Septic Tank, Kakus Jongkok dan Kakus Duduk
Jumat, 9 Desember 2005M
08 Dzulqaidah 1426H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Mari kita ngomong jorok! WC atau kakus yang saya pakai sejak kecil adalah jenis kakus jongkok. Sewaktu kanak-kanak di desa yang dipakai sekeluarga adalah jenis kakus jongkok terjun bebas dengan air pancur yang dialirkan dengan puluhan meter sambungan bambu (bambunya tidak dibelah, tapi sekat di buku bisa dilubangi meskipun bambunya satu batang panjang tanpa dipotong-potong) yang berada di pinggiran balong atau kolam ikan yang cukup besar, sekaligus berfungsi memberi makan ratusan ikan Gurame, ikan Mas atau ikan Mujaer. Benar-benar jorok! Secara berkala balong tersebut dibedah (dikuras), sebuah pengalaman menarik ketika kolam menyisakan lumpur semata kaki dan mengejar ikan-ikan yang sudah sulit berenang-renang dalam lumpur tersebut.
Di Perumahan Sarijadi yang sederhana dulu dibangun sistem MCK yang cukup tertib, tiap empat rumah dipasang satu septic tank –sering dilafalkan menjadi sepiténg– dengan volume kurang dari satu meter kubik di jalur brangang (baca: bran hang) –jalur di antara rumah yang saling membelakangi– untuk digunakan bersama dari MCK masing-masing rumah, dan setiap septic tank tersebut tersambung ke septic tank lain hingga ke septic tank besar (belasan meter persegi, entah kedalamannya). Satu kesalahan fatal adalah air buangan kakus dicampur dengan air buangan mandi dan cuci yang tentunya bisa merusak proses pembusukan di septic tank karena tercemari sabun. Buangan air mandi dan cuci seharusnya dibuang ke selokan depan rumah, tapi tak satupun pernah saya lihat di ribuan rumah-rumah tersebut air buangan mandi dan cuci dilewatkan ke selokan depan, apalagi sekarang di mana gang kecil di depan rumah banyak yang diperlebar hingga selokan pun menghilang supaya kendaraan roda empat bisa lewat.
Kondisi di atas memang tidak ideal, meskipun sampai saat ini tidak terdengar kabar buruk mengenai kondisi septic tank tersebut.
Sistem sanitasi yang ideal seharusnya terdiri dari septic tank, sumur resapan dan saluran air kotor menuju selokan dan terus ke gorong-gorong kota, Sewer dan Sewage Treatment. Septic tank hanya menjadi tempat buangan air kakus dan urinoir, sedangkan buangan mandi dan cuci dialirkan ke selokan tersebut. Sumur resapan diletakkan sejauh mungkin dari septic tank dan menerima luapan air dari septic tank untuk kemudian tersaring di sumur resapan dan menyerap ke dalam tanah. Septic tank yang ideal terdiri dari dua ruangan tersekat dan hanya dilubangi di bagian atas supaya endapan dan pembusukan lélé konéng lebih banyak di satu sisi sedang di sisi lain lebih banyak air yang jika meluap dialirkan ke sumur resapan.

Ketidakpedulian masyarakat –juga pemerintah kota– terhadap sumur resapan ini berakibat pada cadangan air bawah tanah berkurang drastis, saya saksikan sendiri pompa air tangan di rumah dulu sangat melimpah sejak 1980-an, tak hanya seisi rumah yang memakai, tapi juga para tetangga. Tak sampai 15 tahun pompa tersebut mengering akibat permukaan tanah di sekeliling rumah semakin banyak tertutup lantai dan beton, dan kini terpaksa menjadi bergantung kepada air berkaporit dari PDAM alias air suplay.

Kini di perkotaan semakin banyak kakus duduk, terutama di toilet umum sebagai saran publik (kadang berbayar), namun kebiasaan orang Indonesia sangatlah parah dalam memperlakukan dan menggunakan WC duduk ini. Kakus duduk dirancang dengan dua penutup, pada posisi tidak dipakai atau stand by harus dalam keadaan terbuka kedua-duanya atau tertutup kedua-duanya. Pada saat dipakai buang air besar satu penutup dibuka dan satu penutup lagi sebagai alas duduk, sedangkan jika digunakan untuk buang air kecil ada perbedaan (jika lelaki kencing berdiri) yaitu kedua penutup harus dibuka, sebab jika tidak dibuka kedua-duanya air seni akan memercik ke alas duduk yang bisa menempel pada pantat dan paha orang yang buang air besar atau kencing dengan posisi duduk. Di toilet umum sering terjadi seperti itu, pada saat hendak dipakai terlihat pada alas duduk percikan air berwarna kuning menempel, hingga saya pun harus membuka kedua penutup dan memperlakukan kakus duduk menjadi kakus jongkok.
Maranéh paduli teu?
Popularity: 11% [?]
Jumat, 9 Desember 2005 @ 11:27
I do care!
Jumat, 9 Desember 2005 @ 11:38
Selama gue kuliah di ITB, satu satunya saat gue ke kakus, itupun cuman buang air kecil, cuman di Labtek IX, dimana kakusnya exclusive buat labb staff, pakai kunci.
Ke kakus lain di kampus….huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, syerem. Biar udah hampir bocor, begitu cium baunya, batal deh
Oh yah mau nambahin dan nanya sekalian, sering dijual bakteri pembusuk untuk dimasukkan ke dalam septic tank padat untuk membantuk penghancuran kotoran. Kalau di Jakarta dimana ya belinya? Saya biasanya dikirimkan dari Yogya, karena produksi orang UGM. Katanya bisa dengan cepat mengurangi kepadatan tinja, hanya saja karena saya cuman sebentar sebentar di Jakarta, gak sempat memonitor kinerjanya. Pokoknya 6 bulan sekali dimasukin, gitu aja.
Jumat, 9 Desember 2005 @ 12:57
Omong tentang kakus bukan sesuatu yang jorok, penanganan kakuslah yang lebih sering jorok. Itu juga bukan monopoli kakus, tempat wangi atau dianggap suci juga bisa menjadi jorok kalau salah penanganan kebersihan atau sanitasinya.
Jumat, 9 Desember 2005 @ 13:44
#2: Hihi, Labtek IXB bersih kok, mungkin karena para pemakainya sedikit lebih beradab
Entah sekarang seperti apa.
Nggak tahu, paling saya pernah melihat air flush toilet berwarna biru, mungkin hanya pengusir bau.
Jumat, 9 Desember 2005 @ 14:12
pertanyaan: lebih enak mana jongkok atau duduk?
*kabur*
Jumat, 9 Desember 2005 @ 14:30
Hahaha, kampus gue donk. Bersih banget, seperti kakus-nya hotel bintang 5
.
Jumat, 9 Desember 2005 @ 15:33
#2, kalo di surabaya sih, hampir setiap supermarket menjualnya… namanya bio… apa gitu.. lupa
baunya itu loh…
Jumat, 9 Desember 2005 @ 15:41
wc di mall di bandung musti bayar ya?
btw yg info basbang kalau dudukan toilet itu lebih bersih daripada keyboard blom dimasukin?
Jumat, 9 Desember 2005 @ 16:00
teorinya, kakus jongkok lebih bersih drpd duduk. karena ga ada persentuhian kulit pantat yang menjadi tempat pertukaran penyakit.
anehnya, orang bule ga bisa jongkok. kenapa ya?
Jumat, 9 Desember 2005 @ 16:47
Sebenarnya, BAK maupun BAB di kakus duduk (KD) pun disarankan duduk (namanya pun kakus-duduk, bukan kakus-berdiri
, untuk menjaga higienitas. Tapi memang kadang ada yang berprinsip: Stand-up for our right!
BAK berdiri di kakus jongkok (KJ) pun berbahaya juga. Nyiprat (eh, bahasa indonesianya apa ya?).
Kalau diadakan survey, PASTI (dengan penuh keyakinan) jarak septic tank dengan sumur di rumah-rumah Indonesia sebagian besar tidak memenuhi syarat.
#5 setelah lama pake KD, kayaknya memang lebih nyaman…
Btw, sebagian besar pengguna kakus duduk memang kesulitan jongkok seperti gaya-kakus-jongkok
#9 itu berlaku kalo dudukannya kakus duduk ga pernah dibersihin pake antiseptik.
Jumat, 9 Desember 2005 @ 16:54
Enakan pakai Jongkok.
Terus selain bentuk WC nya pertanyaan lain yg muncul adalah cara membersihkannya, pilih tisu apa air?
Jumat, 9 Desember 2005 @ 22:06
Om Jay..
kalau misalnya dari segi kesehatan?
lebih sehat jongkok atau duduk yah?
hihi.. *pertanyaan sekenanya, menanti jawaban sekenanya juga*
Jumat, 9 Desember 2005 @ 23:31
kata orang, lebih enak jongkok pas BAB, lubangnya lebih kebuka, jadi lebih lancarrrr …
Jumat, 9 Desember 2005 @ 23:55
#13
wayah.. ini pada praktiknyah?
kalau untuk (maaf) dubur, lebih aman jongkok atau duduk?
kan bisa koyak? nyebabkan ambiyen?
(apa sih yg dibahas?)
Sabtu, 10 Desember 2005 @ 4:53
Hmm..
#1 me too.. hehe..
#9#11 orang bule disini udah gak bisa jongkok.. bersihinnya juga cuman pake tissu kering.. aduh… gw sih mau gak mau.. tisu + air… hehe…
#12 lebih sehat duduk.. alasan = kalo jongkok, kaki kesemutan/kram ; kaki kram = sakit ; sakit = tak sehat ; jadi kesimpulannya… jongkok = tak sehat.. huekkekekebakekok..
Minggu, 11 Desember 2005 @ 9:44
kalo kebelet, elo pada kagak bisa pilih-pilih bro. tapi bener tuh jay, gw setuju ama pertanyaan elo ‘Maranéh paduli teu?’. *copy paste*
Minggu, 11 Desember 2005 @ 11:43
Berdasarkan pengalaman tinggal di negeri 4 musim, kalau sedang musim dingin, rasanya ngga pengen deh bersentuhan dengan air walaupun air panas, sekian detik kemudian, berubah jadi air dingin dan tidak nyaman kalo kena kulit.
Toilet pribadi saya setuju kloset duduk karena sangat nyaman. Toilet umum lebih baik kloset jongkok karena lebih gampang dibersihkan oleh petugas. KM di mall harus bayar? rasanya tidak masalah bayar 500/1000 kalau bersih, kinclong dan tidak berbau tidak sedap.
Minggu, 11 Desember 2005 @ 21:35
aha..
Its not a big matter!
Minggu, 11 Desember 2005 @ 21:40
lain kolam lain ikannya..!
Minggu, 11 Desember 2005 @ 23:08
Sama seperti Mira, saya peduli!
Senin, 12 Desember 2005 @ 3:23
wah, aku udah dibiasakan unt gak duduk nempel ke wc umum, jadi i dun rili ker. yg penting pantat ku gak perlu nempel sama dudukan wcnya, swgtl. kalopun niyat banget, yah sekalian aja jongkok, atau kalo bawa tissue basah ber-disinfektan, tinggal dibersihkan dengan beberapa lembar tissue basah, lalu taruh tissue kering sebagai alas yg akan nempel.
Senin, 12 Desember 2005 @ 15:55
untuk melepas jangkar “lele koneng”/YELLOW SUBMARINE saya bayar Rp1000.
Senin, 12 Desember 2005 @ 18:51
he he lucu juga, baru kali ini baca posting tentang kakus jongkok atau duduk.
Selasa, 13 Desember 2005 @ 12:47
kalo icke sih… duduk bisa jongkok owkeh…
walau prefer sih jongkok, apalagi di tempat umum, lebih merasa aman.
takut kena penyakit kulit, budug, ararateul dsb walau cuman sugesti
maklum habit hygiene dan sanitasi kita di tempat2 umum masih puayah..
Selasa, 13 Desember 2005 @ 22:54
Bagus postingnya, temanya juga penting!
salam kenal.
Kamis, 15 Desember 2005 @ 13:18
Selain duduk, jongkok, aer dan tisu, pertanyaan lainnya adalah
berapa hari sekali atau berapa kali sehari?
Jumat, 16 Desember 2005 @ 19:55
JOROK KAMU JOROK KAMU, KAMU JOROK!
Senin, 19 Desember 2005 @ 6:06
Kamis, 22 Desember 2005 @ 13:35
teu, pan teu acan ngartos…. tah ayeuna mah nembe ngartos…. nuhun
Jumat, 6 Januari 2006 @ 14:31
Kate pak aji, kalo mo beser or boker disunahkan jongkok dengan kaki kiri lebih di teken. Katenye lagi, beser dengan jongkok bisa menghabiskan air seni yang pengen keluar, total keluar semua. Pernah ga kencing berdiri, langsung seleretin zipper celana, tau2 keluar dikit airnya (buat cowo). Itu tuh yang bikin najis kalo sholat.
*inget ngaji waktu kecil
Selasa, 17 Januari 2006 @ 9:45
anda bisa menikmati hal tentang toilet di http://b0ker.blogspot.com
Kamis, 9 Maret 2006 @ 21:12
Mau tanya?
Gimana caranya supaya sdr-sdr kita yang masih dolbon (modol di kebon) mulai bisa ke wc?
di banten seueur pisan anu dolbon.
udom dirja
Sabtu, 3 Juni 2006 @ 18:06
acara lutu ya di wc bok, hehe
Selasa, 11 Juli 2006 @ 17:59
Bersyukurlah kita kalo bisa BAB, makanya jangan sembrangan gitu looh…
Senin, 25 September 2006 @ 14:04
Aku mau bikin WC ni, cari-cari informasi di internet gimana cara bikin wc yang sehat.
Senin, 23 Oktober 2006 @ 9:14
Apik banget isine. Memberikan inspirasi u/ hidup sehat neeh
Thanks yo….??!!
Rabu, 1 November 2006 @ 14:57
Klo orang timur(indonesia) dari dulu nya pake kloset jongkok. Makanya klo sebagian orang (Indonesia) Pake Kloset Duduk(KD) kebanyakan bilang susah keluarnya.And susah buat berhayal nya.He….He…He….
Kamis, 14 Desember 2006 @ 8:59
….Rakyat Indonesia masi banyak yg Masa BOdoh…
pAdahal BAB hmpir stiap hri kita lakukan…
Ya baik,,, jongkok atau duduk masing2 pasti punya kelebihan lah..
Klo d tmpat umum mending KLOset Jongkok COS pantat tdk bersntuhan lngsung dgn kloset…
Kloset duduk d Tmpat umum Cnderung tdk terjamin kebersihannya…
Coba mEniRU Orang Luar Kloset BerSih2 bo….Dicontoh dong hrsnya???
Yng punya Ambeyen lebih baik Kloset jongkok lah ^_^…
Tp klo pake kloset jongkok jgn lama2 jg cos bs Kram kaki…
Sabtu, 17 Februari 2007 @ 14:56
Apapun cara bokernya (baca : jongkok atau duduk), “cebok”nya tetep pake air!!!, jangan suka niru2 bule pake tisu kering lah… bt lagih (baca : bau tai) hehehehe *serius ini mah*
Jumat, 30 Maret 2007 @ 14:40
kalo di kampuz 9w, kebanyakan WC nya masih yang jongkok kecuali WC khusus buat dosen dan staff/karyawan udah pake yang duduk. makanya kalo 9w lagi ada urusan sama kamar mandi/WC di kampuz, 9w pilih WC yang buat staff karena 9w kenal sama pegawai kebersihannya jadi gampang pinjam kuncinya.
9w se7 tuh dengan gagasan pengolahan limbah sepiteng (septic tank)tanpa sedot karena selain praktis, hasilnya juga bisa dimanfaatkan sabagi pupuk. Oya, 9w lagi skripsi nih, judulnya tentang “degradasi feses manusia”. kalo bisa, tolong cariin 9w bahan dong, kirimin aja ke alamat E-mail 9w. thanx….
Minggu, 24 Juni 2007 @ 12:21
Sekarang di Aceh banyak dibangun rumah bantuan kornan Tsunami tetapi banyak rumah yang dibagun tidak memenuhi syarat kesehatan, yaitu jarak septic tank dengan sumber air (sumur). Padahal desain rumah tersebut telah disepakati oleh para pemberi bantuan(NGO/LSM,Palang Merah Indonesia & Palang Merah dari luar Indonesia)seperti jarak septic tank yang minimalnya 10 meter dari sumber air dan harus mempunyai kontruksi yang baik. tetapi pada pelaksanaanya tidak sedikit yang rumah yang dibangun tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama tadi. Dimana letak kesalahannya?. Yaitu kurangnya pengawasan sewaktu proses pembangunan berlangsung. Ironisnya lagi saya adalah seorang yang bekerja pada salahsatu LSM asing yang juga membangun rumah bantuan korban Tsunami di daerah lain dan rumah saya sendiri dibangun oleh LSM asing lain yang tidak memperhatikan kesehatan lingkungan. Intinya gue buat rumah untuk orang lain bagus-bagus, giliran rumah gue yang dibuat orang lain jadi gak bener!. Huh!
Selasa, 9 Oktober 2007 @ 15:34
emang disini ada yang punya sketsa/denah septictank yang bagus. sesuai dengan standart international.
kirim donk buat temen-temen di aceh
Rabu, 13 Februari 2008 @ 15:54
YES..yang jongkok yang sehat? why? sebagai indikator kegemukan, karena biasanya yang perutnya gede, susah buat jongkok he..he… jadi kalo sudah susah jongkok, artinya…
Rabu, 12 Maret 2008 @ 13:19
Ada hubungan sama serat gak ya?
Senin, 31 Maret 2008 @ 20:44
Polisi akan pusing tujuh keliling bila mengahadapi orang yang kebal hukum. siapa mereka?
ya, yang nggak bisa ditahan. yaitu, tu… orang yang kebelet, juga orang kena mencret. nggak bisa ditahan. pokoknya nggak bisa ditahan, gak peduli model jongkok atau duduk, yang penting …..
Jumat, 9 Mei 2008 @ 20:29
huwahaahahaha……
wuah, komentarnya pada lucu bgtz!
kalo aq sih, nyaman2 ja ma kondisi kakus q. hehehe…
Kamis, 25 September 2008 @ 10:06
itu petanya kan pake buangan air ke got.gmana bisa kan malah air got yg masuk soalnya lebih tinggi khan?
Kamis, 25 September 2008 @ 13:32
Bukan ke got, tapi ke leaching field.
http://en.wikipedia.org/wiki/Septic_drain_field
Selasa, 4 November 2008 @ 16:34
bagus mana sih… pake kakus jongkok atau duduk??
ada pengaruhnya nggak sama jumlah air kencing atau pup yang kita keluarin??
Sabtu, 8 November 2008 @ 9:31
Bagus banget nih, aku suka artikel-artikel seperti ini. Tolong dong kalau ada artikel yang lain aku dikasih tahu, makasih banyak..
Rabu, 3 Desember 2008 @ 13:32
tank ya bos, tp mkn perlu ditambah lagi gambar2 desainnya. ni saya rencana lg mo buat septic tank. tank ya..
Sabtu, 27 Desember 2008 @ 21:56
Semuanya sudah mulai sadar kalau negara kita banyak yg gk peduli sama hal-hal yg menyangkut alam kali ya…?saat negara lain memanfaatkan air kotor untuk dapat digunakan lagi,negara kita malah buka kran air tp lupa nutup.ngomongin mslh WC yg erat kaitannya sm Septic Tank,kayanya lebih baik kl dikasih pembahasan lebih tentang gmn pemanfaatannya, n mengenai air kotor rumah tangga jug ajgn cuma dialirkan ke selokan donk..pemerintah kita belum siap dengan sawerannya (sewar…).cerewet ya.?sori..
Sabtu, 27 Desember 2008 @ 22:00
bwt mas jay,,,salam kenal…semoga bisa terus merhatiin artikel yg ginian ni…
Kamis, 19 Maret 2009 @ 12:05
rasanya susah sekali mencari jurnal atau artikel2 yang berkaitan tentang teknologi septic tank or pengelolaan tinja yan ter up to date yang sesuai dengan apa yang mau ku presentasikan …. beruntung ada tulisan ini yang cukup membantu…thanks….
Selasa, 9 Juni 2009 @ 16:57
Menurut pendapat saya, mau jongkok ataupun duduk gak masalah. Yang menjadi permasalahan yang perlu dihadapi sekarang adalah sistem pengolahan tinjanya, karena sudah mulai terjadi pencemaran air tanah, sungai, laut, dsb.
Kalo untuk masalah mana yang lebih sehat antara WC jongkok & duduk, maka berdasarkan hasil penelitian (sori euy lupa sumbernya) bahwa daerah terkotor dari kamar mandi adalah GAGANG PINTU!!!
Nah sekarang kami sedang melakukan kajian terhadap: pilihan sanitasi yang bagaimana yang cocok untuk rumah2 yang ada di bantaran sungai atau pinggir pantai. Pusinggggg!!!!
Kalo mengikuti standar septic tank internasional atau bahkan nasional…, apakah cocok diterapkan di daerah tersebut? Gimana caranya bikin septic tank di sungai? Gimana caranya bikin septic tank di daerah yang terlanjur padat! Pokoknya sih…. pusinngggg….
Jadi mo jongkok ataupun duduk gak masalah. Untuk kesehatan: cuci tangan pake sabun sebelum keluar WC, lalu keringkan tangan menggunakan tissue, buka pintu pake tissue tadi, baru setelah itu tissue dibuang. Viva WC Sehat!