap di bumi lumajang tetap merdeka. Apa lagi sulawesi, kalimantan, sumatra, maluku, papua. Dassar besar omong saja sigajah mada ini. Kalau sumatra itu adalah wilayah aditya warman/ arya damar. Dan semua orang maja pahit dibantai habis oleh adityawarman bagaimana bisa dikatakan kalau sumatra adalah wilayah majapahit orang orang maja pahit dicincang oleh adityawarman. Bahkan 10 kali lebih besar pagarruyung daripada majapahit. Maja pahit hanyalah seujung kuku pagarruyung , hanya sebagian jawa timur, bali, lombok saja wilayah majapahit itu. Itupun keluarga adityawarman yang menaklukkannya dan menguasainya bukan gajah mada.
    Gajahmada adalah si besarmulut dan penakut dan pengecut dan licik, sedangkan mpu prapanca sipengarang kitab dongeng negara kertagama adalah sipenjilat dan orang setres.karena dipecat dari jabatannya sebagai resi kerajaan.
    Kalau dikatakan majapahit yang menyerang dan menghancurkan seriwijaya itu adlah salah besar ketara betul orng itu bodoh gakpunya otak di zaman maja pahit sudah tidak adalagi kerajaan seriwijaya bodoh. Yang ada dharmasraya dan pagarruyung yang raja rajanya adalah keturunan seriwijaya/ berasal dari seriwijaya. Dan seriwijaya sudah bukan dipalembang lagi pusatnya.

    2. Perbedaan yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya di setiap wilayah kekuasaannya selalu ada prasastinya kalau wilayah itu telh diserang dan ditaklukkan oleh seriwijaya. Dan hampir semua wilayah taklukkan seriwijaya itu di peroleh dengan jalan peperangan hanya sunda saja dengan jalan damai yak ni pernikahan dapunta dengan putri sunda. Sedangkan majapahit gagal memperistri putri sunda akibat ulah gajah mada. Dan pajajaran tidak pernah mengakui kedaulatan majapahit atas tanah sunda. Dan pajajaran masih tetap exis berbarengan dengan majapahit. Sedangkan seriwijaya yang memperistri putri tarumanegara menakibatkan hilangnya kerajaan tarumanegara. Trumanegara tidak pernah ada lagi setelah pernikahan dapunta dengan putri sunda itu. Sedangkan wilayah majapahit sebagian besar diperoleh dengan jalan diplomasi sepertinya hanya bali dan p umbawa saja yang diperoleh dengan jalan peperangan.
    3. Perbedaan ketiga yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya banyak sekalai yang mengklaim bahkan hampir semua wilayah yang ditaklukkan seriwijaya mengklaim seriwijaya. Ini adalah sebagai bukti kalau wilayah itu benar benar menjadi wilayah kerajaan seriwijaya. Semakin banyak yang mengklaim seriwijaya maka semakin luas pula wilayah seriwjaya itu sesungguhnya. Padahal sudah jelas seriwijaya itu terletak dan berasal dari wilayah/ kerajaan yang berada di antara kerajaan melayu ( jambi sekarang) dan kerajaan tulang bawang ( lampung sekarang.) jadi antara kerajaan melayu dan kerajaan tulang bawang/ antara jambi dan lampung itu lah seriwijaya yang sesungguhnya. Tetapi masih banyak yang mengklaimnya membuktikan kalau wilayah itu benar benar wilayah seriwijaya.
    4. Majapahit satupun tidak ada yang mengklaim. Sunda saja tidak mau padahal ayah raden wijaya (raja pertama maja pahit) adalah orang sunda. Kenapa sunda tidak mau mengakui majapahit karena sunda bukan wilayah majapahit sampai maja pahit lenyap sunda tetap ada. Janankan sunda madura saja tidakmau mengakui maja pahit dan madura sampai majapahit runtuh tetap merdeka bukan wilayah majapahit. Jangankan madura lumajang saja bukan wilayah majapahit apa lagi sulawesi kalimantan sumatra, maluku, papua. Dan bali beserta lombok yang menaklukkan dan menguasainya adalah keluarga aditya warman. Mana gajah mada besar mulut aja. Gajahmada pernah duakali menyerang pajajaran kedua duanya gagal hampir semua pasukkan gajahmada dibantai lari terbirit birit gajah mada. Sebenarnya gajah mada menghadang rombongan penganten diyah pitaloka putri seri baduga yang bejumlah 300 orang sedangkan gajah mada membawa 15.000. bayangkan apa tidak gila dan kalap gajah mada ini. Sebenarnya gajh mada ini adalah dendam dengan pajajaran yang telah meluluh lantahkan pasukkannya dulu.
    Adityawarman datang kepajajaran untuk minta ma’af atas nama majapahit. Aditya warman ini adalah anak dari dara jingga dengan abyabrahman dan aditya warman adik cakra dara cakra dara adalah ayah hayamwuruk jadi aditya warman adalah pak cik nya hayam wuruk. Wajar aditya warman mewakili hayamwuruk selaku keponakannya untuk minta ma’af kepada pajajaran. Dara jingga adalah kakak dara peta k, dara petak adalah istri radenwijaya dan ibu jaya negara. Dara petak dan dara jingga adalah putri kerajaan dharmasraya yang berasal dari keturunan raja raja seriwijaya.
    Ya sumatra ditaklukkan aditya warman/ arya damar/ arya dillah dan nenek moyangnya di dharmasraya dan seriwijaya. Tapi kemudian aditya warman tidak pernah tunduk kepada maja pahit dan mendirikan kerajaan pagarruyung. Jadi sumatra bukanlah wilayah majapahit tetapi wilayah aditya warman dan pagarruyung.
    Jangan pernah lagi jawa mengatakan semua nusantara adalah majapahit semua nusantara ditaklukkan oleh gajah mada sebelum ada prasastinya yang membuktikan kalau wilayah itu telah di taklukan oleh gajah mada atau telah menjadi wilayah maja pahit.
    Jangan dikira kitab negara kertagama itu benar isinya kitab itu adalah kitab penjilat.
    Jangan dikira gajahmada itu berhasil mewujudkan hayalannya dalam ucapan sumpah palapa itu.
    Dan kitab negara kertagama itu karangan siorang gila yang bernama mpu prapanca itu adalah karang- karangan mpu prapanca saja
    Ya sekarang orang jawa bisa banga karena jumalah penduduk terbesar di indonesia. Tetapi jangan lupa jawa secara wilkayah adalah minoritas, hanya 3 propensi ( jawa tengah, jogja, jawa timur) jawa barat bukan lagi suku jawa tetapi sunda, banten, betawi. Dan madura bukan lagi suku jawa tetapi suku madura. Bandingkan dengan 33 propensi di indonesia. Dan indonesia terbentuk karena persamaan nasib dan harkat martabat Sebagai bangsa yang dijajah oleh belanda, sebagai masyarakat kelas 3/ bumi putra/ kelas paling bawah sebagai bangsa yang tertindas. Atas persamaan nasib itulah indonesia bersatu dan merdeka.
    Menulis sejarah jangan lagi asal tulis saja semau mau pengarang saja. Sekarang orang cerdas semua dan berpikiran kritis semua. Dan akan di buktikan orang betul. Gak akan orang enggiih- enggih aja, Nanti dulu teliti dulu buktikan dulu
    Balas
    putra sumsel pada 8 Januari 2014 pada 04:21 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    dengar kamu orang jawa gak usah bertingkah dengan palembang/ sumatera selatan dan seriwijaya.
    kartu jawa itu palembang/ sumatera selatan yang pegang.
    kartu majapahit itu seriwijaya yang pegang. apa mau dibuka?????
    Balas
    putra sumsel pada 11 Januari 2014 pada 03:03 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    Bukti sejarah yang paling kuat adalah prasasti dibatu dan istana. Kedua dunya tidak ada dinusantara prasasti majapahit kecuali dibali dan lombok saja. Itupun bergandeng dengan aditya warman dan saudara- saudaranya.
    adapun tentang kitab negara kertagama itu adalah buku karangan mpu prapanca. Mengarang buku siapa saja bisa dan mengarang buku bisa sambil tidur sambil mimpi dan sambil menghayal dan semau mau pengarang. Dan bisa hanya berada didalam kamar saja kalau mengarang buku entah benar entah tidak
    sedangkan prasasti di batu tidak bisa asal tulis saja kalau tempat itu belum ditaklukkan . Bunuh orang kalau asal tulis saja, asal ancam, saja, asal kutuk saja tempat orang kalau belum wilayah itu benar- benar telah ditaklukkan.. dan membuat prasasti dibatu tidak bisa sambil tidur, sambil mimpi, sambil menghayal.
    Mana prasasti gajah mada yang menegaskan kalau wilayah wilayah husantara telah ditaklukkan oleh gajah mada gak ada, cuman di Bali dan lombok saja, itu juga aditya warman yang menaklukkan dan menguasainya.
    Gajah mada mati dalam keadaan hina, tidak ada istri, tidak ada keturunan, tidak ada kawan tidak ada pengikut, tidak ada saudara. Itulah akibat orang besar omong hingga akhirnya makan sumpah nya sendiri.
    Mungkin setelah peristiwa bubat kesabaran hayam wuruk habis sehingga gajah mada diusir oleh hayam wuruk. Karena satupun tidak ada yang terbukti sumpah palapa itu ditambah pula dengan peristiwa bubat yang sangat memalukan majapahit.
    Dan untuk mengingatkan hayamwuruk akan jasa gajah mada yang telah menyelamatkan jaya negara dan menumpas pembrontakan rakuti walaupun sumpah palapa itu gagal ditulislah negara kerta gama oleh seorang empu penjilat situa bangka keparat yang bernama prapanca.
    Kalian suku jawa menggung agungkan ken arok, wikramawardana, jakatingkir dan melecehkan tunggul ametung, bre wirabumi, arya penangsang.
    Kalian tau tidak siapa kenarok, wikramawrdan, jaka tingkir
    Ken arok adalah manusia paling bejat didunia, manusia iblis,licik, culas, tak tau balas budi, gila kekuasaan gila pangkat, tukang berzina dengan istri majikan, pembunuh majikan/ suami kendedes, pembunuh kebo ireng dengan pitnah keji, pembunuh mpu gandring gurunya sendiri yang membuatkan keris mpu gandring, tukang pitnah, itu nenek moyang kamu orang suku jawa yang kalian agung agungkan .
    Berhati- hatilah dengan orang jawa yang menjadi pembantu, tukang kebun, sopir, selip sedikit bisa berzina istri dengan pembantu/ pelayan , sopir, tukang kebun orang jawa. Belajarlah dari sejarah ken arok dan kendedes. Sebenarnya raja2 singao sari dan maja pahit itu darah tunggul ametung lebih kental daripada darah kenarok. Kerta negara adalah anak rangga wuni. Ranggawuni adalah anak anusapati, anusa pati adalah anak tunngul ametung. Gayatri adalah anak kerta negara berarti keturunan gayatri adalah keturunan tunggul ametung. Sedangkan raden wijaya ayahnya adalah orang sunda tidak ada sedikitpun hubungan dengan ken arok. Garis keturunan kenarok dari pihak ibu raden wijaya yaitu dyah lembutal. Dyah lembutal anak singamurti singamurti adalah ank mahisa wong ateleng. Mahisa wong ateleng adalah anak ken arok.
    Raden wijaya menikah dengan dara petak putri dharmasraya yang keturunan raja raja seriwijaya. Mempunyai putra bernama jaya negara ( raja kedua maja pahit)
    Kakak dara petak yang bernama darajingga kawin dengan abya brahman berputra cakra dara, arya damar/ aditya warman, arya sentong, cakra dara kawin dengan ratu tribuwana tungga dewi, jadi arya damar/ aditya warman, arya sentong adalah adik ratu/ maha rani tribuwana tungga dewi sekaligus menjadi ipar tribuwana tungg dewi.cakra dara dan tribuwana tunggadewi berputra yang bernama hayam wuruk. Hayam wuruk berputri kusumawardani. Kemudian cakra dara kawin lagi dan berputra yang bernama raden sotor. Raden sotor berputra bernama prameswara yang menjadi raja malaka.
    Hayam wuruk kawin lagi berputra brewirabumi. Jadi brewirabumi, kusumawardani, prameswara adalah bersaudara, kakek mereka sama yaitu cakra dara. Cakra dara anak darajingga, darajingga anak raja dharmas raya. Dharmasraya berasal dari raja raja seriwijaya. Seriwijaya berasal dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah( wilayah gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musirawas/ lubuk linggau, musi ulu, musi banyu asin, kubu rawas, empat lawang, muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, manak, padang guci/ wilayah propensi sumatera selatan dan Bengkulu).
    Kalau kusumawardani dan wirabumi saudara satu ayah. Kusuma wardani dan wirabumi saudara satu kakek dengan prameswara.
    Brewirabumi dan prameswara tidak mempermasalahkan kusuma wardani. Tetapi yang membuwat brewirabumi dan prameswara naik darah ngapain wikramawardana yang menjadi raja maja pahit.
    Kalau kusumawardani adlah putri hayam wuruk dan cucu cakra dara sama dengan brewirabumi dan prameswara cucu cakra dara. Tapi wikramawardana siapa??? Damarwulan. Gak ada hubungannya sedikitpun dengan majapahit.
    Cakra dara kakek kusumawardani, berewirabumi, prameswara tidak menjadi raja majapahit. Tau diri cakradara. Tetap istrinya yang menjadi maha rani tribuwana tunggadewi. Lah wikramawardana datang datang jadi raja maja pahit sungguh taktau diri taktau malau. WAJAR BRE WIRABUMI DAN PRAMESWARA NAIK DARAH DAN BERSATU MEMERANGI WIKRAMAWARDANA.
    Dan bila melihat garis leluhur prameswara dari cakra dara, darajingga, dharmasraya, seriwijaya, wajar prameswara mengaku keturunan palembang yang berasal dari raja- raja seriwijaya. Ketika prameswara lari ke tumasik/ singapura disana berkuasa gubernur kerajaan siyam yang mana tumasik adalah wilayah kerajaan siyam mana ada tumasik masuk wilayah majapahit palak bapak gajah mada dan mpu prapanca saja gila memasukkan tumasik wilayah majapahit.. Kemudian gubernur kerajaan siyam yang berkuasa di tumasik itu dibunuh oleh prameswara kemudian lari ke malaysia dan mendirikan kerajaan malaka. Adapaun kemudian prmeswara beragama islam karena leluhurnya dari seriwijaya memang sudah banyak yang beragama islam. Arya damar, seri indra warman ( raja kedua seriwijaya) beragama islam. Dan seriwijaya itu sebenarnya adalah kerajaan budah, islam, hindu, yang ketiganya berebut pengaruh dan kekuasaan.
    Sekarang jaka tingkir yang bagi orang jawa diagung- agungkan dan orang jawa melecehkan arya penangsang. Jaka tingkir itu adalah manusia sombong, licik, culas, gila kekuaaan, gila pangkat, taktau malu, taktau diri. Siapa jaka tingkir? Tidak ada sedikitpun mempunyai hubungan darah dengan demak/ raden patah. Jaka tingkir hanyalah menantu terenggono.
    Sedangkan arya penangsang adalah cucu raden patah anak sedainglepen. Setelah wapat pati unus seharusnya yang menjadi raja demak adalah adiknya yang kedua / sedoing lepen/ ayah arya penangsag karena pati unus tidak mempunyai keturunan. Tapi sedoing lepen dibunuh prawoto anak trenggono. Sehingga ayah prawoto/ adik sedoing lepen yang menjadi raja yaitu ternggono. Wajar arya penangsang membunuh prawoto orang yang telah membunuh ayahnya. Arya penangsang tidak membunuh trenggono/ adik ayahnya/ pamannya. Setelah wapat ternggono maka lebih berhak arya penagsang daripada putri trenggono. Wajar arya penangsang yang menjadi raja demak tetapi kenapa jaka tingkir ikut campur. Kenapa jaka tingkir yang ingin menjadi raja/ sultan. Putri ternggono saja/ istri jaka tingkir saja tidak mau menjadi ratu/ sultanah dia tau arya penangsang jauh lebih berhak daripada dia. Lalu kenapa jaka tingkir yang menjadi raja/ sultan, dasar tak tau diri tak tau malau jaka tingkir ini. Wajar arya penangsang naik darah dengan jaka tingkir.
    Kata orang jawa arya penangsang mati kena kerisnya sendiri padahal arya penagsang selamat pergi ke sumatra selatan kedaerah komering dan ogan ilir dan prabu mulih dan keturunanya banyak di prabumulih dan ogan ilir sumatra selatan.
    Pada saat seminar nasional tentang peradaban rumpun suku bangsa pasemah sebagai pendahulu serwijaya yang diadakan di kota pagar alam sumatera selatan raja bali dan seri sultan HBX datang.
    Untung saja sultan jawa ini dan raja bali ini tidak membantah. Seandainya membantah bisa kehilangan muka raja jawa dan raja bali ini. Bisa diungkit semua bagaimana bali dan jawa itu bagaimana hubungannya dengan rumpun pasemah, apa isi prasasti sojomerto batang jawa tengah apa ada bahasa jawa disitu yang menuliskan nama dapunta selendra tulen prasasti itu berbahasa melayu rumpun pasemah . unutung sultan jawa ini baik malah mengadakan silaturahmi dengan tokoh- tokoh rumpun pasemah baik yang berada disumsel dan bengkulu, Malah seri sultan HBX mengatakan kalau dia dan keluarganya berasal dari rumpun pasemah dan datang kepagar alam- sumsel adalah pulang kampung. Adapun tentang asal usul seriwijaya perlu penelitian lagi. Sedangkan raja bali sepertinya sedih dan kecewa karena jejak hindu budah pada masyarakat rumpun pasemah sebagai asal usul dapunta selendra lenyap sama sekali dan telah menjadi masyarakat islam semua. Sedangkan bukti- bukti tentang rumpun pasemah sebagai asal usul seriwijaya dan dapunta selendra sudah sangat jelas kalau masih ingin diteliti lagi tambah bagus. Tapi teliti lagi juga semua seluruh sejarah di Indonesia termsuk teliti lagi juga maja pahit yang katanya menguasai nusantara sedangkan tidak ada bukti kebesaran majapahit, baik itu prasasti gajah mada/ maja pahit ditempat tempat yang disebut dalam hayalan gajah mada dan ditulis mpu prapanca dalam kitab negara kerta gama, istana maja pahit tidak ada, Satu satunya rujukan majapahit hanya kitab dongeng Negara kerta gama saja, yang menulis rencana dan hayalan gajah mada.
    Kalau ada prasastinya mana?????????????????
    Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????

    Kamu orang orang suku jawa tidak usah banya tingkah semua kerajaan dijawa itu berasal dari sunda semua . gak ada kerajaan dan raja dijawa apa lagi dijawa timur. Baru ada setelah empu sendok lari kejawa timur baru ada kerajaan dijawatimur itupun dimusnahkan oleh kerajaan seriwijaya. kalau mataram hindu itu berasal dari sunda dari galuh tanah sunda. siapa sanjaya itu?? anak sana raja galuh tanah sunda.
    Gak ada kerjaan gak ada raja dijawa. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya semua. Dari arah barat kerajaan2 dijawa itu dari banten, sunda, jawa tengah terakhir jawa timur dan sekarang yang paling akhir jogja dan solo. Kamu suku jawa gak usah gaya. Selendra dijawa itu adalah orng orang seriwijaya yang menikah dengan orang- orang sunda itulah yang menjadi raja- raja dijawa itu paham kalian suku jawa ( jawa tengah, jogja, jawatimur) dinasti selendra berasal dari jawa dari mana dari hongkong. Gak ada kerajaan gak ada raja dijawa itu dulu. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya. Kerajaan kaling itu lenyap dihancurkan seriwijaya.
    Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????
    Balas
    putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 05:07 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    pada saat peristiwa pralaya yang mana kerajaan jawa timur beserta raja dan seluruh keturunannya dan pembesar2nya dibantai habis oleh seriwijaya. hanya air langga seorang yang dibiarkan hidup oleh seriwijaya yang menjadi menantu darmawangsa. karena air langga berasal dari darah seriwijaya. yang kemudian air langga menikah dengan putri seriwijaya pula. yang keturunannya menjadi raja2 kahuripan, jenggala, panjalu,dan menjadi kerajaan kediri, yang salah satu keturunan darah kediri adalah tunggul ametung, keturunan tunggul ametung adalah raja raja singa sari dan raja2 maja pahit. paham kamu suku jawa. kamu suku jawa mau kwalat durhaka dengan orang2 sumatra.
    Reply
    putra sumsel on January 11, 2014 at 9:39 pm said:
    Your comment is awaiting moderation.

    pada saat adityawarman dan gajahmada menaklukkan bali aditya warman tidak mau menyerang bali selatan karena raja rajanya adlah keturunan langsung seriwijaya. gajah mada yang sangat bersemangat menyarang bali selatan.
    aditya warman membunuh raja bali utara yang masih wilayah bali selatan. gajah mada kalah oleh orang bali keturunan seriwijaya. gajah mada mundur stelah aditya warman datang aditya warman langsung menyerang bali tanpa sepengetahuan gajah mada. karena sama2 berdarah seriwijaya dengan aditya warman raja bali itu mengakui aditya warman dan diajak kemaja pahit oleh aditya warman. pada saat dibali itu gajah mada sudah kehilangan muka. dan benih2 permusuhan aditya warman denagan gajah mada semakin meruncing.
    karena aditya warman mencurigai kematian jaya negara raja maja pahit kedua yang merupakan sepupu aditya warman ( anak bibi aditya warman) adalah konspirasi gajah mada dan tribuwana tunggadewi. atas ini pula adityawarman kemudian melawan majapahit.
    yang membunuh jaya negara adalah ratanca atas perintah gajah mada. buktinya gajah mada langsung membunuh ratanca tanpa diadili terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak.

    paham kamu suku jawa
    KITAB NEGARA KERTA GAMA ADALAH PITNAH BESAR YANG DILAKUKAN OLEH EMPU PRAPANCA, GAJAH MADA, SUKU JAWA. TERHADAP SUNDA, MADURA, LUMAJANG, NUSANTARA DAN ASIA TENGGARA..

    DIBAWAH INI ADALAH BUKTI KALAU BALI ADALAH WILAYAH SERIWIJAYA.
    Shri Kesari Warmadewa adalah Wangsa Warmadewa yang pernah berkuasa di Pulau Bali, Indonesia dari Tahun 882 M s/d 914 M.
    Dalem Shri Kesari pendiri Dinasti Warmadewa di Bali. Raja dinasti Warmadewa pertama di Bali adalah Shri Kesari Warmadewa [ yang bermakna Yang Mulia Pelindung Kerajaan Singha] yang dikenal juga dengan Dalem Selonding, datang ke Bali pada akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10, beliau berasal dari Sriwijaya(Sumatra) di mana sebelumnya pendahulu beliau dari Sriwijaya telah menaklukkan Tarumanegara( tahun 686) dan Kerajaan Kalingga di pesisir utara Jawa Tengah/Semarang sekarang. Persaingan dua kerajaan antara Mataram dengan raja yang berwangsa Sanjaya dan kerajaan Sriwijaya dengan raja berwangsa Syailendra( dinasti Warmadewa) terus berlanjut sampai ke Bali.

    Di dalam sebuah kitab kuna yang bernama “Raja Purana”, tersebutlah seorang raja di Bali yang bernama Shri Wira Dalem Kesari dan keberadaan beliau dapat juga diketahui pada prasati ( piagam ) yang ada di Pura Belanjong di Desa Sanur, Denpasar, Bali. Di pura itu terdapat sebuah batu besar yang kedua belah mukanya terdapat tulisan kuna, sebagian mempergunakan bahasa Bali kuna dan sebagian lagi mempergunakan bahasa Sansekerta. Tulisan-tulisan itu menyebutkan nama seorang raja bernama “Kesari Warmadewa”, beristana di Singhadwala. Tersebut juga di dalam tulisan bilangan tahun Isaka dengan mempergunakan “Candra Sengkala” yang berbunyi : “Kecara Wahni Murti”. Kecara berarti angka 9, Wahni berarti angka 3 dan Murti berarti angka 8. Jadi Candra Sekala itu menunjukan bilangan tahun Isaka 839 ( 917 M ). Ada pula beberapa ahli sejarah yang membaca bahwa Candra Sengkala itu berbunyi “Sara Wahni Murti”, sehingga menunjukkan bilangan tahun Isaka 835 ( 913 M ). Pendapat yang belakangan ini dibenarkan oleh kebanyakan para ahli sejarah.
    Dengan terdapatnya piagam tersebut, dapatlah dipastikan bahwa Shri Wira Dalem Kesari tiada lain adalah Shri Kesari Warmadewa yang terletak di lingkungan Desa Besakih. Beliau memerintah di Bali kira-kira dari tahun 882 M s/d 914 M, seperti tersebut di dalam prasasti-prasasti yang kini masih tersimpan di Desa Sukawana, Bebetin, Terunyan, Bangli (di Pura Kehen), Gobleg dan Angsari. Memperhatikan gelar beliau yang mempergunakan sebutan Warmadewa, para ahli sejarah menyimpulkan bahwa beliau adalah keturunan raja-raja Syailendra di Kerajaan Sriwijaya (Palembang), yang datang ke Bali untuk mengembangkan Agama Budha Mahayana. Sebagaimana diketahui Kerajaan Sriwijaya adalah menjadi pusat Agama Budha Mahayana di Asia Tenggara kala itu.
    Beliau mendirikan istana di lingkungan desa Besakih, yang bernama Singhadwala atau Singhamandawa, Baginda amat tekun beribadat, memuja dewa-dewa yang berkahyangan di Gunung Agung. Tempat pemujaan beliau terdapat di situ bernama “Pemerajan Selonding”. Ada peninggalan beliau sebuah benda besar yang terbuat dari perunggu, yang merupakan “lonceng”, yang didatangkan dari Kamboja. Lonceng itu digunakan untuk memberikan isyarat agar para Biksu-Biksu Budha dapat serentak melakukan kewajibannya beribadat di biaranya masing-masing. Benda itu kini disimpan di Desa Pejeng, Gianyar pada sebuah pura yang bernama “Pura Penataran Sasih”
    Pada zaman pemerintahaan beliau penduduk Pulau Bali merasa aman, damai, dan makmur. Kebudayaan berkembang dengan pesat. Beliau memperbesar dan memperluas Pura Penataran Besakih, yang ketika itu bentuknya masih amat sederhana. Keindahan dan kemegahan Pura Besakih hingga sekarang tetap dikagumi oleh dunia.
    Shri Kesari Warmadewa merupakan tokoh sejarah, ini bisa dibuktikan dari beberapa prasasti yang beliau tinggalkan seperti Prasasti Blanjong di Sanur, Prasasti Panempahan di Tampaksiring dan Prasasti Malatgede yang ketiga-tiganya ditulis pada bagian paro bulan gelap Phalguna 835 S atau bulan Februari 913. Shri Kesari Warmadewa menyatakan dirinya raja Adhipati yang berarti dia merupakan penguasa di Bali mewakili kekuasaan kerajaan lain yaitu Sriwijaya. Kemungkinan beliau adalah keturunan dari Balaputradewa, hal ini berdasarkan kesamaan cara penulisan prasasti , kesamaan dalam menganut agama Budha Mahayana dan kesamaan nama dinasti Warmadewa.
    Raja-raja Dinasti Warmadewa Di Bali
    1. 882M – 914M Shri Kesari Warmadewa
    2. 915M – 942M Shri Ugrasena
    • Setelah pemerintahan Sri Kesari Warmadewa berakhir, tersebutlah seorang raja bernama Sri Ugrasena memerintah di Bali. Walaupun Baginda raja tidak memepergunakan gelar Warmadewa sebagai gelar keturunan, dapatlah dipastikan, bahwa baginda adalah putra Sri Kesari Warmadewa. Hal itu tersebut di dalam prasasti-prasasti (aantara lain Prasasti Srokadan) yang dibuat pada waktu beliau memerintah yakni dari tahun 915 s/d 942, dengan pusat pemerintahan masih tetap di Singha-Mandawa yang terletak di sekitar desa Besakih. Prasasti-Prasasti itu kini disimpan di Desa Babahan, Sembiran, Pengotan, Batunya (dekat Danau Beratan), Dausa, Serai (Kintamani), dan Desa Gobleg.
    3. 943M – 961M Shri Tabanendra Warmadewa
    • Baginda raja Sri Tabanendra Warmadewa yang berkuasa di Bali adalah raja yang ke tiga dari keturunan Sri Kesari Warmadewa. Baginda adalah putra Sri Ugrasena, yang mewarisi kerajaan Singhamandawa. Istri Baginda berasal dari Jawa, adalah seorang putri dari Baginda Raja Mpu Sendok yang menguasai Jawa Timur. Di dalam prasasti yang kini tersimpan di Desa Manikliyu (Kintamani), selain menyebut nama Baginda Sri Tabanendra Warmadewa, dicantumkan pula nama Baginda Putri. Beliau memerintah dari tahun 943 s/d 961.
    4. 961M – 975M Shri Candrabhaya Singha Warmadewa
    5. 975M – 983M Shri Janasadhu Warmadewa
    6. 983M – 989M Shri Maharaja Sriwijaya Mahadewi
    7. 989M – 1011M Shri Udayana Warmadewa (Dharmodayana Warmadewa)- Gunaprya Dharmapatni
    • Shri Udayana Warmadewa, menurunkan tiga putra:
    o 1. Airlangga
    o 2. Marakata
    o 3. Anak Wungsu
    8. 1011M – 1022M Shri Adnyadewi / Dharmawangsa Wardhana
    9. 1022M – 1025M Shri Dharmawangsa Wardhana Marakatapangkaja
    10. 1049M – 1077M Anak Wungsu
    11. 1079M – 1088M Shri Walaprabu
    12. 1088M – 1098M Shri Sakalendukirana
    13. 1115M – 1119M Shri Suradhipa
    Sumber
    • Buku “Riwayat Pulau Bali Dari Djaman Ke Djaman”, Disusun oleh: I Made Subaga, Gianyar – Bali
    • Sejarah Bali. Nyoka, Penerbit & Toko Buku Ria, Denpasar, 1990.
    • Ardana, I Gusti Gede,[1988], Udayana, Peranannya dalam Sejarah Bali pada Abad X, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar
    • Munoz, Paul Michel[2009], Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia, Penerbit Mitra Abadi, Yogyakarta

    KENAPA WILAYAH SERIWIJAYA HANYA JAWA BARAT SAJA????
    BAHASA SERIWIJAYA ( MELAYU RUMPUN PASEMAH) BANYAK YANG TERSISA DI BALI
    SEPERTI ade= ada, juge= juga, au= ya, marge= marga dan semua bahasa bali berujung e.
    Balas
    putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:35 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    • pada saat peristiwa pralaya yang mana kerajaan jawa timur beserta raja dan seluruh keturunannya dan pembesar2nya dibantai habis oleh seriwijaya. hanya air langga seorang yang dibiarkan hidup oleh seriwijaya yang menjadi menantu darmawangsa. karena air langga berasal dari darah seriwijaya. yang kemudian air langga menikah dengan putri seriwijaya pula. yang keturunannya menjadi raja2 kahuripan, jenggala, panjalu,dan menjadi kerajaan kediri, yang salah satu keturunan darah kediri adalah tunggul ametung, keturunan tunggul ametung adalah raja raja singa sari dan raja2 maja pahit. paham kamu suku jawa. kamu suku jawa mau kwalat durhaka dengan orang2 sumatra.
    Reply

    putra sumsel on January 11, 2014 at 9:39 pm said:
    Your comment is awaiting moderation.
    pada saat adityawarman dan gajahmada menaklukkan bali aditya warman tidak mau menyerang bali selatan karena raja rajanya adlah keturunan langsung seriwijaya. gajah mada yang sangat bersemangat menyarang bali selatan.
    aditya warman membunuh raja bali utara yang masih wilayah bali selatan. gajah mada kalah oleh orang bali keturunan seriwijaya. gajah mada mundur stelah aditya warman datang aditya warman langsung menyerang bali tanpa sepengetahuan gajah mada. karena sama2 berdarah seriwijaya dengan aditya warman raja bali itu mengakui aditya warman dan diajak kemaja pahit oleh aditya warman. pada saat dibali itu gajah mada sudah kehilangan muka. dan benih2 permusuhan aditya warman denagan gajah mada semakin meruncing.
    karena aditya warman mencurigai kematian jaya negara raja maja pahit kedua yang merupakan sepupu aditya warman ( anak bibi aditya warman) adalah konspirasi gajah mada dan tribuwana tunggadewi. atas ini pula adityawarman kemudian melawan majapahit.
    yang membunuh jaya negara adalah ratanca atas perintah gajah mada. buktinya gajah mada langsung membunuh ratanca tanpa diadili terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak.
    paham kamu suku jawa

    kartu jawa yang pegang orang2 yang menjadi cikal bakal seriwijaya yaitu sumsel dan bengkulu apa mau dibuka?????????????????
    Balas
    putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:56 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    MUDAH MENGHANCURKAN SUKU JAWA ITU. DAN ITU TELAH DIBUKTIKAN OLEH SERIWIJAYA

  192. #192
    gravatar

    Cream sari

    Jay adalah Yulian » Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.