Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel
Rabu, 8 Maret 2006M
08 Safar 1427H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven [resensi Priyadi], maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.

Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.

Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II juga gagal menaklukkan Byzantium. Salah satu peperangan Murad II di wilayah Balkan adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.
Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut Yanisari. Dengan pasukan militernya Turki Utsmani menguasasi sekeliling Byzantium hingga Constantine merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.

Hari Jumat, 6 April 1453M, Muhammad II atau disebut juga Mehmed bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Byzantium dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. Constantine Paleologus menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.
Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan Constantine mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn.
29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan rumah diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Byzantium tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi Istanbul, dan pencarian makam Abu Ayyub dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.
Dan kini Hagia Sophia yang megah berubah fungsi menjadi museum.
Sumber: Alwi Alatas: Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel, Penerbit Zikrul Hakim, 2005
Popularity: 9% [?]
Rabu, 8 Maret 2006 @ 12:11
Panjang ya…
Rabu, 8 Maret 2006 @ 12:54
Lebih dahsyat mana sama perang Badar?
Rabu, 8 Maret 2006 @ 13:07
#2 kok namanya mirip sih?
Rabu, 8 Maret 2006 @ 13:54
Memindahkan 70 kapal melalui darat (tepatnya, melalui bukit2) bukan perkara sembarangan. Itu adalah Karamah Sultan Muhammad Al Fateh sebagai pemimpin yang dijanjikan kemenangannya melalui lidah Rasulullah S.A.W. Bahkan saat ini pun hal tsb mustahil dilakukan. Itulah hebatnya faktor janji Rasulullah S.A.W
Karena faktor janji jugalah maka Tuhan menggerakkan Syeikh Tariqat Naqsabandiyah dari bukhara untuk mengirim salah seorang muridnya, Syamsuddin Al Wali (diatas disebut sebagai syaikh Aaq Syamsudin), untuk datang ke Ayah Sultan Muhammad Al Fateh, dan mengatakan “Bukan kamu yang akan menaklukkan konstantinopel, tetapi bayi yg masih dalam buaian ini”. Bayi itu pun diserahkan kepada Syeikh Syamsuddin Al Wali utk dididik. Hasil dari pendidikan ini, Sultan Muhammad Al Fateh menjadi Seorang Wali Allah, dan menaklukkan konstantinopel di usia 21 th, untuk membuktikan janji Rasulullah S.A.W tsb
dan apakah yg sudah kita perbuat di usia 21 th?
Rabu, 8 Maret 2006 @ 15:22
wow nggak kebayang betapa hebatnya…..dan serunya peperangan itu..
Rabu, 8 Maret 2006 @ 22:07
Konon saat mejadi panglima Usia Al-Fatih masih 17 tahun ya?
Kamis, 9 Maret 2006 @ 0:05
Sebuah toleransi tergambar dalam peperangan tersebut. Dan sesunggunya Islam itu memang agama yang terbuka dan tidak pernah memaksa seseorang untuk menganut agama Islam. Bung Karno (Presiden RI pertama)-sebagai contoh-adalah sebagai sosok yang sangat terbuka. Sila pertama Pancasila yang pertama diusulkan “Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjalankan Syariat Islam bagi para pemeluknya” akhirnya yang disetujui adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Hal itu tentu karena toleransi dan sikap keterbukaan Bung Karno yang ingin mengajak bangsa Indonesia maju bersama membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan nusantara, tanpa memandang agama dan suku. Sekian dan mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah.
Kamis, 9 Maret 2006 @ 7:27
emangnya FPI….
Kamis, 9 Maret 2006 @ 7:53
toleransi yg mengaburkan makna “ISLAM ADALAH YANG PALING BENAR” sehingga semua agama sama?! makanya kalo anda umat islam, baca tuh Al-Qur’an dan Fahami Maknanya…
GO TO HELL….
Kamis, 9 Maret 2006 @ 13:01
Anti bidah
Anda keliatannya sentimen sama Turki Otsmani, apalagi setelah ditulis Al-Fatih dididik oleh Syeikh Naqsybandi. Kaum Wahabi sendiri di awal abad-20, memberontak dari Kerajaan Turki Otsmani dan mendirikan kerajaan Saudi, padahal anda tau sendiri hukumnya memberontak dari Khalifah. Memang ente tidak akan bisa memahami indahnya peradaban islam yang dibangun dalam kurun waktu yang pajang. Ente cuman ngerti: “revolt!’, “revolt!”, “Allahu Akbar, Bom meledak”
Kamis, 9 Maret 2006 @ 13:39
# 10
Sesungguhnya Allah telah berfirman dalam kitabNya
“Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” [An-Nisa: 59]
Ayat diatas menegaskan wajibnya mentaati waliyul amri, yaitu umara’ dan ulama. Dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak dijelaskan bahwa mentaati waliyul amri dalam perkara ma’ruf merupakan kewajiban.
Nash-nash hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mentaati waliyul amri adalah ketaatan dalam perkara ma’ruf bukan dalam perkara maksiat. Mereka tidak boleh mentaati penguasa jika mereka diperintahkan berbuat maksiat. Akan tetapi mereka tidak boleh memberontak penguasa karenanya. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menyebutkan bahwa akan ada penguasa yang didapati padanya perkara ma’ruf dan kemungkaran:”Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: “Tunaikanlah hak-hak mereka dan mintalah kepada Allah hak-hak kamu”.
Apabila kelompok yang ingin menurunkan penguasa yang telah melakukan kekufuran itu memiliki kemampuan dan mampu menggantikannya dengan pemimpin yang shalih dan baik tanpa menimbulkan kerusakan yang lebih besar terhadap kaum muslimin akibat kemarahan penguasa itu, maka mereka boleh melakukannya.
Adapun jika pemberontakan tersebut malah menimbulkan kerusakan yang lebih besar, keamanan menjadi tidak menentu, rakyat banyak teraniaya, terbunuhnya orang-orang yang tidak berhak dibunuh dan kerusakan-kerusakan lainnya, sudah barang tentu pemberontakan terhadap penguasa hukumnya dilarang.
Yang menjadi persoalan adalah kalimat anda ” Kaum Wahabi sendiri di awal abad-20, memberontak dari Kerajaan Turki Otsmani dan mendirikan kerajaan Saudi, padahal anda tau sendiri hukumnya memberontak dari Khalifah ”
Sehingga muncul pertanyaan ” Sudah seberapa panjang pengamatan/ilmu anda mengenai sejarah tersebut? Betulkan Syaikh Abdullah bin Abdul Wahab rahimahullah memberontak (secara politik) ataukah itu adalah jalan Dakwah dimana saat itu ke-syirikan merajalela!
Lihat negerimu wahai #10 …terjadi kesyirikan dimana-mana, bahkan dilegalkan…apakah yg begini disebut peradaban islam? siapa yg lebih paham Islam selain Rosulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam? Syaikh ente?, tahukah anda yang membatalkan ke-Islaman seseorang?
Nampaknya saya berbicara dengan orang yang belum paham makna sejarah peradaban Islam dan Tauhid. hanya qila wa qola (desas desus) dan taqlid dengan Syaiknya saja…ALLAHU MUSTA’AN…
Mengenai “Ente cuman ngerti: “revolt!’, “revolt!”, “Allahu Akbar, Bom meledak”
Belajarlah #10 sehingga engkau tahu…..kapan dikatakan Jihad, amalan apa yg bisa menandingi jihad, bagaimana adab kita dalam berjihad, bagaimana hukum orang yang meninggalkan jihad, bagaimana memperlakukan kaum kafir *dinegeri Islam, dan bagaimana memperlakukan Umat islam di *negari Islam (*bukan negeri yg berpenduduk mayoritas islam, bagaimana hukum hijrah dll.
Wallahu ‘alam
Saya membuka dialog dengan anda di YM!
terutama mengenai ‘Naqsybandi’ kalau disini kurang pantas rasanya membongkar kedok ‘Naqsybandi’
Kamis, 9 Maret 2006 @ 14:35
Wowo bahasannya kren bangeut segitu dulu ah, ana merasa kaget dan bangga ternyata dalam komunitas blog ini banyak mutiara yang bisa kita ambil
Kamis, 9 Maret 2006 @ 15:02
ihat negerimu wahai #10 …terjadi kesyirikan dimana-mana, bahkan dilegalkan…apakah yg begini disebut peradaban islam?
Negrimu negri yang tidak jauh tapi negri yang ada di dalam jiwa manusia yang sering bergejolak (nafsu syaiton selalu meronta dan berontak kadang radikal) apakah kita mampu menaklukan mereka setelah takluk mampukah kita membimbingnya dan memimpin mereka agar nafsu yang ada dalam diri kita bisa membantu dalam menyemangati ibadah kita kepada Allah)
terjadi kesyirikan dimana-mana? jangan terlalu jauh memandang tapi mari kita jujur pada diri kita renungkan dan lihat lebih dalam keyirikan banyak terjadi dalam diri kita syirik terhadap diri (banyak menganiyaya diri sendiri) dll.
Dilegalkan
Bila kesombongan, ego, ingin dipandang, dan sejenisnya telah menjelma maka manuasia terkadang melegalkan apa yang dilakukannya dan merasa enar sendiri.
terimakasih.
Kamis, 9 Maret 2006 @ 15:13
AL-QURAN SEBAGAI WAHYU
7. Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah janji Allah. Dia akan memenangkan kalian atas salah satu di antara dua golongan musuh, yaitu pasukan yang bersenjata dan berkekuatan. Sementara kalian bermaksud menyerang pasukan yang tengah membawa komoditi dagang dan orang-orang yang tidak memiliki kekuatan. Kalian lebih berkeinginan untuk memerangi mereka yang membawa komoditi dagang dan tidak memiliki kekuatan. Akan tetapi Allah berkeinginan untuk menyatakan kebenaran dengan kehendak, kekuasaan dan kalimat- kalimat-Nya(1) -yang menyatakan kehendak dan kekuasaan itu- serta membasmi kekufuran dari dunia Arab dengan memenangkan orang-orang mukmin.(2). —————(1) “Kalimat” yang dimaksud dalam ayat ini adalah ayat-ayat yang diturunkan berkenaan dengan perintah memerangi pasukan yang bersenjata dan berkekuatan serta janji-janji kemenangan dari Allah. (2) Ayat di atas menyinggung apa yang biasa terdetik dalam hati mereka yang hendak terjun ke medan perang, yaitu berupa angan-angan untuk berhadapan dengan musuh yang sedikit jumlahnya, tidak mau bertemu musuh yang lebih kuat dan ingin mendapatkan harta rampasan yang banyak. Tapi ditegaskan di sini bahwa Allah berkehendak lain. Dia ingin mengangkat syiar agama, memproklamirkan kebenaran dan membasmi kekufuran.
AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
105. Kami telah menurunkan al-Qur’n kepadamu, Muhammad, dengan benar: mengandung dan menjelaskan segala kebenaran sampai hari kiamat. Al-Qur’n menjadi pedoman dalam memutuskan hukum di antara manusia. Tentukanlah hukum mereka -dengan berpedoman pada al-Qur’n- dan jangan kamu membela orang-orang yang berkhianat.
Kamis, 9 Maret 2006 @ 15:19
# 10
ini ID YM! haceelminus
Jumat, 10 Maret 2006 @ 4:45
untuk #15 dan yang berdebat dengannya: aku cuma bisa tertawa liat yang sibuk bertegang hanya karena beda pendapat atas sesuatu yang masih multi tafsir…
kebenaran mutlak itu dari TUHAN, bukan dari individu atau kelompok-kelompok…
Jumat, 10 Maret 2006 @ 21:10
SUBHANALLAH!
Sabtu, 11 Maret 2006 @ 20:13
komen dulu, baru baca…
Minggu, 12 Maret 2006 @ 19:15
Setiap berkunjung ke blog-nya Jay, pasti ada kejutan. Di luaran ngomong RUU APP, disini ngomongnya beda. Menusuk kedalam… Salut, Jay!
Selasa, 14 Maret 2006 @ 15:49
kok sekarang gak ada ya yg umur muda belia sudah menunjukkan jatidirinya. Malahan masih bayak yg umur segitu masih main PS sampe pagi, piye jal?
Sabtu, 18 Maret 2006 @ 13:07
begitulah perang dengan kejujuran, dengan satu tujuan, dengan satu hati… ga kaya’ jaman sekarang sebagian perang tapi maen sikut di dalem… hehehe…
*jadi krasan lama² mampir di blog ini…
Minggu, 19 Maret 2006 @ 7:27
halo #16! Peperangan milik #9 memang berlangsung jauh lebih panjang dan lama, sehingga yg dia dipikirkan adalah bagaimana cara untuk mengobarkan api dimana – mana ( tidak hanya di blog ini kang jae )
Yah beginilah cara dunia berputar pada porosnya, dengan masing – masing peran nya
Rabu, 22 Maret 2006 @ 8:11
#10 ditunggu
Senin, 3 April 2006 @ 13:38
Astaghfirullah
Seram sekali foto anda #23, apakah gambaran muslim memang seperti itu kah?
Apakah mulut dan hidung aurat sehingga harus ditutup kain? Dan apakah dada tidak perlu pake baju yang pantas?
ah anda ngomong doang, aku message beberapa kali ID-mu tidak pernah ada tanggapan.
buat #22 memang begitulah karakter #9, mengobarkan api di dalam ukhuwah muslim.
Selasa, 4 April 2006 @ 11:27
ah..ah..ah…
Senin, 17 April 2006 @ 9:26
assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
mengenai kisah Muhammad al fatih, ada referensi yang lebih lengkap ceritanya di bukunya DR As Shalabi, “BANGKIT DAN RUNTUHNYA DAULAH USTMANIYAH” terbitan pustaka al kautsar, bagus sekali baca kisahnya disitu digambarkan secara detail, termasuk tentang bagaimana dakwah Syaikh Muhammad Ibn Abdul Wahab yang digambarkan oleh kebanyakan persepsi orang memberontak pada Daulah Ustmani padahal kenyataannya lain dari persepsi kita selama ini, mudah-mudahan menjadi kejelasan sehingga kita tidak mudah terfitnah oleh berita-berita yang salah.
Wassalam.
Selasa, 18 April 2006 @ 14:34
Sudah menjadi kebiasaan jika kaum musyrik macam Naqsybandiah selalu kebakaran jenggot, dan itu sudah ada sejak zaman para Shahabat ridwanullah’alaihim ajma’in, dimana jika ada orang yang men-Tauhidkan Allah ta’ala mereka (musyrikin) mengatakan “Engkau telah meninggalkan Agama nenek moyangmu!?” dan sekarang pun ketika kaum muslimin di Negara Islam atau yang menjalankan Aqidah yang benar sesuai pemahaman yang membawa risalah Islam yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam, mereka katakan Wahhaabii
Padahal mereka tdk paham yang mereka maksudnya, dimana Wahabi dinisbatkan kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi) yaitu Allah ta’ala.
Sementara Naqsybandiah dinisbatkan kepada IBLIS yang menyerupai manusia yakni Syaikh mereka. Sungguh mereka buta Bashirahnya…tdk mampu membedakan 2 wahyu (Al-Qur’an dan As-Sunnah).
Dan tidaklah yang keluar dari mulut mereka karena kebodohan dan bisikan Iblis, walaupun mereka katakan “Kami mendapat wahyu langsung dari Rabb kami” atau “dari Syaikh kami” dan itu sudah menjadi kebiasaan dari pemilik tarekat ini.
….Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya.. (QS.Al-An’aam:121)
Jumat, 21 April 2006 @ 13:30
ehm jadi bingung neh, …tapi yang jelas kita mesti baca dengan searif mungkin and mohonlah petunjuk ama Allah SWT untuk diberi tahu mana yang benar dan salah. Yah, pengalaman hidup setiap manusia lain-lain. apalagi yang pernah mendapatkan hikmah dari kehidupan ini. pasti akan memahami dengan kelembutan…jadi bersyukurlah orang-orang yang diberi hikmah dan memahami sebaik-baik pemahaman..hehehe
Senin, 24 April 2006 @ 10:57
Hakikat Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap Pemerintahan Utsmani
Oleh: DR. Ali Muhammad Ash-Sholabi[1]
Prolog
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid At Tamimi, lahir pada tahun 1115 H./ 1703 M. di sebuah tempat yang bernama Uyainah yang berada di sebelah Utara Riyadh. Jarak antara Riyadh dan Uyainah sekitar 70 kilo meter jika ditempuh dari sebelah barat.[2]
Dia sangat mencintai ilmu pengetahuan sejak masa kecilnya. Selama masa kanak-kanaknya, telah tampak beberapa hal yang sangat istimewa dari dirinya. Dia hafal Al-Quran, belajar fikih Hanbali, tafsir dan hadits. Dia banyak mempelajari dan mengagumi buku-buku yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam bidang fikih, akidah dan logika. Selain itu juga, is pun sangat terpengaruh dengan buku-buku Ibnu Qayyim, Ibnu `Urwah Al-Hanbali dan yang lainnya. Maka jadilah dia seorang yang menganut paham salafi.[3]
Dia mengembara untuk menuntut ilmu ke Mekkah, Madinah, Bashrah dan Ahsa’. Dia harus menghadapi tantangan yang demikian keras dan fitnah yang bertubi-tubi di Irak tatkala dia menyatakan pandangan-pandangannya di sana. Setelah itu dia kembali lagi ke Najd.
Saat dia pulang ke Huraimala’ di Najd. dia memulai dakwahnya untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, menyibukkan diri dengan ilmu dan mengajar serta mengajak manusia pada akidah tauhid yang bersih. Dia memperingatkan akan bahaya syirik, macam-macam dan berbagai bentuknya. Bahkan dia harus sering mengalami ancaman pembunuhan dari orang-orang yang bodoh di Huraimala’ akibat seruannya ini. Setelah itu, dia kembali ke tempat kelahirannya di Huraimala’. Dia disambut hangat oleh penguasa dan mendorongnya untuk melanjutkan dakwah yang sekarang dia tekuni. Di Huraimala’, syariah ditegakkan dan hukum bagi pelaku kriminal -hududdiberlakukan. Namun dia tidak tinggal lama di Huraimala’, karena adanya tekanan penguasa Al-Ihsa’ terhadap penguasa Huraimala’ agar penguasa Huraimala’ membunuh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka Syaikh pun keluar dengan berjalan kaki menuju Dir’ iyyah.
Kerjasama dengan Muhammad bin Sa’ud
Muhammad bin Abdul Wahhab mampu menjalin kerja sarna dengan Muhammad bin Sa’ud yang mengorbankan harta dan anak buahnya untuk menegakkan dakwah tauhid. Kerjasama ini terjalin dengan asas asas yang kokoh. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berhasil melanjutkan dakwahnya kepada manusia melalui taklim, penulisan brosur dan buku-buku kecil juga nasehat-nasehat. Dia terus melakukannyak mengajar dan menulis buku-buku kecil yang dibarengi dengan hujjah-hujjah dan dalil yang menerangkan kebenaran apa yang dia dakwahkan. Dia mengajak manusia untuk menumpas kemungkaran dan menghancurkan kubah-kubah kuburan, serta mencegah semua sarana yang mengantarkan pada kemusyrikan dan melakukan ibadah sepenuhnya hanya pada Allah Yang Maha Esa.[4]
Dakwah yang dia lakukan berlangsung dengan cara yang damai, pelan-pelan sambil mengetuk pintu hati dengan penuh lemah lembut dengan penuh hikmah dan nasehat yang baik. Dia terus mengajar siapa saja yang datang menghadiri majlisnya dan senantiasa menerapkan akidah yang dianutnya. Dia menjelaskan prinsip-prinsip dakwahnya, baik pada orang yang dekat maupun yang jauh. Namun dia ternyata dihadapkan pada kenyataan, dimana dakwah dengan cara lembut ini dihadapkan pada penerimaan yang sangat keras. Kebenaran diterima dengan pendustaan, sedangkan nasehat yang baik ditanggapi dengan konspirasi. Maka tidak ada cara lain kecuali memasuki fase jihad dan melakukan perubahan kemungkaran dengan menggunakan kekuatan. Sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair,
Jika tak ada lagi kecuali kepada tombak yang harus menjadi tunggangan
Maka tak ada jalan bagi yang terpaksa kecuali menungganginya.[5]
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mulai didukung oleh pangeran Muhammad bin Sa’ud dengan bantuan pengikutnya dan senjata untuk mengumpulkan kaum mujahidin dari Dir’iyyah keluar batas negerinya, dengan tujuan menebarkan dakwah dan pengokohan tiang-tiangnya di Jazirah Arabia maupun di luar Jazirah Arabia. Syaikh sendiri yang langsung memimpin pengumpulan pasukan itu, persiapan dan pemberangkatan mereka. Walaupun demikian, dia terus mengajar, menulis surat pada orang-orang yang dia anggap penting, menerima tamu, mengantar delegasi. Allah telah menyatukan dalam dirinya ilmu dan kedudukan, kekuatan dan kekokohan setelah melalui jihad yang panjang.[6] Dia memiliki pandangan politik yang tajam, pengalaman yang sangat luas dalam masalah perang dan politik.[7]
Peperangan antara pendukung dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan musuh-musuhnya berlangsung dalam jangka waktu bertahun-tahun. Kemenangan sering berpihak pada pendukung dakwah. Beberapa desa jatuh satu demi satu. Pada tahun 1178 M./1773 M., Riyadh berhasil ditaklukkan oleh Pangeran Abdul Aziz bin Muhammad bin Sa’ ud. Sementara itu, penguasa lamanya Daham bin Dawud melarikan diri. Dia dikenal sebagai seorang pemimpin yang zhalim, kejam dan selalu melakukan gangguan kepada para dai. Dia telah mengingkari kesepakatan yang dia jalin dengan para penyeru dakwah. Setelah ditaklukannya Riyadh, maka wilayah yang tunduk dan berada di bawah pengaruh dakwah semakin luas. Banyak orang yang masuk ke dalam dakwah ini dengan suka rela. Kini telah sirna hambatan-hambatan yang sering menghadang mereka, masalah-masalah yang dulu beku kini telah terbuka, kemudahan datang setelah lama dilanda kesulitan. Harta melimpah, keadaan menjadi tenang dan stabil. Manusia merasa aman hidup di sebuah negeri Islam yang baru lahir, dimana selama masa waktu yang panjang manusia tidak bisa menikmati keamanan.3
Setelah meninggalnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dakwah terus bergerak maju yang mendapat dukungan dari Sultan dan dengan dukungan kekuasan ini dakwah pindah ke Hijaz yang sebelumnya berada di bawah kekuasan Syarif Ghalib bin Musa’id yang mulai melakukan serangan yang sengit terhadap keturunan Sa’ud, baik melalui jalur agama ataupun militer. Konflik antara keduanya terus berlangsung hingga tahun 1803 M, tatkala keturunan Sa’ud memasuki Makkah tanpa ada halangan apapun dari pihak Syarif Ghalib yang sebelumnya menekankan perang ke Jeddah. Dua tahun setelah itu, keturunan Sa’ud berhasil memasukkan Mekkah dan Madinah ke dalam kekuasaannya.[8]
Pengaruh gerakan Salafiyah ini terus merambah ke sebagian besar wilayah Jazirah Arab. Inggris merasa terancam dengan adanya pengaruh yang semakin besar ini pada kepentingan-kepentingannya. Pemerintahan Saudi awal telah berhasil melebarkan kekuasaannya ke Teluk Arab dan Laut Merah. Semua kawasan yang berada di Teluk Arab masuk dan berada di bawah kontrolnya. Pengaruh ini juga sampai ke wilayah Selatan Irak dan juga berpengaruh di jalan darat yang membentang antara Eropa dan kawasan Timur. Lebih dari itu semua, sesungguhnya asas-asas keagamaan yang menjadi fokus pemerintahan ini telah memutuskan ketidakmungkinan Inggris untuk menjadikannya sebagai sebuah negeri yang taat atau menjalin kerja samma dengannya. Sebab tujuan utama dari didirikannya negeri ini adalah, untuk melawan kejahatan orang-orang asing yang ada di kawasan itu.[9] Orang-orang Qawasim (kawasan-kawasan) sekitar yang didukung oleh kekuatan pemerintahan Bani Sa’ ud, mampu melakukan serangan telak pada armada Inggris pada tahun 1806 M. sehingga perairan Teluk berada di bawah kekuasaannya.[10]
Dari segi politik, pemerintahan Bani Saud mencapai puncaknya pada masa Saud bin Abdul Aziz, mengingat pengaruhnya telah sampai ke Karbala di Irak dan Huran di negeri Syam. Bahkan, seluruh kawasan Teluk, kecuali Yaman, berada di dalam kekuasaannya.[11]
Konspirasi terhadap Gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Beberapa sosok syetan berwujud manusia dari orang-orang Eropa berpikir tentang akibat yang akan menimpa mereka, jika pemerintahan Saudi periode awal ini memperluas pengaruhnya. Mereka melihat bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintahan Sa’ud akan mengancam kepentingan mereka di kawasan Timur secara umum. Oleh sebab itulah, tidak ada jalan lain kecuali menghancurkan pemerintahan ini. Merekapun menempuh berbagai cara untuk menghancurkan pengaruh dakwah Salafiyah ini. Di antaranya adalah;
Pertama: Penebaran publik opini di tengah negeri Islam melawan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka bangkitlah orang-orang yang berkeyakinan dengan bid’ah dan khurafat, bangkit melawan dakwah yang diserukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Perlawanan ini bukan hanya datang dari satu sisi atau dari satu pihak tertentu, melainkan dari semua sisi. Serangan ini datang dari para Syaikh yang memegang pengaruh yang diberikan orang awam dan orang-orang bodoh pada mereka, mereka menginginkan terus melanjutkan bid’ah-bid’ah dan khurafat itu dengan sangkaan bahwa itu semua adalah bagian dari agama. Serangan juga datang dari para pemuja kuburan, dari orang yang banyak mengambil faedah dari kotak-kotak orang yang bernadzar, datang dari orang yang menyandarkan hidupnya atas makanan dan harta yang diberikan kepada mereka pada peringatan orang-orang yang meninggal dunia dan dari ziarah-ziarah. Datang juga dari orang-orang yang meyakini, bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan agama baru yang berttentangan dengan apa yang selama ini menjadi adat dan tradisi mereka. Orang-orang seperti ini bertebaran di mana-mana di seluruh pelosok pemerintahan Utsmani, bahkan di hampir semua belahan dunia Islam.. Ini semua terjadi setelah Inggris dan Perancis -musuh Islam itu- menyebarkan fatwa yang mereka ambil dari para ulama suu’ (ulama jahat) yang memfatwakan bahwa yang didakwahkan oleh pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah rusak.[12]
Kedua: Mereka menebarkan fitnah antara gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan pemimpin pemerintahan Utsmani. Orang-orang Inggris dan Peranciss menebarkan racun ke dalam pikiran Sultan Mahmud II, bahwa gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bertujuan untuk memerdekakan Jazirah Arabia dan memisahkan diri dari Khilafahah Utsmaniyah kemudian setelah itu menyatukan dunia Arab serta mencabut panji khilafah daan kepemimpinannya dari pemerintahan Utsmani serta membangun Khilafah Arabiyah. Sultan merespon fitnah yang disebarkan musuh. Padahal tidak sepantasnya dia melakukan itu. Apa yang pantas dilakukan adalah, hendaknya dia meragukan nasehat bohong ini dan mengirimkan para pemuka pemerintahan untuk melakukan investigasi dan meneliti masalah ini. Sultan tidak menyadari bahaya dari pembenaran terhadap kabar keji yang diarahkan pada gerakan Islam yang murni. Sangat disayangkan dengan menuruti usulan-usulan musuh yang mengharuskan agar gerakan itu diberangus sebelum dia membesar. Pemerintahan Utsmani telah mengeluarkan biaya yang besar dan mengerahkan demikian banyak orang untuk memberangus gerakan ini.[13]
Pemerintahan Utsmani merencanakan langkah-langkahnya untuk memerangi pemerintahan Saudi periode awal. Mereka mulai menugaskan penyelesaian masalah ini pada beberapa gubernur yang bertetangga dengan pemerintahan Saudi. Langkah ini diambil dengan dua tujuan; (1) membendung perluasan wilayah Saudi di wilayah timur arab dan (2) untuk melemahkan gubernur-gubernur itu dan untuk mengeruk sumber penghasilan mereka hingga tetap menjadi gubernur yang lemah sehingga akan terus tunduk pada pemerintahan Utsmani. Maka untuk pertama kalinya, perintah untuk melawan pemerintahan Saudi diberikan kepada gubernur Baghdad sebab dia adalah gubernur yang paling dekat ke wilayah Najd. Namun sang Gubernur Baghdad sedang disibukkan dengan adanya guncangan yang terjadi di dalam negerinya. Tentaranya sangat lemah dan sangat tidak mungkin untuk melakukan serangan pada pemerintahan Saudi. Serangan mereka berkali-kali mengalami kegagalan, saat harus membendung serangan di perbatasan Irak. Maka pemerintah Utsmani segera mengarahkan pandangannya pada gubernur Syam dengan harapan dia bisa berhasil dan tidak mengalami kegagalan seperti apa yang dialami oleh gubernur Irak. Ternyata kegagalan yang diderita gubernur Syam jauh lebih menyedihkan dari apa yang dialami oleh rekannnya gubernur Irak. Tatkala pemerintahan Utsmani telah putus asa terhadap kekuatan para gubernurnya yang berada di Baghdad dan Syam[14], dia mengalihkan pandangannya ke Mesir. Pemerintahan Utsmani meminta pada gubernurnya Muhammaad Ali pada tahun 1807 M., untuk melakukan serangan ke negeri Arab dengan tujuan “membersihkan dan membebaskan Haramain Syarifaian” dari tangan orang-orang Saudi serta mengembalikan kekuasaan pemerintahan Utsmani yang hampir hilang di Jazirah Arabia. Namun Muhammad Ali tidak memenuhi permintaan pemerintahan Utsmani ini kecuali pada tahun 1811 M., setelah dia berhasil melepaskan diri dari para Beik Mamluk pada pembantaian Qal’ah.[15]
Sesungguhnya para pengikut dakwah Salafiyah tidak pernah menuntut khilafah dan sama sekali tidak pernah mengatakan penentangan bahwwa dirinya tidak tunduk padanya. Namun sesungguhnya, perselisihan itu hanya ada dalam dua hat yang asasi. Pertama. permintaan para pengikut gerakan Salafi tentang adanya keharusan untuk komitmen para jemaah haji dalam berpegang teguh dengan manhaj Islam dan mencabut semua hat yang keluar dari manhaj Islam. Kedua, adanya perasaan pemerintahan Utsmani yang tidak berdaya di depan kekuasaan gerakan Wahhabi atas kota-kota Suci yang berada di Hijaz. Sebab mereka tahu, bahwa ketidakmampuan mereka ini berarti penurunan wibawa dan posisi mereka secara politik.[16]
Al-Jabarati menerangkan bahwa sikap gerakan Wahhabi terhadap jama’ah haji yang datang dari Syam adalah, “Janganlah mereka datang kecuali dengan syarat yang telah disyaratkan atas mereka. Janganlah mereka datang dengan membawa usungan, gendang, suling dan senjata dan semua hat yang dianggap bertentangan dengan syariah. Maka tatkala mendengar itu semua, mereka kembali dan tidak jadi melaksanakan haji dan pada saat yang sama tidak meninggalkan kemungkaran-kemungkaran yang mereka lakukan.[17] Dia juga menyebutkan sikap yang sama yang dilakukan oleh jamaah haji yang datang dari Mesir.[18]
Sedangkan perintah Sultan Utsmani hanya terbatas pada Muhammad Ali adalah tuntutan untuk memerangi pemerintahan Saudi dan dengan dorongan dari surat-surat yang dikirim oleh Syarif di Jeddah serta dengan adanya konspirasi dan dorongan yang demikian kuat dari Inggris untuk membebaskan Haramain serta memberikan nasehat untuk rakyat dan para pelaku bisnis.[19] Permintaan itu berulang dan masih berkisar pada tuntutan agar Haramain dibebaskan. Setelah kekuatan militer mampu menguasai negeri Hijaz, dan setelah mengalami beberapa kali kekalahan saat berhadapan dengan pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Sultan Mahmud II mengirimkan sebuah edaran ke Mesir yang dibacakan di mesjid yang menyebutkan bahwa Haramain telah bisa dikuasai kembali.[20] Ini semua memberikan petunjuk bahwa Sultan Utsmani tidak memiliki tujuan lain kecuali hanya untuk mengembalikan Hijaz ke dalam pangkuan pemerintahan Utsmani.
Sangat mungkin peperangan terhenti hingga di sini, sebab kekuatan Muhammad Ali telah menguasai kota-kota di Hijaz. Dan Muhammad Ali setelah itu diangkat untuk menjadi penguasa baru di Hijaz yang membuatnya harus pergi meninggalkan Mesir menuju Hijaz, dan tragisnya lagi dia mengusir Syarif Ghalib yang telah membantu pasukannya dan telah membantunyya untuk bisa memasuki Hijaz.[21] Sementara itu, para pemimpin dakwah Salafiyah Saudi telah menawarkan proses damai pada Muhammad Ali. Namun Muhammad Ali memberikan syarat yang sangat sulit untuk direalisasikan. Dalam penolakannya itu juga terkandung ancaman. Al-Jabarati meriwayatkan apa yang dikatakan oleh Muhammad Ali dengan mengatakan; “Adapun perjanjian damai itu kami tidak segan menerimanya, namun dengan beberapa syarat. Yaitu hendaknya belanja perang yang kami gunakan sejak awal perang hingga surat perjanjian itu ditandatangani, diganti. Semua yang diambil dari mutiara-mutiara dan harta simpanan yang ada di dalam kamar yang mulia juga harus dibawa. Demikian juga harga barang yang telah mereka belanjakan harus dibawa. Barulah setelah itu datang menemui saya dan melakukan perjanjian dengan saya. Dan selesailah perjanjian damai setelah itu. Namun jika ini tidak dipenuhi dan tidak mau datang dengan membawa apa yang kami minta…maka kami akan datang menemuinya.”[22]
Hakekat Ekspedisi Militer Muhammad Ali ke Hijaz dan Najd
Sesungguhnya peperangan antara Muhammad Ali dan pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah peperangan antara dua kekuatan Islam yang sejajar, dan bukan pula perang Arab sebagaimana yang disebarkan oleh sebagian orang. Sebaliknya perang ini adalah antara kekuatan Islam yang tidak memiliki ambisi politik apa-apa, namun hanya menampakkan ghirahnya dan keinginannya yang sangat tinggi untuk kembali ke prinsip-prinsip asasi dalam agama Islam yang tak lain adalah kekuatan pemerintahan Saudi periode awal. Sebagaimana kekuatan ini juga menunjukkan semangat yang tinggi untuk membendung bahaya kolonialisme kafir yang ada di negeri-negeri Islam. Sedangkan kekuatan yang memeranginya dan yang dikirim oleh gubernur Mesir yang sebenarnya bukan berasal dari penduduk Mesir, dimana sebagian besar dari mereka adalah dari Arnauth, sebagian dari orang Turki, orang-orang Kristen dan sebagian perwira Perancis.[23] Kebanyakan dari pemimpinnya tidaklah menyangdang Islam kecuali hanya sekedar nama.
Sejarawan Al-Jabarati yang menjadi saksi mata dari peristiwa kekalahan pasukan Mesir ini di hadapan dakwah Salafiyah pada awal-awalnya mensifati kesalehan dan kewara’an pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dia berkata; “DDimana kemenangan akan kita peroleh, sedangkan kebanyakan dari pasukan kita tidak beragama! Di antara mereka ada yang tidak peduli pada agama, dan tidak bermadzhab sebagaimana madzhab kita. Kita dibarengi dengan kotak-kotak minuman haram dan memabukkan. Di tengah kita tidak terdengar suara adzan tidak pula ditegakkan kewajiban agama. Tidak pernah terlintas di dalam jiwa dan pikiran mereka syiar-syiar agama, sedangkan kaum itu (maksudnya adalah pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) tatkaala masuk waktu shalat para juru adzan mereka mengumandangkan adzan dan mereka berbaris di belakang seorang imam dengan khusyu’ dan khudhu’. Sedangkan jika waktu shalat tiba dan perang sedaang berkecamuk, maka seorang di antara mereka mengumandangkan adzan dan melakukan Shalat Khauf. Sebagian di antara mereka maju dan sebagian yang lain mengakhirkan shalatnya. Sedangkan pasukan kita kagum dengan apa yang mereka lakukan, sebab mereka belum pernah mendengar apalagi melihat seperti apa yang mereka lakukan. Mereka (pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab) menyeru di tengah-tengah pasukannya, datanglah kalian semua untuk memerangi orang kafir, yang mencukur agama mereka, yang menghalalkan perzinahan dan homoseksual, peminum khamar. Tatkala disingkapkan baju tentara yang terbunuh, ternyata mereka banyak yang tidak dikhitan. Tatkala mereka (orang-orang Muhammad Ali) sampai di Badar dan menguasainya dan menguasai desa-desa dan pegunungan, sedangkan di sana ada beberapa orang yang baik memiliki ilmu dan saleh, maka mereka pun merampas wanita-wanita mereka, anak-anak dan gadisnya serta bbuku-buku mereka.[24]
Sedangkan Muhammad Ali, bukanlah sosok yang komitmen dengan syariah Allah dalam perangnya, bahkan tindakan-tindakannya sama sekali bertentangan dengan syariah dan melampaui batas-batas yang Allah tentukan serta tidak peduli dengan hukum Islam. Maka tidak heran jika pasukannya membunuh, menghancurkan dan mengambil harta benda serta merusak hak-hak kaum muslimin yang menegakkan tauhid.
Inilah Ali bin Abi Thalib yang berkata pada para pengikutnya pada saat terjadi peristiwa Jamal (perang Unta); “Janganlah kalian mengejar orang-orang yang telah melarikan diri, janganlah kalian melakukan sesuatu pada orang yang sudah terluka, dan barangsiapa yang melepaskan senjatanya maka dia telah aman.”[25]
Beliau juga berkata; “Hati-hatilah! Janganlah kalian bertindak kasar pada wanita, walaupun mereka mencela kehormatan kalian dan menghina para pemimpin kalian, sesungguhnya seorang laki-laki yang memperlakukan seorang wanita dengan kasar dan sinis, maka dia akan mendapatkan sangsinya.”[26]
Dari Abi Umamah Al-Bahili dia berkata: “Saya menyaksikan peristiwa Shiffin dan mereka tidak melakukan tindakan kasar terhadap orang-orang yang terluka dan tidak pernah membunuh orang yang melarikan diri, tidak pula mencincang orang yang meninggal.”[27]
Sesungguhnya Sultan Utsmani telah merasa cukup dengan menjadikan Hijaz tunduk di bawah pemerintahannya. Sedangkan serangan terhadap Dir’iyyah, bukanlah tuntutan yang mendesak dan wajib dilakukan. Sedangkan Muhammad Ali sangat keras dalam memberikan persyaratan damai, satu hal yang menunjukkan ambisinya untuk terus melanjutkan perang. Sebab tujuannya adalah untuk memenuhi ambisi pribadi dan untuuk melakukan perluasan dalam lingkup yang diperkenankan oleh target-target politik Inggris di kawasan itu, setelah Saudi dianggap menjadi batu ganjalan yang menyulitkan bagi eksistensi Inggris di kawasan Arabia secara keseluruhan, baik di Laut Merah ataupun di Teluk Arab atau karena sampainya pemerintahan Saudi melalui jalur darat ke Irak. Maka Inggris merasakan adanya ancaman yang serius terhadap kepentingannya di Timur. Sangat tepat jika kita katakan, bahwa ekspedisi ini ekspedisi Salibis yang dibungkus dengan mantel Islami.[28]
Tatkala Thusun bin Muhammad Ali kalah perang saat berhadapan dengan pangeran Abdullah bin Saud dan separuh pasukannya hancur, maka Muhammad Ali keluar langsung menuju Hijaz pada tahun 1813 M. Kemudian dia menangkap penguasa Mekkah Ghalib bin Musa’id dengan tuduhan melakukan konspirasi dengan penguasa Saudi. Setelah itu, dia mengambil semua barang yang dimiliki Ghalib, apapun bentuknya. Dengan demikian, penguasa Mekkah kini menjadi salah seorang pejabat Muhammad Ali di Hijaz. Tak berapa lama, Muhammad Ali memenangkan peperangan terhadap kekuatan pemerintahan Saudi pada bulan Januari 1815 M. dalam sebuah peperanganyyang disebut dengan Basal.[29] Peristiwa ini oleh sebagian orang dianggapp sebagai peristiwa terbesar dalam perang yang dipimpin oleh gerakan Wahhabi, bahkan merupakan peristiwa paling monumental dalam sejarah peperangan Mesir.[30]
Muhammad Ali tidak berdiam lama di Jazirah Arabia demi menorehkan kemenangan-kemenangan yang lain. Sebaliknya dia kembali ke Mesir dan membiarkan anaknya Thusun di Hijaz.[31] Dengan cepat Thusun mampu mengalahkan pasukan Saudi untuk pertama kalinya. Setelahh itu dia segera bergerak menuju arah utara Najd hingga sampai ke kota Ras, setelah itu dia menguasai Syabiyah dan kini pintu untuk menuju Dir’iyyah terbuka lebar di depan matanya. Maka Pangeran Abdullah segera membuka pintu damai dengannya, untuk mencegah semakin banyaknya tumpahan darah kaum muslimin serta untuk melindungi kota-kota dan desa. Terjadilah perundingan damai itu antara dua pihak dengan syarat-syarat sebagai berikut;
1. Pasukan Mesir menduduki Dir’iyyah.
2. Hendaknya Pangeran Abdullah mengikuti perintah Thusun Pasya, dan hendaknya berangkat ke tempat yang dikehendaki Thusun.
3. Hendaknya Pangeran Abdullah memberikan jaminan perjalanan haji dan tunduk pada hukum sipil yang datang dari Muhammad Ali sejak kesepakatan ini hingga saat ditandatanganinya kesepakatan.
4. Janganlah kesepakatan ini diberlakukan sebelum ditetapkan oleh Muhammad Ali.
Ternyata syarat-syarat ini tidak diterima oleh Pangeran Abdullah. Dia pun mengambil keputusan untuk mengirim utusan langsung kepada Muhammad Ali secara langsung untuk membicarakan syarat-syarat tersebut. Namun delegasi yang dia utus gagal dalam usahanya, karena adanya sikap keras kepala para Pasya. Maka pengikut Bani Saud kembali bersiap untuk berperang dan bertempur. Maka Muhammad Ali kembali mengirim ekspedisi militer pada tahun 1816 M. Yang dipimpin langsung oleh anaknya Ibrahim Pasya.[32]
Pasukan Ibrahim Pasya bergerak dari Hijaz menuju Najd dan berhasil menguasai kota-kota Unaizah, Buraidah dan Syaqra’, serta bisa menaklukkan kawasan Alqashim. Ibrahim meneruskan gempuran dengan menggunakan taktik lembut terhadap para kabilah. Yakni sebuah taktik yang berusaha menjadikan orang-orang Najd senang padanya. Dimana dia selalu mengadakan pertemuan dan memberikan hibah pada banyak orang, terutama di awal kedatangannya dengan memakai metode yang membuat kabilah-kabilah tertarik. Maka dia melarang pasukannya merampas dann merampok harta rakyat. Dengan pasukannya yang sangat terlatih yang terdiri dari orang-orang Perancis, dia mampu melanjutkan serangan hingga ke Dir’iyah yang kemudian dikepung karena memiliki pertahanan yang kokoh. Pengepungan ini berlangsung lama yang dimulai sejak bulan April hingga Septernber 1818 M. dan berakhir dengan menyerahnya Pangeran Abdullah bin Saud serta masuknya Ibrahim ke Dir’iyah. Dari Dir’iyah Pangeran Abdullan dikirim ke Mesir dengan pengawalan yang sangat ketat. Setelah dari Kairo, dia dikirim ke Istanbul.[33]
Pangeran Abdullah diarak di jalan-jalan Istanbul selama tiga hari penuh, kemudian setelah itu diperintahkan agar dia dihukum pancung. Semoga Allah memberikan rahmatnya pada orang yang dizhalimi ini[34] dan nanti di Hari Kiamat akan tampak bagaimana hakikat pembunuhannya itu. Sesungguhnya dia telah mengajak untuk berdamai, perdamaian yang diinginkan oleh penduduk Jazirah Arabia, melalui sebuah surat yang dikirimkan oleh Syaikh Ahmad Al-Hanbali kepada Thusun. Mereka telah menjelaskan bahwa mereka mengakui kesultanan Utsmani dan tidak pernah menyatakan pemberontakan terhadap pemerintahan Utsmani. Lalu kenapa ada usaha yang terus menerus untuk melakukan penyerbuan ke Jazirah Arabia? Demikian ruh kaum muslimin dibinasakan oleh tangan sebagian kaum muslimin yang lain, akibat tipu daya musuh. Padahal orang-orang Jazirah Arabia telah membantu kaum muslimin di Mesir tatkala mereka dijajah oleh orangg-orang Perancis. Lalu kenapa harus ada permusuhan yang disengaja? Sesungguhnya Muhammad Ali dengan bantuan para pemimpin yang menisbatkan dirinya pada Islam mampu meyakinkan sebagian besar kaum awam, bahwa mereka melakukan itu sebagai bukti ketaatan mereka kepada khalifah Rasulullah yang harus mereka tunduk padanya dan taati. Dan bahwa yang mereka lakukan kata Muhammad Ali-adalah dalam rangka mencegah pemisahan Jazirah Arabia dari kekhilafahan Utsmani.[35]
Sesungguhnya masalah loyalitas dan disloyalitas terhadap agama Islam, sama sekali tidak ada pada pribadi Muhammad Ali dengan dalil bahwa dia memberikan sikap loyalitasnya kepada musuh-musuh Islam. Dia memberikan kesempatan pada mereka untuk memimpinnya, memimpin dan menggiring umat bersama-sama dengannya kepada kehancurannya. Ini merupakan akibat dari adanya kelakuan pedagang tembakau yang tidak ketahuan nasabnya yang menginginkan dirinya duduk menjadi penguasa di negeri kaum muslimin.[36]
Inggris demikian senang tatkala mengetahui jatuhnya Dir’iyyah, ibu kota Saudi yang pertama, di tangan kekuatan Ibrahim Pasya.[37] Pemerintahan Saudi Salafiyah inilah yang telah membantu Qawasim dalarn jihad mereka melawan orang-orang Inggris di Teluk Arab, sehingga mengancam kepentingan Inggris d India sebagaimana yang telah kita sebutkan sebelum ini.[38] Di sini kita patut bertanya, khususnya dalam peristiwa-peristiwa ini yang dialami oleh dunia Islam dalam sejarahnya di masa modern. Kita akan katakana: Andaikata tentara Muhammad Ali dan pasukan pemerintah Utsmani bekerjasama dengan pemerintahan Saudi periode awal dan bukan malah memeranginya untuk menghadapi keserakahan orang-orang Eropa secara umum dan Inggris secara khusus, jika ini yang terjadi pasti wajah sejarah akan berubah. Khususnya bahwa pemerintahan Saudi itu adalah pemerintahan Islam yang dibangun di alas prinsip dasar Salafiyah yang benar. Dunia Islam saat itu demikian membutuhkan pemerintahan seperti ini. Apapun yang terjadi, sesungguhnya Inggris menyadari apa yang bisa mereka ambil manfaat dari kondisi yang terjadi saat ini. Maka mereka pun dengan segera mengucapkan selamat kepada Ibrahim Pasya, dengan prinsip untuk menjaga kepentingan mereka. Inggris mengutus kapten George Forester Sadler[39]- untuk memberikan ucapan selamat kepada Ibrahim Pasya atas keberhasilannya dalam menguasai Dir’iyah serta adanya usaha untuk membentuk kerja sama antara kekuatan darat Ibrahim Pasya dan kekuatan laut Inggris dalam rangka menghadapi Qawasim, yang merupakan pengikut pemerintahan Saudi periode awal.
Senin, 24 April 2006 @ 10:58
Sesungguhnya hubungan antara Muhammad Ali dan orang-orang Inggris itu adalah hubungan yang sudah terjalin demikian lama. Sejak awal masa pemerintahannya, dia langsung melakukan perundingan dengan mereka selama empat bulan. Dalam perundingan itu Muhammad Ali menekankan, tentang keseriusannya dan keinginannya yang demikian tulus untuk membangun hubungan dengan Inggris, bahkan lebih jauh dari itu dia rela menempatkan dirinya berada di bawah perlindungan Inggris. Inilah yang disebutkan oleh keterangan yang disampaikan oleh Freezer, delegasi yang menjadi wakil dalam perundingan itu. Satu hal yang membuat -setelah puas dengan itu- mereka meninggalkan sekutu-sekutu lamanya orang-orang Mamluk. Isi dari kesepakatan yang disiapkan oleh pimpinan ekspedisi Freezer yang melakukan perundingan dengan utusan Muhammad Ali yang dikirim pada Jendral Moor tanggal 16 Oktober tahun 1807 M. mengandung bagian penting dari isi perjanjian itu. Dalam ketetapan itu disebutkan; “Ijinkan saya untuk membeberkan kepada tuan agar ini menjadi fokus perhatian tuan tentang isi pembicaraan yang terjadi antara Pasya Mesir dengan Mayor Jenderal Sharirouk dan kapten Feloz saat keduanya melakukan tugas mereka. Satu hal yang membuat saya yakin bahwa pembicaraan ini, dan komunikasi khusus yang lain yang saya lakukan bersamanya, menggambarkan bahwa dia itu sangat serius dengan apa yang menjadi usulannya. Muhammad Ali Pasya, gubernur Mesir telah mengutarakan keinginannya untuk memposisikan dirinya di bawah perlindungan Inggris. Kami menjanjikan padanya akan menyampaikan usulannya itu kepada pimpinan-pimpinan kekuatan Inggris dengan harapan mereka menyampaikannya pada pemerintah Inggris.
Sementara itu, Muhammad Ali Pasya menjanjikan untuk melarang orang-orang Perancis, Turki atau kekuatan lain yang berada di bawah sebuah pemerintahan tertentu untuk masuk ke Iskandariyah dari jalan laut dan sebagai sekutu Inggris Raya di Iskandariyah. Namun tak ada pilihan lain baginya untuk menunggu dan untuk tidak meminta bantuan Inggris dengan kekuatan lautnya, tatkala ada serangan dari arah laut sebab dia tidak memiliki kapai-kapal perang. Pada saat yang sama Muhammad All Pasya sepakat untuk membekali kapal-kapal Inggris yang berada jauh dari Iskandariyah dengan semua apa yang dibutuhkan, termasuk air sungai Nil tatkala ada isyarat kesepakatan untuk itu.[41]
Konsul Perancis Drupati memberikan catatan atas apa yang sampai padanya dari kabar tentang kesepakatan antara Muhammad Ali dan Inggris yang sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari kesepakatan bahwa itu adalah; “Perjanjian seperti ini tatkala sampai pada titik kesepakatan akan menggolkan semua keinginan Inggris dengan cara mengirimkan ekspedisi militer mereka ke Mesir, jika akibatnya tidak disadari dengan dikirimkannya ekspedisi militer tersebut.”[42]
Inggris tidak ingin mengumumkan semua isi perjanjian setelah ditandatanganinya dan mereka meninggalkan Iskandariyah serta diserahkan kepada Pasya Mesir, ssebab Inggris melihat pentingnya melihat dengan teliti akibat apa yang akan mereka terima jika harus menyatakan permusuhan secara terang-terangan terhadap pemerintahan Utsmani sebagai akibat bantuan yang diberikan Inggris pada seorang penguasa yang menginginkan kemerdekaan dari pemerintahannya. Padahal saat itu, diplomasi Inggris memiliki kepentingan yang demikiian besar dari pemerintahan Utsmani. Di samping itu Inggris juga mengambil banyak faedah dari anteknya yang baru untuk meluaskan pengaruhriya di kawasan itu jika mungkin.[43]
[1] Dinukil dari “Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah”, Pustaka Al-Kautsar, cet. I, 2003, hal. 469-483.
[2] Lihat: Imam at-Tauhid Muhammad bin Abdil Wahhab, Ahmad al-Qaththan, hal. 35
[3] Ibid: hal. 36
[4] Ibid: hal. 45-46.
[5] Lihat: Istimrariyat ad-Da’wah, Muhammad Sayyid al-Wakil (III/293).
[6] Lihat: Imam at-Tauhid Muhammad bin Abdil Wahhab, Ahmad al-Qaththan, hal. 53
[7] Ibid: hal. 78
[8] Lihat: Al-A’lam al-‘Arobi fit Tarikh al-Hadits, hal. 17.
[9] Lihat: Qira’at Jadiidah fi Tarikhil Utsmaniyyin, hal. 156.
[10] Ibid: hal. 158.
[11] Lihat: Ad-Daulat al-Utsmaniyyah, DR. Jamal, hal. 94.
[12] Idem: hal. 94.
[13] Idem: hal. 95.
[14] Lihat: Al-‘Alam al-‘Arobi fit Tarikh al-Hadits, DR. Ismail Yagha, hal. 171.
[15] Ibid: hal. 172.
[16] Lihat: Qiro’ah Jadidah fit tarikh al-‘Utsmani, hal. 183.
[17] Lihat: Min Akhbar an-najd wal Hijaz, Muhammad Adib Sholih, hal. 111.
[18] Idem: hal. 111-112.
[19] Lihat: Qiro’ah Jadidah fit tarikh al-‘Utsmani, hal. 186.
[20] Lihat: Min Akhbar al-Hijaz wan Najd, Muhammad Adib Gholib, hal. 110.
[21] Ibid: hal. 100.
[22] Lihat: ‘Ajaib al-Atsar Akhbar Yaumi Akhir Dzilqo’dah Sanat 1328, Adib Gholib, 149.
[23] Lihat: Ad-Daulat al-‘Utsmaniyyah, Muhammad Anis, hal. 233.
[24] Lihat: Qiro’ah Jadidah fit Tarikhil Utsmani, hal.188.
[25] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Kitabul Jamal (XV/263).
[26] Lihat: Nashbur Rooyah, Az-Zaila’i (III/463).
[27] Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang shahih. Sedangkan Imam adz-Dzahabi menyatakan sebagai hadits mauquf di dalam Al-Mustadrak (II/155).
[28] Lihat: Qiro’ah Jadidah fit Tarikhil Utsmani, hal. 189.
[29] Lihat: Ad-Daulah as-Su’udiyah al-‘Ula, DR. Abdul Halim Abdur Rahman, hal. 199-235.
[30] Lihat: Qiro’ah Jadidah fit Tarikhil Utsmani, hal. 172.
[31] Ibid: hal. 172.
[32] Lihat: Ad-Daulah as-Su’udiyah al-‘Ula, hal. 339-345.
[33] Lihat: Al-‘Alam al-‘Arobi fit Tarikhil Hadits, hal. 174.
[34] Ibid: hal. 174.
[35] Lihat: Ad-Daulah al-Utsmaniyyah, DR. Jamal Abdul Hadi, hal. 96.
[36] Ibid: hal. 97.
[37] Lihat: Dirosat fi tarikh al-Khaliij al-‘Arobi al-hadits wal Mu’ashir (I/198).
[38] Lihat: Tarikh al-Ahsa’ as-Siyasi, DR. Muhammad ‘Arobi, hal. 42-43.
[39] Lihat: Dalil al-Khaliij at-Taarikhi, J.J. Lurimer (II/1009-1010).
[40] Lihat: Huruub Muhammad ‘Ali ‘ala asy-Syaam, DR. Ayidh ar-Ruuqi, hal.112.
[41] Lihat: Mishr fi Mathla’ al-Qornit Taasi’ ‘Asyar, DR. Muhammad Fu’ad Syukri (II/856-857).
[42] Ibid: hal. (II/826).
[43] Lihat: Daur al-Kanisah fi Hadmid Daulatil Utsmaniyyah, Tsuroyya Syahin, hal.56-57.
Senin, 24 April 2006 @ 10:59
tentang muhammad al fatih di buku itu tadinya mau saya taruh disini juga tapi terlalu panjang tulisannya berhalaman-halaman maka silahkan anda membaca dan membeli bukunya saja.
Senin, 24 April 2006 @ 15:22
satu catatan penting yg mungkin bisa dijadikan tambahan bahwa ketika merebut konstatinopel tahun 1453. Sebuah senjata dari pihak muslim…yang cukup modern (saat itu) yakni…meriam (ada yg bilang juga senjata itu berupa roket)
Namanya BASILIC: The Basilic, or The Ottoman Cannon was a supercannon designed by Urban, a Hungarian cannon engineer, at a time when cannons were still new. It was horribly inaccurate, but when it hit, it caused massive damage to Constantinople’s walls. It lasted all of six weeks before becoming non-functional.
Length: ~24 feet (8+ m)
Diameter: 2.5 feet (75cm)
Cannonball: 1200 lbs (544 kg)
Range: ~1 mile (2 km
sumbernya
http://en.wikipedia.org/wiki/Basilic
http://en.wikipedia.org/wiki/Fall_of_Constantinople#Aftermath
Selasa, 25 April 2006 @ 9:53
perang….perang….setiap agama pasti punya orang fanatik yang gila kebenaran ..setiap bangsa seperti manusia pasti punya takdirnya sendiri sendiri…perang demi kemenangan..perang demi kebenaran relatif.. perang demi harga diri…perang demi kekuasaan..perang demi sesuatu yang di cintai..setiap generasi pasti ada orang gila dan ada orang baik….maka dari itulah dunia bisa berputar..jangan takut jadi orang gila…terus pertahankan..perang..perang ..perang…
Kamis, 11 Mei 2006 @ 18:03
yang terpenting sekarang adalah…bagaimana islam bisa menjadi agama solusi….
rohmatan lil’alamiin…so….
Minggu, 28 Mei 2006 @ 21:38
Assalamualaikum Ikhwan Fillah
Waduhhhhhhhh kok jadi serem yaaa berbagai tanggapannya?Ketika kaum kafir mengoyak-ngoyak negeri muslim, menghina sehina-hinanya umat islam, melecehkan Rasul kita tercinta….ehhhh sesama kita kaum muslim masih meributkan masalah khilafiah. Perkara sultan Muhammad al-Fatih mendapat pendidikan dari tarekat Naqsyanbandiah fakta sejarahnya adalah beliau berhasil mengangkat kehormatan kaum muslimin dan merealisasikan nubuat Rasulullah. Juga perkara kaum Wahabbi dianggap memberontak kepada Khalifah kenyataannya adalah mereka mampu mengamankan jalur Haji dan membersihkan praktek2 bid’ah, takhyul dan chufarat(TBC. Intinya adalah jalin kembali ukhuwah Islamiyyah…sadari kondisi umat sekarang…lupakan dahulu masalah khilafiah…dan ingatlah!kaum yahudi dan nasrani tidak akan senang sampai kita kaum muslimin mengikuti mereka(Afwan lupa ayat berapa tapi yang pasti di surat Al-Baqoroh)
Kamis, 6 Juli 2006 @ 13:06
bolehlah berkomentar sepuas puasnya……tapi jangan sampai ketika ditanya apakah anda muslim? jawabnya bukan, dan ketika ditanya apakah anda sholat jawabnya tidak.
Hehehehe….kalo udah lain agama maka akan terjadi debat kusir yg gak habis habisnya. Semoga yg ngisi di forum ini muslim semua.
Ayoooo terus berkomentar dan bertukar pikiran…….
Rabu, 12 Juli 2006 @ 16:30
Nyang ini lumayan bagus tentang Naqsybandi… emang serem deh Syiriknya… bukannya nuduh lho… cuman kenyataan aja…
Punyanye si antibidah juga lumayan… ngeri amat tuh iconnya heheheh
Sabtu, 5 Agustus 2006 @ 21:41
asik asik ajalah coy
Minggu, 13 Agustus 2006 @ 16:14
Yang paling penting sekarang adalah kenyataan bahwa konstantinopel telah jatuh ke tangan Islam..alhamdulillah
dan giliran Roma menanti kita semua…utk mewujudkannya dgn harta dan jiwa..allohuakbar!
Minggu, 20 Agustus 2006 @ 0:51
Wah kalian ini kenapa sih. Sesama umat muslim aja ga bisa rukun.
Ingat kebenaran tanpa disertai dengan kata-kata.
Kebenaran yang hakiki adalah hak Allah SWT.
Kamis, 24 Agustus 2006 @ 11:18
akur
Sabtu, 26 Agustus 2006 @ 12:29
jangan suka mengkafirkan sesama muslim, tapi rendahkan hatimu dihadapan-Nya, ingat jihad terbesar pada manusia adalah melawan wgo dan nafsunya, jangan merasa dirinya paling benar karena kebenaran hanya milik Allah Asstaghfirulah
Sabtu, 26 Agustus 2006 @ 14:49
keren…keren…#35, mak nyess gitu
Rabu, 6 September 2006 @ 16:20
Mari kita maju bersama Allah untuk bersama-sama menegakkan dinnul islam dan meraih kejayaan islam kembali, tanpa melihat bendera, aliran, ajaran ataupun tarikat yang kita bawa, sebab perbedaan yang ada adalah merupakan corak dan khasanah (rahmatan lil alamin) ……
Senin, 18 September 2006 @ 8:47
sodaraku #7
toleransi yang di perbolehkan dalam Islam adalah toleransi yang bersifat muamalah bukan AKIDAH. Masalah “keterbukaan” oleh Pres 1 Indonesia tentang “hal itu”, saya rasa bukanlah suatu sikap terbuka melainkan suatu tindakan untuk mengenyahkan formalisasi syariat Islam di Indonesia, kenapa hal itu terjadi?sebab konsekwensi dari kalimat: “menjalankan syariah Islam bagi pemeluknya “sangat berbahaya bagi eksistensi mereka di Indonesia.
mereka siapa?yaitu mereka yang ingin memisahkan kehidupan dunia dengan agama.
Pertanyaanya:
1.sekarang apakah setelah “dipilihnya” kalimat “Ketuhanan Ynag Maha Esa” Indonesia bisa majau dan berkembang ato justru rakyatnya semakin terjajah di negeri sendiri?
2.Apabila kita tengok tarikh Islam pernahkah sodaraku #7 temui ketika Islam di terapkan sacara kaffah dalam institusi daulah KHilafah rakyatnya merasa terjajah dalam negerinya sendiri?
3. apakah sodaraku #7 muslim?kalo iya, sudahkah kita memikirkan umat islam di Indonesia yang dijajah oleh pemerintahnya sendiri?mereka tidak ada yang melindungi, nyawa mereka dianggap lebih rendah dari binatang peliharaan para kapitalis dan pemerintahnya, darah mereka diserap untuk memperkaya segelitir orang saja melalui pemerintahnya, apakah kita akan diam ato melaukuan tindakan untuk mengentaskan umat muslim dari kedzoliman ini dengan penegakan syariat Islam dalam suatu Intitusi ynag menerapkannya yaitu negara.
Senin, 18 September 2006 @ 11:05
Komentar Mengenai Asal-usul Mazhab Wahhabi
Mazhab Wahhabi sering menimbulkan kontroversi berhubung dengan asal-usul dan kemunculannya dalam dunia Islam. Umat Islam umumnya terkeliru dengan mereka kerana mereka mendakwa mazhab mereka menuruti pemikiran Ahmad ibn Hanbal dan alirannya, al-Hanbaliyyah atau al-Hanabilah yang merupakan salah sebuah mazhab dalam Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah.
– Dihapus oleh redaksi: Hanya copy paste dari http://islamlib.com/en/page.php/page.php?page=comment&mode=view&art_id=478&comment_id=1513 –
Selasa, 21 November 2006 @ 4:56
kunjungi website darussalaf.or.id
Kamis, 23 November 2006 @ 11:43
muhammad al fatih kok samapi ke ke wahabi ya?? emang bener itu pemikiran wahabi, tapi yang menjadi masalahnya sekarang adalah kaum salaf sekarang ini tidak seperti muhammad bin abdul wahhab.kenapa?? ya karena mereka itu banyak ilmu, tapi kurang militan dalam berda’mwah menmgajak kpd qur’an dan sunnah. coba bayangin kalo orang bodo, pemabuk, kriminal, mana mungkin mereka datang ke majelis2 ta’lim??? mustahil adanya. beda kalo mereka para salafiyoon mau datang kerumah2 mereka, atau diajak satu per satu, bil hikmah tentunya seperti yang dicontohkan rasullulah baru mereka akan sungguh menjalankan islam. jangan menunggu mereka untuk datang kepada anda, sebab kalo yang berlaku demikian maka sungguh islam tidak akan samapai di indonesia saat ini( anda & saya belum tentu adalah seorang muslim saat ini ). saya cuma pengin mengingatkan ( saya bukan ahli hadits/pun ilmu) : “banyak bicara (ilmu), dan banyak kerja (da’wah), satu lagi pesen saya jangan cuma bisa menuduh orang lain sesat saja, tapi ajaklah mereka yang sesat itu kepada yang hak. dengan sungguh2 lho… seperti rasullulah gitu, jangan cuman sekali ngajak ditolak terus ga mau balik da’wah lagi. intinya ya itu tadi banyak kerja ( da’wah ) dan banyak bicara( ilmu )
Selasa, 28 November 2006 @ 12:47
antibid’ah…
saya yakin anda cukup bijak dalam berpikir, dan tentunya juga menulis….seharusnya kalau merasa umat Rasulullah SAW, tidak perlu mengolok-olok aliran lain, seakan-akan anda pemilik kebenaran semata..
ya Tuhan, semoga mas antibi’dah ini lidah dan otak nya dibersihkan dari prasangka buruk kepada sesama muslim….
nauzubillah
Rabu, 29 November 2006 @ 18:46
Saya ini dibesarkan di Saudi, saya udah jijik melihat tingkah laku orang2 wahhabi disana, bisanya cuma ngafirin kelompok yang lain tapi dibelakang sibuk nidurin TKW.
ngomongnya anti amerika tapi paling banyak naro saham di negara keparat itu, ngomongnya jihad fisabilillah tapi nyatanya membantai ribuan orang2 islam di afganistan dan irak, bacotnya ukhuwah islamiyah tapi ngejual bahan bakar pesawat ke israel untuk ngebom muslimin di lebanon, orang udah tau semua emir2 saudi sering ngabisin duit kaum muslimin untuk foya2 main perempuan di eropah? bukan begitu anti bidah! inilah kenyataan yang ada….
Minggu, 3 Desember 2006 @ 11:24
wahai kaum wahabi/salafi sadarlah untuk tidak menghakimi sesama muslim, dari pada kalian menghakimi orang lain yang belum tentu salah di mata ALLAH, kenapa tidak berusaha introspeksi agar diri kita lebih baik, sujudkan hatimu dihadapan ALLAH, dihadapan sayyidina MUHAMMAD SAW, dihadapan semua ciptaan ALLAH. Semoga kita semua dibimbing oleh Nabi MUHAMMAD SAW tuk sampai dihadirat ALLAH dengan keadaan suci. Amiin
Senin, 4 Desember 2006 @ 17:47
Kaum Wahhabi bekerja untuk siapa.
ini cuplikan yang dicopy dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah
“Agar kekuatan khilafah (utsmaniyah) lumpuh, sehingga agar bisa sekali pukul jatuh, maka dilakukanlah upaya intensif untuk memisahkan Arab dengan lainnya dari khilafah. Dari sinilah, lahir gerakan patriotisme dan nasionalisme di Dunia Islam. Malah, gerakan keagamaan tak luput dari serangan, seperti Gerakan Wahabi di Hijaz. Sejak pertengahan abad ke-18 gerakan ini dimanfaatkan Inggris – melalui agennya Ibn Sa’ud – untuk menyulut pemberontakan di beberapa wilayah Hijaz dsk, yang sebelumnya gagal dilakukan Inggris lewat gerakan kesukuan.”
Perlu diketahui ibni saud (muhammad bin saud) adalah pendiri kerajaan saudi!
Senin, 11 Desember 2006 @ 20:19
liat2 blog ini sepertinya laris manis pengunjung juga hehehehe….
mau cari2 ilmu ach disini, itu aja koq!!!
Kamis, 21 Desember 2006 @ 12:50
Konstantinopel sudah takluk, kapan giliran roma kita taklukkan saudara-saudaraku?
Rabu, 27 Desember 2006 @ 17:32
Boeat temen2 yg pro n kontra, damai2 aja yach.. hidup sdh sulit, jgn perbedaan pendapat/faham diperuncing. Yg penting selagi kita masih sama2 menyembah ALLAH SWT, mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW, perbedaan diterima dengan hati yg lapang..
Jumat, 5 Januari 2007 @ 11:14
Bismillah, sebenarnya cuma mau nyari refrensi tentang Muhammad Alfatih buat tamabahn ngisi halaqoh, tapi ternyata di blognya kang fahmi lagi rame… debat sih monggo tp jgn sampe bikin saudara2 kita jadi ngeri buat belajar islam ya (cos pd bingung kok pada marah – marahan ), ntar jd nggak indah lagi dong islamnya…btw, sy mah nikut kang fahmi sj. akur kang !!
Senin, 8 Januari 2007 @ 0:16
Eh Fakri.. jaga tuh mulut!! malah ngajak ribut.. mendingan gak usa ada agama, kalo ternyata agama itu bikin pertumpahan darah!!!
Jumat, 19 Januari 2007 @ 21:35
Wakakakak bunuh saja bunuh saja semuanya sekalian
Wakakakakakakak
wekekekek
Salam Malaekat maut
Sabtu, 17 Februari 2007 @ 14:20
Luar biasa!
Wawasan kita menjadi semakin lebar. Tapi kita ga bisa membohongi fakta bahwa islam sedang terpuruk meskipun beberapa negara islam berlimpah kekayaan…dan hari ini pun terlihat mereka terpecah-belah…apakah kita siap menjemput next target yaitu kejatuhan Roma dan kembalinya Yerusalem!!!
Hidup Al Fatih dan semua cita-citanya!
Sabtu, 17 Februari 2007 @ 15:20
Asw fren, untuk yang debat debat, afwan yang lebih penting kita pikirkan adalah bgmn membangkitkan lagi kejayaan ISLAM bukan hanya debat-debat cari mana yang benar, mana yang salah, oyi
Kamis, 15 Maret 2007 @ 12:58
kalau Islam bersatu padu menuju satu tujuan, betapa sulitnya rintangan tetap akan sampe jua seperti Al_fatih manaklukan Konstantin
Rabu, 28 Maret 2007 @ 19:16
Ass.wr.wb
luar biasa perasaan yang di tumpahkan di blog ini, ISLAM adalah agama Cinta Kasih seperti yang Rasullullah tunjukan kepada para kaum dan sahabat2 nya…
Rabu, 2 Mei 2007 @ 17:10
asw…
anda mungkin pernaah menonton Kingdom of heanve, atau perang yang sekarang banyak diminati yaitu 300, perang yang menunjukkan kehebatan tentara sparta yang dipimpin oleh Jendral Leonidas dalam mempertahankan diri melawan ribuan tentara persia… digambarkan disana dengan bermodal 300 personil, mereka berhasil mempertahankan diri dari puluhan ribu pasukan sparta,,,, sungguh dahsyat pertempuran yang terjadi, meski akhirnya mereka kalah.. namun apa???
disi ada intrik untuk menaikkan status perang mereka
kenapa saya bercerita ini. sebab saya yakin perang badar jauh lebih hebat dari ini bahkan perang Muhammad al Fatih jauh lebih dahsyat saat menggugurkan tentara konstantinopol… lihat saja strategi-strategi perangnya… berhari-hari, Islam terus menyerang dan mereka hanya bisa berlindung dari tembok dan parit.. tapi akhirnya janji rasul terpenuhi…
Jumat, 18 Mei 2007 @ 16:53
Ya ALLAH, janganlah engkau memasukkan kami kedalam 71 golongan yg di gambarkan oleh Rasullullah pada akhir jaman ini, yaitu golongan yang merasa dirinya paling benar dalam menyembah-Mu ya ALLAH.
…padahal, kami Sama-sama menyembah-Mu, mengikuti Sunnah Rasul-Mu, meng-Iman-i Kitab-Kitab-Mu, Meng-Iman-i Malaikat-Malaikat-Mu, dan Meng-Iman-i Hari Akhir-Mu…!!!
Mengapa mereka, gologan-golongan tersebut menyalahkan kami Ya ALLAH, Meng-Kafirkan Kami ya ALLAH…
Ampuni DOsa-dosa mereka, karena ke-tidak tahu- an mereka ya ALLAH, Kesombongan mereka Ya ALLAH. Sesungguhya Engkau lah yang HAQ
Kami takut, termasuk ke dalam golongan-golongan tersebut…
jadikan kami hamba-hamba-MU yang ber-Kasih-Sayang, ber-Lemah-Lembut kepada saudara kami sesama Muslim, dan Bersikap tegas kepada Orang-orang kafir ya ALLAH, ya RAHMAN ya RAHIIM…!!!
#35
Fahmi Al-Fatih
Minggu, 28 Mei 2006 @ 21:38
Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Assalamualaikum Ikhwan Fillah
Waduhhhhhhhh kok jadi serem yaaa berbagai tanggapannya?Ketika kaum kafir mengoyak-ngoyak negeri muslim, menghina sehina-hinanya umat islam, melecehkan Rasul kita tercinta….ehhhh sesama kita kaum muslim masih meributkan masalah khilafiah. Perkara sultan Muhammad al-Fatih mendapat pendidikan dari tarekat Naqsyanbandiah fakta sejarahnya adalah beliau berhasil mengangkat kehormatan kaum muslimin dan merealisasikan nubuat Rasulullah. Juga perkara kaum Wahabbi dianggap memberontak kepada Khalifah kenyataannya adalah mereka mampu mengamankan jalur Haji dan membersihkan praktek2 bid’ah, takhyul dan chufarat(TBC. Intinya adalah jalin kembali ukhuwah Islamiyyah…sadari kondisi umat sekarang…lupakan dahulu masalah khilafiah…dan ingatlah!kaum yahudi dan nasrani tidak akan senang sampai kita kaum muslimin mengikuti mereka(Afwan lupa ayat berapa tapi yang pasti di surat Al-Baqoroh)
Selasa, 29 Mei 2007 @ 9:07
Berbeda kita boleh saja, saling komentar, kritik oke juga, saling koreksi bagus juga, tapi ingat!! jangan saling hantam sesama umat Muhammad SAW, ingat!!! Islam dalam keadaan kritis, terpuruk, harusnya bersatu!! kalau kita ribut lihatlah disana umat lain bertepuk tangan sambil tertawa, bangkitlah wahai umat Muhammad SAW!!! jangan berpikir pendek dan mau diprovokator
Senin, 11 Juni 2007 @ 21:39
Kronologi Kehidupan Muhammad
Tanggal dan lokasi penting dalam hidup Muhammad
569 Meninggalnya ayah, Abdullah
570 Tanggal lahir (perkiraan), 20 April: Makkah
570 Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah
576 Meninggalnya ibu, Aminah
578 Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib
583 Melakukan perjalanan dagang ke Suriah
595 Bertemu dan menikah dengan Khadijah
610 Wahyu pertama turun: Makkah
610 Ditunjuk sebagai Nabi: Makkah
613 Memulai menyebarkan Islam kepada umum: Makkah
614 Mendapatkan pengikut: Makkah
615 Hijrah pertama ke Habsyah
616 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad mulai
619 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad selesai
619 Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninngal
620 Isra’ dan Mi’raj
621 Bai’at Aqabah pertama
622 Bai’at Aqabah kedua
622 Hijrah ke Madinah
624 Pertempuran Badar
624 Pengusiran Bani Qaynuqa
625 Pertempuran Uhud
625 Pengusiran Bani Nadir
626 Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah
627 Pertempuran Khandak
627 Penghancuran Bani Quraizhah
628 Perjanjian Hudaybiyah
628 Melakukan umrah ke Ka’bah
628 Pertempuran Khaybar
629 Melakukan ibadah haji
629 Pertempuran Mu’tah
630 Pembukaan Kota Makkah
630 Pertempuran Hunain
630 Pendudukan Thaif
631 Menguasai sebagian besar Jazirah Arab
632 Pertempuran Tabuk
632 Haji Wada’
632 Meninggal (8 Juni): Madinah
Rabu, 20 Juni 2007 @ 18:29
semua punya dalil dan dasar sendiri. wahabbi benar dengan formatnya memberantas Syirik, Tahayul, khurafat dan bidah kalau memang dengan jalan yang lurus. tasawuf benar juga selama aqidahnya ada di relnya. sebelum berkeras hati buka mata buka hati.. semua aliran itu buatan manusia. yang nggak lapuk adalah intisari dari nilai-nilai agama yang menjadi jembatan dunia menuju akhirat.
boleh aja semua ngaku paling benar, tapi bikin bangunan aja ada fungsi dan alat yang beda beda. apalagi untuk ngetur manusia yang punya akal dan setelan beda-beda.
Allah Subhana hu wa Ta’ala punya rencana yang nggak selalu tersurat. alam punya aturan main sendiri.. kebenaran mutlak akan terkoreksi dengan sendirinya. karena dunia, dan peradaban manusia selalu bergerak dinamis. apa nilai2 ramuan manusia akan stag begitu aja? yang merasa paling benar biasanya salah! karena nggak mau ngakuin kebenaran dari pihak lain.
Kamis, 21 Juni 2007 @ 20:22
wahai sodaraku mari kita telaah kehidupan kita sehari hari saja, bagaimana cara kita menghargai, menghomati, mengasihi, menjaga, melindungi, melayani, serta mengayomi saudara kandung kita, orang tua kita ,keturunan2 kita, tetangga kita, teman kita, Orang orang yang ada didekat kita maupun orang orang yang jauh dari kita, serta lingkungan kita sehingga tercipta keharmonisan, keseimbangan, kesempurnaan dalam kehidupan kit, dimanapun kita saat ini berada. kita tidak perlu berdebat panjang, segeralah kita masing masing berlomba-lomba menjadi contoh yang baik dan terbaik dalam menciptakan kehidupan yang sesempurna mungkin mulai sekarang ini juga. Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
Senin, 25 Juni 2007 @ 10:30
setuju bgt ma #35
Minggu, 1 Juli 2007 @ 10:40
Kok belum ada yang mempertanyakan kenapa umat muslim harus menyerang konstantinopel?”emang boleh nyerang bangsa lain kayak gitu?”kok gak ada yang bayangin gimana jiwa kebesaran konstantin saat mati mempertahankan haknya dengan meyamar sebagai rakyat biasa. ini perang agama apa politik sih.?” kok setiap bangsa kayaknya jadi sah ngerebut bangsa lain termasuk bangsa muslim.pakai alasan agama?”
la kalo semua agama punya doktrin gitu semua bisa kaco dunia gara-gara agama, kok agama malah jadi sumber petaka bukan rahmat bagi seluruh alam. kayaknya aja sopan, santun toleran tapi bisa juga bengis kayak hitler, hitler tu bagi keluarganya juga sopan , santun dan toleran penuh kasih dll.
makanya belajar sejarah tu kalo luarnya aja jadi gini, gak berusaha memasuki setiap perasaan yang ada dimasa itu, tu namanya distorsi. jangan cuma hero doang dong yang diikuti, tapi juga semua orang yang ada disana. itu baru adil. namanya sejarah tuh gak ada yang obyektif, jadi kalo nelen mentah2 tuh namanya kebo.
jadi sekarang mari dengan penuh obyektifitas kita beruasah menilai siapa yang benar dan salah, semuanya termasuk orang yang kita anggap pahlawan dalam cerita ini, itu namanya keadilan sejati.
Minggu, 1 Juli 2007 @ 11:07
oh yaaa….satu hal ciri kebenaan itu menurut saya satu yaitu memiliki nilai yang hidup dimasyarakat. jadi kalo kayaknya nilai itu benar tapi gak bisa hidup di masayarakat maka itu namanya kebenaran palsu.dan pasti akan mengahsilkan nilai yang salah alias paradok. jadi kalo kalo nganggep diri paling bener tapi kenyataannya suka marah-marah nanggepin kritik, berasa ingin bunuh orang yang berbeda, berbicara kasar saat menilai orang lain yang kita anggap keliru, apa itu makna yang muncul dari islam yang benar. baru ngomongin wahabi paling bener abis itu kok marah-marah, apa gak paradok antara kebenaran dan marah-marah jalan beriringan, kalo wahabi paling bener tentu saat mengkritik naqsabandiyah juga dengan santun dan toleran, la wong rasul aja saya yakin gak pernah kayak gitu.itu baru sesama islam, termasuk juga sama yahudi, kristen juga harus menanggapi dengan kasih sayang, gak mungkin nilai kebenaran menaggapi permusuhan dengan kebencian dan rasa geram kayak gitu.satu lagi bila islam ingin menunjukkan kebenarnaya. maka dia harus menjelam dalam kehidupan riil, seperti islam mendorong pengetahuan, keilmuwan, kebersamaan, toleransi yang indah, kesejahteraan, kemakmuran , keindahan, bila tidak, dan menghasilkan hal yang lain seperti perang saudara, ppermusuhan, kebencian, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dll PASTI dengan seluruh keyakinan saya kepada ALLOH SWT. maka ada yang salah dengan pemahaman terhadap islam itu. mator nuwon
Sabtu, 21 Juli 2007 @ 1:09
mungkin kita terpecah-pecah dalam aliran, mazhab, kelompok atau organisasi islam. sebagian ada yg benar ada yg salah. lantas gimana caranya untuk mencari yg benar? Klo kita cari nama atau lambang atau guru/syaikh, ya bakal rame jadinya. jadi jgn liat nama atau gurunya, liat aja isinya…
klo udah ngikut Al-qur’an sama hadist, gak bertentangan dan gak diselewengkan berarti kelompok atau mazhab atau aliran atau organisasi itu benar . apapun namanya siapapun gurunya ya gak masalah. klo ternyata salah ya diluruskan baik-baik, kan disuruh saling menasehati tentang kebenaran dengan sabar, bukan sambil marah-marah. lagian sesama muslim kan sodara.kenapa harus marah-marah plus ngamuk-ngamuk. kita tuh disuruh lembut terhadap sesama muslim dan keras terhadap kafir…,eh ini sama kafirnya joinan maksiat malah giliran ma sodara sesama muslim saling bentak,maki,hajar,nista…,
Sabtu, 6 Oktober 2007 @ 0:39
Kenapa mesti anti dng Bid’ah ?
Apakah arti sebenarnya dari bid’ah ?
Alquran dalam bentuk mushaf/buku, apakah itu bid’ah ?
Pergi haji dng pesawat terbang, apakah itu juga bid’ah ?
sholat dng celana panjang dan cengkrang ( diatas mata kaki), apakah itu juga bid’ah ?
Sholat pakai peci, apakah itu juga bid’ah ?
Pertahankan hal lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang baik………….
salam
Selasa, 6 November 2007 @ 15:20
salam kenal
terus berdakwah…
allahuakbar
Jumat, 9 November 2007 @ 12:12
ass,whai saudaraku antibidah,anda sangat benar dalam penyampaian anda.namun jangan anda lupakan dalam pembentukan negeri saudi,adalah tidak terlepas dari peranan inggris dan yahudi.Jadi bukan semata mata ingin hijrah dari kebobrokan ottoman. Mungkin anda mengetahui Lawrence of Arabian??ini semua rencana dari Theodore Hertzl dengan media konspirasi licik yg sungguh mumpuni.Sungguh disayangkan satu2nya kekhalifahan yang tersisa sudah musnah.Tarekat naqsabandiyyah muncul sebagai konsekuensi penaklukan yang dilakukan oleh islam terhadap daerah-daerah terutama di wilayah iran,irak dan khurasan.Ternyata islam hanya menaklukan dalam bidang militer saja tetapi tidak di bidang kebudayaan,nah fenomena ini yang melahirkan aliran aliran seperti naqsabandiyyah,asyafi’iyyah dsb.Mengenai bingung!pantes aje name loe bingung karena elo belom memahami hakikat al quran dan sunnah,jadi loe banyak belajar dulu sebelum terjun ke forum ini
Jumat, 9 November 2007 @ 12:25
oyah buat kamerad merah,anda real2 muslim ga?tau hadist ga?khatam alquran ga?????????kalo ga jangan nayak omonglah sebab nabi muhammad yang mengkalim bahwa setelah konstantinopel,maka roma yang kita kuasai atau kita bebaskan dari kezaliman. anda pernah baca2 perkembangan perkembangn ga?bahwa di Roma atau Vatikan khususnya buanyak sekali terjadi penyimpangan-penyimpanagn terutama yang bersifat amoral.Dan mereka telah memanipulasi pikiran pikiran saudara kita yg memilih jalan sebagai kristen.Anda tahu ungkapan bahwa kebenaran hanya ada satu dan kita wajib menegakkanya!!!!!!!!
Jumat, 9 November 2007 @ 12:36
Anda semua umat islam apa tidak merasa tergiur dengan kejayaan kejayaan yang kita bangun di muka bumi ini di masa lampau???????????di kala eropa memasuki era dark age kita telah menerangi seantero jagad dengan ilmu pengetahuan dan sains yang maju. Kita telah membangun peradaban yang mencengangkan di cordova,granada,malaga,sevilla dan beberapa wilayah spanyol lainnya.Andai kata Charlegmagne tidak menghentikan kita pada suatu pertempuran di Tours,maka cahaya islam akan menrangi seluruh eropa,namun itu telah digariskan oleh Allah.Bahwa penaklukan itu tertunda hanya tertunda saja. Allahu Akbar!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 9 November 2007 @ 21:52
keren banget, banyk komentarnya
Kamis, 6 Desember 2007 @ 22:54
Informasinya bagus tetapi kurang mendetail, kurasa blog ini perlu direvisi lagi, tapi sudah cukup bagus kok, bisa untuk menambah-nambah resensi !
Sabtu, 29 Desember 2007 @ 21:00
saya jadi ingat kayaknya anti bi’dah di sini=xl,santri kalong dll di forum islamuda,mereka itu memang tidak pernah mau menghormati pendapat orang lain,maunya tuh ribuut melulu.
Senin, 14 Januari 2008 @ 23:59
HY
CONSTANTİNOPLE-1453-ISTANBUL
TURKEY
C*
C c C c
C C
Jumat, 25 Januari 2008 @ 11:19
sudah pernah baca bukunya sekilas. inti ceritanya bagus. kalau jujur cara pemilihan kata dalam menuliskan kurang bagus dikit. mungkin dengan bahasa sastra, novel pasti makin siippp. tapi asik banget, karena saya baru tahu drakula matinya dipenggal pakai pedang bukan pakai bawang dan salib
Kamis, 31 Januari 2008 @ 20:22
Kder y..tp yg pst Martabat Timur mst t’angkat lg, min pk wajah islam yg santun dan inovatif. Ga ngotot dan eksklusif
Jumat, 15 Februari 2008 @ 8:30
salam jay..siapa kamu y??dmn mw lihat fotonya..owh…sy mw ambil artikel ni bs kn??=)
Kamis, 28 Februari 2008 @ 10:34
mari kita nantikan sang penakluk Roma
Allah akbar pasti akan datang seseorang yang lebih hebat dari sang penakluk muhammad al fatih dan semoga kita termasuk di dalam tentara Allah
Allah akbar
Selasa, 11 Maret 2008 @ 8:56
luaar biasa. janji Allah lewat rasul Nya pasti benar. semoga kita bisa meneladani kisah perang ini. ingin menjadi sebaik-baik pemimpin? mari kita teladani Sultan Muhammad II.ingin menjadi sebaik-baik pasukan?, mari kita teladani pasukan Sultan Muhammad II.
Minggu, 23 Maret 2008 @ 21:55
Seharusnya qt bkn hny memuji tp gmn qt pun saat ini berupaya menaklukkan sang raja IBLIS Amerika
Kamis, 1 Mei 2008 @ 2:45
bos-bos tercinta kejadian sejarah hanya satu.
tapi pendapat berlainan
dengan cabang nya sendiri-sendiri
beberapa mungkin murni perbedaan cara pandang
tapi sebagian lagi hanya untuk menekankan apa yang mereka yakini
atau hanya untuk menjadikan pembenaran dan pengingkaran terhadap faham lainnya
yang terjadi adalah seperti itu
dimana ujung-ujungnya adalah saling hujat tak berkesudahan
sungguh suatu sejarah yang sia-sia
sadarkah bahwa kejadian sekarang ini akan menjadi suatu catatan sejarah juga.
yang ditakutkan adalah nantinya kita hanya sebagai bahan perdebatan dan tertawaan
para pengamat sejarah masa datang.
trims let’s think about it.
Kamis, 22 Mei 2008 @ 19:08
Kok Turki sekarang kayak gini yaa…ngemis – ngemis sama Eropa…kehilangan akar budaya..sayang..
Jumat, 23 Mei 2008 @ 10:14
Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yg mengagumi beliau. Dan saya berharap kelak pd suatu hr nanti akan lahir pemimpin islam sekaliber Sultan Muh. Al Fateh. Dan sebagai pengagumnya, tidak lupa saya gunakan namanya untuk putra kesayangan kami. harapan kami, anak kami jg memiliki jiwa satria dan berakhlak mulia sebagaimana beliau.
Senin, 26 Mei 2008 @ 7:40
Mnurut saya, boleh saja berharap dengan memberi namanya. Tapi, tak lupa bahwa pendidikanlah yg membuat para pendahulu kita menjadi orang yg tercatat dlm sejarah. Tentu tak akan muncul orang2 yg hebat jika hanya bermalas2an saja di rumah. Tak ada pelaut yg lahir dilaut yg tenang. Dan seorang jenius pun bukan dilahirkan, tapi diusahakan.Thank’s
Kamis, 29 Mei 2008 @ 9:47
[...] Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel [...]
Kamis, 29 Mei 2008 @ 10:22
Luar Biasa!!! Inilah tokoh yang paling berpengaruh pada zamannya. Kisah monumental yang telah mengubah wajah dunia dan menjadi sumbangsih dalam sejarah peradaban Islam. Muslim Non-Arab pertama yang telah menjadi pewujud janji Allah. Pemuda Indonesia pun yang bukan Arab pasti bisa berpeluang menjadi pewujud janji Allah dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur ayat 55.
Jumat, 6 Juni 2008 @ 13:24
Memang RUUAAAARRRR BIASAAA islam itu…..
Hmmmm….janji ALLAH swt benar2 akan datang sodara2….
Benar sebuah kerugian besar kalo nggak berIMAN dan berTAKWA kepada-NYA….
Ayo wes sholat2, ngaji, puasa……
Jumat, 6 Juni 2008 @ 13:32
Ehh tapi ngomong2….si antibidah sama si hilman kok gak debat lagi…
Sudah pindah ke gedung DPR ya??? Dewan Perdebatan Rosa-Rosa…(Abis debat pukul2-an…hihihihihihi….)
Kamis, 3 Juli 2008 @ 2:14
rame bauanget…
mulai yang debat, pengunjung, ato yang merasa benar
kenapa kok cuma debat aja, berantem, olok olokan ? kenapa kita tidak menyiapkan berangkat ke eropa, kita dakwah, kita kembalikan kejayaan islam dengan dakwah, dengan debat aja mana cukup??, dengan perang pasti kita kalah telak, dengan terorisme apalagi….
mari kita buktikan aja cara dakwah seperti apa yang dapat diterima di eropa, amerika dan negara para kafirun….dengan tegas, mantap, keras dan benar atau dengan sopan, sabar, damai, bersahabat tapi juga benar…
nabi muhammad saja sering dihina, mau dibunuh, diludahi. tetapi dibalas dengan doa dan diterima sebagai ibadah
Jumat, 4 Juli 2008 @ 15:25
as’kum sy org melayu…ada ssape tau x sape isteri Fateh hehe
Senin, 7 Juli 2008 @ 15:00
luar biasa…
yang “berdebat”tetap akur ya…
sesama muslim kan bersaudara…ok!
Senin, 7 Juli 2008 @ 20:29
Wah cerita sejarah yang sangat memikat… bravo!
Rabu, 23 Juli 2008 @ 15:23
mending dak usah ribut memang islam mudah di adu domba lebih baik mikir gimana islam bisa bangkit lagi dng cara da’wah yg damai .kita pada ribut disini ndak ada habisnya di eropa dan amerika pemeluk islam pada bertambah skrg mikir dinegara kita ini malah kebalikan nya penduduk pada bnyk yg murtad krn kristenisasi
Jumat, 8 Agustus 2008 @ 16:31
Ass. WR. Wb
yang penting ISLAM BERSATUUUU………!!!!!!!!!!!!
Senin, 18 Agustus 2008 @ 13:09
subhanallah!!!!
smoga diZaman sekarang masih ada pemimpin terbaik yang mampu membawa islam kembali berjaya adn mengemban tugas amar ma’ruf nahi mungkar dan menjadikan islam didunia sebagai rahmatan lil alamin (emang udah seharusnya kali!!!, orang barat aja yang suka ngeFitnah qTa yang engga2)
dan smoga diZaman sekarang masih ada pasukan-pasukan terbaik yang mampu membebaskan negri-negri muslim dari cengkraman para pengganggu pasukan yang dimaksud bisa jadi politisi, ilmuwan, donatur, simpatisan, ataupun seorang tentara sekalipun. AMIIIIIIIN
Senin, 18 Agustus 2008 @ 13:11
bWat #9 dan #10
udah dunx jangan berantem mulu inget qTa ini sama-sama saudara seiman lho!!!
Rabu, 3 September 2008 @ 13:56
memaknai sejarah..
bukan untuk saling mencari benar sendiri……
Ma’af klo ada salah kata dan ucap
Kamis, 18 September 2008 @ 15:16
sungguh luar biasa al-fatih.
dia menggunakan cara yang tidak di fikirkan oleh orang lain.
memang orang yang cerdas dan konyol, bayangkan saja, perbukitan di lalui dengan 70 kapal laut.
Kamis, 25 September 2008 @ 9:15
Saya kecewa dengan adanya peperangan itu. Kalau ajaran Kristus adalah ” Cinta Kasih”. Madsudnya adalah cintailah musuhmu seperti dirimu sendiri. Dia nabi yang yang tidak punya pasukan perang dan mengajarkan orang hidup harus saling mencintai.Dan satu-satunya Nabi yang Mati bisa bangkit lagi,untuk mengadili orang hidup dan mati di Surga atau di neraka.
Senin, 29 September 2008 @ 0:44
buat kang wisnu
salam kenal
menurut islam yang saya anut,namanya nabi itu manusia, dia itu materi,ciri materi adalah: bersusun, berdimensi,bisa di indera oleh materi lainnya seperti kita manusia: artinya dzat itu jadi terbatas dan tidak sempurna seperti semua sifat materi di alam semesta ini.kalo gak percaya tanya sama ahli fisika yang paling jempolan sekelas om einstein.tentu dia akan jawab materi itu bukanlah bentuk hakikinya. dia tersusun dari susunan2 seperti atom, partikel,proton nyutron dst..samapai pusing…..nah kalo Tuhan udah mau jadi manusia tuh sama aja dia telah jadi materi. bisa diraba, difikirkan, dibayangkan bentuknya oleh fikiran kita. akhirnya dia jadi terbatas dan tidak sempurna…sedang syarat jadi Tuhan itu mulai dari pendeta, kyai,rahib, biksu ampe tukang jualan cendol, sepakat haruslah sempurna tidak sama dengan materi(andra and the back bone), tidak terbatas oleh ruang dan waktu dll,artinya More than we can Imagine…makanya tidak ada yang namanya Tuhan turun ke bumi jadi Zorro ataupun batman..kita bisa mengenalnya dari ajarannya, sifat-sifatnya, keagungan ciptaanya dll…pokoknya tentang kebaikan dialam dunia itu ajaran Tuhan,kayak siat cinta kasih, kebajikan, rendah hati,menghemat, belajar giat, dan tidak sombong dlllll…trus kalo orang islam ada yang seneng perang dan menganggap agama lain celaka dan hrs dimusuhi itu namanya kurang kerjaan…mungkin lagi frustasi ngeliat amburadulnya dunia ini… atau pusing susah nyari duit di dunia mending ngarepin surga aja diakhirat.alias orang kalah yang dungu….tidak ada kebaikan yang tak berbalas maka berbuat baiklah atas nama Tuhanmu….buat si fadli diatas…sialan lho…kayaknya pendapat kitakan satu kubu kok ngatain guwe sih……..heee…hee.heee….
Senin, 29 September 2008 @ 1:24
si fadli tuh suruh bangun dari mimpinya. yang namanya pengen maju tuh ya bersaing untuk maju demi masa yang akan datang termasuk dengan barat. bukannya mengobarkan hal yang telah lampau dan berlalu tuh namanya apologetik…suatu sikap seorang pecundang yang tak berani hidup untuk masa yang akan datang, kayak murid SD begok yang selalu bilang hebatnya kakeknya ataupun ayahnya untuk menutupi rasa mindernya…kalo mental umat kita kayak gitu semua tuh artinya lagi minder dan silau dengan kehebatan barat.ngapain harus bandingin ama barat, kalo ajaran agama kia aja emang udah mewajibkan kita untuk membuat kemjuan jadi bagian semangat hidup sehari-hari..islam tuh di adain buat bimbing lo pade hidup saat ini dan masa datang..bukan bermimpi hal yang telah lalu, di dunia ini peradaban selalu berputar..dulu yunani besar runtuh, romawi besar runtuh juga, majapahit besar runtuh, sulaiman besar runtuh juga, islam dimasa dulu besar juga runtuh sekarang…jadi peradaban besar tuh karena mental maju suatu bangsanya. bukan karena keinginan yang utopis kayak gitu atau terjadi dengan sendirinya…sikap kayak kamu tuh gak jauh bedanya sama yahudi yang memimpikan tanah yang dijanjikan tuhan di bukit zion…emang lo bisa nyambungin antara islam,sikap hidup, teknologi,pengetahuan, peradaban,menatalitas dan moralitas dgn Al-qur’an….kalo nggak tunggu ampe kiyamat kita bisa jaya…kerjaanya paling cuma curigaa dan prasangka mlulu…isi pikiran orang2 kalah tuh gak jauh2 dari perasaan seperti dicuragi barat, dipecundangi yahudi, dihina kristen di ini dan itu…..CAPEEEK DEHHHHH….
Jumat, 3 Oktober 2008 @ 18:32
Jay…. ngetes-nya..
Urang bisa comment teu di dieu
Saktuju kang Bingung !!
Jumat, 10 Oktober 2008 @ 10:48
hebatnya muhammad al fatih,bisa bembuat kostantinopel takluk
sallut dah
Senin, 13 Oktober 2008 @ 12:16
“Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti para salaf dan setiap kejelekan adalah dengan mengikuti bid’ahnya para khalaf”.
Minggu, 19 Oktober 2008 @ 22:13
Apa yang dapat dipetik dari Al-Fatih?
Hemat saya, pertama kepercayaan al-Fatih kepada bisyawah nubuwwah yang tercantum dalam hadits: latuftahannal qasthanthiniyyah falani’mal amiru amiruha walani’mal jaisyu dzalikal jaisy. Konstantin akan ditaklukkan. Sebaik-baiknya panglima adalah panglimanya dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan itu.
Bisyarah itu keluar dari mulut yang mulia Nabi Muhammad SAW pada awal abad ke-7 M. Kaum Muslim sejak generasi berikutnya telah berusaha untuk merealisasikan bisyarah itu. Namun baru dapat terwujud setelah penantian yang sangat panjang yakni selama 825 tahun.
Tidak perlu kita meragukan Al-Fatih dan pasukannya, karena Nabi sendiri yang mengatakan ‘Panglimanya adalah panglima terbaik dan pasukannya adalah pasukan terbaik’.
Ini adalah cuplikan khutbah Al-Fatih di hadapan pasukannya:
“Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses,maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan
dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu,sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini,akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam.
Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu didepan matanya
dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini.
Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja.
Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta
dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran”.
Inti dari semuanya adalah keyakinan kita akan kabar gembira yang diwartakan oleh Al-Qur’an dan Sunnah sungguh akan menjadi kenyataan.Hadits tentang penaklukan konstantin tidak berbeda dengan hadits tentang kabar gembira akan datangnya lagi Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah. (kedua hadits riwayat Imam Ahmad).
Karenanya wahai kaum Muslim, tidak bijak bila kita berdebat yang tanpa tujuan. Yang penting bagi kita sekarang adalah mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan kembali Khilafah Ala Minhaj Kenabian sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah SAW.
Hanya saja, tentu kita tidak cukup menyambutnya dengan menunggu kehadirannya, tapi kita harus menjemputnya, berusaha merealisasikannya. Sebagaimana Al-Fatih, ia berusaha sejak masa remaja untuk menjadi panglima terbaik itu.
Allahu Akbar…!
Jumat, 31 Oktober 2008 @ 12:50
bagaimana menjadi pemimpin islamyang bisa seprti muhammad al-fatih. tlong jawab dan kirim ke email saya
Jumat, 14 November 2008 @ 15:22
Untuk # 10 Hilma, mau meluruskan. Sultan Muhammad Al Fatih gurunya bukan Syeikh Nasyabandi (itu data dari mana) tetapi Ulama Rabbani Ahmad bin Ismail Al Kuroni (ref. Buku Bangkit & Runtuhnya Khilafah Utsmaniya, karangan Dr. Ali Muhammad Ass Salabi), seorang ulama yang teguh memegang Al Qur’an dan Hadist bukan seorang sufi apalagi ahli bid’ah. Penakluk Konstantinopel adalah sebaik baiknya pemimpin, bagaimana mungkin dia ahli bid’ah ataupu ahli Sufi (yg menjauhi urusan dunia).
Untuk #106 Wisnu, mengutip tulisanmu “Kalau ajaran Kristus adalah ” Cinta Kasih”. Madsudnya adalah cintailah musuhmu seperti dirimu sendiri”. Apa tidak ingat kalau spayol pernah dibebaskan dari kegelapan oleh Panglima Jabal Tarikh, sehingga cordova, madrid dll mengalami masa keemasan sampai ratusan tahun, kemudian datang orang orang barbar aliansi kristen yang berslogan ” cinta kasih” melakukan makar sehingga semua orang muslim baik anak kecil maupun dewasa dikasih pilihan mati atau masuk kristen di spayol. Apa ini yang dikatakan “cintailah musuhmu”. Bagaimana juga Richard ketika mau masuk Jerusalam, sepanjang jalan pasukannya memenggal siapapun baik bayi, perempuan ataupun orang tua muslim. Alangkah terbalik situasinya ketika Sultan Salahuddin masuk Jerusalam.
Jumat, 2 Januari 2009 @ 9:07
ini ada filmnya kan kalau ga salah? judulnya “Al Fatih (The Conquerer) Sultan Muhammad Al Fatih” kartun sih dan sizenya kecil kyk youtube tapi bagus kok, ceritanya cukup detail kalau menurutku.
tapi dipikir2 hebat juga ya.. dia ini pemimpin terbaik dan punya pasukan terbaik didunia.. lebih hebat dari napoleon,jendral2 three kingdoms dan masih banyak jendral2 lain yg kupikir udah hebat banget. ternyata menurul Rasulullah SAW dialah yg paling hebat! Wow!
Rabu, 14 Januari 2009 @ 14:01
hmm…
menarik sekali…perdebatan/komentar yang sangat panjang, saya mencatat sejak 8 maret 2006 hingga hari ini (14/1/2009) masih ada saja buah pikiran yang mengemuka. sangat menarik..
kita sudah melihat sendiri bagaimana islam dalam lingkup yang sekecil ini sudah punya dinamika yang luar biasa dahsyat.
saya ingin mengutip sebuah kisah al fatih yang saya baca di media cetak hari ini..
tiga pertanyaan penting dan mendasar bagi muslimin yang ingin menang (dalam setiap perang yang tidak bisa dihindarinya dan terpaksa dialami).
1. siapa diantara kalian yang sejak akil baligh sampai sekarang tidak pernah meninggalkan sholat fardhu?
2. siapa diantara kalian yang sejak akil baligh tidak pernah meninggalkan sholat nawafil atau sunnah?
3. siapa diantara kalian yang sejak akil baligh tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud?
ketika al-fatih bertanya kepada 6000 pasukannya saat itu, pada pertanyaan pertama 3000 pasukan masih berdiri. pada pertanyaan kedua tersisa separuh dari yang masih berdiri tadi. dan pada pertanyaan ketiga tinggal al-fatih sendiri yang masih berdiri.
intinya orang-orang dengan kualitas sholat yang istimewa yang bisa sukses membawa kejayaan islam kembali, lha wong sholatnya aja masih carut marut koq mau mikirin sukses…dan saya yakin semua yang ikut dalam blog ini paham betul bagaimana kualitas ketauhidan, kejernihan berpikir dari
orang-orang istimewa tersebut.
Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba Allah yang istimewa, atau paling tidak kita bisa mendidik anak cucu kita agar bisa menjadi manusia yang istimewa, menjadi al-fatih2 yang baru di masa yang akan datang. amiin
Jumat, 16 Januari 2009 @ 7:23
mas Jay, makasih banyak tulisannya keren bageet. mestinya bnyak para bloger yg nulis kayak gine. biar nambah2 ilmu juga, ayo Mas, tambah lagi tulisan keren lainnya yaa… tapi sayang ya , komentar2nya jadi jauh ke mana2… apalagi sampe hujat segala. salam kenal mas…! kapan2 mampir ke subang.
Jumat, 23 Januari 2009 @ 22:13
Saya sangat setuju tentang penjelasan mengenai gerakan Wahabi….Merekalah yang berjuang menyelamatkan umat dari kehancuran syirik…Tarekat-tarekat termasuk Naqsabandy adalah perusak akidah umat ini…Tarekat-tarekat itu adalah pekerjaan orang-orang yang tidak berilmu..ngawur..dan masuk dalam kategori MEMALUKAN untuk dipelajari…Sekedar masukan buat semuanya….Sebaiknya kita serahkan urusan pada ahlinya…termasuk masalah gerakan Wahabi ini..jangan sampai karena KEBODOHAN kita,…kita termakan strategi musuh-musuh kita…kemudian berkomentar yang ternyata menfitnah orang-orang sholeh yang berjuang untuk kelurusan akidah kita…Perhatikan hadits ini…Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan RosulNya…hendaklah ia berkata baik,…atau diam…Cukuplah seseorang itu dikatakan pendusta ….apabila ia mengatakan apapun yang didengarnya….
Kamis, 12 Februari 2009 @ 22:14
Subhanallah!!Q baca di literatur2 kalau beliau mnaklukkan Konstantinopel di usia yg sangat muda yakni 21 tahun..di usia itu pula beliau mnguasai 7 bahasa asing.. Bener2 pemimpin yg agung!!n tak terbantahkan sejarah!!
Kamis, 26 Februari 2009 @ 14:46
klo gk slah seh unur 5 th dah hfl alquran.,.,.
subhanalloh…
Kamis, 7 Mei 2009 @ 11:11
kebenaran hanya bisa di dapat dengan mengikuti alquran dan sunnah…..ikutila jalan salaf jika mw menemukan islam yg benar…..smogo allah merahmati syaik muhammad bin abdul wahab….satu lagi ga munkin seorang muhammah al fatih seorang pengikut tarikat naqsyabandi…..
Senin, 25 Mei 2009 @ 8:12
Semoga Allah masih akan menurunkan pemimpin seperti Muhammad Al Fatih di zaman ini yang bisa membimbing kita semua umat Islam jadi satu
Rabu, 27 Mei 2009 @ 23:23
Wahai umat Islam, taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, semoga kamu dirahmati Allah dunia dan akhirat. Usah bertengkar lagi kerana dajjal, yakjuj dan makjuk sedang melahap anak anak kamu.!
Senin, 1 Juni 2009 @ 18:02
wallahua’alam bishowab,,aja dech,,,
yg penting bersihkan hati kita dulu,,perbaiki keadaan kita dan selalu intropeksi diri…
semoga Allah memberi kita hidayah dan inayah untuk berjalan di jalan-Nya,,amin,,
dan yg pasti tar klo anak gw lahir,,lngsung dah kasih nama muhammad al-fatih,,,
biar bisa berjuang untuk islam,,
doain bro,,,
Rabu, 15 Juli 2009 @ 10:48
#116 ; inspiring!
Rabu, 29 Juli 2009 @ 9:51
Tidak akan masuk syurga orang yang sombong (Tidak mau menerima kebenaran dan mencela orang lain ) (Hadits Nabi )
Jumat, 7 Agustus 2009 @ 17:33
Assalamuaalaikum wr.wb,,,
Yuk bersatu jangan lihat dari mana tarekat nya golongan mana .. siah, suni, pks, muhammadiyah, NU, Dll .. kan janji Rasul konstantinopel n roma
konstanti da masuk dalam gemgaman islam sekarang giliran roma
yuk bersatu…!!!! jangan bilang enggak mau ..
tuk generasi muda islam .. semangat yang tinggi ya dan di barengi dengan ilmu ..
semoga Allah meridhoi kita semua …. AMin …
Kamis, 27 Agustus 2009 @ 7:30
ane copas ya tulisannya…tp tetap ane sebut sumbernya
Kamis, 10 September 2009 @ 9:50
subhanalloh, merindukan sosok sosok seperti itu…dimakah ia sekarang, dimanakah ia yang sanggup mempersatukan umat ini, yang sanggup memimpin umat ini menuju kegemeilangannya, yang sanggup mengusap dan meredakan tangis putra putri palestina… dimanakah ia ya Alloh…jadikan kami umat terbaikmu yang sanggup menegakkan lafaz Laaa ilaaha Illalloh ke seantero penjuru alam semesta ini…
Senin, 14 September 2009 @ 7:37
Dulu bangsa turki (ottoman) berjaya dengan islam..
tapi turki sekarang….. SEKULER aaabbbbiiiieeesss…
Senin, 26 Oktober 2009 @ 13:45
ingin rasanya ikut dalam sejarah tersebut..
membela dan menegakkan agama Allah, adalah sebuah perniagaan yang sangat menguntungkan di dunia dan akherat..
Kamis, 5 November 2009 @ 23:15
kalo aku jadi raja bangsa Frank pada waktu itu-takluknya konstantinopel-maka aku akan membantu kaisar konstantin.”biar perang tambah ramai”.karena sultan mehmed II membawa 150.000 pasukan maka aku cukup dg membawa 50.000 pasukan.20.000 infantri,10.000 archeri,10.000 kavaleri,dan 10.000 Frankish Paladin sbg pasukan elit sekaligus sbg pasukan pengawal raja.pasti perang smakin ramai karena Frankish Paladin akan berhadapan dg pasukan elit turki Janissary!!gue jd nggak sabar ingin membuktikan dlam game empayer II.ayo siapa berani !!!!!!!!!!!?
Rabu, 11 November 2009 @ 23:19
MUHAMMAD AL – FATIH, INSPIRASI PERADABAN MASA DEPAN … PERCAYA?
Minggu, 13 Desember 2009 @ 21:48
untuk masalah sariat dan khilafah saya sangat satuju sakali.
namun bukan saat ini melainkan di kehidupan berikutnya atau di kehidupan yg akan datang…..!!!!!!!
untuk masalah sariat dan khilafah saya sangat satuju sakali.
namun bukan ditempat ini melainkan di nagari antah barantah,negeri para dongeng alias negeri impian……….!!!!!!!!
Rabu, 24 Februari 2010 @ 11:58
Wah kalau dibuatkan filmnya bisa bagus tuh kyak Kingdom of Heaven………
Rabu, 24 Februari 2010 @ 22:27
yang paling penting muhammad alfatih adalah bukan wahabi, ia menganut aqidah sunnah waljamaah as’ariah. wahabi tidak pernah meninggalkan sejarah yang membanggakan umat islam .