Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit

Senin, 30 Januari 2006M
29 Dzulhijjah 1426H

Di negeri ini, perempuan hanyalah sosok tanpa nama…

Tragedi masa silam kerap dijadikan sentimen antar kesukuan kadang seperti tak ada habisnya, meskipun hal tersebut tak pernah dipikirkan namun selalu muncul meskipun hanya sebatas gurauan pengakrab obrolan di warung kopi yang tidak tersedia goreng sampeu, comro ataupun bala-bala, tapi nama-nama makanan dan minuman asing dengan layanan bergengsi akses nirkabel. Obrolan akrab sering tak jauh dari saling mencela, karena keakraban pula celaan sentimen antar kesukuan tidak pernah dianggap sebagai hinaan. Sentimen terbesar suku Sunda dan Jawa yang paling sering saya dengar dan selalu berujung pada kisah Palagan Bubat. Dari banyak teman dan sahabat berbagai suku, saya lihat 68% orang Sunda memang paling humoris, seperti sudah ditakdirkan orang Sunda hidup dengan banyak tersenyum dan tertawa. Ah, tapi bukan hal ini yang akan saya bahas.

Buku Hermawan Aksan: Dyah Pitaloka

Aku ingin menjadi Dyah Pitaloka yang menolak pasrah pada nasib. Aku ingin menentukan sendiri untuk menjadi diriku sendiri.

Dyah Pitaloka Ratna Citraresmi adalah putri Maharaja Linggabuana yang memimpin Kerajaan Sunda-Galuh di abad ke-14. Seperti yang pernah saya tulis Kerajaan Sunda memang selalu berpindah-pindah ibukota. Di saat Majapahit mulai menyatukan Nusantara, ibukota Sunda-Galuh menempati Kawali, Ciamis. Jauh sebelum kisah tragis Palagan Bubat terjadi Sunda dan Jawa adalah saudara sedarah, Raden Wijaya pendiri Majapahit adalah keturunan raja-raja Pajajaran. Kisah tragis tersebut intinya adalah Hayam Wuruk meminang Dyah Pitaloka dan prosesnya bersinggungan dengan ambisi dan sumpah Amukti Palapa sang Mahapatih Gajah Mada hingga Maharaja Linggabuana melanggar tatakrama adat proses pernikahan dan Gajah Mada memaksakan sumpahnya bahwa Dyah Pitaloka adalah upeti yang harus diserahkan kepada rajanya.

Tak banyak saya mendengar cerita tragis Palagan Bubat secara lebih rinci, juga saya pun tak pernah membaca Kidung Sundayana yang dibuat untuk mengabadikan kisah tersebut. Hermawan Aksan melalui penerbit Bentang Pustaka menuturkan kisah tersebut dalam novel fiksi sejarah berjudul Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit dalam buku kecil setebal 321 halaman.

Hermawan Aksan mengangkat sisi pemikiran perempuan Sunda masa lalu. Elaborasi pola pikir perempuan tersebut tentunya didasari atas tindakan bunuh diri Dyah Pitaloka bersama ketiga dayangnya, bukan sebuah tindakan kekonyolan ketika menyangkut sebuah harga diri, harga diri perempuan sekaligus harga diri negeri Sunda.

Memang tragis ketika utusan Kerajaan Sunda yang berjumlah 93 orang dibantai habis pasukan Majapahit di Tegal Bubat yang juga mengakibatkan 1.274 prajurit Majapahit tewas. Cukup membuat kita terhenyak melihat jauhnya proporsi, terlebih terhadap tingginya semangat bela pati, harga diri dibayar dengan nyawa.

Apa yang menarik dari buku fiksi sejarah ini adalah Hermawan Aksan mengangkat pengembangan karakter tokoh sentral Dyah Pitaloka seperti bagaimana ia sebagai putri kerajaan berpikir dan bersikap, dialog-dialog dalam paradigma jaman tersebut serta penggambaran setting yang cukup detil seperti pada buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi, tak lupa yang cukup membuat rumit adalah banyaknya nama-nama Sanskrit keluarga kerajaan yang panjang-panjang.

Tragedi Palagan Bubat tersebut juga menjadi tagline seorang perempuan Sunda Ciamis, The Sundanese Tragedy, yang katanya mengaku masih satu kerabat dengan Dyah Pitaloka sebagai galur murni keturunan Kawali:D

Entah sampai kapan di tatar Sunda tidak akan ada nama bangunan atau jalan untuk mengabadikan nama Majapahit, Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Mungkin selama sentimen itu tetap ada.

Komentar

243 komentar untuk catatan 'Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit'

  1. #1
    gravatar

    apa itu ya alasannya kenapa orang sunda dan sekitarnya tidak mau disebut sebagai orang jawa. saya kalo ke jakarta mesti orang jakarta bilangnya “dari jawa ya mas” emang jakarta bukan tanah jawa.

  2. #2
    gravatar

    Setuju! orang Sunda, bukan orang Jawa

  3. #3
    gravatar

    oooaisi kenapa kadang2 orang sunda suka ada sentimen sama orang jawa, apa itu suatu ‘dendam’ yang seperti ‘diwariskan’?
    saya masih ingat kata2 nenek saya mengenai hal itu.

  4. #4
    gravatar

    ah.. kemaharajaan sunda dan majapahit..:D
    jadi inget novel-novel sejarahnya Agus Sunyoto

  5. #5
    gravatar

    Ada tuh Jl Gajahmada di Cimahi. Cari deh:).

  6. #6
    gravatar

    ikut komentar, pak jayanef;
    ini jadi seperti dosa turunan ya. masyarakat kita jadi sudah terbiasa punya negatif thinking terhadap satu sama lain dan di-digeneralisasi. padahal itu kembali kepada orang masing-masing kan?
    Saya campuran palembang-minang yang lahir di lampung. Rata-rata anak-anak yang merantau ke bandung selalu dapat wanti-wanti: jangan dapat istri orang sunda ya! lhah emang kenapa? teman2x saya banyak orang sundanya, mereka baik-baik saja kok. adik saya pacarnya orang sunda, mereka baiiiik -baiiik sajjaaaaa .. kok! Tapi saya juga kena getahnya hahahaha.. pada saat lagi pedekate dulu… begitu tahu saya orang sebrang [baca: sriwijaya]… langsung kena verbodeen!alasannya tentu saja tidak jelas. mungkin karena dosa teman dari sepupu buyut tetangga nenek paman cicit saya yang pernah pipis sembarangan di tanah Pulau Jawa.
    trus saya juga gak boleh dapet istri orang jawa gara-gara tante dari paman om saya… dipoligami hahahhaha:-))))).
    keliatan sekali: kita gampang di-provokasi atas nama SARA.
    kenapa begitu ya?kan sama2x manusia… hareee geneee getooo!

  7. #7
    gravatar

    cuma mau bilang, gua niyat nraktir tapi masih di-jadwalkan ulang

    *sebisa mungkin harus ada fajri dan febs*

  8. #8
    gravatar

    aq ga pengen jadi seperti siapapun
    aq tetep aq

    :)

  9. #9
    gravatar

    skarang aku mainnya sama orang bandung melulu!
    tapi salah satunya adalah keturunan jepara, yang lahir di bandung dan ngomong jawa dengan kelitika sunda. hehehe…
    tapi makin lama batasan-batasan asal-usul orang kan emang makin absurd. dan makin nggak penting…

  10. #10
    gravatar

    #5: Oh, ada ya? Sip atuh!

    #6: Ya begitulah, Pak Nday, sentimen di skala kecil sih bisa dimaklumi. Lain halnya jika dalam konteks yang lebih besar dalam bermasyarakat bisa memicu isu SARA yang berlebihan.

    #9: Memang nggak penting, yang penting adalah bagaimana bisa hidup berdampingan atau hidup bersama tanpa sentimen nggak mutu.

  11. #11
    gravatar

    Halo Jay! nimbrung, kebeneran gua lagi baca buku Conquest of Java, cerita kronologi masuknya Inggris ke Jawa tahun 1810an, ada kaitannya sedikit sama tulisanlu. Sebenernya ini semua akibat ‘jago’nya VOC, politik adu domba, disebut ‘Jealous Policy’ di buku ini, sudah menjadi perhatian orang Inggris yang nulis buku ini di tahun 1815.
    Inilah kenapa gampang bener kita dijajah, ada asumsi sementara orang, kisah palagan bubat ini rekayasa saja, dilebih2in oleh ahli2nya strategi adu dombanya VOC. Contoh seperti Snock Hungronje (sebodo amat kalo salah nulis namanya jugalah…). Masih tersisa banyak ‘aduan domba’ VOC selain sunda-jawa(tengah), ada padang-batak, ada makasar-manado dll.
    Gua punya kisah yang mungkin jelek tapi bisa direnungkan juga. Sewaktu gua running warung makan, awalnya gua membuat suasana akrab dan antar karyawan rukun. Hasilnya? Korupsi dan kolusi antar karyawan a.k.a nyolongnya gede! mereka join kompak satu sama lain ngakalin gua.
    Solusinya? gua pecah belah, ada yang gua manjain abis, ada yang gak gua naek2in gajinya dll. pokoknya dibuat ada intrik satu sama lain. Hasilnya? JOSSS! seperti suksesnya VOC menjajah kita. Korupsi hampir tidak ada, memang semangat kerja turun tapi efisiensi naik jauh. Tentunya lebih surplus dong. Sebenernya gua sedih juga harus pake cara begitu, tapi gimana lagi?

    …Itulah kita:(

  12. #12
    gravatar

    belom baca. secara saya jauh. ini kan yg kemudian menjadi kepercayaan “tidak dianjurkannya” perkawinan antara laki-laki jawa dan perempuan sunda ya.

    *sekali-kali mau dong bukuku “addicted to weblog” di review. hihi

  13. #13
    gravatar

    #5
    Mas Koen, klo nm jalan di dalam komplek sih pasti ada, di Bogor ada satu komplek yg nama jalannya itu kerajaan2:)
    Klo jalan utama atau jalan propinsi saya masih belom nemu

    #6
    Jangankan antar suku, antar daerah di satu kota saja masih ada sentimentil kok:)

  14. #14
    gravatar

    wah ikutan komentar….
    saya pernah kul di semarang, ngalamin bkali-kali kena sentimen gara-gara SARA bahkan pernah di stop pdkt ma ortunya cewek gara-gara SARA….lucu juga masa lalu kudunya jadi pelajaran klo ambisi membutakan hati

  15. #15
    gravatar

    untungnya di kampungku nan jauh di pelosok sumatera hanya tahu aku merantau ke jawa, padahal dulu aku tinggal di bandung yang maunya disebut sunda dan sekarang tinggal di jakarta yang penduduk awalnya disebut betawi. serta orang yang berasal mulai dari perbatasan jawa barat sampai daerah jawa timur maunya disebut jawa. orang kampung pikir yang tinggal di pulau jawa, ya disebut orang jawa.

  16. #16
    gravatar

    gue pernah baca tau bener tau kagak neh, cerita perang bubat itu sudah terkontaminasi sama orang2 londo sana aslinya sih hanya salah paham antara patih mada sama raja wangi itu dikarenakan hasutan dari orang yg tidak senang terhadap patih mada lalu terjadilah perang dan itu juga tanpa sepengetahuan patih mada…menurut cerita patih mada datang ke bubadsudah terjadi perang yang mengakibatkan prabu linggabuana / prabu wangi (sipenghasut lupa namanya…)pokoke gitu deh, cerita perang bubad dah gak asli ada campur tangan londo pengaburan sejarah…..emang kuya tuh belanda sialan sebel gue……

  17. #17
    gravatar

    Surya medal kula datang,
    surya surup kula mulang,
    datang tidieu,
    mulang kadieu,
    kula sunda ti ki Sunda,
    kula sunda keur ki Sunda.
    Balik Bandung Euy!

    http://pasundan.homestead.com/files/Sejarah/

  18. #18
    gravatar

    Jay, Kenapa di Bandung tidak ada nama jalan Madangkara? Kan katanya Bramakumbara itu temannya prabu Siliwangi:)

  19. #19
    gravatar

    gw org sunda asli
    tapi banyakan temen gw orng jawa
    asik2 aja.

    yg gak asik gw jauhin
    simple aja

  20. #20
    gravatar

    Mestinya para ahli sejarah bangsa ini juga harus bisa nulis masalah perilaku kerajaan nusantara yang minus tentang aliran kepercayaannya. Nuhun…?!

  21. #21
    gravatar

    Itulah sebabnya kenapa Persib gak bisa akur sama PERSEBAYA

  22. #22
    gravatar

    HE HE HE
    Sunda….Jawa…Padang…China, Korea…JEpang…
    Ahhh YAng namanya Sentimen KEsUkuan PAsti ada Di mana MAna
    Bahkan JEpang Pun, Yang tidak pernah TErjajah dan Bersatu dengan Etnis LAin
    MEreka memiliki Ego Kesukuan YAng TInggi
    Terlihat dari Tingkah Laku PM Koizumi Yang MElawat Kuil TEmpat Di makamKannya Prajurit2 JEpang Pada Masa PD II
    Gile YE tuh PM….Ko PEnjahat PErang Dilawat, MAsih Inget Kan Di Benak kIta
    Bagai mana Jepang Menyiksa, “Sodara Muda”-nya…..
    HE he yaaa Itu lah Manusia…
    Sentimen Kesukuan Emang Fitrah Manusia, Mungkin Siih Ga bisa ILang
    YAng PEnting Sekarang….Semua HArus Sadar Bahwa….
    Yang HArus Dilakukan Adalah Saling MEnolong Diantara MAnusia
    DAn Saling PEngertian….Dan SAtu HAl LAgi…
    Sentimen KEsukuan YAng BErujung Pada FAnaTisme RAsis Radikal Seperti Halnya
    NAZI(HItler) di Jerman YAng Membasmi Kaum Yahudi dan Benito Mussolini Yang MEnginginkan KEmbali “Imperium Romanum” Yaitu Bersatunya Kembali Eropa Di BAwah ITalia (ROma) Seperti Zaman Dulu…AKAN MENGAKIBATKAN DUNIA INI TIDAK DAMAI…KAlo Ga dAmai….YA…TAhu Sendiri LAh JAwabannya, MAkanya BAnyak Orang BIlang…CINTA DAMAI

  23. #23
    gravatar

    ………….. itulah sebabnya hingga saaat ini orang Sunda tidak mau mengakui bahwa mereka tinggal di Jawa (Pulau Jawa). Baiknya bikin pulau sendiri aja (P. Sunda). Sentimen ras-nya sangat terlihat ketika kita sering mengengar orang yang dari Yogya mau ke Bandung selalu dikatakan dari Jawa tetapi ketika orang dari Bandung pergi ke Yogya tidak pernah mau dikatakan dari Sunda mau ke Jawa. Apakah malu mengakui nama Sunda?.

  24. #24
    gravatar

    Wajar orang sunda males di sebut orang jawa … karena dulunya Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan atau Borneo dan Sulawesi itu masuk ke Wilayah orang-orang Sunda, dikenal dengan kawasan “Sunda Besar”, dst, dst .. baca sejarah atuh euy

  25. #25
    gravatar

    waktu SD/SMP gw kagum ama tuh Gajahdepa eh Gajahmada.. belakangan jadi kasihan..ternyata dia cuma seorang pengecut..

    Gw cuma sebel ama Gajahmada bukan ama orang jawa-nya..soalnya temen2 gw bnyk orang jawa, 3 keponakan gw (laki2) bininya org yogya ama surabaya..

    lalu temen gw yg pling deket skrgpun yah org solo juga..(yg sempet gw bantu kawinin di Rangkasbitung, )hbs ..ngamilin anak orang jaw-pung. (jawa -lampung)
    he..he..

  26. #26
    gravatar

    Assalamualaikum

    Yah, setuju dengan buku diatas, saya juga baru tahu insiden politis perang bubat setelah baca wikipedia, sebelumnya, walaupun tahu, tidak sedetail itu, termasuk yang diberikan oleh mas Hermawan Aksan, thanks banget.
    Tapi…..saya tidak setuju juga kalau dendam sejarah itu terus berlarut- larur, setidaknya saya sekarang punya bukti- fakta sejarah kuat untuk debat dengan nenek saya yang tidak setuju kalau saya menikah dengan cewek sunda…karena sekarang alasanya lebih berargumen…thanks yap!

  27. #27
    gravatar

    jika semua hanya akan menjadi masa lalu.mengapa kita harus saling membentengi diri untuk bisa saling berdampingan dan menyayangi.bukankah saling berdampingan dan menyayangi akan menjadi lebih indah untuk bisa kita kenang.alangkah bahagianya jika masa lalu yang kita kenang penuh dengan sebuah kenangan yang indah.

  28. #28
    gravatar

    Sampai ada kutukan dari Dyah Pitaloka:”Pria Sunda sampai kapanpun tidak akan menikahi wanita Jawa” Wakakak….

    Sampai seniorku gagal menikahi wanita semarang….

    Btw gua gak percaya kutukan itu! Gua denger juga dari anak sunda yg masuk UGM.

  29. #29
    gravatar

    [...] ku ambil dari situsnya: yulian berisi tentang: senja di langit majapahit. silahkan menikmati [...]

  30. #30
    gravatar

    Buat Ronggolawe, bener tuh yg ditulis Keeponbanging… ada Sunda Besar ada Sunda Kecil.

    Kalo elu sempat main-main ke Filipina, coba perhatikan dalam bahasa Tagalog cukup banyak kata yang sama dengan dalam bahasa Sunda, cuma beda cara ngucapinnya…

    Siapa tuh yang ngubah nama pulau jadi Jawa? Sampe banteng dan harimau aja mau diakui sebagai jawa, padahal ………..

  31. #31
    gravatar

    ikut nimbrung nih..gpp kan kalaupun telat hehe..
    Dengan adanya kisah bubat mungkin kita bisa ambil hikmahnya, ya itu dgn semangat, bahwa wanita sunda
    punya pendirian dan Hargadiri yang mungkin bisa diwariskan pada wanita sunda skr .kita hrs bangga sebagai org sunda karena sejarah adalah Tinta emas yang tidak akan hilang di telan jaman.
    Sejarah memperjelas bahwa Pajajaran lah Kerajaan satu-satunya yg tak terjajah oleh majapahit kita hrs
    bangga dgn bukti sejarah itu. sampai skr saya tidak pernah mengakui bahwa Gajahmada adalah Pahlawan
    Nasional, hehe… kata kakek ga boleh katanya

  32. #32
    gravatar

    Ternyata hingga saaat ini Politik Adu Domba yang diciptakan oleh Belanda masih asyiiik kita lakukan dan nikmati ya?.

    Marilah bersatu hilangkan Jawa-Sunda Jawa-Sunda. Waspada tuh Malaysia & Australia sudah dan sedang siap-siap mencaplok wilayah kita sedikit demi sedikit.

    Saya khawatir ramalan Prabu Jayabaya menjadi kenyataan bahwa nantinya Nusantara (Indonesia) hanya tinggal Jawa. Sedangkan pulau2 lainnya tercaplok negara lain karena kita tidak mampu mempertahankannya.

  33. #33
    gravatar

    Sebagai seorang yang nasionalis (anti rasisme) – Kalau saya mah tetep nge-ageungken beliau-beliau (Kertanegara, Hayam Wuruk, Gajah Mada) karena berkat beliau-beliau lah maka seluruh wilayah Asia Tenggara pernah bertekuk lutut dibawah Sang Gula Kelapa (Sang Merah Putih). Kita aja yang ‘goblok’ sehingga tidak becus mempertahankan wilayah kedaulatan eks Majapahit. Sehingga sedikit demi sedikt digerogoti oleh Australia & Malaysia (Timtim, Sipadan-Ligitan) dan sebentar lagi Ambalat, Irian Jaya, dan Aceh.
    Akankah menangiskah Bumi Pertiwi. Atau masa bodoh lah kita?.

  34. #34
    gravatar

    qin..pernah mempersatukan daratan china…nobunaga..mempersatukan kepulauan jepang…masih ada king arthur..masih ada king agememnon…pokoknya sejarah umat manusia tuh isinya perang….bahkan muhammad bin abdlah bin abdl mutholib..tuh prajurit tanpa tanding…semua orang bisa perang…semua orang mampu angkat senjata….tapi..harus yang perlu di inget tuh..alasan kita perang….klo alesan nya konyol..cuman goro goro sentimen ra mutu…mendingan modhdar kabeh wae….bwhawawawwawawwaaa…

  35. #35
    gravatar

    Hei hei hei
    saya nimbrung lagi nih
    Soalnya cukup menrik sih topiknya
    dan cukup “berbahaya” juga kalau dibahas dari segi fanatisme kesukuan
    Btw, sodara2 yang Namanya fanatisme itu ga bakal habis, dan ujung – ujungnya mungkin akan berakhir pada fanatisme diri sendiri….he he
    Gini lo, contohnya aku Sendiri
    Ketika Ada Thomas n Uber Cup, Saya dengan Semangatnya Nonton Acara Itu d TV n Meneriakkan Hidup Indonesia Hidup Indonesia
    Tapi neh, tapi, Pas Saya nonton AFI, Saya Terus Mengharap Semoga Wakil Dari Bandung jAdi JUara, Masa Seh Ga ada Satu pun Wakil Sunda yang Tampil he he he
    Hei hei, Tapi lagi. Pas ada PORDA Jawa Barat, Saya Ingin Sekali Sumedang Menjadi JUara, kan Saya bisa ikut “hebring”
    Eh, ga tau Napa, dulu pas ada Kejuaraan Lomba Cepat Tepat Antar SMP se-Sumedang, yang diadakan oleh SMA 1 Sumedang tiap tahun,
    Saya iNgin Sekali almamater SMP saya Menang di Kejuaraan itu, he he he
    he he he

  36. #36
    gravatar

    SUNDA NUSANTARA SEBAGAI INDUK BANGSA

    Sunda Nusantara merupakan salah satu sejarah yang sangat perlu kita pelajari dan kita ungkap bersama.
    Dengan sepintas orang dikacaukan dengan nama Sunda Kelapa. Pada dasarnya walaupun ada kemiripan nama, tetapi mempunyai makna lain. Sunda Kelapa identik dengan Batavia, Betawi, Jayakarta, Jakarta sebagi Ibu Kota Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia sekarang ini.

    Sedangkan Sunda Nusantara merupakan suatu Negara yang berbentuk Kerajaan dengan Pemerintahannya berdasarkan Konstitusi Parlementer Demokrasi Sejati Reformasi Kerakyatan dan Kemakmuran Bangsa Sunda Tanah Air di daratan Sunda Nusantara.
    Wilayah: Sunda Nusantara memiliki wilayah yang terbentang dari barat sampai timur dari Jawa sampai dengan Papuniginia (Irian), bentangan dari selatan sampai dengan utara, mulai dari Timor sampai dengan selat Malaka-Singapura.

    Dalam bentangan ini diklasifikasi dalam bentuk besar kecilnya Nusa (Pulau) itu sendiri dengan klasifikasi:
    1.Klasifikasi kepulauan Sunda Besar: Jawa(Jawa Dwipa), Sumatera (Andalas), Kalimantan (Borneo), Selat Malaka-Singapura, Papua Nuginia (Irian)
    2.Klasifikasi Pulau Sunda Kecil: Kepulauan Maluku, Bali, Lombok, Sumbawa, Timor, Sumba, Pulau2 kecil lainnya yang sampai sekarang masuk pengakuan Negara Kesatuan Republik Indonesia..

    Bangsa: Bangsa Sunda Nusantara sudah berumur 86000.000 (delapan puluh enam juta tahun silam) merupakan bangsa tertua di Asia Tenggara sebagai induk bangsa yang melahirkan bermacam-macam suku-suku di wilayah /daratan Sunda Nusantara-Sunda Melayu, yang sekarang berubah nama Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia.

    Politik:
    * Kerajaan Sunda Nusantara sejak abad 15 sudah mengadakan hubungan diplomatic pada Negara-negara seluruh dunia, sampai dengan saat ini secara de facto, de yure dan legitimate masih mendapatkan pengakuan (Internatinalle recognized Negara-negara seluruh dunia di bawah naungan Badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mahkamah Internatinal di negeri Belanda.
    * Pada akhir perang dunia ke II, kedatangan penjajah bernama Netherland India Commisiton Administration (NICA) tepatnya tahun 1945-1950 menyerahkan kekuasaannya kepada Republik Indonesia Serikat (1950) dan mengakibatkan timbulnya pemerintahan baru di bawah pimpinan Mr. Ir Soekarno dengan beberapa kali pergantian pimpinan sampai dengan sekarang ini.
    * Pemerintahan tersebut diatas berkembang di wilayah Negara lama yaitu wilayah daratan Kerajaan Maha Raja Sunda-Sunda Nusantara-Sunda Melayu Nusantara dengan pimpinan kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Sunda-Sunda Nusantara pada abad 18 ini di pimpin oleh kaisar Achmad (SERI BADUGA MAHARAJA KAISAR SULTAN ACHMAD AL-MISRI) yang beristana di Jakarta, Bogor, Cipanas, Sorosowan (Banten) dan Pandegelang.

    Sejarah:
    Pada abad 18 dengan pesatnya perkembangan Agama Islam di wilayah Sunda Nusantara pimpinan Sunda Nusantara telah menganut Agama Islam dengan patuh seperti pada masa 1513-1552 SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN SYARIEF HIDAYATULLAH AL-MISRI (Sunan Gunung Jati Wali Sanga/Sembilan) lahir di Mekkah tahun: 1488. yang merupakan anak dari pasangan RAJA MESIR SYARIEF ABDULAH AL-MISRI (Generasi ke 22 ROSUL SAW) dan NYAI RATU RARA SANTANG AL SARIPAH SITI MUDA’IM yang wafat di Madinah thn 1528 di makamkan di keluarga Rosul.Sunan Gunung Jati menikah dengan (Permaisuri) CROWN PRINCE PANGERAN PUTRI PEMBAYUN yang merupakan putri dari PB. Brawijaya V. Ajaran Agama Islam ini dipegang teguh oleh para ahli wari tachta kerajaan terutama sebagai pimpinan kepala Negara dan kepala pemerintahan. Pimpinan tertinggi SERI BADUGA MAHARAJA KAISAR SULTAN ACHMAD AL-MISRI yang wafat pada tahun 1840 di desa Burakan rembang Jawa Tengah. Dalam peperangan terbuka (10 Mei 1810) dapat menumpas pasukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Wiliem Daendeles. Dalam peperangan itu ditaklukkan (10 Mei 1810-1811) Gubernur Jenderal HW Daendeles beserta pasukannya menyerah tanpa syarat dan H.W daendeles dipenjarakannya. Istana Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan terletak di Jakarta, Bogor, cipanas dan sorosowan (Banten).

    Thomas Stamford Raffles (1810-1816) dengan akal cerdiknya mengajak pimpinan tertinggi Kepala Negara dan kepala pemerintahan Kerajaan Maharaja Sunda-Sunda Nusantara Kaisar Achmad pergi jalan-jalan/pelesir ke pulau Banda Maluku (Pulau Sunda Kecil) dengan alasan menyambut kemenangan tanpa syarat terhadap penumpasan H.W Deandeles. Selanjutnya Kaisar Achmad di tinggalkan begitu saja dengan tangan diikat di pulau Banda dan pemerintahan Sunda Nusantara diambil alih dan pengambilan alihan itu meluas sampai Selat Malaka-Singapura. Sunda Nusantara yang sudah sejak 86 juta silam dan sudah berhubungan diplomatic sejag abad 15, perjalanan sejarahnya mengalami beberapa peristiwa sejarah didalamnya. Dari bentuk kerajaan hinga Republik sekarang ini.

    A ——–B——–B———C———D———E——-F———-G———-H

    A-H: Bentangan sejarah Sunda Nusantara kurun waktu kurang lebih 86 juta tahun.
    B-B: Bentuk Zaman Kerajaan
    C: Peristiwa kebangkitan bangsa oleh Alumnus dari Negri Belanda
    D: tahun 1945 Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI
    E: tahun 1947/48 Clash I&II Belanda ingin merebut kembali
    F: tahun 1950 Negara Indonesia Serikat (RIS)
    G: tahun 1959 Dekrit Presiden, gugurnya Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Republik Indonesia (RI) kembali s/d sekarang
    H: tahun 2006 Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

    Kesejahteraan seluruh bangsa rakyat Sunda Nusantara didaratan Sunda Nusantara-Sunda Melayu sampai saat ini di simpan di 93 Negara dalam bentuk assat-asset:
    • Collaterals in federal reserve certificate of the united states America Bound Guarantee
    • Redland Merchant Bank of Switzerland
    • Obligation certificate of deposit credit Swiss Bank International
    • Certificate of Swiss Bank Corporation Obligation treasure Bound National Bank of England
    • Bank de Netherlands
    • City Bank New York and United Overseas Bank Singapore

    Selain itu asset-asset ini juga berbentuk logam mulia, platinum, dan benda-benda berharga lainnya yang dikumpulkan oleh Raja-raja di seluruh Sunda Nusantara di daratan Sunda Melayu Nusantara Bangsa Sunda Nusantara di daratan Sunda Nusatara di kepulauan Sunda Besar-Sunda Kecil, Di samping itu masih tersimpan uang sebesar 4000 triliun poundsterling yang tersimpan di Negara Inggris. Dapat dibayangkan betapa besarnya asset-asset bangsa Sunda Nusantara yang hingga saat ini masih tersimpan dan tersebar di luar negeri yang di sebut the making of a super power dan Sunda Nusantara Dollar Trilion, milik pemerintah Negara Kerajaan Bangsa Sunda Nusantara.

    Seandainya Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Bpk. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini berkenan untuk mengakses dan mengakomodasi eksisnya kerajaan Sunda Nusantara, kiranya sangat membantu mengatasi penderitaan bangsa/rakyat yang telah mengalami keterpurukan hidup yang menimpa sampai saat ini. Di samping itu asset-aset tersebut dapat di pergunakan untuk melunasi hutang pemerintah yang menggunung sejak Presiden Soeharto sampai dengan saat ini. Sehingga kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bangsa Indonesia cepat terwujud sesuai dengan cita-cita yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya alinea kedua (tata tentrem karta tur raharja, adil berkemakmuran, makmur berkeadilan) Insya Allah.
    Untuk mendapatkan kebenaran secara akurat, tentunya masih diperlukan pengkajian, penelitian dan penganalisaaan lebih lanjut.

    Semoga kita semua selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT, Amien ya robbal’allamin.

  37. #37
    gravatar

    Sunda Nusantara? Ini mimpi apaan lagi. Bangun…bangun. Udah siang! Ini sih bukan pelurusan sejarah. Bagusnya bikin komik aja Bang! Biar bisa ngalahin Crayon Sinchan atau Dragon Ball!

  38. #38
    gravatar

    Bagus nih artikel, sangat provokatif, hehehe!

    Tiap dua taun sekali sejak tahun 1998, di Situs Astanagede Kawali, Ciamis, diadain semacam peristiwa budaya yang dinamain Nyiar Lumar. Penggagasnya adalah Godi Suwarna, seorang seniman Sunda kahot. Gue yang selalu datang di acara tersebut (dari yang pertama sampe yang kelima) selalu disuguhi semacam pementasan teater menjelang puncak acara, yang temanya selalu sama: Palagan Bubat! Ceritanya ya itu tadi, tentang keperkasaan dan harga diri orang-orang Sunda jaman baheula, yang diinjak-injak sama orang Jawa. Hitam-putih karakternya terlihat jelas banget.

    Konon akhirnya Gajah Mada akhirnya diusir dari kerajaan dan Sunda gak pernah dijajah sama Majapahit. Nah.

    Satu yang pasti, ternyata kecantikan cewek-cewek Sunda emang udah tersohor sejak dulu kala, hehehe!

  39. #39
    gravatar

    Nimbrung…
    Sunda Nusantara is most stupidshit idea!
    itu sudah dilaur kontek kesundaan, dan tidak akan pernah ada dibenak Leluhur AING (gw)… tobat deh.
    sejarah adalah pohon dengan buah yang rindang, sekarang kita petik buah manfaatnya dari sejarah tersebut.
    SAYA BANGGA SEBAGAI ORANG SUNDA…
    Majulah sunda ….jayalah sunda…

    intermezo ajalah, SADAR GA…Kalo republik ini RUSAK karena tingkah POLA orang JAWA…ADAT JAWA…
    ORANG-ORANG JAWA terlalu pandai MENGARANG CERITA…, SORY BUAT KAWAN KAWAN Turunan JAWA. ini fakta lho

  40. #40
    gravatar

    aduh kasihan deh orang sunda, bisanya menghayal melulu. sudah digariskan dari dulu kala bahwa orang sunda itu harus selalu menjadi sub ordinasi orang jawa.

  41. #41
    gravatar

    sunda nusantara = henceut beureum

  42. #42
    gravatar

    Hayooo…. barang siapa yang malas bekerja dan pengin berkhayal jadi orang kaya…
    percaya saja pada Sunda Nusantara.
    Tapi.. barang siapa yang berotak waras…. bekerjalah.. berusahalah dan berdoalah… hasil baik pasti kan mengikutinya.
    86 juta tahun?! woow… ker mens….

  43. #43
    gravatar

    Saya adalah seorang yang tidak percaya akan terjadinya perang Bubat, dan yakin sekali bahwa cerita penganiayaan orang-orang Sunda jaman dulu orang balatentara Majapahit adalah rekayasa Belanda dalam rangka memecah belah bangsa Indonesia. Dengan menggunakan sentimen sejarah jaman dulu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, Belanda mengarang cerita tersebut guna mendukung politik pecah belahnya. Satu hal yang ditakuti belanda adalah jika semua orang di pulau Jawa bersatu menentang kolonial. Hal lain yang mendukung keyakinan saya adalah bahwa kerajaan Majapahit sangat hormat kepada Pajajaran karena masih satu keturunan, (Raden Wijaya, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada adalah orang Sunda)dan kampung Bubat sendiri sampai saat ini tidak diketahui dimana tempatnya.

  44. #44
    gravatar

    nimbrung ahh

    iya nih … generalisasi masih banyak terjadi di negara kita tercinta

    @21 … bukannya viking-bonek sama saja, asal bukan the jak?
    jadi inget pas persib vs persebaya kemaren … temen2 viking ramah banget euy!

  45. #45
    gravatar

    Astagfirulloh! Moaf ana mohon para penggemar situs ini jangan terlalu emosi, dalam menulis aspirasinya. Karena kita harus yakin suatu saat nanti zaman kejayaan Rakyat Sunda Kuno dan Sunda Islam akan bangkit lagi. Sekarang bagaimana caranya kita membangkitkan semangatnya “Usaha dan Usholi” dari keturunan Sunda Besar, seperti nasab/sislsilah Galuh Pandjalu, Pakuan Padjadjaran, Tjirebon, Banten dan Sumedanglarang.

  46. #46
    gravatar

    indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.indonesia man.kotak-kotak bangsa dan isu primordial yang bodoh.contoh 2 bangsa besar yang angkuh dan sombong.lagian itu masa lalu. kita hidup di era realitas bangsa kita ( indonesia yang sedang sakit karena sunda .jawa.sumatera.dll.merasa lebih tinggi faktanya kita semua dijajah bangsa kecil dari eropa ( MEE ./PBB Israel.singapura. malaysia ( sama-sama melayu ) sadar.sadar.sadar.sadar.sadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa oiiiiiiiii

  47. #47
    gravatar

    Aku orang jawa asli sli…ssli…sli
    istriku orang sunda asli sli..ssli..sli..
    Kami saling mencintai, sangat saling mencintai.
    kami saling memberi dan menerima
    dan saling-saling yang lain.
    Biarkanlah Gajahmada, dyah pitaloka atau Hayam wuruk tenang di alam sana, dan marilah kita ciptakan ketenangan juga di alam sini. nggak usah ribut, capek……….!

  48. #48
    gravatar

    Banyak sejarah yang telah diubah hanya untuk kepentingan sesaat sang penguasa, karena takutnya akan kebenaran, yang jelas yang suka bikin ribut itu orang jawa, yang merasa mampu dan canggih dalam hal apapun, nyatanya, negara kita nggak maju dan malah sengsara karena kita dipimpin oleh oarng jawa, sukarno, suhoarto, habibi, gusdur, mega, dan yudoyono, bagaimana kalo kita coba orang sunda, bukankah majapahit bisa jaya dan hebat karena keturunan sunda, bukankah majapahit tidak bisa menaklukan sunda, kok masih ada orang jawa bilang laki2 jawa gak pantes menikah dengan orang sunda, berarti dia goblok tidak tau sejarah, makanya negara ini hancur, pejabatnya harus berakhiran huruf O, padahal majapahit maju saat berakhiran K, hayam wuruk, pendirinya orang sunda Wijaya, bukan Wijoyo, nagaca dong.sama dengan zaman para wali, dari sembilan orang wali delapan ada diaerah jawa, artinya orang jawa banyak yang gak bener, nggak cukup satu wali, coba liat sunda dengan hanya satu wali, bisa tenteremm, berarti sakti, makanya gue tantang ntuih yang sok ngaku jawa lebih hebat. hayooo. najis gue liatnya. yuk kita buktikan
    dari kasus diyah pitaloka dan bubat terlihat jelas bahwa gajah mada adalah penipu, termasuk pejabat kita, heee jangan panas dong

  49. #49
    gravatar

    Allah SWT menciptakan manusia dalam bersuku-suku dan bangsa, agar kita saling mengenal, coba kalo di seluruh dunia cuman ada satu suku kan gak seru…..

  50. #50
    gravatar

    ada nama jalan gajah mada dan dan majapahit di jawa barat, dan tragisnya jalan tersebut ada di sebuah kompleks perumahan di kota bogor yg jadi pusat kerjaaan pakuan pajajaran. saya lupa nama kompleks perumahannya.

  51. #51
    gravatar

    # Sunda Nusantara? Hahahaah. kuring urang sunda, tapi hayang seuri baca sejarah sunda nusantara.

    86 juta tahun yg lalu? hahahah berarti orang sunda satu2nya manusia yg pernah ketemu sama dinosaurus …..hahaha. dinosaurus punahnya kan pd 65 juta tahun yl. jadi orang sunda sempat bersama dinosurus selama 19 juta tahun? hahahaah, lama banget.

    fyi, homo sapien itu baru ada di muka bumi kira2 sejak “cuma” 10 ribu tahun yang lalu. jangankan 86 juta tahun yg lalu, 100 ribu tahun, bahkan 20 ribu tahun aja belum. (Trust me, coz i’m geologist hehe).

    #Saya setuju tidak boleh rasis, tapi sejarah harus sesuai dengan aslinya, jangan dimanipulasi walau dengan alasan untuk keutuhan bangsa.

    Banyak sejarah yang dimanipulasi, misalnya tokoh kebangkitan nasional, seharusnya SDI, bukan budi Utomo. atau pejuang emansipasi; Dewi sartika yang lebih teraplikasi di lapangan, Bukan Kartini yg hanya dalam tulisan (kalo dulu ada internet, mungkin dia hanya nulis di milist).

    Pokona mah Eleh Meunang Persib Nu Aing!…..(eh naha teu nyambung)

  52. #52
    gravatar

    Perang Bubat = rekayasa Belanda dalam rangka memecah belah bangsa Indonesia? hahahaha ini juga ngaco. Pada saat terjadi perang bubat kumpeni belum pada datang euy!.

    eh katanya ada yg sedang bikin sinetron tentang perang bubat. tapi versi yg dipakai adalah “versi rekayasa belanda” tea, lokasinya di bogor lagi. jadi tambah ngaco aja.

    sunda subordinasi jawa? hmmmmm, kayaknya enggak deh. Sunda punya bahasa sendiri, huruf/tulisan sendiri, adat istiadat sendiri yg beda sama jawa. Kerajaan Pajajaran yg merupakan satu2nya kerajaan yang tidak dapat ditaklukan majapahit adalah buktinya. Kalo tempur secara ksatria kayaknya ga berani tuh gajah mada, begitu juga mataram.

  53. #53
    gravatar

    Gua keturunan antara ayah MAJAPAHIT dan ibu dari MATARAM baru.lahir di Lampung, gua rasa aman2 & enjoy.
    Masalah baru akan timbul, jika antara harapan dan kenyataan jauh berbeda.Ini berlaku bagi semua orang.Bukan antara Sunda dan Jawa.Itu aza sharing dari gua.

  54. #54
    gravatar

    kum ka sadayana…..
    urang sunda kudu jadi tauladan….
    ulah parea-rea omong…
    no action talk only…
    mulai ti diri hideup nyalira…

  55. #55
    gravatar

    Sejarah perang bubat itu adalah sebenarnya, ada bukti-bukti sejarahnya, walaupun hanya berupa kidung dan cerita turun temurun baik yang berkembang di daerah jawa maupun sunda. Yakin deh itu bener (he, he … maksa). Saya orang sunda dan tidak emosional dalam menilai kejadian itu. Gambaran saya mengenai kejadian itu adalah, bahwa majapahit yang pada waktu itu telah menguasai nusantara, ternyata tidak sanggup menguasai tanah sunda dan bangsa sunda. Ini berarti orang sunda memiliki ketangguhan yang demikian kuat sehingga gajahmada melakukan tindakan yang sama sekali mencoreng nama baik dan harga diri bangsa jawa (itulah yang terjadi).
    Ini menjadi kebanggaan bagi saya sebagai orang sunda dan saya harapkan juga bagi sodara-sodara saya orang sunda. Kita bukan orang taklukan, dan kita boleh bangga akan hal itu. Mari kita bersaing dengan orang jawa secara fair untuk berkiprah dinegeri ini. Engga usah kita memimpikan negara sunda nusantara.

  56. #56
    gravatar

    Warisan hanyalah tinggal warisan, tapi ketika warisan yang salah tak sepatutnya harus ditiru.
    Sebuah cerita tentang hal – hal yang berkaitan tentang dorongan motivasi untuk memajukan budaya adalah hal yang positif, tapi ketika sesuatu itu terjadi hanya untuk menjadikan perpecahan di antara perbedaan adalah tidak wajar.
    Coba ingat, betapa besar sekali nasionalismenya Gajah Mada; tapi klo di lihat satu sisi juga tidak benar.
    terima kasih bagi pengarang yang telah menulis babad tentang perempuan yang hanya di jadikan budak nafsu dan bukan menjadi bangkitnya semangat nasionalisme yang kuat.
    Tiada yang abadi karena hidup bukan untuk di kendalikan oleh nafsu belaka(sesaat).
    Hanya melakukan sesuatu yang tak pernah terjadi, dan takakan pernah mengerti karena keterbatasan manusia yang hanya bermimpi di alam khayalan………………………………………….

  57. #57
    gravatar

    BERBICARA KESUKUAN “SUNDA” BUKAN MASALAH SARA, JANGAN TAKUT! KATA GUSTI ALLAH DALAM AL-QUR’AN KITA DICIPTAKAN BERBEDA-BEDA SUPAYA KITA SALING MENGENAL. KATAKAN SAJA!
    SAYA ADALAH SUNDA!
    SAYA ADALAH CINA!
    SAYA ADALAH BBUGIS!
    SAYA ADALAH MINANG!
    ITU ADALAH IDENTITAS KEBANGSAAN KITA, BANGSA KITA ADALAH SUKU ITU SENDIRI, SEDANGKAN INDONESIA ADALAH NEGARA PERSATUAN BANGSA-BANGSA NUSANTARA. BUKAN JAWA DOANG CHOEY
    JIKA SALAH SATU SUKU YANG DULU MENJADI BAGIAN INDONESIA HILANG BERARTI INDONESIA AKAN SEGERA HANCUR PULA. MAKA JIKA ORANG JAWA MEMAKSA SUKU LAIN HARUS SEOALH-OLAH MENJADIKAN SUKU LAIN SEBAGAI JAWA (INDONESIA ABSOLUT JAVANISTIC) BERARTI INDONESIA TELAH TIADA!
    BISI TEU PERCAYA PEK BAE PERHATIKEUN.

  58. #58
    gravatar

    ehh…. BUBAT itu di mana ya?
    BUBAT = Buah batu? hihihi

  59. #59
    gravatar

    Iya YA, orang Sunda sering sentimen sama orang Jawa.
    Sampai pas lulus SMA saya ketrima di Ekonomi UNPAD, and Ekonomi UNPAR, ortu tidak mengizinkan saya kuliah di Bandung. Alasannya ya itu, urang Sunda sering sentimen sama orang Jawa tanpa alasan yang jelas. Saya malah diarahkan untuk kuliah di JAKARTA, karena sentimen kesukuannya bisa lebih netral.

    Tempo dulunya Jakarta / SUNDA KELAPA adalah pelabuhannya PADJAJARAN yang dibangun dengan bantuan PORTUGIS. Minta bantuan Portugis karena orang SUNDA di jaman itu takut dijadikan ISLAM oleh DEMAK, CIREBON, dan BANTEN.

    Akhirnya penduduk asli SUNDA KELAPA dipukul mundur ke Selatan, dan sebagian besar menyelamatkan diri ke BOGOR.

  60. #60
    gravatar

    Aduh maaf kepotong. Belum selesai atuh.

    Kerajaan lanjutan Sunda Galuh, Padjajaran sendiri hancurnya juga bukan karena orang Jawa, tapi oleh pasukannya MAULANA YUSUF dari BANTEN, yang ngaku masih cicitnya Sri Baduga Maharaja.

    Selain itu pusat kerajaan Sunda Galuh tempo dulu pindah pindah terus dari Pakuan – Saunggalah – Kawali – Pakuan. Itu juga bukan karena kerajaan Sunda Galuh nya diserang orang Jawa, tapi karena orang SUNDA GALUH bunuh bunuhan SENDIRI.

    Berakhirnya jaman Pajajaran (1482 – 1579), ditandai dengan diboyongnya PALANGKA SRIMAN SRIWACANA (Tempat duduk tempat penobatan tahta) dari Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan MAULANA YUSUF. Batu berukuran 200 x 160 x 20 cm itu terpaksa di boyong ke Banten karena tradisi politik waktu itu “mengharuskan” demikian.

    Pertama, dengan dirampasnya Palangka tersebut, di Pakuan tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru.

    Kedua, dengan memiliki Palangka itu, Maulana Yusuf merupakan penerus kekuasaan Pajajaran yang “sah” karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja.

    Palangka Sriman Sriwacana sendiri saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surasowan di Banten. Karena mengkilap, orang Banten menyebutnya WATU GIGILANG. Kata Gigilang berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman

  61. #61
    gravatar

    Ups ke putus lagi. Ini ada sedikit tulisan Basa Sunda.

    Bahasa Sunda digunakan oleh lebih kurang 27 juta orang dan merupakan bahasa kedua paling banyak digunakan di Indonesia selepas Bahasa Jawa. Bahasa ini ditutur oleh mereka di bahagian selatan Provinsi Banten dan di kebanyakkan tempat di Jawa Barat.
    Ada terdapat beberapa dialek dalam bahasa Sunda, dari dialek Sunda-Banten ke dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mencampurkan banyak elemen dari bahasa Jawa.

    Beberapa dialek yang jelas kedengaran adalah:Banten, Bogor, Priangan, dan Cirebon.
    Disebabkan pengaruh budaya Jawa semasa pemerintahan Kesultanan Mataram, bahasa Sunda, terutama sekali di kawasan Parahyangan, memiliki beberapa lapisan bermula dengan bahasa paling rasmi, atau versi “halus”, hingga ke cara penuturun harian yang dipanggil versi “loma” atau “lancaran”.

    Namun di kawasan-kawasan pergunungan dan di Banten, versi “loma” paling banyak digunakan tetapi cara pertuturun “loma” ini dianggap kasar oleh mereka yang berasal dari Bandung

    Jadi, Basa Sunda yang diakui sebagai Basa Sunda Baku adalah dialek PRIANGAN yang notabene merupakan dialek Sunda yang paling KENTAL pengaruh dari Kesultanan MATARAMnya Sultan Agung.

    Katanya sentimen ama orang Jawa, tapi Basa Sunda yang bakunya kok justru dipilih dialek yang paling banyak pengaruh Jawanya.

  62. #62
    gravatar

    59:

    …ortu tidak mengizinkan saya kuliah di Bandung. Alasannya ya itu, urang Sunda sering sentimen sama orang Jawa tanpa alasan yang jelas.

    Hehe, itu juga sentimen. Sentimen dibalas sentimen nggak akan ada habisnya. Kalau mau sentimen bisa saja saya tulis, “Ini blog yang nulis orang Sunda, jangan dibaca, apalagi dikomentari.”

    61: Anda copy-paste dari Wikipedia Malaysia?
    http://ms.wikipedia.org/wiki/Sunda

  63. #63
    gravatar

    Hi hi hi, bukannya begitu.

    Ortu saya bukan etnis sunda maupun jawa. Dua duanya asli Sumenep, Madura.

    Mereka khawatir, saya ketularan sentimen etnis yang ngga jelas ujung pangkalnya. Oleh karenanya mereka sangat tidak menyarankan untuk kuliah di Bandung, karena mereka alumni ITB tempo doeloe (dulu namanya UI bagian tehnik). Waktu lulus mereka juga masih pakai jaket kuning.

    Sebenarnya ada fenomena menarik kalo kita mau pelajari lebih lanjut. Konflik Jawa Sunda tersebut berawal dari tokoh Gajah Mada.

    Cerita yang kita peroleh tentang perang Bubat tersebut sudah diturunkan selama lebih dari 500 tahun. Kemungkinan untuk adanya deviasi cukup besar. Ini bisa kita lihat dari cerita itu sendiri. Kalo versi KAWALI, yang dibunuh adalah Maharaja LINGGA BUWANA. Sedangkan versi keraton MAJAPAHIT maupun MATARAM Islam adalah SRI BADUGA MAHARAJA.

    Apakah Lingga Buwana pernah juga bergelar Sri Baduga Maharaja juga, terus terang kita belum tahu.

    Tokoh Gajah Mada ini bila dipelajari lebih lanjut, ada sesuatu yang menarik. Ia sudah menjadi prajurit dalam periode 4 Raja/Ratu Majapahit. Ia ada dalam periode Raden Wijaya, Jayanegara, Thribuwana, dan Hayam Wuruk.

    Dari beberapa sumber diperoleh dugaan kuat bila Gajah Mada itu berasal dari daerah TEGAL. Daerah Tegal ini bahasanya bukan bahasa Jawa, dan bukan bahasa Sunda. Tegal, Purwokerto, Banyumas, dan Cilacap, bahasanya cenderung digolongkan sebagai bahasa BANYUMASAN.

    Daerah Banyumas pada periode Kertanegara (Singasari) ada dalam wilayah Kerajaan GALUH.

    Pertanyaan yang timbul adalah mengapa kemudian Gajah Mada bisa menjadi tokoh di Jawa Timur, bukan di daerah Banyumas?

    Jangan lupa, Raden Wijaya itu ayahnya adalah RAKEYAN JAYADARMA, penerus sah tahta Kerajaan Sunda Galuh ke 26, putra PRABU GURU DHARMASIKSA, Raja Sunda Galuh ke 25.

    Pada saat Rakeyan Jayadarma meninggal, Dyah Lembu Tal dan Raden Wijaya pindah ke Jawa Timur. Sangat mungkin, penerus tahta Sunda Galuh ini dikawal oleh prajurit prajurit pilihan dari Kerajaan Sunda Galuh.

    Artinya prajurit prajurit pilihan tersebut paling tidak berasal dari wilayah Sunda Galuh. Diduga kuat, Gajah Mada ada di dalamnya.

    Itu untuk periode asal muasalnya.

    Periode setelah perang Bubat itu sendiri banyak spekulasinya. Satu hal yang pasti, hubungan Gajah Mada dan Hayam Wuruk menjadi tidak harmonis.

    Ada tiga teori tentang Gajah Mada setelah periode ini. Yang pertama, ia mengalami kekecewaan yang mendalam karena dianggap gagal melaksanakan tugasnya sebagai prajurit, dan sampai akhir hayat sumpah palapa tidak tercapai. Oleh karena itu kemudian beliau mengasingkan diri ke Lampung, dan meninggal di Lampung. Ada pusara yang diyakini sebagai kuburan Gajah Mada di Lampung.

    Teori kedua, beliau mengundurkan diri sebagai mahapatih, menggabungkan diri dengan Adityawarman yang pada saat itu adalah penguasa PAGARUYUNG, PALEMBANG, dan JAMBI. Agar tidak dicari oleh Majapahit, ia membuat pusara di Lampung, untuk meyakinkan orang bahwa ia wafat di Lampung.

    Yang ketiga, ia memimpin ekspedisi ke seberang lautan sampai di MADA GASKAR.

    Yang mana yang benar, perlu penelitian lebih lanjut dari para ahli sejarah.

    Tapi yang jelas, GAJAH MADA adalah orang yang lahir, tumbuh kembang di wilayah GALUH, dan mengabdi awalnya pada calon raja SUNDA GALUH yang sah (Raden Wijaya).

  64. #64
    gravatar

    #63: Ada referensi bahwa Linggabuana=Sri Baduga? Sebab yang saya tahu mereka dua raja yang berbeda, Linggabuana di Sunda Galuh, Sri Baduga di Sunda Pakuan, beda waktu beda tempat.

    FYI, Pak Langit yang menulis buku Gajah Mada (I, II, III dan IV) dengan referensi bukti sejarah, termasuk Negarakretagama, tidak disebut bentrokan dengan Sri Baduga, pun menurut Kidung Sundayana.

  65. #65
    gravatar

    Di naskah yang pernah saya baca, kurang lebih enam tahun yang lalu (naskahnya ditulis dalam bahasa jawa halus, bahasa yang terus terang kurang saya pahami), dituliskan bahwa putri kerajaan pajajaran, Dyah Pitaloka, tewas bunuh diri setelah melihat ayahhandanya, Paduka Maharaja Sunda / Pajajaran tewas dalam perang bubat.

    Saya terus terang lebih mengerti basa sunda, karena wajib mempelajarinya di SD dan SMP, dibandingkan bahasa jawa halus dalam naskah tersebut. Di dalamnya tidak disebutkan tentang Lingga Buwana, hanya Paduka Maharaja Sunda / Pajajaran.

    Memang bila dilakukan pengurutan kronologis waktu sesuai naskah wangsakerta, paling pas adalah Raja Lingga Buwana. Dalam naskah berbahasa jawa, nama Lingga Buwana tidak pernah disebutkan.

    Terus terang berawal dari membaca blognya bung Jay ini yang membuat saya jadi maniak mulai membaca baca lagi sejarah di Pulau Jawa. Dari blog ini lalu saya bisa masuk ke situs Sejarah Kota Bogor.

    Dari blognya bung Jay juga saya pertama kali tahu bahwa Raden Wijaya, dan Rakai Sanjaya berdomisili di PAKUAN.

    Raden Wijaya sendiri di kitab pararaton hanya disebut sebagai Jaka Susuruh dari Pajajaran. Padahal nama kerajaan Pajajaran pada saat itu belum ada. Mungkin yang memberikan julukan Jaka Susuruh dari Pajajaran itu hidup setelah Kerajaan Pajajaran berdiri. Sebutan Jaka Susuruh sendiri artinya adalah pemuda suruhan.

    Selanjutnya saya jadi bisa tahu beberapa hal baru, misalnya tentang kerajaan tertua di Pulau Jawa letaknya di Teluk Lada Pandeglang, dengan raja rajanya Dewawarman 1 s/d 8. Saya juga baru tahu dari situs itu Raja pertama Tarumanegara Jayasingawraman, beretnis India. Mudah mudahan bisa digali lebih dalam lagi.

    Waktu saya lulus SMA (sebelum tahun 90), fakta seperti ini tidak pernah disebutkan. Entah pada saat itu belum ditemukan, atau memang tidak mau disebutkan, saya sendiri tidak tahu. Tahunya raja Tarumanegara hanya ada Purnawarman.

    Mudah mudahan pembaca blog ini bisa lebih terpacu untuk menggali fakta fakta yang baru, yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan. Misalnya tentang ekspedisi Gadjah Mada ke MADA GASKAR, apakah itu fakta atau legenda.

    Penduduk asli madagaskar sendiri secara fisik mirip orang dari pulau Jawa (terutama etnis Merina dan Betsileo). Mereka juga punya kebiasaan mengisap rokok kretek. Pada jaman dahulunya agama mayoritasnya adalah agama Hindu juga.

    https://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/ma.html

    Atau menggali fakta lainnya, misalnya tentang sejarah masuk dan penyebaran Islam di Pulau Jawa. Kita tahunya Wali Songo itu ada hubungannya dengan Persia, Gujarat, ataupun Hadramaut. Ternyata setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata para Wali, lebih dari setengahnya adalah beretnis UZBEK. Bukannya mau membicarakan SARA, tapi kenyataan yang sebenarnya sangat baik untuk diungkapkan sejujurnya.

    Misalnya:
    Syekh Jumadil Qubro berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah. Ia diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Sayidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Makamnya ada di beberapa tempat, yaitu di Semarang, Trowulan, dan di desa Turgo (dekat Pelawangan) Jogjakarta. Belum diketahui yang mana yang betul-betul makamnya.

    Syekh Jumadil Qubro, dan kedua anaknya, Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak bersama sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah, Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan, dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudra Pasai.

    Bila demikian, beberapa Walisongo, yaitu Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Giri (Raden Paku) adalah cucunya.

    Sunan Bonang, dan Sunan Drajad adalah buyutnya.

    Sunan Kudus adalah canggahnya.

    Maka bisa dikatakan bahwa para Walisongo merupakan keturunan etnis UZBEK dan CHAMPA.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Samarkand
    http://en.wikipedia.org/wiki/Champa

    Bahkan menurut catatan di Goa Batu, Semarang, ada kemungkianan bahwa tujuh dari sembilan Walisongo kemungkinan adalah keturunan keluarga dan rekan Panglima Cheng-Ho.

    Selain itu ada hal baru lagi yang saya baru tahu sekitar sebulan lalu, ternyata makam Nyai Rara Santang, putri Prabu Siliwangi yang masuk Islam, setelah ditelusuri ternyata terletak di dalam komplek KLENTENG CINA di Pasar Bogor, tidak jauh dari pintu masuk ke Kebun Raya Bogor.

    Maaf, secara tidak langsung, runtuhnya Kerajaan Pajajaran adalah karena masuknya Islam ke Jawa Barat. Berakhirnya jaman Pajajaran (1482 – 1579), ditandai dengan diboyongnya PALANGKA SRIMAN SRIWACANA (Tempat duduk tempat penobatan tahta) dari Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan MAULANA YUSUF. Batu berukuran 200 x 160 x 20 cm itu terpaksa di boyong ke Banten karena tradisi politik waktu itu “mengharuskan” demikian.

    Kadangkala fakta yang sebenarnya, sering tidak terpikirkan kemungkinannya sebelumnya, atau mungkin bertentangan dengan kepercayaan yang sudah umum diyakini.

    Akhir kata, penggalian hal hal baru jauh lebih menarik daripada ribut ribut sentimen etnis sunda versus jawa.

  66. #66
    gravatar

    Ayo Bang Jay! Maju terus.. Ane bersedia cariin sponsor buat ngumpulin para pemerhati lingkungan hidup di babad pasundan.

  67. #67
    gravatar

    Gua lagi belajar masalah budaya bangsa zaman purbakala orang-orang di pulau jawa, tapi sekarang gua jadi bingung kenape keturunan orang orang sundanye pade males-males yehhh..!?? Padahal kalo die pade cerita tentang kerajaan leluhurnye, bayangan kite orang-orang sunda itu kayaknye zaman dulu cerdas-cerdas dan rajin, padahal..he.he.he.he.!??

  68. #68
    gravatar

    #67: Definisikan “keturunan orang orang sundanye pade males-males?”

  69. #69
    gravatar

    Yup…tul banget!
    kenapa sih hrs malu2 ngomong “AKU ORANG JAWA….” gt??emang Sunda bukan Jawa???
    Mungkin mereka malu dianggep cupu soalnya jadi orang Jawa yang identik dengan adat dan kultur yang Jawa bgt plus termasuk ribet juga sih…

  70. #70
    gravatar

    biar sunda, … biar jawa. Gitu aja kok ribut
    Lihat aja geografisnya, semuanya sdh jelas. Apakah kita ini memang bangsa/masyarakat yang senang diprovokasi, gituuuuuu … aja kok …..reeeepoooooot!

  71. #71
    gravatar

    Banyak contohnye Bang! Orang-orang sunda yang males kerja itu ada disekitar kawasan perbatasan Ibu Kota Jakarta. Dan kalau yang seperti daya juangnya untuk hidup sangat rendah ada Kota-Kota Besar seluruh Jawa Barat.

  72. #72
    gravatar

    #71: Wah, kontradiktif, “keturunan orang orang sundanye pade males-males?” bermakna menyeluruh, sedangkan “Orang-orang sunda yang males kerja itu” maknanya sebagian.

  73. #73
    gravatar

    Emangnye Bang Jay punya contoh orang-orang sunda sukses yang berjuang dari bawah dalam usaha..!? Hi.hi.hi.. Bang Jay jangan ngebelain dooong..!?

  74. #74
    gravatar

    #73: Buat apa?
    Si Nolednad, seorang Sunda, sukses membuat usaha, tak akan saya contohkan sebagai generalisasi orang Sunda. Si Borokokok, seorang Sunda, seorang gelandangan, tak akan saya contohkan sebagai generalisasi orang Sunda.

  75. #75
    gravatar

    Mungkin yang dilihat adalah orang-orang sunda “kebanyakan” dari golongan menengah kebawah saja, padahal banyak juga orang-orang sunda yang sukses dalam dunia bisnis “property” khan..?!?

  76. #76
    gravatar

    Kami ikut prihatin! Mungkin Sdr Hendra ada kesulitan dalam pemahaman budaya sunda..!? Silahkan Bang Jay merespon usaha Mr. 66

  77. #77
    gravatar

    “If you want the present to be different from the past, study the past.”

    Benedict Spinoza – Dutch philosopher

  78. #78
    gravatar

    Menjawab #63
    Saya kok tidak yakin si GM kenal dan ikut ubyang-ubyung (kesana kemari) barengan bersama Raden Wijaya.
    Membaca GM dari Langit KH dan Imperium Majapahit-nya Jan Mintaraga memang ada sedikit perbedaan. Dari novel mas langit, jelas GM sudah menjadi bekel sewaktu jaman Jayanegara, sementara di Imperium Majapahit, justeru GM mulai tampil di eranya Tribuana Tunggadewi jadi raja (setelah Jayanegara mangkat). Namun ke duanya tidak ada yg menunjukan bahwa GM sudah aktif semenjak jaman Raden Wijaya.

    Lainnya:
    Tentang perang Bubat, menurut saya, si GM ini selalu politis minded dlm memandang segala persoalan sepanjang menyangkut kewibawaan majapahit, sampai-sampai urusan lamaran saja, GM tidak mengijinkan Hayam Wuruk melamar Dyah Pitaloka karena beranggapan bahwa Majapahit jauh lebih besar dari Padjajaran sehingga GM menghendaki Raja Padjajaran menyerahkan putrinya (seolah-olah / seperti) upeti dari negara bawahannya Majapahit. Ini di tentang oleh raja Padjajaran dan dorr… perang deh… dyah pitaloka entah terbunuh atau bunuh diri yg jelas tewas bersama sang radja… trus Hayam Wuruk kecewa karena calon istrinya meninggal dan menyalahkan GM dlm hal ini… GM kecewa krn dia sudah bertindak demi kejayaan negara semata, akhirnya mengundurkan diri, sempat menjabat menjadi patih kembali setelah jamannya Hayam Wuruk (jaman Brawijaya kalau gak salah deh, maaf lupa nih…), tapi akhirnya mengundurkan diri lagi.. dak mukso (hilang) entah kemana… GM adl politikus ulung yg tidak jelas asalnya dari mana, siapa bapak ibunya dan tidaj jelas pula kapan meninggal dan di mana kuburnya…

    Salam
    Putut Sabuk Tampar

  79. #79
    gravatar

    HARE GENE MASIH ADA ORANG YANG SUKU-ISME?. Pantes aja kita gampang dipecah belah oleh negara laen. Dan bahkan oleh sesama kita sendiri. Kapan sih kita bijak, maju, dan dewasa?.

    Apakah semua literatur-literatur dan kisah2 yang pernah kita baca atau dengar tentang ‘Peristiwa Bubat’ sudah pasti akurat?. Siapa yang berani bersumpah Demi Allah: “Bahwa Peristiwa Bubat Memang Benar2 Ada dan Terjadi”. Jangan-jangan itu semua hanyalah karangan atau akal-akalan Belanda (yang sedang menjajah kita pada saat itu) sehubungan dengan politik ‘devide et impera’-nya. Dengan maksud agar saling timbul rasa benci, dendam, dan perpecahan antara masyarakat Jawa bag Timur & bag Barat. Sampai-sampai kita pun di Jawa Barat tidak sudi memakai nama-nama yang berhubungan dengan Majapahit untuk nama jalan, gedung, dsb. Masya Allah ….. sedemikian sempitkah pemikiran kita?. (dengan kepandaiannya, Belanda sudah pasti mampu meng-edit Negarakertagama, Sutasoma, Babad Tanah Jawi, Kidung Sundayana dll. Termasuk menciptakan bukti-bukti palsunya. Seperti pusaka Kujang yang hilang di desa Bubat, misalnya). Sehingga seolah2 Peristiwa Bubat itu memang benar2 terjadi dan ada. Apakah iya, seorang negarawan besar seperti Gajah Mada bertindak se-gegabah itu?

  80. #80
    gravatar

    #79: Hare gene ngomong hare gene?

    Yang anda sebut orang yang suku-isme itu siapa?
    Kenapa pula harus ada asumsi “Jangan-jangan itu semua hanyalah karangan atau akal-akalan Belanda”?
    Kenapa juga harus berasumsi Gajah Mada tidak akan pernah gegabah?

    Bicara sejarah adalah bicara fakta (the fact), bukan kebenaran (the truth).

  81. #81
    gravatar

    Maksudnya Pertistiwa Bubat itu dikarang oleh belanda pada saat mereka menjajah kita. Bukan pada saat peristiwa itu berlangsung.

  82. #82
    gravatar

    Belanda sangat mengetahui bahwa bangsa kita mudah sekali dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya: …… Pada suatu hari, …… Alkisah, …… Konon katanya dll dll. Sehingga dikaranglah cerita yang diambil dari Kerajaan yang melegenda di Indonesia agar timbul rasa sentimen dan saling dendam. Hanya Allah SWT yang tahu apakah semua dokumen2 & bukti2 sejarah itu asli. Jadi disini kta tidak usah saling gontok2an apalagi ikut2an latah alergi dengan segala nama-nama yang berkaitan dengan Majapahit. Ntar diketawain orang asing …… aduuuuh aing, jadi pabeulit pisan, kurang kerjaan apa?.

  83. #83
    gravatar

    ti baheula nepi ka jaga urang sunda moal poho kan kajadian tragedi bubat. harita pamingpin sunda percaya kan jangji jeung kahormatan hiji karajaan jawa. TONG POHO KANA TRAGEDI BUBAT. ULAH PUHO KANA TRAGEDI BUBAT

  84. #84
    gravatar

    hoeeeei…..aq orang jawa specifiknya aq dari kerajaan kediri yang kondang JAYABAYA nya, ato lbh lngkpnya JUARA LIGA UTAMA/ PERSIK…q cm nyampein aja unen-unen mbah putri aq bahwa ” jangan mariet ama orang cewek sunda katanya cewek sana ngga SETIA ……..” katanyyaaaaaaaaa siehhhhh…..,tp jujur q akui cewek sunda caem – caem cuma sayang GA SETIA ….ALias PLAYBOYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY………… hehehehehe…,…..

  85. #85
    gravatar

    he orang indonesia jangan ributin masa lalu,mulai hidup yang baru ( masa yang akan datang)kalau lihat kebelakang melulu kapan kita mau majunyah dong.sejarah boleh ajah kita pelajari tapi ambil yang baik2 ajah.diindonesia semua sama tidak ada orang sunda,orang jawa,orang padang,orang irinjaya.semua dalam kesatuuan indonesia,pantes negara kita tdk maju2 karena orang2 selalumelihat kebelakang melulu.

  86. #86
    gravatar

    Waaah Jay, apa kabar nih? Rupanya ramai juga di sini? Banyak ragam opininya dan lebih panas, tetapi bukankah itu bagian dari kekayaan keberagaman?
    Kayaknya sudah waktunya memberi kesempatan pada pengiklan Jay!
    Ha ha ha ! Sampai ketemu bedah buku di Bandung, yang dari kemarin batal melulu

  87. #87
    gravatar

    [...] Kisah yang bisa dikatakan singkat ini diolah oleh LKH menjadi satu rantaian cerita dari ketiga buku sebelumnya. Dengan keterbatasan sumber-sumber sejarah LKH mengolah karakter tokoh-tokoh sejarah yang terlibat, dan tentunya memasukkan karakter fiksi agar cerita lebih menarik dan komprehensif. Satu poin yang sangat dicermati adalah faktor emosional cerita. LKH tak ingin alur ceritanya terlalu emosional seperti yang dibuat oleh Hermawan Aksan. [...]

  88. #88
    gravatar

    Yang jadi masalah sekarang buat sayah …. orang Sunda di reken tukang Nyandung .. ( teu nyambung nya ) … hehehehe poko na mah Bhineka Ika lah. Mau Sunda mau Jawa mau Palembang mau Kalimanatan … Mau Makasar mau Papua nu penting kita bisa membangun Negara Indonesia Nusantara tercinta ( Cag Ah )

  89. #89
    gravatar

    UNTUK SEMUA PEMIRSA YANG KIRIM EMAIL KE JAY ADALAH YULIAN SUKU YANG ADA DI INDONESIA (SUNDA,JAWA,PALEMBANG,LAMPUNG DLL) SEMUANYA BERWUJUD MANUSIA SEUTUHNYA,MAKHLUK TUHAN YANG DIBERI AKAL DAN PIKIRINNYA DAN DIBERI PERASAAN.
    YANG JADI MASALAH SEKARANG BUKAN MELULU LIHAT SEJARAH JUTAAN TAHUN YANG SILAM TAPI LIHAT KEDEPAN MASA YANG AKAN DATANG APAKAH ANAK, ISTRI DAN CUCU KITA MASIH MAKAN DENGAN LAYAK (NASI DAN LAUK PAUKNYA) DAN MENDAPATKAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN YANG LAYAK NORMAL. don’t be stupid!!!!!!!!!!!!!!!!
    Catatan :
    Untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak dan istri sudah kerepotan (minim),urusan suku/ras di gedein, dasar ………..

  90. #90
    gravatar

    #90: Yes, you, don’t be stupid!

  91. #91
    gravatar

    hmm, tpi isi topik blog yg ini seru jg ya??? jdi inget… nyokapku org Sunda, bokap org Sunda-Minang (paternal grandpa = Sunda, paternal grandma = Minang), so aq jg org Sunda lahh (mlh aq msh punya silsilah keluarga dr bokap yg nama2 ancestor-ku ada di bbrapa topik lain di blog ini *peace*)… aq baru kuliah smester 1, tpi dri msh skolah dulu (plg ngga seingetku ya pas SMP) udah dcritain ttg crita Diah Pitaloka-Gajah Mada-Hayam Wuruk itu… malah sk dibilangin sm ortu untuk hati2 ama org Jawa (tmenan blh, tpi ttp hati2), klo soal nikah ga da masalah coz versi yg ortu critain tu cowo Sunda g boleh nikah ama cewe Jawa. katanya, klo ada masalah ato sumthin gtu, orang Jawa dri luar c emg baik2 aja, tpi d blakangnya hati2 aja, bs “nusuk” dr blakang…

    yg lucu pas aq mo kuliah… aq dtrima d slh 1 universitas d Jogja. nahh, awalnya ortu rda bimbang antara ngizinin aq kuliah dsana ato ngga. akhirnya diizinin c, cuma papa smpt nyeletuk, katanya klo seandainya kakekku masih hidup, mungkin aq ga bakal diizinin kuliah k Jogja.

    however, pas tau aq org Sunda, ada tmen kuliahku cowo org Jawa nanya emg knapa org Sunda ga boleh nikah ama org Jawa… dya tmen 1 angkatanku lohh, brarti baru kuliah juga!!! dan ortunya ngelarang dya nyari jodoh org Sunda. truss, tmen sebangkuku pas SMA, orang Jawa, juga prnh ngobrol2 sama aq ttg org Jawa ga boleh nikah ama org Sunda; ortunya juga ngelarang dya n dya bilang kata ortunya org Sunda lbih rendah dri org Jawa. tpi kk tmen sbangkuku ini g trlalu ngedengerin omongan ortu tmenku, jdi tmen sbangkuku itu punya kakak ipar org Sunda…

    kayanya c crita perangnya rda bener d, smpe skarang masiiih aja dcritain dr ortu ke anak. tpi ya mnrtku c jangan sampe qta ga bisa harmonis cm krna crita jaman baheula gini. lagian klo dipikir2, sbenernya raja2 Jawa masih kturunan Sunda kan??? we still have d same blood! n kynya ksalahan g bner2 di org Jawa deh, kynya yg salah c Gajah Mada ituuu…

    gmanapun juga, qta hrus ttp bhinneka tunggal ika. jangan sampe Indonesia pecah cuma gara2 masalah etnis ky gni

    *tambahan: tmen kuliahku, msh 1 angkatan (smester 1), dri Sumatra dibilangin ama ortunya jangan tmenan deket ama org Jawa. dan ada tmen kuliahku, org Jawa, yg sama ortunya ga trlalu dbolehin deket ama org bukan Jawa. jadiii, kynya masalah kesukuan di Indonesia, klo ga dihadapi dgn bner bs bkin Indonesia ancur d*

  92. #92
    gravatar

    Saya setuju dg sdr2 yg kita di Web Site ini yg berpikiran maju spt Geboy, Jay, Iyus ti Bdg, Lupuz, . Masuk akal jg bhw pd saat Belanda menjajah kita mrk mengarang kisah atau cerita ttg ‘Peristiwa Bubat’,untuk melicinkan tujuan ‘De Vide et Impera’-nya. Sy jg dtk percaya bhw seorang negarawan besar spt Yang Mulia Gajah Mada melakukan keputusan yg tdk populer spt itu. Jadi sy sgt setuju bhw PERISTIWA BUBAT ITU TDK PERNAH ADA. Marilah kita berpikiran ke depan. Negara ini sdg mengalami kebangkrutan: Ahlak, Moral, dan Mental. Tdk usah saling mencari kesalahan. Cukup dimulai dr diri kita masing-masing. Marilah kita berbuat yg terbaik untuk Bangsa dan Negara ini. Mestinya kita malu dong dg Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan sebentar lagi Vietnam akan melesat tinggi. Mereka bertambah maju dan beradab, sedangkan kita semakin terpuruk dan bejat. Benar jg jgn2 Manajemen Majapahit jauh lebih baik dari Manajemen RI. Buktinya mrk bertahan kl 400 th sedangkan RI belum jg 100 th sudah mau runtuh. Mari kita selamatkan negeri ini. Tdk usah mencari kambing hitam. Dan hentikanlah sentimen ras, sukuisme dll. Saya Putera Banten (katanya ada darah Sunda) tapi saya tdk pernah ngotot agar nama Pulau Jawa diganti menjadi Pulau Sunda. Orang itu itu sdh takdirnya dari sono kok, msh diributin. Kalau kita merasa tidak tinggal di Jawa marilah kita keluar dari pulau ini dan membuat Pulau Sunda. Sdh lah marilah kita berbuat sesuatu saja untuk kemajuan bangsa ini. Mangga …..

  93. #93
    gravatar

    Abdi santri ti Cinangka Serang, Banten oge, ti Mejalis Taklim Al Barokah. Setuju pisan jeung Putera Banten. Jika kita tdk menerima takdir dari Allah SWT dan sbg urang Sunda merasa risih jk dikatakan tinggal di Jawa , mangga ayuuuh kita pergi dari Jawa dan bikin pulau sendiri lalu kita beri nama Pulau Sunda. Atau kalau nggak mau repot2 kita tinggal saja di Selat Sunda He … he … he. Akui sajalah bhw kita memang tinggal di Jawa (secara geografis, gitu saja kok repot). Kpn kita mau maju kalau kita terus menerus memupuk sentimen ras spt ini. Konsep SARA dari pak Harto sebenarnya sdh sgt bagus tp kita sendiri yg merusak dan melanggarnya. Maka kita sendiri yg nantinya akan hancur. Abdi oge urang Sunda tapi sangat senang membaca sejarah2 Jawa Tengah dan Jawa Timur (Hindu + Islam)sgt menari, kondusif, dan edukatif, karena saya adalah orang yang menghargai leluhur, dan saya ingin maju. Sehingga saya selalu menghargai suku bangsa manapun.

  94. #94
    gravatar

    Abdi santri ti Cinangka Serang, Banten oge, ti Mejalis Taklim Al Barokah. Setuju pisan jeung Putera Banten. Jika kita tdk menerima takdir dari Allah SWT dan sbg urang Sunda merasa risih jk dikatakan tinggal di Jawa , mangga atuuuh kita pergi dari Jawa dan bikin pulau sendiri lalu kita beri nama Pulau Sunda. Atau kalau nggak mau repot2 kita tinggal saja di Selat Sunda He … he … he. Akui sajalah bhw kita memang tinggal di Jawa (secara geografis, gitu saja kok repot). Kpn kita mau maju kalau kita terus menerus memupuk sentimen ras spt ini. Konsep SARA dari pak Harto sebenarnya sdh sgt bagus tp kita sendiri yg merusak dan melanggarnya. Maka kita sendiri yg nantinya akan hancur. Abdi oge urang Sunda tapi sangat senang membaca sejarah2 Jawa Tengah dan Jawa Timur (Hindu + Islam) sgt menarik, kondusif, dan edukatif, bagi saya tdk ada masalah karena saya adalah orang yang menghargai leluhur, dan saya ingin maju. Sehingga saya selalu menghargai suku bangsa manapun.

  95. #95
    gravatar

    aku sebagai bangsa indonesia merasa malu sekarang. kita udah terlalu jauh kemunduran d bidang ekonomi, malah kalian semua mempersoalkan sejarah. sejarah itu masa lalu. jika kita bicara masalah perang bubat itu ga ada habisnya. itu hanya sejarah gtu? coba aq nanya ama kalian yg mempunyai suku jawa/sunda. apa yg kalian lakukan jika perang bubat itu benar& juga apa yg kalian lakukan jika perang itu memang ga ada. apa yg kalian lakukan. mau perang gtu. ………….. bodoh kalian
    …….hanya orang bodoh yg berpikir ke alur belakang. kita bukan hidup d jaman dahulu. sekarang kita hidup d jaman moderen. buat apa kita persoalkan tentang sejarah. ga ada untungnya kan. nah sekarang g mana caranya indonesia itu bia bangkit menjadi macan asia. kita harus punya ide jangan bisanya saling menjatuhkan satu sama lain. kalo bisa kita bersatu jgn pikirkan tentang jabatan aja. kita aq di pandang besar sebagai bangsa yg punya ideologi tinggi. contohnya jgn gembar_gembor aja buktikan apa yg bisa kalian lakukan dgn ucapa kalian. aq sedih negara kita tercinta semakin terpuruk d mata dunia kita semakin terbelakang jauh ketinggalan. sekarang indonesia udah berpenduduk no 4 dunia itu dah cukup untuk kita melangkah d memajukan negara kita. KITA JADIKAN INDONESIA SEBAGAI MACAN ASIA, KLO BISA SEBAGAI MACAN DUNIA ATAU SEKALIPUN PENGUASA DUNIA. NGOMONG SEJARAH ITU ADALAH ORANG YG PALING BODOH DI DUNIA? SEKARANG KITA YG BUAT SEJARAH KITA BIKIN NUKLER BIKIN PESAWAT? JGN SAMPAI KITA D PERBUDAK AMERIKA KLO PERLU KITA HAPUSKAN ISRAEL KLO PERLU HAMAS JG . DAN PERLU INGAT SEKARANG KITA SEKARANG DAH D ACAM NEGARA AUSTRALIA. KITA MAJUKAN NUKLER SEBAGAI PENGHASIL TENAGA. KITA BIKIN JET TEMPUR BIKIN RUDAL JARAH JAUH UNTUK MENJAGA STABILITAS KEDAULATAN NEGARA. KITA MAJUKAN LAPANGAN KERJA OK TRI MA KASIH SEBENERNYA MASIH BANYAK YG INGIN KUSAMPAIKAN TAPI TANGAN KU DA CAPEK MOGA KITA BISA HIDUP D JAMAN MODEREN INI BUKANYA D JAMAN MAJAPAHIT ATAUPUN JAMAN PAJAJARAN ITU SALAH BESAR KLO BISA PELAJARAN SEJARAH ITU D TIADAKAN DAN D GANTI AJA DENGAN PELAJARAN KITA MEMBUAT SEJARAH CONTAHNYA KLO JAMAN DULU ORANG BISA BUAT KERIS BISA TERBANG NAH GANTIAN SEKARANG KITA BUAT INSPIRASI GI MANA CARANYA KITA BISA TERBANG TANPA SAYAP TAPI PAKAI MESIN OK……………………..

  96. #96
    gravatar

    BODOH ORANG YG BERPIKIR KEBELAKANG BODOH BODOH BODOH ……………………………………………………………………………. INDONESIA MAMPU MAN ARIE JATIM

  97. #97
    gravatar

    Komentari 96)JANGAN NAPSU MAS..!! KALAU MEMANG ELO KAGAK SUKA DENGAN KEBUDAYAAN, SEBAIKNYA JANGAN BACA SEJARAH BANGSA ATAU KELUAR DARI SITUS INI..!??

  98. #98
    gravatar

    ASS.WBR.
    ISTANA PAJAJARAN; 04/02/1507.

    SAYA ADALAH “****”PRABU WALANG SUNGSANG/PRABU KIAN SANTANG/PRABU CAKRABUANA. PAJAJARAN. KANURAGAN.
    SAMAKAN PRESEPSI:
    1) ADA PAPARAN SUNDA KAN? ADA SUNDA BESAR DAN SUNDA KECIL. IA KAN?
    PAPARAN SUNDA BESAR DIANTARANYA PULAU JAWA. BETUL?
    (YG TDK SETUJU,MOHON BEGESER.TDK ADA PAKSAAN)
    2) MASUK KE PULAU JAWA. PERANG BUBAT. PAJAJARAN. MAJAPAHIT. SAAT ITU DITEMPAT ITU MASIH MAYORITAS AGAMA HINDU. IA KAN? JADI ANTARA BARAT/SUNDA DAN TIMUR/JAWA. PERBATASAN YA KALAU SKRG PROPINSI JABAR-JATENG. SETUJU?
    3) INI SUDAH KE INTI, RAJA PAJAJARAN PUNYA PUTRI. RAJA MAJAPAHIT LG CARI PERMAISURI. SITUASI SAAT ITU MASIH AMAN. BENARKAN?
    4)UTUSAN MAJAPAHIT MINTA RAJA PAJAJARAN DGN PUTRINYA AGAR MAU MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN DI MAJAPAHIT. SAMA2 SETUJU. JADI PRABU GARIS BAWAHI AKAN ADA ACARA PERNIKAHAN. BIAR PAJAJARAN DAN MAJAPAHIT LEBIH AKRAB,KEKELUARGAAN.
    YA NIAT BAIK. BAGUS.
    AKHIRNYA WAKTU YG TLH DITENTUKAN RAJA,PUTRI,PASUKAN PAJAJARAN BERANGKAT KE ISTANA MAJAPAHIT. OK?
    SAMPAI DITENGAH PERJALANAN DIHADANG OLEH PASUKAN MAJAPAHIT.
    SALAH PRESEPSI.MENURUT PAJAJARAN MAU MENIKAH. TAPI MENURUT PASUKAN MAJAPAHIT ITU
    ADALAH UPETI BUAT RAJA. DISINI ADA PENYIMPANGAN.KELICIKAN.KEBUSUKAN.AKHIRNYA KETERSINGGUNGAN.PERBEDAAN.
    AKHIRNYA DEMI MEMPERTAHANKAN HARGA DIRI,DARI PADA MEMBERI UPETI,
    KRN LELUHUR2 PAJAJARAN TIDAK PERNAH ADA SEBELUMNYA. WALAUUU PUN TAHU LEBIH SEDIKIT. TETAP BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN.****PERANG****
    TITAH RAJA SANGAT DIHORMATI. KRN RAJA SAAT ITU SIMBOL KEPANJANGAN DARI TUHAN. BERTEMPUR HABIS2AN. DGN JUMLAH YG JAUH DARI SEIMBANG.
    (INI CLUE KECURANGAN. MEMANG FAKTA PERANG PAJAJARAN LAWAN MAJAPAHIT.
    RAJA PAJAJARAN GUGUR.PUTERI BUNUH DIRI. ITULAH YANG DIBESAR-BESARKAN.TAPI PAS DIDETAILKAN, DIZOOM,DIFOKUSKAN KESANNYA DI TUTUP2I
    DAN RAJA MAJAPAHIT MURKA DENGAN PASUKANNYA. KHUSUSNYA DGN PATIHNYA.YG BERAMBISI MENYATUKAN NUSANTARA.**(SEANDAINYA PRABU ADA DI SINI. FAIGHT HOBINYA PRABU,TP UTK PENYEBARAN AGAMA. YA KALO PERNAH TAHU CERITA PRABU SILIWANGI FAIGHT NGA MENANG. APALAGI PATIH. KRN HIDUP ADA TATANAN.YA YG PENTING NIAT KITA KEBAIKAN.YA AKU PADA ZAMANKU PEMUDA TERSAKTI SENUSANTARA.TP BKN KRN NAFSU GELORA MUDA. BIAR NGETOP. TAPI BIAR MELURUSKAN. SEMUANYA KRN PENYEBARAN AGAMA.)**
    WAIT THE MINUTE MAN.

    PAJAJARAN TIDAK DIJAJAH OLEH MAJAPAHIT. BEGITU PULA SEBALIKNYA. HIDUP SEJAJAR. BERDAMPINGAN.
    SALING MENGHORMATI. AMAN,TENTRAM.
    RAKYAT BISA MAKAN.
    TUMBUHAN SUBUR.
    TIDAK KURANG APAPUN. DAN MAJAPAHIT ADALAH PERNAH SATU. TUA AN PAJAJARAN. TAPI JAMAN LEBIH JADUL LAGI.KALO NGEBAHAS INI. BERARTI JUDULNYA BUKAN INI. DAN LG BANJIR NIH. AKU LG PANTAU PINTU AIR DI *****. BIAR RUMAHNYA DAN KAMPUSNYA MAMA SI CIKAL BAKAL RAJA2 BANTEN NGAK KE BANJIRAN.
    (KEMBALI KE LAPTOP)
    APA MAU DIKATA,RAJA MAJAPAHIT KARENA CINTA YANG LUAR BIASA DGN KECANTIKAN PUTRI PAJAJARAN, SEDIH AKHIRNYA SAKIT DAN WAFAT. JADI ITU ADALAH CERITANYA. TETAPI YANG JADI PERMASALAHAN BUKAN DICERITANYA. MELAINKAN PENJABARANNYA/PANDANGANNYA/MENYIKAPINYA ANTARA SUNDA DAN JAWA. BICARA PULAU,INI NAMANYA PULAU JAWA.DUNIA PUN MENGAKUINYA. TETAPI ITU BARU SEPERSEKIAN PERSEN. YG TEREKSPOSE. SEMENTARA SISA PERSENTASE YG BESAR KURANG DIEKSPOSE,YAITU PAPARAN SUNDA.(PRABU CAKRABUANA BICARA DILUAR CONTACT ORANG/ SUKU.TAPI SEJARAH/HISTORI/KRONOLOGIS TTG BUMI/TANAH/PETA/LANDASAN/DARATAN). KRN PENYIMPANGAN BERARTI ANGGAPLAH AWAL PERPECAHAN. SEAKAN ADA PENGKOTAK-KOTAKAN. YA MUNGKIN MEMANG SPT ITU.SKRG DISELURUH INSTANSI PEMERINTAH/SWASTA.
    KALO # DI ATAS,MAKA KEBANYAKAN BAWAHNYA # SEMUA. KALO ADA MASALAH # MAKA DI TUTUP2IN.
    # YG BIKIN MASALAH/TROUBEL MAKER. TAPI ~ YG DIKAMBING HITAMKAN. KRN # DILINDUNGI. EHHH YG NGOMONGIN/EKSPOSE/RAME2IN #. KAN SIALAN. LEMPAR BATU SEMBUNYI TGN.YA MUNGKIN ALAM YG MARAH. BEGINI MUNGKIN AKIBATNYA.
    ITULAH YG SANGAT DISAYANGKAN KRN YG JADI BOLA API SUKU. PADAHAL MAYORITAS AGAMANYA ISLAM.
    ALLAH S.W.T KAN TETAP MELIHAT MANUSIA DARI KEIMANAN. BUKAN HARTA/SUKU/BUDAYA.
    OK.TKS YA. YANG PENTING KEBAIKAN.AMAN.MAKAN MASIH ENAK. NGOPI MSH NIKMAT. SKRG LG BANJIR KAN. PRABU MANTAU DULU. EVAKUASI.
    KALO MBAK DIAH B
    ACA N INTREST. TULIS KOMENTAR BUAT SAYA. KASIH E-MAIL ATAU YG BISA SAYA HUBUNGI. DAN YG LAIN JIKA ADA KOMENTAR SILAHKAN. INGAT KITA ADALAH SATU. TIDAK BICARA BENAR/SALAH KRN ITU HAQ SANG PENCIPTA.DAN JUGA TDK BOLEH MENYALAHKAN ORANG. KEMBALI HAL YG DIATAS.
    ISTANA PAJAJARAN
    PRABU CAKRABUANA
    WAS.WBR.

  99. #99
    gravatar

    Tetangga saya di Jawa profesinya jadi tukang bakso di daerah Sunda (entah dimana sundanya) anaknya kawin sama orang Sunda yang merantau ke Jawa yang profesinya buat dan jualan krupuk.

    Pernah saya iseng-2 tanya kenapa gak tukaran aja. Yang orang Jawa kembali dari merantau di Sunda dan buat dan jualan krupuk di Jawa, sementara yang orang sunda kembali ke Sunda dan jualan bakso.

    Jawabannya itu keunggulan komparatif. Orang jawa gak becus buat dan jualan krupuk sementara orang SUnda gak bisa buat bakso.

    Lalu kejadian unik ketika saya tinggal di Batam, saya pesan pembantu sama (agen) orang Melayu. Saya bilang saya mau yang dari Jawa, diapun dengan meyakinkan menjamin 100% jawa.
    Tetapi yang datang ternyata orang Sunda. Ketika saya komplain dia menjawab bahwa bukannya Jawa Barat itu Jawa juga. Sayapun menajwab Iya!!

    Hidup Indonesia…!!!

  100. #100
    gravatar

    itu semua khan cuma konflik antar kerajaan antara majapahit sama sunda-galuh. kenapa bisa melebar jadi konflik antar suku seh?? trus yang lebih bodoh dari ini adalah orang2 yang terpancing hasutan pihak2 yang ga rela liat indonesia bersatu…

  101. #101
    gravatar

    Mau ikut komentar dikit nih, meskipun saya bukanlah orang yang getol baca sejarah. Saya orang jawa asli bgt, tapi gede di luar Jawa alias sumatera trus pindah lagi ke pulau Jawa en kuliah di Solo. Waktu masih SMU kebetulan guru bahasa Indonesia orang Sunda, dan dia cerita gimana tuh cewek jawa yang alergi punya suami orang Sunda begitu sebaliknya, yang saya kaget ternyata budaya tersebut dipegang kuat. Syukur keluarga saya bukan termasuk Jawa kolot tapi demokratis. Yang saya heran, guru saya itu ternyata sentimen banget sama orang Jawa. Ketika di tanya saya orang apa ya saya jawab orang JAwa pak, bapak ibu asli wong Solo bahkan keluarga Ibu en embah masih turunan priyayi Jawa. Eh dia malah diem aja. Dia juga bilang kalo biasa yang korupsi itu orang Jawa dan dia ngungkit-ungkit bahwa Gajah Mada itu penjajah orang Sunda. Weleh-weleh pak, la wong saya itu juga gak kenal deket sama tuh Gajah Mada, dia bukan pak lek saya atau mbah kakung saya kok.
    Jadi saya mohon, berhati-hati dalam membaca sejarah.Sejarah itu juga bermuatan politis, siapa tahu mitos itu memang dibuat-buat sama Belanda. Sebenarnya selama saya di Sumatra saya juga pernah mendapat diskriminasi karena saya orang Jawa. Heran ya?mereka bilang Jawa itu penjajah dan banyak menduduki posisi penting di luar Jawa yang seharusnya diduduki oleh putra daerah.Heran masa sama orang sebangsa dikayak gituin sih! waktu itu saya bilang aja jangan sirik sama orang Jawa mentang-mentang lebih maju! yah agak emosi juga sih, soalnya bapak saya juga ditempatin di luar pulau Jawa.Yang unik lagi saya pernah berbincang-bincangs ama turis Jerman di Prambanan en dia bilang kalo saya itu orang Jawa, saya tanya aja dia kok tahu? meskipun saya ada di Kalasan waktu itu. Ternyata dia itu tahunya kalo orang Indonesia itu cuma Javanese and Balinese. Ya saya jelasin aja bahwa Indonesia terdiri dari bermacam suku. O ya bahkan di kamus Websternya Amerika pengakuan suku serta lingua franca di Indonesia itu cuma Javanese dan Balinese saja. Bahkan keris dimasukkan sebgai javanes’ heritage dari Indonesia. Nah, seperti itu fakta pengakuan internasional pada Indonesia, diakui atu tidak pamor Java memang sangat besar sebagai identitas orang Indonesia. Jawa memiliki banyak peninggalan bersejarah seperti Borobudur, Prambanan, keris, batik, dan bahkan pura yanga da di tanah Lot Bali itu juga dibangun oleh orang Jawa, yaitu seorang pandita dari majapahit. Jadi saya pikir percuma lah kita saling sirik-sirikkan. Lagipula kan kita hidup itu untuk masa depan bukannya kemudian mengungkit masa lalu lagi. Jadi bagi suku-suku selain Jawa, tidak perlu merasa terjajah dengan orang Jawa mari kita berkompetisi secara adil. Orang berhasil bukan ditentukan dari mana ia berasal tetapi dari kerja keras serta sikap pantang menyerah, dan memiliki jiwa ksatria, dalam artian mau mengakui kelemahan dan memperbaikinya. OK!

  102. #102
    gravatar

    su nda: suka dandan, ja wa: jelajah wilayah
    pa dang : pandai dagang, ba tak: banyak taktik

    semua suku itu sudah pernah aku singgahi dan aku kenal lebih dekat…
    banyak dari karakter orang dari masing-masing suku tersebut sesuai dengan singkatan dari nama masing-masing sukunya, dan itu bisa dimaklumi….

    jangan ciptakan perbedaan……

  103. #103
    gravatar

    UPAYA PEMALSUAN SEJARAH

    Jay dan teman2 sekalian, termasuk juga Pak Langit… saya kira diperlukan suatu bentuk kehati2an dalam menginterpretasikan sumber2 sejarah…. ada beberapa hal yg perlu saya garis bawahi, misalkan asal-usul Raden Wijaya… Dyah Lembu Tal, putra Mahisa Cempaka oleh banyak ahli sejarah diinterpretasikan sebagai LAKI-LAKI, bukan perempuan!… Dyah adalah gelar pemberian yg wajar bagi putra-putri Raja… Dyah Hayam Wuruk misalkan… adapun Lembu atau sering juga disebut Kebo (Kebo Kanigara = Lembu Kanigara) adalah nama yg umumnya diberikan untuk laki-laki pada masa itu… Menelusuri sumber2 yg digunakan, saya melihat ada kecenderungan beberapa pakar Sunda untuk memberikan interpretasi sejarah seakan2 kerajaan2 Jawa adalah keturunan dari kerajaan Sunda (seperti juga asal usul Sanjaya)… juga jumlah orang Jawa/ Sunda yg mati dalam perang bubat, tdk ada sumber sejarah valid yg memastikan hal tsb (korban G30S PKI saja tdk ada yg tahu)…

    Saya merekomendasikan bagi rekan2 yg ingin lebih mendalami sejarah untuk tidak menggali dari novel ataupun wikipedia atau sumber2 yg memiliki validitas rendah, namun dari karya2 ahli sejarah seperti Prof Dr Slamet Muljana… terlepas dari rasa hormat saya thd Pak Langit yg menurut saya novelnya enak di baca, namun sekali lagi hanyalah sebuah novel, bukan buku sejarah…

  104. #104
    gravatar

    rame banget ya…saya sih seneng aja bacanya..he3x

  105. #105
    gravatar

    Gue tinggal di bekasi, kebetulan jadi programmer menggunakan java dan javascript (java.sun.com gamelan.com) karena tinggal di sunda (bekasi) pengen juga seh mengunakan sundascript.. tapi mau pagemana lage…

  106. #106
    gravatar

    Masya Allah..
    ntar di alam kubur yang ditanya adalah masalah implementasi rukun iman dan rukun Islam-nya, bukan ditanya: kamu dari suku Jawa atau Sunda? goblok semua nih yang mengaku Muslim tapi masih fanatisme kesukuan. Nabi Muhammad saja yang beretnis Arab menyatakan bahwa tidak ada kelebihan antara orang Arab dibanding orang ‘Ajam (Non Arab). Yang membedakan setiap manusia di hadapan Allah adalah kadar ketaqwaannya, begitu lo Mas Asep dan Kang Joko..

  107. #107
    gravatar

    Saya tertarik utk mempelajari sejarah Sunda, sayangnya sejarah Sunda lebih banyak bersumber pada legenda yg diturunkan melalui tradisi oral jadi tingkat kebenarannya sangat diragukan… kita saja lihat ciung wanara, dayang sumbi, dll… saya pikir saat ini suku Sunda sedang mengalami krisis identitas karena disamping jumlahnya yg terbesar kedua setelah suku Jawa, namun kontribusinya di pentas nasional kalah dg suku lain yg jumlahnya inferior seperti Batak dan Minang… ayo suku Sunda, bangkit!! biarlah sejarah tinggal masa lalu, yg penting masa kini akan di bawa ke mana masyarakat Sunda? tidak ada gunanya memanipulasi sejarah utk meninggikan harkat kesukuan.. lihat sebagian kemiskinan di Jawa ada di tanah Sunda, dan dialami oleh suku Sunda…

  108. #108
    gravatar

    sangat seru boloh dong ikutan hex2

  109. #109
    gravatar

    salam,

    kawan-kawan, aku pingin tahu sejarah-sejarah babad tanah sunda, khususnya wilayah majalengka, mungin kawan-kawan bisa kasih info

    maturnuhun tenan pisan daah

  110. #110
    gravatar

    wah jangan terseret emosi ya . setiap jaman melahirkan generasi tersendiri. pertimbangan sesaat dan kondisi nampaknya harus diakui sebagai metodologi reformasi berfikir kakak2 ku. aku ingin ada indonesia baru tanpa dendam.

  111. #111
    gravatar

    Selama ini memang ada kesatuan antar suku di indonesia tapi apakah ini berhubungan dengan tulisan diatas jangan tanya sayaa!!!!!!
    ini semua tidak bermutu

  112. #112
    gravatar

    pantes aja om gue dari pihak istri yg sunda tea benci mampus ama orang jawa…ternyata ada dendam turun temurun dari jaman pajajaran – majapahit toh…hehehehh…kalo gue yg dari sumatera sih adem ayem ajaa…:D

  113. #113
    gravatar

    Raja Hayam Wuruk maupun Gajah Mada sama2 orang Sunda jg, sumbernya cerita “Ciung Wanara”. Eh, ketemu putri Diah Pitaloka yang cantik minta ampun, Gajah Mada kesengsem jg, namanya jg cowok normal. Selanjutnya…., ya seperti cerita2 sinetron jaman sekarang.

    Dekky

  114. #114
    gravatar

    Novel adalah ungkapan kreasi imajinasi dari sang pengarang, dan dimaksudkan untuk penghiburan diwaktu luang bagi sidang pembaca ( dan menghasilkan uang…).
    Tentunya sang pembaca jangan menganggap novel itu suatu kebenaran, nanti jadi kaya orang “jawa” yg merasa dirinya turunan tokoh wayang yg katanya paling ganteng ( turunan dari Arjuna, lewat anaknya: Abimanyu, lewat Parikesit …terus…terus… terus …. nurunkan raja2 “jawa”)…. lha kan jadi bikin mules perut.
    Tapi……. sang pengarang novelpun juga jangan sesuka hati menuangkan kreasi imajinasi ..seenak udele dhewe…, tentunya harus perpegang pada etika, dan psikologis pembaca yg datang dari multi kalangan (SARA)…(dlm hal ini Kho Ping Ho, SH Mintarja dan mungkin pengarang lain yg belum sy ketahui sangat pandai memulas konflik menjadi hal yg tidak memancing pro dan kontra SARA).
    Jangan seperti pengarang novel2 “barat” yg membuat tokoh novelnya adalah para nabi, dengan dalih kebebasan berekspresi…. sang tokoh dibentuk menyimpang (negatip) dari pakem/sejarah/kitab suci dan keyakinan umatnya…… ya…. diprotes dan difatwa mati….
    Intinya….. janganlah kebebasan berkreasi imajinasi menjadikan hancurnya tali silaturahim, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara…… OK.
    Wassalam

  115. #115
    gravatar

    Saya orang Jawa asli, tinggal di Bandung…..

    Kayaknya kecenderungan untuk mempelajari sejarah pada semua suku di Nusantara sekarang ini sedang banyak terjadi. Waktu di Jogja, aku punya komunitas diskusi sejarah antar suku. Emang sich, yang namanya harga diri kesukuan dsb merupakan perpanjangan dari ke-akuan yang mengalami “extension” perluasan menjadi aku, keluargaku, kampungku, suku-ku, bangsaku.

    Sering aku juga merasa sebel dengan rekan-rekanku orang Jawa sendiri yang memilikiJava ubber alles…..Mereka rata-rata sich mengaku merasa kedatangan “para karuhun” dari jaman Majapahit kek, Mataram Hindu kek, Mataram Islam kek dsb. Dan kalangan yang seperti itu (sukuku ubber alles) bukan hanya yang Jawa. Yang Makasar-pun juga seperti itu, namun karena tidak ada peristiwa sejarah yang membuat sakithati dengan suku Jawa, maka mereka tidak panas-panasan…..

    Masalah pamali untuk nikah dengan suku lain (misalnya, pria Sunda-wanita Jawa) pun bukan hanya terjadi pada lingkup suku….Akupun pernah disarankan putus dengan cewekku orang Jawa Timur, alasannya orang Jawa Timur itu kasar…..

    Dan perlu diingat pula bahwa pamali untuk tidak menikahi orang dari suku lainpun bukan hanya terjadi pada tingkatan suku (Jawa-Sunda, ato Sunda Minang misalnya), tapi dalam lingkup satu suku satu propinsipun ada pamali-pamali semacam itu. Aku berasal dari wilayah Kabupaten Sleman dan orang dari wilayah Kabupaten Slemanpun ada suatu pamali untuk tidak menikahi orang dari daerah Kotagedhe, karena orang Kotagedhe itu a-sosial. Bahkan di sebuah desa di perbatasan Jawa Tengah-DIY pun ada suatu pamali untuk hati-hati dengan lawan jenis seberang Kali Krasak, karena tipikalnya begini begini begini…..

    Nah, sejarah memang asyik untuk dipelajari, namun perlu diingat, dalam sejarah ada luka-luka masa lalu yang sering muncul……Saya pernah bertanya-tanya kepada diriku sendiri ketika membaca sejarah penyebaran Islam secara politis a la Demak yang menyerang pusat Kerajaan Majapahit (di bawah Brawijaya V) dan “memaksa syahadat” orang Majapahit….Aku bertanya, “Mengapa untuk menyebarkan agama Islam saja perlu membantai dan menyerang”….Bukankah dalam Islam disebutkan Laa ikraa hafid diin……

    Kalau kita membuka luka-luka masa lalu, setiap kejadian yang menyangkut Suku, Ras dan Agama dapat menyebabkan runyam permasalahan…..Namun aku setuju apabila dalam kebangsaan ini setiap suku memiliki jati diri, siapakah saya dan siapakah kami….Namun bukankah untuk menemukan jati diri itu kita tidak harus meniadakan eksistensi kelompok lain atau mencari-cari jarum dalam jerami atas kesalahan suatu tokoh yang kebetulan masuk dalam kategori suku, agama, ras tertentu …

    Memang benar, jaman kerajaan dulu sering terjadi ekspansi-ekspansi….Well, bukankah Sriwijaya dan beberapa Kerajaan di Pulau Jawa juga pernah perang-perangan, bukankah Raden Wijaya juga pernah menggunakan (baca : menipu) kekuatan tentara Tiongkok Kublai Khan untuk menghancurkan Kertenagara ????? Setelah itu tentara kerajaan Tiongkok banyak yang tercerai berai….Kalau itu di blow up, bisa juga kita bunuhin (maaf) orang-orang Tiongkok. Dan barangkali apabila di Pulau Jawa Islam ga dominan, barangkali orang-orang Arab juga akan kita kejar dan bunuhin…..

    Saya dukung saudara-saudara Sunda untuk memiliki jati diri sebagai orang Sunda, tapi apakah untuk menemukan jati-diri kita harus membuka masa lalu yang sering sekali penuh luka ???????Seharusnya kebodohan yang dilakukan Gadjah Mada (yang sering terjadi pada tokoh sejarah lain tidak terkecuali) tidak kita lakukan lagi……

    Orang harus memiliki jati diri, namun apakah harus memusuhi untuk memiliki jati diri……

    Saya banyak belajar dari kesuksesan dan kebrengsekan bangsa Amerika……Pada waktu dulu, koloni Amerika bermusuhan dengan Perancis karena koloni Amerika masih nurut ama Inggris yang waktu itu sedang tembak-tembakan dengan Perancis. Abis itu ketika koloni ingin lepas dri Inggris, tentara Perancis banyak membantu koloni (tentunya dengan sedikit sentimen). Abis itu lagi patung liberti diberikan kepada Rakyat Kontinental Amerika oleh Republik Prancis…….Karena waktu itu Perancislah satu-satunya negara Republik diantara para kolonialis…..Terus terjadi Perang Sipil antara Utara-Selatan karena berbagai isu, padahal diantara Jendral-Jendral Utara-Selatan yang berseteru pernah mengabdi pada ketigabelas koloni yang memproklamirkan kemerdekaan…..Dan akhirnya karena udah bosan gontok-gontokan sendiri akhirnya bersatu karena adanya PD I dan PD II dan Perang Dingin adanya communist sebagai one-common enemy. Nah setelah komunis runtuh dan tidak ada yang digontok lagi akhirnya gontokin semuanya……

    Uni Eropa terbentuk setelah sekian ratus tahun gontok-gontokan sendiri…..

    Nah sekarang dalam kondisi kompetisi yang udah ngga barbar lagi USA dan Uni Eropa berkompetisi….Dan barangkali Uni Eropa bersatu karena ada common enemies yang terlampau kuat, yaitu USA…..

    Nah, apakah kita perlu membuat simbol musuh bersama lagi…hehehehe, kalau kemarin-kemarin Belanda masih bisa kita jadikan kambing hitam one common enemy untuk bersatu, apakh kita perlu, misalnya “ganyang Malaysia” lagi biar punya one common-enemy, karena perlakuan terhadap TKW dan perilakunya yang arogan akhir-akhir ini ????

    Hahahahahaha….Intinya, apakah kita perlu bersilang pendapat, padahal bangsa-bangsa di dunia udah bisa “overcome” their lokal problems….Ataukah kita ingin seperti eks-Yugoslavia ???????

    Kita renungkan bersama, tidak ada untungnya ahhhh mencari jati-diri dengan mensubordinatkan SARA lain…..Kita tetap terpuruk ekonominya, secara politik udah indon (kacau), harga diri bangsa kita udah seperti anjing pesakitan……Pergilah keluar negeri kalo ga percaya, bahwa di sana tidak ada Sunda-Jawa-Minang-Batak, yang ada adalah orang yang kebetulan berasal dari suatu wilayah yang pura-pura merasa sebagai satu bangsa Nusantara yang malu akan wadah negara Indonesia….

    Renungkanlah bersama….

  116. #116
    gravatar

    Nanggepin dandang gula yang menulis…..

    ” Jay dan teman2 sekalian, termasuk juga Pak Langit… saya kira diperlukan suatu bentuk kehati2an dalam menginterpretasikan sumber2 sejarah…. ada beberapa hal yg perlu saya garis bawahi, misalkan asal-usul Raden Wijaya… Dyah Lembu Tal, putra Mahisa Cempaka oleh banyak ahli sejarah diinterpretasikan sebagai LAKI-LAKI, bukan perempuan!… Dyah adalah gelar pemberian yg wajar bagi putra-putri Raja… Dyah Hayam Wuruk misalkan… adapun Lembu atau sering juga disebut Kebo (Kebo Kanigara = Lembu Kanigara) adalah nama yg umumnya diberikan untuk laki-laki pada masa itu… Menelusuri sumber2 yg digunakan, saya melihat ada kecenderungan beberapa pakar Sunda untuk memberikan interpretasi sejarah seakan2 kerajaan2 Jawa adalah keturunan dari kerajaan Sunda (seperti juga asal usul Sanjaya)… ”

    Lha, what do we expect Mas, kalo jaman dulu emang tidak ada Tembok Berlin antara Jawa Tengah dan Jawa Barat…..Jadi pernikahan antar “kasta Ksatriya” emang biasa terjadi. Perlu diinget bahwa mindset yang ada jaman baheula berbeda dengan mindset jaman sekarang….Lebih terhormat menikahkan putra Raja wilayah Barat misalnya dengan putra Raja dari Timur daripada nikahin putra Raja dari kasta weisya maupun sudra dari kerajaan yang sama, do you agree ?

    Dan jumlah kasta Ksatriya dalam satu wilayah Nusantarapun terbatas…..Maka wajar kalo putra dari Raja dari Kerajaan dari bagian barat Pulau kita ini (yang kebetulan disebut Jawa) dinikahkan misalnya dengan Putri dari Kerajaan Swarna Bhumi (orang sering sebut Sumatra barangkali….)…..Karena dalam pandangan para Ksatriya darah itu bisa mempengaruhi mindset sudut pandang….Dan ini berlaku pada sistem kerajaan dimanapun di muka bumi….Dan wajar pula kalau penyebutan nama-namanyapun menjadi berbeda-beda karena perbedaan logat maupun dialek…..

    Nama Muhammad misalnya, dalam aksara Arabnya ya standar mim-ha-mim-mim-dal, tapi transliterasinya akan berbeda-beda, bisa menjadi Muhammad, Mohamed, Mehmet, Mohamad dsb sesuai dengan mother tongue transliterasi……

    Kalau Pak Langit menggunakan sumber sejarah dari literatur Sunda, jelas dong tarnsliterasi maupun penamaan, gelar dsb menggunakan cita rasa Sunda….Kalo yang nulis sumber Sejarah dari literatur Jawa, maka wajar yang keluar adalah nama-namanya ga asing bagi orang yang sudah terbiasa mendengar dan berucap dengan bahasa Jawa…..

    Kalau masalah legenda, aku sendiri sebagai orang Jawa yang tertarik dengan sejarah Sunda maupun Jawa melihat bahwasanya sejarah-sejarah tidak biosa lepas dari mitos dazn legenda, karena itu adalah salah satu cara agar ada keterkaitan antara jagad mikrokosmis dan makrokosmis sekumpulan orang pada suatu wilayah tertentu, serta cara untuk membuat agar rakyat meyakini dan mengikuti para Raja/Ksatriya, karena struktur sistem Kerajaan memang seperti itu…..Itupun juga terdapat di sistem Kerajaan manapun di seluruh dunia pada saatnya dulu…..Bahkan raja-raja/penakluk seperti Iskandar Agung, Gengis Khan bahkan yang bengis seperti Timur Leng juga dibuat cerita-cerita agar bangsa-bawahan bisa menikuti perintah sang conquestador….

    Di Eropapun masih banyak mitos, legenda dsb yang ada dalam cerita rakyat mereka. Misalnya, Lord of the Rings yang menerangkan asal-usul jagad dan manusia……

    Kembali ke masalah asal-usul, saya kira adalah sah-sah saja ketika orang Sunda mengatakan bahwa Sanjaya adalah juga berdarah raja-raja dari wilayah bagian barat Pulau ini. Seperti halnya wajar pula bahwa kalau kita katakan Kerajaan Jogja juga berdarah Demak, dan juga kalau ditarik juga berdarah Sunda juga….hehehehe

    Sultan Trenggono memiliki putri yang dinikahkan dengan Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) yang kemudian memboyong tahta Demak ke Pajang. Jaka Tingkir adalah anak dari Ki Kebo Kenongo, yang dititipkan ke Ki Ageng Tingkir karena Ki Kebo Kenongo mengalah atas penangkapan yang dilakukan oleh Jakfar Shodiq (Sunan Kudus). Ada pula yang mengatakan bahwa Ki Kebo Kenongo itu kalah (bias sejarah, tergantung versi mana yang dipakai). Nah anak Sultan Hadiwijoyo bernama Pangeran Benowo. Benowo lebih suka bertapa daripada memerintah, hal ini yang menjadikan Pajang lemah dan pindah ke Mentaok (Kotagedhe) dan menjadi Mataram Islam dengan Raja definitif Panembahan Senopati. Ada versi lain yang mengatakan bahwa Panembahan Senopati adu kesaktian dengan Hadiwijoyo sehingga harus rela kekuasaan pindah ke Mentaok….Keturunan dari Benowo dinikahkan dengan Mas Jolang (anak Panembahan Senopati) dan lahirlah Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung….

    Raja Mataram ini memiliki ambisi untuk menyatukan Pulau ini. Dan penyatuan ini ternyata menimbulkan friksi (sebagaimana penaklukan-penaklukan lain di era kerajaan) di wilayah bagian Barat Pulau ini….Ia memang militeristis, sehingga kebijakan-kebijakannya menimbulkan pemberontakan di wilayah yang dahulu disebut Sumedang Larang…..dst

    So you see, penaklukan-penaklukan jaman dahulu merupakan suatu bentuk penyatuan….Standar jaman dahulu memang harus dibedakan dengan standar jaman sekarang…..Dimanapun di dunia ini pada jaman baheula, sistem penaklukan ala kerajaan terjadi, termasuk Rajendra Cola dari India, Kublai Khan ketika mengirimkan Meng Chi ke Kertanegara untuk meminta tanda takluk tetapi dipotong telinganya. Karena perkembangan peta kerajaan berubah dengan adanya Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit, Kublai Khan salah kirim. Nampaknya salah kirim ini digunakan oleh Wijaya untuk menyerang kerajaan Gelang-gelang. Pasukan yang seharusnya untuk menghukum raja di Jawa-dwipa bernama Kertanegara dialihkan untuk menghancurkan lawan-lawan Wijaya….

    No big deal, itulah sejarah…..

    Seperti halnya ketika kerajaan Banten dan Padjajaran bersaing untuk menguasai Sunda Kelapa dengan satu pihak meminta bantuan Portugis……

    Itulah peta sejarah masa lalu, lengkap dengan mitos-mitos dan legenda…..
    Kalau di Sunda Sultan Agung adalah Saddam Hussein masa lalu, di wilayah Jogja-Solo-Semarang, ia adalah patron perjuangan melawan VOC berikut mitos-mitos kesaktian-kesakitannya……

    No big deal, itulah sejarah……

    “Dalam sejarah terdapat kesalinghubungan antar berbagai kejadian, tokoh dan tempat. Namun bagaimana kita melihat kesalinghubungan itulah akan menentukan bagaimana kita melihat dunia yang kita diami sekarang dan melihat masa depan kita bersama….”

    Sebagai insan yang menyukai sejarah, saya angkat topi dengan Kerajaan-kerajaan Sunda yang masih eksis dari suatu kekuasaan luar (Majapahit), tentunya apabila kita melihat Majapahit adalah di luar konstelasi ke-Sunda-an…..(Tapi bukankah sumber dari tatar Sunda mengatakan bahwa Raja Majapahit I Raden Wijaya adalah keturunan Sunda), jadi permasalahannya bukan they’re Sunda and we’re Java maupun sebaliknya We’re Sunda and They’re Java, tapi lebih kepada unsur-unsur politis masa lalu……Yang juga terjadi dalam kerajaan maupun antar kerajaan yang masih dalam kategori satu suku (kalau memang jaman dulu udah ada istilah suku)….

    Tapi itulah yang terjadi, sehingga sekarang dengan bekal referensi yang ada bagaimana kita melihat kesalinghubungan masa lalu, sehingga kita sadar bahwa sistem penyatuan menggunakan model kerajaan atau mengagung-agungkan sistem kerajaan masa lalu dengan sistem autoritarian dapat menyebabkan luka sejarah pada masyarakat yang ditaklukkan……

    Salam Kenal dan Damaik

  117. #117
    gravatar

    Jadi pengen ikutan…

    Baru-baru ini tertarik dengan Dyah Pitaloka, tapi sy bukan baca bukunya Hermawan,,saya baca bukunya Tasaro (Trilogi Pitaloka) buku pertama judulnya Cahaya..
    Karena tertarik buangeD jadinya saya, beli buku Gajah Mada yang Perang Bubat.
    Komentar2 disini jadi beragam ya………….tentang pamalinya urang Sunda nikah dgn orang Jawa saya juga denger, ternyata karena Bubat ini ya?!
    Menarik..menarik…
    Oia, saya Urang Sunda….

  118. #118
    gravatar

    mewakili paman patih Gajah mada
    saya minta maap sebesar-besarnya buat orang sunda ya
    terutama sodara-sodaranya prabu linggabuana

  119. #119
    gravatar

    saya lebih seneng bukunya pak Langit (Gajah Mada – perang Bubat)…..terserah yang lain mau ndak seneng..he.he

  120. #120
    gravatar

    aku pingin tau babatan tanah pasundan karna aku masih ada/ asli darah pasunndan di ciamis.:::: siapa yang mau kasi aku buku babatan tanah pasundan:::::

  121. #121
    gravatar

    aku sebagai orang Ciamis asli 100%, mengomentari tentang kerajaan Majapahit sangat tidak berprikemanusiaan dan semena-mena, aplagi bahwa pendiri Majapahit adalah keturunan dari Raja2 Padjadjaran yang jelas berarti turunan Sunda………

  122. #122
    gravatar

    Sok lach berdebat sing panjang. Kalo menurut saya mah, si Hayam Wuruk teh ditipu gajah mada yang karuhunnya om liem tea. Terus sebenarnya mah siapa sich yang butuh Indonesia. Justru Indonesia yang butuh urang sunda.Tanpa urang sunda ga akan ada lagi Indonesia. Bener teuuuuuuu!

  123. #123
    gravatar

    gajahmada patih arogan dan pecundang kok sempet2nya kabur, hayam wuruk tak punya pendirian mudah d hasut s gajahmada… salut buat para raja-raja karuhun sunda…

  124. #124
    gravatar

    Kami mah teu ngarti naon nu di caritakeun nyaneh teh LANGIT, kalah jiga bodor lah. Sigana hayang payu buku jadi wae nyieun carita siga bobodoran si cepot. Coba wae ku nyaraneh baca…ANEEH euy.
    Tadina mah sugah jeung sugan aya laratan ngeunaan sajarah nu BENER ari heg teh BODORAN, LUDRUK, DAGELAN…hanjakal kami maca euymahal-mahal euweuh manfaatna keur kami siga maca komik SINCHAN

  125. #125
    gravatar

    kami mah teu ngarti naon nu dicaritakeun ku nyaneh teh LANGIT, ulah ngan hayang payu buku terus nagjieun DONGENG BOBODORAN siga kitu pokona ANEH ceuk kami mah, coba wae ku nyaraneh baca….ANEEH. Tadina kami hayang meunang laratan sajarah nu BENER tapi nu aya DAGELAN, BODORAN CEPOT, LUDRUK, mahal-mahal meuli euweuh manfaat pisan. ROMAN PICISAN ceuk DEWA mah siga maca komik SINCHAN lah.

  126. #126
    gravatar

    kang nettafahad……………..
    iraha bade ka kebon raya deui?enak tah jeng ngaleungitkeun streeeeeeees hahihuho.
    APAPUN DAERAHNYA MOTTONYA HIDUP KI SUNDA

  127. #127
    gravatar

    Gajah naon anu sukuna dua?
    taluk? Gajah Mada!

    Hayam naon anu sukuna dua?

    salah!
    hayam biasa oge DUA…!!!

  128. #128
    gravatar

    belajar..semua negara2 maju juga pernah mengalami perang saudara…

  129. #129
    gravatar

    selama ini sejarah bangsa sunda ditipu oleh bangsa jawa

  130. #130
    gravatar

    Heuheuheuy……………..janten hoyong ngiringan, yeuh….
    Namanya juga Sejarah……itu teh modal psikologis bagi kita untuk maju. Atuh kalau tahu nini-moyang baheula punya wibawa yang hebat dan masyhur, ka urangna ge pasti terrr’motipasi’ (kan ceuk urang Sunda mah “V” dibaca “P”, heuheuy deudeuh). Nyang merasa orang Jawa nya manggaaa bangga sama Majapahit, Mataram, Kediri, terus dijadiin ‘motipasi’ untuk kemajuan mereka. Nyang merasa Batak nya manggaaaa kitu oge. Jadi marilah kita jadikan sebagai alat pendorong untuk kemajuan kita.
    Kang Jay bisaan lah ngadamel blog anu rame siga kieu. Abdi mah salut & mendukung, diantos pacariosan sajarah berikutna.
    Permiossssss.

  131. #131
    gravatar

    Ayah gue keturunan mataram jawa, ibu gue keturunan Arab-Sunda-Jawa, dulu pacar gue ada yang asli Sunda, ada yang Cina-Batak, ada yang asli Jawa, ada yang asli Palembang. Pokoknya ga usah milih2, yang penting cinta, masa bodo dengan kesalahan masa lalu orang lain, ga ingin mengulang… Lagian Kalo Ga salah Hayam Wuruk tu Asli Sunda, Gajahmada asli Mongolia dan konon orang2 melayu tu asalnya dari mongolia..

  132. #132
    gravatar

    Tapi buktinye para pejabat swasta dan pemerintah dari darah orang sunda banyak nyang GOUBLOOOKG..!!

  133. #133
    gravatar

    orang jawa apalagi dah goblog, egois banget, jelek iduuuuuuuuuuuuup lagi

  134. #134
    gravatar

    waduh….kenapa harus saling mencela sich. sejarah terjadi di masa lampau, yang lalu biarlah berlalu.jadikan ini semua pelajaran, bukan menjadi bumerang untuk saling menghancurkan.kalo dulu sunda dan jawa bermusuhan,sudah saatnya mereka saling berpegang tangan.indonesia tidak hanya terdiri dari jawa dan sunda,so…sudah jadi tanggung jawab kita untuk indonesia,bukan hanya untuk jawa atau sunda.:D

  135. #135
    gravatar

    huiy… ramainya. Dah sana cuci kaki ambil bantal. Inang nak terusin critanyo. Maka… di suatu hari yang cerah… Pangeran Hayam Wuruk yang gagah dan tampan dengan iring-iringan kuda putih perkasa mengunjungi pesanggrahan tuan puteri Dyah Pitaloka Citraresmi di Bubat (Ceritanya hari itu Gajah Muda cuti tahunan). Dyah Pitaloka didampingi ayahanda tercinta Raja Linggabuana dan permaisuri menyambut dengan hati gembira. Semua pengiring bersorak sorai tak ada seorangpun membawa senjata.
    Singkat cerita esoknya diadakan pesta pernikahan besar-besaran di kerajaan Majapahit. Dyah dengan ayunya bersanding dengan Raja Hayam Wuruk yang tampan. Dengan restu para orangtua dan suka cita rakyatnya… Maka berbahagialah sepasang raja dan permaisuri ini selama-lamanya…
    Gajah mada selesai cuti 2 minggu kemudian. Dia menyalami raja dan permaisurinya. Tampak ia ikut berbahagia. Dia yakin dengan pernikahan ini sunda lebih mudah bersatu kedalam nusantara seperti sekarang ini…..
    Dah… crita abis jangan berantem lagi.

  136. #136
    gravatar

    putri-putri lu kira sejarah hanya cerita ehm pikiran yang bodoh

    gimana kalo yang diperdebatin mitosnya perseteruan padang ma batak apa lu rela itu di sebut dongeng belaka, pikir dong………….

  137. #137
    gravatar

    ehm kebetulan gw jawa asli meski udah lama tinggal jauh di sebrang. Tp gw memang kurang setuju kalo berdebat soal suku. Dalam cerita ini gw berdiri sebagai simpatisan Dyah Pitaloka (bener…). Dan gw sering ngebayangin kalo hari itu Eneng dan Kang Hayam jadi nikah pasti sejarahnya berbeda. Tapi yang terjadi biarlah terjadi. Kalo bisa pengorbanan mereka di perang bubat ini kita jadikan semangat persatuan antar suku di nusantara ini.

  138. #138
    gravatar

    aku baca gajahmada:perang bubat dari lkh. bagus juga sih, kecurangan gajahmada ditutupi (mungkin demi menghargai keperkasaannya). aku setuju, harmonisasi suku (jawa-sunda) harusnya tidak terkait bubat atau apapun (apalagi dulunya juga masih sedarah katanya).
    tapi sangat sayang, lkh terlalu merendahkan harkat CITRARESMI yang minta dinodai kehormatannya (paragrafnya diulang 2 kali, meskipun dengen tokoh yang diakui lkh sebagai fiktif). ini namanya PENGHINAAN lkh (orang jawa) terhadap wanita (sunda). sangat kontraproduktif dengan upaya harmonisasi suku.

    oh ya! aku dari sisi selatan paling pojok sukabumi, UJUNG GENTENG. katanya masih teureuh ti SUNDA GALUH (kahayang kalieee)

  139. #139
    gravatar

    Saya prihatin dengan perkembangan dunia informasi saat ini. Bagaimana mungkin nama Lembu Tal, yang merupakan nama laki-laki, muncul di berbagai website sebagai nama ibu dari Raden Wijaya. Lembu, seperti juga Kebo, Mahisa dan Gajah, biasa dipakai oleh laki-laki Jawa di jaman Singasari-Majapahit.

    Dalam silsilah Raden Wijaya yang saya pelajari waktu SMP dulu Lembu Tal memang menurunkan Raden Wijaya. Entah bagaimana di berbagai website sekarang ini tiba-tiba disebut Dyah Lembu Tal adalah putri Singasari, ibu Raden Wijaya, istri Rakeyan Jayadarma. Dyah pada jaman itu bukan monopoli nama perempuan, itu gelaran buat kaum bangsawan, yang laki-laki misalnya Dyah Ranawijaya dan Dyah Kertawijaya. Dalam bahasa sanskrit, kata teman saya yang dari India, Dyah itu berarti sesuatu yang powerful.

    Mungkin suatu hari nanti giliran anak cucu saya akan terperanjat. Kenapa? Karena nanti mungkin akan ada yang menulis Gajah Mada sebagai Panglima Wanita yang perkasa dan dengan gembira menyebarluaskannya.

  140. #140
    gravatar

    adalah BENAR bahwa Raden Wijaya adalah anak dari Dyah Lembu Tal,
    dan BENAR bahwa Dyah Lembu Tal adalah putri kerajaan Singasari, keturunan dari Ken Arok.
    Raden Wijaya (yg kelak jadi Raja Majapahit) adalah anak hasil perkawinan antara Dyah Lembu Tal dengan Raja Sunda-Galuh.

    dan dengan demikian, secara tidak langsung berarti bahwa:
    Raja Sunda-Galuh adalah menantu dari Raja Singasari.

    SUNDAisme mungkin bisa aja membanggakan bahwa Raja Majapahit (Raden Wijaya) adalah keturunan dari Raja Sunda Galuh,
    tapi bagi saya yg lebih membanggakan lagi adalah bahwa Raden Wijaya memang sudah dari sononya keturunan darah biru dari Raja Singasari, sebuah kerajaan di Jawa yg juga fenomenal, dan memang pantas untuk pulang kampung kembali, utk kemudian membangun kerajaan besar dan bersejarah, menjadi Raja Majapahit.

    saya benar-benar bangga!!

    Raden Wijaya harusnya menjadi putra mahkota yg akan menggantikan Raja Sunda-Galuh, tapi kayaknya Raden Wijaya punya pertimbangan sendiri..
    mungkin dalam bahasa masa kini, dia bilang.. Najis bo’..

  141. #141
    gravatar

    Udah telat banget ya mau kasi komentar???
    Saya ga peduli mau saya orang jawa, madura, aceh apapun…. saya orang indonesia. Sentimen etnis seperti ini masih saja terjadi di negara ini. konyol…udah ga jaman. kita menilai orang madura, katanya begini, orang betawi katanya begitu, orang tionghoa begini dst….dst… menilai dengan stereotype yang belum tentu benar. Hanya menilai satu atau beberapa orang dari etnis tertentu lalu kita mengeneralisasi keseluruhan orang etnis tersebut. Lalu bagaimana stereotype orang Indonesia sendiri?? Malas dan tukang ngaret atau teroris dan koruptor??? Begitu juga negara lain akan membuat stereotype terhadap bangsa kita.
    Kalau dendam beratus tahun lalu yang menjalani kan nenek moyang kita bukan kita. Untuk apa hal tersebut justru memicu sentimen etnis. Sejarah adalah untuk kita berkaca pada masa lalu, memetik pelajaran yang baik dan dari kesalahan-kesalahan masa lalu dilakukan perbaikan untuk pembangunan di masa sekarang. Kalau orang yang masih mengungkit-ungkit dendam masa lalu, sama saja masih hidup di jaman peradaban kuno atau kolot.
    Eh maaf ya… kalau terlalu kasar.

  142. #142
    gravatar

    Sebetulnya ada persamaan antara kerajaan Jawa (Majapahit) dan kerajaan Sunda (Pajajaran), yaitu: sama-sama minta bantuan asing (Portugis) yang bercokol di Malaka dalam menghadapi kekuatan kesultanan Demak karena takut diislamkan total. Koq gitu ya?

  143. #143
    gravatar

    ngapain pada ngributin pepesan kosong.
    saya orang jawa asli telanjur punya istri orang jawa, padahal cewe sunda cakep-cakep lho.
    Tapi tetangga saya yang yang jawa istrinya sunda koq istrinya nyeleweng, apa emang gitu ya orang sunda

  144. #144
    gravatar

    Punten Kang Jay…

    kenal sama kang Hermawan Aksan gak ?
    tlg sampaikan kepada beliau, saya mo protes nih, kok sekarang judul bukunya dirubah ya, dari : “Dyah Pitaloka – Senja Di Langit Majapahit”
    menjadi “Dyah Pitaloka – Korban Ambisi Politik Gajah Mada”. jadi mengecilkan sang Ratna Citraresmi sebagai tokoh sentral buku tsb.

  145. #145
    gravatar

    ikutan ach…..ane pengen ikut nimbrung kang, udah mendarah daging bagi orang sunda untuk selalu berbeda dengan orang jawa, anadikan bisa sustu saat nanti akan berbeda pendapat dan pemahaman, soalnya beda belangkon, kalo jawa di belakang, hati2x di belakangnya jawa jahat.
    kang saya ingin tahu cerita atau riwayat pangeran jaya lelana tolong dong kalo akang mengetahui minta keterangannya. makasih kang.

  146. #146
    gravatar

    Saya keturunan Bangsawan Madura, dan Sunda, dan saya dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan budaya Madura, walaupun saya tinggal dijawa Surabaya tepatnya, saya tidk pandai bahasa jawa juga bahasa sunda, yang saya tahu anya bahasa Indonesia dan bahasa Madura.
    Ada di Surabaya saya tidak pernah merasakan diskriminasi, walau konon orang sunda dan madura mendapat perlakuan yang beda, eh ternyata surabaya itu ramah, sekali dua kali saya tanyakan pada mereka… jawabnya ? eh kita ini sudah merdeka, Bhineka Tungal Ika lah… jangan diributkan masalah-masalah rese begitu , ingat tuh wawasan kebangsaan, masa lalu diingat masa kini disikapi masa depan diperjuangkan, dan saya sih belum baca tuh novel… lagian novel itu khan tidak dapat dijadikan sumber sejarah..setahu saya R. Wijaya itu anak Lembu Tal atau Dyah Lembu Tal , Dyah merupakan sebutan bagi seorang pangeran ( pada jaman itu, misalnya Dyah Ranawijaya, Dyah Harjuna, Dyah Ayu… dsb, sedangkan Lembu pada jaman itu nama hewan sering dipakai sebagai julukan seseorang, semakin besar binatang semakin tinggi kedudukan orang tersebut dan sebaliknya, misalnya Kebo Anabrang, Lembu Tal, Lembu Sora, Tikus Jinada, dan Ingat Lembu Tal itu laki-laki bukan perempuan salah seorang keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes yang mempunyai anak Mahisa Wong Ateleng ( Mahisa = Mahesa = Sapi )Mahisa Campaka, Mengenai Gajah Mada disebutkan berasal dari daerah Lamongan ( ada daerah Kecamatan yang bernama Modo ) dan kakak Kandung Gajah Mada di Kuburkan di Kampung Kedondong Surabaya, dan GM dibesarkan di Daerah Supit Urang Kota Malang sebelah Timur,tempat oertapaannya di Sebut Mada karipura, tapi itu tidak tercatat dalam sejarah,
    saya punya saudara yang cewek orang jawa asli yang cowok orang sunda sekarang anaknya 3 bahagia tuh, dan teman saya sebaliknya cowoknya jawa ceweknya sunda cucunya 7 bahagia juga tuh , bahkah suami istri sama-2 jawa, atau sama-2 sunda berantakan juga banyak eh ngelantur nih….

  147. #147
    gravatar

    Bener…. saya setuju dengan ucapan teman ” jangan berebut ppesan kosong” itu semua cuma ludrukan, dagelan, kartoloan, lenongan, mamandak, lagi pula novel, cerbung itu adalah cerita karangan seseorang dengan diberi latar belakang sejarah, terus agar ceritanya menarik diberi ramuan kisah cinta, kisah heroik, kisah yang menyedihkan, yang sama sekali sulit dipertanggung jawabkan kebenarannya, walaupun itu novel sejarah sekalipun…. misalnya kisah Bandung Bondowoso versus Roro Jonggrang dengan candi prambanannya, Sangkuriang anak situmang versus dayang sumbi yang anak raja dengan bagong dengan telaga jatiluhurnya,( ) settingnya khan sama kisah cinta tak smpai terhalang pekerjaan yang harus diselesaikan semalam sama-2 dibantu jin, artinya apa ?? budaya kita lebih banyak budaya tututr bukan budaya tulis, sehingga suatu kejadian disampaikan secara turun temurun,pasti terdapat pengurangan dan penambahan plus didalamnya ditambahkan pula adanya interest pribadi atau golongan,yang semakin lama semakin banyak tambahannya, disamping itu sejak duku bangsa kita senang dengan cerita yang terselubung ( tersembunyi )apakah mungkin manusia bisa beranak dengan binatang mungkinkah itu diselubungkan Raja Pasundan kawin dengan seorang biasa maksudnya bukan dari kalangan bangsawan, ke Arok dikatakan anak Dewa Brahma??…mungkinkah itu juga diselubungkan seorang bangsawan Tumapel(raja Kadiri)?? selingkuh dengan Ken Endek wanita desa, ingat cerita joko tarub yang kawin dengan bidadari ? mngkinkah Joko tarub sang pemuda desa kawin dengan putri bangsawan nan cantik jelita bak bidadari, joko tingkir tarung melawan buaya dalam air, ahh cerita macam tuh banyak juga di kalimantan sini, cerita tentang burung enggang juga banyak.
    Benarkah cerita tentang Dyah Pitaloka dan Palagan Bubat, seperti yang dikisahkan dalam novel itu, mengapa dalam novel itu tidak terceritakan bahwa dalam kemelut itu justru seorang adipati Wijaya dari Wengker ( Ponorogo ) yang mendesak agar diselesaikan dengan senjata, mengapa karena adipati Wijaya tidak ingin hayam wuruk kawin dengan dyah pitaloka adipati Wijaya ingin hayam wuruk kawin dengan anaknya sendiri paduka sori, politis atau apa?? kalau politik khan bukan masalah perorangan karena dalam negara yang berpolitik itu terdapat ribuan bahkan jutaan manusia, semua harus ingat….. raja-raja jawa itu khan turun temurun, berasal dari mataram kuno, keturunan sanjaya dan Sanjaya itu anak Raja Sanna kerajaannya di Jawa Barat, jadi semua berasal dari satu klan….. kenpa masalah jawa sunda koq diributkan… atau para sahabat ini kurang kerjaan ? datang aja kesalah satu dari Pulau Sunda Besar yang bernama Borneo atau Tanjungpura atayu kalimantan kita hidup berdampingan secara damai, Bhineka Tungal Ika ya jawa, sunda, banjar, Madura, Bugis, Makasar, Minang, Cina, Dayak dan sebagainya asalkan….. semua menghargai sesama , bukankah dalam agama- kita manusia mempunyai derajat yang sama, janganlah dihembus-hembus masa lalu itu, kita ingat saja jangan sampai terjadi lagi, walaupun jauh di kalimantan aku ngefan banget koq dengan persib sang pangeran biru, juga sayang sama persebaya walaupun dirundung masalah, yang saya bingung ketika persib lawan persebaya, mana yang saya dukung bingung dah, tapi kalau persija lawan mana saja saya selalu berharap persija yang kalah, dan ya

  148. #148
    gravatar

    begini saja kita gak usah ribut2 memikirkan masa lalu, yang sudah-sudahlah berlalu gak usah di ributkan terus terang saya sendiri gak jelas keturunannya soalnya Bapak saya Bekasi Ibu saya sunda banten, malah saya sendiri punya istri orang jawa tapi saya tidak di permasalahkan yang penting kita ini manusia sama2 keturunan nabi adam
    yang jadi musuh utama kita adalah iblis itu saja yang saya ingatkan sekarang berhati2lah dengan iblis selalu mencari kelengahan umat manusia menggoda dan mengahncurkan kita, dan mengadu domba berbagai macam cara.

  149. #149
    gravatar

    Guys, saya orang jogja, istri saya berdarah campuran Sunda & Bali. Kami saling menyayangi dan menghargai perbedaan. Namun kami tidak pernah mempermasalahkan sama sekali perbedaan suku kami. Alhamdulillah, keluarga saya dan keluarga istri saya juga tidak ada permasalahan sama sekali dengan sukuisme. Kami menikah dengan adat sunda tanpa ada paksaan.

    Cobalah kita semua bersikap dewasa, sejarah perlu kita pelajari sebagai alat untuk mawas diri. Bukankah sejarah merupakan pelajaran hidup yang paling berharga?

    Disisi lain kita tetap harus memikirkan masa depan. Masa depan kita, keluarga dan negara.

    Untuk meraih masa depan tersebut, kita semua harus bersatu, positif thinking, dan work hard(juga work smart).

    Sebentar lagi kita merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 62. Bagi sebuah negara, 62 tahun merupakan usia yang masih relatif muda. Marilah dengan jiwa muda dan semangat untuk maju kita lupakan segala perselisihan SARA, mari kita perbaiki bersama keterpurukan negeri ini demi untuk anak cucu kita bersama di masa depan.

    Betapa indahnya persatuan, seperti pada saat kemaren di Liga Asia di Gelora Bung Karno, semua menyanyikan Indonesia Raya saat Indonesia bertanding melawan Bahrain dan Korsel.

    Hanya ada satu, Bangsa Indonesia!

  150. #150
    gravatar

    Wah Blondo kabeh ( blondo bukan belanda juga bukan walanda ) blondo adalah ampas saat orang membuat minyak goreg buatan sendiri, atau rebut balung tanpo isi, saya sunda sejak kecil hidup di jawa timur, bapak tiri saya orang tengger katanya sih keturunan majapahit yang terdesak saat majapahit diserang demak, ibu saya sunda ayah saya asli sunda juga, saat saya usia 7 tahun ayah meninggal karena ketabrak mobil di Ciamis, kemudian ibu saya dikawin dengan bapak saya yang sekarang…. dan saya diperlakukan dengan baik bak anak sendiri sama persis pelakuannya dengan adik-adik saya( saya punya 2 adik hasil perkawinan ayah saya yang tengger dengan ibu saya) masalah sejarah masa lalu janganlah dijadikan alat untuk memecah belah NKRI, jadikan sebagai corect untuk masa mendatang, demikian juga si pengarang kalau ngarang mbok yao yang mempunyai visi persatuan jauh kedepan jangan yang aneh-aneh, mana si Dyah Pita loka matinya karena berperang lawan gajah mada, jangan mengungkit masa lalu yang dapat menimbulkabn perpecahan, sunda memang besar…. demikian juga majapahit juga merupakan kerajaan nasional ke 2 yang juga besar , tidak ada yang menghina sunda , tidak pula ada memandang kecil majapahit, julainlah yang bermental yahudi….. senengane ojokojoki wong bene tukaran gelut, ini yang mesti diwaspadai, akupun nanti kalau kawin, kalau dapat milih tidak ingin yang jawa atau yang sunda walayupun cantik-cantik dan berbudaya, saya pengin yang cina, biar pembauran semakin cepat terlaksana, atau cari para cut ( dari aceh ) juga nggak nolak koq kalau ada yang dari papua aslkan cocok, saat ini aku masih kuliah di jurusan HI di UI semester akhir, marilah kita galang per1an dan ke1an agar cita cita pendahulu kita tercapai, seoerti bungkarno yang jawa bali kawin dengan sunda, bengkulu, manado, beliahu dahulu dalam mewujudkan , mempertahankan dan mengisi republik ini, kita koq sekaerang malah cari gara-gara, iya kalau goro-goro nya wayang enak dong sebagai hiburan, wis tah cak ( istilah surabaya ) wis to cah ( udah lah ) saiyeg saekapraya,Untuk meraih masa depan tersebut, kita semua harus bersatu, positif thinking, dan work hard(juga work smart).

    Sebentar lagi kita merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 62. Bagi sebuah negara, 62 tahun merupakan usia yang masih relatif muda. Marilah dengan jiwa muda dan semangat untuk maju kita lupakan segala perselisihan SARA, mari kita perbaiki bersama keterpurukan negeri ini demi untuk anak cucu kita bersama di masa depan.

    Betapa indahnya persatuan, seperti pada saat kemaren di Liga Asia di Gelora Bung Karno, semua menyanyikan Indonesia Raya saat Indonesia bertanding melawan Bahrain dan Korsel.

    Hanya ada satu, Bangsa Indonesia
    Saya ga peduli mau saya orang jawa, madura, aceh apapun…. saya orang indonesia. Sentimen etnis seperti ini masih saja terjadi di negara ini. konyol…udah ga jaman. kita menilai orang madura, katanya begini, orang betawi katanya begitu, orang tionghoa begini dst….dst… menilai dengan stereotype yang belum tentu benar. Hanya menilai satu atau beberapa orang dari etnis tertentu lalu kita mengeneralisasi keseluruhan orang etnis tersebut. Lalu bagaimana stereotype orang Indonesia sendiri?? Malas dan tukang ngaret atau teroris dan koruptor??? Begitu juga negara lain akan membuat stereotype terhadap bangsa kita.
    Kalau dendam beratus tahun lalu yang menjalani kan nenek moyang kita bukan kita. Untuk apa hal tersebut justru memicu sentimen etnis. Sejarah adalah untuk kita berkaca pada masa lalu, memetik pelajaran yang baik dan dari kesalahan-kesalahan masa lalu dilakukan perbaikan untuk pembangunan di masa sekarang. Kalau orang yang masih mengungkit-ungkit dendam masa lalu, sama saja masih hidup di jaman peradaban kuno atau kolot.
    wis …. wis…..tak kopi paste dari pendapate wong-wong pusing dewe aku

  151. #151
    gravatar

    Itu bukan sentimen,itu namanya cinta sama dulur jeung karuhun brur…

  152. #152
    gravatar

    Kenapa ga ada nama mereka orang yang menyakiti karuhun orang sunda,karena di sunda juga banyak koq nama2 tokoh yg belum di abadikan.Ngapain pilih yang jauh kalau yang deket juga ada.

  153. #153
    gravatar

    kita mikir pembangunan bangsa aja yuk??? biar ga pada emosian.. gemana?? setuju ga??

  154. #154
    gravatar

    PENTING UNTUK KITA RENUNGKAN (TOLONG BACA SAMPAI SELESAI)

    Kerajaan Pasukan Rombongan kerajaan Sunda dibantai pasukan Majapahit. Sementara kerajaannya dibiarkan. Padahal kerajaan Sunda akhirnya runtuh setelah diserang kerajaan Islam. Jadi kenapa dendamnya sama orang Jawa?

    Mari kita lihat realitas. Gajahmada, Hayamwuruk serta Raja Sunda saat itu adalah politisi. Dalam politik kekuasaan kita tidak bisa memandang mereka sebagai orang suci. Gajahmada sebagai perdana menteri berambisi menguasai seluruh nusantara. Apakah Raja Sunda tidak menginginkan hal yang demikian? Gajahmada punya kekuatan sedangkan Kerajaan Sunda tidak mungkin berhadapan secara frontal dengan Majapahit jika ingin menguasai Nusantara. Jadi umpannya ya Dyah Pitaloka. Dengan mengawinkan Hayamwuruk dengan Pitaloka Sunda jadi bisa secara langsung berpartner dengan Majapahit. Setelah itu Raja Sunda pun mulai menanamkan pengaruh ke Hayamwuruk yang waktu itu usianya termasuk masih sangat muda untuk seorang raja dengan wilayah yang begitu besar. Jika Raja Sunda berhasil mempengaruhi Hayamwuruk berarti secara otomatis Majapahit beserta seluruh jajahannya akan masuk ke dalam genggaman raja sunda. Iya kan? Setelah prnikahan tinggal lihat aja.

    Sementara Hayamwuruk saya yakin tahu akan hal itu tetapi karena dia sangat yakin bisa menjaga pengaruhnya ke sunda sehingga mau menikahi Pitaloka agar bisa menguasai sunda secara halus.

    Jadi jelas ambisi masing2. Setelah pernikahan, tinggal siapa yang lebih kuat pengaruhnya. Sunda yang menguasai majapahit secara halus ataukah majapahit yang menguasai sunda secara halus. Tapi korbannya tetap yang jadi umpan. Yaitu Pitaloka.

    Sementara Gajahmada berspekulasi. Sasaran sudah di depan mata, tak boleh disia-siakan. Makanya langsung saja sikat……… Menurut saya Gajahmada bukan pengecut. Cara yang dilakukannya lebih jujur dibandingkan dengan cara Hayamwuruk ataupun Raja Sunda. Keduanya menjadikan Pitaloka sebagai sarana. Sedangkan Gajahmada, dengan atau tanpa Pitaloka, cepat atau lambat Sunda Pasti akan diserang juga.

    Begitulah, Hayamwuruk, Gajahmada dan Raja Sunda sendiri pukan orang polos. Masing2 punya maksud sendiri2. Maksud politis. Demi Kekuasaan. Siapapun yang menang dari ketiganya, yang pasti korbannya adalah Pitaloka.

    Hal ini tentunya tidak boleh jadi dendam kalau memang kita memang sepakat membentuk negara yang namanya Indonesia. Bahkan kerajaan Majapahitpun diluluhlantakkan oleh Raja Demak.

    Semua kejadian masa itu karena ambisi penguasa di jaman itu. Mereka bertindak apakah demi kita? Tidak. Mereka bertindak untuk kejayaan mereka sendiri.

    Kalau memang demikian, kenapa kita mesti memelihara dendam itu demi mereka?

    Yang penting sekarang adalah kita bangun Indonesia. Masa lalu adalah pelajaran bagi kita ke depan. Kisah bubat bisa terulang kapan saja dalam konteks yang berbeda. Bisa antar negara, antar keluarga, antar partai bahkan antar individu dalam sebuah pekerjaan. Pitaloka bisa bewujud perempuan, laki-laki, anak, beras, minyak, gas, emas, dan sebagainya.

    Mari kita renungkan, kita adalah bangsa yang besar. Jangan berpikiran sempit. Apalagi pikiran sempit orang2 di masa lalu.

    HIDUPLAH INDONESIA RAYA………………….

  155. #155
    gravatar

    Sori ralat dikit. Ada tertulis: Sementara Gajahmada berspekulasi.
    Yang bener: Sementara Gajahmada tak mau berspekulasi.

  156. #156
    gravatar

    Apakah Sejarah yang ada itu benar 100%, tdk ada yg tahu?????, jangan lupa apabila di dalam nya juga ada unsur politis masing-2 pihak kenapa hal itu bisa terjadi. Kita juga pernah dijajah ratusan tahun dan hal tersebut juga dapat menjadi alasan belanda untuk dapat memecah belah negara kita pada saat itu.

  157. #157
    gravatar

    Punten
    Yang pasti sejarah itu sejarah jangan diganti jadi penjarah atau disalah salahkan yang pasti telah berlalu dan sampai sekarang jadi bertambah banyak, sejarah dari tahun 1945 sampai saat ini juga banyak simpang siurnya untuk kepentingan politik
    cag kitu lah

  158. #158
    gravatar

    #140 :
    Apa sih yang elo bisa banggain dari Ken Arok? Raja perampok dan tukang ganggu bini orang, tukang mukakeun anderok ha ha ha …!!!

    Justru karena Raden Wijaya kecampuran darah orang Sunda maka dia jadi hebat begitu.

    Raden Wijaya pulang ke Jawa karena Ayahandanya Rakean Jayadarma meninggal dalam usia muda, kemudian Ibunyalah yang berinisiatif kembali ke Jawa. R Wijaya (a.k.a R. Sanggramawijaya) yang masih bocah tentu ikut ibunya. Kalau saja R. WIjaya tidak ikut pulang ke Jawa, sudah pasti dia akan menjadi Raja Sunda Galuh, menggantikan Pamannnya Ragasuci, karena dia adalah sah putra mahkota kerajaan Galuh, jika hal itu terjadi saya kira Majapahit yang elo bangga2in itu takkan pernah ada, karena Sanggramawijaya tentu akan membangun Sunda Galuh.

  159. #159
    gravatar

    Gajah mada penjahat perang sampai sekarang BURONAN
    Pasundan bukan bagian dari majapahit(orang jawa)tapi sebaliknya Pemerintah itu penakut mengungkapkan fakta sejarah sebenarnya

  160. #160
    gravatar

    Basically, buat apa sih kaya gini2 di permasalahkan, saya orang jawa, dan pacar saya kebanyakan dari bandung, saya pun kalo lebaran datangnya ke bandung bukan ke jogja, kalau memang seandainya ada permasalahan tentang perang bubat, itu kan sudah jaman kapan, bahkan nenek kita pun belum lahir, kalau dipikir kita ini satu suku, sama sama di pulau jawa, kenapa mesti saling benci, yang ada tuh kita harusnya ga suka sama belanda, yang udah ngejajah kita ratusan tahun, saya rasa sangat tidak penting sekali kita yang masih tinggal satu pulau ini saling membenci. teman – teman saya 80% sunda, bahkan saya lebih lancar bahasa sunda dari pada jawanya, dan saya lihat mereka baik2 semua, tidak ada SARA, tidak ada yang namanya ejek mengejek, kita satu suku, satu ras, bahkan mungkin satu agama, dari pada mikir soal itu, lebih baik kita pikir bagaimana cara negara kita lebih maju lagi kalau antara sesama suku saja masih bertentangan. (maaf kalau ada salah kalimat)

  161. #161
    gravatar

    saya orang sunda asli, galur murni n pernah tinggal di jogja. saya lebih tertarik menanggapi masalah perempuan sunda. waktu kuliah…kayaknya dah biasa bgt tiba2 dibecandain temen2. wah…sorry ya la, kata mamaq, aq tuh ga boleh nikah sama cewek sunda. orangnya tuh gini gini gini, n bla bla bla….bener ga sih? pffiuh….banyak banget y nanyain. klo pas tw saya kuliah jauh, sendiri n ga punya saudara sama sekali di jogja, pasti aneh. oh…ternyata ada orang sunda kyk gitu. jd, sapa y salah sbnrnya? ga blh nyalahin pr judge itu jg seh. bhn introspeksi jg. stlh saya pikir2 tnyata ada benernya jg (di lingkungan sy sendiri, maybe). jarang…banget cewek2 y sekolah. plg banter smpe smp. tpi..dandanannya keren2. wah..saya mah kalah jauh di bawah standar. so,buat para cewek sunda, gimana klo sebaiknya sekarang qta berusaha merubah citra itu, dg merubah diri qt sendiri. otreh!

  162. #162
    gravatar

    - tak ada alasan utk mnjadikan gajah mada, majapahit/ hayam wuruk mjd nama jalan.. mrk bukan pahlawan kq, apa jasa2 nya??
    - “maharaja Linggabuana melanggar tatakrama adat proses pernikahan” dari buku2 yg saya baca tak ada paparan mengenai pelanggaran oleh kakek saya (baca: mahaprabu linggabuana)… kalimat ini jelas2 fitnah.. sejahat penghianatan gajah mada & orang2 jawa di bubat

  163. #163
    gravatar

    - pernyataan sang Mojoputro sangat dangkal :
    Gajahmada sebagai perdana menteri berambisi menguasai seluruh nusantara. Apakah Raja Sunda tidak menginginkan hal yang demikian? Gajahmada punya kekuatan sedangkan Kerajaan Sunda tidak mungkin berhadapan secara frontal dengan Majapahit jika ingin menguasai Nusantara

    - Perlu diketahui: pilosofi orang sunda: lebih memilih mensejahterakan rakyat di negeri sendiri daripada meluaskan wilayah dengan menyengsarakan rakyat banyak (melalui perang dsb).
    - kerajaan sunda pertama berdiri abad ke 2 masehi (salakanagara) dan wilayahnya tetap 9tdk bertambah, tdk berkurang) sampai keruntuhannya (pajajaran) abad 17
    ini menunjukkan org sunda tdk berambisi mercusuaris dgn mengembangkan potitik invasi spt yg dilakukan majapahit, sriwijaya
    - mejapahit tidak berani mengganggu gugat kekuasaan sunda, shg saat kejayaan majapahit, sunda adl satu2 nya wilayah d nusantara yg tdk dirampas kerajaan jawa majapahit
    - saat expedisi majapahit menyerang sriwijaya-pun majapahit meminta ijin pd sunda atas kapal2 perangnya yang melalui perairan sunda
    - jelas sunda tidak lebih lemah dr majapahit
    - di bubat, saat kondisi terdesak, 93 ksatria Sunda tanpa persiapan tempur mampu membunuh 1.274 prajurit Majapahit
    - andai saja org Sunda penuh ambisi spt org jawa.. bisa dibayangkan.. untunglah org sunda Ramah & Seueur Banyol, tapi jangan coba2..

  164. #164
    gravatar

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Wah koq pada emosional ya, sepertinya kemakan SARA bahkan menjurus kepada ULTRA NASIONALIS (entah pro jawa ataupun pro sunda). Sebetulnya aku juga rada bingung menentukan apakah diri ini orang jawa, sunda atau palembang, karena Kakek dari Bapak orang Jawa dengan gelar Raden Mas dan Nenek dari Bapak berasal dari Tanah Sunda (tapi keduanya hidup rukun hingga kaken dan ninen bahkan sampai kakek almarhum) sedangkan Bapak menikah ibu yang notabene orang palembang) akhirnya bingung mau disebut SEBAGAI ORANG MANA?

    Dirumah pun, kedua orang tua bahkan kakek tidak pernah mengajarkan bahasa jawa, dus demikian juga dengan nenek tidak pernah mengajarkan bahasa sunda, ditambah dengan ibu saya juga tidak pernah mengajarkan bahasa asli palembang kepada saya (yang saya tahu hanya bahasa indonesia), namun saya juga tetap dapat menguasai ketiga bahasa daerah tersebut dengan cara BELAJAR dan MERANTAU.

    sepertinya permasalahan penyebutan SUKU hanya EGO semata seolah-olah penyebutan suku lain menjadi sub-ordinat.

    Mungkin yang sekarang menjadi fokus adalah bagaimana mengolah SDM negara ini yang sudah RUSAK MORALnya, mulai-lah dari diri sendiri. Jangan pernah melihat kesalahan orang lain, namun sebaiknya bagaimana MENATA DIRI agar MENJADI LEBIH BAIK.

  165. #165
    gravatar

    Yah, begitulah, orang kita, saling sikut antara bangsa sendiri.
    Coba liat tuh di CNN atau NHK, bahkan Aljazira, saat menayangkan ramalan cuaca seluruh dunia, maka Jakarta tidak tertayang ! Betul? Silahkan lihat sendiri. Tidak seperti Singapura/ Kualalumpur / Bangkok. India semua komplit. Apalagi negara China, hoh, sangat komplit. Artinya, Jakarta adalah kota yang tidak penting.
    Kenapa, ya itu karena banyak orang Jawa/Sunda/Minang/dll masih geger sendiri. Masalah masa lalu, 500 tahun yang lalu, yang entah betul entah tidak, masih dibuat geger. Susah memang orang kita.
    Namaku Jawa, tapi aku orang Indonesia.

  166. #166
    gravatar

    urang milu mere komentar ah. sing penting sejarah yg kelam bisa dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi, no sara..peace, walaupun kuring gagal nikah euy ama gadis semarang, mbo’e melarang anak gadisnya menikah dengan saya yang keturunan Sunda (Kesiaaan deh loe!!). tapi biarlah… yang penting peace!!!

  167. #167
    gravatar

    hoi tenang semua! mau Sunda, Majapahit, Makasar, Samudra Pasai, Banten, AYO SEMUA BERSATU!
    kita punya kerajaan baru yaitu REPUBLIK INDONESIA. Daripada ribut sesama sendiri, ayo galang kekuatan menghadapi musuh2 dari luar. Ancaman dari seberang, kerajaan Melaka ( Malaysia) saja sudah mulai menguat.

  168. #168
    gravatar

    kenapa sih sampe sekarang kesukuan masih dipermasalahin? mau suku sunda, jawa, dayak, bali, cina.. semuanya sama ajah kan?! sama2 tinggal dan berkarya di Indonesia, ya sama2 orang Indonesia..

    contoh dong Gajah Mada, di jaman dulu ajah dah sekuat tenaga membela n mempertahankan nusantara tanpa didukung teknologi yang kita punya sekarang.. ko skarang kita2 generasi baru malah pada ngoyo? gak punya kebanggaan diri..

    gimana niy sodara2 sebangsa dan setanah air semuanya? apakah kita sanggup meningkatkan rasa kebangsaan dan mempertahankan apa yang telah diperjuangkan sekian ribu taun oleh pendahulu2 kita??

  169. #169
    gravatar

    ga salah tuh ada yang nganggap gajahmada pengecut? sampai saat ini belum ada yang sehebat dia (Indonesia; hanya ada sukarno yang mendekati, dia punya senjata lidahnya/very gombal tapi ampuh), di zamannya Gajah Mada dialah panglima terbaik, pendekar terunggul, prajurit paling taktis, negarawan VISIONER, PEMIMPIN YANG BERJALAN DENGAN TUJUAN. sampai tiongkok-pun takut sama nusantara (majapahit). TAPI DIA MANUSIA YANG TANPA KEKURANGAN, god sent us the signal, no body is perfect. satu kesalahan yang tak termaafkan, sejuta jasa tak berarti bagi orang yang terluka. saya bukan jawa atau sunda. tapi SOAL BUBAT BETUL-BETUL KESALAHPAHAMAN. TAK ADA YANG PALING UNGGUL ANTARA SUNDA, JAWA, DAYAK, ACEH, MELAYU ATAU PAPUA, BUGIS DSB. Kita satu bangsa, kalau berpisah, orang lain menari TIDAK ADA KATA LAIN.

  170. #170
    gravatar

    ralat: gajahmada makhluk yang dilahirkan (pasti melekat satu KEKURANGAN DAN KELEMAHAN) tapi dia yang terbaik

  171. #171
    gravatar

    Ah..di masa lalu Majapahit ya ttp nomer 1..cm mereka blm pernah diklat manajemen pemerintahan aja..jadi ga bisa bertahan dari serbuan Demak (Jawa)..kalo perempuan Sunda mah enaknya ya cuma buat dikelonin abis..dikenthu…hehehehe…lezaatt..

  172. #172
    gravatar

    yang lain udah berlomba IT dengan negara lain, kita masih berlomba memoles sukunya sendiri-2. oe wake up man… lari oe kita udah ketinggalan kerata nih…

  173. #173
    gravatar

    yang pasti saya pria sunda mo nikah ma perempuan jawa ..doain ya biar di berkahi-Nya ..Aaamiiin

  174. #174
    gravatar

    kelak pada saatnya akan ada seseorang yang akan turun untuk pelurusan sejarah nusantara tercinta, demi masa depan dan kejayaan nusantara yang disegani seluruh negara didunia. tugas kita cari orang itu, semoga kita semua mendapat petunjuk-Nya. amin

  175. #175
    gravatar

    saudar-saudaraku sebangsa dan setanah air…
    jangan kalian ribut soal sara.. tapi pelajari sejarah ambil hikmahnya,, cari oleh kalian pesan-pesan terakhir dari para raja-raja mereka semua adalah leluhur kita…
    apa pesan terakhir dari Prabu surya kencana, prabu Siliwangi, Prabu kian Santang.. cari tahu….
    Apa pula pesan Prabu Air langga, prabu, Kertanegara, prabu Brawijaya,
    Apa pesannya untuk kita… mari kita cari tahu… buka sejarah, tanya orang-orang tua kita yang mumpuni akan sejarah bangsa ini… kalau kita mau mengkaji dan mau cari tahu kita pasti mendapat petunjuk untuk apa kita dilahirkan……

    Semoga saudaraku semua mau mengerti dan memahami demi masa depan bangsa kita ini yang digambarkan sebagai benua atlantis yang akan menjadi mercu suar dunia, mari kita berjabat tangan menyatukan semua potensi.. jayalah Indonesia raya….

  176. #176
    gravatar

    Mau nimbrung nih!
    Saya tidak punya data dan referensi sejarah yang akurat, tapi menilik lokasi perang bubat, saya harus mengerti bahwa rombongan Ayu Dyah Pitaloka statusnya adalah “tamu” bagi Majapahit. Dari manapun juga tamu/delegasi itu datangnya, kita sebagai tuan rumah wajib menerima dan menjaga keselamatannya. Itu baru namanya satria/gentleman. Kalau pada saat itu saya berada di lapangan/tegal bubat,pasti saya akan berpihak/membela untuk melindungi rombongan tamu tsb.karena mereka datang dengan maksud baik dan tanpa niat/persiapan untuk perang. Walaupun saya warga setempat/wong jowo. Bagi saya, perang-perang itu ada aturannya, sementara untuk tamu ada tatakramanya juga untuk menerimanya. Tapi itu saya, sedangkan bagi Gajahmada sebagai mahapatih tentu mempunyai visi misi dan strategi sendiri untuk kejayaan majapahit. Semalam aku nonton kupas tuntas di tv, dan bahasannya masalah ini. Semalam saya gelisah mikir kenapa kisah tragis itu mesti terjadi. Saya ikut sedih dan prihatin atas kisah itu. Sebagai individu, saya memang mempunyai kelemahan yang sangat dominan, yaitu tidak bisa menganggap bahwa sukuku lebih baik dari suku lain, dirikulebih baik dari orang lain, golonganku lebih baik dari golongan orang lain. Aku tidak bisa berpikiran seperti itu, karena kenyataannya banyak sekali orang lain, suku lain yang lebih baik, lebih menyenangkan, lebih helpful, yang gak bener ada juga sih. Maksudku, saya ingin kita menatap ke depan untuk memperbaiki rasa sentimen yang pernah ada, dengan catatan kita mau mengakui bahwa tragedy tegal bubat itu merupakan kesalahan yang harus diakui dan jangan sampai terulang lagi – terulang lagi. Satu adik iparku laki-laki dan satu lagi adik iparku perempuan, dua-duanya dari sunda, aku yang menjadi walinya saat akad nikah di Bandung. Sekarang yang merawat ibuku di Patihanrowo, Kertosono, tetangga Harmoko, adalah adik iparku yang perempuan dari Sunda. Kesimpulannya, peristiwa tragedy tegal bubat, bagi saya adalah kesalahan yang harus diakui, mohon maaf kepada semua pihak yang telah menjadi korban dan dirugikan baik secara keturunan maupun historis, dan kedepan kita harus mampu menilai orang bukan dengan cara men-generalisir. Bagi saya Jawa – Sunda – Manado – Makasar – Batak – Palembang – Bangka Belitung baik-baik semua (apalagi sekarang ada Sandra Dewi yang katanya dari Babel). OK, mari kita saling memperbaiki kekurangan yang ada, bersatu kita teguh, Indonesia Jaya. Ngomong-ngomong, dari namanya Dyah Pitaloka pasti geuleuis atuh, kayak mbak Rike. Kalo istriku baca pasti komentar, “terang aja dibela, orang cantik!!”

  177. #177
    gravatar

    Adududuh. saya mah sampe pengen nangis da baca yang pas tinggal prabu linggabuana doang yang masih kuat ngelawan gajahmada tea. ih… haturnuhun pisan kang jay. baca senja di langit majapahit jadi bikin saya tau lagi tentang sejarah sunda-jawa… Bahkan sampe bikin saya malu, orang sunda gatau sejarah bubat. duuuh..

  178. #178
    gravatar

    Duka atuh sakapeung sok lieur sorangan, mana anu bener? da sadayana oge padu ceuk eceuk wae. versi ieu jeung versi nu itu barareda. Kuring sok era sorangan mun ningali urang-urang Sunda ayeuna,geus teu daek deui ngomong basa Sunda..Gengsi meureun. Hayu urang ronjatkeun deui ajen diri urang Sunda.

  179. #179
    gravatar

    sejarah perlu dipelajari untuk diambil hikmahnya bagi kita generasi kini dan kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk masa depannya, kita ambil positipnya dari sejarah peradaban masa lalu, jangan kita ulangi kesalahan, bahkan kalau perlu kitalah yang memperbaiki, kita perkokoh persatuan dan kesatuan untuk kejayaan negara Indonesia, kita raih kemegahan, kemakmuran dan kesejahteraan melalui kerjasama kita demi masa depan Indonesia. Aku yakin kita semua adalah keturunan yg mewarisi semangat kejayaan para leluhur kita. mari kita kembalikan kejayaan kerajaan-kerajaan nusantara masa lalu yang mampu menguasai negara-negara di asia melalui kesungguhan kita dalam bekerja dan berkarya demi bangsa dan nama besar nusantara tercinta Republik Indonesia.

  180. #180
    gravatar

    Saya adalah orang sunda.Saya lahir di Bogor. Tapi sekarang saya tinggal di Malang, Jawa Timur. Saya adalah keturunan generasi ke 25 dihitung dari Prabu Pucuk Umur. Dan faktanya, Prabu Pucuk Umur adalah salah satu keturunan generasi ke 6 dihitung dari Prabu Lingga Buana. Tapi saya tidak merasa dendam kepada Patih Gajah Mada, dan saya tidak merasa benci kepada orang Jawa. Biarlah sekarang Prabu Lingga Buana di alam barzah dengan tenang. Yang penting sekarang orang Jawa dan orang Sunda bekerja sama membangun Indonesia. Kalaupun orang Sunda ingin punya jati diri, ya usahalah dengan cara yang baik dan santun. Kerja keras, apa yang bisa diberikan untuk Indonesia. Adapun untuk orang Sunda yang tidak suka pada orang Jawa, silakan ganti saja nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda. Tapi dengan cara yang etis, santun dengan bicara baik-baik kepada DPRD atau Pemda atau Lembaga Kebudayaan, dan lain-lain.

  181. #181
    gravatar

    Aku cinta kemerdekaan, tapi lebih cinta perdamaian.

  182. #182
    gravatar

    Jawa memang tidak perlu disentimenin…
    Yang harus diinget adalah Gajah Mada itu memang lancang dan pongah
    Orang keturunan Sunda dimanapun harus ingat hal itu dan mengingatkan kalau keturunannya bisa meniru manusia penuh obsesi akan ambisi hingga menghalalkan segala cara untuk “Sumpah”-nya.

    Gajah Mada lupa (atau mungkin sengaja?) bahwa Dyah Pitaloka masih kerabat Hayam Wuruk karena faktanya nenek moyang Hayam Wuruk yakni Raden Wijaya pendiri Majapahit berayah Putra Mahkota Sunda.

    Lucunya sekarang pasukan gagah berani Gajah Mada diabadikan sebagai institusi yang seharusnya Melindungi dan Melayani….betapa ironisnya.

  183. #183
    gravatar

    Gajah Mada gak nyangka bahwa Dyah Pitaloka begitu cantik.
    Disuruh rajanya buat jemput sang putri, eh malah kesengsem.
    Berhianatlah sang patih….
    Secara logika, mana mungkin sampai perempuan2 aja dibantai abis.
    Apakah tega pasukan majapahit “membantai” para wanita cantik yang dari awal tidak niat berperang ???

  184. #184
    gravatar

    teman – teman…kita bisa belajar banyak hal dari sejarah, tapi tidak perlu dendam/ salah – salahan dari cerita masalalu yang kita sendiri belum tau pasti kebenarannya…

    pesanku sich untuk orang sunda..klo diah pitaloka itu mang benar mati tuk membela hargadiri..yah tolong tuk cewek2 sunda masa sekarang mohon meniru..
    Jangan jual cantik untuk materi, isteri simpanan,isteri kontrak,morotin pacar bahkan jual anak sendiri..hargain dong diah pitaloka..

    Trus tuk orang jawa,tiru dong semangat gajah mada..jangan nrimo melulu..usaha dong..ilangin rumus ALON -ALON KLAKON..ya..g maju -maju deh..

    and klo menurutku sich..g sunda , jawa,batak,dll tergantung orangnya kok…
    kita sekarang khan dah pinter – pinter…g berpikiran sempit kayak jaman dulu,jadi dimanapun kita berada ya..harus mau menghargai orang lain,lingkungan serta suku apapun di sekitar kita,POKOKnya pedoman AGAMA AJA …OCE

  185. #185
    gravatar

    cinta damai aja

  186. #186
    gravatar

    Seorang guru bertanya kepada muridnya, “tahukah kalian saatnya ketika malam berganti siang?”
    muridnya menjawab, “ketika kita bisa membedakan mana sapi dan mana kerbau di kandang..”
    sang guru menggeleng, lalu muridnya menjawab lagi,
    “tanda ketika malam berganti siang adalah ketika kita bisa membedakan mana pohon nangka diantara pohon mangga, guru.”
    lagi-lagi gurunya menggeleng tidak puas.. lalu sang guru berkata,
    “saat ketika malam berganti siang adalah ketika kamu melihat orang-orang yang berbeda denganmu.. dan kamu memandang mereka sebagai saudara..”

  187. #187
    gravatar

    gw ngerasain bener2 diskriminasi orang2 sunda . lantaran gw orang jawa…..
    gw lahir di Tangerang. nama gw emang gampang ditebak dari Jawa mesti. “bonyok” gw emang bener2 asli dari Jawa…..

    pas gw masuk kerja pertama kali… gw kerja sampingan sama ibu2…..(kerja di Pabrik)..otomatis dia mau tau nama gw… dia pegangn nametag gw sambil nanya ” Orang Jawa yah?” sambil sinis begitu…….

    Dalam hati gw ” ya Allah, emang kenapa dengan Orang Jawa,,, adakah yang lebih hina dibanding menghina orang yang tak punya salah dengannya ya Allah?”

    emang di tempat gw komunitas orang Sunda……..

    selanjutnya mereka terus menghina gw make bahasa Sunda yanggak asing di telinga gw dan pasti gw ngerti, coz. gw lahir di Tangerang, sekolah di Tangerang… kan ada pelajaran bahasa Sunda nya… gw ngerti banget apa yg mereka omongin. apa yg mereka cibir ke gw…….

    rada sakit hati banget..but gw tahan…gw harus gentle. jangan cuma beda suku jadi panas…..

    But laen ceritanya, ketika gw masuk grup kerja di pabrik yang hampir semuanya Orang jawa, dan hanya sedikit orang Sunda nya… mereka (Orang2 Jawa) bener2 dewasa banget… berteman baik dengan orang Sunda layaknya satu suku sendiri. gw gak tau apa emang dah bawaan orang2 sunda kayak begitu yang selalu sinis. But gw anggap wajarlah kalau “adek”: (Orang Sunda) iri sama “kakaknya”: (Orang Jawa) sendiri…….

    but “Bonyok” gw selalu ngingetin untuk selalu bersikap “Nerimo”(menerima) selayaknya falsafah yang selalu dipegang teguh Orang2 Jawa….menerima saja apa yang dah terjadi dan selalu sabar ujian dari Allah…

    emang bener2 gw praktekin “nerimo”itu… gw dzikir aja terus selama di kerjaan….biarin aja mereka menghina gw dengan seribu satu kesirikan mereka (Orang Sunda)

    gw juga kalo bisa dah di wanti2 sama nyokap gw jangan kawin sama orang sunda. bahkan nyokap gw gak bakalan ngerestu`in perkawinan gw sama wanita orang Sunda..

    katanya sih. Ibu dah pengalaman bertetangga dengan berbagai suku. sebelum kami pindah ke Tangerang dari Jakarta….

    “kalo kamu kawin sama orang Sunda mereka tuh morotin kamu…..nanti kamu diminta mentingin keluarga cweknya.. trus buat keluarga sedarah kamu sendiri susahnya minta ampun”

    trus gw tanya “kalo sama cwek Padang gimana bu?, kan mereka cantik2″

    “kalo kamu kawin sama orang Padang, nanti harta kamu sama juga hartanya dia, nah terus hartanya dia gak bakalan bisa jadi harta kepunyaan kamu, sama aja”

    yah gw jawab “tapi kan tergantung orangnya…..”

    ibu gw ngejawab” Iya ibu tau. tapi pengaruh lingkungan mereka mang kayak gitu. pasti ada yang orang yang bener di antara mereka….tapi mayoritas sifatnya jelek…..

    nyokap gw nyaranin buat kawin sama Orang Jawa aja, atau gak sama Orang China… alasannya klasik. ngerubah keturunan, disamping itu mereka piawai berbakat dalam berdagang….

    gw ngeliat sendiri tetangga gw yang laki orang Sunda, dan cweknya orang China keturunan ( wanitanya diajak masuk Islam)….. wanitanya piawai berdagang. mencari tambahan hidup…. dan emang anak2nya bener2 cantik…..dah remaja semua….

    bener2 cantik……

    mudah2an ini ada manfaatnya buat gw n buat semuanya….

    mohon maaf kalo ada yg marah (pasti ada lah)

    but loe mungkin juga ada alasan dari “bonyok” loe penilaina tentang orang jawa…

    itu klise lah……

    Orang tua ingin yang terbaik buat anaknya…..

    OK. matur sembah Nuwon Sanget. poro konco2 lan sedulur2 kabeh.. sugeng ndalu

    wassalamualaikum

    GW MALAH TAMBAH BINGUNG MAU KAWIN SAMA ORANG MANA?

  188. #188
    gravatar

    #187 :
    he..he.. tuh kaan malah jadi bingung mesti nikah ama orang mana… punten nich kalo saya boleh berpendapat ya, menurut saya sih menikahlah dengan wanita mana saja yang boleh dinikahi yang cocok dan mau dinikahi, tanpa harus memandang sukunya..
    menurut saya sih karakter seseorang tidak mesti terbentuk oleh sukunya, walau itu berpengaruh. Dari bukti tadi ya emang sih banyak sekali kita temui hal-hal seperti itu, orang sunda paling seneng nyebut jawa koek, kebalikannya orang jawa balik menyebut sunda keok.. ya jadi ngga ada habisnya dech!

    ironisnya ketika kita masih berkutat dengan saling sikut urusan kesukuan, orang sudah berpikir untuk pindah ke Mars, aduh, jangan-jangan kita semakin ketinggalan. Sempat saya berimajinasi, kalo umat manusia ternyata menemukan tempat tinggal di planet lain, masihkah ribut urusan jawa-sunda dilanjutkan ya.. hehe..

    lebih ironis lagi, ketika kita ribut saling membanggakan suku sendiri dan merendahkan suku lainnya, dalam seragam ke-indonesia-an kita sama-sama menanggung hinaan dari bangsa asing.. malaysia pun udah terbiasa memanggil kita indon, australia memandang kita tanpa penghormatan, tenaga kerja kita di siksa di arab.. mungkin, itu karena kita ngga maju, sehingga kita dianggap tidak bermartabat so, masihkah kita ribut dengan sesama saudara.. tapi tidak mau salig mendukung untuk maju.

    Bisa jadi betul, orang Sunda memang terlihat lebih agresif dalam urusan ini, tapi dari cerita diatas, ketika orang jawa ngga nyaman diperlakukan begitu di tempat kerja oleh orang sunda dan kemudian menjustifikasi dengan vonis bahwa mereka berwatak buruk karena sundanya, saya kira bukan hanya orang sunda yang tidak suka jawa, kebalikannya begitu.. ketika kita dipandang rendah dan memandang orang tersebut rendah pula, lalu apa bedanya kita dengan mereka? lalu apa bedanya orang sunda dengan orang jawa dalam kasus itu.. sama saja.

    dan ketika berpedoman pada sedikit kasus untuk membuat sebuah simpulan yang besar tentang sunda-jawa rasanya ngga adil ya, coba pertimbangkan hal hal lain, banyak kan terjalin persabatan antar orang sunda-jawa, banyak orang jawa hidup terhormat di lingkungan sunda dan begitu sebaliknya.. coba lihat sisi bagusnya.

    Sepertinya sikut-sikutan ini lebih disebabkan karena kita selalu melihat orang terdekatlah yang paling pantas dijadiin saingan.. biasalah, kalo ada saudara ato tetangga beli baju, banyak orang suka panasan, tapi kalo orang yang jauh beli mercy sekalipun, biasanya damang-damang saja, padahal tetanggalah orang paling dekat buat dimintai tolong. dalam hal positif, persaingan oke saja, tapi kalo saling ejek, apa gunanya ya..

    jika dilihat faktor ini, dan sunda lebih agresif, saya kira karena ada sedikit rasa inferior dalam persaingan itu, sebagai orang sunda, saya akui deh emang jawa hebat, hampir di semua sektor jawa eksis, hampir semua presiden orang jawa, budayawan, penulis, orang-orang pintar, orang-orang kaya, ulama, banyak banget jawanya! salut. sunda? kayanya harus berjuang lebih keras menyamai mereka. Dan itu harus memacu orang sunda untuk maju, siapa tahu dengan begitu nanti presiden kita orang sunda, sekali2 boleh dong. itu lebih membanggakan, daripada terus mencela orang jawa.
    kalo bicara kejelekan saya kira sama saja, baik sunda ato jawa, setiap orang punya sisi buruk dalam hidupnya dan bergantung pada kemampuan dia untuk berubah.

    yang saya khawatirkan justru, ketika jawa-sunda asyik ribut dengan titel kesukuannya, tanpa disadari suku-suku itu sendiri lenyap dilindas jaman.. coba, siapa diantara kita yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai luhur budaya kita.. ato jangan-jangan, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan bahasa jawa dan sunda akan hilang dari daftar bahasa di dunia…

    kadang-kadang saya suka bingung, ketika kita mengaku sebagai orang sunda atau orang jawa, apa sih dasarnya, apa karena lahir dari seorang ayah yang bersuku tersebut, nah bagaimana kalo dia sama sekali tidak menjalankan budayanya dengan baik, bagaimana jika ternyata dia ternyata lebih barat dari orang barat?
    Atau apakah atas dasar prinsip-prinsip budaya sukunya yang berusaha ia pelihara dengan baik?
    disini kita mesti lebih berhati-hati menilai seorang individu tidak semata-mata berdasar labelnya saja.

    faktor lain, mungkin sejarah panjang antara sunda-jawa, namanya dengan tetangga, ya, wajarlah sering ribut, tapi sejarah memang harus diungkap, agar kita tahu, Cuma kita harus bijak dalam memandang kasus perkasus, tidak semua buruk, fatalnya kalo kita memandang sepenggal saja dari catatan sejarah dan menjadi cap buruk tentang hubungan sunda jawa.
    Konon hal ini yang menjadi sebab dianggap perlunya rekonsiliasi antara sunda jawa, seperti kalo ngga salah, dibahas dalam pertemuan antara kang Ajip dengan Sri Sultan beberapa waktu lalu, ya, tentang anti Gajah Mada itu tadi yang berimbas pada anti jawa…

    Ya, sejarah tentang Dyah Pitaloka itu memang sangat pahit, tapi ya sudahlah apa kita harus terus berkutat dalam kebencian..? betapa menderitanya kita terus hidup dalam kebencian sementara pelaku-pelaku sejarah tersebut sudah mati ratusan tahun lalu. Yang mesti kita ingat ya tentu saja etos kepahlawanan dyah pitaoka. Atau bagaimana teguhnya perjuangan gajahmada yang begitu gigih untuk mewujudkan ambisinya, jarang loh orang Indonesia terlahir sebagai pejuang yang begitu gigih – terlepas apa kita pro ato kontra ama dia.

    Dan kalo kita melihat sejarah panjang sunda –jawa, banyak sekali terjalin hubungan yang baik, konon raden Wijaya pendiri Majapahit yang besar itu adalah putera raja Sunda, fakta yang mesti kita lihat secara wajar, bahwa telah terbiasa terjalin hubungan yang baik antara kerajaan2 di pulau jawa ini, atau tentang Airlangga yang mengambil menantu jayabhupati, seorang raja Sunda, tuh kan, sebenarnya sunda Jawa udah baik dari dulunya kok. Soal kemudian banyak orang sunda yang jadi bangga dengan menyebut bahwa pendiri kerajaan besar majapahit adalah orang keturunan sunda, atau sebaliknya orang Jawa yang sewot karena tidak menerima kenyataan bahwa kerajaan besar kebanggaan mereka didirikan seorang keturunan sunda, itu membuat kita tidak wajar dalam memandang sejarah. Jika kita tidak percaya teliti fakta, jika itu fakta, jika itu kenyataan, pandanglah secara wajar sebagai sebuah fakta. Hal seperti itu biasa kok, raja2 jawa nikah ama putri sunda atau sebaliknya.. lha wong sama-sama manusia, punya rasa punya hati.

    Hanya saja, saya melihat raden Wijaya yang memiliki ayah raja sunda itu, tetap sebagai orang jawa, karena sejak kecil beliau sudah kembali ke tanah singhasari besar dalam didikan budaya jawa, menurut saya ia adalah seorang jawa, ga peduli bapaknya suku apa, lebih dari itu, itu adalah sejarah, masa lalu, sekarang ke depannya kita mau ngapain nih..

    Kalo mau nikah ama orang Sunda, ya nikah aja.. takut kelakuannya ngga bener? Itu berarti anda salah memilih orang bukan salah memilih suku.. atau barangkali kesalahan itu ada pada diri anda… siapa tahu loh, tapi say doakan semoga anda berjodoh dengan wanita yang solehah, apapun sukunya.
    wasalam, hatur nuhun pisan ti sim kuring Urang Sunda.

  189. #189
    gravatar

    mama loren saya mau tanya apa saja yang akan terjadi dilampung?

  190. #190
    gravatar

    urang sunda atau jawa itu ga penting sama-sama bangsa terjajah itu yang pasti nista bener jadi kalo kita mau sentimen ya ke orang-orang yang pernah ngejajah kita seperti I terus tterang sentimen dengan orang-orang asing itu dan astu lagi coba kita teliti siapa yang menguasai indonesia kini yaitu ( lihat sendirilah apa ada dealer pemiliknya haji dudung/ apa ada pemilik toko elekto namanya haji encang dll) kalian pasti tahu siapa mereka kan itulah orang-orang yang perlu kiata curigai

  191. #191
    gravatar

    knp orang2 sunda and betawi gak mau mengakui masih satu daratan sama pulau jawa…berangkapan klo orang jawa masih di bawah level mereka….

  192. #192
    gravatar

    kenapa orang” jawa tidak ada yang mengakui kebodohan gajah mada..??
    sehingga terjadi perang bubat..??

  193. #193
    gravatar

    Jangankan yang orang Sunda, bagi orang Jawa pun pasti tidak setuju atas keputusan dan tindakan Gajah Mada di palagan Bubat. tapi masalahnya: “Apakah iya kejadian itu benar-benar ada?. mana bukti-buktinya?”. “Jangan bilang pernah ditulis dalam Kitab ini, dan itu”. Tulisan kan bisa dibuat, tapi bukti2 fisik bahwa peristiwa itu pernah ada mana, ya?.

  194. #194
    gravatar

    Abdi Santri ti Pandeglang, tidak akan banyak komentar, hanya saja jika saya sedang wirid atau dzikir tak lupa ada nama-nama leluhur yang juga selalu saya kirim Al Fatehah, yaitu: Prabu Hayam Wuruk, Mahapatih Gajah Mada, Prabu Linggabuana, dan Dyah Pitaloka Citraresmi. Soal diterima atau tidak, itu terserah kehendak Allah SWT.

  195. #195
    gravatar

    Sebagai bangsa yang besar dan bukan hanya besar penduduknya akan tetapi besar cara berpikirnya dan cara berbuatnya apakah tidak lebih baik kita tidak menguak luka lama yang justru akan membuat kita tdkpernah akan maju. Sangat ironis orang2 kita justru lbh bangga menjadi orang jawa, sumatra, madura kalimantan dan lainya akan tetapi tdk pernah bangga menjadi orang indonesia. Sudah sepatutnya apabila ada masalah kita duduk bersama dan bukan dengan saling bunuh, dendam yang merupakan cara2 binatang. Jangan pernah mengagungkan HAM kalu kita tdk pernah tahu maknanya, orang lebih melihat kebrutalan Polisi di Unas, tp mengesampingkan apabila Polisi yg dilanggar HAM NYA, MASIH INGAN TRAGEDI ABEPURA DIMAN 4 POLISI TEWAS DIRAJAM DENGAN BATU, APA POLISI MELAWAN? DIMANA KOMNAS HAM SAAT ITU? DIMANA PEJUANG HAM YG MENJUAL KBEBURUKAN BANGSANYA DI DUNIA LUAR?V apakah polisi itu hewan ? Reformasi ternyata tlh banyak memberi contoh yg buruk bagi generasi muda kita dimana banyak anarakis yg mengatasnamakan DEMOKRASI

  196. #196
    gravatar

    duh ngapain sih masih pada berantem.
    Sunda Jawa itu masih satu leluhur, satu karuhun kenapa pada berantem.
    Jadi kakak adik itu yang rukun.
    kasian orang tua kita yang udah meninggal ngeliatin dari atas.

  197. #197
    gravatar

    setuju….Sunda + Jawa = Indonesia,… Merdeka!!!!

  198. #198
    gravatar

    Memang tragis ketika utusan Kerajaan Sunda yang berjumlah 93 orang dibantai habis pasukan Majapahit di Tegal Bubat yang juga mengakibatkan 1.274 prajurit Majapahit tewas. Cukup membuat kita terhenyak melihat jauhnya proporsi, terlebih terhadap tingginya semangat bela pati, harga diri dibayar dengan nyawa.

  199. #199
    gravatar

    Saya berterima kasih kepada para ilmuwan sejarah yang mendedikasikan waktunya untuk meneliti Kerajaan Sunda
    Saya berterima kasih kepada para pahlawan yang mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kemerdekaan Nusantara
    Saya berharap Pemerintah RI tidak pernah berhenti untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat
    Mari berjuang bersama-sama memperbaiki kehidupan demi anak-anak kita di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia, bukan hanya di Sunda.

    Dirgahayu Republik Indonesia

    LH

  200. #200
    gravatar

    Cara Gajah Mada (GM) menaklukan lawan2nya memang keterlaluan..

    Coba Baca kisah Mahapatih Kerajaan Bedahulu di Bali bernama Kebo Iwa (KI). Ringkasannya sbb:

    Karena tidak kuat mengalahkan KI,GM mengusulkan gencatan senjata dan perdamaian. Dengan alasan bahwa KI adalah ahli Hidrogeologi yang unggul, GM meminta bantuan KI untuk menggali sumur di Majapahit yang sedang kekeringan. GM mengiming-imingi kalo berhasil maka KI akan dinikahkan dengan Putri dari Majapahit. KI setuju dan datang ke Majapahit untuk menggali sumur..Pada saat penggalian mencapai kedalaman belasan meter GM memerintahkan prajuritnya untuk menimbun KI di dalam sumur. Pertama ditimbun kapur hingga KI sesak napasnya dan lemah, trus batu dan tanah. KI gugur dan Bedahulu ditaklukan Majapahit.

    Persatuan dan Kesatuan,OK. Bhinneka Tunggal Ika, hayu..tapi tidak atas dasar kelicikan!!!
    Viva Indonesia

    NB: Saya harap Para pemimpin (yang kebetulan mayoritas suku Jawa)lebih bijak untuk tidak meniru Filsafar licik para Pemimpin pendahulunya sehingga Indonesia tidak lagi terpuruk di masa Mendatang

  201. #201
    gravatar

    asalamualaikum

    mosi-mosi. . .

    Alhamdulillah…..
    Saudara skalian menjalani proses penDEWAsaan. . . . . .
    KEADAAN PASTI MERUBAH PEMIKIRAN. . . .
    - – - – -
    itulah ilmu, semakin di reguk semakin haus. . . .
    - – -
    Maranehna “VOC” Nyakakak…
    ——-
    ngapunten sedoyo
    Hapunten sadayana
    ——-
    wassalamualaikum. . .

    olǝs ƃuǝƃɐ ıʞ oɹʇnd ‘uɐɯɐʇɹɐɯ nɹnɾ ıʞ ʞǝɹǝpǝs ‘ıuɐʇɹɐɯ nɹnɾ ıʞ

  202. #202
    gravatar

    setubuh bosss….eh salahmangsudku setuju biarpun sunda tapi tetap tanah jawa dwipa juga.andai dulu gadjah mada bisa taklukan sunda mungkin bahasa di sunda jawa juga……

  203. #203
    gravatar

    Hihihi ngimpi.. #202 mah jigana VOC nu kulitna sawo buruk. Alam pikirana masih di jaman imperialisme. Heh #202 (hosle) jeung jurig sajinisna!! Geus tong menjawanisasi Indonesia wae bisi terjadi disintegrasi! serieus aing mah…. ceuk urang Aceh oge, Jawa mah penjajah….ceuk urang Bali, Jawa penjahatna kajeun anu maokna urang Medan oge…. teuing ku urang Papua mah jigana maraneh dianggap Kanibal..

  204. #204
    gravatar

    Klo gw cowok jawa, cinta-cintaan sama cowok sunda. cinta banget deh gw ma dia, so bgitu juga dia ma gw. gw pernah bilang ma dia, biarlah mak gw ngelarang gw nikah sama cewek sunda, yang penting mak ga nglarang gw macarin cowok sunda waxaxaxax……

    dia juga bilang, ombu dia ga ngelarang pacaran pa nikah mo cewek jawa (agak moderat nih ombu-nya bf gw, buktinya kakak perempuan dia jg nikah mo cowok dari jogja ), yg jelas ga ada larangan juga dari keluarga untuk cinta-cintaan sm cowok jawa hehehe…

    EIT… jangan bicara soal dosa ya :D.. apalagi soal iman, Tuhan dan agama segala…
    menurut gw, lo lo yang ribut-ribut soal kesukuan dan leluluhur kalian, mengagung-agungkan suku sendiri dan menjelek-jelekkan suku/ethnis lain, menebarkan kebencian hanya berdasarkan cerita sejarah yg ga jelas benar adanya ato cuma kibulan pihak-pihak tertentu GA PANTAS BICARA SOAL DOSA APALAGI SOAL IMAN! orang beriman pasti tahu kok bahwa yang paling berharga di hadapan Tuhan adalah amal baik dia sendiri, bukan amal baik leluhurnya, bukan nama besar suku/ethnisnya, bukan bahasa yang lo pakai. so, damai aja yah, biar gw teteup cinta-cintaan sama cowok sunda gw, lo yang mo nglanjutin ribut soal suku dan kebencian silahkan dilanjut. yg mo crita soal kebaikan, lebih diprsilaHkan untuk dilanjut oi.. :)))))…

  205. #205
    gravatar

    maaf cuma mu nimbrung dikit. Koq jadi banyak yang emosi ceih ttg sjrah itu? saya sendiri yang diksh nama ma ortu Gilang (dari Gigilang)Dyah Pitaloka ga ampe segitu dendamnya ma yang namanya orang” jawa. Yang pentingkan sekarang gimana cara kita wat hidup bebas dari penjajahan baru (kemiskinan,kbodohan,perang politik dsb)
    So…wat yang terlalu fanatik sejarahnya… dari pada ampe adu urat leher…dah deh..mendingan kita terus survive wat masa depan… n trus perjuangkan bangsa ini supaya ga “di beli” negara lain
    intinya sekarang mah: yuk kita sama2 bikin indonesia kita terpandang di mata negara lain….
    jangan ada yang adu urat leher lagi ya…coz i love indonesian people….
    Aza.aza.fighting…

  206. #206
    gravatar

    dear all

    inilah bukti kecintaan kita terhadap nusantara, perbedaan dan sentimen itu dibesarkan sejarah. kecintaan orang sunda terhadap sukunya, karena rasa sakit yang terwarisi. sehingga mereka merasa punya sejarah, dan berbeda dengan orang jawa. orang jawa juga akhirnya bisa intropeksi diri kalo kejayaan majapahit menyimpan luka bagi orang lain.

    cuma saya masih ragu dengan jumlah korban dari pihak majapahit. mereka kan prajurit terlatih (dalam novel bubat, LKH) terus kenapa begitu telak kalah 93:1.274, ga masuk akal. prajurit dengan senjata lengkap terlatih, kalah oleh pengantar penganten bersenjata kujang. kalo orang surabaya 10 November wajar mati sampe 3000an orang di pihak sekutu cuma 313an orang, karena mereka bersenjata minim ga didukung pasukan udara.

    wallahul muwaffiq

    ulung bangsacara

  207. #207
    gravatar

    kang saya seminggu lalu baru baca “Dyah Pitaloka : Korban Ambisi Politik Gajah Mada” ….. penulisnya juga Hermawan Aksan …… itu bukunya sama ndak dengan buku di atas ?, atau Hermawan Aksan bikinnya 2 versi ?

  208. #208
    gravatar

    Well a history to tell.. a story to hell ;)

    take the bright side, left the dark one.

    life is easy easy baby..!

  209. #209
    gravatar

    setiap raja adalah keturunan raja…kalo mau menggali lebih banyak lagi di tanah jawa semua bersumber dari timur jawa (tuh masih keluarga juga..!)…boleh cek & ricek ke timur jawa>>>kediri. catatan untuk “MOJOPUTRO” Demak tidak “meluluh lantakan” majapahit karena penguasa demak itu adalah anak dari Raja Majapahit pada masa itu…adab sopan santun terhadap orang tua masih baik pada saat itu…memang sudah habis masa majapahit karena penerusnya jg terpencar kewilayah diluar daerah majapahit…dengan spirit yang berbeda pula. yo weiisssss

  210. #210
    gravatar

    BUBAT? BU=BUtan. B=Belanda. AT=Anti Tanah air. Na, jelas toh itu cuman ulah belanda untuk memecah belah bangsa kita? Mari kita melihat ke depan dan membangun bangsa ini.

  211. #211
    gravatar

    gw sunda tasik,, ade gw cantik, &nama belakangnya pake Pitaloka, sayang bangettt di kasih ma orang JAWA yg item2, icccchh…. amiiiiit dech ;)) ((SOEHARTO/vs/GAJAH MADA)) topp dech!! hehehe….

    “HIDUP MOJANG PRIANGAN” piss dech item…

  212. #212
    gravatar

    numpang tanya nich…….dapetin buku SENJA DI LANGT MAJAPAHIT DIMANA YA……………..? dah muter2 g’ dapet2

  213. #213
    gravatar

    hidup gadjah mada…..

  214. #214
    gravatar

    Nu penting mah
    Rek Sunda, rek Jawa, rek Batak, rek Padang, rek Ambon, rek Papua jeung rek-rek nu lainna. Pokonamah Hidup Indonesia !!!

    GROW UP BRO !!!

  215. #215
    gravatar

    Semua ucapanku tentang Sunda, yang kalian anggap sebagai ucapan rasis, adalah wujud dari kebanggaan yang sangat besar terhadap Sunda, sebagai tempat kelahiran dan tempat tinggalku, dan Sunda, sebagai suku bangsaku. Persib sebagai tim sepak bola terbaik sejagad raya..

    tak lebih..

  216. #216
    gravatar

    to komen no 1:

    Kalau logika anda benar bahwa urang Sunda = orang Jawa karena mereka tinggal di Pulau Jawa maka seluruh bangsa melayu (termasuk Indochina) adalah orang SUNDA karena kita semuanya hidup di atas lempengan SUNDA (http://en.wikipedia.org/wiki/Sunda_Shelf)

    Mana yg lebih dulu? Pulau/lempengan dikasih nama sama orang atau memang pulau/lempengan sudah ada nama dari sononya sehingga otomatis orang yg menghuninya ikut nama tsb?

    Emosi boleh saja, tapi jangan tinggalkan logika dong :)

  217. #217
    gravatar

    leres pisan abdi oge alim disebut orang jawa, sakali orang sunda tetep orang sunda!!! padah kaleresan weh letakna aya di pulau jawa,,,,
    urang kuda bangga jadi urang sunda….!!!

  218. #218
    gravatar

    Saya seorang Sunda yang tinggal di Denpasar
    Temen-temen Saya disini hampir semuanya orang Jawa
    Kami asik sekali berteman, dan semuanya sangat akrab.
    Memang benar pendiri Majapahit adalah Raden Wijaya, seorang Sunda.
    Oleh karena itu kami saling meghormati disini.

  219. #219
    gravatar

    to komen 187….
    sekarang saya kuliah di semarang, sama saya juga ngerasa temen-temen saya yang orang jawa memperlakukan saya berbeda dengan mereka yang sama-sama orang jawa, kadang mereka juga ngejek…tapi keun weh sabodo teuing!! walaopun sakit hati dan sering ngerasa nyesel berada dilingkungan orang-orang jawa yang kelakuannya kurang ngenakin….saya jadi sering berfikir mungkin kelakuan mereka sama kaya leluhurnya “GAJAH MADA”!!!!
    sebagai orang sunda, agak nyelekit juga ya baca komentar no 187…
    perlu diketahui kalo orang sunda teh nggak suka morotin, malah royal pisan…enak wae ngomong orang sunda tukang morotan….teu tibalik kitu????!
    pokokna sakali orang sunda tetep sunda!!!!
    saya cinta mati pisan ka sunda teh!!!
    hidup sunda!! walopun aya di pulau jawa, keukeuh weh sampe iraha oge bakal nyebut “abdi orang sunda” salamina….

  220. #220
    gravatar

    edan ieu obrolan nepi ka hampir tilu taun,,,
    mun di pake nyien nuklir cigana ges loba yeuh…
    cukup jang nga bom AMERIKA mah…
    berarti masalah na emang si jawa…
    untung aing mah urang sunda nu ngewa na ka AMERIKA ka jawa mah sewaktu wktu lah ngewa na
    hahahahaha
    sok lah terasken

  221. #221
    gravatar

    saya lahir di JAWA BARAT dr priangan kidul, agama saya ISLAM, suku saya S U N D A ,negara INDONESIA, SEMUA YANG ADA DI NEGERI INI SODARAKU,semua ORANG SUNDA KELUARGAKU.dan saya bangga dengan semua itu.”Raja boleh berganti tapi majapahit tetap majapahit”.jaman boleh berubah tapi SUNDA tetap di hati.

  222. #222
    gravatar

    ya ya ya orang jawa n sunda sama2 manusia,sama2 makan,minum,dan ngapain aja di bhumi yang sama,jawa dan sunda adalah pelengkap kehidupan di bagian daripada bhumi nusantara

  223. #223
    gravatar

    Urang sunda + wong djowo udah pinter bercocok tanam dari dulu,dibandingin dengan orang~orang sebrang. Jadi damai aja,orang malaysia sudah lama menghina orang~orang kita. Mari kita akhiri pertengkaran antar suku bangsa ini. Hidup lndonesia!!!

  224. #224
    gravatar

    Hurip Sunda :D

  225. #225
    gravatar

    ah nu jelas mah majapahit punah gara-gara perang bubat

  226. #226
    gravatar

    saya orang sunda, tinggal di jakarta.nenek saya di garut pernah berpesan. kalau cari istri kalau bisa jangan orang jawa.mulanya saya cuek aja, tapi selalu teringat terus sampai sekarang.

  227. #227
    gravatar

    kita harus bangga sebagai orang sunda.kita tunjukan dengan semangat kerja keras membangun bangsa.

    IMPERIUM SUNDA IS BACK…..!!!!!

  228. #228
    gravatar

    MERDEKA….SUKU BOLEH BANYAK…TP HARUS BERSATU….MERDEK…MERDEKA….MERDEKA….MAJU TERUS PANTANG MUNDUR……..

  229. #229
    gravatar

    Buat#223 : …wong djowo udah pinter bercocok tanam dari dulu, dibandingin dengan orang-orang sebrang.

    hei, elu yg ngaku nasionalis, mikir dulu dong baru ngomong. kata siapa orang sebrang gak bisa bercocok tanam?

  230. #230
    gravatar

    Bursit dah Sentimen kesukuan. bukan saatnya lagi Bro.. saya sangat merasa terhina kalau bangsa ini.. di jadikan sentimen belaka.. semuanya itu masa lalu ambil saja hikmatnya. kita sudah Merdeka dan Satu Kesukuan INDONESIA. kalau kalian tetap seperti ini buat aja sendiri negara Jawa dan negara Sunda, gak usah Gabung Indonesia. kalau kalian masih Rasis gak butuh negara ini orang2 kyak kalian. yang kita pikirkan membangun bangsa dengan sumbangsih kita. apa sih yang lu pada berikan untuk negara..

  231. #231
    gravatar

    ini adalah pendapat q… sebenarnya Ayu Dyah Pitaloka benar” mencintai Gajahmada n Gajahmada pun begitu karena cinta mereka berdua sebenarnya suci n krn Ayu Dyah pitaloka mati bunuh diri n Gajahmada merasa berdosa maka sampe kpnpun itu akan terus berjalan walau zaman telah berubah tapi perjalanan cinta mereka terus ada sampe benar” bersatunya pajajaran n majahpahit n q yakin bangsa ini akan kembali menjadi ‘KERAJAAN’ dgn tatanan yg modern kata lainnya BACK TO BORN COLOUR krn q percaya adanya renkarnasi karena apa yang mestinya terwujud belum tercapai maka itu akan terus saja berjalan sampe benar” terwujud n Ayu Dyah Pitaloka bs tersenyum…

  232. #232
    gravatar

    ah gak ada kebanggaan pun jadi orang sunda, jawa atau arab sekalipun. tapi yang patut dibanggakan adalah sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW, walaupun dia Jawa, Sunda atau Arab. Suku kamu nggak menunjukkan tingginya derajat kamu di sisi Allah SWT (Tuhan Semesta Alam). tapi ketakwaan kamu. toh? gak ditanya nanti di akhirat kamu tuh suku apa.
    Mulia pun di sisi seluruh manusia kalau hina di sisi Allah SWT buat apa?.

    0 (Nol)

    walaupun keturunan Nabi kalau Imannya 0 buat apa. Cuma Iman yang pasti ada harganya. bukan suku, bukan nasab, bukan sejarah bangsanya, bukan hartanya, bukan bininya, bukan anaknya, tapi imannya. hayo yang sunda, yang jawa, udah pada sholat belum?

  233. #233
    gravatar

    kuduinget ka wangsit siliwangi euy, geslah tong ribut wae,ke turunan pajajaran bakal ngadeg duei..bandungan w. kita semua sarua anak adam jeng hawa…ok..

  234. #234
    gravatar

    Bukan masalah kesukuan tapi kan Aneh sekali kalau banyak tokoh Nasional kita sering memberi contoh bila Gajah Mada itu adalah figur yang membanggakan. Padahal sumpah palapa itu merupakan pencaplokan kerajaan kerajaa berdaulat.Sumpahnya itupun kan banyak dibanggakan

  235. #235
    gravatar

    Ingatlah…………………
    , Al-Qur’an adalah pedoman hidup……
    Membacanya menjadi pahala, mendengar bacaannya menjadi pahala, apalagi dibaca dipahami maknanya terus diamalkan……insyaalloh ……sudah barag pasti selamat di dunia dan di akhirat…..
    ges paeh nu di tanya naon?
    Ges paeh nu di hisab naon?
    yg jadi ukuran umat manusia adalah iman dan taqwanya,,,,,,,
    al ilmu nurun bkn al ilmu narun….
    loba jelema pinter kabalinger ieu teh……..

  236. #236
    gravatar

    MAU JAWA,SUNDA,BETAWI,CHINA,BADUY,TENGGER,MAU BARAT,TENGAH TIMUR SAMA AJA JAWA JUGA KARNA BERPIJAK NYA DI PULAU JAWA,PIJAKAN NYA TETEP PULAU,

  237. #237
    gravatar

    Makanya sudah saatnya sejarah diluruskan agar tidak terjadi kontroversi yang mengundang sentimen kesukuan hususnya di sini adalah Sunda (saya orang Sunda tinggal di Galuh Kawali suatu tempat di mana Putri Dyah Pitaloka dilahirkan)dengan Jawa. Saya pribadi sebagai orang Sunda berpendapat bahwa KIDUNG SUNDA telah menimbulkan kebencian antara Sunda dan Jawa.Namun dengan begitu saya tidak sependapat kalau KIDUNG SUNDA adalah rekayasa pihak Belanda sebagaimana sebagian pihak ada yang mengklaim demikian. Yang merekayasa justru pihak Majapahit sendiri karena malu atas keteledoran yang dibuatnya.

  238. #238
    gravatar

    Aq orang jawa, kerja di bandung dapetin istri orang sunda. Gak ada masalah tuh, paling beda di selera makan ( aku suka pecel, istri suka lalap dll) ato kebiasaan aja, seperti aq suka wayang kulit, istri gk suka karena ndak ngerti bahasa wayang kulit jawa (jawa kuno) wk…wk..
    Sejauh ini yang penting orangnya, bukan sukunya.
    Biarlah sejarah yang terjadi, yang penting ambil hikmahnya ke depan. Janganlah kebencian kepada seseorang (suku) membuat kita berlaku tidak adil dan tidak fair

  239. #239
    gravatar

    Its like you read my mind! You seem to know so much about this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with a few pics to drive the message home a bit, but other than that, this is fantastic blog. An excellent read. I’ll certainly be back. 78.lt/perceraian_998652

  240. #240
    gravatar

    . Seyogiannya sukses bagi semuanya. erat tunggu warita yang lainnya bit.ly/XSrESZ

  241. #241
    gravatar

    tamam infonya bit.ly/1oxHE70

  242. #242
    gravatar

    Pakansi siang, web bapak sangat bermanfaat penggal kami bit.do/LSQV

  243. #243
    gravatar

    terimakasih untuk informasinya.. bermanfaat sekadar… ‘semoga hadir selalu…!!! tinyurl.com/muhgnyt

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.