Wisata Langit: Observatorium Bosscha dan Planetarium Jakarta
Senin, 20 Maret 2006M
20 Safar 1427H
- Tracking System
- International phone card
“Lapangan politik kita kejar, lapangan ilmu pengetahuan kita kejar, agar supaya kita benar-benar dalam waktu yang singkat bisa bernama bangsa Indonesia yang besar!” — Santoso Nitisastro, 1965
Walaupun hanya secuil saya punya ketertarikan pada bidang astronomi atau Ilmu Falaq yang dikembangkan para ilmuwan muslim dahulu kala. Konsep keteraturan benda langit, malam dan siang, tata surya, jagat raya yang mengembang dan sebagainya telah tersurat dan tersirat dalam Al-Quran. Kaum Arab yang hidup di gurun secara turun temurun menggunakan keteraturan yang ada di langit sebagai navigasi perjalanan maupun petunjuk-petunjuk kejadian alam lainnya. Begitu juga dengan para pelaut-pelaut ulung baik dari Cina, Makassar dan bangsa Eropa, mereka menggunakan semua keteraturan benda langit sebagai navigasi utama.
Tanpa disadari kita hidup dalam keteraturan tersebut, keteraturan revolusi Bulan mengelilingi Bumi dijadikan sebagai dasar penanggalan Hijriyah bagi muslim atau penanggalan lunar lainnya seperti penanggalan Cina, dan kita pun hidup dalam penanggalan Masehi Gregorian yang dikembangkan kaum Kristen. Semua keteraturan tersebut bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Berwisata melihat langit tentunya bisa dilakukan sendiri atau beramai-ramai, dahulu rasanya di semua tempat selalu ada kegiatan menikmati malam terang bulan purnama dengan berbagai permainan masa kecil seperti Galah Asin (enaknya menjadi Ulung tapi ngos-ngosan menjaga garis paling depan, paling belakang dan garis tengah), Jeblag Panto, Sondah, hingga permainan untaian karet gelang; Sapintrong dan Loncat Tinggi.
Tak ada alat untuk melihat langit dengan teropong sebab teropong hanya dimiliki para ilmuwan atau mereka yang benar-benar berada. Jika anda suka menonton film tentunya ingat salah satu adegan munculnya teknologi teropong sederhana yang dideskripsikan secara komedi dalam film Robin Hood di adegan Azeem seorang muslim bangsa Moor dari Andalusia dengan Robin Locksley seorang crusader dari Inggris dengan menggunakan bongkahan kaca.

Dalam bidang keilmuan kota Bandung beruntung memiliki Observatorium Bosscha di dataran tinggi Lembang dan dalam bidang wisata –saya sebut wisata langit– kota Jakarta beruntung memiliki sebuah planetarium di komplek Taman Ismail Marzuki. Meskipun bukan tempat wisata; observatorium Bosscha tetap menerima kunjungan publik untuk melihat langit melalui teropongnya walau dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan karena hanya dirancang sebagai laboratorium penelitian.
Bosscha pasti di-blog sama Jay! — Hericz
Hari Sabtu yang lalu bersama 13 teman-teman Kampung Gajah kami menyempatkan berkunjung ke Observatorium Bosscha atas usul Hericz, yang kemudian dilanjutkan dengan menikmati susu murni di Lembang Kencana.
Observatorium Bosscha terletak di Lembang, sekitar 15 km ke arah Utara Bandung dengan koordinat geografis 107° 36′ BT – 6° 49′ LS. Lokasinya berada pada ketinggian 1.310m dari permukaan laut, atau pada ketinggian 630m dari plato Bandung (jika anda berangkat dari stasiun kereta api Bandung berarti anda mendaki setinggi 630m). Nama Observatorium Bosscha itu sendiri diambil dari nama sponsor utamanya, Karel Albert Rudolf Bosscha (1865-1928), seorang tuan tanah yang memiliki perkebunan teh di daerah Malabar. Wilayah Lembang dipilih karena kondisi geologis tanah yang stabil, terbukti sudah puluhan tahun bangunan dan teleskopnya masih berfungsi normal.

Observatorium utama Bosscha berbentuk bangunan lingkaran, kira-kira berjari-jari 7m dengan selasar sekitar satu setengah meter di sisi dalamnya. Bagian tengah dengan diameter 11m berbentuk panggung dengan pelat baja yang bisa naik turun kira-kira 4m. Tabung teleskop refraktor ganda buatan Carl Zeiss berdiameter 1, 5m ditopang oleh balok baja di ketinggian 5m. Di dalam tabung tersebut terdapat dua teleskop yang masing-masing lensanya berdiameter 60cm. Meskipun berukuran sangat besar tabung teleskop tersebut bisa digerakkan ke segala arah hanya dengan tangan.
Salah satu batasan dalam dunia optik adalah besarnya ukuran lensa yang bisa dibuat masih dalam ukuran sekitar satu meter. Bentuk lensa yang cembung mengakibatkan lensa sangat berat di tengahnya, hingga sulit dibuat lebih besar lagi karena pinggiran lensa tak akan kuat menahan beban bagian tengah lensa. Mungkin suatu saat ditemukan aluminium transparan seperti pada sains fiksi di film Star Trek: The Voyage Home.
Teleskop refraktor ganda Zeiss ini dirakit di tempat selama pembangunan bangunan lingkaran tersebut dari tahun 1923 hingga tahun 1928, dikelola oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging dan kini dikelola oleh Insitut Teknologi Bandung sejak ITB resmi berdiri di tahun 1959. Di ketinggian 5m bangunan ditutup dengan kubah bercelah yang bisa berputar 360°, jadi teleskop bisa digunakan untuk melihat langit horison ke segala arah dan celah kubah untuk melihat ketinggian langit dari horisontal hingga tegak vertikal menatap langit. Awalnya kubah diputar secara manual dengan tangan, kini sudah menggunakan motor listrik, begitu juga dengan pelat lantainya.
Komplek Observatorium Bosscha tidak hanya milik Bandung, tetapi juga milik dunia sebab sedikit observatorium langit berada di belahan bumi selatan, observatorium lainnya lebih banyak di belahan bumi utara seperti di Amerika atau Eropa. Pengguna observatorium ini tidak hanya para ilmuwan dan akademisi lokal, tapi juga para peneliti dari mancanegara terutama yang berkepentingan untuk melihat wilayah langit selatan.
Selain teleskop Zeiss komplek Bosscha memiliki beberapa teropong lainnya yang bersifat portabel, antara lain:
* Teleskop Schmidt Bima Sakti
* Teleskop Refraktor Bamberg
* Teleskop Cassegrain GOTO
* Teleskop Refraktor Unitron

Masyarakat umum memang tidak bisa menikmati indahnya langit melalui teleskop di Bosscha karena keterbatasan rancangan fasilitas yang memang dikhususkan untuk para peneliti. Kota Jakarta-lah yang menjawab kebutuhan tersebut dengan dibangunnya planetarium di TIM. Pada tanggal 1 Oktober 2005 yang lalu yang juga bersama teman-teman yang sama –bahkan lebih banyak– kami mengunjungi Planetarium Jakarta setelah menikmati panorama Jakarta dari puncak Monas yang kemudian dilanjutkan dengan wisata makan ke Daeng Tata.
Planetarium Jakarta adalah simulasi langit yang diproyeksikan ke layar yang berbentuk kubah setengah bola berdiameter 22m dengan kapasitas pengunjung 300 kursi. Kita mengenal TV matriks yang terdiri dari banyak televisi yang didempet-dempetkan sehingga menjadi sebuah TV berukuran besar. Begitu pula dengan planetarium, untuk menampilkan total layar setengah bola dari titik fokus planetarium disorotkan proyeksi yang banyak, kubah seolah-olah dipecah-pecah dalam banyak layar kecil hingga kita kita bisa menyaksikan seluruh langit 360° dari pandang horisontal hingga tegak vertikal ke atas. Hanya saja kursinya tidak bisa berputar, tapi cukup dengan posisi sandaran yang bisa rebah hingga nyaris telentang memandang langit dan bisa membuat kepala pusing saat langit digerakkan terlalu cepat, rasanya kursi yang terjunkat, sebuah simulasi from dusk till dawn.
Planetarium Jakarta dibangun pada tanggal 9 September 1964 hingga dibuka untuk umum pada tanggal 1 Maret 1969. Selain wahana simulasi langit; Planetarium Jakarta juga memiliki 3 teleskop yang berfungsi untuk penelitian dan kebutuhan simulasi planetarium. Dibangun atas sumbangan Gabungan Koperasi Batik Indonesia dan kini dikelola oleh Pemkot Jakarta.
Senin, 20 Maret 2006 @ 10:46
Using
keren
gue emang ga terlalu tertarik sama planetarium, tapi menikmati suasana alamnya emang enak:)
Senin, 20 Maret 2006 @ 11:20
Using
Saya tertarik untuk kesana lagi bulan April, jadwalnya masih ada kan Jay?
Senin, 20 Maret 2006 @ 11:35
Using
eh, kesana tuh enaknya sekitar bulan oktober-november kan
biar bisa lihat badai meteor kayak di meteor ganjen itu
* belum pernah ke bosya *
Senin, 20 Maret 2006 @ 11:57
Using
#2: Masih, masih ada.
Jadwal kunjungan Observatorium Bosscha untuk umum periode bulan April sampai dengan September setiap pukul 17:00 hingga 20:00 adalah sebagai berikut:
* Kamis-Jumat-Sabtu 6-7-8 April
* Selasa-Rabu-Kamis 9-10-11 Mei
* Selasa-Rabu-Kamis 6-7-8 Juni
* Selasa-Rabu-Kamis 4-5-6 Juli
* Kamis-Jumat-Sabtu 3-4-5 Agustus
* Selasa-Rabu-Kamis 5-6-7 September
Alamat kontak:
Kepala Observatorium Bosscha, FMIPA, ITB
u.p. Ibu Cucu Suryati
Lembang, Bandung 40391
Telepon/Fax: 022-2786001
Email: kunjungan@as.itb.ac.id
Juga ada program Astrocamp http://astrocamp.as.itb.ac.id/
Senin, 20 Maret 2006 @ 12:08
Using
Hihi, JAY GETHO LOH!
Laporan yang komprehensif dan persuasip jay! ayo kita kesono lagi, tapi di jadwal bisa nginceng.
Senin, 20 Maret 2006 @ 14:47
Using
Tulisan ini mengingatkan jaman perburuan komet halley (1986?) bareng temen-temen HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta), dan juga mengingatkan saat main bersama gerombolan HAAJ ke Bosscha (1988?). Ingin juga coba Planetarium Tenggarong (Kaltim) suatu saat…
Senin, 20 Maret 2006 @ 15:15
Using
wah, sisi lain dari kopdar adalah tulisan berisi yang bermanfaat.
selama ini kan kopdar biasanya cerita tentang peserta, makanan, tempat, makanan, suasana, makanan, foto, dan makanan:)
Senin, 20 Maret 2006 @ 15:45
Using
Gw belom pernah ke boscha, pengen deh, bulan april kayaknya cocok tuh
Senin, 20 Maret 2006 @ 17:09
Using
seumur-umur di bandung saya mah belum pernah ke boscha. kapan-kapan kalo saya ke bandung ajak/anter saya jay!:D
Senin, 20 Maret 2006 @ 19:16
Using
Aduh, kalau ke Boscha lagi, saya ikut dong?:-D
Senin, 20 Maret 2006 @ 20:32
Using
COBA YA KALO BIKIN EVENT KAYA GINI DIUMUMIN 2-3 MINGGU SEBELUMNYA GITULOHH:)
Senin, 20 Maret 2006 @ 22:44
Using
ii pingin liat…kpn ya bisa punya uang ke bandung?
Selasa, 21 Maret 2006 @ 1:27
Using
Coba kalo kita juga punya teleskop sinar gamma ataupun teleskop infra merah. Wah bakal semakin eksotis saja astronomi di Indonesia, tuh.
Tapi dari kunjungan akhir tahun lalu di Planetarium, kita memang masih terlalu awam dengan astronomi.
Atau sebaliknya, justru sok tau banget tentang nasib lewat astrologi? Konyol!
Selasa, 21 Maret 2006 @ 5:56
Using
UDAH PERNAH.. BIASA AJA AH.. ABIS DATENGNYA PAS SIANG…
Minggu, 26 Maret 2006 @ 9:13
Using
jd mank keren bgt ya mas? natr kalo ke situ lg jgn lupa ngajaak y mas?
Minggu, 26 Maret 2006 @ 12:23
Using
Kalau ada yang mau ikut ngomong dong, jangan diam saja:D
Senin, 27 Maret 2006 @ 23:02
Using
Ralat dikit yah Jay:
Selain teleskop Zeiss komplek Bosscha mempunyai beberapa teropong lainnya yang bersifat portabel, antara lain:
* Teleskop Schmidt Bima Sakti
* Teleskop Refraktor Bamberg
* Teleskop Cassegrain GOTO
* Teleskop Refraktor Unitron
Diantara teleskop2 tsb, yang portabel cuma teleskop Unitron, sedangkan yg lain teleskop fixed, sama seperti Zeiss.:)
Rabu, 29 Maret 2006 @ 12:51
Using
teu ngajak-ngajak euy!
Rabu, 29 Maret 2006 @ 16:48
Using
[...] Hari Sabtu yang lalu gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung Patuha, tea walk (walaupun hanya nongkrong) perkebunan teh Walini, pemandian air panas Cimanggu (tapi tak sempat) dan Situ Patengan. [...]
Kamis, 13 April 2006 @ 9:15
Using
COBA KALAU PUNYA TELEKS, MENIKMATI ATSMOFER SANGAT MENYENANGKAN, TAPI ADA TAKITNYA JUGA. MISTERI BANGAT
Sabtu, 15 April 2006 @ 20:24
Using
Sabtu dini hari 15 April 01.00 bulan bercincin purnama plus pelangi, gw gak tau gimana mendiskripsikannya……
cincinnya keren abizzzzzzzzz…… semoga ada yg sempat lihat juga ya…. karena pada saat itu cuma sebagian jakarta aja yg bisa lihat. yg lain nya ujan gerimiz mendung…………
Jumat, 21 April 2006 @ 9:56
Using
Nanya dunk!
Ada yg tau jadwal AstroCamp 2006 gak?
Soalnya disitus ITB cuman ada jadwal 2005
Btw, gw blon pernah ke Bosscha nih
Abis harus rombongan min 20 orang kan
Ngumpulin tmn2nya yg susah
Klo ada yg mo ke Bosscha bln Jul,
gw ngikut yaa…
Sabtu, 1 Juli 2006 @ 7:26
Using
Boleh nanya dong!
Kalo kunjungan pribadi yang bukan rombongan bisa gak sih (kurang dari 20 orang)?
Mengenai tiket masuknya, apa harus lewat pemesanan, atau tinggal ke sana aja?
Ada yang tau gak
Senin, 3 Juli 2006 @ 11:30
Using
ih sumpah, gila keren abiz pokoknya gw ngak nyesel dech datang kesitu. insya allah rencananya pertengahan july ini kami sekeluarga berencana datang ke Bosya Lembang.. keren kan haaa aaaa aaaaa
Selasa, 25 Juli 2006 @ 11:28
Using
salam..
Kalau saya tidak salah dari laporan sejarah pendirian Planetarium & Observatorium Jakarta, kutipan “lapangan politik kita kejar, …” yang ada di awal tulisan di atas adalah kata-kata dari Bung Karno ketika beliau berpidato pada acara pemancangan tiang pertama Planetarium Jakarta, bukan Bapak Santoso Nitisastro (direktur pertama Planetarium & Observatorium Jakarta). =)
Salam.
Rabu, 26 Juli 2006 @ 11:13
Using
wahh saya nggak mau ikutan ngomong bosscha, tapi lebih tertarik dengan jenis2 permainan yang disebutkan tadi (galah asin?, bukan galasin ya?) klo masih inget, bagi2 ceritanya dong.. Itu Jeblag Panto, Sondah, Sapintrong apaan? Cara mainnya gimana?
Minggu, 13 Agustus 2006 @ 17:54
Using
planetarium itu sangat bgs, karena kita dapat mengetahui apa yg ada di atas awan yg slama ini kita kira tidak ada apapun? maka dari itu saya sangat kagum dan trima kasi kpd org yg tlah membangun dan mendirikan planetarium
Selasa, 22 Agustus 2006 @ 11:29
Using
MUDAH-MUDAHAN BISA KE BOSCHA YA!! KAYAKNYA BOSCHA BAGUS BANGET!
Selasa, 22 Agustus 2006 @ 11:33
Using
Pengen rasanya ke bandung, apalagi kalo ke boscha bareng orang yang kita sayang.
Seneng BGTTTTTT!!!!!!!!
Senin, 11 September 2006 @ 11:25
Using
wah, kayaknya enak yach kalo kita bisa kerja di observatorium.Coz aku suka bgt ma astronomi.kira – kira ada klub pencinta astronomi yang berada di bawah naungan observatorium ini ga?aku mau tahu dunk’s berita tentang pluto yang bukan termasuk dalam sistem tata surya kita.thank yach!
Sabtu, 16 September 2006 @ 11:37
Using
wAAHH….. kalo mau Ke bossCHa min hRs 20 Or9 yakz….
mau dON9!!!
taPi RnCananYa i mo ksNA skitaR akHir sPtemBeR
PLAneTAriuM…..mmmMMMMMM……
jaRang b9t anAk2 skRg dt9 ksoNO pdHl lebiH asiiik dariPADE
mMMooLLL taukzhh…..
LbiH muraH ude 9iTU bnyaK manFaATna la9eeee….
Rabu, 27 September 2006 @ 14:47
Using
Maap, katanya di Lembang ada kebakaran yang asapnya sampai ke stratosfer dan ionosfer. katanya juga asap itu sdh menutupi 80%. Jadi ketika kita pergi kesana, ke bosya, ga bakal keliatan bintangnya.. or even badai meteor..
bener ga sih?
dan sebenarnya kita mau backpacker kesana.. jadi ga mungkin sampai 20 orang..
trus gimana dunk?
ga bisa masuk deh.. rencana sih mau berangkat bulan oktober ini..
Tunggu jawaban secepatnya..
Kamis, 2 November 2006 @ 0:55
Using
mau donk ikutan
Minggu, 12 November 2006 @ 8:05
Using
aku oernah kesana
wenak tenaaaaaaaaaaan
kayak mo terbang gitu
serasa di luar angkasa beneran
Kamis, 7 Desember 2006 @ 10:07
Using
boleh nanya donk!!!!
dmana ya g bisa tau berita ttg astronomi yang terbaru.. thanx
Kamis, 7 Desember 2006 @ 11:32
Using
#35: Mulai dari http://space.com/ saja.
Jumat, 15 Desember 2006 @ 10:27
Using
jay, nanya lagi donk!!! kalo g pengen tau soal planetarium lebih banyak lagi gmana cara??
Bisa gak kira-kira g ngedapetin data ttg boscha? denah kek… fasilitasnya kek… foto-fotonya…. thanx be4 ya….
Jumat, 15 Desember 2006 @ 11:03
Using
#37: Soal planetarium lihat saja fasilitas yang tersedia di webnya http://planetarium.jakarta.go.id/
Bosscha bukan planetarium, tapi observatorium riset, meski gak tertutup sebagai tempat wisata terbatas.
Untuk simulasi planetarium, coba saja aplikasi gratis Stellarium.
Senin, 18 Desember 2006 @ 15:32
Using
men, good posting… tuh telpon Bu Cucu masih valid gak? hehehe
betewe, tuh tutup cuma sampe jam 8 tok doang yeh? ga boleh begadang di dalem?? thx men
Kamis, 11 Januari 2007 @ 16:32
Using
Pertama kali kesana asik!
Bisa dapet ilmu tentang alam semesta.
Lebih baik lagi,ya..
MAN 1 Bogor pasti bakal kesana lagi tahun depan !
Senin, 22 Januari 2007 @ 7:20
Using
Oom Jay
Saya pelajar SMP yg lagi demen2nya lihat bintang, pengen kesana minggu ini pas libur. Any suggestion what to do ? saya pengen lihat bintang pas malam, apa boleh ?
Senin, 29 Januari 2007 @ 16:05
Using
Dear Jay, saya mau ikutan kalo nanti anak2 murid saya dari SDIT Al Hikmah Cilandak akan mengadakan piknik ke Lembang.ke Boscha, susu pengalengan, pertanian jamur dll, tolong kamu referensikan semuanya ( akomodasi yg murah ( -/ 50 orang ) dan tempat wisata murah . Pls ya saya tunggu. kami punya budget terbatas ( sekitar juni saat liburan sekolah .Tku
Senin, 12 Februari 2007 @ 21:36
Using
huehuehue…
tes….
minta gambar2 buat tugas…
Kamis, 1 Maret 2007 @ 15:57
Using
mau dunk diajak..kalo ada wisata langit lagi…coz gw pencinta astronomi..gw pgn tau bnyk soal astronomi…thakz
Selasa, 20 Maret 2007 @ 14:47
Using
adore about star
Kamis, 22 Maret 2007 @ 18:10
Using
gW pernah ke bosscha, enak bgt!!!! tapi sayangnya siang n ngga boleh neropong pke teropong zeiss sih!!! kan gw penasaran… mw ngeliat bintang
Kamis, 12 April 2007 @ 11:10
Using
Gw pingin dapet gambaran tentang bentuk asli benda-benda angkasa. siape tau bisa jadi astronot. amien
Rabu, 30 Mei 2007 @ 11:42
Using
Gak nyangka hweboat buanget.Trnyata manusia and tknologi mang trpisahkan.
Senin, 11 Juni 2007 @ 15:38
Using
meski aq lom pernah ke bosscha tapi kayakya bosscha itu tempatnya enak deh…cz kita bisa liat bintang n planet2…klo malem…n aq penasaran bgt mo kesana…
Jumat, 15 Juni 2007 @ 19:34
Using
Boscha Observatory can make you know how dark in out side!
Great to know how just we are the only people ever use the big glass to see the big screen of this earth !!
I ever see the tail of angle above the east sky’s.
Rabu, 29 Agustus 2007 @ 12:58
Using
mas….mau tanya kalo mau survey di observatorium bosscha itu gimana caranya
ni aku dari arsiterktur di suru meneliti bangunan observatorium dan planetarium
makasih jawabannya
Senin, 3 September 2007 @ 17:41
Using
gw seorng mahasiswi dijurusan arsitektur unud-bali terus terang aj saya suka tentang perbintangan rasa nya jika melihat bintang kita seperti melayang dan menjadi satu dengannya……dan kebetulan semester ini tgs studio perancangan arsitektur6 sy membahas tentang planetarium jd klo anda ada data tentang planetarim yang detail kasih saya y….saya memerlukan definisi dan semua hal tentang planetarium…harap dibantu y…..
Selasa, 11 September 2007 @ 20:55
Using
boscha itu enak aku udah pernah kesana , waktu aku ke sana memang teleskop zeisnya gak boleh di pakai karena teropong zeis itu cuma di pakai untuk penelitian dan aku di sana cuma diberitahu sejarahnya,waktu aku kesana dari pagi sampe ketemu pagi lagi , siangnya sih aku neropongnya permukaan mataharinya sih pakai teleskop unitron , dan pagi nya jam 5 aku neropong dan memotret permukaan bulannya pakai teleskop bamberg , dan di teleskop bimasakti aku cuma di kasih tau sejarah nya , tapi disana seru banget lo , aku juga di beri penjelasan sebelum meneropon , belajar peta bintang, memutar kipas dengan tenaga matahari ,membakar korek dengan tenaga matahari , dll , pokok nya seru deh , kalau yang tidak 20 orang ikut aja astro camp kayak aku
(salam izam) astro camp 7-8 juli
Minggu, 23 September 2007 @ 10:24
Using
aihh seru banget reviewnya…
*catat: mau ke sini juga…
Kamis, 8 November 2007 @ 13:23
Using
masih adakah anak haaj 85-86 ketika perburuan si “rambut panjang”, spt: mas Bimo, azhar,gatot, oriza sativa, erika, dll.
Saya memiliki copy berita di surat kabar mengenai hebohnya berburu halley diwaktu itu. Lumayan buat kenangan ……
Rabu, 5 Desember 2007 @ 15:58
Using
gw mau tau cara bkn teropong ato tmpt jualnya ada yg bs bnt gak?
makasih banyak ya.
Rabu, 19 Desember 2007 @ 8:18
Using
gw baru ngunjungin….ne situs sih,,tapi gw udah tw apa sih ~BOSSCHA……….
GW MW TANYA nICH…udah berapa banyak kunjungan nya…….trus ada gk para wisatawan??????????????
Sabtu, 16 Februari 2008 @ 12:27
Using
wesss, qrenz abiezz.. walwpun belom pernah k sono,kcian bner,bneran de g boonk.. hwe…hwe… ntar w k sna ach tgl 6 april 2008, phan ntu ultah w (narses dikit), ada yang mo ikut, ada syaratnya yaitu hruz gnteeeeng bgt, kyak daniel radclife.. hwe…hwee,…
Sabtu, 1 Maret 2008 @ 12:37
Using
cara membuatnya kasih tahu dong
Sabtu, 1 Maret 2008 @ 12:39
Using
mangkin canggih indonesia yah
ato terus maju
Sabtu, 1 Maret 2008 @ 14:26
Using
[...] gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung [...]
Jumat, 14 Maret 2008 @ 15:46
Using
Pemisi… numpang tanya….
Hmmmm… pengen ke Bosscha neh…
harga tiket masuk ke Bosscha berapa ya?
untuk pelajar SMP/SMA, mahasiswa, umum????
mohon infonya… tengs banget
Sabtu, 15 Maret 2008 @ 10:17
Using
sangat membantu tugas karya tulis saya
Senin, 24 Maret 2008 @ 10:43
Using
[...] gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung [...]
Rabu, 2 April 2008 @ 23:47
Using
Mau nanya dong.. apa sih bedanya planetarium yang di jakarta sama yang di bandung? sama ato beda yah? thx..
Kamis, 3 April 2008 @ 11:42
Using
Yang di Jakarta itu planetarium, sedangkan yang di Bandung namanya observatorium. Jadi jelas beda.
Rabu, 9 April 2008 @ 16:57
Using
mas jay, salam kenal..
dari kecil pengen ke boscha, ada rencana, tapi tgl 19 april besuk, ada jadwal buat umu ga ya?? orang awam boleh kan??
terus syarat2nya bgmn??
thxs
Rabu, 21 Mei 2008 @ 11:05
Using
next destination? observatorium bosscha? hehehehe..
manstab infonya, kang!
Selasa, 27 Mei 2008 @ 22:11
Using
kalo mau pergi ke bosscha naik kendaraan umum dari bandung bisa nggak sich ? mohon infonya naik kendaraan apa aja. thx
Selasa, 24 Juni 2008 @ 11:11
Using
Mas Jay, klo tiket masuk Bosscha and jadwal selama tahun 2008 ada ga ya? Klo ada saya minta dikirim donk?!
Rabu, 2 Juli 2008 @ 9:37
Using
Jadwal untuk tahun 2008 ada ga y?????????????
yang sekitar Bulan Juli-Seeeptember………..
Makasih.
Kamis, 17 Juli 2008 @ 17:56
Using
Kang Jay, please donk jadwal untuk juli sd des 08, kami cuma 3 orang (saya, suami & anak) justru anak saya pengen banget ke bosscha, tp khan min 20 org, please bgt………. diinfokan
Jumat, 26 September 2008 @ 1:25
Using
allow,,kita minta jurusan angkutan kota apa az untuk bisa kesitu dong,,??
truz klo disana kita bisa camping kan??apalagi yach,,oya dari situ kita bisa kemana lagi tempat wisata yang ga kalah asyiknya??
Minggu, 30 November 2008 @ 12:41
Using
kalau kesana enaknya jam berapa ya?
Selasa, 9 Desember 2008 @ 8:47
Using
AA Jay, Rencananya saya mw liburan ke Bandung neh dari tgl 25-1 january, tapi belom tau mw kemana aja.Masalahnya cukup lama tuh di bandungnya. Bisa minta tolong ga refernsi tempt2 yg murah meriah dan enak buat anak2 ABG gitu.. thank’s
Selasa, 16 Desember 2008 @ 12:15
Using
[...] By iccacherly Wisata Langit: Observatorium Bosscha dan Planetarium Jakarta [...]
Senin, 29 Desember 2008 @ 11:56
Using
pengen k planetariiuuumm… . . . . .
Kamis, 29 Januari 2009 @ 12:46
Using
ul, abdi urang smp 6 subang tos tuang acan
Senin, 23 Februari 2009 @ 16:39
Using
kalo mau ke planetarium sekarang bayar berapa? udah lamaaaaaa ngga kesana.
bir seru siang atau malam? thanx…
Rabu, 25 Februari 2009 @ 12:59
Using
aku udah 5kali kebandung tapi lum sempat ke bosscha, tiap mau kesana ada aja halanga n rintangan. emk bagus banget ya pemandangan langit??? aduh kapan ya kesana, maklum aku tinggal disumatera n sekarang udah kerja jadi agak susah mikirin jalan kesana.
Senin, 10 Agustus 2009 @ 15:29
Using
tolongdong bagi ilmu astronominya dengan melalui SMS ke 085793326697
Minggu, 4 Oktober 2009 @ 0:29
Using
Bosscha oh Bosscha,
You’ve been always my dream to visit.
Hmm kapan yaa??
Mayang
jeenalathooya@gmail.com
Senin, 30 November 2009 @ 11:37
Using
mas mau tanya
kalo obsevatorium boscha punya prestasi2nya ga???
Sabtu, 16 Januari 2010 @ 15:18
Using
Saya ke planetarium ketika masih di SMP S. Maria Bandung, sekitar 28 tahun yang lalu. – Sangat bagus bagi dunia pendidikan maupun untuk wisata keluarga. – Dalam waktu dekat, akan saya bawa anak-anakku ke Planetarium.
Nih, bagi yang perlu jadwal:
Senin : LIBUR
Selasa s/d Jumat : 16.30
Sabtu, Minggu & Hari Libur nasional : 10.00, 11.30, 13.00 dan 14.30
Hari libur Nasional yang jatuh hari Jumat : 10.00, 13.30, 15.00 dan 16.30
Harga tiket Dewasa Rp 7.000,-
Harga tiket anak sampai 12thn: Rp 3.500,-
stefanus.parthono@gmail.com
Rabu, 19 Januari 2011 @ 13:23
Using
[...] gerombolan Kampung Gajah kembali berwisata mengisi akhir pekan, setelah pekan sebelumnya menikmati Observatorium Bosscha di Lembang kali ini menikmati suasana alam pegunungan Bandung Selatan, yaitu Kawah Putih Gunung [...]
Kamis, 7 April 2011 @ 16:24
Using
salam kenal buat Mas Jay. saya mohon informasi tentang bpk Kunjaya yg dulu pernah aktif di Bosscha Bandung beberapa taon silam , apa bpk punya informasi tentang beliaw ? perlu di ketahui dulunya beliaw juga alumni ITB . Terima kasih
Selasa, 30 Agustus 2011 @ 8:36
Using
Saya sudah lama menggunakan Program KStars sejak Linuk Merdeka s/d Linux Mandriva 2008
Program ini pernah saya uji sewaktu Gerhana Venus beberapa tahun lalu yang me;inyas di Semarang. Gerhana itu memang dpt dipantau.
Pada penentuan 1 Syawal 1432 H Proga\ram ini memperlihatkan bahwa :
1.Matahari tenggelam jam 17.53 Bulan sudah terbit jam 18.01 pd tgl 29/08/11
sebagai pembanding
2.Matahari tenggelam jam 17.53 Bulan baru terbit jam 18.57 pd tgl 30/08/11
Bulan jauh berada diatas Horizon
Kesimpulan : Penetuan 1 Syawal 1432 H oleh PP Muhammadiyah dapat dipertanggung jawabkan
Usul ; Kalau Program Kstars TIDAK BENAR tolong Bapak di Observatorium Bossha mengujinya
Selasa, 27 September 2011 @ 9:59
Using
ditahun 2011-2012 ,, boscha masih dibuka untuk publikkan , kalau msh bisa blh saya minta jadwal kapan dan jam berapa kunjungan dibuka ?
sebelumnya makasih .
Rabu, 30 November 2011 @ 7:22
Using
maaf saya mau ada kunjungan k bosscha…dan saya tlah mngikuti prosedral ya ada…tapi knpa blm da konfirmasi kmbali….mkch…
Rabu, 29 Februari 2012 @ 18:34
Using
wah mantabs banget…
kapan ya bisa kesana..
Selasa, 6 Maret 2012 @ 17:59
Using
minta alamat lengkapnya dong …
please ..