Roy Suryo Semakin Tidak objektif
Kamis, 15 Desember 2005M
13 Dzulqaidah 1426H
- Tracking System
- International phone card
Setelah KRMT Roy Suryo kehilangan muka dan sibuk mencari-cari topengnya hari Senin yang lalu, kini beliau sepertinya kehilangan otak warasnya. Tadi siang ada pertemuan diskusi informal antara Kepolisian, pakar Kriminologi, Departemen Kominfo, Judith M.S., Priyadi Nurcahyo, Eko Juniarto, Idban Secandri, Andika Triwidada dan Boy Avianto. Diskusi santai tersebut memperbincangkan kasus guyonan rekayasa foto digital Herman Saksono. Diskusi ini disebut oleh Roy Suryo sebagai investigasi Kepolisian terhadap rekan Priyadi, seperti yang tertulis di media Elshinta.
Sementara seorang blogger lain bernama Priyadi (http://priyadi.net), lanjut Roy, saat ini juga tengah diperiksa secara intensif oleh Polda Metro Jaya dan Kementerian Negara Komunikasi dan Informatika terkait dengan masalah penghinaan terhadap Kepala Negara.
Detikinet meliput beberapa hal penting hasil diskusi tersebut. Salah satunya adalah sebagai sebuah terapi kejut (shock teraphy).
Menurut Kisnu, kasus ini bisa menjadi semacam shock therapy. “Bisa menjadi shock therapy buat pengguna TI untuk punya social responsibility. Kedua, kejadian ini jadi contoh kasus supaya tak terulang lagi, ” ia memaparkan.
Yang saya tafsirkan dari petikan di atas adalah bahwa terapi kejut bukan hanya kepada Herman Saksono ataupun blogger pada umumnya, tetapi adalah kepada Roy Suryo sendiri yang berlagak pahlawan kesorean sebagai seorang pelaku partai politik mengangkat sebuah guyonan rakyat kecil secara tidak proporsional ke dalam konteks yang lebih besar, yaitu tindak pidana atas kelakar seorang rakyat kepada presidennya.
Tindakan lain Roy Suryo yang cukup layak disebut sebagai fitnah adalah penyebaran SMS-nya kepada para wartawan media.
Kalau boleh menyarankan, selain si Herman yg sudah jadi tsk, sebenarnya si PRIYADI (www.priyadi.net) ini yg lebih berbahaya.Dia “menjaring kekuatan” di blog-nya, bahkan menunjukkan alamat2 blog teman2 lain & menyebarluaskan foto2 Rekayasa Presiden tsb.Berbeda dgn Herman, kalau si Priyadi ini di Jakarta.
Saya, dan juga pembaca blog Priyadi lainnya bisa menyanggah isi SMS tersebut sebagai berikut:
- Priyadi selalu menulis secara objektif, rasional, ilmiah dan teknikal, tidak ada unsur politik karena bukan seorang politisi atau pelaku politik praktis.
- Priyadi bukanlah seorang vampire atau werewolf yang mengancam darah manusia setiap saat untuk disedot, jadi tak perlu ditakuti karena memang tidak menakutkan.
- Menulis hyperlink (teks ataupun gambar/multimedia) dalam catatan blog (ataupun pada situs berita media) adalah sangat wajar. Sangat tidak proporsional ketika hyperlink dipermasalahkan sebagai sebuah tindakan kriminal, apalagi dianggap menyebarkannya. Kenapa juga tidak sekalian media Detik dituduh penyebar karena meliput berita yang sama?
Pak Roy, anda tak perlu mempermalukan diri anda sendiri, sebab anda seorang sarjana, seorang ningrat keraton dan seorang politisi, kecuali anda memang penganut penghalal segala cara demi pemenuhan motivasi pribadi. Anda tak punya nilai lebih di mata masyarakat jika berperilaku seperti itu.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 2:05
Using
gila… tambah gila tuh si Hi Roy, sekalian aja diekspos biar semua tau siapa sebenernya dia yg disebut PAKAR MULTIMEdIA….
Kamis, 15 Desember 2005 @ 2:55
Using
di berita elshinta itu ada yg sebar-sebar link juga tuh.. ;)
Kamis, 15 Desember 2005 @ 2:58
Using
[...] Blog Engine: WordPress (feed) Oldest Archieve: March 2nd (Maret 2003) [...]
Kamis, 15 Desember 2005 @ 3:51
Using
Di Jerman sesuai dengan keputusan pengadilan yang berlaku, bila ada external link dan di dalam situs tersebut tidak ada pernyataan resmi (IMPRESSUM) bahwa external link bukanlah tanggung jawab dari pemilik situs, maka dianggap external link (dan apa yang tertulis di sana) adalah tanggung jawab pemilik situs.
Begitu juga dengan yang ditulis di forum, guestbook dan komentar. Jadi kuncinya adalah IMPRESSUM yang ditulis dengan jelas. Itu di Jerman, ndak tahu di Indonesia. Heise online (heise online) saat ini juga sedang menghadapi kasus di pengadilan akibat penayangan suatu URL.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 4:11
Using
Gag mau nyebut nama RS!
dia nanti malah tambah tenar aja.
Cari julukan lain Yuk!
Kamis, 15 Desember 2005 @ 5:15
Using
#5 Apa dong enaknya? you-know-who? keenakan dia.. jadi sok misterius… hehe..
Kok si Kampret (RS nickname?) jadi gitu yaa… parah dah…
Hidup mas Priyadi, Bapak Blog Indonesia.. *ngarang dewek…*
:p
Kamis, 15 Desember 2005 @ 7:30
Using
si om ngga diapa2in? ah kurang seru
Kamis, 15 Desember 2005 @ 8:20
Using
#4 mungkin harus dibuat begitu kali di setiap blog, bahwa semua link yang ada di blog itu bukanlah tanggung jawab pemilik blog
Kamis, 15 Desember 2005 @ 8:50
Using
hati2, mas jay! nanti malah situ yg difitnah
jay, seorang blogger, menyebut saya gila. brani sekali dia menyebut saya gila. padahal bukti2 yg ada blum cukup
Kamis, 15 Desember 2005 @ 8:53
Using
seru juga bahasan soal bapak oi uyo ahli… *eh ahli apa sih dia?* hehehehe..
eniwei, salam kenal dari sesama merdeka ;)
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:04
Using
lah oi uyo sendiri nggak ikut diskusi? halah cuman berani teriak2 dari jauh, konyol.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:14
Using
Hanya karena Eksternal Link menurut saya nggak bisa diperkarakan. Lihat tuh di TV dan majalah2 malah sering memberikan kutipan wawancara dari berbagai sumber.
Lha dari hal ini kan artinya sumberberita bisa disamakan dengan Eksternal Link kan?
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:15
Using
lawan dong! jangan cuma berani nulis di blog aja.. huuuuu… keluar dari internet, bikin komunitas perlawanan di luar internet, seperti RS kalo berani…. jangan beraninya pada di blog aja. jangan pula menyebut-nyebut orang dengan kata-kata “tak punya otak waras”, situ waras gak? gak seru ah.. huuuuuuuuuuuuuu…:p
*maaf, saya cuma pengamat, gak penting2 banget sih..:p
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:28
Using
#13: Saya ganteng, dan anda adalah provokator newbie, mem-provokasi tapi mengaku hanya pengamat, pakai minta maaf pula!
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:33
Using
YOU-KNOW-WHO MEMANG HOMOK TULEN(tm)
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:34
Using
hahaha… begitu mudah memancing “reply” dari anda..
saya memang gak penting, seharusnya gak perlu di-reply ya mas?:)
sori ya mas..:)
Kamis, 15 Desember 2005 @ 9:39
Using
Hehe..
Om Kermit beken yah…:p
*dari kemaren cuma bisa komentar ini.:D*
Kalo bisa sih, nyebutnya jangan nama langsung…
contoh: Roy Suryo (loh?!contohnya kok…?!)
Ntar jadi ada sinetron lanjutan “Tersanjung 14″
Hehe..
Kamis, 15 Desember 2005 @ 10:02
Using
#16: Ah, anda saja kurang bisa menafsirkan, tidak penting ya tinggal direply tidak penting juga. Paham?
Kamis, 15 Desember 2005 @ 10:37
Using
SIAP mas jay! …Insya Allah saya paham.:)
saya cuma concern aja dengan tulisan di link mas jay itu lho, yg ada kata-kata “tak punya otak waras”. IMHO, itu tidak baik mas.. kalo kata guru SD saya dulu, menjelek2kan orang lain itu tidak baik, seburuk apapun orang itu.
PEACE yo, mas jay?:)
Kamis, 15 Desember 2005 @ 11:14
Using
#19: Ooh, itu seperti menulis nama file MP3
borokokok-basbangpretetet-lagunyasux-busux-jelek.mp3, anda tidak akan tahu itu lagu apa jika tidak didengarkan.Saya meng-kritik, bukan menjelek-jelekkan, kecuali anda sudah berasumsi dulu bahwa memang tujuan saya menjelek-jelekkan sehingga selogis apapun yang saya tulis pasti dinilai bukan logikanya.
Kita memang beradab, bahkan punya warisan peradaban yang tinggi, namun bukan berarti adab ketimuran harus selalu dijadikan excuse untuk berbicara logika. Apalagi di abad informasi saat ini.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 11:33
Using
RS ini orang paling perlu dikasihani. Bukan hanya beliau ini seorang pencari sensasi dengan cara murahan, tapi juga tidak memiliki wajah, malu, dan harga diri. [i]Sanity[/i] adalah satu hal terakhir yang (mungkin) masih ia miliki.
Tolong bercermin dulu sebelum berkoar-koar ke media massa!
Kamis, 15 Desember 2005 @ 11:46
Using
ada yang makin terpojok deh kayaknya…
*numpang ketawa*
Kamis, 15 Desember 2005 @ 12:06
Using
Hi Roy!™
Kamis, 15 Desember 2005 @ 13:11
Using
hai k!per! kalau memang anda mempraktekkan apa yang anda ceramahi (bukan pengecut), silakan ikutan pertemuan antara bloggers, polisi, KOMINFO dan pelaku ICT indonesia yuk! bisa mendaftar ke saya atau ke judith ms.
NB: itu kalo anda bukan pengecut ya. kalo nggak mau ikutan juga nggak pa-pa kok, tapi kita semua jadi tahu siapa sebetulnya yang menjadi tujuan ceramah anda.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 13:47
Using
Alih-alih berbuat sesuatu yang mendamaikan hati banyak orang, di negeri ini malah terlalu banyak yang membuat air menjadi semakin keruh. Sebagai kaum intelektual, seharusnya kita-kita selalu bertindak di atas unsur logika, rasionalitas, obyektifitas, serta etika. Kalau memang RS merasa annoyed dengan keusilan HS, tentunya bisa dilakukan dengan upaya-upaya yang lebih bisa diterima oleh akal.
Menyebar fitnah via SMS misalnya, selain tidak menunjukkan sikap intelektualitas dan kedewasaan, juga pada akhirnya akan membawa RS pada situasi yang semakin tersudut. Saya percaya dengan apa yang disebut sebagai wisdom of crowds. Masyarakat itu tidak bodoh dan tidak bisa digiring dengan semudah itu. Pada akhirnya, toh masyarakat sendiri yang akan menilai: mana yang benar-benar seorang pakar dan mana yang hanya bisa menyebut dirinya pakar.
Kalau menilik RS sebagai seorang politisi, pastinya beliau paham bahwa masih banyak trik yang bisa dilakukan untuk menyalip di tikungan atau mengambil keuntungan tanpa perlu mengorbankan atau mempermalukan diri sendiri. Dan sebagai seorang pakar, selayaknya beliau menyadari bahwa masih banyak persoalan besar di negeri ini yang perlu diselesaikan, daripada sekedar mengurusi keisengan seorang blogger tanpa alasan yang benar-benar logis dan masuk akal.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 13:49
Using
just another idiotic episode of Oy Uyo
Kamis, 15 Desember 2005 @ 15:05
Using
ROY SURYO WHO?™
Kamis, 15 Desember 2005 @ 16:08
Using
Masih Tentang Roy Suryo
http://yulian.firdaus.or.id/2005/12/15/roy-suryo-tak-punya-otak-waras/
Kamis, 15 Desember 2005 @ 16:57
Using
ngakak poll baca komen:D
Kamis, 15 Desember 2005 @ 19:55
Using
Hi Roy!™
Jumat, 16 Desember 2005 @ 10:06
Using
wahahahahaha…:D
Jumat, 16 Desember 2005 @ 10:28
Using
Maaf Mas Jay dan Mas Eko, saya memang bukan seorang pemberani seperti yang Mas-Mas harapkan. Saya hanya seorang “newbie pengecut” yang tidak berani menjunjung tinggi apa yang “menurut saya” tidak baik. Saya juga gak berniat sedikitpun utk ikutan pertemuan itu karena saya bukan siapa-siapa. Itu aja siiy, jangan serius-serius ah Mas.:)
O iya, semoga pertemuannya dgn KOMINFO dan lain-lain menghasilkan sesuatu yang baik demi kemajuan internet di Indonesia ya.
Silakan dilanjutkan diskusi-nya Mas, saya mau latihan senam dulu.:) Salam saya utk Bloggers yang membaca postingan ini.
k!per a.k.a newbie pengecut
Jumat, 16 Desember 2005 @ 10:43
Using
#32 HI kiper! senam otak ya? bagus deh biar tambah lancar peredaran darah ke otaknya, biar gak asal Njeblak cangkemmu. LU PIKIR ROY SURYO GAK NGEJELEK2IN ORANG APA?! LU PIKIR TINDAKAN SI KERMIT ITU GAK BISA DIKATEGORIIN FITNAH APA? GAK BOLEH NGOMONGIN KEJELEKAN ORANG TAPI FITNAH BOLEH YA
Jumat, 16 Desember 2005 @ 10:53
Using
jesie: si k!per ini hanya mengingatkan si jay yang bilang gak punya otak waras, sedangkan menurut loe si roy juga ngejelekin orang. logika paling sederhananya adalah jay == roy
***gue menghargai pendapat k!per***
Jumat, 16 Desember 2005 @ 11:10
Using
#34: Eh ciken, di paragraf mana saya menjelekkan Roy Suryo?
Jumat, 16 Desember 2005 @ 11:41
Using
mas jay, buka mata dunk:
http://yulian.firdaus.or.id/2005/12/15/roy-suryo-tak-punya-otak-waras/
Jumat, 16 Desember 2005 @ 12:22
Using
[...] SBY: Saya baru dengar tentang ini: Komentar Presiden SBY ketika ditanya langsung oleh Enda mengenai kasus foto palsunya. Ada rekaman videonya juga. Jadi, yang bereaksi berlebihan soal foto palsu itu patut MALU! Apalagi sampai berkoar-koar gak benar via SMS dan media. MALU DEH KAMU! [...]
Jumat, 16 Desember 2005 @ 12:29
Using
#36: Itu bukan paragraf, itu URL.
Jumat, 16 Desember 2005 @ 12:48
Using
#32:
Emang siapa yang berani menjunjung tinggi ‘apa-apa yang tidak baik’?
Apakah maksudmu Roy Suryo yang berani menjunjung tinggi ‘apa-apa yang tidak baik’?
Jumat, 16 Desember 2005 @ 13:24
Using
lho yang bilang itu paragraf sopo toh mas,
mas jay jangan memberikan distorsi terhadap kejelekan yang mas lakukan sendiri (baik itu dalam url maupun paragraf)
Jumat, 16 Desember 2005 @ 14:50
Using
Wah Mas Jay ini temperamen juga yah seperti Roy Suryo hehehe…sabar Mas, Saya bukannya mbela Roy Suryo atau SBY, tapi paling tidak yg namanya etika itu berlaku dimana-mana. Terlepas dari suka atau tidak suka kita terhadap seseorang, Mbok ya mulut (tulisan/kebebasan berekspresi: red) patut dijaga. Tidak suka terhadap seseorang memang hak kita, tapi terlalu berlebihan juga malah bisa jadi bumerang. Masalah Herman Saksono yg jadi tersangka karena dianggap menghina Presiden, memang itulah resikonya, seperti resiko kami waktu jadi demostran jaman Soeharto thn 98, babak belur mabok dipentung ditembak dilempar gas air mata oleh aparat.Memang seperti itu. Setiap tindakan ada resikonya, dan jangan cengeng! hadapi saja. Juga julukan anda kepada K!per yaitu provokator newbie, hehehe..jgn begitu mas, semua bisa jadi musuh Mas Jay nantinya. Salam Damai!
Jumat, 16 Desember 2005 @ 15:25
Using
#40: Ya tentulah apa yang saya tulis (opini saya) ada dalam paragraf, apa yang saya kutip ada dalam blockquote.
#41: Saya temperamen? Silakan baca lagi isian blog ini, silakan baca Catatan yang Mungkin Terkait di atas, jika perlu silakan baca semua ratusan isian blog saya. Hanya orang yang berasumsi saya menjelek-jelekkan Roy Suryo yang tetap akan membaca tulisan saya selogis dan seilmiah apapun sebagai tindakan mendiskreditkan beliau.
Jumat, 16 Desember 2005 @ 15:35
Using
Ayam, postingan Anda di #34, “ngejelekin” itu apaan sih? “ngejelekkin”, mungkin? Hihihi…
Jumat, 16 Desember 2005 @ 15:47
Using
#41: Jay temperamental? Hahaha! Klaim/kesimpulan yang lucu!
Belum kenal Jay ya, mas?
Jumat, 16 Desember 2005 @ 15:54
Using
hahaha, banyak ciken yang komen disini…
udah jay, tangepin tu ciken, sabtu besok kita barbeque….
ajak joan+bunda….
Jumat, 16 Desember 2005 @ 15:55
Using
ternyata disini rame juga ya jay….:D
Jumat, 16 Desember 2005 @ 16:06
Using
pantes milis sepi
pada ngejunk di sini
ANJRIT KAGAK NGAJAK2!
huh
*melengos*
Jumat, 16 Desember 2005 @ 19:26
Using
[...] Sudah jelas bukti-bukti yang dikumpulkan selama ini, bahwa memang orang Tengil ini menderita penyakit jiwa. Mencari muka (mungkin) merupakan pekerjaannya sehari-hari, tetapi malang nasibnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan jawaban atas pertanyaan dari Enda Nasution, bapak Blog Indonesia, pada waktu SBY berkunjung ke KBRI Thailand. [...]
Jumat, 16 Desember 2005 @ 21:18
Using
wah… asyik baca2 comment di sini…. ruame….:)
Sabtu, 17 Desember 2005 @ 4:25
Using
Ooo. rupanya semua di sini ngejunk..,
waduh… belum selesai-selesai:(
apa maunya sih orang yg satu ini,
belum dapat topeng… ya..?
Sabtu, 17 Desember 2005 @ 6:50
Using
Dowo tenan treadnya, bahas satu orang aja:D..
Yah semoga bisa menambah khasanah kehidupan kita
*kabuuur
Sabtu, 17 Desember 2005 @ 20:37
Using
si RS itu sepertinya menderita sindrom megalomaniac.
Bertindak seenak jidatnya hanya lantaran memiliki sedikit kekuasaan dan kemampuan recehan untuk memanipulasi media (baca: mengirim aneka press release dan SMS ke media massa bego).
Orang seperti itu biasanya akan dilahap oleh mulutnya sendiri. Kejatuhannya hanya tinggal menunggu waktu.
Minggu, 18 Desember 2005 @ 12:44
Using
di http://www.elshinta.com/v2003a/readnews_comment.htm?id=25110
aja komentar Roy Suryo sampe kembar 14
Senin, 19 Desember 2005 @ 8:18
Using
Asikkk… disini juga rame… baru OL lagi nih…
Makin muak aja nih liat Om Roy™
Btw, skrg blom ada lagi tuh press release dari dia semenjak Enda publish video ngobs bareng Om SBY.. GW NUNGGUIN ROY™!
Kuekekekek….
Senin, 19 Desember 2005 @ 11:28
Using
#54 Charly si suroyyy mingkep karena malu yang luar biasa kali, sensasinya kali ini tidak mengena. roy “menjaring kekuatan™” di media massa.
MALUUU KAMU ROY..MALUUUU!
*menulis dengan nada santai dan tidak anonimus CIKEN!*
Senin, 19 Desember 2005 @ 16:56
Using
hayo
gw pendukung kang yulian
llo mao apa?
Rabu, 21 Desember 2005 @ 15:03
Using
Kemana lagi ya k!per ciken dan wong pamungkas. Jadi “curiga”.
oh ia buat uyo kuyo mohon pake otak dan jaga tuh gigi.
Kamis, 22 Desember 2005 @ 14:00
Using
walah..walahh…
Kamis, 22 Desember 2005 @ 14:24
Using
[k!per a.k.a newbie pengecut]
Salam saya utk Bloggers yang membaca postingan ini.= Salam hangat dari jogja=RS…. ya ga?
? Curiga?
Kamis, 22 Desember 2005 @ 16:28
Using
yaaa…. gitu deh
itu baru satu dari sekian banyak dari kepopuleran”nya™”
Senin, 9 Januari 2006 @ 16:57
Using
[...] Roy Suryo Semakin Tidak Obyektif [...]
Rabu, 11 Januari 2006 @ 22:21
Using
begitu cintanya kalian kepada Roy Suryo……. sampai dibicarakan ngomong2 siapa si Roy Suryo itu?
Minggu, 15 Januari 2006 @ 12:50
Using
roy suryo kok kayaknya jadi
da\’imusuh sejuta umat ya…Minggu, 18 Juni 2006 @ 0:24
Using
lihat komentar di http://www.rudyrushady.org
Rabu, 26 Juli 2006 @ 14:06
Using
kasian yg nulis artikel + posting komentar…ngabisin bandwidth…saya juga jadi ikutan ngabisin bandwidth:(
Jumat, 4 Agustus 2006 @ 19:22
Using
What is software escrow?
Minggu, 20 Agustus 2006 @ 1:20
Using
hahaha…
lucu ya kalian ini, gara” roy suryo seorang kalian jadi pada ribut.
malu donk sama mas roy suryo.
jangan” dia lagi ketawa baca komentar kalian yang dengan gampangnya di provokasi.
ya udah mas” jangan pada ribut daripada ngeributin roy suryo, orangnya aja ga pusing, mending kita memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat.
kan ga baik jika kita yang berkomentar ingin menegakan kebenaran, malah jauh dari kebenaran. kan kita orang yang berpendidikan. beda pendapat boleh tapi kepala harus tetap dingin.
salam kenal…
Selasa, 3 Oktober 2006 @ 15:57
Using
liat kelanjutannya ahh
Jumat, 3 November 2006 @ 15:13
Using
mas roy sabar ya, insyaAllah klo mas roy main film ato sinetron lagi akan saya tonton deh, swear mas…
Kamis, 16 November 2006 @ 20:24
Using
Ada kalanya orang tidak objektif lagi,apabila udah kondang atau mau promosi juga.,
Disisi lain katanya kita ini udah negara demokrasi,jadi orang harus bisa menghargai pendapat orang lain, walau tidak sesuai dengan apa yang menjadi pola pikir orang lain,atau pendapatnya..Semuanya syah2 saja, asal masih dalam koridor etika, norma yang berlaku sebagai orang timur..inggig tho..mas..
Kamis, 23 November 2006 @ 14:09
Using
menurut gue kesimpulanya, KERMIT emang jago bikin kontroversi…
gak di luaran, gak di blog..
hidup KERMIT…!
hiduplah dengan hina…!
Jumat, 16 Maret 2007 @ 3:16
Using
Ga ada yang tak liat lebih seru komentar-komentar nya di blog… selain posting tentang “pakar” yang satu ini..
Sabtu, 14 April 2007 @ 6:17
Using
om loy.. om loy… calanya matiin komputel gimana cih???
Senin, 23 April 2007 @ 12:09
Using
boz, qo smp skr ga ada org yg menindak si roy itu sih? kayanya dia di TV masih ngetop aja. apa temen2 blogger ga ada yg mau untuk ‘meluruskan’ dia?
Minggu, 7 Oktober 2007 @ 13:59
Using
Test Gravatar Boleh kan :)
Jumat, 28 Maret 2008 @ 12:41
Using
si RS sok-sok an, dari kumisnya aja udah jelas orang ini gak pernah kenal notepad ama edit plus, atw compiler,
sekedar usul aja gimana kalo tuh kumis dipindahin aja ke gusi biar ga ngomong macem-macem soal IT!! mikir tuh pake otak kan? bukan pake kumis ya?
Jumat, 6 Maret 2009 @ 16:01
Using
Sekarang 2009……
RS Sekarang Dah tenar, dikit-dikit poto bugil, Pasti deh diundang wawancara depan tipi,.
Jay Abang Gue, Brani-barani nyolek dia ! Tak delete dimuka bumi. gubrakkk
Senin, 29 Juni 2009 @ 13:44
Using
pada sok tau banget sih,mending arisan drpd ngomong ga mutu
Minggu, 6 September 2009 @ 10:04
Using
[...] Roy Suryo Semakin Tidak Obyektif [...]