Carole Hillenbrand: Perang Salib – Sudut Pandang Islam

Senin, 23 Januari 2006M
22 Dzulhijjah 1426H

Cover buku Perang Salib

Tidak ada peristiwa yang lebih menentukan dalam sejarah Abad Pertengahan selain perang penaklukan Tanah Suci. (Michaud)

Perang Salib atau Crusade pada akhir abad ke-11 hingga ke-13 pada intinya adalah peperangan untuk menguasai tanah suci Jerusalem, melibatkan dua kaum besar yaitu negara-negara Eropa Barat Nasrani dan negara-negara Timur Tengah Islam. Bahkan menurut pemikiran saya sendiri perang di kawasan Laut Tengah tersebut masih ada hingga kini meskipun tanpa dalih agama dan semakin mendunia dengan terlibatnya negara baru Amerika dari seberang samudera Atlantik serta negara baru Israel sebagai kaum yang memerdekakan diri di tanah airnya. Ketiga kaum atau agama tersebut semuanya bermuara meyakini Jerusalem adalah tanah sucinya mereka. Memang benar adanya.

Sudah lama diyakini bahwa Perang Salib membawa pencerahan besar kepada kaum Eropa Barat yang dulu bisa dikatakan sangat tertinggal ketika ilmu pengetahuan dan kebudayaan maju pesat di negara-negara Timur Tengah, bahkan meluas hingga ke barat ke Andalusia dan ke timur ke daratan India. Dan sepertinya studi dan riset tinjauan sejarah Perang Salib jauh lebih banyak dilakukan oleh kaum Barat.

Seorang Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab dari Universitas Einburgh, Carole Hillenbrand menulis sebuah buku The Crusade: Islamic Perspective yang dirilis pada tahun 1999. Kini buku tersebut sudah diterjemahkan oleh penerbit Serambi, berjudul Perang Salib: Sudut Pandang Islam, setebal 808 halaman, hardcover, dan banyak disertai ilustrasi, gambar dan foto hampir di setiap halamannya.

Buku ini bisa dikatakan merupakan risalah panjang yang mengungkapkan semua proses dan akibat Perang Salib dari sudut pandang Islam, mungkin bersifat kontroversial sebab dari sejak Abad Pertengahan para ilmuwan Barat banyak melakukan studi dan menelurkan karya tentang perang ini. Bagi kaum muslim bisa dikatakan sejak dulu tidak menganggap Perang Salib sebagai sebuah visi atau tujuan, hanya menganggap sebagai sebuah kondisi defensif terhadap pernyataan perang kaum Nasrani di akhir abad ke-11.

Buku ini tidak ditulis secara kronologis, tapi secara rinci mengulas aspek-aspek kehidupan, strategi perang, persenjataan dan benteng, ideologi, kesenian dan kebudayaan, bangunan dan lain-lainnya sebagai akibat perang dan pandangan terhadap konflik yang terjadi. Ulasan-ulasan tersebut disisipi bukti-bukti sejarah inkripsi atau artefak dari berbagai museum serta bangunan-bangunan yang masih utuh berdiri hingga kini.

Tak lupa tokoh pahlawan kaum Muslim diulas, yaitu Saladin atau Shalahuddin yang juga diakui tidak hanya diidolai oleh orang Islam tapi juga disegani oleh kaum Barat pada saat itu. Juga diulas pandangan kaum Muslim terhadap legenda Saladin di bagian epilog yang mengulas aspek-aspek warisan Perang Salib.

Apa yang saya tulis di atas bukanlah karena saya telah selesai membaca buku tersebut, tetapi hanya membaca-baca sekilas setiap babnya serta melihat-lihat gambarnya. Rasanya saya pun tak tahu kapan buku ini akan selesai dibaca.

“Perang Salib dari sudut pandang Barat telah menghasilkan karya-karya yang begitu kaya dan melimpah dalam waktu lebih dari satu abad. Di sisi lain, sangat sedikit studi yang mencermati respon kaum muslim terhadap Perang Salib. Karya ini hadir untuk mengisi ruang tersebut. Dengan analisis yang mendalam dan bekal sumber-sumber berbahasa Arab, karya ini mencoba menjelaskan motif dan maksud kaum muslim …. Karya ini, yang menunjukkan dengan jelas dampak Perang Salib yang terus dirasakan kaum muslim hingga kini, merupakan sebuah kontribusi yang luar biasa pada kajian sejarah tentang relasi Timur dan Barat.” (Anne-Marie Eddé, Université de Reims)

Komentar

86 komentar untuk catatan 'Carole Hillenbrand: Perang Salib – Sudut Pandang Islam'

  1. #1
    gravatar

    Hidup Barbarossa…

  2. #2
    gravatar

    menarik gak buku ini ntar ga menarik…

  3. #3
    gravatar

    barat terlalu banyak merekayasa dan menafsirkan semuanya dengan kemampuan imajinasinya sehingga mereka sering dibutakan oleh hal itu,padahal agama dibutuhkan lebih dari sekedar insting dan imajinasi tetapi dibutuhkan hati yang bersih untuk bisa menelaahnya.sehingga mereka terlihat lebih picik dan kecenderungan pada ketakutan sendiri.umat islam lebih sering dijadikan objek untuk mencari kesalahan dan diadu domba oleh kesombongan barat terlebih amerika sehingga kadang kita dibuat bodoh dengan memerangi saudara kita sendiri.semoga allah memberi kejayaan pada agama ini dan negri ini.amin

  4. #4
    gravatar

    Seandainya ada generasi sallahhudin mungkin bangsa israel akan keluar dari jalur GAZA..dan palestina pasty tdk diteror lg oleh orang2 narani..hidup palestinku bangkitlah tunjukan bahwa engkau bs menang..AMIIN

  5. #5
    gravatar

    Pemimpin Islam (seperti Saladin) orangmya pinter dan toleran
    oleh karena itu Yerusalem menjadi tempat yang harmonis.
    Coba lihat deh perbedaan sejarah ini :

    Pasukan perang salib : menguasai Yerusalem selama 88 tahun
    (1097-1187)
    Pasukan Islam : menguasai Yerusalem lebih dari 1100 tahun !
    (638-1096) & (1187-1920-an)

    Pemimpin Islam lebih toleran sehingga rakyat disana mendukung.
    Orang-orang Islam yang toleran 10X lebih lama berkuasa daripada
    tentara Salib yang brutal (dan suka berantem sesama mereka sendiri)
    Sejarah telah membuktikan toleransi orang muslim, malah orang-orang Prancis
    memliki sejarah romantis (bahkan ‘cantik’) dengan orang-orang Islam ketika
    tidak jadi dibantai ketika mereka kalah perang Salib, Bahkan orang-orang
    muslim memberikan sebagian uang mereka kepada tentara Salib supaya mereka bisa pulang ke Eropa (supaya nggak kehabisan ongkos).

    Itulah sejarah, bahkan musuh orang muslim yag sudah kalah pun tidak mereka aniaya bahkan dikasih duit. Makanya Prancis sangat marah dan yang pertama kali protes sama Israel, soal perang Gaza. Soalnya orang-orang Prancis merasakan sendiri dalam darah mereka yag mengalir arti toleransi sejati yang pernah mereka alami pada masa lalu, ditempat yang sama : Yerusalem.

  6. #6
    gravatar

    Apakah muslim membenci Kristen?
    Saya seorang Muslim : Tidak membenci Kristen.

    Yang saya benci adalah : Kebudayaan Barat
    Bahkan orang Kristen sendiri membenci kebudayaan Barat yang kapitalis ini, orang-orang Barat telah menjelekkan agama Kristen sehingga orang-orang Kristen yang asli malah terbawa-bawa jadi jelek.

    Coba aja tanya sama orang Kristen…
    Tentara Salib itu adalah orang-orang Barat (Eropa) yang menjadikan Kristen sebagai pakian doang, padahal mereka bengis dan rakus.

    Walau senjata mereka sangat kuat (berbaju zirah, berpedang, tameng, berkapak dll) tapi didalamnya mereka sangat lemah (karena jiwa yang rakus). Olek karena itu Saladin berhasil mengalahkan mereka.

    Tentara Salib memakai label “Kristen” untuk peperangan
    Orang Kristen yang sebenarnya memiliki Kasih seperti yg dicontohkan Nabi Isa.

    The Muslim.

  7. #7
    gravatar

    kalau nggak salah, agama yang diturunkan Tuhan hanya satu. Gak mungkin Tuhan menurunkan lebih dari satu, emangnya disuruh berantem? Tapi agama yang hanya satu itu diturunkanNya berangsur-angsur, dengan perantaraan beberapa nabi (mungkin maksudNya mengkondisikan masyarakat dulu). Yang gede-gede, mula-mula Ibrahim, lalu Musa, Isa, dan terakhir Muhammad (eh bener ya?). Ajarannya itu-itu juga, cuma orang pada lupa, lantas dibikin-bikin sendiri, jadi seolah-olah agama Tuhan itu banyak, ada Yahudi, Kristen dan Islam. Padahal sebenarnya semua itu aslinya, sekali lagi aslinya, sama. Jadi marilah kita tidak berantem dengan alasan agama, wong sebenarnya agama kita sama.

  8. #8
    gravatar

    Katanya masyarakat eropa baru terbuka pengetahuanya setelah adanya perang salib : contohnya tentara salib terheran-heran melihat tentara muslim sedang memasak air, sebelumnya masyarakat eropa tidak pernah yg namanya memasak makanan apa iya ? kalau ada tolong buku yg memuat di balik peristiwa perang salib yg memuat kejadian-kejadian yg bernuansa hikma, saya kepengin beli bukunya untuk bahan ceramah ramadhan di bulan puasa ini.

  9. #9
    gravatar

    kenapa bukan perang orang indon dengan Malaysia sahaja kan lebih baik…hahahha

  10. #10
    gravatar

    sangat sulity mencari sumber primer tentang perang salib di indonesia terutama berkaitan perang salib buku yang ada lebih ke pengkultusan tokoh terutama salahuddin, dan teori konspirasi mengekor davinci kode.

    plese deh bwt para M.Ag,prof,n orang pinter dari UI,UGM,UIN dlll terjamahin kek tulisan guilleme of tyre ato addison C.G.

  11. #11
    gravatar

    Wah dulu waktu SMA ane baca buku ini sampe 3 kali (minjem sm alumni) tp sekarang nyari buku ini di gramed susahnya minta ampun. pengen nyari di kwitang takut gk ketemu.
    buku itu penerbitnya apa ya?
    saya bener2 pengen milikin ni buku, soalnya banyak literatur2 abad pertengahannya.
    sekarang yg saya punya ATLAS Perang Salib, tp kerasa kurang tebel. hehe

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.